Menguji dan menganalisis tata kelola perusahaan dalam memperkuat dampak negatif kompensasi eksekutif terhadap manajemen laba. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi akademisi mengenai pengaruh kompensasi eksekutif dan tekanan manajemen laba, dengan tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perumusan Masalah
Pembatasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan Penelitian
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Teori Agensi
- Pressure (Tekanan)
- Kompensasi Eksekutif
- Corporate Governance
Dengan demikian, penerapan tata kelola perusahaan pada perusahaan dapat mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan dengan memberikan kompensasi eksekutif untuk mengurangi praktik manajemen laba. Dalam keadaan seperti ini, tata kelola perusahaan diperlukan untuk mengurangi perilaku manajemen laba yang disebabkan oleh tekanan-tekanan yang dihadapi manajemen perusahaan.
Penelitian Terdahulu
Selain penilaian diri sendiri, peneliti juga mengukur tata kelola perusahaan melalui jumlah rapat Komite Kompensasi dan Nominasi.
Kerangka Pemikiran
Pengembangan Hipotesis
- Manajemen Laba dan Kompensasi Eksekutif
- Manajemen Laba dan Pressure
- Manajemen Laba dan Corporate Governance
Walaupun belum ada penelitian yang meneliti mengenai pengaruh tekanan terhadap manajemen laba, namun menurut Kusumawardhani (2013), tindakan manajemen laba terjadi karena manajer perusahaan yang selalu diawasi oleh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan operasional perusahaan mempunyai dorongan yang besar untuk melakukan laba. pengelolaan. praktik. Hal ini sejalan dengan penelitian Lestari dan Wirawati (2016) yang menunjukkan bahwa good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi memperlemah pengaruh asimetri informasi terhadap manajemen laba. Oleh karena itu, pemberian kompensasi eksekutif yang tinggi dan didukung dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik diharapkan mampu mengurangi praktik manajemen laba.
Sekalipun perusahaan dalam keadaan tidak stabil misalnya atau perusahaan mempunyai tingkat utang/kewajiban kepada pihak ketiga yang tinggi, namun dengan diterapkannya tata kelola perusahaan maka peluang manajemen untuk melakukan manajemen laba akan semakin berkurang. Hal ini didukung oleh penelitian Sari dan Astika (2015) yang menunjukkan bahwa GCG mampu melemahkan pengaruh leverage terhadap manajemen laba.
METODOLOGI PENELITIAN
- Objek Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Model Penelitian
- Operasionalisasi Variabel Penelitian
- Variabel Dependen (Manajemen Laba)
- Variabel Independen
- Teknik Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Analisis Regresi Data Panel
- Uji Normalitas
- Uji Asumsi Klasik
- Teknik Pengujian Hipotesis (Uji Statistik t)
Ha : α3 > 0 yang berarti terdapat variabel tata kelola perusahaan yang dapat memperkuat dampak negatif kompensasi eksekutif terhadap manajemen laba. Pengaruh tekanan terhadap manajemen laba dengan tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi Tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa interaksi tata kelola perusahaan dengan variabel tekanan dengan tekanan eksternal (LEV) dan proksi target finansial (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba (DA).
Variabel tata kelola perusahaan (GCG) dalam penelitian ini yang diukur dengan nilai komposit skor self-assessment terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap variabel tekanan eksternal (LEV) dan tujuan keuangan (ROA) yang diproksikan terhadap laba. manajemen (DA). Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan, Praktik Corporate Governance dan Bonus Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris di Bursa Efek Indonesia).
ANALISA DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama lima tahun terakhir yaitu periode 2011 sampai dengan tahun 2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan tahunan yang memberikan informasi keuangan periode tahun 2011. hingga 2015 Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan (purposive sampling), observasi digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 perusahaan.
4 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5 BBNP Bank Nusantara Parahyangan Tbk 6 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 7 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 8 BCIC Bank J Trust Indonesia Tbk. 9 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk 10 BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk 11 BJBR Bank Jabar Banten Tbk 12 BKSW Bank QNB Indonesia Tbk 13 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 14 BNBA Bank Bumi Arta Tbk 15 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 16 BNII Bank Maybank Indonesia T pr 17 BNLI Bank Permata Tbk.
Statistik Deskriptif
Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan software Eviews 9, variabel manajemen laba mempunyai nilai mean (rata-rata) sebesar -0.010419. Sedangkan nilai standar deviasi LEV sebesar 0,038057 atau lebih kecil dari nilai mean yang menunjukkan bahwa tekanan eksternal mendekati LEV. Sedangkan nilai standar deviasi OSHIP adalah sebesar 0,001624 atau lebih besar dari nilai mean yang menunjukkan bahwa kebutuhan finansial pribadi yang didekati dengan OSHIP mempunyai sebaran variabel yang besar (pergerakan naik/turun yang besar).
Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan software Eviews 9, nilai komposit variabel tata kelola perusahaan mempunyai mean (rata-rata) dari data survei sebesar 1,820125. Sedangkan nilai standar deviasi RCG sebesar 56,52693 atau lebih besar dari nilai mean yang menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan yang disediakan oleh RCG mempunyai sebaran variabel yang besar (pergerakan naik/turun yang besar), atau dengan kata lain data RCG tidak tepat. didistribusikan. disebut data heterogen.
Uji Normalitas
Nilai maksimum sebesar 42.000.000 dimiliki oleh Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tahun 2014 yang berarti komite remunerasi dan nominasi bank tersebut menyelenggarakan rapat paling banyak dibandingkan bank lain selama periode penelitian, sedangkan nilai minimum sebesar 1.000.000 diadakan oleh Banka QNB Indonesia Tbk pada tahun 2011 dan Banka Tabungan Pensiunan Nasional Tbk pada tahun 2013 yang berarti komite remunerasi dan nominasi kedua bank ini paling sedikit mengadakan rapat dibandingkan bank lain selama periode penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan Eviews 9 seperti terlihat pada Gambar 4.1 terlihat nilai probabilitas yang diketahui sebesar 0,315692 yang artinya nilai tersebut lebih besar dari. 0,05 atau 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal dengan jumlah observasi sebanyak 109 observasi.
Selain itu berdasarkan hasil pengolahan data dengan Eviews 9 seperti terlihat pada Gambar 4.2 juga terlihat nilai probabilitas yang diketahui sebesar 0,536919 yang artinya nilai tersebut lebih besar dari 0,05 atau 5% sehingga dapat menentukan bahwa data tersebut berdistribusi normal dengan jumlah observasi sebanyak 109 observasi.
Uji Asumsi Klasik
- Uji Multikolinearitas
- Penentuan Model Data Panel
- Common Effect
Berdasarkan hasil pengolahan data terlihat pada tabel 4.4 dan 4.5 di atas tidak ada satupun nilai tersebut yang melebihi nilai 0,8. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan seperti terlihat pada Tabel 4.6 nilai DW pada model penelitian pertama. Selain itu berdasarkan pengolahan data yang dilakukan seperti terlihat pada Tabel 4.7, nilai DW pada model penelitian kedua adalah sebesar 2,002574 yang artinya nilai DW tersebut sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian kedua model juga tidak mengalami autokorelasi.
Berdasarkan data yang diolah dengan software Eviews 9 seperti terlampir pada Tabel 4.8 dan 4.9, tidak ada variabel independen yang nilainya lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan Tabel 4.11 hasil uji Chow menunjukkan nilai probabilitas Chi-square sebesar 0,0899 atau 8,99% lebih dari 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho tidak dapat ditolak dan model terbaik yang digunakan dalam penelitian adalah joint model efek. .
Hasil Regresi Data Panel
ROA = Tujuan keuangan yang didekati dengan laba atas aset. GCG = Nilai gabungan tata kelola perusahaan. ACHANGE*GCG = Interaksi tata kelola perusahaan dengan stabilitas keuangan LEV*GCG = Interaksi tata kelola perusahaan dengan tekanan eksternal OSHIP*GCG = Interaksi tata kelola perusahaan dengan keuangan pribadi. Dalam kondisi ceteris paribus, jika LEV atau variabel tekanan yang diproksi dengan tekanan eksternal meningkat sebesar satu satuan pada bank yang menerapkan good Corporate Governance, maka kecenderungan bank tersebut untuk melakukan manajemen laba meningkat sebesar 0,0303 kali lipat dari semula.
Hal lain dianggap sama, jika ROA atau variabel tekanan yang diproksikan dengan tujuan finansial meningkat sebesar satu satuan pada bank yang melakukan praktik good corporate governance, maka kecenderungan bank tersebut melakukan praktik manajemen laba meningkat sebesar 0,0134 kali lipat dari nilai aslinya. ACHANGE*RCG = Interaksi tata kelola perusahaan dengan stabilitas keuangan LEV*RCG = Interaksi tata kelola perusahaan dengan tekanan eksternal OSHIP*RCG = Interaksi tata kelola perusahaan dengan keuangan pribadi.
Pengujian Hipotesis
- Uji Parsial (Uji t)
- Analisis Hasil Penelitian
- Pengaruh Kompensasi Eksekutif terhadap Manajemen Laba . 72
- Pengaruh Kompensasi Eksekutif terhadap Manajemen
- Pengaruh Pressure terhadap Manajemen Laba dengan
Variabel KOM*GCG yang merupakan variabel interaksi antara moderasi tata kelola perusahaan dengan kompensasi eksekutif mempunyai skor probabilitas lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar (0.4491 > 0.05) dengan nilai koefisien regresi sebesar -0.007247. Jadi, dapat disimpulkan Ho3 diterima yang berarti tata kelola perusahaan terbukti tidak memperkuat dampak negatif kompensasi eksekutif terhadap manajemen laba. Variabel LEV*GCG yang merupakan variabel interaksi antara moderasi tata kelola perusahaan dengan tekanan eksternal mempunyai skor probabilitas yang lebih kecil dari tingkat signifikansi lt; 0,05) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,683546.
Variabel ROA*GCG yang merupakan variabel interaksi antara moderasi tata kelola perusahaan dengan tujuan keuangan mempunyai skor probabilitas yang lebih kecil dari tingkat signifikansi lt; 0,05) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,983134. Jadi dapat disimpulkan Ho4 diterima yang berarti tata kelola perusahaan gagal melemahkan dampak positif tekanan terhadap manajemen laba.
Implikasi Manajerial
Hasil tersebut menunjukkan bahwa mekanisme tata kelola perusahaan (GCG) memperkuat dampak positif tekanan eksternal (LEV) dan tujuan keuangan (ROA) terhadap manajemen laba. DA), atau dengan kata lain semakin besar tekanan dari pihak eksternal dan semakin tinggi tujuan yang ingin dicapai, maka dengan adanya mekanisme tata kelola perusahaan akan meningkatkan kecenderungan bank dalam melakukan pengelolaan laba. Pengaruh Kompensasi Eksekutif Dan Tekanan Terhadap Manajemen Laba Dengan Corporate Governance Sebagai Variabel Moderating Pada Industri Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model penelitian dengan variabel moderator tata kelola perusahaan yang diukur menggunakan nilai komposit skor harga diri (model 1) mempunyai hasil penelitian yang lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa penerapan mekanisme tata kelola perusahaan dengan evaluasi diri pada perbankan di Indonesia masih dapat menghambat praktik manajemen laba secara efektif. Penelitian ini menggunakan tata kelola perusahaan dengan self-assessment yang penilaiannya berdasarkan penilaian bank sendiri.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kompensasi dan tekanan eksekutif dalam penelitian ini tidak dapat mempengaruhi tindakan manajemen perusahaan dalam melakukan manajemen laba karena sampel dalam penelitian ini menggunakan perusahaan perbankan yang diregulasi secara ketat yaitu lembaga yang diawasi secara ketat oleh regulator seperti Bank Indonesia (BI). dan Otoritas Jasa Keuangan (LSM), yaitu berapa pun besarnya kompensasi yang diberikan kepada para eksekutif dan seberapa besar tekanan yang dihadapi manajemen perusahaan. Selain itu, hasil penelitian juga membuktikan bahwa rata-rata bank yang menjadi sampel penelitian ini menunjukkan kompensasi eksekutif yang cenderung rendah, stabil secara finansial dan tekanan dari pihak eksternal yang rendah, sehingga hal ini mendukung hasil penelitian bahwa kompensasi dan tekanan dari eksekutif mempunyai pengaruh yang rendah. tidak berpengaruh pada manajemen.keuntungan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keberadaan tata kelola perusahaan tidak dapat memperkuat dampak negatif kompensasi eksekutif dan melemahkan dampak positif tekanan terhadap manajemen laba karena tata kelola perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan nilai komposit hasil evaluasi diri, yaitu nilai komposit yang dihasilkan dari evaluasi diri. nilai. merupakan hasil penilaian bank terhadap perusahaannya dan mungkin mengandung overestimate atau underestimation dalam pelaksanaannya, sehingga tidak mencerminkan mekanisme tata kelola perusahaan yang sebenarnya.
Dengan hasil tersebut diharapkan lembaga perbankan dapat meningkatkan kualitas pengelolaannya yang tercermin dari skor komposit hasil evaluasi diri sesuai ketentuan yang berlaku.
Keterbatasan Penelitian
Saran
Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan dengan Analisa Fraud Triangle pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI. Struktur kepemilikan dan kompensasi bonus serta pengaruhnya terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2010. Deteksi dan Prediksi Penipuan Keuangan Pemerintah: Efektivitas Segitiga Penipuan dan SAS No.
LS(?) DA KOM ACHANGE LEV OSHIP ROA GCG KOM*GCG ACHANGE*GCG LEV*GCG OSHIP*GCG ROA*GCG C. LS(?) DA KOM ACHANGE LEV OSHIP ROA RCG KOM*RCG ACHANGE*RCG LEV*RCG OSHIP* RCG ROA*RCG C.