Pengaruh Kompetensi Spiritual dan Kompetensi Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai PT PLN (Persero) UP3 Medan. Penelitian tersebut berkaitan dengan Pengaruh Kompetensi Spiritual dan Kompetensi Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai PT PLN (Persero) UP3 Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kompetensi Spiritual dan Kompetensi Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai secara parsial dan simultan.Penelitian dilakukan terhadap 117 pegawai dengan menggunakan kuesioner.
Dan sekaligus kompetensi spiritual dan kompetensi kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai PT PLN (Persero) UP3 Medan.
Latar Belakang
Kinerja suatu perusahaan terutama ditentukan oleh kinerja para karyawannya, tinggi rendahnya kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh kinerja para karyawannya. Kompetensi spiritual merupakan salah satu anugerah besar dari Allah swt kepada manusia dan menjadikannya salah satu kelebihan manusia dibandingkan makhluk lainnya. Kompetensi spiritual yang dimiliki pegawai adalah kemampuan pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan memotivasi diri untuk memajukan perusahaan.
Kemampuan manajer dalam memobilisasi dan memberdayakan karyawan di perusahaan akan mempengaruhi kinerja karyawan.
Identifikasi Masalah
Hal ini disebabkan karena pada setiap departemen atau divisi terdapat disharmoni antara pegawai dan pimpinan dalam hal kompetensi yang dimiliki masing-masing pimpinan, kurang memperhatikan kemampuan yang dimiliki pegawainya sehingga berdampak pada minimnya pemberdayaan dan pengembangan yang bermanfaat bagi bawahannya.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan dan penjabaran serta sebagai tambahan referensi khususnya bagi pihak yang ingin memperdalam pengetahuan mengenai pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai serta sebagai masukan dan saran yang berguna bagi instansi mengenai pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai. kompetensi terhadap kinerja pegawai.
Landasan Teori
Kinerja Karyawan
Menurut Wiludjeng (2014, p. 1) dikatakan bahwa “manajemen diperlukan untuk dapat mengukur kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi agar efektif dan efisien. Sedangkan Supomo dan Nurhayati (2018, p. 1) mengatakan bahwa “manajemen adalah alat atau wadah untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”. Sedangkan menurut Supomo (2018, p. 1) mengatakan bahwa “manajemen berasal dari kata to manager yang berarti mengatur.
Bintaro dan Daryanto (2017, p. 3) menjelaskan bahwa “manajemen kinerja adalah suatu proses manajemen yang dirancang untuk menghubungkan tujuan organisasi dengan tujuan individu sedemikian rupa sehingga tujuan individu dan tujuan perusahaan dapat bertemu.
Kompetensi Spritual
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi spiritual merupakan salah satu kompetensi yang terabaikan dan jarang terlihat oleh perusahaan.Kompetensi spiritual merupakan karakter dan sikap yang merupakan bagian terdalam dari kesadaran seseorang yang berkaitan dengan tidak hanya pada kesadaran pengetahuan akan nilai-nilai spiritual. Menurut Zohar dan Marshall (2012, p. 15) terdapat sembilan ciri pengembangan kompetensi spiritual yang tinggi, yaitu: kemampuan fleksibel atau adaptif, tingkat kesadaran diri yang tinggi, kemampuan mengatasi dan mengatasi penderitaan, kemampuan kemampuan. menghadapi dan mengatasi rasa sakit, kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai, keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu, kecenderungan melihat segala sesuatu secara holistik, kecenderungan untuk selalu bertanya mengapa, mudah untuk melawan konvensi. Seseorang yang memiliki kompetensi spiritual yang tinggi adalah orang yang mempunyai prinsip dan visi yang kuat, mampu memaknai setiap aspek kehidupan, serta mampu mengelola dan bertahan dari kesulitan dan penderitaan.
Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi spiritual berupa berpikir eksistensial, makna pribadi, kesadaran transendental, memperluas jangkauan kesadaran, ketaatan beribadah, perilaku bersyukur, doa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, toleransi dalam beribadah. , kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, percaya diri, dimensi spiritual, kebutuhan spiritual dan sikap spiritual.
Kompetensi Kepemimpinan
Oleh karena itu sifat atau watak dan wataknya mencerminkan dan mempengaruhi tindakannya, sehingga muncullah beberapa jenis kepemimpinan. Sedangkan Heri Erlangga (2018, hlm. 38-41) membedakan tipe-tipe kepemimpinan, yaitu tipe pemimpin otokratis, tipe pemimpin militeristik, tipe pemimpin paternalistik, tipe pemimpin karismatik, dan tipe pemimpin demokratis. Sedangkan tipe-tipe kepemimpinan menurut Kartina Kartono (2017, p. 69) menunjukkan ada 8 (delapan) tipe kepemimpinan, yaitu: tipe karismatik, tipe paternalistik dan keibuan, tipe militeristik, tipe otokratis, tipe laissez faire, populis. tipe, tipe administratif, dan tipe demokratis.
Lebih lanjut Besse Mattayang (2019, pp. 46-48) membagi tipe kepemimpinan yaitu tipe otoritas (otokrat), tipe internalis, tipe karismatik, tipe kepemimpinan demokratis dan tipe militeristik.
Kerangka Konseptual
Hipotesis
Jenis Penelitian
Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier berganda, serta untuk menguji hipotesis menggunakan uji t (uji parsial), uji F (uji simultan), sehingga terdapat pengaruh kompetensi spiritual dan kompetensi kepemimpinan. pada karyawan dapat diuji. kinerja di PT dapat ditentukan.
Definisi Operasional Variabel
Tempat dan Waktu Penelitian
Teknik Pengambilan Sampel
“Jika subjeknya kurang dari 100 orang, sebaiknya diambil semuanya, sehingga penelitian yang dilakukan adalah penelitian populasi. Jika jumlahnya lebih dari 100 orang, dapat diambil 10%-15% atau 20%-25% . ” Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah penggunaan non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan secara tatap muka atau menggunakan jaringan telepon.
Teknik Analisis Data
Analisis Model Pengukuran (Outer Models)
Analisis model pengukuran (outer model) menggunakan 2 uji yaitu reliabilitas dan validitas konstruk serta validitas diskriminan. Reliabilitas dan validitas konstruk (construct validity and reliability) merupakan tes untuk mengukur reliabilitas suatu konstruk. Kriteria reliabilitas dan validitas konstruk baik dilihat dari Cronbach Alpha : > 0,7 dan Composite Reliability : > 0,6.
Validitas diskriminan adalah sejauh mana suatu konstruk benar-benar berbeda dengan konstruk lainnya (konstruk itu unik).
Analisis Model Pengukuran (Inner Models)
Uji Hipotesis
Analisis Data
Deskripsi Penelitian
Deskripsi Identitas Responden
Berdasarkan diagram diatas terlihat jumlah responden laki-laki pada penelitian ini sebanyak 81 orang dengan persentase 69% dan jumlah responden penelitian ini yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang dengan persentase 31%. Berdasarkan diagram diatas terlihat jumlah responden pada penelitian ini pada kelompok umur 20-30 tahun sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 5%, kelompok umur 31-40 tahun sebanyak 53 orang dengan persentase 5%. persentase sebesar 45%, kelompok umur 41 tahun -50 tahun sebanyak 50 orang dengan persentase 43% dan kelompok umur 51-60 sebanyak 8 orang dengan persentase 7%. 3 Diagram Responden Menurut Pendidikan Terakhir Berdasarkan diagram diatas terlihat bahwa jumlah responden pada penelitian ini yang berjenjang diploma minimal 3 orang dengan persentase 3%, yaitu yang berpendidikan terakhir tamat Strata I sebanyak 103 orang dengan persentase 88%, dan yang telah mengenyam pendidikan tingkat akhir dari Strata II sebanyak 11 orang dengan persentase 9%.
Berdasarkan diagram di atas ternyata jumlah responden penelitian ini yang sudah menikah sebanyak 109 orang dengan persentase 93%, dan yang belum menikah sebanyak 8 orang dengan persentase 7%.
Deskripsi Variabel Penelitian
Pada jawaban responden mengenai pemimpin selalu melibatkan pegawai dalam pengambilan keputusan, mayoritas responden menyatakan sangat setuju yaitu sebanyak 74 orang. Pada jawaban responden mengenai pemimpin mampu menghargai gagasan pegawai, mayoritas responden menjawab sangat setuju yaitu sebanyak 66 orang. Pada jawaban responden mengenai pemimpin dapat menghargai karyawan secara langsung, mayoritas responden menyatakan sangat setuju yaitu sebanyak 73 orang.
Jawaban responden mengenai pemimpin dapat memberikan kejelasan dan pemahaman, mayoritas responden menjawab sangat setuju sebanyak 72 orang. Jawaban responden mengenai kepemimpinan yang memberikan dukungan dalam kinerja pekerjaan mayoritas responden menjawab sangat setuju sebanyak 70 orang. Jawaban responden Saya mengerjakan pekerjaan saya sesuai prosedur, responden terbanyak menjawab sangat setuju yaitu 65 orang.
Tanggapan responden terhadap Saya selalu meminimalisir kesalahan dalam bekerja, mayoritas responden menjawab sangat setuju sebanyak 64 orang. Jawaban responden saya mengerjakan pekerjaan tepat waktu, sebagian besar responden menjawab sangat setuju sebanyak 67 orang. Jawaban responden saya bekerja sesuai tugas dan fungsi saya sebagian besar responden menjawab setuju sekali sebanyak 66 orang.
Terhadap jawaban responden tentang saya bisa bekerja dengan baik dalam tim, mayoritas responden menjawab 'sangat setuju' sebanyak 69 orang. Terhadap jawaban responden mengenai ‘Saya dapat berinisiatif dalam bekerja’ mayoritas responden menjawab ‘sangat setuju’ yaitu 71 orang.
Analisis Pengujian Outer Models
Jawaban responden mengenai hasil pekerjaan saya diterima dengan baik oleh atasan dan rekan kerja saya. Mayoritas responden menjawab sangat setuju yaitu 67 orang. Jawaban responden mengenai Saya selalu berdiskusi dan bertukar pikiran dengan rekan kerja ketika saya mengalami permasalahan dalam pekerjaan. Mayoritas responden menjawab sangat setuju sebanyak 71 orang. Jawaban responden mengenai Saya selalu menawarkan diri kepada rekan-rekan saya untuk membantu ketika ada permasalahan pekerjaan. Mayoritas responden menjawab sangat setuju yaitu 65 orang.
Validitas konvergen dilakukan dengan melihat reliabilitas item (indeks validitas) yang ditunjukkan dengan nilai factor loading. Factor loading adalah angka yang menunjukkan korelasi antara skor suatu item kuesioner dengan skor indikator konstruk yang mengukur konstruk tersebut. Namun menurut Hair dkk. 1998) untuk pemeriksaan awal matriks pembebanan faktor, sekitar 0,3 dianggap telah memenuhi tingkat minimum, dan untuk pembebanan faktor sekitar 0,4 dianggap lebih baik, dan untuk pembebanan faktor yang lebih besar dari 0,5 secara umum dianggap signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa indikator variabel yang mempunyai nilai loading faktor lebih besar dari 0,70 mempunyai tingkat validitas yang tinggi sehingga memenuhi validitas konvergen. Sedangkan indikator variabel yang mempunyai nilai loading lebih kecil dari 0,70 mempunyai tingkat validitas yang rendah sehingga indikator variabel tersebut sebaiknya dieliminasi atau dikeluarkan dari model. Berikut nilai Cronbach alpha masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Reliabilitas komposit merupakan bagian yang digunakan untuk menguji nilai reliabilitas indikator pada suatu variabel. Di bawah ini adalah nilai reliabilitas komposit masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Analisis PengujianInner Models
Hasil Uji Hipotesis
Menurut Noor, pengujian dilakukan dengan melihat koefisien jalur dan melihat nilai pengujian, jika diperoleh P-Values ≤ 0,05 maka dapat dikatakan konstruknya kuat atau signifikan. Kompetensi spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai karena P-Value sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05. Kompetensi kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai karena nilai P value sebesar 0,783 atau lebih besar dari 0,05.
Pembahasan Hasil Analisis Data
Kompetensi Spiritual Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan
Kompetensi Kepemimpinan Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan
Kompetensi Spiritual dan Kompetensi Kepemimpinan Berpengaruh
Kesimpulan
Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien jalur X1 terhadap Y sebesar 0,402 dan nilai koefisien jalur X2 terhadap Y sebesar 0,030.
Saran
Keterbatasan Penelitian
Kepuasan kerja dan kinerja karyawan: Tinjauan terhadap dimensi iklim organisasi, kreativitas individu, dan karakteristik pekerjaan. Saya seorang mahasiswi jurusan manajemen, dan saat ini sedang melakukan penelitian dengan judul penelitian PENGARUH KOMPETENSI SPIRITUAL DAN KOMPETENSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA. 3 pegawai UP3 PLN (Persero) mempunyai kemampuan untuk menentukan pekerjaan yang baik dari pekerjaan yang buruk.Makna pribadi.
Pegawai UP3 PLN (Persero) mempunyai kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain dan membina hubungan saling percaya. Pegawai UP3 PLN (Persero) mempunyai kemampuan dalam mengelola emosi dan interaksi dengan baik ketika berinteraksi sosial dengan orang lain. 8 Pegawai UP3 PLN (Persero) menjaga hubungan baik dengan sesama umat beriman yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa.
Pegawai PLN (Persero) UP3 memiliki kriteria kompetensi pribadi dan kepercayaan diri yang kuat dalam pengambilan keputusan. Pegawai PLN (Persero) UP3 mempunyai keyakinan hidup dan motivasi intrinsik yang bersumber dari kekuatan yang didasari oleh keyakinannya. 1 Saya mengerjakan pekerjaan saya dengan baik 2 Saya mengerjakan pekerjaan saya sesuai prosedur/sop 3 Saya selalu meminimalkan kesalahan dalam pekerjaan saya Jumlah pekerjaan.