P ENGANTAR
E KONOMI S YARIAH
By : Ami Nullah Marlis Tanjung, S.E,Sy. M.E.
Praktisi Ekonomi Syariah Akademisi Ekonomi Syariah
Al-Qur'an dan Sunnah mengajarkan ukhuwah
(persaudaraan) antara sesama manusia, khususnya sesama muslim. Karena pada dasarnya setiap mu'min adalah saudara bagi mu'min lainnya :
“Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat
rahmat.”
6. UKHUWAH (PERSAUDARAAN)
3
Dalam ayat lainnya bahkan Allah SWT
mengkategorikan kenikmatan ukhuwah sebagai kenikmatan yang melebihi dunia dengan segala isinya. (QS. Al-Anfal/ 8 : 63)
Implikasi dari prinsip ini dalam perekonomian
Islam berutama tercermin dalam tanggung jawab dan usaha bersama dalam pengentasan
kemiskinan. Seperti konsep jaminan sosial yang merupakan fardhu kifayah yaitu menjadi tanggung jawab sekelompok masyarat atau negara
6. UKHUWAH (PERSAUDARAAN)
3
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang
melapangkan kesulitan dunia seorang mu'min, maka Allah akan melapangkan baginya kesulitan hari akhirat. Barang siapa yang menutupi aib
seorang mu'min maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba tersebut menolong saudaranya. (HR. Muslim & Turmudzi)
Hubungan persaudaraan (ukuhwah) ini, juga mencakup dalam aspek perekonomian. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :
6. UKHUWAH (PERSAUDARAAN)
3
Dari Uqbah bin Amir ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mu'min adalah saudara bagi
mu'min lainnya. Maka tidak halal baginya untuk membeli barang yang telah dibeli saudaranya. Dan tidak boleh pula baginya mengkhitbah seroang wanita
yang telah dikhitbah oleh saudaranya, kecuali jika ia telah meninggalkannya. (HR. Muslim)
6. UKHUWAH (PERSAUDARAAN)
3
Akhlak atau budi pekerti merupakan salah satu inti dari ajaran Islam. Sejumlah akhlak yang baik
banyak terdapat dalam Al-Qur'an seperti ihsan, menjaga amanah, sabar, jujur, rendah hati, tolong menolong, kasih sayang, malu, ridho, dsb.
Karena ekonomi Islam merupakan bagian dari ibadah muamalah, maka setiap aktivitas harus dilandasi oleh norma dan etika Islam. Dan hal inilah yang membedakan antara ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional.
7. AKHLAK (ETIKA)
3
Salah satu akhlak dalam muamalah adalah perintah untuk berbuat jujur dan amanah dalam menjual :
Dari Abu Sa'id ra dari Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang pebisnis yang jujur lagi amanah, (kelak akan dikumpulkan di akhirat) bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada'.
(HR. Turmudzi)
7. AKHLAK (ETIKA)
3
Dalam Islam, negara bertanggung jawab untuk memelihara aqidah Islam dan melaksanakan hukumhukum Allah secara sempurna di tengah- tengah kehidupan termasuk melaksanakan
pengaturan di segala bidang, terutama ekonomi.
Negara bertanggung jawab atas pengadaan
kebutuhan hidup masyarakat. Dan masyarakat pun harus mematuhi ketentuan sang pemimpin
sepanjang hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang digariskan dalam agama Islam.
8. ULIL AMRI (PEMERINTAH)
3
Allah SWT berfirman : "Hai orang-orang yang
beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri diantara kalian. Kemudian jika kamu
berselisih pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya... (QS.
An-Nisa/ 4 : 58)
8. ULIL AMRI (PEMERINTAH)
3
9. A L -H URRIYAH & A L -
M AS ' ULIYAH
Al-Hurriyah adalah kebebasan dan Al-Mas'uliyah adalah tanggung jawab. Prinsip kebebasan dapat dilihat dari dua pendekatan, yaitu pendekatan teologis dan pendekatan ushul fiqh/ falsafah tasyri'.
Pengertian kebebasan dalam perspektif teologi berarti bahwa manusia bebas menentukan pilihan antara yang baik dan yang buruk. Hal ini
dimungkinkan dengan dikaruniakannya akal kepada manusia.
3
9. A L H URRIYAH & A L
M AS ’ ULIYAH
Sedangkan dalam perspektif falsafah tasyri', setiap kebebasan yang diberikan harus dipertanggung jawabkan. Termasuk juga kebebasan manusia mengelola alam sebagai khalifatu fil ardh.
Pertanggung jawaban tidak hanya di dunia, namun yang sesungguhnya adalah di hari akhir, yang
disebut dengan hisab.
Rasulullah SAW bersabda :
3
Dari Ibnu Mas'ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak akan bergerak tapak kaki anak cucu Adam di sisi Allah SWT pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang
lima perkara ; Tentang umurnya untuk apa
dihabiskannya, tentang masa mudanya digunakan untuk apa, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan
kemana ia belanjakan, dan apa yang ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya. (HR. Turmudzi).
9. A L H URRIYAH & A L M AS ’ ULIYAH
3
10. J AM A ’ AH
(K ERJA
SAMA /S INERGI )
Prinsip kerjasama merupakan satu prinsip penting dalam ekonomi Islam. Pentingnya kerjasama ini juga dapat kita lihat dari "pahala" yang Allah
berikan terhadap amal ibadah yang dilakukan dengan cara "berjamaah", seperti shalat yang pahalanya 27 derajat lebih baik dibandingkan dengan shalat sendiri-sendiri.
3
10. J A M A ’ A H
(K ERJA
SAMA /S INERGI )
Dalam beraktivitas ekonomi, dengan berjamaah akan dapat menghasilkan output yang lebih
maksimal. Sehingga satu usaha syariah,
sesungguhnya merupakan bagian dari usaha syariah lainnya. Asuransi Syariah merupakan bagian dari Bank Syariah, demikian juga
sebaliknya. Kemudian ditunjang lagi dengan segala usaha yang berasaskan syariah. Jika
"keberjamaahan" ini dapat berjalan dengan baik, insya Allah hasil yang akan di dapatkan oleh
ekonomi syariah akan semakin baik dan semakin maksimal.
3
P ERAN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH
1. AKTOR
2. EDUKATOR
3. MOTIVATOR
4. AKSELERATOR
4
1. AKTOR
Artinya, mahasiswa semestinya menjadi pionir- pionir dalam praktik ekonomi Islam.
Misalnya :
- Mahasiswa hanya menjual dan membeli barang dan jasa yang halal saja. Kalau bisa Halalan
Thoyiban
- Mengelola keuangan tanpa riba.
- Mengembalikan bila meminjam barang.
- Melakukan kegiatan sewa menyewa dengan benar.
- Serta berbisnis sesuai syariah.
4
1. AKTOR
• Bukan hanya semasa mahasiswa, selepas kuliah nanti peran sebagai pionir semestinya tetap
dilakukan karena melaksanakan ekonomi Islam adalah kewajiban setiap muslim.
• Dengan adanya pionir-pionir ini yang seiring dengan waktu diharapkan semakin banyak,
masyarakat akan melihat secara langsung praktik ekonomi Islam dan kebaikan-kebaikan yang
dihasilkannya.
4
2. EDUKATOR
Sebagai kelompok masyarakat terdidik, mahasiswa secara relatif lebih cepat memahami dan memiliki akses ke khasanah wacana Ekonomi Syariah
ketimbang kelompok masyarakat lain. Karenanya, mahasiswa harus mampu mengedukasi masyarakat agar pemahamannya tentang ekonomi Syariah bisa meningkat hingga praktik ekonomi Islam di tengah masyarakat juga semakin berkembang.
Tapi harus disadari, untuk bisa menjadi pionir dan mengedukasi masyarakat tentu diperlukan kesediaan mahasiswa untuk terus menerus mengkaji ekonomi Islam.
4
3. MOTIVATOR
Pengkajian dan praktik ekonomi Islam di tengah sistem kapitalis bukanlah tindakan yang populer, terasa asing dan mudah menimbulkan rasa putus asa mengingat nature dari masyarakat memang tidaklah kompatibel dengan ekonomi Islam.
Disinilah diperlukan motivasi terus menerus, terutama dari para mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dalam mengkaji dan mengimplementasi
Bila mahasiswa ekonomi
Islam.
cenderung
idealistik saja putus
yang katanya asa
dalam berekonomi Islam, apatah lagi masyarakat yang
4
4. AKSELERATOR
yang dijanjikan
Mahasiswa harus menyadari bahwa sebesar apapun praktik dan setinggi apapun kesadaran masyarakat
tentang ekonomi Islam di tengah sistem sekuler tetaplah belum merupakan wajah sesungguhnya dari keadaan yang sebenarnya bila ekonomi Islam diterapkan secara keseluruhan. Oleh karena itu, mahasiswa tidak boleh puas sekadar melihat sebagian wajah ekonomi Islam.
Harus ada upaya terus menerus dengan mendorong percepatan (akselerasi) penerapan dan kesadaran ekonomi Islam hingga betul-betul terwujud di tengah masyarakat melalui tegaknya sistem kehidupan Islam.
Saat itulah kita akan melihat wajah ekonomi Islam secara relatif lebih utuh, serta turut merasakan kerahmatan
4
4. AKSELERATOR
Mahasiswa harus menyadari bahwa sebesar apapun praktik dan setinggi apapun kesadaran masyarakat
tentang ekonomi Islam di tengah sistem sekuler tetaplah belum merupakan wajah sesungguhnya dari keadaan yang sebenarnya bila ekonomi Islam diterapkan secara keseluruhan. Oleh karena itu, mahasiswa tidak boleh puas sekadar melihat sebagian wajah ekonomi Islam.
Harus ada upaya terus menerus dengan mendorong percepatan (akselerasi) penerapan dan kesadaran ekonomi Islam hingga betul-betul terwujud di tengah masyarakat melalui tegaknya sistem kehidupan Islam.
Saat itulah kita akan melihat wajah ekonomi Islam secara relatif lebih utuh, serta turut merasakan kerahmatan yang dijanjikan
4
TERIMA KASIH
• Selamat Berproses Menuju Ekonom Rabbani yang Arif
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh