• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh arus kas terhadap perubahan return saham

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh arus kas terhadap perubahan return saham"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

Risna Rahmasari (2014) berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Arus kas dan laba perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan, (2) Arus kas operasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan. “Pengaruh Arus Kas Terhadap Perubahan Return Saham Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017”.

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

Teori Signal (Signalling Theory)

Pasar Modal

  • Instrument Pasar Modal

Pasar modal merupakan pasar bagi instrumen keuangan jangka panjang (jatuh tempo lebih dari satu tahun). Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling diminati diantara instrumen pasar modal lainnya.

Laporan Arus Kas

  • Komponen Arus Kas
  • Arus Kas Operasional
  • Arus Kas Investasi
  • Arus Kas Pendanaan

Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Perusahaan menyajikan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara yang paling sesuai dengan bisnis perusahaan. Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan dan pengeluaran kas ke dalam tiga kategori utama, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan.

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (FSAK) Nomor 2 Tahun 2009, arus kas dari aktivitas operasi diartikan berasal dari aktivitas utama yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Pengertian arus kas dari aktivitas investasi menurut PSAK No.2 Tahun 2009 menyatakan bahwa aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang dan investasi lain yang tidak termasuk setara kas (Asosiasi Akuntansi Keuangan, 2013). Pengertian arus kas dari aktivitas pendanaan menurut PSAK No.2 Tahun 2009 adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan jumlah dan komposisi penyertaan modal dan.

Pasar Modal Efisien

Dalam bentuk efisiensi lemah, hal ini menyatakan bahwa data historis didasarkan pada harga di masa depan. Perubahan harga hari ini tidak ada hubungannya dengan perubahan harga yang terjadi kemarin. Ketika informasi datang secara acak, banyak orang menyukainya karena mereka bisa mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang acak.

Studi peristiwa dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi suatu pesan dan juga dapat digunakan untuk menguji efektivitas pasar bentuk semi-kuat. Reaksi tersebut dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return, jika digunakan abnormal return maka dapat dikatakan bahwa suatu pengumuman yang mengandung kandungan informasi akan memberikan abnormal return kepada pasar. Efisiensi bentuk lemah menunjukkan bahwa tidak ada informasi yang tersedia, baik publik maupun swasta, yang memungkinkan investor memperoleh keuntungan abnormal secara konsisten.

Return Saham

  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham
  • Mengukur Return Saham
  • Pengaruh Arus Kas Operasional Terhadap Return Saham
  • Pengaruh Arus Kas Investasi Terhadap Return Saham
  • Pengaruh Arus Kas Pendanaan Terhadap Return Saham

Dengan demikian, perubahan arus kas dari aktivitas operasi akan memberikan sinyal positif kepada investor sehingga mengakibatkan investor membeli saham perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan return saham. Hubungan antara arus kas dari operasi dengan return saham dapat dijelaskan melalui hasil penelitian Ita Trisnawati (2009), Hasil pengujian H2 menunjukkan bahwa arus kas dari operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil tersebut sesuai dengan hasil penelitian Wahyuni ​​(1998), Ngaisah (1998), Cahyani (1999) serta Kurniawan dan Indriantoro (2000) yang menyatakan bahwa arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Arus kas dari aktivitas investasi, yaitu arus kas dari transaksi yang mempengaruhi investasi pada aset tetap dan perolehan dari instrumen investasi. Penelitian yang dilakukan oleh Niviansyah Rizal dan Selvia Roos Ana (2016) didasarkan pada hasil pengujian hipotesis yang menunjukkan bahwa likuiditas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Sementara itu, pendapat lain menyatakan bahwa arus kas dari aktivitas pendanaan juga ternyata tidak berdampak terhadap return saham.

Kerangka Pemikiran

Penelitian Terdahulu

Hipotesis kedua yang menyatakan arus kas operasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham ditolak. Hipotesis ketiga yang menyatakan arus kas investasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham ditolak. Hipotesis keempat yang menyatakan arus kas pendanaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham dengan arah koefisien negatif diterima.

Hipotesis kedua (H2) yang menyatakan arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap return saham tidak terbukti. Hasil perubahan arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,008. Hasil perubahan arus kas aktivitas pendanaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham yang ditunjukkan dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 yaitu 0,540.

Hipotesis

Komponen arus kas juga dibagi menjadi tiga bagian yaitu arus kas dari aktivitas operasi (CFO), arus kas operasi dari aktivitas investasi (CFI), dan arus kas dari aktivitas pendanaan (CFF). Arus kas operasi sebesar 0,035, nilai koefisien positif menunjukkan arus kas operasi berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 tahun pengamatan 2017. Arus kas investasi dengan nilai koefisien positif menunjukkan aliran investasi uang berpengaruh negatif terhadap return saham perusahaan, termasuk dalam indeks LQ45 tahun pengamatan 2017.

Arus kas pendanaan sebesar 0,064, nilai koefisien positif menunjukkan bahwa arus kas pendanaan berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 tahun pengamatan 2017. Berdasarkan tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa dari tiga variabel independen variabel hanya 2 variabel yang signifikan terhadap return saham yaitu variabel arus kas operasi dan arus kas pendanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Dengan demikian, arus kas operasi penting bagi investor dalam memprediksi return saham di masa depan. Nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa arus kas dari aktivitas investasi tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Table 4.4 diatas menunjukkaan nilai tolerance untuk semua variabel independent  memiliki nilai VIF disekitar angka 1 dan tidak lebih dari 10
Table 4.4 diatas menunjukkaan nilai tolerance untuk semua variabel independent memiliki nilai VIF disekitar angka 1 dan tidak lebih dari 10

METODE PENELITIAN

Data Yang Akan Dihimpun

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengolahan Data

Teknik Pengujian Hipotesis

Model regresi linier berganda digunakan untuk menguji seluruh hipotesis karena bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu komponen arus kas terhadap variabel dependen yaitu return saham. Perubahan arus kas operasi perusahaan pada periode t = Perubahan arus kas investasi perusahaan pada periode t. Sekolah Perbankan Indonesia Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji hipotesis klasik. Pengujian hipotesis klasik penting dilakukan agar suatu model regresi dapat menjadi penduga linier tak bias (BLUE) terbaik yang antara lain menguji asumsi klasik.

Uji Asumsi Klasik

  • Uji Normalitas Residual (Residual Normality)
  • Uji Heteroskediatisasi
  • Uji Multikoleniaritas
  • Uji Otokolerasi

Pembahasan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS menemukan bukti bahwa terdapat pengaruh kandungan informasi arus kas aktivitas operasi terhadap return saham LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018. Hal ini didukung dengan hasil uji t dengan signifikansi sebesar 0,016 (signifikan <5%) sesuai dengan dasar pengambilan keputusan, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap persediaan telah kembali atau dengan kata lain Ha1 diterima. Hal ini didukung dengan hasil uji t dengan signifikansi sebesar 0,566 (signifikan>5%) sesuai dengan dasar pengambilan keputusan, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial arus kas dari aktivitas investasi tidak berpengaruh positif dan signifikan. berpengaruh signifikan tidak terhadap return saham atau dengan kata lain Ha2 ditolak.

Apabila membahas hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS ditemukan adanya pengaruh kandungan informasi arus kas aktivitas pendanaan terhadap return saham LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini didukung dengan hasil uji t dengan signifikansi sebesar 0,024 (signifikan<5%) sesuai dengan dasar pengambilan keputusan, sehingga dapat disimpulkan bahwa arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. atau dengan kata lain Ha3 diterima. Sebab, arus kas operasi mencerminkan kinerja atau realitas perekonomian perusahaan yang baik, sehingga diharapkan dapat mendongkrak return saham.

Uji Linearitas Regresi

Uji t (Uji Parsial)

Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar 1% akan menyebabkan peningkatan harga saham yang diterima sebesar nilai koefisien. Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi antara arus kas operasi dengan return saham yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 yaitu dengan nilai sebesar 0,008. Pembahasan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS menemukan bukti bahwa terdapat pengaruh kandungan informasi arus kas aktivitas investasi terhadap return saham LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada penutupan tahun 2017.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sri Purwanti (2015) yang melakukan penelitian mengenai pengaruh laba akuntansi dan arus kas terhadap return saham yang terdaftar di BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t hitung sebesar 2,864 dan nilai signifikan (0,007<0,05). Setelah menganalisis dan menguji hipotesis mengenai pengaruh arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan terhadap return saham pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2017, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Dan Pembahasan Hasil Penelitian

  • Uji Asumsi Klasik
  • Uji Normalitas
  • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Multikolinieritas
  • Uji Autokorelasi

Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk mengetahui ada tidaknya ketimpangan varians dalam model regresi dari residu observasi yang satu ke observasi yang lain, sehingga disebut homoskedastisitas. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas dalam suatu model regresi dapat disimpulkan dari variabel toleransi atau faktor inflasi (VIF) sebagai acuan dasar pengambilan kesimpulan. Jika nilai toleransi > 0,10 dan nilai VIF < 10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

Jika nilai toleransi <0,10 dan nilai VIF >10 maka dapat disimpulkan terdapat multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Indonesia Banking School mensyaratkan multikolinearitas agar seluruh variabel independen yang terdiri dari arus kas operasi, investasi dan pembiayaan berdistribusi normal. Tujuan Uji Autokorelasi adalah untuk menguji apakah terdapat korelasi dalam model regresi linier antara disruptive error pada periode t dengan disruptive error pada periode t-1 (Ghozali, 2005).

Uji Hipotesis

  • Uji Regresi Linier Berganda
  • Uji statisti t

Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan arus kas dari aktivitas operasi sebesar 1% akan menyebabkan kenaikan harga saham yang diterima sebesar nilai koefisiennya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan arus kas dari aktivitas investasi sebesar 1% akan mengakibatkan penurunan harga saham yang diterima sebesar nilai rasio tersebut. Arus kas operasi memiliki nilai probabilitas kurang dari 0,05 yaitu 0,016, dan arus kas pendanaan memiliki nilai probabilitas sebesar 0,024.

Uji t pada variabel arus kas operasi (X1) menghasilkan thitung sebesar 2,521 dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 karena thitung lebih besar dari ttabel (2,521>2,02269) atau signifikansi thitung kurang dari 5%. 0,016<0,05), maka variabel arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap return saham perusahaan. Uji t pada variabel arus kas investasi (X2) menghasilkan thitung sebesar 0,579 dengan nilai signifikansi sebesar 0,566 karena thitung lebih kecil dari ttabel (0,579<2,02269) atau signifikansi t lebih besar dari 5%. 0,566>0,05), maka variabel arus kas dari aktivitas investasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 tahun pengamatan 2017 sehingga menolak hipotesis dalam penelitian ini. Uji t pada variabel arus kas investasi (X2) menghasilkan thitung sebesar 2,348 dengan nilai signifikansi sebesar 0,024 karena thitung lebih besar dari ttabel (2,348>2,02269) atau signifikansi thitung kurang dari 5%. 0,024<0,05), maka variabel arus kas dari aktivitas pendanaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 tahun pengamatan 2017, sehingga menerima hipotesis dalam penelitian ini.

Tabel 4.7  Hasil Uji Statistik t  Variabel komponen
Tabel 4.7 Hasil Uji Statistik t Variabel komponen

Pembahasan

  • Pengaruh Arus kas Operasi Terhadap Return Saham
  • Pengaruh Arus kas Investasi Terhadap Return Saham
  • Pengaruh Arus kas Pendanaan Terhadap Return Saham

Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh David Bertoni Giantoro (2011) yang meneliti pengaruh perubahan komponen arus kas dan laba per saham. saham atas imbal hasil saham di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Risna Rahma Sari (2014) yang meneliti pengaruh arus kas operasi, investasi, pembiayaan dan laba akuntansi terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Arus kas pendanaan merupakan gambaran pengambilan liabilitas, pembayaran bunga, pembelian kembali saham, dan pembayaran dividen.

Pada periode penelitian yaitu tahun 2017, perubahan variabel arus kas dari aktivitas operasi dan pendanaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham dan sebaliknya, perubahan arus kas dari aktivitas investasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Arus kas operasi merupakan salah satu aset yang dibutuhkan investor untuk mengambil keputusan investasi. Investor sebaiknya mempertimbangkan lebih banyak faktor, termasuk arus kas operasi dan arus kas pendanaan, ketika menganalisis permasalahan return saham yang muncul antara perusahaan dan investor.

Implikasi Manajarial

KESIMPULAN

Referensi

Dokumen terkait