DAMPAK KEPUASAN KERJA, MOTIVASI DAN LOYALITAS KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. Judul Topik : Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi Dan Loyalitas Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Karyawan Bagian Produksi PT. Benar sekali menyatakan bahwa karya ilmiah yang berjudul “Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi Dan Loyalitas Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Karyawan Bagian Produksi PT.
PENGARUH KEPUASAN KERJA, MOTIVASI DAN LOYALITAS KERJA TERHADAP ORGANISATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi dan Loyalitas Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Karyawan Bagian Produksi. Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi dan Loyalitas Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Karyawan Bagian Produksi PT.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja, motivasi dan loyalitas kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan bagian produksi PT. Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi dan Loyalitas Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Karyawan Produksi PT.
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1 Latar Belakang Masalah
Perumusan Masalah
Apakah kepuasan kerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan produksi di PT? Apakah motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan bagian produksi PT. Apakah loyalitas kerja berpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan bagian produksi PT?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
PUSTAKA 2.1Landasan Teori 2.1Landasan Teori
Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang terlampir di bawah ini merupakan penelitian yang mempunyai variabel kepuasan kerja, motivasi, loyalitas kerja dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan. Hasil penelitian adalah kepemimpinan pelayan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan hotel bintang 2 di Yogyakarta menunjukkan pengaruh positif signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer memiliki Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang tinggi karena adanya pengaruh sosial yang didapat dari memiliki wewenang dan mendapatkan kepuasan kerja karena tanggung jawab memimpin orang lain.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepuasan atau motivasi kerja terletak pada diri sendiri tanpa harapan menerima imbalan dari dampak Organizational Citizenship Behavior (OCB). Temuan penelitian ini adalah motivasi kerja berpengaruh secara parsial terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pegawai pada Dinas Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso dengan arah positif. Loyalitas kerja secara parsial berpengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pegawai pada Dinas Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso dengan arah positif.
Organizational Citizenship Behavior (OCB) berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor pengelolaan DAS Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso. Motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara tidak langsung pada Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso. Loyalitas kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara tidak langsung pada Dinas Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso.
Artinya kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya Organizational Citizenship Behavior (OCB). Penelitian sebelumnya juga dilakukan oleh Mohammad Hosein Lotfi dan Mohammad Shirazi Pour (2013) yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keadilan sosial dengan kepuasan kerja karyawan Universitas Payme Noor Tehran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan Universitas Payme Noor Tehran.
Secara simultan kepemimpinan pelayan dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan hotel bintang dua di Yogyakarta menunjukkan pengaruh positif signifikan. Kepuasan kerja dan motivasi berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior karyawan di Kulim, Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel kepuasan kerja, motivasi, loyalitas kerja, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB).
Kerangka Konseptual
Hipotesis Penelitian
Motivasi tinggi yang timbul dalam diri pegawai dalam bekerja baik kebutuhan jasmani maupun rohani biasanya akan menimbulkan Organizational Citizenship Behavior (OCB). H2: Motivasi kerja secara parsial berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan bagian produksi PT. Menurut Malay, loyalitas adalah kesetiaan yang dinyatakan dalam kesediaan karyawan untuk melindungi dan membela organisasi di dalam dan di luar pekerjaan agar tidak dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Loyalitas umumnya dikaitkan dengan seberapa setia seseorang dan bersedia bertahan dalam kondisi bisnis apa pun. Robbins dan Judge (2016:52) berpendapat bahwa loyalitas merupakan salah satu respons terhadap ketidakpuasan; Ketidakpuasan diungkapkan dengan secara pasif menunggu kondisi membaik. Respons loyalitas karyawan merupakan sesuatu yang diberikan karyawan lebih kepada perusahaan bahkan dalam kondisi bisnis yang buruk.
H3: Loyalitas kerja secara parsial berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan produksi PT. Menurut Robbins dan Judge, pekerja yang puas harus terlihat berbicara secara positif tentang organisasi, membantu orang lain, dan melebihi ekspektasi normal di tempat kerja, mungkin karena mereka ingin memberikan pengalaman positif. Purnamie menyimpulkan bahwa motivasi adalah suatu daya penggerak atau dorongan yang terdapat dalam diri seseorang, yang dapat menimbulkan, mengarahkan, dan mengatur perilakunya.
Malayu mengartikan loyalitas adalah kesetiaan yang tercermin dari kesediaan pegawai untuk melindungi dan membela organisasi di dalam dan di luar pekerjaan dari tindakan-tindakan yang dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan kontribusi individu yang melebihi persyaratan peran di tempat kerja (Purnamie, 2014:5). H4: Kepuasan kerja, motivasi kerja, dan loyalitas kerja secara simultan berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan bagian produksi PT.
Rancangan Penelitian
Populasi dan Sampel
Sumber data primer diperoleh dari wawancara, observasi langsung, atau hasil penyebaran kuesioner yang diberikan peneliti. Data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh melalui membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain, yang diambil dari literatur, buku dan dokumen bisnis.
Metode Pengumpulan Data
Identifikasi Variabel
Definisi Operasional Variabel
Gaji yang diberikan perusahaan kepada karyawannya sepadan dengan pekerjaan yang dilakukan, sehingga dapat mendorong karyawan untuk terus bekerja. Karyawan dapat merasa nyaman dalam bekerja jika kehadirannya di lingkungan kerja diakui oleh rekan kerja lainnya. Perusahaan melalui atasan memberikan penghargaan kepada karyawan atas prestasi yang telah dicapai karyawannya, dengan tujuan untuk mendorong karyawan agar bekerja lebih giat.
Ciri-ciri bekerja di suatu perusahaan seperti tantangan pekerjaan dan tugas yang diberikan sudah sesuai dengan keinginan karyawan. Perilaku karyawan yang bersedia berpartisipasi dalam penyediaan dan pertimbangan informasi penting bagi kemajuan perusahaan. Tindakan karyawan yang menghindari dan menyelesaikan konflik interpersonal (sebagai stabilisator dalam perusahaan). 7) Pemandu sorak.
Skala Pengukuran
Penelitian ini mengasumsikan nilai korelasi dengan metode product moment Pearson tinggi sehingga dinyatakan valid. Uji normalitas merupakan sebaran data yang akan dianalisis, untuk melihat apakah asumsi normalitas data dapat dipenuhi sehingga dapat diolah lebih lanjut untuk pemodelan analisis regresi linier berganda. Prayitno (2010:71) menyatakan bahwa pengujian ini dilakukan terhadap setiap variabel dengan ketentuan apabila masing-masing variabel secara individual memenuhi asumsi normalitas, maka pada saat yang sama variabel-variabel tersebut juga dapat dinyatakan memenuhi asumsi normalitas.
Analisis regresi linier berganda merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya (Duwi, 2010:124). Uji hipotesis klasik merupakan syarat statistik yang harus dipenuhi dalam analisis regresi linier berganda berdasarkan Ordinary Least Squares (OLS). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi bebas dari gejala multikolinearitas dan heteroskedastisitas.
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya variabel bebas yang serupa dengan variabel bebas lainnya dalam suatu model (Sujarweni: 186). Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji perubahan varians residual dari periode pengamatan yang satu ke periode pengamatan yang lain (Sujarweni: 186). Uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor independen (X) secara parsial terhadap faktor dependen (Y) (Duwi, 2010:68).
Menurut Duwi, koefisien determinasi berganda digunakan untuk memperoleh suatu nilai untuk mengukur besar kecilnya sumbangan variabel. Analisis regresi linier berganda yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dan variabel terikat.
Uji Asumsi Klasik merupakan pengolahan data yang dilakukan setelah dilakukan analisis regresi linier berganda dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya permasalahan pada suatu model. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t, uji F, uji R2 dan uji r2 untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Kesimpulan dan saran merupakan kesimpulan yang telah berhasil ditarik dan saran yang diberikan berdasarkan interpretasi hasil penelitian.
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.1 Kesimpulan
Saran
Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan kebutuhan pegawai, promosi jabatan, nilai-nilai kerja yang dianut, keadilan dan penghargaan yang pantas atas kontribusi pegawai. Pegawai yang termotivasi dalam bekerja dapat menjadikan pekerjaan yang dilakukannya efektif dan bergairah dalam pekerjaannya. Pengaruh kepribadian, komitmen organisasi dan loyalitas kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso.
Pengaruh Motivasi Kerja, Loyalitas Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Dan Kinerja Pegawai Pada Dinas Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso. Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja Pegawai Bank Indonesia Cabang Jember. Pengaruh Kepemimpinan Melayani dan Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Karyawan Hotel Bintang 2 di Yogyakarta.
Kuesioner ini merupakan alat penelitian untuk mengumpulkan data dalam rangka penyusunan skripsi akhir (tesis diploma) sebagai salah satu syarat untuk memperoleh ijazah (S1) pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas. dari Jember. Peneliti dengan rendah hati meminta kesediaan anda meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner dengan sejujurnya dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Silakan isi pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar dan sesuai dengan keadaan dan kenyataan yang ada.