• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Brand Equity dan Consumer Satisfaction terhadap Brand Loyalty pada Pelanggan Motor Kawasaki Ninja 250CC

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Brand Equity dan Consumer Satisfaction terhadap Brand Loyalty pada Pelanggan Motor Kawasaki Ninja 250CC "

Copied!
136
0
0

Teks penuh

12. Sahabat Knight Rider, Briliano Suleiman, Jozzy Ichsanu, Faiz Kamil, Audi Sekti, Guniswan Dwi Putra, S.E, Raden Arbie, Fikrial Andika, Aditya Ramadhan, Reza Rekayasa, Bintori Adhi, Alibasyara P Bhayangkara, S.E, Ridho Handityo, S.E , Ahmad Apranini, S.E, Alvianto Chandra, S.E, Don Cahyo Kusumo, S.E, Dimas Priyautama, S.E, Menir Faried Syah Alam, S.E, Afif Boncel dan Mahendra Botak Agung, S.E, Terima kasih sudah tertawa ketika penulis stres memikirkan disertasi dan terus memberikan dukungan dan doa. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran agar penelitian ini dapat menjadi lebih baik lagi.

  • Latar Belakang
  • Ruang Lingkup Penelitian
  • Rumusan Permasalahan
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Hal ini terlihat dari jumlah pelanggan dan data penjualan Kawasaki Ninja 250 FI 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek pada pelanggan sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC di Jakarta, antara lain dengan tujuan:

Tabel 1.1 Penjualan Sepeda Motor Nasional Tahun 2013      Tahun 2013     Motor Bebek       Motor Sport     Automatic     Total
Tabel 1.1 Penjualan Sepeda Motor Nasional Tahun 2013 Tahun 2013 Motor Bebek Motor Sport Automatic Total

Tinjauan Pustaka

Konsumsi merek terkenal juga membedakan identitas sosial pelanggan dari kelompok sosial lainnya (Kim et al., 2001). Anderson dkk (2004) lebih lanjut menyatakan bahwa pengaruh identifikasi merek terhadap loyalitas merek mengabaikan kepuasan pelanggan karena alasan berikut.

Rerangka Konseptual

Ho1 : Kualitas fisik tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Ha1 : Kualitas fisik berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Ho2 : Perilaku staf tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Ha2 : Perilaku staf berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Dengan demikian, identifikasi merek berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, dan identifikasi merek tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas merek tanpa melalui tahap kepuasan pelanggan.

Penelitian ini mendalilkan dampak mediasi kepuasan pelanggan pada hubungan antara ekuitas merek berbasis pelanggan dan loyalitas merek (Nam et al., 2011). McDougall dan Levesque (1994) menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas merek di berbagai sektor jasa (Nam et al., 2011). Ho5 : Kepuasan konsumen tidak mempunyai pengaruh terhadap loyalitas merek. Ha5: Kepuasan konsumen mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas merek.

Model Penelitian

  • Objek Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Metode Penghimpunan Data
  • Jenis dan sumber data
  • Populasi dan Sampel
  • Operasionalisasi Variabel
  • Metode Analisis Data

Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari responden dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas merek di kalangan pelanggan Kawasaki dengan menggunakan survei kuesioner. Model yang kurang teridentifikasi dalam SEM memiliki satu derajat kebebasan = jumlah data yang diketahui - jumlah parameter estimasi < 0.

Model yang baru diidentifikasi adalah model yang jumlah parameter estimasinya sama dengan data yang diketahui. Model overidentified adalah model yang parameter estimasinya lebih sedikit dibandingkan jumlah data yang diketahui. Uji kecukupan model pengukuran akan dilakukan terhadap setiap konstruk atau model pengukuran (hubungan antara suatu variabel laten dengan beberapa variabel atau indikator yang diamati) khususnya dengan cara: mengevaluasi validitas model pengukuran Uji validitas digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur. seberapa bagus instrumen tersebut (Hair, Black, Babin, & Anderson, 2010).

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel

Gambaran Umum Objek Penelitian

Kawasaki yang merupakan salah satu dari tiga pabrikan terbesar di Indonesia hanya meraih total penjualan 54.303 unit atau dengan nilai pangsa pasar hanya 1,7% dari total penjualan sepeda motor di Indonesia.

Uji Validitas dan Reliabilitas (Pre-Test)

Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan SPSS 21 Tabel 4.1 Hasil uji validitas data pre-test (lanjutan). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa item-item indikator (pertanyaan) dalam kuesioner terhadap keenam variabel tersebut benar-benar mengukur apa yang hendak diukur dalam penelitian ini. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa seluruh indikator pernyataan pada instrumen penelitian dapat memenuhi nilai yang dipersyaratkan, atau dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator pernyataan pada pre-test adalah valid.

Dengan melihat batas nilai Cronbach’s alpha ≥ 0,60 maka indikator pernyataan dalam kuesioner dinyatakan reliabel, konsisten dan relevan terhadap variabel (Malhotra, 2010). Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan SPSS 21. Berdasarkan hasil pada tabel 4.2 diatas diketahui bahwa seluruh variabel penelitian yaitu kualitas fisik, perilaku karyawan, kesesuaian diri ideal, identifikasi merek, kepuasan konsumen dan loyalitas merek , Alfa Cronbach ≥ 0,60. Hasil tersebut menyatakan bahwa jika item-item indikator pernyataan dalam kuesioner ditanyakan kepada responden yang sama dan berbeda, maka hasilnya akan cenderung konstan dan konsisten.

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Data Pre-Test (Lanjutan)  Variabel
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Data Pre-Test (Lanjutan) Variabel

Profil Responden

Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan MS Excel 2010. Gambar 4.3 menggambarkan bahwa 152 responden terdiri dari 12 responden perempuan dan 140 responden laki-laki. Gambar 4.4 di atas menunjukkan mayoritas responden dalam penelitian ini adalah responden berusia 28 hingga 37 tahun sebanyak 72 orang, disusul responden berusia 18 hingga 27 tahun sebanyak 66 responden; sisanya 12 orang responden berusia 38 -47 tahun dan 2 orang > 47 tahun. Berdasarkan Gambar 4.5 diatas terlihat bahwa tingkat pendidikan responden mayoritas adalah Strata 1 (S1) sebanyak 99 orang, disusul responden dengan pendidikan SMA sebanyak 32 orang dan mahasiswa pascasarjana dengan berjumlah 21 orang. dari total 152 responden.

Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan MS Excel 2010. Pada gambar 4.7 diatas terlihat bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini telah menggunakan sepeda motor Kawasaki lebih dari 1 tahun dengan jumlah 121 responden, kemudian responden yang memiliki menggunakan sepeda motor Kawasaki lebih dari 1 tahun. Dari 6 bulan dengan jumlah responden 22 orang, peringkat selanjutnya adalah responden yang pernah menggunakan sepeda motor Kawasaki kurang dari 6 bulan sebanyak 9 orang. Pada Gambar 4.8 diatas terlihat bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah responden yang berdomisili di Jakarta Selatan sebanyak 72 orang, disusul oleh responden yang berdomisili di Jakarta Utara dengan jumlah 26 responden, lalu disusul oleh responden yang berdomisili di Jakarta Pusat sebanyak 20 orang, 18 orang berdomisili di Jakarta Barat dan sisanya 16 orang berdomisili di Jakarta Timur. Sumber : Hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan MS Excel 2010. Pada gambar 4.9 diatas terlihat bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja 250 FI yang berjumlah 50 responden, kemudian responden yang telah menggunakan sepeda motor Kawasaki Z 250 dengan jumlah responden sebanyak 45 orang, peringkat berikutnya sebanyak 41 orang responden menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja 250 R dan 16 orang menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja RR Mono.

Gambar 4.1 Jenis Kelamin Responden
Gambar 4.1 Jenis Kelamin Responden

Hasil Analisis Data

Oleh karena itu kualitas fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan hipotesis dapat diterima. Perilaku karyawan mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan keluaran regresi Weights diketahui nilai estimasi sebesar 0,169 dengan nilai P. Hal ini menyatakan bahwa perilaku karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan hipotesis dapat diterima.

Berdasarkan nilai-nilai tersebut, kesesuaian diri ideal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, dan hipotesis dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pengenalan merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan hipotesis dapat diterima. Oleh karena itu kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek dan hipotesis dapat diterima.

Tabel 4.3 Computation of Degrees of Freedom  Number of distinct
Tabel 4.3 Computation of Degrees of Freedom Number of distinct

Pembahasan

Oleh karena itu, Kepuasan Pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Merek dan hipotesis dapat diterima. menjadi dua dimensi terpisah yaitu kualitas fisik dan perilaku staf dan berpendapat bahwa keduanya berhubungan positif dengan kepuasan pelanggan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ekinci dkk. 2008) berpendapat bahwa dua dimensi kualitas pelayanan yaitu kualitas fisik dan perilaku staf berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan (Nam et al.,. Perilaku staf Kawasaki yang baik dan ramah terhadap pelanggan berpengaruh positif terhadap tingkat kepuasan pelanggan). kepuasan pelanggan sepeda motor Kawasaki yang mengenal merek dengan baik, nama yang terkenal dan tingkat gengsi yang disegani.

Yi dan La (2004) memberikan teori yang mempelajari ekspektasi kepuasan pelanggan Kawasaki yang cenderung lebih puas setelah mengidentifikasi merek yang sebenarnya dengan mengkonfirmasi ekspektasi sebelumnya. Penelitian ini mendalilkan dampak kepuasan pelanggan pada hubungan antara ekuitas merek berbasis pelanggan dan loyalitas merek (Nam et al., 2011). McDougall dan Levesque (1994) menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas merek Kawasaki di berbagai sektor jasa (Nam et al., 2011).

Implikasi Manajerial

Kawasaki juga dapat melakukan aspek komunikasi melalui majalah, media sosial atau iklan lainnya dengan menggunakan brand Ambassador untuk membujuk atau menanamkan kepercayaan pada pelanggan dalam menggunakan produk sepeda motor Kawasaki. Rasa percaya diri yang ideal menjadi landasan emosional bagi pelanggan yang akan menggunakan, memiliki atau bahkan ingin membeli sepeda motor Kawasaki. Teori identifikasi organisasi menyatakan bahwa pelanggan mengadopsi identitas sebagai anggota kelompok sosial yang memiliki sepeda motor Kawasaki atau perusahaan yang konsisten dengannya.

Kawasaki dapat menawarkan keanggotaan kepada pelanggan pemilik sepeda motor Kawasaki seperti kartu premium, kartu VIP, kartu servis untuk memudahkan dalam mengakses layanan di toko Kawasaki, dan pelanggan bisa mendapatkan keistimewaan dari kartu akses tersebut yang akan meningkatkan identifikasi merek pelanggan. Selain itu, Kawasaki juga dapat merangkul atau membina komunitas sepeda motor Kawasaki untuk menarik atau mengadakan acara kumpul-kumpul agar para pelanggan Kawasaki merasa akrab dan memiliki rasa keterhubungan dengan merek Kawasaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengetahui dan menganalisis pengaruh ekuitas merek dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas merek pada pelanggan sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC di Jakarta.

Kesimpulan

Saran

Kesesuaian diri yang ideal dalam hal ini, Kawasaki dapat melakukan inovasi pada sepeda motor Ninja 250 CC, dimulai dengan melakukan survey kepada para pembeli sepeda motor, terlebih dahulu melakukan metode pre-testing, sehingga Kawasaki dapat menjawab kebutuhan pelanggan akan sepeda motor baru. produk atau desain terbaru yang diinginkan pelanggannya. Identifikasi merek dalam konteks ini adalah Kawasaki dapat memberikan keanggotaan seperti kartu premium, kartu VIP, kartu servis kepada pelanggan pemilik sepeda motor Kawasaki untuk memudahkan akses layanan di toko Kawasaki, dan pelanggan dapat memperoleh keistimewaan dari kartu tersebut untuk akses yang akan meningkatkan Pelanggan identifikasi merek. Berdasarkan hal tersebut, kami berharap penelitian loyalitas merek dapat mengukur dan menganalisis seluruh aspek yang berkaitan dan berkaitan sehingga dapat menghasilkan penelitian yang lebih kaya dan bermanfaat.

The chain of effects from brand trust and brand affect to brand performance: The role of brand loyalty. An analysis of some moderating variables on value, brand trust and brand loyalty chain. CSR and service brand: The mediating effect of brand identification and moderating effect of service quality.

KUESIONER Dampak Ekuitas Merek dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Merek Pelanggan Sepeda Motor Kawasaki Ninja 250 CC. Saya Fiqri Rachmandani, mahasiswi Fakultas Perbankan STIE Indonesia yang sedang melakukan penelitian mengenai pengaruh ekuitas merek dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas merek pada pelanggan sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC di wilayah DKI Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait