• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Iklan Produk dan Iklan Event terhadap Kelompok Perokok dan Bukan Perokok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Iklan Produk dan Iklan Event terhadap Kelompok Perokok dan Bukan Perokok"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

Judul skripsi ini adalah “Pengaruh Iklan Produk dan Iklan Pendukung Event pada Kelompok Responden Bukan Perokok, Perokok Ringan LA dan Perokok Merek Lainnya”. Santi Rimadias, S.P, M.Si selaku dosen pembimbing yang selalu bersedia memberikan waktu, pikiran, perhatian dan tenaganya untuk membantu penyelesaian skripsi ini.

Latar Belakang Masalah

Dengan adanya pembatasan tersebut maka LA Lights sebagai merek rokok harus mengikuti peraturan tersebut dan juga melakukan promosi di atas garis dan di bawah garis, oleh karena itu bauran promosi yang akan dibahas adalah iklan dan event. Polisi Tidur", "Clubing", "Berani Menikmati Setiap Hari?", serta berbagai iklan acara yang disponsori oleh LA Lights.

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

Tinjauan Pustaka

Pemasaran

  • Efektifitas Iklan
  • Strategi Pesan Iklan

UPS yang menekankan satu dan hanya satu fitur merek adalah ide yang sangat bagus. Iklan yang mencoba mengatribusikan berbagai atribut pada suatu merek sambil berupaya mencapai daya ingat sering kali gagal. Iklan jenis ini harus bekerja melalui asosiasi afektif. Dalam bahasa psikologi, afektif berarti rasa suka. Iklan jenis ini menghubungkan perasaan baik/baik yang dibawa iklan tersebut dengan merek.

Gambar 2.2  Proses Komunikasi Periklanan
Gambar 2.2 Proses Komunikasi Periklanan

Perilaku Konsumen

  • Cara Komunikasi Pemasaran Mempengaruhi Keputusan Konsumen

Penyebab lainnya adalah distorsi selektif atau hanya menerima mendengarkan apa yang sesuai dengan sistem kepercayaannya. Menyukai suatu merek dapat menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan konsumen. Hanya ada dua dimensi dalam menyukai merek dan menyukai pesannya. Program IMC berupaya untuk mengintegrasikan keduanya, sehingga pesan yang disukai mempunyai efek halo yang mencerminkan merek secara positif. Menyukai pesan merek tidaklah penting selama konsumen dapat memahaminya. untuk mengingat mereknya. Mereka mengatakan iklan menarik lebih banyak perhatian dan bertahan lebih lama dalam ingatan dibandingkan pesan tersirat. Namun penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara menyukai pesan merek. pesan dan menyukai mereknya. Asosiasi merek dapat dipengaruhi ketika suatu merek dikaitkan dengan selebriti melalui dukungan atau dikaitkan dengan acara olahraga melalui aktivitas sponsorship.

McCracken (1989) juga mengemukakan teori transfer makna, yang menggunakan "makna". yang dimaksud adalah penilaian menyeluruh terhadap apa yang diwakilkan seorang selebriti kepada konsumen. Makna ini dibangun berdasarkan penafsiran seseorang. terhadap citra publik seorang selebriti seperti yang digambarkan dalam televisi, film, militer, atletik, dan karier lainnya. 1995) menyatakan bahwa pendekatan periklanan yang konsisten dengan konsep diri ideal menghasilkan sikap yang lebih mendukung merek yang diiklankan dibandingkan konsep diri sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan manusia yang ingin memperbaiki kondisi yang ada agar menjadi ideal. Hal ini menggambarkan alasan mengapa mudah untuk mentransfer citra seorang selebriti ke suatu produk yang kemudian disukai konsumen.

Hubungan Antara Iklan dan Event

Individu memuaskan keinginannya untuk mencapai keadaan ideal dengan lebih memilih produk yang memiliki daya tarik yang sesuai dengan citra diri idealnya dibandingkan dengan citra diri sebenarnya. Gwinner dan John Eaton melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa ketika suatu peristiwa dan merek cocok, baik dari segi citra atau dasar fungsionalnya, maka proses transfer citra meningkat (Gwinner & Eaton, 1999). Dari penjelasan di atas terlihat bahwa periklanan dan event/sponsorship merupakan bagian dari pembentukan citra merek.

Penelitian Terdahulu

  • Kevin P. dan John Eaton
  • Anne-Marie Hede dan Pamm Kellett
  • Denes, Hess, Story, dan York
  • James Poon Teng Fatt

Menganalisis Praktik Manajerial, Persepsi dan Preferensi Konsumen". Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pendekatan khusus kepada seorang event organizer untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dan bagaimana konsumen menyikapi peristiwa tersebut. Studi kasusnya adalah Melbourne Festival tahun 2006. Penelitian ini menjelaskan bahwa hal tersebut sebenarnya adalah dalam suatu Acara Penyelenggara harus benar-benar mencari informasi tentang acara apa yang mereka (peserta) perlukan, dan bukan membuat acara yang dianggap perlu oleh penyelenggara. Acara khusus bukanlah hal yang umum, dan meskipun banyak informasi telah dikumpulkan tentang apa, bagaimana, dan ketika bertanya tentang barang dan jasa, masih banyak lagi yang harus dipelajari tentang komunikasi pemasaran dalam konteks acara khusus.

Selain itu, karena acara khusus biasanya dimaksudkan untuk menyatukan orang-orang, jejaring sosial, seperti Facebook, MySpace, dan Twitter, tampaknya sangat cocok untuk konsumen yang berorientasi pada teknologi. Penelitian lebih lanjut mengenai aspek pemasaran komunikasi spesifik acara sebaiknya melakukan penelitian terhadap tipologi tertentu untuk mengembangkan model komunikasi pemasaran yang dapat digunakan untuk membantu penyelenggara acara mencapai tujuannya. Makalah mereka berjudul "Asosiasi Citra Merek untuk Grup Virtual Besar". Penelitian ini bertujuan untuk membantu memahami citra merek dan sikap merek, serta menyajikan metode inovatif yang menangkap asosiasi merek kualitatif dari kelompok virtual yang sangat besar karena menggunakan dialogr.com untuk mengajukan pertanyaan sederhana "Apa yang terlintas di benak Anda saat memikirkan Merek X ?" dipilih dua merek terkenal yang terkenal: satu yang paling disukai dan satu lagi yang paling tidak disukai oleh segmen pasar. Beberapa cara komunikasinya adalah melalui sponsorship dan periklanan, dalam mensponsori harus dipilih acara yang sesuai dengan citra perusahaan, seperti Volvo mensponsori acara olahraga untuk meningkatkan citranya dalam kompetisi, melalui olahraga motor.

Kerangka Pemikiran

Hipotesa

Jenis dan Desain Penelitian

Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data

Penelitian lapangan adalah teknik pengumpulan data yang melibatkan pelaksanaan langsung, penyebaran kuesioner, dan observasi terhadap subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang dapat penulis gunakan untuk memperoleh data sekunder adalah sebagai berikut.

Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat DKI Jakarta yang berpendidikan minimal sarjana, karena dianggap mengetahui arti dari kata sifat yang juga penulis terjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Sampel

Metode Pengambilan Sampel

Untuk memperoleh sampel yang dapat menggambarkan dan menjelaskan suatu populasi yang belum diketahui, maka penelitian ini penentuan sampelnya menggunakan rumus (Bhattacharya, 1997).

Variabel Penelitian

Teknik Mengolah Data .1 Uji Validitas dan Realibilitas .1 Uji Validitas dan Realibilitas

  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas
  • Uji Asumsi Klasik 3.4.2.1 Uji Normalitas 3.4.2.1 Uji Normalitas
  • Uji Signifikansi .1 MANOVA

Nilai MSA lebih dari 0,50 menunjukkan bahwa variabel tersebut masih dapat diprediksi dan dapat dianalisis lebih lanjut. Tujuan Uji Normalitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas sama-sama berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik mempunyai distribusi data yang normal atau mendekati normal. Metode statistik untuk menguji lebih dari satu variabel terikat (metrik) dan lebih dari satu variabel bebas (non-metrik) adalah Multivariate Variance Analysis (MANOVA).

Bagaimana rata-rata gaji kepala keluarga (EARNS) dan total pendapatan anggota keluarga (INCOME) berbeda secara signifikan menurut wilayah (REG). Bagaimana rata-rata pendapatan per kepala keluarga (EARNS) dan total pendapatan anggota keluarga (INCOME) bervariasi secara signifikan menurut wilayah (REG) dan ras (RACE). Bagaimana Pendapatan Rata-Rata Kepala Rumah Tangga (EARNS) Bervariasi Secara Signifikan Berdasarkan Wilayah (REG) dan Ras (RACE).

Gambaran Umum Objek Penelitian .1 Latar Belakang Objek Penelitian

Profil Perusahaan

Oei sendiri banyak dijumpai di lantai bengkel saat ia sedang tidak mempromosikan dan menjual rokok kretek Djarum di jalanan Kudus.Cretek lintingan Djarum tetap memiliki ciri khas kualitas yang konsisten dan cita rasa yang menarik. Rokok kretek pertama Djarum merupakan produk lintingan tangan yang dibuat dengan peralatan minim melalui proses pembuatan sederhana. Kretek Kretek Tangan Rokok kretek klasik lintingan tangan atau disebut juga Sigaret Kretek Tangan (SKT) masih dibuat di Djarum kuno dengan metode linting tangan oleh sekitar 60.000 pekerja terampil di pabrik kami di Kudus.

Rasa yang kaya dan kenikmatan jangka panjang yang dihadirkan oleh merek-merek tersebut terus menjamin popularitasnya di kalangan pecinta rokok kretek. Kretek Kretek Mesin Rokok kretek kretek mesin, disebut juga dengan Mesin Kretek Mesin (SKM), diperkenalkan pada tahun 1970 untuk memenuhi permintaan akan pengalaman merokok kretek yang lebih canggih, bersaing dengan mesin buatan merek Barat pada saat itu. Mesin linting rokok kretek Djarum diproduksi dengan proses full otomatis dengan menggunakan mesin berteknologi tinggi.

Tabel 4.1  Ha
Tabel 4.1 Ha

Analisis Hasil Pre-Test

  • Uji Reabilitas
  • Uji Normalitas

Dari 100 data yang ada atau berdasarkan 100 responden yang mengisi kuesioner, peneliti hanya mengambil 20 data dari masing-masing kelompok responden yang merupakan bukan perokok, perokok LA Lights dan perokok merek lain. Hal ini dilakukan agar terdapat keseragaman jumlah data pada masing-masing kelompok yang diteliti, yakni kelompok bukan perokok, perokok LA Lights, dan perokok merek lain. Pada tabel 4.10 terlihat item-item variabel di atas menunjukkan nilai r hitung lebih besar dari 0,361, sehingga dapat dikatakan pernyataan di atas dapat dinyatakan valid sehingga dalam hal ini penelitian ini dapat dilanjutkan.

Dasar pengambilan keputusan adalah jika: Alpha Cronbach > 0,6 (Construct reliabel) Alpha Cronbach < 0,6 (Construct tidak reliabel) Berikut tabel hasil uji reliabilitas: No. Pada Tabel 4.11 terlihat hasil uji reliabilitas dengan Koefisien Cronbach Alpha di atas sebesar 0,964 (>0,6), sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk mengukur konstruk dalam penelitian adalah konsisten. dan konstruksi dalam penelitian ini dapat diandalkan. Nilai Kolmogorov Smirnov sebesar 0,116 dan signifikan pada 0,200 berarti Ho diterima dimana sisa data berdistribusi normal.

Tabel 4.10  Hasil Pengolahan Uji Validitas Pre-Test
Tabel 4.10 Hasil Pengolahan Uji Validitas Pre-Test

Analisis Hasil Data Penelitian 1 MANOVA 1 MANOVA

Ho : Matriks varians-kovarians antara kelompok bukan perokok, perokok LA Lights, dan perokok merek lain adalah homogen. Ha: Matriks varians-kovarians antara kelompok bukan perokok, perokok LA Lights, dan perokok merek lain adalah heterogen. Dari hasil tersebut juga terlihat bahwa p-value statistik uji F signifikan sebesar 0,323 yang berarti tidak ada hubungan antara kelompok responden dengan kedua variabel dependen yaitu iklan produk dan iklan acara.

Hasil penelitian menunjukkan indikasi tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap model, dari hasil tersebut juga terlihat bahwa p-value statistik uji F signifikan sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan antar kelompok responden. dan dua variabel terikat yaitu iklan produk dan iklan acara. Dari hasil tersebut juga terlihat bahwa p-value statistik uji F signifikan sebesar 0,100 yang berarti tidak ada hubungan antara kelompok responden dengan kedua variabel dependen yaitu iklan produk dan iklan acara. Sedangkan p-value iklan acara sebesar 0,033 maka Ho2 ditolak atau dengan kata lain varians antara 3 kelompok kategori responden untuk tanggapan iklan acara adalah heterogen.

Tabel 4.15  Hasil Pengolahan Multivariate Test
Tabel 4.15 Hasil Pengolahan Multivariate Test

Implikasi Manajerial

Dari kedua tabel di atas terlihat bahwa pada kelompok perokok LA Lights, ciri-ciri yang menonjol atau dapat menggambarkan iklan produk adalah agresif dan stylish. Dari dua tabel di atas terlihat bahwa pada kelompok perokok merek lain, ciri-ciri yang menonjol atau dapat menggambarkan iklan produk adalah energik dan sarkastik.

Tabel 4.21 IKLAN PRODUK PADA  PEROKOK LA LIGTHS 
Tabel 4.21 IKLAN PRODUK PADA  PEROKOK LA LIGTHS 

Kesimpulan

PERBANDINGAN PEMBENTUKAN BRAND IMAGE BERDASARKAN KELEMBABAN PRODUK DAN DUKUNGAN IKLAN PADA EVENT: STUDI KASUS LA LIGHTS PT. S dari Indonesia Banking School mohon bantuannya dalam mengisi kuesioner ini. Kuesioner ini hanya ditujukan untuk tugas akhir atau skripsi. Data Anda akan dijaga kerahasiaannya oleh saya (pewawancara). Sebelum Anda mulai mengisi kuesioner di bawah ini, perhatikan cuplikan iklan di bawah ini: A. Acara Iklan –​​LA Lights Concert Bruno Mars http://www.youtube.com/watch?v=TDajPZxdDJc Deskripsi: > STS ( sangat tidak setuju) > SS (sangat tidak setuju) Setuju) Catatan: Responden yang mengisi kuesioner ini adalah responden yang familiar dengan merek L.A. Lights.

Saat Anda melihat iklan produk, beri nilai berapa Anda ingin membeli LA Lights Sampoerna dengan skala 1 hingga 7. Saat Anda melihat iklan produk, berapa banyak Anda ingin membeli LA Lights Sampoerna lagi dengan skala 1 hingga 7. PERTANYAAN UNTUK SURVEYOR (Isi sesuai respon anda terhadap iklan event yang pernah anda lihat!Iklan Event - Konser LA Lights Bruno Mars).

Setelah melihat iklan event, berapa besar keinginan anda untuk membeli LA Lights Sampoerna pada skala 1 – 7. Setelah melihat iklan event, berapa besar keinginan anda untuk membeli LA Lights Sampoerna lagi pada skala 1 – 7.

Pendidikan

Pengalaman Kerja

Gambar

Gambar 2.2  Proses Komunikasi Periklanan
Tabel 2.1.a Strategi Pesan Iklan
Tabel 2.1.b Strategi Pesan Iklan  Objectives :
Gambar 2.3  Proses Komunikasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Teknik analisis data yang pertama menggunakan uji beda rata- rata dua sampel independen untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan sikap terhadap iklan Magnum di media

Pada bank non devisa kepemilikan manajemen memiliki nilai rata-rata sebesar 1,37%, hal ini berarti nilai rata-rata lebih kecil daripada nilai standar deviasi yang

Nilai tersebut dapat membuktikan hiopotesis diterima, yang berarti bahwa “Ada pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial antara variabel promosi terhadap keputusan

menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) untuk Ukuran Perusahaan (size) pada perusahaan sektor pertambangan adalah sebesar 1,0767, yang berarti secara umum rata-rata

Sedangkan hasil paired simple t-test pada kelompok kontrol diperoleh nilai p-value = 0.001 &lt; 0,05, berarti Ho ditolak artinya terdapat perbedaan rata-rata sikap responden

Dari output diatas dapat diketahui nilai t hitung = 13,098 dengan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0.05 maka H0 ditolak, yang berarti Terdapat pengaruh positif

Hasil paired simple t-test pada kelompok kontrol diperoleh nilai p-value = 0.746 &gt; 0,05, berarti Ho diterima artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata sikap

Nilai koefisien pada variabel bebas celebrity endorser X1 sebesar 0,006 yang bertanda positif, berarti bahwa celebrity endorser memiliki pengaruh positif terhadap minat beli konsumen