• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Budaya organisasi merupakan suatu sistem yang dianut oleh para anggota dalam suatu organisasi, sehingga itulah yang membedakan organisasi satu dengan organisasi lainnya. “Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Pada Badan Pajak Daerah dan Pengelolaan Pajak Provinsi Sumatera Utara”.

Identifikasi Masalah

Apakah terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengelolaan dan Penghukuman Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara. Apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi pada Badan Pajak dan Pengelolaan Pajak Daerah. Apakah terdapat pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening.

Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja Badan Daerah Administrasi Pajak dan Retribusi Provinsi Sumatera Utara. Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi pada Badan Administrasi Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian (Ainanur & Tirtayasa, 2018) dan (Sulaksono, 2015) menyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

Terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja Badan Pajak dan Pengelolaan Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara. Terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi pada Badan Pajak Daerah dan Pengelolaan Pajak Provinsi Sumatera Utara. Terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Pengelola Pajak dan Imbalan Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Budaya
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Budaya

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Pengelola Pajak dan Imbalan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Mardiani & Dewi, 2015) menyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Hasil penelitian yang dilakukan (Taurisa & Ratnawati, 2012) menunjukkan bahwa komitmen organisasi berhubungan dengan dampak budaya organisasi terhadap kinerja pegawai.

Kuesioner dalam penelitian ini ditujukan kepada pegawai dan pertanyaannya sesuai dengan budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Biro Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara. Pengaruh variabel budaya organisasi terhadap kinerja pegawai mempunyai nilai P-value sebesar 0,001<0,05. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai adalah signifikan. Pengaruh variabel budaya organisasi terhadap komitmen organisasi mempunyai nilai P sebesar 0,000 < 0,05. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi adalah signifikan.

Berdasarkan tabel diatas diperoleh P-value pengaruh tidak langsung variabel X1 terhadap Y 0,098 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa Komitmen Organisasi tidak memediasi pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai. Pengaruh variabel Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai mempunyai nilai P-value sebesar 0,001 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 (Budaya Organisasi) terhadap variabel Y (Kinerja Pegawai) mempunyai koefisien jalur sebesar 0,213 (positif), sehingga peningkatan nilai variabel Budaya Organisasi akan diikuti dengan peningkatan variabel Kinerja Pegawai.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan, melatih penulisan dan berpikir ilmiah tentang bagaimana budaya organisasi mempengaruhi kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Pajak Daerah dan Pengelolaan Pajak Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data yang berguna untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi khususnya dalam memprediksi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Pengelola Daerah Pajak dan Pajak Sumut. Propinsi. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Pajak Daerah dan Pengelolaan Pajak Provinsi Sumatera Utara.

Pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja Pengujian hipotesis mengenai pengaruh variabel x1 dan x2 terhadap variabel y1 dilakukan dengan menguji hipotesis sebagai berikut. Pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan melalui disiplin kerja dalam keseharian karyawan SKT Megawon II PT.

KAJIAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Kinerja
    • Pengertian Kinerja
    • Penilaian Kinerja
    • Faktor-faktor Penilaian Kinerja
    • Indikator Kinerja
  • Budaya Organisasi
    • Pengertian Budaya Organisasi
    • Faktor Faktor yang Mempengaruhi
    • Indikator Budaya Organisasi
  • Kepemimpinan
    • Pengertian Kepemimpinan
    • Faktor – Faktor yang
    • Indikator Kepemimpinan
  • Komitmen Organisasional
    • Pengertian Komitmen Organisasional
    • Faktor – Faktor Komitmen Organisasional
    • Indikator Komitmen Organisasional

Kerangka Konseptual

  • Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen
  • Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja
  • Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja
  • Pengaruh Komitmen Organisasional Terhadap
  • Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja
  • Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja

Budaya organisasi merupakan salah satu turunan aturan bisnis yang diwariskan secara turun temurun dalam suatu perusahaan. Budaya organisasi akan mempengaruhi komitmen organisasional karyawan perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Jufrizen, 2017) dan (S.M. Hasibuan.. amp; Bahri, 2018) menyatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Budaya organisasi adalah suatu sistem nilai, atau norma, asumsi, atau norma yang telah lama ada, disepakati, dan diikuti oleh anggota organisasi untuk memandu perilaku dan solusi.

Budaya organisasi merupakan filosofi dasar suatu organisasi yang mencakup keyakinan, norma, dan nilai-nilai bersama yang merupakan ciri inti bagaimana segala sesuatunya dilakukan dalam suatu organisasi. Budaya organisasi yang dapat diterima oleh karyawan biasanya akan meningkatkan komitmen organisasi, loyalitas, dan loyalitas tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.

Hipotesis

Pengaruh langsung variabel X1 (Budaya Organisasi) terhadap variabel Z (Komitmen Organisasi) mempunyai koefisien jalur sebesar 0,316 (positif), sehingga peningkatan nilai variabel Budaya Organisasi akan diikuti dengan peningkatan variabel Komitmen Organisasi . Pengaruh langsung variabel X2 (Kepemimpinan) terhadap variabel Z (Komitmen Organisasi) mempunyai koefisien jalur sebesar 0,176 (positif), sehingga peningkatan nilai variabel Kepemimpinan akan diikuti dengan peningkatan variabel Komitmen Organisasi. Pengaruh variabel Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai mempunyai nilai P sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai adalah signifikan.

Pengaruh langsung variabel X2 (Kepemimpinan) terhadap variabel Z (Komitmen Organisasi) mempunyai koefisien jalur sebesar 0,176 (positif), sehingga peningkatan nilai variabel Kepemimpinan akan diikuti dengan peningkatan variabel Komitmen Organisasi. Pengaruh langsung variabel Z (Komitmen Organisasi) terhadap variabel Y (Kinerja Pegawai) mempunyai koefisien jalur sebesar 0,156 (positif), sehingga peningkatan nilai variabel Komitmen Organisasi akan diikuti dengan peningkatan variabel Kinerja Karyawan.

METODOLOGI PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei karena mengambil sampel dari satu populasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatori yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabel penelitian dan pengujian hipotesis (Nasution, Fahmi, Jufrizen, Muslih, & Prayogi, 2020). ). Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dan asosiatif, dari segi jenis datanya penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dan dari segi metode penafsirannya menggunakan pendekatan asosiatif.Kuantitatif yaitu menguji dan menganalisis data dengan cara menghitung. angka-angka kemudian menarik kesimpulan dari tes tersebut (Sugiyono, 2018).

Definisi Operasional

Wibisono, 2011)(Wibisono, 2011) mengatakan “Kinerja adalah hasil prestasi pegawai yang dicapai oleh seorang pegawai sesuai dengan fungsi utamanya dalam jangka waktu tertentu.” Darmawan 2013) “mengatakan bahwa budaya organisasi adalah suatu sistem makna atau makna bersama yang dianut oleh para anggotanya yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya.”

Tempat dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

Teknik Pengumpulan Data

Untuk menguji apakah instrumen yang diukur cukup layak digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan pengukuran, harus diuji validitas dan reliabilitasnya. a) Uji validitas. Uji validitas bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas atau kebenaran instrumen angket yang digunakan dalam pengumpulan data.Uji validitas isi dilakukan dengan berkonsultasi dengan ahli pendidik dan diperoleh dari beberapa pendapat ahli. Penentuan valid atau tidaknya suatu item instrumen dilakukan dengan menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05, yaitu jika hitung lebih besar dari r tabel (uji dua sisi dengan sig. 0,05), maka instrumen tersebut atau item pertanyaan berhubungan signifikan dengan skor total (dinyatakan valid).

Wawancara merupakan data yang diperoleh dari melakukan tanya jawab dengan pegawai Badan Pengelola Pajak dan Imbalan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Studi dokumentasi adalah data yang diperoleh dengan cara mempelajari data-data yang ada dan informasi yang diperoleh dari dokumen-dokumen di Badan Pajak dan Pengelolaan Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Teknik Analisis Data

Pengaruh langsung variabel Pengaruh variabel Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan mempunyai P-value sebesar 0,000 < 0,05. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai adalah signifikan. Pengaruh variabel kepemimpinan terhadap komitmen organisasi mempunyai nilai P sebesar 0,001 < 0,05. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pengaruh kepemimpinan terhadap komitmen organisasi adalah signifikan.

Pengaruh langsung variabel Z (Komitmen Organisasi) terhadap variabel Y (Kinerja Pegawai) mempunyai koefisien jalur sebesar 0,156 (positif), sehingga peningkatan nilai variabel Komitmen Organisasi akan diikuti dengan peningkatan variabel Kinerja Pegawai. Pengaruh langsung variabel X2 (Kepemimpinan) terhadap variabel Y (Kinerja Pegawai) mempunyai koefisien jalur sebesar 0,243 (positif), sehingga peningkatan nilai variabel Kepemimpinan akan diikuti dengan peningkatan variabel Kinerja Pegawai. Pengaruh variabel Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan mempunyai P-value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan adalah signifikan.

Nilai P-value pengaruh tidak langsung variabel

Gambar 3. 2Sub-struktur
Gambar 3. 2Sub-struktur

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Peneliian

Analisis Data

Nilai outer loading pada variabel Komitmen Organisasi lebih besar dari 0,4 maka seluruh indikator pada variabel Komitmen Organisasi dinyatakan valid. Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil korelasi antara variabel Heterotrait - Monotrait Ratio Of Correlation (HTMT) Budaya Organisasi dan Kepemimpinan sebesar 0,874<0,900, korelasi antara variabel Heterotrait - Monotrait Ratio Of Correlation (HTMT) Budaya Organisasi dan Kinerja Pegawai sebesar 0,692<900, korelasi antara Heterotrait – Monotrait Ratio Of Correlation (HTMT) variabel Budaya Organisasi dengan Komitmen Organisasi sebesar 0,886<0,900 maka seluruh nilai korelasi Budaya Organisasi dinyatakan valid. Nilai korelasi Heterotrait - Monotrait Ratio Of Correlation (HTMT) variabel Kepemimpinan dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,721<0,900, nilai korelasi Heterotrait - Monotrait Ratio Of Correlation (HTMT) variabel Kepemimpinan dengan Komitmen Organisasi sebesar 0,787 0,900 , sehingga seluruh nilai korelasi Kepemimpinan dinyatakan valid.

Nilai korelasi variabel Heterotrait – Monotrait Ratio of Correlation (HTMT) Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,660<0,900 maka seluruh nilai korelasi Komitmen Organisasi dinyatakan valid. Pada tabel diatas diperoleh hasil bahwa pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 0,504 yang berarti besarnya pengaruh sebesar 50,4% yang berarti terdapat PLS yang kuat. Kemudian budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap komitmen organisasi sebesar 0,701 yang berarti besarnya pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap komitmen organisasi. 70,1% berarti terdapat PLS yang kuat.

Tabel 4.3  Validitas Konvergen
Tabel 4.3 Validitas Konvergen

Pembahasan

Memiliki standar yang berlaku dan dapat diikuti oleh karyawan pada umumnya akan meningkatkan kinerja karyawan. Misalnya budaya disiplin, budaya kerjasama yang baik, jelas akan meningkatkan kinerja pegawai. Komitmen organisasi akan berdampak pada semangat kerja dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Hal ini jelas akan meningkatkan kinerja karyawan. Hasil penelitian (Indajang et al., 2020) menunjukkan bahwa komitmen organisasi berhubungan dengan pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai.

Pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja melalui motivasi kerja pada karyawan ekspatriat di PT Mitra Karya Jaya Sentosa. Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Witel South Jatim, Malang).

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Keterbatasan Penelitian

Pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan manajerial terhadap kompetensi dan kinerja guru pada Yayasan Perguruan Tinggi Sultan Agung Pematangsiantar.

Referensi

Dokumen terkait