• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh independensi dan etika profesi internal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh independensi dan etika profesi internal"

Copied!
239
0
0

Teks penuh

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Secara simultan independensi dan etika profesi auditor internal berpengaruh signifikan terhadap mekanisme Good Corporate Governance pada PT. PLN (Persero) Pusat dan Distribusi Jawa Timur. 3) Etika profesi auditor internal tidak berpengaruh signifikan terhadap mekanisme Good Corporate Governance pada PT.

BAB I PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN TEORI

Latar Belakang

Selain menjamin keandalan laporan keuangan, auditor internal merupakan unit yang meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik di perusahaan. Oleh karena itu penulis ingin menganalisis bagaimana pengaruh independensi auditor internal dan etika profesi terhadap GCG pada PT.

Masalah Penelitian .1 Perumusan Masalah .1 Perumusan Masalah

  • Pembatasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Tujuan keseluruhan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui independensi auditor internal dan etika profesi auditor internal dalam kaitannya dengan Good Corporate Governance yang diterapkan di lingkungan PT. Menyadari pengaruh independensi auditor internal dan etika profesi auditor internal sekaligus dalam upaya mewujudkan Good Corporate Governance PT.

Bagi peneliti

Bagi objek penelitian (perusahaan)

Hasil penelitian dapat dijadikan bahan penilaian dan peninjauan terhadap kinerja perusahaan yang tercermin dari penerapan Good Corporate Governance yang dapat dipengaruhi oleh peran dan fungsi audit internal.

Bagi perguruan tinggi

  • Sistematika Penulisan

Bab III : Metodologi Penelitian

  • Tinjauan Pustaka .1 Definisi Audit
    • Klasifikasi Pemeriksaan Audit
    • Klasifikasi Tipe Auditor
    • Definisi Pengendalian internal (Internal Audit)
    • Fungsi Audit Internal
    • Definisi Auditor Internal
    • Karakteristik Auditor Internal
    • Definisi Independensi Auditor Internal
    • Definisi Etika Profesi Auditor Internal
    • Definisi Good Corporate Governance (GCG)
    • Cakupan Pelaksanaan Good Corporate Governance
    • Tujuan Penerapan GCG pada BUMN
    • Faktor-faktor Yang Memepengaruhi Good Corporate Governance
    • Penelitian Terdahulu
  • Rerangka Pemikiran
    • Independensi dan Good Corporate Governance
    • Etika Profesi dan Good Corporate Governance
    • Independensi, Etika Profesi dan Good Corporate Governance
    • Rerangka Pemikiran
  • Pengembangan Hipotesis

Sesuai dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI) disebutkan bahwa audit internal adalah kegiatan yang independen dan obyektif dalam memberikan keyakinan dan konsultasi (kepada manajemen entitas).Dari ketiga ruang lingkup tugas tersebut di atas, audit internal Fungsinya dapat didefinisikan secara lebih rinci seperti yang telah dijelaskan sebelumnya oleh Agoes bahwa auditor internal adalah auditor yang bekerja pada perusahaan yang diauditnya.

Dalam SPAI didefinisikan bahwa etika profesi merupakan standar perilaku yang menjadi pedoman bagi seluruh auditor internal. Standar perilaku yang terkandung di dalamnya menjadi prinsip dasar yang harus diterapkan oleh auditor internal dalam melakukan proses audit internal. Auditor internal harus menunjukkan loyalitas (loyalitas) terhadap organisasinya (entitas) atau kepada pihak yang dilayaninya (manajemen).

Dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Gusnardi (2006) yang melakukan penelitian mengenai dampak fungsi audit internal dalam upaya penerapan GCG. Selain itu, penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Sari dan Raharja (diakses Oktober 2012) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara peran audit internal terhadap penerapan GCG di BLU. Penelitian ini mengkaji fungsi audit internal ditinjau dari persepsi, efektivitas dan evaluasi audit internal yang telah dilaksanakan di perusahaan.

Hasil penelitian ini memberikan jawaban atas pertanyaan penelitian mengenai risiko bisnis dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas fungsi audit internal. Faktor audit internal yang diuji adalah empat fungsi audit internal yang dijelaskan dalam variabel.

Berdasarkan uraian penelitian terdahulu yang terlampir di atas, maka hubungan antar variabel yaitu variabel bebas (X1 dan

Terdapat pengaruh independensi internal auditor terhadap Good Corporate Governance

Tidak terdapat pengaruh etika profesi internal auditor terhadap Good Corporate Governance

Terdapat pengaruh simultan antara independensi internal auditor serta etika profesi internal auditor terhadap Good Corporate

Objek Penelitian .1 Responden Penelitian

  • Tempat Penelitian
  • Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh independensi dan etika profesi auditor internal terhadap Good Corporate Governance pada entitas BUMN. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur yang berkedudukan di Surabaya, sebagai suatu badan BUMN yang ditunjuk oleh penulis sebagai objek penelitian. Alasan pemilihan objek penelitian telah dijelaskan sebelumnya oleh penulis pada BAB I pada bagian latar belakang.

Penulis telah meminta izin kepada Satuan Pengawasan Internal di kedua PLN tersebut, untuk mengakses data-data yang diperlukan dan menjalin hubungan dengan pihak-pihak tersebut, untuk menyebarkan kuesioner kepada auditor internal yang bekerja di kedua PLN tersebut.

Definisi dan Operasionalisasi Variabel Penelitian .1 Variabel Penelitian

  • Variabel Terikat
  • Variabel Bebas
  • Operasionalisasi Variabel

Dalam penelitian ini ditentukan bahwa variabel independen yang diteliti terdiri dari dua variabel, yaitu independensi auditor internal (disebut X1) dan etika profesi auditor internal (disebut X2). Daniri mendefinisikan GCG sebagai suatu sistem yang membentuk pola dan hubungan yang digunakan oleh setiap badan usaha. Kedua, akuntabilitas diartikan sebagai kejelasan struktur, fungsi, tanggung jawab dan tugas yang dilaksanakan oleh masing-masing badan usaha.

Rincian tugas masing-masing organ dan karyawan perusahaan ditetapkan dengan jelas dan sejalan dengan visi, misi, dan strategi perusahaan. Setiap badan perusahaan dan karyawan mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Setiap badan usaha selalu berpegang teguh pada etika bisnis dan kode etik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Setiap badan usaha senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, setiap badan perusahaan bebas dari benturan kepentingan atau pengaruh unsur internal perusahaan. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, setiap badan perusahaan bebas dari benturan kepentingan atau pengaruh unsur eksternal perusahaan.

Independensi Internal Auditor

Dijelaskan dalam SPAI bahwa independensi audit internal dapat dicapai melalui dua kriteria, yaitu independensi organisasi dan objektivitas individu. SPAI menjelaskan independensi organisasi diartikan sebagai menempatkan fungsi audit internal pada posisi yang memungkinkan audit internal menjalankan fungsi dan memenuhi tanggung jawabnya. Independensi organisasi juga dikatakan dapat meningkat jika fungsi audit internal dapat memiliki akses komunikasi yang memadai kepada Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.

Kepala fungsi audit internal bertanggung jawab kepada individu dalam organisasi tempatnya bekerja, dalam hal orang tersebut mempunyai kewenangan untuk meningkatkan independensi audit internal. Kepala fungsi audit internal melapor kepada manajemen dan dewan pengawas organisasi, dan secara administratif juga kepada presiden dan direktur. Komunikasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan saling pengertian antara kepala fungsi audit internal dengan pengurus dan dewan pengawas organisasi.

Untuk komunikasi langsung, kepala fungsi audit internal dapat dilibatkan dalam rapat pengurus dan dewan pengawas organisasi. Independensi akan meningkat apabila pengangkatan dan pemberhentian kepala fungsi Audit Internal dibahas dan disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. Fungsi audit internal harus menetapkan kebijakan yang menunjukkan komitmen untuk mencegah konflik kepentingan dan mengungkapkan aktivitas apa pun yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.

Etika Profesi Internal Auditor

  • Metode Pengumpulan Data
    • Jenis Data dan Data yang Dihimpun
    • Populasi dan Metode Pengambilan Sampel
    • Sifat Penelitian
    • Teknik Pengumpulan Data
  • Metode Analisis Data
    • Teknik Pengolahan Data
    • Analisis Regresi Berganda
    • Uji Kualitas Data
    • Uji Asumsi Klasik Model Regresi Berganda
    • Uji Hipotesis

Suharsaputra menjelaskan instrumen penelitian adalah alat yang digunakan dalam penelitian sebagai perantara (penghubung) antara subjek penelitian dan objek penelitian (sebagai penghubung antara konsep penelitian dan data penelitian). Kuesioner yang digunakan dalam penelitian meliputi pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan variabel independen dan dependen penelitian. Dengan menggunakan rumus Slovin yang dijelaskan oleh Suharsaputra, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 auditor internal dengan tingkat kepercayaan 95% dan alpha (α) sebesar 5.

Hal ini dimungkinkan, seperti yang juga dijelaskan Sekaran dan Bougie, populasi yang digunakan dalam penelitian adalah populasi yang homogen yaitu auditor internal. Dalam penelitian tersebut penulis menjelaskan pengaruh variabel independen penelitian (X1 dan X2) yaitu independensi dan etika profesi auditor internal terhadap variabel dependen penelitian (Y) yaitu good Corporate Governance (GCG). Data sekunder dalam penelitian ini merupakan teori-teori dan informasi-informasi yang telah diperoleh sebelumnya dari penelitian-penelitian sebelumnya.

Pengumpulan data sekunder yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan mencari teori-teori yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor item pernyataan dengan total skor variabel Sunyoto. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan metode One Shot (hanya satu kali pengukuran), yaitu mengukur reliabilitas dengan cara membagikan kuesioner kepada responden sebanyak satu kali, kemudian hasil skornya diukur menggunakan program SPSS, dengan fasilitas Cronbach alpha (a). .

  • Pengujian Simultan (Uji F)
  • Pegujian Koefisien Determinasi (Adjusted R square)
  • Gambaran Umum Obyek Penelitian
    • Gambaran Umum PT. PLN (Persero)
    • Visi, Misi dan Strategi Umum Perusahaan
    • Kegiatan Perusahaan
    • Tata Kelola Berkelanjutan
    • Gambaran Umum Satuan Pengawas Internal (SPI) PT. PLN (Persero)
  • Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian
    • Statistik Deskriptif
    • Analisa Hasil Uji Validitas
    • Analisa Hasil Uji Reliabilitas
    • Analisa Uji Asumsi Klasik
    • Analisa Regresi Linier Berganda
  • Analisis Uji Hipotesis 1 Pengujian Parsial (Uji t)

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data primer diolah oleh penulis (2012). Hal ini menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga seluruh item pernyataan pada kuesioner penelitian berkorelasi positif dengan total skor variabel. Dari pengukuran tersebut dapat dipastikan bahwa pernyataan-pernyataan yang disajikan dalam penelitian untuk mengukur independensi auditor internal dapat menghasilkan kurang lebih 83,2% jawaban yang sama dengan penelitian ini, apabila pernyataan-pernyataan tersebut diuji ulang.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa pernyataan yang mengungkapkan variabel etika profesi auditor internal dapat diandalkan. Dapat dipastikan bahwa pernyataan yang disajikan dalam penelitian untuk mengukur etika profesi auditor internal dapat menghasilkan sekitar 90,8% tanggapan yang sama dengan penelitian ini, jika pernyataan tersebut diuji ulang. Hal ini menjadi dasar Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga setiap pernyataan dalam kuesioner dinyatakan reliabel dan dapat diuji ulang.

Hal ini menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti data variabel independen (X) dan data variabel dependen (Y) dalam persamaan regresi berdistribusi normal. Analisis regresi merupakan analisis yang umum digunakan dalam penelitian untuk mengukur ada tidaknya pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), Sunyoto (2011; 1). Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian dua sisi yaitu pengujian yang mempunyai dua rentang penolakan yang baik.

Analisis pengujian ini adalah untuk melihat pengaruh (positif dan negatif) variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut analisis uji parsial variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), yang dinyatakan dalam bentuk hasil SPSS. Berdasarkan perhitungan uji t dengan menggunakan SPSS maka uji parsial akan diuraikan sebagai berikut.

Untuk menghitung persamaan antara t hitung dan t tabel, perlu dihitung derajat kebebasan (df) dengan rumus = n-P-1, sehingga diperoleh df. Untuk variabel independensi auditor internal diperoleh nilai t hitung sebesar 5,006, dimana dari angka tersebut dapat disimpulkan bahwa t hitung > t tabel. Hal ini menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan auditor internal terhadap GCG.

Dengan menggunakan kedua perhitungan di atas maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan independensi auditor internal terhadap GCG. Hal ini sejalan dengan teori yang telah dijelaskan sebelumnya pada BAB II bahwa independensi auditor internal berpengaruh signifikan terhadap realisasi GCG.

  • Pengujian Simultan (Uji F)
  • Pegujian Koefisien Determinasi (R 2 )
  • Analisis Penulis
    • Pengaruh Independensi dan Etika Profesi Internal Auditor Secara Bersama- sama Terhadap Good Corporate Governance PT. PLN (Persero) Pusat dan
    • Pengaruh Etika Profesi Internal Auditor Terhadap Good Corporate Governance
  • Implikasi Manajerial
  • Kesimpulan
  • Saran

Dengan menggunakan persamaan tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara independensi auditor internal dan etika profesi auditor internal terhadap GCG (Ho: b1,b2 ≠ 0). Hal ini menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh independensi auditor internal dan etika profesi auditor internal terhadap GCG secara simultan. Dengan menggunakan kedua perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara independensi auditor internal dan etika profesi auditor internal terhadap GCG.

Good Corporate Governance dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu independensi auditor internal dan etika profesi auditor internal. Dari kriteria hipotesis tersebut ditemukan adanya pengaruh simultan independensi dan etika profesi auditor internal terhadap GCG pada objek penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa independensi dan etika profesi auditor internal secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penerapan GCG di PT.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari etika profesi auditor internal terhadap good corporate governance. Selain itu, hal ini membuktikan bahwa etika profesi auditor internal tidak menjadi bagian dominan dalam profesionalisme auditor internal untuk meningkatkan GCG. Sementara itu, independensi auditor internal dan etika profesi auditor internal berpengaruh signifikan terhadap tata kelola perusahaan yang baik.

Referensi

Dokumen terkait