PENGARUH KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN PENDEKATAN VALUE FOR MONEY PADA PERUMDA AIR MINUM KOTA MAKASSAR
Maria Jemita1, Rahmawati Umar2, Sukardi3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aims to find out the financial performance of Regional Water Supply Company of Makassar using the Value For Money (VFM) approach by measuring the level of economy, efficiency and effectiveness. The data used were secondary. The data collection techniques used were documentation and literature study. The data analysis used was quantitative analysis. The results showed that the economic level was categorized as highly economical because the ratio was less than 100%. The level of efficiency was categorized as highly inefficient because the efficiency ratio was more than 100%, it means that the budget management for 4 years has not met the efficiency requirements. The level of effectiveness was categorized as highly effective because the ratio level was more than 100%, it means that the performance of Regional Water Supply Company of Makassa is running better. This shows that the results of the program with the targets have been achieved.
Keywords: key Value for money, Economical, Efficiency, and Effectiveness.
PENDAHULUAN
Kinerja keuangan merupakan salah satu isu yang sangat penting untuk dikaji dalam organisasi sektor publik termasuk pemerintahan, sejak diterapkannya penganggaran berbasis kinerja, semua pemerintah dituntut untuk mampu menghasilkan kinerja keuangan pemerintah secara baik. semakin meningkatkannya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara diharapkan dapat mengurangi terjadinya pemborosan, kebocoran dana dan mendeteksi program- program yang tidak secara ekonomi. Salah satu hal dapat dijadikan alat untuk menilai pertanggung jawaban suatu instansi pemerintah adalah dengan melihat kinerja keuangannya melalui perhitungan dan analisis pencapaian target dan relisasi dari penerimaan dan pengeluaran atas anggaran pendapatan dan belanja daerah, baik dari sisi input, output, outcome, impact, dan benefitnya. Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-atauran pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Menganalisis laporan keuangan berarti menilai kinerja perusahaan, baik secara internal maupun untuk dibandingkan dengan perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama. hal ini berguna bagi para perkembangan perusahaan dengan mengetahui seberapa efektif operasi perusahaan telah berjalan. Analisis keuangan sangat berguna tidak hanya bagi internal perusahaan saja, tetapi juga bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Salah satu cara evaluasi yang dapat dipertimbangkan adalah dengan melakukan pengukuran atau penilaian kinerja, mulai dari tahap perecanaan anggaran sampai pada tahap pelaksanaan anggaran dengan menggunakan pendekatan Value For Money. Jika dilihat secara mendalam sebenarnya pendekatan Value For Money bukan sesuatu yang baru, bahkan Value For Money merupakan suatu konsep untuk menilai kinerja suatu organisasi publik yang tidak hanya ditinjau dari aspek keuangan saja, tetapi menggunakan aspek non keuangan untuk menilai tingkat keberhasilan suatu program kerja sektor publik. pendekatan Value For Money pengelolaan yang mendasarkanpada tiga elemen utama, yaitu ekonomi, efesiensi, dan efektivitas. Ekonomi adalah pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang terendah.
Ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalisir input resources yang digunakan dengan menghindari pengeluaran yang boros.
Efesiensi merupakan pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input terendah untuk mencapai output tertentu. Efektivitas adalah tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan
.
Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang penting bagi para pemakai laporan keuangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi. laporan keuangan ini akan menjadi lebih bermanfaat apabila informasi yang terkandung dalam laporan keuangan tersebut dapat digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Dengan mengelolah lebih lanjut laporan keuangan melalui proses perbandingan, evaluasi, dan analisis trend akan diperoleh prediksi tentang apa yang mungkin akan terjadi di masa mendatang
PERUMDA Air Minum Kota Makasssar, merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah yang terdapat di setiap provinsi, kabupaten dan kota diseluruh indonsia.
PERUMDA Air Minum merupakan perusahaan daerah sebagai sarana penyedia air bersih yang diawasi dan dimonitor oleh pemerintah daerah. Pedoman penilaian kinerja PERUMDA Air Minum dinyatakan bahwa tujuan pendirian PERUMDA Air Minum adalah untuk memenuhi pelayanan dan kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat.
Selain itu PERUMDA Air Minum juga bertanggung jawab pada operasional sehari- hari perencanaan aktivitas, persiapan dan implementasi proyek, serta bernegosiasi dengan pihak swasta untuk mengembangkan pelayanan kepada masyarakat
Rumusan Masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Bagaimana Kinerja Keuangan pada PERUMDA Air Minum Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan Value For Money.
Tujuan Penelitian penelitian ini: untuk mengetahui kinerja keuangan pada kantor PERUMDA Air Minun Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan Value For Money
.
Manfaat Penelitian adalah : (i) Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan analisis kinerja keuangan
dengan menggunakan pendekatan Value For Money pada PERUMDA Air Minum Kota Makassar. (ii) Praktis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak manajer atau atasan, karayawan dan masyarakat tentang analisis kinerja keuangan PERUMDA Air Minum Kota Makassar yang diukur dengan value for money berdasarkan Rasio ekonomi, efesiensi, dan efektivitas.
TINJAUAN LITERATUR
Menurut Irham Fahmi (2017) Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan–aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Seperti dengan membuat suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standar dan ketentuan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan) atau GAA (General Acepted Accounting Principle) , dan lainya.
Kinerja Menurut (Kristanti 2016) adalah suatu tingkat dalam pencapaian dari pelaksanaan yang bertujuan untuk membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur finansial dan non finansial.
Kinerja keuangan merupakan salah satu isu yang sangat penting untuk dikaji dalam organisasi sektor publik termasuk pemerintah, sejak diterapkan penganggarannya berbasis kinerja, semua pemerintah dituntut untuk mampu menghasilkan kinerja keuangan pemerintah secara baik.
Menurut Fahmi (2017) Kinerja keuangan adalah gambaran dari pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Dapat dijelaskan bahwa kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan- aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Pengukuran kinerja keuangan adalah penting sebagai sarana atau indikator dalam rangka memperbaiki kegiatan operasional perusahaaan. Dengan perbaikan kinerja operasional diharapkan bahwa perusahaan dapat mengalami pertumbuhan keuangan yang lebih baik dan juga dapat bersaing dengan
perusahaan lain lewat efesiensi dan efektivitas.
Pengukuran kinerja keuangan juga dilakukan secara bersamaan dengan proses analisis.
Pengukuran kinerja keuangan dilakukan bersamaan dengan analisis. Analisis kinerja keuangan merupakan suatu proses pengkajian kinerja keuangan secara kritis, yang meliputin peninjauan data keuangan, penghitungan, pengukuran, interpretasi, dan pemberian solusi terhadap masalah keuangan perusahan pada suatau periode tertentu.
Pengukuran kinerja keuangan merupakan suaru usaha formal untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas perusahan dalam menghasilkan laba dan posisi kas tertentu. Dengan pengukuran kinerja keuangan ini dapat dilihat dari prospek pertumbuhan dan perkembangan keuangan perusahan dari mengandalkan sumber daya yang dimilikinya. Perusahan dikatakan berhasil apabila perusahan telah mencapai suatu kinerja tertentu yang telah ditetapkan.
Menurut Muiyadi (2015) tujuan pengukuran kinerja keuangan adalah untuk memotivasi karyawan dalam memenuhi standar prilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar mendapatkan tindakan dan hasil yang diinginkan.
Menurut Hidayat (2018) Analisis kinerja keuangan merupakan suatu proses pengkajian kinerja keuangan secara kritis, yang meliputi tinjauan data keuangan, perhitungan, pengukuran, interprestasi, dan pemberian solusi terhadap masalah keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu.
Menurut Toto Prihadi (2019) Analisis laporan keuangan merupakan suatu metode yang membantu para pengambil keputusan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan melalui informasi yang didapat dari laporan keuangan. analisis laporan keuangan dapat membantu manajemen untuk mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan yang ada dan kemudian membuat keputusan yang rasional untuk memperbaiki kinerja perusahaan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Analisis laporan keuangan juga berguna bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit.
Menurut Hantono (2018) Laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan dan untuk menilai kinerja perusahaan terlebih bagi perusahaan yang sahamnya telah tercatat dan diperdagangkkan.
Ada beberapa jenis laporan keuangan yaitu: (i)
Neraca digunakan untuk mengetahui jumlah harta , utang dan modal perusahaan dalam suatu periode tertentu. (ii) Laporan Laba rugi digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian dalam periode tertentu. (iii) Laporan perubahan ekuitas yang berisi perubahan ekuitas yang berasal dari kinerja internal berupa laba dan pembagian deviden, serta pengaruh dari perubahan komposisi setoran modal. (iv). Laporan arus kas yang memberikan gambaran bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan kas dan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu periode
.
Menurut Dwi Prastowo (2015) Laporan keuangan merupakan obyek dari analisis terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, memahami latar belakang penyusunan dan penyajian laporan keuangan merupakan langkah yang sangat penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca (menggambarkan informasi posisi keuangan), laporan laba rugi (menggambarkan informasi kinerja), laporan perubahan posisi keuangan (yang didapat disajikan dalam berbagai cara), catatan, dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Selain itu, laporan keuangan juga menampung skejul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan keuangan, seperti informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
Menurut Kariyoto (2017) Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi penting bagi pihak yang berkepentingan laporan keuangan dalam rangka decsion making ekonomi. Pada sisi lain, ternyata bahwa sebab karakteristiknya, laporan keuangan bukanlah segala-galanya, sebab laporan keuangan mempunyai keterbatasan
Menurut Johar Arifin (2017) Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan sangat diperlukan untuk dapat melakukan evaluasi atas
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas), dan waktu serta kepastiaan dari hasil tersebut.
Menurut Edi Untung (2016) Laporan keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonomi, yang merupakan unsur laporan keuangan. Unsur ini dapat diklasifikasikan menjadi unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan dan unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja.
Laporan perubahan posisi keuangan biayanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan berbagai perubahan dalam neraca.
Didalam neraca dan laporan laba rugi, penyajian berbagai unsur tersebut memerlukan proses sub – klasifikasi.
Unsur posisi keuangan Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktit, kewajiban, dan ekuitas (yang disajikan pada laporan keuangan yang disebut neraca). Masing–masing unsur yang berkaitan dengan posisi keuangan tersebut didefenisikan sebagai berikut: (i) Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan diharapkan akan memberi manfaat ekonomi bagi perusahaan dimasa depan. (ii) Kewajiban adalah utang perusahaan masa kini yang ditimbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya diharapkan akan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. (iii) Ekuitas adalah hak residual (residual interest) atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban (aktiva bersih). Meskipun demikian didalam neraca ekuitas dapat disubklasifikasikan
Menurut ardila (2015) Value for money adalah suatu konsep untuk menilai kinerja suatu organisasi sektor publik yang tidak hanya ditinjau dari aspek keuangan saja, tetapi juga dapat ditinjau dari non keuangan untuk menilai tingkat keberhasilan suatu program kerja sektor publik. Menurut Mahmudi (2015), value for money adalah konsep dalam organisasi sektor publik yang memiliki pengertian penghargaan terhadap nilai uang. Pengukuran kinerja value for money adalah pengukuran kinerja untuk mengukur ekonomi, efesiensi, efektivitas suatu kegiatan, program, dan organisasi.
Value For Money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan dan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomi, efesiensi, dan efektivitas.
Terdapat tiga indikaor utama dalam value for money yaitu sebagai berikut: (i). Ekonomi yaitu pemerolehan input dengan kualitas tertentu dengan harga yang terendah. Ekonomi merupakan perubahan dengan output dengan biaya input yang dinyatakan dalam satuan moneter. ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalisir input resources yang digunakan yaitu dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak efektif. (ii). Efesiensi yaitu pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau pengguna input yang terendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan
. (
iii). Efektivitas yaitu tingkat pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan secara sederhana, efektivitas merupakan perbandingan antara outcome dengan output.Dengan adanya konsep value for money ini akan memberi informasi berupa dana yang dikeluarkan untuk mewujudkan nilai tertentu bagi masyarakat. Selain digunakan untuk efaluasi keuangan, value for money juga digunakan dalam evaluasi nonfinansial seperti pemenuhan ekspektasi konsumen sasaran.
Value for money merupakan susunan indeks dengan unsur terdiri dari gabungan input, output, dan outcome. Konsep ini menginginkan organisasi dapat memenuhi prinsip ekonomi, efisiensi juga efektivitas secara bersamaan. Ketidakeberhasilan organisasi sektor publik dalam memperoleh input dengan harga yang seharusnya mengakibatkan indikator ekonomi tak terpenuhi. Kemudian input yang terlampau mahal akan menyebabkan efesiesnsi yang nantinya akan mengarah pada ketidakefektifan pencapaian progam secara menyeluruh
Tujuan pelaksanaan Value For Money adalah, ekonomi :hemat cermat dalam pengadaan dalam pengalokasian sumber daya.
Efesiensi : Berdaya guna dalam penggunaan sumber daya. Efektivitas berhasil guna dalam arti mencapai tujuan dan sasaran. (Mardiasmo 2015)
Berdasarkan latar belakang dan pembahasan yang dikemukakan sebelumnya maka hipotesis yang diajukan adalah, diduga
bahwa: H1: Kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan pendekatan value for money pada Perumda Air Minum Kota Makassar belum efesien
.
Riduwan (2015)METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kuantitatif.
Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitaitf karena uraian mengenai hasil penelitian yang dimuat dalam suatu analisis yang terkait dengan hasil penelitian. Berdasarkan tujuan penelitian yang saya angkat, yaitu Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Pendekatan Value For Money Pada PERUMDA Air Minum Kota Makassar. Maka tempat dalam Penelitian ini yaitu Pada Perumda Air Minum Kota Makassar yang berlokasit di Jalan Dr. Sam Ratulagi No.3, Mangkura Kec. Ujung Pandang Kota Makassar. waktu dalam penelitian ini selama 2 (dua) bulan. Jenis data yang digunakan dalam peneiltian ini adalah: (a) kuantitatif (b) skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis Variabel Dependen (Variabel Terikat). Adapun pengertian Variabel Dependen (Variabel Terikat) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Sugiono (2016).
Maka variabel dalam penelitian ini adalah Value For Money Pada Perumda Air Minum Kota Makassar. Teknik analisis data dengan menggunakan metode kuantitatif.
Adapun rumus untuk menganalisis data tersebut menggunakan rasio ekonomi, rasio efesiensi, rasio efektivitas.(Mahmudi, 2016) RasioEkonomi=
Rasio Efesiensi =
Rasio Efektivitas =
HASIL DAN PEMBAHASAN
Value For Money merupakan variabel utama dalam penelitian ini. Value for money
adalah metode untuk mengukur kinerja program/kegiatan pada PERUMDA Kota Makassar yang diukur melalui rasio ekonomi, efesiensi, dan efektivitas. Data yang diambil pada PERUMDA Kota Makassar adalah data laporan keuangan tahun 2016-2019
.
Ekonomi adalah memiliki pengertian bahwa sumber daya input hendaknya diperoleh dengan harga lebih rendah (spending les), yaitu harga yang mendekati harga Pasar.
Secara sistematis ekonomi merupakan perbandingan antara nilai input dengan nilai rupiah untuk memperoleh input tersebut.
Ekonomis (kehematan) sebagai tingkat biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan suatu kegiatan atau memperoleh sesuatu.
Rasio Ekonomis =
Tabel 1. Rasio Ekonomi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDA) Kota
Makassar Tahun 2016-2019
Tahun Relasasi Pengeluaran
Anggaran Pengeluaran
Rasio Ekono mis (
%) 2016 42.540.000.47
3
178.240.001.713 24 % 2017 65.169.950.69
4
202.319.677.859 32 % 2018 63.826.092.65
9
165.831.018.704 41 % 2019 53.259.067.74
9
163.113.095.418 33 %
Sumber: data primer diolah (2021).
Pada tabel 1 rasio ekonomis yang dihasilkan oleh Perumda Air Minum Kota Makassar selama 4 tahun dikatakan ekonomis.
Dikarenakan hasil rasio selama 4 tahun berada dibawah 100%. Dapat diketahui bahwa semakin rendah rasio yang dihasil maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut. Hal ini terbukti dengan adanya penghematan pada belanja operasi dan belanja modal seperti belanja barang, belanja peralatan mesin yang lebih kecil dibandingkan dengan anggaran yang ditetapkan. Sehingga untuk indikator ekonomis Perumda Kota Makassar telah mencapai kinerja yang baik, karena dari tahun 2016-2019 telah berhasil mengelolah penggunaan anggaran belanja dengan baik
Efesiensi merupakan perbandingan antara output dan input. Kinerja pemerintah daerah dikatakan efesien apabila rasio yang dicapai kurang dari 100%, atau semakin kecil
rasio efesiensi yang dicapai, maka kinerjanya semakin efesien. Tingkat efesiensi dalam mengelola keuangan dengan melihat perbandingan antara realisasi anggaran belanja dengan realisasi pendapatan.
Rasio Efesiensi =
Tabel 2. Rasio Efesiensi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDA) Kota
Makassar Tahun 2016-2019
Tahun Realsasi Belanja
Realisasi Pendapatan
Rasio Efesie nsi (%) 2016 68.637.455.982 64.043.873.413 107,1 7 % 2017 69.426.455.561 75.620.119.370 91,80
% 2018 70.693.624.965 40.490.733.785 174,5
9 % 2019 75.208.311.234 38.036.447.453 197,7 2 %
Sumber: data primer diolah (2021).
Pada tabel 2 diketahui tahun 2016 rasio efesiensi sebesar 107,17%, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2017 yaitu sebesar 91,80% dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2018 sebesar 174,59%, tahun 2019 kembali meningkat sebesar 197,72%. Yang berarti bahwa kinerja Perumda pada tahun 2016 dinyatakan tidak efesien.
Sedangkan pada tahun 2017 dinyatakan efesien karena hasil rasionya dibawah 100%
yang artinya pada tahun 2017 belanja Perumda lebih besar dibandingkan pendapatanya.
Kemudian tahun 2018-2019 rasionya efesiensinya kembali naik yang arti tidak efesien. Maka secara keseluruhan kinerja Perumda belum efesien, yang arti Perumda tidak mampu menggunakan sumber daya yang diperlukan dengan minimum untuk mencapai target yang maksimum.
Rasio Efektifitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuanya. Efektifitas (hasil guna) adalah ukuran keberhasilan suatu organisasi dalam usaha mencapai tujuan oraganisasi yang telah ditetapkan, efektifitas merupakan perbandingan outcome dan output.
Outcome merupakan dampak suatu program atau kegiatan terhadap masyarakat
sedangkan output merupakan hasil yang dicapai dari suatu program aktivitas dan kebijakan, tingkat efektivitas dalam pengelolaan keuangan dapat dilihat perbandingan realisasi anggaran dengan anggaran pendapatan (penerima) dan tingkat pencapaianya.
RasioEfektivitas=
Tabel 3. Rasio Efektifitas Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDA) Kota Makassar Tahun
2016-2019
Tahun Realisasi Pendapatan
Anggaran pendapatan
Rasio Efektifit
as % 2016 64.043.873.413 17.049.581.287 375, 63%
2017 75.620.119.370 50.335.114.741 150,24%
2018 40.490.733.785 9.816.159.675 412,49%
2019 38.036.447.453 7.373.270.373 515,86%
Sumber: data primer diolah (2021).
Pada Tabel 3 diketahui bahwa pada tahun pengamatan mulai 2016-2017 dengan nilai rasio 373,63%, 150,24%, 412,49%, 515,86% rasio efektivitas yang bernilai lebih dar 100% menunjukan bahwa kinerja Perumda Kota Makassar pada 4 tahun tersebut dinilai efektif. Dikarenakan suatu organisasi sektor publik akan dikatakan efektif apabila presentase rasionya lebih dari 100%. Semakin besar rasio efektivitas yang didapat, maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut.
Mardiasmo (2015).
Berikut adalah data hasil perhitungan mengenai tingkat ekonomi, efesiensi, dan efektivitas laporan keuangan PERUMDA Air Minum Kota Makassar.
Tabel 4. Pengukuran Tingkat Ekonomis, Efesiensi, dan Efektifitas Perumda Air Minum Kota Makassar Tahun 2016-2019
Tahun 2016 2017 2018 2019
Rasio Ekonom
i
24% 32% 41% 33%
Kriteria Sangat Ekono
mis
Sangat Ekono
mis
Sangat Ekono
mis
Sangat Ekono
mis Rasio
Efesiens i
107,17
%
91,80% 174,59
%
197,72
% Kriteria Tidak
Efesien
Efesien Tidak Efesien
Tidak Efesien
Rasio Efektivit
as
375,63
%
150,24
%
412,49
%
515,86
% Kriteria Sangat
Efektif
Sangat Efektif
Sangat Efektif
Sangat Efektif
Sumber: data primer diolah (2021).
Akuntansi sektor publik dapat berperan untuk mewujudkan pelaksanaan prinsip ekonomi, efesiensi, dan efektivitas atau yang dikenal dengan Value For Money. Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang menekan pentingnya penghargaan atas setiap rupiah uang publik dengan cara memanfaatkanya secara ekonomis, efesien, dan efektif.
Pengukuran kinerja dengan menggunakan Value For Money didasarkan pada tiga elemen utama yaitu ekonomi, efesiensi, dan efektivitas yang dilakukan pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar menunjukan bahwa realisasi program yang diukur dari tingkat ekonomis selama tahun 2016-2019 berada pada kriteria ekonomis.
Pengukuran kinerja yang diukur dari tingkat efesiensi menunjukan bahwa tidak efesien dan sangat tidak efesiennya anggaran sehingga terjadi pemborosan dana dan tidak mencapai target yang ditetapakan. Ini ditunjukan dari hasil perhitungan tingkat efesiensi anggaran berkisar lebih dari 100%.
Pada tingkat efektivitas telah memenuhi kriteria efektif karena realisasi pendapatan sudah mendekati anggaran pendapatan yang telah ditargetkan.
PENUTUP
Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulakan: Tingkat ekonomis anggaran pendapatan dan belanja operasional PERUMDA Air Minum Kota Makassar dikategorikan ekonomis karena hasil rasionya kurang dari 100%. Ini menunjukan bahwa dalam pengelolaan anggaran perusahaan sudah seminimal mungkin dalam merealisasikan anggaran untuk program/kegiatan yang ingin dicapai.
Tingkat efesiensi untuk raelisasi anggaran tahun 2016 berada pada kategori cukup efesien karena hasilnya lebih dari 100%
dan 2017 dikategorikan efesien dikarenakan hasil rasio efesiensinya menunjukan kurang dari 100%. sedangkan pada tahun 2018 dan
2019 dikategorikan tidak efesien karena hasil rasio efesiensi menunjukan lebih dari 100% ini berarti bahwa pengelolahan anggaran belanja tahun 2018-2019 belum memenuhi syarat efesien kerena adanya pemborosan dalam penggunaan dana yang minimum untuk mencapai hasil yang maksimum.
Tingkat efektivitas kinerja keuangan pada tahun 2016-2019 dikategorikan sangat efektif karena tingkat rasionya melebihi dari 100%. Ini menunjukan bahwa kinerja PERUMDA Kota Makassar semakin baik.
Hal ini menunjukan bahwa hasil program atau kegiatan dengan target yang ditetapkan tercapai.
Saran yang penulis sampaikan untuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar yaitu dari segi ekonomisnya diharapakan lebih mampu lagi dalam melakukan penghematan dana anggaran dengan menghindari pengeluaran yang tidak produktif atau mengurangi biaya yang tidak diperlukan dalam mencapaian program/kegiatan yang ingin dicapai. Dari segi efesiensi diharapkan lebih memperhatikan perencanaan dan pengendalian realisasi belanja dibandingkan realisasi anggaran pendapatan. Karena secara keseluruhan rasio efesiensi dikategorikan tidak efesien dan kurang efesien. Dari segi efektivitas PERUMDA Air Minum Kota Makassar dikategorikan sangat efektif , maka diharapkan untuk tahun-tahun selanjutnya agar tetap mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya agar terciptanya tata kelola perusahaan yang baik untuk tahun-tahun selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ardila. (2015). Analisis Kinerja Kauangan dengan Pendekatan Value For Money .Pengadilan Negeri Tebing Tinggi . Sumatra Utara
.
Arifin. J. (2017). Cara Cerdas Menilai Kinerja Perusahaan berbasis Komputer.Jakarta.
PT.Elex Media Kompotindo
Fahmi, I. (2017). Analisis Kinerja Keuangan.
Bandung , Alfabeta cv
Hantono. (2018). Konsep Analisis Laporan Keuangan Dengan Pendekatan Rasio dan SPSS. Yogyakarta. DEEPUBLISH Hidayat. W. W.(2018). Dasar-Dasar Analisa
Laporan Keuangan. Ponorogo. Uwais Inspirasi Indonesia
Kariyato. (2017). Analisa Laporan Keuangan.
Malang, Universitas Brawijaya Pres (UB Pres)
Kristanti. O. I. (2016). Analisis Kinerja Keuangan Melalui Pendekatan Value For Money. Universitas Sanata Darma.Yogyakarta
Mahmudi. (2015). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta. UPP STIEM YKPN.
Mulyadi. (2015). Sistem perencanaan dan Pengendalian Manajemen, Sistem pelipatgandaan kinerja perusahaan.
Jakarta. Salemba Empat
Mardiasmo 2015). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta, Andi.
Prastowo.D.(2015). Analisis Laporan
Keuangan. Yogyakarta Tinggi Ilmu Manajemen YKPN
Prihadi. T. (2019). Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. Jakarta .PT Gramedia Pustaka Utama.
Riduwan. (2015). Dasar –dasar Statistika.
Bandung. Alfabeta cv
Sugiono. (2016). Statistik Untuk Penelitian.
Bandung. Alfabeta cv
Untung. E. (2016). Panduan praktis dasar analisis laporan keuangan. Jakarta.
PT.Grasindo