PENGARUH BUDAYA MEMBACA, PENDIDIKAN KARAKTER DAN EFIKASI DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA
PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA N 12 PADANG
JURNAL
Oleh:
ANGGI FADHLI 11090164
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2016
PENGARUH BUDAYA MEMBACA, PENDIDIKAN KARAKTER DAN EFIKASI DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA
PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X SMA 12 PADANG
Oleh:
Anggi Fadhli1, Jolianis2,Mareta Kemala Sari3
Jl. Gunung Panggilun No.1 Padang Sumatera Barat, Telp. (0751) 7053731–Fax (0751) 7053826
1Mahasiswa-prodi-pendidikan-ekonomi
2.Dosen STKIP PGRI Sumbar Email: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) pengaruh budaya membaca terhadap hasil belajar. 2) pengaruh pendidikan karakter terhadap hasil belajar siswa. 3) pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar siswa.
4) pengaruh budaya membaca, pendidkan karakter dan efikasi diri seberapa besar terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA N 12 Padang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan asosiatif. (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya membaca terhadap hasil belajar, dengan nilai koefisien 0,512 dan thitung = 2,419, serta signifikan sebesar 0,017 (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan karakter dengan hasil belajar siswa, dengan nilai koefisien 0,846 dan thitung = 3,423, serta signifikan sebesar 0,001 (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri dengan hasil belajar siswa, dengan nilai koefisien 0,520 dan thitung = 2,290, serta signifikan sebesar 0,024 (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya membaca, pendidikan karakter dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA N 12 Padang, dimana nilai koefisien dengan Fhitung = 27,615, serta signifikan sebesar 0,000. Besarnya pengaruh budaya membaca, pendidikan karakter dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA N 12 Padang yaitu 39,5% dan sisanya 61,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.
ABSTRACT
This study aims to analyze 1) the influence of the culture of reading on learning outcomes. 2) the impact of character education on student learning outcomes. 3) the effect of self-efficacy on student learning outcomes. 4) the effect of reading culture, character education and self efficacy how big the learning outcomes of students of class X SMA N 12 Padang. This type of research is descriptive and associative. The population of this research is all economics students of class X SMA N 12 Padang 193 population and the sample population 131 people. Sampling using proportional random sampling technique. The instrument used for research in the form of closed questionnaire. To test the hypothesis used t test and F test results of data analysis showed that (1) a significant difference between the culture of reading for learning outcomes, with the coefficient of 0.512 and t
= 2.419, and significantly by 0,017 (2) a significant difference between character education with student learning outcomes, with the coefficient of 0.846 and t = 3.423, as well as significant 0,001 (3) there is a significant relationship between self-efficacy with student learning outcomes, with the coefficient of 0.520 and t
= 2.290, as well as significant at 0.024 (4 ) a significant difference between the culture of reading, character education and self efficacy of the learning outcomes of students of class X SMA N 12 Padang, where the value of the coefficient of F = 27.615, as well as significant 0.000. The magnitude of the influence of the culture of reading, character education and self efficacy of the learning outcomes of students of class X SMA N 12 Padang is 39.5% and the remaining 61.4% is influenced by other factors not included in this study.
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk membentuk manusia yang berkualitas adalah dengan pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah upaya mengembangkan kemampuan dan potensi individu sehingga bisa hidup optimal, baik sebagai pribadi dan masyarakat. Pendidikan adalah salah satu faktor yang besar peranannya bagi kehidupan bangsa karena pendidikan dapat mendorong dan menentukan maju mundurnya proses pembangunan bangsa.
Tujuan pendidikan nasional berdasarkan Undang-undang adalah mencerdaskan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri sesorang untuk berlomba-berlomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala
aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukanpemerintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai pendidikan ditingkat perguruan tinggi. Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membntuk karakter seseorang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi disini pendidikan hanya menekankan pada intelektual saja, dengan bukti bahwa adanya UN sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan tanpa melihat proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak.
Anak sebagai peserta didik menjadi sasaran utama dalam kegiatan pendidikan, dimana mereka diharapkan dapat mencapai keberhasilan belajar.
Keberhasilan belajar siswa dapat dilihat dari kemampuannya dalam menguasai materi pelajaran, prestasi belajar yang dicapai siswa, keterampilan dan kebenaran dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan lain-lain.
Berdasarkan observasi awal penulis di SMA N 12 Padang terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X, dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel I Rata-rata Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 12 Padang Tahun Ajaran 2015/2016 Kelas Jumlah
siswa KKM
Nilai Semester II Tuntas
(orang) % Tidak Tuntas
(orang) % Nilai Rata-rata Kelas
X1 21 80 5 31,25 16 68,75 59,23
X2 22 80 11 50,00 11 50,00 69,63
X3 22 80 6 27,27 16 72,73 61,72
X4 23 80 7 30,43 16 69,57 65,65
X5 35 80 15 42,85 20 57,18 68,64
X6 35 80 11 31,42 24 68,58 60,54
X7 35 80 12 34,28 23 65,72 63,36
Jumlah 193 67 34,72 126 65,28
Sumber: SMA N 12 Padang tahun 2016
Dari tabel 1 di atas dapat terlihat bahwa masih terdapat siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Secara keseluruhan siswa yang tidak tuntas berjumlah 126 orang siswa dari193 orang siswa di SMA N 12 Padang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas X masih belum mencapai hasil belajar yang maksimal pada mata pelajaran ekonomi. Ini mengindikasikan bahwa hasil belajar ekonomi masih belum optimal pada SMA N 12 Padang.
B. Kajian Teori 1. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah melakukan proses belajar. Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Hamalik, (2008:30) juga menyatakan bahwa “hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada seseorang yang timbul misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbul pengertian-pengertian baru, perubahan dalam sikap, kebiasaan, keterampilan,
menghargai perkembangan sifat-sifat sosial, emosional dan pertumbuhan jasmani, apresiasi dan budi pekerti”.
Sudjana, (2000:3) menyatakan bahwa “hasil belajar pada hakikatnya adalah penambahan tingkah laku pada diri seseorang.Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam arti yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor”.Jadi hasil belajar yang diharapkan dapat berupa pemahaman konsep (kognitif), perubahan sikap dan tingkah laku (afektif) serta meningkatnya keterampilan (psikomotor) siswa.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Menurut Suryabrata, (2005:233) factor- faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor internal dan eksternal faktor internal. Faktor internal berupa kondisi fisiologis (sehat, tidak sehat) dan kondisi psikologis (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan dan cara belajar).
Faktor eksternal berupa kondisi lingkungan sosial (keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan kondisi
lingkungan non sosial (rumah/tempat tinggal, gedung sekolah, alat dan sumber belajar, iklim cuaca, dan waktu belajar).
Secara garis besar ada dua faktor yang mempengaruhi Hasil Belajar:
a. Faktor yang berasal dari luar diri, yaitu:
1) Faktor lingkungan sosial, seperti interaksi dengan dosen/guru, staf administrasi, organisasi, teman-teman sebaya, keluarga, orang tua dan lingkungan masyarakat sekitar.
2) Faktor lingkungan non sosial, seperti gedung sekolah atau kuliah, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang tersedia.
b. Faktor yang berasal dari dalam diri, yaitu:
1) Faktor fisiologi, yakni keadaan atau kondisi jasmani, seperti kesehatan indera pendengar dan penglihat yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di lokal.
2) Faktor Psikologi, yakni keadaan yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar seseorang, seperti tingkat kecerdasan, sikap, bakat, minat dan motivasi.
Menurut Sudijono, (2009:48) bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar dipengaruhi oleh 3 aspek
2. Budaya Menbaca
a. Pengertian Budaya Membaca
Menurut Ahmadi, (2005:34) Budaya membaca adalah kegiatan positif rutin yang baik dilakukan untuk melatih otak untuk menyerap apa – apa saja informasi yang terbaik diterima seseorang dalam kondisi dan waktu tertentu. Sumber bacaan bisa diperoleh dari buku, surat kabar, tabloid, internet, dan sebagainya.
Menurut Hartono, (2010:27), mengemukakan bahwa budaya baca adalah suatu sikap dan tindakan atau perbuatan untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan. Seorang yang mempunyai budaya baca adalah bahwa orang tersebut telah terbiasa dan berproses dalam waktu yang lama di dalam hidupnya selalu menggunakan sebagian waktunya untuk membaca.
b. Indikator Budaya Membaca
Menurut Slameto, (2003:84) adalah sebagai membaca dengan sungguh –sungguh semua buku yang perlu untuk setiap mata pelajaran sampai menguasai isinya, dan membaca dengan konsentrasi penuh, seperti memahami tulisan, proses mental yang rumit, dan berfikir (pemahaman membaca adlah rekonstruksi, interprestasi dan evaluasi arti dari tulisan). Indikator budaya membaca terdiri dari:
1. Memperhatikan kesehatan membaca 2. Menentukan jadwal membaca 3. Membuat tanda-tanda/ catatan-catatan 4. Memanfaatkan perpustakaan
c. Pengaruh Budaya Membaca Terhadap Hasil Belajar
Menurut Baderi, (2003:54). Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Melalui Suatu
Kelembagaan Nasional. (orasi Ilmiah Dan Pengukuhan Pustakawan Utama). Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Sedangkan menurut Ahmadi, (2005:34) Budaya membaca adalah kegiatan positif rutin yang baik dilakukan untuk melatih otak untuk menyerap apa – apa saja informasi yang terbaik diterima seseorang dalam kondisi dan waktu tertentu. Sumber bacaan bisa diperoleh dari buku, surat kabar, tabloid, internet, dan sebagainya.
3. Pendidikan Karakter
a. Pengertian Pendidikan Karakter
Menurut Lickona, (2003:16) Pendidikan karakter dapat didefenisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan disini defenisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona, bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
Menurut Zuchdi, (2009:122) Pendidikan karakter yang dipraktikkannya berbasis keyakinan dan nilai-nilai dan menuju ke realisasi keyakinan dan nilai-nilai tersebut. Pembinaan karakter harus terus menerus dilakukan secara holistik dari semua lingkungan pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Menurut Djamarah, (2011:43) pendidikan karakter pada usia dini di keluarga bertujuan untuk pembentukan, pada usia remaja di sekolah bertujuan untuk pengembangan sedangkan pada usia dewasa di bangku kuliah bertujuan untuk pemantapan. Tugas- tugas pendidik adalah menyediakan lingkungan belajar yang baik untuk membentuk, mengembangkan dan memantapkan karakter peserta didiknya.
Pendidikan karakter dilakukan dengan pembiasaan untuk berperilaku positif dan menjauhi perilaku negatif.
b. Indikator Pendidikan Karakter
Menurut Lickona, (2003:23). Penerapan 11 prinsip pendidikan karakter menjadi bagian dari program sekolah, bukan menjadi tanggung jawab salah satu mata pelajaran, satu guru atau satu kegiatan saja. Pelaksanaan pendidikan karakter diintegrasikan melalui peraturan dan tata tertib sekolah, proses belajar mengajar di kelasdan kegiatan ekstrakurikuler.
Pendidik wajib memberi teladan perilaku/karakter yang baik pada peserta didiknya.
1) mempromosikan nilai-nilai kode etik berdasarkan karakter positif
2) mendefinisikan karakter secara komprehensip untuk berpikir, berperasaan dan berperilaku
3) menggunakan pendekatan yang efektif, komprehensif, intensif dan proaktif
4) menciptakan komunitas sekolah yang penuh kepedulian
5) menyediakan kesempatan kepada siswa untuk melakukan dan mengembangkan tindakan bermoral
6) menyusun kurikulum yang menantang dan bermakna untuk membantu agar semua siswa dapat mencapai kesuksesan
7) membangkitkan motivasi instrinsik siswa untuk belajar dan menjadi orang yang baik di lingkungannya
8) menganjurkan semua guru sebagai komunitas yang profesional dan bermoral dalam proses pembelajaran
9) merangsang tumbuhnya kepemimpinan yang transformasional untuk mengembangkan pendidikan karakter sepanjang hayat
10) melibatkan anggota keluarga dan masyarakat sebagai mitra dalam pendidikan karakter
11) mengevaluasi karakter warga sekolah untuk memperoleh informasi dan merangcang usaha-usaha pendidikan karakter.
c. Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Hasil belajar
Menurut Djamarah, (2011:43) pendidikan karakter pada usia dini di keluarga bertujuan untuk pembentukan, pada usia remaja di sekolah bertujuan untuk pengembangan sedangkan pada usia dewasa di bangku kuliah bertujuan untuk pemantapan karakter hasil belajar. Sedangkan menurut Barkowizt, (2011:44) mengatakan bahwa, pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah akan menjadi peningkatan motivasi siswa dalam meraih prestasi belajar siswa. Hal ini berarti dengan meningkatnya motivasi siswa dalam meraih hasil belajar maka hasil belajarnya akan menjadi lebih baik.
4. Efikasi Diri
a. Pengertian Efikasi Diri
Menurut Riani, (2006:44) Efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk memobilisasi motivasi, sumber daya kognitif dan tindakan -tindakan yang diperlukan atas situasi-situasi yang dihadapi”.
Menurut Riani, (2006:44). Efikasi diri sebagai perasaan seseorang terhadap kompetensi dirinya untuk berhasil. Selfefficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk memobilisasi motivasi, sumber daya kognitif (cognitive resources), dan tindakan-tindakan yang diperlukan atau situasi-situasi yang dihadapi oleh seseorang.
b. Indikator Efikasi Diri
Menurut Ivancevich, (2008:97) tinggi rendahnya efikasi diri yang dimiliki oleh seseorang meliputi 3 indikator yaitu:
1) Magnitude, yaitu suatu tingkat kesulitan tugas yang diyakini dapat ditangani oleh individu.
Self efficacy dapat ditunjukkan dengan tingkat
yang dibebankan pada individu terhadap tantangan dengan tingkat yang berbeda dalam rangka menuju keberhasilan.
2) Strength berkaitan dengan kekuatan pada keyakinan individu atas kemampuannya.
Individu mempunyai keyakinan yang kuat dan ketekunan dalam usaha yang akan dicapai meskipun terdapat kesulitan dan rintangan.
Dengan self effecacy , kekuatan untuk usaha yang lebih besar mampu didapat.
3) Generality, diartikan sebagai keleluasaan dari bentuk self efficacy yang dimiliki seseorang untuk digunakan dalam situasi lain yang berbeda. Generality juga berkaitan dengan tingkah laku dimana individu merasa yakin terhadap kemampuannya. Individu dapat merasa yakin terhadap kemampuan dirinya tergantung pada pemahaman kemampuan dirinya yang terbatas pada suatu aktivitas dan situasi tertentu atau pada serangkaian aktivitas dan situasi yang lebih luas dan bervariasi.
c. Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Menurut Bandura, (2006:2) efikasi diri adalah mengacu pada keyakinan individu mengenai kemampuannya untuk memobilisasi motivasi, sumberdaya daya kognitif, dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dalam konteks tertentu. Individu yang memiliki efikasi tinggi berfokus pada peluang yang layak dikejar dan melihat rintangan sebagai hal yang dapat diatasi.
Sedangkan menurut Hervita, (2008:7) menyatakan bahwa kepercayaan diri adalah suatu sikap atau perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak cemas dalam bertindak, merasa bebas, tidak malu dan tertahan sekaligus mampu bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya.
5. HIPOTESIS
Berdasarkan kerangka konseptual diatas maka hipotesis yang dapat dirumuskan dipenelitian ini adalah :
1. Budaya Membaca (X1) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi kelas X SMA N 12 Padang..
Ho : Ha :
2. Pendidikan Karakter (X2) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 12 Padang.
Ho : Ha :
3. Efikasi Diri (X3) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 12 Padang.
Ho : Ha :
4. Budaya Membaca, Pendidikan Karakter dan Efikasi Diri berpengaruh signifikan terhadap hasil
belajar mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 12 Padang.
Ho :
Ha : Salah satu
C. METODE PENELITIAN 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang bersifat deskriptif asosiatif. Penelitian
desktiptif adalah penelitian yang mendeskripsikan, menganalisis, memecahkan masalah yang diteliti dengan cara mengumpulkan data, menggambarkan serta meninter prestasikan data berdasarkan fakta yang ada. Sedangkan, penelitian asosiatif adalah penelitian yang menguji ada atau tidaknya hubungan atau pengaruh antara satu variable dengan variable lainnya Arikunto, (2006:239)
Tabel 2 Kisi-kisi Instrument Variabel
Penelitian
Indikator Teori
Budaya Membaca (X1)
1. Memperhatikan kesehatan membaca 2. Jadwal membaca
3. Membuat tanda-tanda/catatan 4. Memanfaatkan perpustakaan
Slameto, (2003:34)
Pendidikan Karakter (X2)
1. Mendefenisikan karakter secara komprehensif untuk berfikir dan berprilaku
2. Menggunakan pendekatan
3. Meransang tumbuhnya kepemimpinan
Lickona, (2003:23)
Efikasi Diri (X3) 1. Tingkat kesulitan tugas 2. Kekuatan keyakinan 3. Generalitas
Ivancevich, (2008:97)
Hasil Belajar (Y) Hasil belajar diambil pada penelitian ini adalah hasil ujian semester ganjil 2015/2016
Tabel 3 Hasil Uji Validitas Budaya Membaca (X1) Pernyataan Correted Item Total
Correlation
Nilai Kristis Kesimpulan
1 0,544 0,361 Valid
2 0,262 0,361 Tidak Valid
3 0,435 0,361 Valid
4 0,603 0,361 Valid
5 0,388 0,361 Valid
6 0,577 0,361 Valid
7 0,471 0,361 Valid
8 0,092 0,361 Tidak Valid
9 0,552 0,361 Valid
10 0,790 0,361 Valid
11 0,491 0,361 Valid
12 0,828 0,361 Valid
Sumber: Olahan Data Primer, 2016
Berdasarkan tabel analisis uji validitas variabel budaya membaca diketahui 12 item pernyataan mempunyai nilai r hitung ≥ r Tabel dan 2 item pernyataan mempunyai nilai r hitung < r Tabel yaitu item pernyataan nomor 2 dan 8. Jadi disimpulkan bahwa
dari 12 item pernyataan terdapat 10 item pernyataan untuk variabel budaya membaca dikatakan valid.
Berdasarkan hasil diskusi dan bimbingan dari pembimbing, maka diputuskan bahwasanya pernyataan nomor 2 dan 8 dibuang.
Tabel 4 Hasil Uji Validitas Pendidikan karakter (X2) Pernyataan Correted Item Total
Correlation
Nilai Kristis Kesimpulan
1 0,436 0,361 Valid
2 0,453 0,361 Valid
3 0,337 0,361 Tidak Valid
4 0,494 0,361 Valid
5 0,479 0,361 Valid
6 0,369 0,361 Valid
7 0,366 0,361 Valid
8 0,495 0,361 Valid
9 0,252 0,361 Tidak Valid
Sumber: Olahan Data Primer, 2016
Berdasarkan tabel hasil analisis uji validitas variabel pendidikan karakter diketahui 9 item pernyataan mempunyai nilai r hitung ≥ r Tabel dan 2 item pernyataan mempunyai nilai r hitung < r Tabel yaitu item pernyataan nomor 3 dan 9. Jadi disimpulkan bahwa
dari 9 item pernyataan terdapat 7 item pernyataan untuk variabel budaya membaca dikatakan valid.
Berdasarkan hasil diskusi dan bimbingan dari pembimbing, maka diputuskan bahwasanya pernyataan nomor 3 dan 9 dibuang.
Tabel 5 Hasil Uji Validitas Efikasi Diri (X3) Pernyataan Correted Item Total
Correlation
Nilai Kristis Kesimpulan
1 .221 0,361 Tidak Valid
2 .652 0,361 Valid
3 .230 0,361 Valid
4 .574 0,361 Valid
5 .395 0,361 Valid
6 .657 0,361 Valid
7 .575 0,361 Valid
8 .602 0,361 Valid
9 .446 0,361 Tidak Valid
Sumber: Olahan Data Primer, 2016
Berdasarkan tabel hasil analisis uji validitas variabel pendidikan karakter diketahui 9 item pernyataan mempunyai nilai r hitung ≥ r Tabel dan 2 item pernyataan mempunyai nilai r hitung < r Tabel yaitu item pernyataan nomor 1 dan 9. Jadi disimpulkan bahwa
dari 9 item pernyataan terdapat 7 item pernyataan untuk variabel budaya membaca dikatakan valid.
Berdasarkan hasil diskusi dan bimbingan dari pembimbing, maka diputuskan bahwasanya pernyataan nomor 1 di ganti dan 9 dibuang.
1. Uji Reliabilitas Data
Tabel 6 Hasil Analisa Uji Realibilitas
No Variabel R Alpha Nilai Kritis Keterangan
1 Budaya Membaca (X1) 0,837 0,60 Reliabel
2 Pendidikan Karakter (X2) 0,732 0,60 Reliabel
3 Efikasi Diri (X3) 0,790 0,60 Reliabel
Sumber :
Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai reliabilitas untuk variabel budaya membaca sebesar 0,837 dan termasuk kategori sangat tinggi. Karena nilai Cronbach Alpha (0,837) > 0,60 artinya item pernyataan yang valid pada angket variabel budaya membaca siswa juga reliabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat 12 item pernyataan angket uji coba variabel budaya membaca siswa dapat digunakan sebagai angket penelitian. Sedangkan variabel budaya membaca item pernyataan yang valid berjumlah 10 dan 2 pernyataan yang diperbaiki berdasarkan konsultasi dengan pembimbing.
Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai reliabilitas untuk pendidikan karakter sebesar 0,732 dan termasuk kategori sangat tinggi. Karena nilai Cronbach Alpha (0,732) > 0,60 artinya item pernyataan yang valid pada angket variabel pendidikan karakter juga reliabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat 9 item pernyataan angket uji coba variabel pendidikan karakter dapat digunakan sebagai angket penelitian. Sedangkan variabel pendidikan karakter item pernyataan yang valid berjumlah 7 item. Berdasarkan konsultasi dengan pembimbing dan 2 pernyataan yang tidak valid dihilangkan.
B. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
a. Analisis Deskriptif Variabel Hasil Belajar (Y)
Hasil belajar yang dimaksud pada penelitian berikut ini adalah nilai semester genap pada mata pelajaran ekonomi kelas X yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Setela melakukan penelitian terhadap 131 orang siswa mengenai hasil belajar mata pelajaran ekonomi kelas X, maka secara terperinci pendistribusian data variabel hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Untuk menentukan distribusi frekwensi data digunakan rumus Stugess, dengan langkah menentukan range, jumlah kelompok dan kelas interval, rumus yang digunakan adalah sebegai berikut:
Range = skor
tertinggi – skor terendah
Jumlah kelompok = 1 + 3,3 log n Kelas Interval =
–
Tabel 7 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar No
Kelas Interval
Frekuensi
Fi %
1 32-40 4 3,1
2 41-48 6 4,6
3 49-57 12 9,2
4 58-66 14 10,7
5 67-75 30 22,9
6 76-84 31 23,7
7 85-90 34 26
Jumlah 131
100%
Rata-rata 72,95
Median 75
Std. Deviation 14,264
Maksimum 90
Minimum 32
Sumber: Olahan Data Primer, 2016
Tabel di atas menunjukkan bahwa 4 orang siswa memperoleh nilai hasil ujian semester 1 pada mata pelajaran Ekonomi yang terendah yaitu berkisar antara 32-40 dengan frekwensi 4 orang siswa, dangkan hasil ujian yang tertinggi diperoleh sebanyak 34 orang, yaitu berkisar antara 85-90. Dengan median 75 point berada pada kategori cukup baik
Hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Tahun Ajaran 2015/2016 kelas X SMA N 12 Padang, memilki Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakninya sebesar 76. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram dibawah ini:
Gambar 1 : semester pada mata pelajaran Ekonomi Tahun Ajaran 2015/2016 kelas X SMA N 12 Padang Berdasarkan Gambar 1 di atas, dapat di lihat bahwa
batang yang paling tinggi menunjukan nilai ujian semester yang berkisar 85-90 yaitu sebanyak 34 orang. Sedangkan batang yang paling rendah adalah sebanyak 4 orang yaitu dengan nilai ujian semester yang berkisar antara 32-40. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa masih banyak siswa yang memiliki nilai ujian semester 2 mata pelajaran ekonomi yang
dibawah KKM yaitu sebanyak 66 orang dari 131 orang siswa.
b. Deskriptif Budaya Membaca Siswa (X1) Berdasarkan jawaban angket hasil penelitian yang digunakan untuk mengukur budaya membaca terhadap hasil belajar, dapat diperoleh deskripsi mengenai Tingkat Capaian Responden. Hasil analisa TCR untuk sub variabel budaya membaca terhadap 0
5 10 15 20 25 30 35
32-40 41-48 49-57 58-66 67-75 76-84 85-90
4 6
12 14
30 31
34
Hasil Belajar
hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:
Tabel 8 Hasil Analisa TCR Variabel Budaya Membaca (X1)
No Indikator Item TCR Keterangan
1. Memperhatikan kesehatan membaca siswa
2 67,10 Cukup Baik
2. Jadwal membaca 3 63,72 Kurang Baik
3. Membuat tanda-tanda/bacaan 2 68,17 Cukup Baik
4. Memanfaatkan perpustakaan 3 63,66 Kurang Baik
Variabel Budaya membaca Siswa 10 65,66 Cukup Baik
Sumber: Olahan Data Primer, 2016. Dilihat dari lampiran 14, halaman 140 Pada tabel diatas diperoleh hasil nilai TCR
untuk variabel budaya membaca siswa adalah 65,66 dengan kategori adalah cukup baik. Artinya siswa sudah memiliki budaya membaca yang cukup baik.
Hal ini dapat dimaknai bahwa secara keseluruhan siswa kelas X SMA N 12 Padang dikategorikan memiliki budaya membaca yang cukup baik. Dilihat dari lampiran 14 diketahui bahwa 29% dikategorikan tidak baik, siswa senang membaca bahan pelajaran setelah magrib untuk bahan pelajaran besok, selain itu masih terdapat 38% dikategorikan tidak baik, siswa yang bisa dikatakan membaca di perpustakaan sewaktu di suruh guru mata pelajaran ekonomi.
Indikator pertama tentang memperhatikan kesehatan membaca dengan TCR 67,10 dengan kategori cukup baik. Artinya siswa sudah baik dalam memeprhatikan kesehatan membaca seperti tidak membaca sambil tidur. Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya membaca siswa kelas X SMA N 12 Padang yang cukup baik ditunjukan dengan memperhatikan kesehatan membaca seperti tidak membaca sambil tidur.
Indikator kedua tentang jadwal membaca dengan TCR 63,72 pada kategori kurang baik, artinya siswa sudah baik dalam mengatur jadwal membaca.
Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya membaca siswa kelas X SMA N 12 Padang yang cukup baik ditunjukan dengan mengatur jadwal membaca seperti ketika setelah siap sholat magrib selalu membaca.
Indikator ketiga tentang membuat tanda- tanda/bacaan dengan TCR 68,17 dengan kategori cukup baik. Artinya siswa sudah baik dengan memberikan tanda-tanda atau catatan setelah selesai membaca dan menandakan itu berarti buku itu sudah dibaca. Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya membaca siswa kelas X SMA N 12 Padang yang cukup baik ditunjukan dengan memberikan tanda setelah membaca seperti membuat ringkasan setelah membaca.
Indikator ke empat yaitu memanfaatkan perpustakaan dengan TCR 63,66 berada pada kategori kurang baik. Artinya siswa sudah baik untuk bisa memanfaatkan pustaka sebagai tempat membaca. Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya membaca siswa kelas X SMA N 12 Padang yang kurang baik ditunjukan dengan pemanfaatan perpustakaan seperti membaca di perpustakaan disaat waktu kosong jam pelajaran.
c. Deskriptif Pendidikan Karakter (X2) Berdasarkan jawaban angket hasil penelitian yang digunakan untuk mengukur pendidikan karakter terhadap hasil belajar, dapat diperoleh deskripsi mengenai Tingkat Capaian Responden. Hasil analisa TCR untuk sub variabel pendidikan karakter terhadap hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:
Tabel 9 Hasil Analisa TCR Variabel Pendidikan Karakter
No Indikator No Item TCR Keterangan
1. Komprehensif untuk berfikir dan berperilaku
2 59,24 Kurang Baik
2. Menggunakan pendekatan 3 60,56 Kurang Baik
3. Pendidik kurang disiplin 2 58,78 Kurang Baik
Variabel Pendidikan Karakter 7 59,53 Kurang Baik
Sumber: Olahan Data Primer, 2016. Dilihat dari lampiran 14, halaman 141 Pada tabel diatas diperoleh hasil nilai TCR
untuk variabel pendidikan karakter siswa adalah 59,53 dengan kategori adalah kurang baik. Artinya siswa memiliki pendidikan karakter yang baik dalam meningkatkan hasil belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter siswa kelas X SMA N 12 Padang dikategorikan kurang baik. Dilihat dari lampiran 14 diketahui bahwa 29% dikategorikan tidak baik, siswa tidak jujur dalam mengerjakan tugas sekolah, selain itu masih terdapat 24% dikategorikan tidak baik, siswa yang senang bertanya kepada guru
tentang pelajaran yang tidak saya pahami pada mata pelajaran ekonomi.
d. Deskriptif Efikasi Diri (X3)
Berdasarkan jawaban angket hasil penelitian yang digunakan untuk mengukur efikasi diri terhadap hasil belajar, dapat diperoleh deskripsi mengenai Tingkat Capaian Responden. Hasil analisa TCR untuk sub variabel efikasi diri terhadap hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:
Tabel 10 Hasil Analisa TCR Variabel Efikasi Diri
No Indikator No Item TCR Keterangan
1. Tingkat kesulitan tugas 2 59,47 Kurang Baik
2. Kekuatan keyakinan 3 61,73 Kurang Baik
3. Generalitas 3 63,16 Kurang Baik
Variabel Efikasi diri 8 61,45 Kurang Baik
Sumber: Olahan Data Primer, 2016. Dilihat dari lampiran 14, halaman 142 Pada tabel diatas diperoleh hasil nilai TCR
untuk variabel efikasi diri siswa adalah 61,45 dengan kategori adalah kurang baik. Artinya siswa sudah memiliki efikasi diri yang baik dalam meningkatkan hasil belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa efikasi diri siswa kelas X SMA N 12 Padang dikategorikan kurang baik. Dilihat dari lampiran 14 diketahui bahwa 29% dikategorikan tidak baik, siswa meminta tolong kepada teman dalam hal kesulitan menyelesaikan tugas, selain itu masih terdapat 27% dikategorikan tidak baik, siswa yang lebih suka menyelesaikan tugas sendiri dari pada menyalin punya temannya.
Indikator pertama tentang tingkat kesulitan tugas dengan TCR 59,47 dengan kategori kurang baik. Artinya siswa masih mengalami dan merasakan tingkat kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran Akuntansi. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter siswa kelas X SMA N 12 Padang yang kurang baik ditunjukan dengan tingkat kesulitan
tugas seperti bertannya kepada guru disaat menumukan tugas-tugas yang sulit.
Indikator kedua tentang kekuatan keyakinan dengan TCR 61,73 pada kategori kurang baik, artinya siswa sudah memiliki kekuatan keyakinan bahwa mereka mampu dalam negerjakan tugas-tugas akuntansi. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter siswa kelas X SMA N 12 Padang yang kurang baik ditunjukan dengan kekuatan keyakinan seperti dalam mengerjakan tugas, lebih senang bekerja sendiri walaupun hasilnya berbeda dengan teman.
Indikator ketiga tentang generalitas dengan TCR 63,16 dengan kategori kurang baik. Artinya siswa sudah baik dan mapu dlam menguasai pelajaran secara keseluruhan atau general. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter siswa kelas X SMA N 12 Padang yang kurang baik ditunjukan dengan generalitas seperti senang mengerjakan tugas yang diberikan guru yang sulit dan menantang.
A. Analisis Linear Berganda 1. Uji t
Tabel 11
2. Uji f Tabel 12
Coefficientsa
22.265 5.841 3.812 .000
.512 .211 .225 2.419 .017
.846 .247 .307 3.423 .001
.520 .227 .207 2.290 .024
(Constant)
Budaya Membaca (x1) Pendidikan karakter (x2) Efikasi diri (x3)
Model 1
B Std. Error Unstandardized
Coefficients
Beta Standardized
Coefficients
t Sig.
Dependent Variable: Hasil Belajar (Y) a.
ANOVAb
10442.092 3 3480.697 27.615 .000a
16007.634 127 126.044
26449.725 130
Regression Residual Total Model 1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Efikasi diri (x3), Pendidikan karakter (x2), Budaya Membaca (x1)
a.
Dependent Variable: Hasil Belajar (Y) b.
Tabel 13 Hasil Analisisregresi Berganda Konstanta dan Variabel
Bebas
Hasil Belajar (Y)
Keputusan Koefisien
Regresi
t Sig
Konstanta (a) 22,265 3,812 0,000 -
Budaya membaca (X1) 0,512 2,419 0,017 H1 diterima
Pendidikan karakter (X2) 0,846 3,423 0,001 H2 diterima
Efikasi diri (X3) 0,520 2,290 0,024 H3 diterima
F hitung 27,615 0,000
R2 Kontribusi 39,5%
Sumber: Olahan Data Primer, 2016. Dilihat dari lampiran 13, halaman 139 Berdasarkan hasil yang terdapat pada
tabel di atas, maka dapat dirumuskan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y= 22,265+0,512X1 + 0,846 +0,520X3
Dari model persamaan regresi linear berganda di atas dapat diketahui bahwanilai konstanta sebesar 22,265 yang berarti bahwa tanpa adanya pengaruh dari variable budaya membaca, pendidikan karakter dan efikasi diri belajar maka hasil belajar ekonomi siswa telah mencapai 22,265.
Hipotesis 1, terdapat pengaruh antara budaya membaca (X1) terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai koefisien regresi budaya membaca sebesar 0,512. Hal ini berarti adanya pengaruh budaya membaca terhadap hasil belajar, apabila nilai budaya membaca meningkat sebesar satu satuan maka hasil belajar akan meningkat sebesar 0,512 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan dan nilai thitung sebesar 2,419 > ttabel
sebesar 1,978 sedangkan nilai signifikan 0,017 <0,05, berarti Ha diterima dan H0
ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara budaya membaca terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 12 Padang.
Hipotesis 2, terdapat pengaruh antara pendidikan karakter siswa (X2) terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai koefisien regresi pendidikan karakter siswa sebesar 0,846. Hal ini berarti adanya pengaruh pendidikan karakter terhadap hasil belajar, apabila nilai budaya membaca siswa meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan hasil belajar sebesar 3,426 dalam setiap satuannya, dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan dan nilai thitung sebesar 3,423 > ttabel
sebesar 1,978 sedangkan nilai signifikan 0,001 <0,05, berarti Ha diterima dan H0
ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara pendidikan karakter terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonom di SMA N 12 Padang.
Hipotesis 3, terdapat pengaruh antara efikasi diri (X2) terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai koefisien regresi minat belajar siswa sebesar 0,520. Hal ini berarti adanya pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar, apabila nilai efikasi diri meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan hasil belajar sebesar 0,520 dalam setiap satuannya, dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan dan nilai thitung sebesar 2,290 > ttabel sebesar 1,978 sedangkan nilai signifikan 0,024 <0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara efikasi diri terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonom di SMA N 12 Padang.
Berdasarkan nilai R square sebesar 0,395 yang artinya 39,5% perubahan pada variabel dependen (hasil belajar) dapat dijelaskan oleh variabel independen (budaya membaca, pendidikan karakter dan efikasi diri) sedangkan sisanya sebesar 61,4%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk kedalam penelitian ini.
Fhitung 27,615> Ftabel 2,67 dan nilai signifikan 0,000<0,05. Hal ini berarti H0
ditolak dan Ha diterima, Dengan demikian dapat dikatakan bahwa budaya membaca, pendidikan karakter dan efikasi diri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonom di SMA N 12 Padang.
B. Pembahasan
1. Pengaruh Budaya Membaca (X1) Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 12 Padang
Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh antara budaya membaca (X1) terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai koefisien regresi budaya membaca sebesar 0,512. Hal ini berarti adanya pengaruh budaya membaca terhadap hasil belajar, apabila nilai budaya membaca meningkat sebesar satu satuan maka hasil belajar akan meningkat sebesar 0,512 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan dan nilai thitung sebesar 2,419 > ttabel sebesar 1,960 sedangkan nilai signifikan 0,017 <0,05, berarti
Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara budaya membaca terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 12 Padang.
Berdasarkan hasil nilai TCR untuk variabel budaya membaca siswa adalah 65,66%
dengan kategori adalah baik. Artinya siswa sudah memiliki budaya membaca yang baik.
Indikator pertama tentang memperhatikan kesehatan membaca dengan TCR 67,10 dengan kategori baik. Artinya siswa sudah baik dalam memeprhatiakn kesehatan membaca seperti tidak membaca sambil tidur. Indikator kedua tentang jadwal membaca dengan TCR 63,72 pada kategori baik, artinya siswa sudah baik dalam mengatur jadwal membaca. Indikator ketiga tentang membuat tanda-tanda/bacaan dengan TCR 68,17 dengan kategori baik. Artinya siswa sudah baik dengan memberikan tanda-tanda atau catatan setelah selesai membaca dan menandakan itu berari buku itu sudah dibaca dan indikator ke empat yaitu memanfaatkan perpustakaan dengan TCR 63,66 berada pada kategori baik. Artinya siswa sudah baik untuk bisa memanfaatkan pustaka sebagai tempat membaca.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizqy Narendra Jati, (2014) tentang Korelasi budaya membaca dengan hasil belajar peserta didik di MAN Muguwoharjo sleman diperoleh hasil ada korelasi positif antara budaya membaca dengan hasil belajar siswa.
Menurut (Baderi, 2003) mengatakan bahwa Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Melalui Suatu Kelembagaan Nasional. (orasi Ilmiah Dan Pengukuhan Pustakawan Utama).
Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar dan juga diperkuata menurut teori yang disampaikan oleh (Ahmadi, 2005:34) bahwa Budaya membaca adalah kegiatan positif rutin yang baik dilakukan untuk melatih otak untuk menyerap apa – apa saja informasi yang terbaik diterima seseorang dalam kondisi dan waktu tertentu. Sumber bacaan bisa diperoleh dari buku, surat kabar, tabloid, internet, dan sebagainya.
2. Pengaruh Pendidikan Karakter (X2) Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 12 Padang
Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh antara pendidikan karakter (X1) terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai koefisien regresi budaya membaca sebesar 0,846. Hal ini berarti adanya pengaruh pendidikan karakter terhadap hasil belajar, apabila pendidikan karakter meningkat sebesar satu satuan maka hasil belajar akan meningkat sebesar 0,846
dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan dan nilai thitung sebesar 3,423 > ttabel sebesar 1,960 sedangkan nilai signifikan 0,001 <0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara pendidikan karakter terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 12 Padang.
Berdasarkan nilai TCR untuk variabel pendidikan karakter siswa adalah 59,53%
dengan kategori adalah cukup baik. Artinya siswa memiliki pendidikan karakter yang baik dalam meningkatkan hasil belajar. Indikator pertama tentang komprehensif untuk berfikir dan berperilaku dengan TCR 59,24 dengan kategori cukup baik. Artinya siswa belum bisa menerapkan pendidikan karakter dengan berfikir dan berperilaku sehingga masih berada pada kategori cukup baik. Indikator kedua tentang menggunakan pendekatan dengan TCR 60,56 pada kategori baik, artinya siswa sudah menggunakan pendekatan yang baik dalam pelajaran akuntansi dan indikator ketiga tentang pendidik kurang disiplin dengan TCR 58,78 dengan kategori cukup baik. Artinya siswa menilai bahwa tenaga pendidikan dalam menerapkan pendidikan berkarakter masih cukup baik.
.Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh SiswanthySusant, (2008) tentang Pendidikan karakter dan fasilitas belajar dirumah terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 8 diperoleh hasil ada pengaruh pendidikan karakter siswa terhadap hasil belajar.
Menurut (Djamarah, 2011:43) pendidikan karakter pada usia dini di keluarga bertujuan untuk pembentukan, pada usia remaja di sekolah bertujuan untuk pengembangan sedangkan pada usia dewasa di bangku kuliah bertujuan untuk pemantapan karakter hasil belajar dan juga sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Barkowizt, 2011:44 juga mengatakan bahwa pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah akan menjadi peningkatan motivasi siswa dalam meraih prestasi belajar siswa. Hal ini berarti dengan meningkatnya motivasi siswa dalam meraih prestasi belajar maka prestasi belajarnya akan menjadi lebih baik.
3. Pengaruh Efikasi Diri (X3) Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 12 Padang
Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh antara efikasi diri (X3) terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai koefisien regresi efikasi diri sebesar 0,52o Hal ini berarti adanya pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar, apabila nilai efikasi diri meningkat sebesar satu
satuan maka hasil belajar akan meningkat sebesar 0,520 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan dan nilai thitung sebesar 3,290 > ttabel
sebesar 1,960 sedangkan nilai signifikan 0,001
<0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara efikasi diri terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 12 Padang.
Berdasarkan hasil nilai TCR untuk variabel efikasi diri siswa adalah 61,45% dengan kategori adalah baik. Artinya siswa sudah memiliki efikasi diri yang baik dalam meningkatkan hasil belajar. Indikator pertama tentang tingkat kesulitan tugas dengan TCR 59,47 dengan kategori cukup baik. Artinya siswa masih mengalami dan merasakan tingkat kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran Akuntansi. Indikator kedua tentang kekuatan keyakinan dengan TCR 61,73 pada kategori baik, artinya siswa sudah memiliki kekuatan keyakinan bahwa mereka mampu dalam negerjakan tugas-tugas akuntansi dan indikator ketiga tentang generalitas dengan TCR 63,16 dengan kategori baik. Artinya siswa sudah baik dan mapu dlam menguasai pelajaran secara keseluruhan atau generalisasi.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni, (2013) tentang Hubungan Efikasi Diri dan Regulasi Emosi dengan Motivasi Berprestasi pada Siswa SMK Negeri 1 Samarinda diperoleh hasil ada pengaruh efikasi diri terhadpa peningkatan hasil belajar siswa dan juga sejalan dengan penelitian yang dialkukan oleh Eko ferridiyanto, (2012) tentang pengaruh efikasi diri (self efficacy) dan prestasi belajar kewirausahaan terhadap motivasi belajar siswa jurusan teknik instalasi tenaga listrik SMK 1 Sendayu diperoleh hasil ada pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar siswa.
Menurut (Bandura, 2006:2) mengatakan efikasi diri adalah mengacu pada keyakinan individu mengenai kemampuannya untuk memobilisasi motivasi, sumberdaya daya kognitif, dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dalam konteks tertentu. Individu yang memiliki efikasi tinggi berfokus pada peluang yang layak dikejar dan melihat rintangan sebagai hal yang dapat diatasi.
Sedangkan menurut (Hervita, 2008:7) menyatakan bahwa kepercayaan diri adalah
suatu sikap atau perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak cemas dalam bertindak, merasa bebas, tidak malu dan tertahan sekaligus mampu bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya.
4. Pengaruh Budaya Membaca, Pendidikan Karakter dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 12 Padang
Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh antara budaya membaca, pendidikan berkarakter dan efikasi diri (X3) terhadap hasil belajar (Y) dengan Fhitung 27,615> Ftabel2,67 dan nilai signifikan 0,000<0,05. Hal ini berarti H0
ditolak dan Ha diterima, Dengan demikian dapat dikatakan bahwa budaya membaca, pendidikan karakter dan efikasi diri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonom di SMA N 12 Padang.
Berdasarkan hasil analissa deskriptif menunjukan nilai ujian semester yang berkisar 85-90 yaitu sebanyak 34 orang. Sedangkan nilai rendah adalah sebanyak 4 orang yaitu dengan nilai ujian semester yang berkisar antara 32-40 dan dapat dilihat bahwa masih banyak siswa yang memiliki nilai ujian semester 2 mata pelajaran ekonomi yang dibawah KKM yaitu sebanyak 66 orang dari 131 orang siswa.
Hasil belajar merupakan umpan balik dari kegiatan proses belajar mengajar. Hasil belajar merupakan tolak ukur yang digunakan untuk menentukan keberhasilan peserta didik dalam menguasai suatu materi pelajaran.
Keberhasilan tersebut akan tampak apabila proses belajar mengajar telah dilalui setelah hasil belajar dibagikan, peserta didik akan memperoleh informasi dan pengetahuan tentang keberhasilan atau kegagalan dalam proses pembelajaran. Jadi hasil belajar merupakan indikator yang dapat digunakan untuk melihat keberhasilan atau penguasaan suatu konsep yang telah dipelajari serta untuk melihat ketuntasan siswa dalam belajar. Selain itu hasil belajar juga berperan sekali untuk proses belajar mengajar selanjutnya, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi Hasil Belajar siswa, yaitu faktor internal yang berasal dari dalam diri individu dan faktor eksternal yaitu yang berasal dari luar diri individu. Adapun faktor eksternal ialah budaya membaca, pendidikan karakter dan efikasi diri terhadap hasil belajar
D. PENUTUP 1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Variabel budaya membaca berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X
SMA N 12 Padang. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien sebesar 0,512 dan thitung sebesar 2,419 > ttabel sebesar 1,978 sedangkan nilai signifikan 0,017 <0,05.
Berarti ada pengaruh antara budaya membaca terhadap hasil belajar ekonomi siswa, dengan artian apabila budaya membaca
meningkat sebesar satu satuan maka hasil belajar ekonomi siswa akan naik pula sebesar 0,512 satuan.
2. Variabel pendidikan karakter berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi kelas X SMA N 12 Padang. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien sebesar 0,846 dan thitung sebesar 3,423 > ttabel sebesar 1,978 sedangkan nilai signifikan 0,001 <0,05. Berarti ada pengaruh antara pendidikan karakter siswa terhadap hasil belajar ekonomi siswa, dengan artian apabila pendidikan karakter siswa meningkat sebesar satu satuan maka hasil belajar ekonomi siswa juga akan naik sebesar 0,846 satuan.
3. Variabel efikasi diri berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi kelas X SMA N 12 Padang. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien sebesar 0,520 dan thitung sebesar 2,290 > ttabel sebesar 1,978 sedangkan nilai signifikan 0,024<0,05. Berarti ada pengaruh antara efikasi diri terhadap hasil belajar ekonomi siswa, dengan artian apabila efikasi diri meningkat meningkat sebesar satu satuan maka hasil belajar ekonomi siswa juga akan naik sebesar 0,520 satuan.
4. Variabel yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar adalah pendidikan karakter dengan nilai signifikan paling kecil dibandingkan dengan nlai signifikan budaya membaca dan efikasi diri.
2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengemukakan saran yang diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas X di SMAN 12 Padang ditujukan kepada :
1. Bagi guru
Setelah dilakukan penelitian di SMA N 12 Padang dijelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu budaya membaca di sekolah. Dimana pada item no.3 jadwal membaca diperoleh nilai TCR 51,60 berada pada kategori tidak baik, pada rerata scor jadwal membaca dengan nilai TCR 63,72 berada pada kategori kurang baik, dan pada item no.9 memanfaatkan budaya membaca dengan nilai TCR 49,47 berada pada kategori tidak baik, pada rerata scor memanfaatkan perpustakaan dengan nilai TCR 63,66.
Pendidikan karakter juga dapat mempengaruhi hasil belajar. Dimana pada item no.2 komprehensif untuk berfikir dan berprilaku diperoleh nilai TCR 52,67 berada pada kategori tidak baik, pada rerata scor komprehensif untuk perfikir dan berprilaku dengan nilai TCR 59,24 berada pada kategori kurang baik, pada item no.3 menggunakan pendekatan dengan nilai TCR 52,37 berada
pada kategori tidak baik, pada item no.4 menggunakan pendekatan dengan nilai TCR 63,66 berada pada kategori kurang baik dan pada rerata scor menggunakan pendekatan dengan nilai TCR 60,56 berada pada kategori kurang baik. Dilihat dari item no.6 pendidik kurang dengan nilai TCR 62,60 berada pada kategori kurang baik, pada item no.7 pendidik kurang disiplin dengan nilai TCR 54,96 berada pada kategori kurang baik dan rerata scornya dengan nilai TCR 58,78. Dan efikasi diri juga dapat mempengaruhi hasil belajar. Dimana pada item no.1 Tingkat kesulitan tugas diperoleh nilai TCR 54,05 berada pada kategori tidak baik, pada rerata scor tingkat kesulitan tugas dengan nilai TCR 59,47 berada pada kategori kurang baik, pada item no.3 kekuatan keyakinan dengan nilai TCR 53,89 berada pada kategori tidak baik dan pada rerata scor kekuatan keyakinan dengan nilai TCR 61,73 berada pada kategori kurang baik. Dilihat dari item no.8 generalitas dengan nilai TCR 56,58 berada pada kategori kurang baik dan rerata scornya dengan nilai TCR 563,16 berada pada kategori kurang baik.. Maka guru memberikan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa, supaya meningkatkan Hasil Belajar siswa terhadap mata pelajaran Ekonomi kelas XI IPS di SMAN 12 Padang..
2. Bagi siswa
Pemahaman mengenai mata pelajaran Ekonomi, yaitu dengan cara siswa berpandangan positif terhadap mata pelajaran Ekonomi menyukai mata pelajaran Ekonomi agar memperoleh hasil belajar yang lebih baik, maka dengan menyukainya sesulit apapun materi yang diajarkan siswa tidak mudah bosan.
Siswa juga harus memiliki kreativitas belajar yang tinggi dalam belajar serta mampu mempunya ide-ide baru dalam belajar, dan tidak saja hanya menerima yang diajarkan guru, dan mampu mengeluarkan pendapat. Apabila siswa memiliki kreativitas belajar yang baik maka hasil belajar pun akan baik juga 3. Bagi peneliti selanjutnya
Diharapkan penelitian lanjutan untuk menambahkan variabel yang berbeda seperti motivasi belajar, lingkungan belajar, cara belajar, media belajar dan lain-lain.
Daftar Pustaka
Arikunto, suharsimi. (2013). In prosedur suatu penelitian suatu pengantar praktek (reanika ci). Jakarta.
Baderi, A. (2003). pdf. In Gerakan nasional Membaca (Perpustaka). Jakarta.
Bandura, A. (2006). In social learning theory, prentice hall, englewood cliffs. social learning theory, prentice englewood cliffs.
Barkowizt. (2011). Pengaruh pendidikan karakter terhadap prestasi belajar siswa, 9(20), 102–109.
Bryson, J. . (2003). pdf. In strategic perencanaan strategis bagi organisasi sosial. strategic perencanaan strategis organisasi sosial.
Eko Ferridiyanto. (2005). hubungan antara kepercayaan diri dengan employability pada mahasiswa, 1–12.
Endang Saryanti. (2010). Kajian impiris atas prilaku belajar, efikasi diri dan kecerdasan emosional yang mempengaruhi pada stress kuliah mahasiswa akuntansi perguruan tinggi swasta di Surakarta STIE AUB Surakarta, 23, 5.
Ghozali. (2013). In aplikasi analisi mulitivariate dengan program SPSS (Universita). semarang.
Hamalik, O. (2008). pdf. In Kurikulum dan Pembelajaran (Bumi Aksar). Jakarta.
Hariyanto, suyono dan. (2012). pdf. In Belajar dan Pembelajaran.
Ivancevich, john M. dkk. (2008). pdf. In prilaku dan manajemen organisasi (PT Gelora ). Jakarta.
Lickona, T. . schaps and C. lewis. (2003). In eleven principles of effective character education (Character ). Wasington, D.C.
Mudjiono, D. dan. (2002). pdf. In Belajar dan Pembelajaran (Rineka Cip). Jakarta.
Mudyahardjo. (2001). pdf. In Pengantar Pendidikan (PT. Raja G). Jakarta.
Riani, A. L. (2006). pdf. In bisnis dan manajemen (Reanika Ci). semarang.
Rizky Narendra Jati. (2014). Korelasi budaya membaca dengan hasil belajar peserta didik di MAN Muguwoharjo sleman, 3–8.
Siswanthy Susant. (2008). Pendidikan karakter dan fasilitas belajar dirumah terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 8, 8.
Slameto. (2003). pdf. In Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Rineka Cip). Salatiga.
Sry Wahyuni. (2013). Hubungan efikasi diri dan regulasi emosi dengan motivasi berprestasi pada siswa SMK N 1 program studi psikologi, Universitas Mulawarman, 1(1), 88–95.
Sudijono, A. (2009). In Pengantar Evaluasi Pendidikan (PT.Raja Gr). Jakarta.
Sudjana. (2000). pdf. In dasar-dasar proses belajar mengajar (Sinar Baru). Bandung.
Sugiyono. (2012). pdf. In memahami penilitian kuantitatif (ALFABETA). Bandung: penilitian kuantitatif.
Suliyanto. (2011). pdf. In ekonometrika terapan teori dan aplikasi dengan SPSS (Andi). Yogyakarta.
Suryabrata, S. (2005). pdf. In Psikologi Pendidikan (PT. Raja G). Jakarta.
Syah muhibbin. (2012). pdf. In Psikologi pendidikan (Rajawali P). Jakarta.
Zuchdi, D. dan. (2009). pdf. In humanisasi pendidikan (PT Bumi Ak). Jakarta.