Hal - 136 Vol. 4 No. 1 April 2023
Pengaruh Jumlah Dewan Direksi, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2020)
Nurwahyuni Sari Lubis1, Icha Fajriana2
Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Multi Data Palembang [email protected], [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jumlah dewan direksi, leverage dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba perusahaan. Variabel yang digunakan ada 3 variabel independen yaitu jumlah dewan direksi, leverage dan ukuran perusahaan sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah manajemen laba. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 79 perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI tahun 2017-2020.
Kata kunci: Jumlah Dewan Direksi, Leverage, Ukuran Perusahaan, dan Manajemen Laba
Abstract
This study aims to examine the effect of the number of boards of directors, the percentage of public shares, leverage and firm size on the company's earnings management. The variables used are 3 independent variables, namely the number of the board of directors, leverage and company size, while the dependent variable in this study is earnings management. The type of approach used in this research is a quantitative approach. The population used in this study were 79 manufacturing companies in the basic and chemical industry sectors listed on the IDX in 2017-2020.
Keywords: Number of Directors, Leverage, Company Size, Earnings Management.
PENDAHULUAN
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak ke luar untuk memperoleh penghasilan, dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan (Abdulkadir, 2010:7). Ketika perusahaan sedang menjalankan suatu kegiatan operasinya, maka perusahaan tersebut secara periodik menyiapkan laporan keuangan untuk pihak-pihak yang berkepentingan seperti pemegang saham, investor, dan pemerintah. Laporan keuangan berfungsi sebagai salah satu sumber informasi yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan.
Teori agensi diperkenalkan oleh Jensen dan Meckling (1976), teori ini menjelaskan hubungan yang terjadi antara pemilik dan pemegang saham (prinsipal) dengan manajer (agen). Hubungan keagenan muncul ketika satu orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang lain (agent) untuk memberikan suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agen tersebut (Ujiyantho dan Pramuka, 2007).
Vol. 4 No. 1 April 2023 Hal - 137 Menurut Sulistyanto (2015) mengemukakan bahwa praktik manajemen laba merupakan upaya manajer perusahaan untuk mempengaruhi informasi di dalam laporan keuangan perusahaan dengan dalih untuk mengelabui stakeholder yang ingin tahu mengenai kinerja serta kondisi perusahaan. Pada dasarnya laporan keuangan merupakan instrumen penting dalam komunikasi antara pihak manajemen dengan pemegang saham, karena laporan keuangan digunakan oleh manajemen perusahaan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi perusahaan kepada pemegang saham.
Salah satu kasus earnings management adalah kasus penurunan kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan manufaktur juga terjadi pada perusahaan milik negara dimana salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang ekspor impor logam PT. Krakatau Steel Tbk, mencatatkan kerugian selama 8 tahun berturut – turut sejak 2012 hingga 2019 dan semakin parah di dua tahun terakhir.
Berdasarkan latar belakang penelitian dan hasil penelitian sebelumnya yang masih menunjukan hasil dengan data laporan yang terkini. Penelitian ini bermanfaat memberikan informasi mengenai faktor yang bisa berpengaruh terhadap manajemen laba sehingga dapat menjadi informasi dalam pengambilan keputusan ketika berinvestasi. Pada penelitian ini, variabel yang digunakan yaitu Pengaruh Jumlah Dewan Direksi, Persentase Saham Publik, Leverage dan Ukuran Perusahaan. Sampel yang digunakan berasal dari sektor industri manufaktur. Dari uraian yang telah dipaparkan diatas, maka peneliti memilih judul
“Pengaruh Jumlah Dewan Direksi, Leverage dan Ukuran Perusahaan terhadap Manajemen Laba (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2020)”
METODE PENELITIAN
Pendekatan yang dipakai didalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif karena dipakai dalam meneliti sebuah populasi maupun sampel khusus, pengumpulan data dengan cara memakai instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistic. Objek yang digunakan di dalam penelitian ini adalahdewan direksi, leverage, ukuran perusahaan dan manajemen laba.
Subjek dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2017-2020.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017- 2020 yang berjumlah 79 perusahaan.
Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dan teknik penetuan sampel yangdigunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling.
Hal - 138 Vol. 4 No. 1 April 2023 HASIL DAN DISKUSI
Hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan Output spss 25 dapat dilihat pada tabel uji dibawah ini:
Tabel 1. Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
X1 (dewan Direksi) 52 2 8 4,27 1,682
X2 (Leverage) 52 0,055532048522704 5,580528140000000 1,684500446757685 1,174341864407414 X3 (Ukuran Perusahaan) 52 26,246597004800330 32,010633175360450 28,514664383167247 1,712646464321543
Y (Manajemen Laba) 52 ,221071 ,845366 ,56373633 ,144479595
Valid N (listwise) 52
Sumber: Data diolah dari SPSS, 2022
Berdasarkan Tabel 1 variabel manajemen laba (Y) memiliki nilai minimum sebesar 0,221071 dan nilai maksimum sebesar 0,845366. Nilai rata-rata adalah sebesar 0,56373633, sedangkan standar deviasi adalah sebesar 0,144479595. Berdasarkan data di atas disimpulkan bahwa ukuran penyebaran manajemen laba sebesar 0,144479595 dari 52 data.
Tabel 2. Uji Normalitas
Unstandardized Residual
N 52
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation ,13069083
Most Extreme Differences
Absolute ,087
Positive ,087
Negative -,064
Test Statistic ,087
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Berdasarkan pada tabel 2 telah menunjukkan hasil bahwa Asymp.Sig.(2- tailed) memiliki nilai 0,200 yang artinya jika nilai signifikasi Kolmogorov- Smirnov di atas 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.
Vol. 4 No. 1 April 2023 Hal - 139 Tabel 3. Uji Multikolinieritas (Coefficientsa)
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std.
Error Beta Tolerance VIF
(Constant) ,217 ,539 1,259 0,222
X1
(dewan Direksi) -,005 ,020 -,057 ,242 ,810 ,306 1,326
X2
(Leverage) ,025 ,018 ,205 1,365 ,179 ,759 1,318
X3
(Ukuran Perusahaan) ,024 ,021 ,280 1,138 ,261 ,281 1,096
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Berdasarkan Tabel 3 diatas dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel memperoleh nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan VIF kurang dari 10. Nilai tolerance X1 sebesar 0,306, X2 sebesar 0,759 , X3 sebesar 0,281 dimana masing-masing variabel tersebut memperoleh nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Kemudian nilai VIF untuk X1 sebesar 1,326, X2 sebesar 1,318, X3 sebesar 1,096 dan dapat dilihat dimana masing-masing variabel telah memperoleh nilai VIF kurang dari 10. Berdasarkan nilai yang dihasilkan menggunakan uji ini dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan tidak terjadi multikolinieritas.
Tabel 4. Uji Heterokedastisitas (Coefficientsa) Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,247 ,539 2,259 ,028
X1 (dewan Direksi) -,005 ,020 -,057 -,242 ,810
X2 (Leverage) ,025 ,018 ,205 1,365 ,179
X3 (Ukuran Perusahaan) ,024 ,021 ,280 - 1,138 ,261
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Berdasarkan pada hasil uji heterokedastisitas pada tabel 4 dengan menggunakan metode Glejser telah menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel independen X1, X2, dan X4 semua berada diatas nilai signifikansi heteroskedastisitas yaitu >0,05 yang berarti tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.
Hal - 140 Vol. 4 No. 1 April 2023 Tabel 5. Uji Autokorelasi (Model Summaryb)
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of The Estimate
Durbin- Watson
1 ,426a ,182 ,131 1,134713021 1,693
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hasil uji autokorelasi dengan nilai Durbin- Watson sebesar 1,693 sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi karena jika nilai Durbin-Watson berada diantara DU < DW < 4-DU, maka hipotesis diterima.
Nilai Durbin-Watson pada penelitian ini adalah 1,693 lebih besar dari batas DU yaitu 1,6223 dan nilai DW lebih kecil dari nilai 4- DU (4 – 1,6223 = 2,3777), sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.
Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model Unstandardized Coefficients
B Std. Error
1 (Constant) ,766 ,213
X1 (dewan Direksi) -,014 ,012
X2 (Leverage) -,021 ,011
X3 (Ukuran Perusahaan) -,024 ,012
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Berdasarkan pada persamaan diatas menunjukkan bahwa nilai konstanta sebesar 0,213 artinya bahwa apabila variabel Dewan Direksi (X1), Leverage (X2), danUkuran Perusahaan(X3) konstan dan tidak ada perubahan maka variabel Manajemen Laba akan menjadi 0,766.
Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi (R) Model R R Square Adjusted
R Square
Std. Error of The Estimate
1 ,426a ,182 ,131 ,134713021
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Dari Tabel 7 di atas dapat dilihat bahwa nilai R Square sebesar 0,131 yang artinya adalah variabel Dewan Direksi, Leverage, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap variabel Manajemen Laba sebesar 13,1% sedangkan sisanya adalah 86,9% dimana dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Vol. 4 No. 1 April 2023 Hal - 141 Tabel 8. Uji t (Parsial)
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,217 ,539 2,259 ,028
X1 (dewan Direksi) ,005 ,020 -,057 -,242 ,810
X2 (Leverage) ,025 ,018 ,205 2,365 ,043
X3 (Ukuran
Perusahaan) ,024 ,021 ,280 2,138 ,048
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Dari Tabel 8 diatas menunjukkan bahwa pengujian variabel dewan direksi terhadap manajemen laba memiliki Thitung sebesar -0,242 < Ttabel sebesar 2,01174 dan nilai signifikan 0,810 > 0,05 sehingga hipotesis dewan direksi tidak berpengaruh secara parsial terhadap manajemen laba.
Pengujian variabel leverage terhadap manajemen laba menunjukkan bahwa nilai Thitung sebesar 2,365 > Ttabel sebesar 2,01174 dan nilai signifikansi 0,043 < 0,05 sehingga hipotesis leverage yang diajukan berpengaruh secara parsial terhadap manajemen laba.
Pengujian variabel ukuran perusahaan terhadap manajemen laba menunjukkan bahwa nilai Thitung sebesar 2,138 > Ttabel sebesar 2,01174 dan nilai signifikansi 0,048 < 0,05 sehingga hipotesis ukuran perusahaan yang diajukan berpengaruh secara parsial terhadap manajemen laba.
Tabel 9. Uji F (Simultan)
Model Sum of
Squares Df Mean
Square F Sig.
1
Regression ,194 3 ,065 3,554 ,002b
Residual ,871 48 ,018
Total 1,065 51
Sumber: Data Diolah dari SPSS, 2022
Berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa menurut hasil Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 3,554. Jumlah n sebanyak 52, k sebanyak 4 dimana 52-(4+1) = 47. Hasil uji di atas menunjukkan nilai F-hitung > F-tabel yaitu 3.554 >
2,57. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen, yaitu manajemen laba.
Diskusi dari hasil beberapa penelitian yang telah dilakukan, mengindikasikan bahwa jumlah dewan direksi mampu menjamin keefektifan terhadap kinerja manajemen, setiap komposisi dewan direksi pada perusahaan menyesuaikan dengan besar kecilnya kebutuhan perusahan, sehingga banyak atau sedikitnya komposisi dewan direksi akan senantiasa bersinergi dengan kepentingan perusahaan dalam mengelola atau me-manage laba.
Berpengaruhnya hubungan antara leverage terhadap praktik manajemen laba perusahaan dalam penelitian ini dapat dikarenakan semakin tinggi tingkat leverage perusahaan maka
Hal - 142 Vol. 4 No. 1 April 2023 tindakan manajemen laba juga semakin rendah. Ketika sebuah perusahaan ada pada tingkat leverage yang tinggi, maka dikatakan perusahaan tersebut juga dapat dikategorikan ada pada suatu keadaan insolvable. Berpengaruhnya hubungan antara ukuran perusahaan terhadap praktik manajemen laba. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka tindakan manajemen laba yang dilakukan semakin kecil. Perusahaan yang berukuran besar biasanya kurang memiliki dorongan untuk dapat melakukan manajemen laba, karena aktivitas operasi yang dilakukan perusahaan besar biasanya lebih kompleks dan terbuka sehingga dapat lebih berhati-hati dalam penyajian laba pelaporan keuangannya akan lebih akurat dan terpercaya. Hal ini didukung juga dengan teori akuntansi yang menyatakan bahwa dewan direksi, leverage dan ukuran perusahaanadalah pihak untuk bertanggung jawab melakukan pengawasan, pengendalian, menciptakan keadilan, melakukan laporan keuangan yang transparansi, akuntabilitas, dan respontabilitas.
KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah dewan direksi, persentase saham publik, leverage dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017-2020. Berdasarkan hasil pengujian variable dewan direksi, leverage dan ukuran perusahaan secara simultan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 dimana lebih kecil dari nilai 0,05 dan Fhitung > Ftabel 3,554 > 2,57, maka dapat disimpulkan bahwa variable dewan direksi, leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba untuk perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017-2020.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Abdulkadir Muhammad, Hukum Perusahaan Indonesia, PT Citra Aditya Bakti, Bandung 2010, Hlm 7, http://www.neraca.co.id/article/19651/konflik-internal-manajemen-muncul-bapepam- endus-ada-penyelewengan-keuangan-di-grup-bakriediakses// (2022)
[2] Jensen, M., C., dan W. Meckling, 1976. “Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Cost and Ownership Structure”, Journal of Finance Economic 3:305-360, di-download dari http://www.nhh.no/for/courses/spring/eco420/jensen-meckling-76.pdf.
[3] Sulistyanto, H. Sri. (2015). “Manajemen Laba, Teori dan Model Empiris”.Jakarta:
Grasindo.
[4] Ujiyantho, Muh. Arief dan Pramuka, Bambang Agus, 2007. Mekanisme Corporate Governance, Manajemen Laba dan Kinerja Keuangan (Studi pada Perusahaan Go Publik Sektor Manufaktur). Simposium Nasional Akuntansi X. Makasar.