Dampak Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Materi SMA Muhammadiyah Limbung Kelas X. Oleh karena itu, berdasarkan hasil observasi tersebut, maka perlu diadakan penelitian yang berjudul Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Kelas X Materi Klasifikasi Makhluk Hidup SMA Muhammadiyah Limbung.
Rumusan Masalah
Tujuan penelitian
Digunakan sebagai data dan informasi bagi orang tua untuk memahami putra-putrinya untuk lebih meningkatkan kemandirian belajarnya sehingga hasil belajarnya meningkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, termasuk kemandirian belajar.
TINJAUAN PUSTAKA 1. Kemandirian Belajar
Hasil Belajar
Hasil belajar juga dipengaruhi oleh kecerdasan siswa dan penguasaan awal terhadap materi yang akan dipelajari. Hasil belajar adalah keadaan seseorang yang mampu menguasai hubungan antara berbagai informasi dengan apa yang telah dicapainya sehubungan dengan proses belajar tersebut.
Faktor Penyebab Hasil belajar Biologi
Materi pembelajaran yang menarik minat siswa akan lebih mudah dipelajari dan diingat, karena minat meningkatkan aktivitas belajar. e) Motivasi siswa. Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar.
Hasil Penelitian Relavan
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika. Kemandirian belajar matematika berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kendari.
Kerangka Pikir
Siswa dengan tingkat kemandirian yang tinggi mempunyai peluang yang lebih besar untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Belajar mandiri merupakan unsur yang paling mendasari proses pembentukan pribadi siswa agar siswa menerima pelajaran yang diberikan guru tanpa merasa terbebani. Adakah pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar Biologi siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Limbung atau tidak.
Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara yang belum dapat dibuktikan kebenarannya, peneliti harus mengumpulkan data yang paling berguna untuk membuktikan hipotesis tersebut. H0 : Tidak terdapat pengaruh self-directed learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ex-post facto adalah penelitian yang bertujuan untuk mencari sebab-sebab yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku, gejala-gejala, atau fenomena-fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, tingkah laku, atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variabel-variabel bebas yang telah terjadi secara keseluruhan, dan untuk menjelaskan atau menemukan bagaimana variabel-variabel dalam penelitian saling berhubungan atau berpengaruh (Sukardi, 2013).
Menurut Sugiono (2017:80), populasi adalah wilayah umum yang terdiri dari obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah Limbung yang terdiri dari 4 kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan “cluster random sampling” dengan memilih dua kelas dari empat kelas.
Definisi operasional/batasan istilah dalam penelitian dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman dalam menafsirkan definisi/istilah yang terkait dengan kajian penelitian. Kemandirian Belajar adalah kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu permasalahan, dibangun dengan pengetahuan atau kompetensi, baik dalam menentukan waktu belajar, tempat belajar, ritme belajar, kecepatan belajar, metode belajar, serta seiring evaluasi pembelajaran dilakukan. melalui pembelajaran Anda sendiri.
Instrumen Penelitian
Instrumen untuk memperoleh hasil belajar biologi siswa pada penelitian ini adalah tes materi klasifikasi makhluk hidup yang disusun dalam bentuk soal pilihan ganda (PG). Menurut Sugiyon, instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data (pengukuran) adalah valid. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat 25 item yang valid dan 5 item yang tidak valid pada uji validitas instrumen skala kemandirian belajar.
Di antara berbagai indikator angket kemandirian belajar yang valid di atas, terdapat indikator yang paling berpengaruh dan paling sedikit berpengaruh, yaitu indikator yang berpengaruh adalah memiliki rasa tanggung jawab, dan indikator yang tidak berpengaruh adalah melatih pengendalian diri. a) Memiliki rasa tanggung jawab. Tanggung jawab siswa sebagai pelajar adalah belajar dengan baik, menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan kepadanya, dan disiplin dalam mengikuti peraturan sekolah (Gufron, 2010). Pengendalian diri juga menggambarkan keputusan individu melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang dirancang untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu sesuai keinginan (Kartini, 2009).
Pengendalian diri merupakan kemampuan individu untuk menahan keinginan dan impuls sesaat yang bertentangan dengan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial (Berk, 2003). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian diri berkaitan dengan bagaimana individu mengelola emosi dan dorongan hati dari dalam dirinya. Hasil uji reliabilitas masing-masing instrumen pada penelitian ini dengan menggunakan SPSS 22.0 dapat dilihat pada Tabel 3.8.
Teknik Pengumpulan Data
Tes hasil belajar biologi bertujuan untuk memperoleh informasi langsung tentang hasil belajar biologi siswa, dalam hal ini hasil belajar kognitif berupa pilihan ganda yang memuat materi klasifikasi makhluk hidup untuk kelas X SMA Muhammadiyah Limbung. Caranya adalah dengan memberikan tes valid hasil belajar biologi kepada siswa, kemudian mengolahnya hingga menghasilkan skor dan mencatat hasil biologi siswa yang disurvei dalam penelitian ini.
Teknik Analisi Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Uji Statistik Inferensial
- Uji Prasyarat
- Uji Hipotesis
- Analisis Statistik Inferensial
- Uji Multikolinearitas
- Uji Linearitas
- Uji Hipotesis 1
Apabila nilai Variance Inflation Factor (VIF) masing-masing variabel independen kurang dari 10, maka variabel independen tersebut tidak mempunyai masalah multikolinearitas. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi 3.10 diketahui jumlah siswa yang memperoleh nilai kategori sangat rendah sebanyak 7 orang dengan persentase sebesar 10,77%. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar berada pada kategori sedang, hal ini terlihat dari rata-rata nilai kemandirian belajar sebesar 57,85%.
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi 4.2 diketahui tidak ada siswa yang memperoleh nilai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar berada pada kategori lemah, hal ini terlihat berdasarkan rata-rata nilai hasil belajar sebesar 62,66. Multikolinearitas Dari tabel 4.4 diatas terlihat seluruh nilai toleransi ketiga variabel lebih besar dari 0,1 dan VIF kurang dari 10.
Artinya H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup. Angka tersebut dapat diartikan bahwa koefisien regresi variabel kemandirian belajar (X1) sangat besar, artinya jika kemandirian belajar bertambah 1 maka hasil belajar (Y) akan meningkat sebesar 0,909. Dengan demikian dapat dikatakan persentase pengaruh antara variabel kemandirian belajar terhadap hasil belajar adalah sebesar 61,5.
Pembahasan
Hasil Analisis Statistik Deskriptif a) Kemandirian Belajar a) Kemandirian Belajar
Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar biologi siswa SMA Negeri di Kabupaten Rangkasbitung. Hasil analisis deskriptif diketahui hasil belajar berada pada kategori kurang dari 65 responden yang diteliti, diketahui tidak ada siswa yang memperoleh nilai pada kategori sangat baik. Dan 70,76% siswa mencapai hasil belajar yang tergolong kurang baik Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar tersebut termasuk dalam kategori kurang baik.
Hasil Analisis Statistik Inferensial
Artinya H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar kelas Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Bungsu (2015) yang menyatakan bahwa kemandirian merupakan sesuatu yang memegang peranan penting dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan kemandirian belajar merupakan kemampuan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar atas dorongan sendiri dan tanpa paksaan.
Berdasarkan observasi kelas di SMA Mumammadiyah Limbung Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa kemandirian belajar merupakan sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangannya, individu akan terus belajar berperilaku mandiri ketika menghadapi berbagai situasi lingkungan, sehingga individu pada akhirnya akan mampu berpikir dan bertindak sendiri. Dalam hal ini penelitian membuktikan bahwa…self-directed learning berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Muhammadiyah Limbung.
SARAN
Oleh karena itu, kemandirian belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar siswa. kemandirian dalam belajar maka semakin baik pula hasil yang dicapai dalam belajar dan kemandirian dalam melaksanakan tugas guna mencapai prestasi belajar yang maksimal, misalnya dengan mengerjakan tugas secara mandiri maka dapat mengembangkan daya pikir, daya pikir sendiri. inisiatif, kreativitas, tanggung jawab dan pelatihan untuk berdiri sendiri atau mandiri 2) Saran untuk Guru. Karena semakin aktif siswa dalam belajar maka kemandirian belajar siswa akan semakin baik, tentunya hal ini akan mempengaruhi hasil belajar siswa dan tujuan pembelajaran akan mudah terwujud dan diharapkan mampu memperhatikan dan pentingnya hal tersebut. untuk menekankan. kemandirian dalam setiap penyelesaian soal yang diberikan. Diharapkan kepada para orang tua dapat memberikan nasehat yang baik untuk meningkatkan kemandirian anak dalam belajar guna menunjang prestasi belajar yang maksimal.
Lingkungan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas Xi Ips di Sma Negeri 1 Sewon Bantul. Pengaruh pendidikan matematika mandiri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kendari. Pengaruh kemandirian belajar dan sikap ilmiah metode eksperimen berbasis verifikasi terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VII semester genap SMP N 2 Wonosobo tahun ajaran 2012/2013.
Pengaruh potensi akademik, kemampuan berpikir divergen dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sengkang. Pengaruh kecerdasan numerik dan kecerdasan visual spasial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di MtsN Tunggamri. Meningkatkan kemandirian pembelajaran PKn melalui model pemecahan masalah menggunakan metode diskusi pada siswa kelas V Umar dan La Sulo.
HASIL UJI COBA INSTRUMEN 1. VALIDITAS
REHABILITAS
Uji Reliabilitas dengan SPSS 20 Reliability Statistics
Hasil Analisis Data Penelitian
Analisis Statistik Deskriptif 2. Analisis Statistik Inferensial
Rumus Untuk Mencari
Analisis Statistik Inferensial a) Uji Prasyarat
Uji Normalitas Dengan SPSS 22.0
Uji Multikolinearitas Dengan SPSS 22.0
ANGKET KEMANDIRIAN BELAJAR
Tes Hasil Belajar Biologi
Disebutkan jenis-jenis makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan dan hewan, tetapi bukan tumbuhan atau hewan. Dalam taksonomi dari kingdom ke spesies, syaratnya adalah jumlah makhluk hidup yang berbeda-beda pada setiap takson. Ini mencantumkan sejumlah deskripsi makhluk hidup, yang memungkinkan kelompok makhluk hidup diidentifikasi dan ditentukan berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.
DIKUMENTASI UJI COBA
DOKUMENTASI PENELITIAN
Surt Panduan Tesis Daftar Periksa Deskripsi Instrumen Validasi Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar Observasi Aktivitas Guru Daftar Periksa Penelitian. Anak pertama dari pasangan Syamsu Alam dan Mutmainnah ini memulai pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2003 hingga 2009 di SDN 248 Kampung Baru. Kemudian pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Bajo dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2012.
Penulis melanjutkan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 01 Unggulan Kamanre pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2015. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikan pada Program Studi Sarjana Pendidikan Biologi (S1) Fakultas Keguruan Pelatihan dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.