TEKNIK SIPIL BAGUNAN GEDUNG / 02
”PENGARUH KEDALAMAN PONDASI DAN VARIASI MUKA AIR TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG
TANAH PADA PONDASI DANGKAL”
NURUL CAHYA ARINA/220201600039
METODE PENELITIAN
AGENDA PERSENTASI
Nurul Cahya Arina / 220201600039
01 b.
c.
d.
PENDAHULUAN BAB I Rumusan Masalah
Tujuan
Manfaat Penelitian
01 b.
02 c.
05 d.
PENDAHULUAN BAB I
BAB II
a. Tinjauan Puataka
Penelitian Yang Relevan
Kerangka Berpikir
Hipotesis
01 b.
02 c.
03
PENDAHULUAN BAB I
BAB II
a. Lokasi dan Waktu Penelitian
Desain dan Pengumpulan Data
Definisi Variabel Oprasional
BAB III d. Analisis Data
1 2
4
LATAR BELAKANG
Kekuatan & Kestabilan Struktur Bangunan
Struktur bangunan bergantung pada daya dukung tanah, yang dipengaruhi oleh jenis tanah, kepadatan, kelembaban, dan faktor geoteknik lainnya.
Peran Penting Kedalaman Pondasi
Semakin dalam pondasi diletakkan, semakin besar daya dukung tanah, terutama pada tanah kohesif seperti tanah liat."Kedalaman pondasi yang tepat sangat penting untuk mencegah kegagalan pondasi.
Pengaruh Muka Air Tanah
Meningkatnya muka air tanah dapat menurunkan daya dukung tanah, meningkatkan risiko penurunan tanah dan kegagalan pondasi. Kondisi muka air tanah memengaruhi kestabilan fondasi secara signifikan.
Pemadatan Tanah
Pemadatan tanah meningkatkan daya dukung dengan mengurangi ruang pori. Pemilihan metode pemadatan yang tepat dapat mengoptimalkan kestabilan pondasi.
1 2
4
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengaruh kedalaman pondasi terhadap peningkatan daya dukung tanah, terutama pada tanah kohesif dan non-kohesif?
2. Sejauh mana variasi muka air tanah mempengaruhi daya dukung pondasi dan bagaimana pengaruhnya pada kegagalan geser lokal?
3. Bagaimana bentuk dan ukuran pondasi memengaruhi daya dukung tanah pada berbagai kondisi tanah dan lingkungan?
4. Bagaimana pengaruh penambahan lebar pondasi terhadap daya dukung tanah dan kapan penambahan lebar tersebut memberikan hasil yang optimal?
5. Bagaimana karakteristik pemadatan tanah yang dipengaruhi oleh batas Atterberg dapat digunakan untuk memprediksi daya dukung tanah?
6. Bagaimana metode pemadatan tanah dapat meningkatkan daya dukung tanah dan bagaimana metode tersebut dapat dioptimalkan untuk efisiensi dalam proyek konstruksi?
….
1 2
4
TUJUAN
1. Menganalisis pengaruh kedalaman pondasi terhadap daya dukung tanah pada berbagai jenis tanah kohesif dan non-kohesif.
2. Mengidentifikasi dampak perubahan muka air tanah terhadap daya dukung pondasi, khususnya dalam kondisi kegagalan geser local.
3. Menentukan pengaruh bentuk dan ukuran pondasi terhadap daya dukung tanah pada kondisi lingkungan dan tanah yang berbeda.
4. Menilai pengaruh penambahan lebar pondasi terhadap daya dukung tanah dan menentukan kondisi optimal di mana penambahan lebar pondasi memberikan hasil maksimal.
5. Mengembangkan model prediktif menggunakan batas Atterberg untuk memperkirakan karakteristik pemadatan tanah dan daya dukungnya.
6. Menilai efektivitas metode pemadatan tanah dalam meningkatkan daya
dukung tanah dan menentukan metode optimal yang dapat diterapkan pada
proyek konstruksi.
1
2
3
MANFAAT PENELITIAN
Manfaat Akademis
Manfaat Praktis
Manfaat Sosial dan Ekonomi
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut
:TINJAUAN PUSTAKA
BAB II
Pengertian Muka Air Tanah
Hubungan Muka Air Tanah Dan Pondasi
Pengertian daya dukung tanah
Jenis-jenis daya dukung tanah
Faktor yang mempengaruhi daya dukung tanah
Pengertian pondasi
jenis-jenis pondasi
Faktor penting penentuan pondasi
PENELITIAN YANG RELEVAN
Penelitian M.S. Dixit dan K.A. Patil dalam jurnal "Study Of Effect Of Different Parameters On Bearing Capacity Of Soil" Relevan Dengan Judul "Pengaruh Kedalaman Pondasi Dan Variasi Muka Air Tanah Terhadap Daya Dukung Tanah Pada Pondasi Dangkal"
Penelitian ini menunjukkan bahwa kedalaman pondasi dan posisi muka air tanah memiliki pengaruh besar terhadap kapasitas daya dukung tanah, terutama pada pondasi dangkal. Menurut penelitian mereka, ketika kedalaman pondasi bertambah, daya dukung tanah juga meningkat. Ini terjadi karena semakin dalam pondasi ditanam, tanah di bawahnya menjadi lebih padat dan mampu menahan beban lebih besar.
PENELITIAN YANG RELEVAN
Penelitian Dr. D. Padmini dalam jurnal "Review Of Methods To Predict The Bearing Capacity Of Shallow Foundations" relevan dengan studi "Pengaruh Kedalaman Pondasi Dan Variasi Muka Air Tanah Terhadap Daya Dukung Tanah Pada Pondasi Dangkal" karena membahas metode perhitungan daya dukung pondasi dangkal.
Penelitian Padmini mengevaluasi pengaruh berbagai faktor seperti kedalaman pondasi, beban eksentrik, dan kondisi muka air tanah terhadap kapasitas tanah.
Studi ini juga membandingkan metode eksperimental dan teoritis yang berguna untuk prediksi daya dukung tanah.
PENELITIAN YANG RELEVAN
Penelitian Mukti Maruddin, Zaifuddin, dan Muhammad Ridha Kasim yang berjudul
"Characteristics of Shallow Foundation Carrying Capacity Geotextile Reinforcement Interaction and Soil Density Level" relevan dengan studi "Pengaruh Kedalaman Pondasi dan Variasi Muka Air Tanah terhadap Daya Dukung Tanah pada Pondasi Dangkal".
Penelitian ini mengevaluasi bagaimana interaksi antara geotekstil dan tanah dapat meningkatkan kapasitas daya dukung pondasi dangkal serta mengurangi penurunan (settlement) tanah, yang sangat penting dalam kondisi pondasi dangkal pada tanah yang kurang stabil.
Kaitan yang relevan adalah penelitian ini menyoroti pengaruh kedalaman pondasi dan konfigurasi geotekstil terhadap kapasitas daya dukung tanah.
PENELITIAN YANG RELEVAN
Penelitian oleh Vahed Ghiasi dan Fahime Sohrabi yang berjudul "Optimization of the Bearing Capacity of Shallow Foundation" relevan dengan studi "Pengaruh Kedalaman Pondasi dan Variasi Muka Air Tanah terhadap Daya Dukung Tanah pada Pondasi Dangkal" karena sama-sama mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi daya dukung pondasi dangkal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan optimal terhadap perancangan pondasi dapat secara signifikan meningkatkan stabilitas dan kapasitas pondasi, terutama dalam situasi di mana tanah jenuh air atau kondisi tanah yang tidak ideal turut mempengaruhi performa pondasi.
PENELITIAN YANG RELEVAN
Penelitian oleh Ana Alencar, Rubén Galindo, dan Svetlana Melentijevic dalam jurnal "Influence of the Groundwater Level on the Bearing Capacity of Shallow Foundations on Rock Mass" relevan dengan studi "Pengaruh Kedalaman Pondasi dan Variasi Muka Air Tanah terhadap Daya Dukung Tanah pada Pondasi Dangkal".
Penelitian menemukan bahwa muka air tanah yang lebih tinggi menyebabkan penurunan berat unit tanah dan menurunkan kualitas geoteknis dari batuan, yang pada akhirnya mengurangi daya dukung pondasi. Dalam konteks pondasi dangkal di tanah berbatu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin dalam pondasi ditempatkan relatif terhadap muka air tanah, semakin baik kapasitas daya dukung tanahnya.
KERANGKA BERPIKIR
kedalaman pondasi berperan penting dalam menentukan kapasitas daya dukung tanah. Semakin dalam pondasi diletakkan, semakin besar stabilitas tanah di bawahnya karena tanah yang lebih dalam umumnya lebih padat dan mampu mendistribusikan beban bangunan dengan lebih baik . Namun, variasi muka air tanah memiliki dampak besar terhadap daya dukung tanah, di mana tanah yang jenuh air akan mengalami penurunan kekuatan geser, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pondasi untuk menopang beban bangunan
HIPOTESIS
Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa kedalaman pondasi memiliki pengaruh positif terhadap daya dukung tanah, di mana semakin dalam pondasi ditanam, semakin tinggi kapasitas tanah dalam menahan beban karena lapisan tanah yang lebih padat. Sebaliknya, peningkatan muka air tanah akan mengurangi daya dukung tanah karena tanah yang jenuh air memiliki kekuatan geser yang lebih rendah. Selain itu, penggunaan geotekstil dapat meningkatkan kapasitas daya dukung tanah, terutama pada kondisi tanah yang lemah atau jenuh air, dengan memperkuat stabilitas tanah.
WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
BAB III
Lokasi penelitian dalam jurnal ini dilakukan di sekitar Bandara Aurangabad, yang terletak sekitar 10 kilometer dari Kota Aurangabad, Negara Bagian Maharashtra, India.
penelitian ini dilakukan dalam
beberapa bulan sebelum publikasi pada pertengahan tahun 2012.
DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental untuk menguji pengaruh kedalaman pondasi dan variasi muka air tanah terhadap daya dukung tanah pada pondasi dangkal. Data dikumpulkan melalui uji laboratorium dan pengamatan lapangan, di mana
sampel tanah diuji dengan variasi kedalaman dan posisi muka air tanah. Analisis dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel tersebut, dengan fokus pada stabilitas tanah dan kemampuan menahan beban pondasi. Hasilnya digunakan untuk merumuskan rekomendasi desain pondasi yang optimal.
PENGUMPILAN DATA
EXAMPLE
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-NC
Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi:
•Uji Laboratorium: Mengukur daya dukung tanah dengan variasi kedalaman pondasi dan muka air tanah.
•Pengamatan Lapangan: Mengumpulkan data kondisi tanah di lokasi penelitian, termasuk stabilitas dan kandungan air tanah.
•Pengujian Daya Dukung Tanah: Melibatkan metode seperti Standard Penetration Test (SPT) dan Uji Plate Load untuk mengukur kekuatan tanah menahan beban.
•Variabel yang Dikaji: Kedalaman pondasi, posisi muka air tanah, dan stabilitas tanah terhadap beban pondasi.
DEVINISI VARIABEL OPRASIONAL
REMEMBER Variabel Bebas (Variabel Independen):
1.Kedalaman Fondasi (Kedalaman Pijakan):
1. Mengukur pengaruh perubahan kedalaman fondasi (0.9m, 1.2m, 1.5m, 1.8m) terhadap kapasitas pendukung tanah.
2. Semakin dalam fondasi, semakin besar kapasita 2.Tingkat Air Tanah (Water Table):
1. Mengukur pengaruh variasi ketinggian muka air tanah terhadap kapasitas dukung tana
2. Semakin tinggi muka air tanah, semakin kecil kapasitas dukung karena pengurangan berat jenis tana
DEVINISI VARIABEL OPRASIONAL
REMEMBER Variabel Terkait (Variabel Dependen)
1.Kapasitas Dukung Tanah (Daya Dukung):
1. Variabel utama yang diukur dengan metode Terzaghi dan IS Code, dipengaruhi oleh kedalaman fondasi dan tingkat air tanah.
2.Kapasitas Dukung Tanah Aman (Daya Dukung Aman):
1. Mengukur kapasitas pendukung tanah dengan memperhitungkan faktor keamanan.
Variabel Kontrol (Controlled Variables):
•Jenis tanah, kohesi tanah, sudut gesek dalam, dan kepadatan tanah dipertahankan konstan agar hasil hanya dipengaruhi oleh variabel bebas
ANALISIS DATA
REMEMBER Analisis Deskriptif:
•Tujuan: Menyajikan karakteristik dasar data yang dikumpulkan.
•Hasil: Pengukuran sifat tanah (kohesi, sudut gesek dalam, kepadatan kering, kadar air) pada kedalaman berbeda.
•Tabel: Menunjukkan nilai-nilai tersebut untuk kedalaman pondasi 0.9m, 1.2m, 1.5m, dan 1.8m.
Analisis Komparatif:
•Tujuan: Membandingkan kapasitas dukung tanah pada kedalaman yang berbeda serta dampak perubahan tingkat air tanah.
•Hasil: Peningkatan kedalaman fondasi secara signifikan meningkatkan kapasitas dukung tanah, sementara penurunan tingkat air tanah menunjukkan pengurangan kapasitas dukung.
ANALISIS DATA
REMEMBER Analisis Uji Hipotesis:
•Tujuan: Menguji pengaruh kedalaman pondasi dan posisi tingkat air tanah terhadap kapasitas dukung.
•Hasil: Peningkatan kedalaman pondasi berhubungan positif dengan kapasitas dukung tanah. Sebaliknya, peningkatan tingkat air tanah mengurangi kapasitas dukung.
Analisis Grafik:
•Visualisasi: Hasil pengukuran kapasitas dukung tanah pada berbagai kedalaman dan tingkat air tanah divisualisasikan dalam grafik.
•Tren: Grafik menunjukkan peningkatan kapasitas dukung dengan bertambahnya kedalaman fondasi dan penurunan kapasitas saat air tanah naik.
TEKNIK SIPIL BAGUNAN GEDUNG / 02