Page
1
Kerangka Acuan
PENGADAAN JASA KONSULTAN HIV AND HEALTH AGING
Maret 2023
I. LATAR BELAKANG
Ketersediaan dan perawatan anti-retroviral yang rutin meningkatkan harapan hidup orang dengan HIV di Indonesia. Diagnosis HIV bukan lagi vonis mati melainkan kondisi kesehatan yang perlu dijaga. Kini, orang dengan HIV yang telah menekan viral load mereka memasuki usia tua telah memberikan demografi baru untuk orang dengan HIV di Indonesia.
Lansia dengan HIV memiliki karakteristik khusus yang berbeda dari kategori demografi orang dengan HIV lainnya. Kerentanan terhadap penyakit yang berkaitan dengan usia dapat menyebabkan komorbiditas dengan infeksi HIV. Lingkungan sosial dan faktor psikologis juga mempengaruhi kompleksitas perawatan lansia dengan HIV. Survei Sosial Ekonomi Nasional pada tahun 2019 menunjukkan penduduk lansia di Indonesia telah menembus angka 25,7 juta orang atau sekitar 9,6% dari total seluruh populasi di Indonesia. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat hingga 10% di tahun 2020 dan 20% pada 2040 mendatang. Perhatian terhadap lansia dengan HIV perlu ditingkatkan untuk memberikan para lansia dengan HIV penuaan yang sehat, sejahtera, dan bermartabat.
Demografi orang dengan HIV di Indonesia telah meluas hingga mencapai lansia. Diskusi tentang perawatan dan pelayanan lansia dengan HIV perlu dimulai untuk memahami kebutuhan, karakterisitik, serta tantangan untuk memberikan mereka penuaan yang sehat. Sejalan dengan kondisi epidemi HIV di Indonesia, keberhasilan ARV membentuk demografi populasi kunci HIV dengan karakteristik dan kompleksitas perawatan khusus. Memulai pembicaraan tentang lansia dengan HIV dapat meningkatkan kesadaran atas isu ini yang mengarah kepada diskusi ilmiah, program perawatan dan pelayanan, hingga kebijakan untuk lansia dengan HIV.
Penuaan yang sehat tidak sekadar masalah usia, tetapi tentang keseluruhan proses setiap individu mendapatkan layanan kesehatan sepanjang hidupnya. Sayangnya latar belakang sosio-ekonomi dan identitas gender, etnis, dan ras adalah faktor utama dalam memperoleh layanan kesehatan di Indonesia.
Penuaan yang sehat tidak hanya isu kesehatan individu tetapi juga masalah struktural yang harus dibenahi. Penuaan yang sehat bersifat esensial untuk meningkatkan kualitas hidup. Kondisi lansia dengan HIV di Indonesia saat ini masih jauh dari memilki penuaan yang sehat. Sebagaimana proses penuaan yang sehat dimulai sejak dini, Indonesia harus menjamin orang dengan HIV mendapatkan layanan kesehatan yang berkelanjutan untuk mempersiapkan penuaan yang sehat pada hari tua mereka.
II. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup pekerjaan konsultan adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan Modul Pelatihan HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV beserta metode penggunaannya.
2. Mengembangkan Paket Informasi mengenai HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
Page
3
III. OUTPUT PEKERJAAN DAN WAKTU KERJA
Secara detail, berikut adalah kegiatan dan output pekerjaan dari konsultan:
Kegiatan Keluaran/Output Target
Asesmen kebutuhan dan kerangka modul pelatihan dan paket informasi HIV dan Penuaan yang sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
- Adanya draft uraian untuk penyusunan modul pelatihan HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV beserta metode penggunaannya.
- Adanya draft uraian untuk penyusunan paket informasi HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
2 hari
Penyusunan modul pelatihan dan paket informasi
- Draft 1 modul pelatihan HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV beserta metode penggunaannya.
- Draft 1 paket informasi HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
5 hari
Review draft 1 modul pelatihan dan paket informasi HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
- Catatan review pada modul pelatihan HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV beserta metode
penggunaannya.
- Catatan review pada penyusunan paket informasi HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
1 hari
Finalisasi modul pelatihan dan paket informasi HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
- Final modul pelatihan HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV beserta metode penggunaannya.
- Final paket informasi HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan
Pendamping Orang Dengan HIV.
2 hari
— Konsultan harus mengirimkan laporan progress update secara berkala
IV. DURASI PEKERJAAN
Konsultan akan dikontrak selama 10 hari antara bulan Maret – April 2023
V. JADWAL PEMBAYARAN JASA
Skema pembayaran jasa konsultan akan disesuaikan dengan output pekerjaan yang diselesaikan, yaitu:
Tahap Keluaran/Output Pembayaran
Tahap 1 • Kontrak kerjasama ditandatangani
• Rencana kerja/Timeline konsultan
50% dari biaya konsultasi Tahap 2 • Final modul pelatihan HIV dan Penuaan yang Sehat bagi
Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV beserta metode penggunaannya.
• Final paket informasi HIV dan Penuaan yang Sehat bagi Orang Dengan HIV dan Pendamping Orang Dengan HIV.
50% dari biaya konsultasi
VI. INPUT
⎯ Spiritia akan menyediakan dokumen-dokumen pencatatan dan pelaporan, bahan bacaan yang dibutuhkan untuk pembuatan modul pelatihan dan paket informasi.
⎯ Konsultan diharapkan untuk bekerja dari jarak jauh menggunakan komputernya sendiri, tetapi dapat mengakses printer kantor Spiritia atau dokumen yang relevan atau jika ia diharuskan untuk bekerja di kantor Spiritia kapan saja selama penugasan.
VII. EVALUASI PEKERJAAN
Kinerja konsultan akan dievaluasi berdasarkan: ketepatan waktu, tanggung jawab, inisiatif, komunikasi, akurasi, dan kualitas produk yang dibuat.
VIII. KRITERIA DAN KUALIFIKASI KONSULTAN
Konsultan Kualifikasi, Kemampuan, dan Pengalaman
Page
5
b. Memiliki pengalaman dalam pembuatan pedoman, juknis dan modul atau melaksanakan pelatihan terkait pengembangan dan peningkatan kapasitas anggota kelompok masyarakat, diutamakan yang berhubungan dengan program HIV/AIDS dan aging (melampirkan portofolio sebagai evidence).
c. Inovatif dalam memberikan ide dan masukan dalam penentuan materi dan metode pelatihan sesuai dengan karakteristik kelompok masyarakat tertentu
d. Memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagai praktisi pada isu HIV/AIDS khususnya pada populasi berisiko dan populasi muda.
e. Berinisiatif dan mampu mengorganisir pekerjaan secara mandiri, dan juga mampu bekerja sebagai tim
f. Memiliki kemampuan komunikasi efektif dan kemampuan inter- personal yang baik.
g. Kemampuan mengoperasikan aplikasi editor dokumen (Ms Word) dan pertemuan daring (Zoom, Google Meet).
h. Memiliki kemampuan menulis dengan sistematis
IX. PROSEDUR APLIKASI DAN TENGGAT WAKTU
⎯ Calon konsultan yang berminat diminta untuk mengirimkan aplikasi elektronik ke:
[email protected], [email protected], [email protected] dengan tembusan ke [email protected] dan selambat-lambatnya hari Rabu, tanggal 8 Maret 2023 pukul 17:00 UTC + 07:00
⎯ Calon konsultan diminta untuk mengirimkan aplikasinya beserta dokumen berikut:
o CV terkini (tim konsultan) o Usulan Fee tim konsultan
o Portofolio hasil kerja yang relevan