PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kualitas tenaga kerja pada kegiatan manufaktur dipengaruhi oleh peningkatan investasi yang ditanamkan pada suatu industri karena adanya permintaan. Investasi tidak hanya untuk memaksimalkan output, namun untuk menentukan distribusi tenaga kerja dan distribusi pendapatan. Dengan menciptakan kesempatan kerja atau kesempatan kerja dalam rangka pembangunan ekonomi khususnya lapangan kerja, sebaiknya diarahkan pada pengembangan industri khususnya di lapangan kerja, lapangan kerja dapat tercipta jika ada investasi, namun juga berujung pada peningkatan investasi pada sektor padat karya. sehingga dengan dana investasi yang terbatas dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif.
Secara teori, semakin tinggi investasi yang ditanamkan pada suatu perusahaan maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam menyerap tenaga kerja, dan apabila tenaga kerja tersebut dapat terserap maka semakin besar pula pendapatan yang diperoleh. 12.556.773 dan penyerapan tenaga kerja bertambah 1.278 orang, hal serupa juga terjadi pada tahun 2011 dimana investasi meningkat menjadi Rp. disusul juga dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.902 orang, maka pada tahun 2014 terjadi peningkatan investasi sebesar Rp.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Dampak Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Di Kabupaten Gowa”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Investasi
- Pengertian Investasi
- Tujuan Investasi
- Tipe-tipe Investasi
- Fungsi Investasi
- Penyerapan Tenaga Kerja
- Pengertian Tenaga Kerja
- Jenis-jenis Tenaga Kerja
- Sektor Industri dan Industri Kecil
- Sektor Industri
- Industri Kecil
- Peran dan Bentul-bentuk Usaha Kecil
- Manfaat dan Pengembangan Industri Kecil
- Teori Industrialisasi
- Tinjauan Empiris
- Kerangka Konsep
- Hipotesis
Menurut Koncoro (2002), lapangan kerja adalah banyaknya lapangan pekerjaan yang terisi, yang tercermin dari banyaknya orang yang dipekerjakan. Penyerapan tenaga kerja adalah sejumlah tertentu tenaga kerja yang digunakan dalam suatu unit usaha. Penyerapan tenaga kerja berkaitan dengan banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau instansi tertentu; Permintaan tenaga kerja ini dipengaruhi oleh perubahan tingkat upah dan perubahan faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat permintaan suatu produksi.
Dengan demikian, mengacu pada uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa permintaan tenaga kerja adalah hubungan umum antara tingkat upah yang berbeda dengan jumlah pekerja yang diminta untuk dipekerjakan. Namun harus kita sadari bahwa jumlah tenaga kerja yang besar tersebut sebenarnya merupakan fenomena yang cukup mengkhawatirkan bagi negara besar ini. Jumlah tenaga kerja yang besar menjadi permasalahan utama karena banyaknya angkatan kerja tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja atau kebutuhan tenaga kerja pada industri.
Terlebih lagi karena sebagian besar tenaga kerja Indonesia belum memiliki keterampilan yang memadai untuk melakukan kegiatan industri. Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memperoleh suatu keahlian atau keterampilan dalam suatu bidang karena pendidikan atau pekerjaan formal dan informal. Pekerja terlatih adalah pekerja yang mempunyai keahlian pada bidang tertentu yang diperoleh melalui pengalaman kerja.
Pekerja tidak terampil dan tidak terampil adalah pekerja tidak terampil yang hanya mengandalkan tenaga kerja. Dalam penelitian ini penyerapan tenaga kerja diukur dengan menggunakan indikator tingkat pengangguran dan tingkat penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Investasi pada sektor industri kecil dan menengah mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kota Samarinda, karena investasi pasti akan berdampak pada penyerapan lapangan kerja, walaupun sudah ada peralatan (mesin produksi) namun yang pasti dibutuhkan tenaga kerja manusia untuk itu. melakukannya, beroperasi dengan benar. bekerja.
Pengaruh Jumlah Usaha, Nilai Investasi dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Menengah Di Kabupaten Pinrang. Berdasarkan teori Keynes, investasi dan lapangan kerja mempunyai korelasi positif, yaitu semakin tinggi investasi maka semakin tinggi pula penyerapan tenaga kerja. Variabel bebas yang diperkirakan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja selanjutnya akan dianalisis melalui regresi sederhana kemudian diambil kesimpulan dan selanjutnya disarankan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh positif yaitu penyerapan tenaga kerja pada industri kecil di daerah tersebut.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka hipotesis penelitiannya adalah “Investasi diyakini berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri kecil di Provinsi Gowa”.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Defenisi Operasional variabel dan Pengukuran
- Penelitian dan Desai Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Oleh karena itu, sampel dalam penelitian ini didasarkan pada variabel yang digunakan yaitu data investasi dan serapan tenaga kerja selama lima tahun terakhir. Dari Tabel 4.3 diketahui bahwa penyerapan tenaga kerja pada industri kecil di Kabupaten Gowa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh peningkatan produksi yaitu penggunaan mesin yang lebih sedikit, sedangkan penyerapan tenaga kerja meningkat.
Hal ini akan membuka penyerapan tenaga kerja dan sebaliknya jika pendapatan masyarakat turun maka daya beli masyarakat juga akan rendah sehingga pengusaha akan mengurangi produksi dan jumlah tenaga kerja. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai tingkat signifikan ɑ (0,05) > Signifikansi (0,018), setelah itu H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara investasi terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri kecil. Penelitian lain yang juga membuktikan adanya hubungan positif yang kuat antara investasi dan penyerapan tenaga kerja pada industri kecil, temuan ini didukung oleh penelitian Ferdiansyah (2011) yang berjudul “Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja”.
Jadi terlihat bahwa investasi merupakan variabel yang sangat penting untuk meningkatkan lapangan kerja karena. Variabel investasi dalam penelitian ini mempunyai tanda positif yang signifikan, hal ini disebabkan karena pemerintah mampu menciptakan investasi yang tinggi dan menciptakan serapan tenaga kerja yang besar dan berkualitas. Investasi yang tinggi dan lapangan kerja yang tinggi juga akan memungkinkan masyarakat secara umum menjadi sejahtera.
Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti sangat berpengaruh antara investasi dengan penyerapan tenaga kerja pada industri kecil. Pengaruh Jumlah Usaha, Nilai Investasi dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Menengah Di Kabupaten Pinrang Tahun 2001-2011. Analisis Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2015 (Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2009-2013).
Pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan kesejahteraan sosial pada provinsi di Indonesia. Universitas Tanjungpura jurusan ekonomi. Pengaruh investasi pada industri kecil dan menengah terhadap penyerapan tenaga kerja di kota Samarinda. Universitas Brawijaya, Fakultas Ekonomi dan Administrasi Bisnis.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Kabupaten Gowa
- Kondisi Geografis
- Keadaan Demografis
- Keadaan Jumlah Penduduk Kabupaten Gowa
- Peningkatan Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja Pada
Wilayah administratif Kabupaten Gowa terdiri dari 18 kelurahan dan 167 desa/kelurahan dengan luas kurang lebih 1.883,33 kilometer persegi atau setara dengan 3,01 persen dari total luas wilayah provinsi Sulawesi Selatan. Dari total wilayah Kabupaten Gowa, 35,30 persen memiliki kemiringan lahan di atas 40 derajat, yakni di Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya, dan Tompobulu. Jumlah penduduk Kabupaten Gowa berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa pada tahun 2019 berjumlah 760.607 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan.
Secara umum, jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki, tercermin dari rasio jenis kelamin sebesar 96,96%, jumlah penduduk perempuan sebanyak 386.182 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki sebanyak 374.425 jiwa. Sejalan dengan data yang ada di Kabupaten Gowa, jumlah penduduk hingga akhir tahun 2019 tercatat sebanyak 772.684 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,66% dibandingkan tahun sebelumnya. Tingginya pertumbuhan penduduk di Kecamatan Sombaopu selain disebabkan oleh tingginya jumlah kelahiran, juga disebabkan oleh semakin banyaknya pendatang dari luar atau maraknya urbanisasi, dimana Kabupaten Gowa menjadi daerah sasaran urbanisasi tersebut. wilayah. warga baik yang berasal dari wilayah Kabupaten Gowa maupun yang berasal dari luar Kabupaten Gowa.
Umumnya sebagian besar warga yang datang ke Kabupaten Gowa bermaksud untuk menuntut ilmu, mencari pekerjaan atau karena padatnya penduduk di Kota Makassar sehingga banyak warga yang memilih tinggal di Kabupaten Gowa. Hal ini dapat dimaklumi karena Kabupaten Gowa merupakan wilayah yang paling dekat dengan ibu kota provinsi yaitu kota Makassar yang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, perkantoran dan kegiatan perekonomian lainnya. Warga yang datang dengan tujuan menuntut ilmu sebagian besar terdiri dari para pelajar yang sedang duduk di bangku perguruan tinggi atau universitas.
Sedangkan warga yang datang untuk mencari pekerjaan biasanya berasal dari desa karena semakin banyaknya pengangguran di pedesaan, dan datang ke kota untuk mencari pekerjaan di sektor industri di perkotaan. Dari tabel 4.1 investasi semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan karena tidak terjadi inflasi, tidak terjadi inflasi pada akhirnya, tidak mempengaruhi tingkat suku bunga dan kondisi makroekonomi sehingga menyebabkan perubahan jumlah investasi. . dilakukan oleh investor. Merupakan kemampuan tenaga masyarakat untuk membeli barang-barang produktif yang menjadi penambah kemampuan produsen dalam penciptaan atau produksi barang dan jasa.
Hal ini akan meningkatkan pendapatan sehingga akan menarik investor untuk berinvestasi pada kondisi jalan yang baik dan sangat dibutuhkan. Pertambahan dan jumlah tenaga kerja juga sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang maju sehingga turut meningkatkan pendapatan masyarakat.
Hasil Penelitian
- Analisis Regresi
- Koefisien Determinasi
- Uji Hipotesi / Uji F
Dari hasil uji F terlihat nilai F sebesar 22,533 dengan nilai signifikansi sebesar 0,018 karena nilai probabilitas atau sig menunjukkan 0,018 < 0,05 maka dari itu model regresi dapat digunakan untuk memprediksi investasi yang secara simultan mempengaruhi pekerjaan. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa tenaga kerja adalah “setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan masyarakat”. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan di atas sesuai dengan pengertian ketenagakerjaan menurut konsep ketenagakerjaan secara umum seperti yang ditulis oleh Payaman J.
Simanjuntak dikutip Lalu Husna bahwa yang dimaksud dengan angkatan kerja atau angkatan kerja adalah penduduk yang sudah atau sedang bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau melakukan pekerjaan lain seperti bersekolah dan mengurus rumah tangga. Dalam praktiknya, definisi bekerja dan tidak bekerja hanya dibedakan berdasarkan batasan usianya saja, dan setiap negara mempunyai batasan usia yang berbeda-beda. Angkatan kerja dan pasar tenaga kerja di sini menjelaskan bahwa sejauh mana penawaran atau pasokan tenaga kerja dalam masyarakat adalah jumlah orang yang menawarkan jasanya dalam proses produksi.
Carissa Lutfi Pratiwi (2017) yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketenagakerjaan Pada Sektor Industri Kecil Menengah Wilayah Kedir” memberikan temuan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel unit usaha terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara makroekonomi, peningkatan investasi akan meningkatkan permintaan agregat dan pendapatan nasional.Peningkatan permintaan agregat ini akan menyebabkan peningkatan kapasitas produktif suatu perekonomian yang kemudian akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan tenaga kerja untuk berproduksi. proses, yang berarti peningkatan kesempatan kerja.
Pembahasan dan Hasil Penelitian
PENUTUP
Kesimpulan
Saran