Berjudul: Pengaruh Intensitas Membaca Al Quran Terhadap Perilaku Religius Siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Jadi terdapat pengaruh intensitas membaca Al Quran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Intensitas Membaca Alquran
Begitupun dengan santri, jika ingin mendapat keberkahan yang sama tentu harus menggunakan cara yang sama, yaitu rutin membaca Al-Qur'an. Hal inilah yang mendasari diadopsinya adab membaca Al-Qur’an sebagai dimensi intensitas membaca Al-Qur’an yang dipandang perlu.
Perilaku Keagamaan
Oleh karena itu, setiap muslim diperintahkan untuk selalu menjadi muslim, baik dalam berpikir, berperilaku, dan bertindak. Oleh karena itu, religiusitas yang baik akan mendatangkan jiwa yang sehat pada setiap individu dan membentuk kepribadian yang kuat dan seimbang. Dimensi experiential (keterlibatan pengalaman) merupakan bagian afektif dalam agama, yaitu keterlibatan emosional dan sentimental dalam pelaksanaan ajaran (religious feeling), dimensi ini mengacu pada pengalaman perasaan, persepsi dan perasaan yang dialami oleh seseorang atau didefinisikan oleh seseorang. kelompok. .
Oleh karena itu, setiap umat Islam harus berpedoman pada nilai dan norma ajaran Islam, baik dalam berpikir, berperilaku, dan bertindak. Oleh karena itu, kehidupan berkeluarga hendaknya menghindari hal-hal yang memberikan pengalaman atau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang akan merugikan perkembangan kehidupan anak kelak di usia dewasa. Oleh karena itu, pendidikan agama lebih menitikberatkan pada bagaimana membentuk kebiasaan-kebiasaan yang sejalan dengan syarat agama.
Oleh karena itu, anak dalam kondisi seperti ini menjadi tanggung jawab lingkungan masyarakat (petugas hukum, pimpinan formal dan informal serta organisasi kepemudaan) yang berperan membimbing dan mendidik mereka.
Pengaruh Intensitas Membaca Alquran Terhadap Perilaku Keagamaan Siswa
Tidak mudah untuk terjebak dalam kesenangan dan persetubuhan bebas, karena kebiasaan ini menguras seluruh kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan. Siswa yang telah mempunyai landasan keimanan yang kuat yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an akan mampu menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran Al-Qur’an. Jika mereka mengalami kesalahan dalam bersosialisasi, setidaknya mereka akan langsung mengingat apa yang dilarang dan apa yang harus dilakukan sebagaimana diatur dalam ajaran Islam.
Penelitian Terdahulu
Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap”, yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas puasa Senin Kamis dengan perilaku keagamaan santri di Pondok Pesantren El-Bayan, dengan angka korelasi sebesar 0,28 dan 0,37. penyuluhan berperan penting dalam meningkatkan intensitas puasa senin sampai kamis dan perilaku keagamaan Imronah (Mahasiswa Fakultas Tarbiyah NIM IAIN Walisongo Semarang yang berjudul : “Pengaruh Intensitas Sholat Berjamaah Terhadap Perilaku Sosial Keagamaan Siswa Kelas V dan VI MI Tambaksari Kec.
Kendal Tahun Pelajaran Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara intensitas salat berjamaah terhadap perilaku sosial keagamaan yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (ro = 0,977) lebih besar dari korelasi pada tabel (rt = 0,217) ) pada taraf signifikansi 5% dan taraf signifikansi 1% yaitu (rt = 0,283). Sussiyanti (Mahasiswa Fakultas Tarbiyah NIM IAIN Walisongo dengan judul : “Pengaruh Intensitas Membaca Al Quran Terhadap Kecerdasan Spiritual Santri Di Pondok Pesantren Tahafudzul Quran (PPTQ) Purwoyoso Ngaliyan Semarang.” Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan adanya pengaruh positif antara intensitas membaca Al-Quran terhadap kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Tahaffudzul Quran Ngaliyan Semarang, dibuktikan dengan hasil perhitungan analisis regresi satu prediktor dengan metode skor.Tesis yang disusun peneliti berbeda dengan sebelumnya Penelitian, selain tempat penelitian, sumber dan waktu juga berbeda karena penelitian ini lebih fokus pada pengaruh intensitas membaca Al-Qur'an terhadap perilaku beragama.
Kerangka Pikir
Hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara intensitas membaca Al-Quran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Hipotesis nol (Ho) dalam penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara intensitas membaca Al-Quran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas membaca Alquran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar.
Penelitian ini bersifat deskriptif-korelasi yang bertujuan untuk menguji pengaruh intensitas membaca Alquran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih. Sesuai dengan metode penelitian yang telah dijelaskan di atas, maka desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional.
Berdasarkan sifat dan jenis hipotesis yang dicari adanya pengaruh intensitas membaca Al-Qur'an terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar.
Definisi Operasional Variabel
Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probabilitas atau determinasi yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Oleh karena itu sampel penelitian ini adalah kelas VIII SMP IT AL-FIKRI Makassar yang berjumlah 20 siswa. Menurut Hadi (2015) menjelaskan bahwa, “kuesioner adalah sekumpulan pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau diisi oleh responden.”23.
Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh nama siswa, jumlah siswa, hasil KKM dan hasil ulangan harian Kelas VIII SMP IT AL-FIKRI Makassar.
Teknik Analisis Data
Identitas Sekolah
Terbentuknya lingkungan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas keagamaan peserta didik dan mewujudkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Assunnah dalam kehidupan sehari-hari.
Guru SMP IT AL-FIKRI MAKASSAR
Langkah awal dalam penelitian ini adalah dengan memberikan angket kepada siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar untuk mengetahui seberapa jauh intensitas membaca Al-Quran dan angket kepada siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar untuk mengetahui seberapa baik intensitas membaca Al-Quran yang dilakukan. derajat perilaku keagamaan. Hasil analisis statistik deskriptif bertujuan untuk mendapatkan gambaran besarnya pengaruh intensitas membaca Al-Qur’an terhadap perilaku keagamaan santri, maka berikut poin statistik pengaruh intensitas membaca Al-Qur’an 'an tentang agama. akan disajikan perilaku siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Untuk menguji dan mendeskripsikan hubungan variabel independen dengan variabel dependen dalam penelitian ini, pada bagian ini akan disajikan deskripsi data masing-masing variabel berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.
Berdasarkan data pada tabel analisis statistik deskriptif, skor intensitas membaca Al-Quran menunjukkan jumlah sampel 20 orang, nilai mean atau rata-rata 64,10, nilai median 64,40, nilai standar deviasi 5,665, variance nilainya adalah 32,095, dengan rentang skor 19, nilai terendah atau minimum adalah 56 dan nilai tertinggi atau maksimum adalah 75 sedangkan nilai. Berdasarkan skor yang diperoleh dari angket penelitian untuk variabel intensitas membaca Al-Qur'an, hasil yang diperoleh dari analisis data menunjukkan bahwa skor intensitas membaca Al-Qur'an terendah adalah 20 dan skor tertinggi adalah 100 dengan rentang dari 20-100. Pengelompokan data dalam tabel distribusi frekuensi didasarkan pada skala Likert yang digunakan dalam penilaian persepsi responden terhadap pernyataan dan/atau pertanyaan yang diberikan dalam penelitian.
Hasil Analisis Statistik Inferensial
Analisis statistik inferensial dalam hal ini menggunakan uji sampel independen dimaksudkan untuk menjawab hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Sebagai syarat untuk menyelesaikan uji tersebut terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas untuk mengetahui populasi berdistribusi normal atau tidak dan uji homogenitas untuk mengetahui populasi diterima atau ditolak. Uji normalitas dilakukan terhadap nilai masing-masing kelompok untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak.
Semua analisis dilakukan dengan menggunakan Statistical Computer Product and Service Solutions (SPSS) versi 21 dengan Kolmogorov-Smirnov One Sample Test. Perhitungan dengan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 21 diperoleh hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov One Sample Test pada variabel (X) atau intensitas membaca Al Quran sebesar 0,797 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.05 , nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas nilai (sig) atau 0.797 > 0.05 sedangkan variabel (Y) atau perilaku keagamaan siswa sebesar 0.931 dengan tingkat signifikansi 0.05, nilai ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig) adalah atau 0,931 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai angket intensitas membaca Alquran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar berdistribusi normal.
Uji Homogenitas
Hal ini menunjukkan bahwa nilai angket intensitas membaca Al-Quran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar berdistribusi normal. intensitas membaca Al-Quran dan perilaku keagamaan siswa) berbeda (heterogen). Berdasarkan hasil pengujian diketahui nilai signifikansi (Sig) variabel intensitas membaca Al-Quran kelas (Y) berdasarkan variabel perilaku keagamaan siswa (X) = 0,127 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data pengaruh intensitas membaca Al-Quran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar mempunyai varian yang sama.
Uji Hipotesis
Kriteria pengambilannya adalah jika t tabel < t hitung t tabel < maka Ha diterima dan H0 ditolak. Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita salah mengambil resiko dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak 5. Jika t hitung > t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak ada pengaruh apapun. tentang intensitas membaca Alquran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makasar.
Hasil Analisis Pengaruh Intensitas Membaca Alquran terhadap perilaku keagamaan siswa perilaku keagamaan siswa
Besarnya pengaruh intensitas membaca Al-Qur’an terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar dapat dibuktikan melalui tes inferensial. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini secara teoritis juga terdapat hubungan antara intensitas membaca Al-Qur’an dengan perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Hipotesis alternatif (H1) yang berbunyi: Terdapat intensitas membaca Al-Qur’an terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar dengan demikian diterima.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa intensitas membaca Al-Quran mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Hipotesis alternatif (H1) diterima, yang berbunyi: terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas membaca Al-Quran terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar. Dapat dikatakan bahwa intensitas membaca Alquran berpengaruh terhadap perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar.
Dengan kata lain intensitas membaca Al-Qur’an dengan perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar adalah positif yang artinya pengaruhnya signifikan dan kontribusinya nyata.
Saran
Intensitas membaca Al-Qur'an siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar dengan nilai rata-rata 64,10 termasuk dalam kategori “sedang”. Perilaku keagamaan siswa SMP IT AL-FIKRI Makassar dengan nilai rata-rata 70,25 termasuk dalam kategori “baik” berada pada rentang 61-80. Bagi sekolah, sekolah harus menambahkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan perilaku keagamaan dan menjadwalkannya secara rutin.
Bagi para pelajar, sering kali perlu membaca dan memahami makna Al-Qur'an, serta berusaha menerapkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk kepribadian Al-Qur'an.
IDENTITAS RESPONDEN
PETUNJUK PENGISIAN
11 Kamu tidak mengikuti nasihat orang tuamu karena mereka tidak berpengalaman dan memahami masalahmu.