1
PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN
(Studi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Selvi Setya Ezi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]
Dosen Pembimbing:
Siti Aisjah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan-perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2019. Modal kerja di ukur dengan menggunakan siklus konversi kas, periode konversi piutang usaha, periode konversi persediaan, dan periode penangguhan utang usaha (variabel indepeden). Sedangkan profitabilitas perusahaan diukur dengan return on asset (variabel dependen). Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, dimana populasi perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berjumlah 24 dan dijadikan sampel sebanyak 13. Sampel tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda.Dari hasil hipotesis diketahui bahwa variabel siklus konversi kas, periode konversi piutang usaha, periode konversi persediaan, dan periode penangguhan utang usaha berpengaruh signifikan secara simultan terhadap return on asset. Selain itu, secara parsial siklus konversi kas berpengaruh signifikan dengan arah negatif, periode piutang usaha tidak berpengaruh signifikan, periode konversi persediaan berpengaruh signifikan dengan arah negatif, dan periode penangguhan utang usaha berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap return on asset. Dari keempat variabel tersebut yang berpengaruh dominan terhadap return on asset adalah variabel periode penangguhan utang usaha. Berpengaruh signifikan negatif menunjukkan bahwa semakin lama siklus konversi kas, periode konversi persediaan dan periode penangguhan utang usaha maka profitabilitas akan semakin berkurang.
Kata Kunci: Modal Kerja, Profitabilitas, Siklus Konversi Kas, Periode Konversi Piutang Usaha, Periode Konversi Persediaan, Periode Penangguhan Utang Usaha, Return on Asset
Abstract: This study aims to determine the influence of working capital management towards profitability on food and beverage firms listed in Indonesia Stock Exchange during 2015-2019. The dimensions were used to measured working capital management in this study are cash conversion cycle, days of sales outstanding, days of sales inventory, and days of payable as the independent variable. The firm’s profitability is measured by return on asset as the dependent variable. Census technique is used to collect the data, where the population of food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange amounted to 24, and 13 were used as samples. The collected data is processed and analyzed using multiple linear regression. From the results of the hypothesis the variable cash conversion cycle, days of sales outstanding, days of sales inventory, and days of payable significantly affect simultaneously on return on asset. In addition, partially cash conversion cycle variable had a negative significant effect, days of sales outstanding had no significant
2
effect, days of sales inventory had a negative significant effect, and days of payable had a negative significant effect on return on asset. Meanwhile, from the four variables it can be seen that days of payable is the most dominant variable influence of the return on asset.
Significant negative effect indicates that longer cash conversion cycle, days of sales inventory, and days of payable will produce less profitability.
Keywords: Working Capital Management, Profitability, Cash Conversion Cycle, Days of Sales Outstanding, Days of Sales Inventory, Days of Payable, and Return on Asset
PENDAHULUAN
Pertumbuhan perekonomian suatu bangsa dapat terus berkembang maju di tunjang oleh berbagai aspek yang mendukung. Salah satunya adalah pergerakan industri pengolahan dalam negeri, baik itu sektor industri pengolahan migas maupun non migas.
Berdasarkan laporan kinerja Kementrian Perindustrian tahun 2015-2019, salah satu industri non migas yang berperan cukup besar dalam peningkatan produktivitas, realisasi investasi dalam negeri, ekspor produk dan penyerapan tenaga kerja adalah industri makanan dan minuman. Selain itu, Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa peran penting industri makanan dan minuman dapat dilihat dari kontribusinya yang terus konsisten dan signifikan terhadap produk
domestik bruto (PDB)
(www.kemenprin.go.id 2019).
Pertumbuhan positif yang dialami oleh industri makanan dan minuman dinilai cukup menguntungkan. Hal ini menjadikan industri ini mengalami persaingan yang ketat antara sesama perusahaan.
Selain itu karena peluang yang dimiliki oleh perusahaan makanan dan minuman sangat besar dan potensi pasarnya terus berkembang dari tahun ke tahun (Nimas, 2014).
Persaingan yang ketat tersebut menyebabkan perusahaan perlu untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki agar perusahaan dapat beroperasi secara optimal dan memperoleh laba yang optimal pula.
Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk operasi perusahaan setiap hari, seperti pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, membayar gaji karyawan, dan sebagainya (Mustafa, 2017). Modal kerja juga sangat penting dalam manajemen keuangan
3 perusahaan karena modal kerja tersebut dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan, tingkat resiko, dan nilai perusahaan (Ebenezer dan Asiedu, 2013).
Profitabilitas merupakan salah satu komponen penting yang masih sangat berkaitan dengan modal kerja perusahaan. Sofyan Syafri Harahap (2006) menyebutkan bahwa profitabilitas menggambarkan
kemampuan perusahaan
mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya. Profitabilitas dalam penilitian ini diproksikan dengan menggunakan return on assets (ROA). Analisis ROA digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dengan menggunakan total aset (kekayaan) yang dimiliki perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya-biaya untuk mendanai aset tersebut (Hanafi, 2012).
Dalam konsep pengertian beserta komponen dalam manajemen modal kerja, terdapat pengukuran
yang popular untuk digunakan yaitu siklus konversi kas atau cash conversion cycle (CCC) yang merupakan gabungan beberapa komponen modal kerja dan dihitung dari penjumlahan periode penagihan piutang usaha atau receivable collection period (RCP) dan periode konversi persediaan atau inventory conversion period (ICP) yang kemudian dikurangi dengan periode penangguhan utang usaha atau payable deferral period (PDP) (Risky, 2018)
Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat perbedaan hasil penelitian. Menurut penelitian yang dilakukan oleh, Ismatul Maula (2017) perputaran kas dan perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan arah positif dan perputaran modal kerja berpengaruh signifikan terhadp profitabilitas dengan arah negatif.
Sedangkan penelitian Jayanti Widya Heriani (2017) menunjukkan hasil bahwa siklus konversi kas berpengaruh signifikan positif
4 terhadap profitabilitas, periode penerimaan rata-rata piutang dan periode konversi persediaan berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas, serta periode penangguhan hutang tidak berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap profitabilitas.
Penelitian yang dilakukan oleh Ardhan A Kawakibi (2016), mengukur menggunakan ROA, dengan hasil penelitian variabel persediaan dan piutang berpengaruh positif, variabel utang berpengaruh negatif, dan siklus konversi kas berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.
Dan penelitian yang dilakukan oleh Rahayu Ningsih (2016) yang menunjukkan variabel periode piutang berpengaruh tidak signifikan terhadap ROA, variabel periode persediaan berpengaruh negatif, variable periode utang usaha berpengaruh tidak signifikan terhadap ROA.
Dengan adanya perbedaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, maka akan dilakukan penelitian yang membahas tentang bagaimana pengaruh
manajemen modal kerja yang diukur melalui siklus konversi kas, periode konversi piutang usaha, periode konversi persediaan, periode penangguhan utang usaha terhadap profitabilitas. Dengan demikian, penelitian ini diberi judul “Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan (Studi pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).”
LANDASAN TEORI
Menurut Djarwanto (2010) modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek. Kelebihan ini disebut sebagai modal kerja bersih (net working capital), kelebihan ini merupakan jumlah aktiva lancar yang berasal dari utang jangka panjang dan modal sendiri, definisi ini bersifat kualitatif karena menunjukkan kemungkinan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar dari pada utang jangka pendek dan menunjukkan tingkat keamanan bagi kreditur jangka pendek serta menjamin kelangsungan usaha di masa mendatang.
Menurut (Van Horne dan Wachowicz, 2012) piutang usaha
5 adalah sejumlah uang yang masih belum dibayar ke perusahaan oleh para pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
Sebagai aset lancar, akun piutang usaha juga disebut sebagai piutang.
Menurut Bambang Riyanto (2008), persediaan adalah barang untuk perusahaan yang diadakan untuk dijual secara langsung sebagai usaha utama perusahaan atau pengembangan usaha bagi perusahaan atau masih diolah dalam proses produksi kemudian dijual sebagai barang dagangan dalam seluruh operasi normal perusahaan.
Menurut Munawir (2007) hutang adalah kewajiban (untuk membayar sejumlah uang) kepada pihak lain yang timbul dari transaksi yang telah terjadi, atau merupakan pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan dimasa mendatang dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh transaksi yang telah terjadi sebelumnya.
Siklus konversi kas atau perputaran kas sebagai pembentuk modal kerja digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan kas
untuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan (Kasmir, 2012:140).
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Profitabilitas tersebut merupakan hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen (Sartono, 2010).
Analisis ROA digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total aset (kekayaan) yang dimiliki perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya- biaya untuk mendanai aset tersebut (Hanafi, 2012).
Hipotesis
Hipotesis Pertama
H1o: Diduga Siklus Konversi Kas berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
H1a: Diduga Siklus Konversi Kas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
Hipotesis Kedua
H2o: Diduga Piutang berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
6 H2a: Diduga Piutang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap
Profitabilitas.
Hipotesis Ketiga
H3o: Diduga Persediaan berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
H3a: Diduga Persediaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadapProfitabilitas
Hipotesis Keempat
H4o: Diduga Utang berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
H4a: Diduga Utang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas.
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan maka penelitian yang dilakukan termasuk jenis explanatory research (penjelasan).
Menurut Burhan Bungin (2009), format eksplanatori dimaksud untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variabel dengan variabel yang lain.
Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memanfaatkan fasilitas pojok BEI Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.
Populasi penelitian ini berjumlah 18 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2015- 2019. Sedangkan penentuan pada sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI pada tahun 2015-2019.
2. Perusahaan makanan dan minuman yang sahamnya secara aktif di perdagangkan di BEI secara terus menerus selama tahun 2015-2019 (tidak terkena kriteria delisting).
NO KODE NAMA PERUSAHAAN 1. AISA PT Tiga Pilar Sejahtera
Food Tbk
2. ALTO PT Tri Banyan Tirta Tbk 3. CEKA PT Wilmar Cahaya
Indonesia Tbk 4. DLTA PT Delta Djakarta Tbk 5. ICBP PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk
6. INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk
7
7. MLBI PT Multi Bintang Indonesia Tbk
8. MYOR PT Mayora Indah Tbk 9. PSDN PT Prashida Aneka Niaga
Tbk
10. ROTI PT Nippon Indosari Corporindo Tbk
11. SKLT PT Sekar Laut Tbk 12. STTP PT Siantar Top Tbk 13. ULTJ PT Ultrajaya Milk Industry
Trading Company Tbk
Jenis Data
Jenis ada yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sugiyono (2008) adalah suatu bentuk penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan. Data kuantitatif dalam penelitian ini yaitu berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan yang selanjutnya diolah.
Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan yaitu berupa laporan keuangan tahunan perusahaan makanan dan minuman yang telah terdaftar dan di publikasikan di BEI pada tahun 2015-2019 yang diperoleh dari Galeri Investasi BEI Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Variabel Dependen
Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2002), variabel dependen adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas perusahaan yang diukur menggunakan Return on Asset (ROA). Dan variabel ROA dinotasikan dengan Y.
Variabel Independen
Menurut Sekaran (2006) variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, baik secara positif maupun negatif.
a) Periode Persediaan
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengkonversi bahan baku
Return on Total Aset
Laba Bersih Sesudah Pajak Total Aktiva
= X 100%
8 menjadi barang jadi dan kemudian menjual barang tersebut.
b) Periode Perputaran Piutang
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengkonversi piutang perusahaan menjadi kas, yaitu untuk menerima kas setelah menjadi penjualan kredit.
c) Periode Utang Usaha
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk membeli bahan baku dan membayar tenaga kerja.
Metode Analisis Data
Dalam penelitian ini, metode analisis data adalah analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan software IBM SPSS 15. Sebelum menganalisis regresi linier berganda, dilakukan terlebih dulu uji asumsi klasik agar menanggulangi kemungkinan penyimpangan asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang dilakukan terdiri dari uji normalitas, uji
multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi. Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, maka dapat diketahui seberapa besar variabel-variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Model dasar analisis regresi linier berganda yaitu (Uma Sekaran, 2017):
Y = α + β1X1 + β 2X2 + β 3X3 + β 4X4
+ ε
Keterangan :
Y = Return on Asset (ROA) α = Konstanta
β 1…β 4 = Koefisien arah regresi X1 = Siklus Konversi Kas X2 = Periode Konversi Piutang X3 =Periode Konversi Persediaan X4 = Periode Penangguhan Utang e = error
HASIL DAN PEMBAHASAN Asumsi-Asumsi Klasik Regresi Uji Normalitas
Sumber: Data laporan keuangan perusahaan diolah
On e-Sam p le Ko lm o go ro v-Sm ir n ov T es t
65 .0000000 8.37395562 .119 .119 -.065 .958 .318 N
Mean Std. Dev iation Normal Parameters a,b
Absolute Pos itiv e Negative Most Extreme
Dif f erenc es
Kolmogorov -Smirnov Z As ymp. Sig. (2-tailed)
Uns tandardiz ed Residual
Tes t distribution is Normal.
a.
Calculated f rom data.
b.
Periode Persediaan = Rata-rata Persediaan Harga Pokok Penjualan/365
Periode Piutang =
Rata-rata Piutang Penjualan Tahunan/365
Periode Utang Usaha =
Rata-rata Utang Usaha
Harga Pokok PenjualanTahunan/365
9 Berdasarkan hasil uji One-Sample Kolmogorov-Sminov didapat nilai sig.sebesar 0.318 lebih besar dari α (0.05). Maka ketentuan H0 diterima yaitu bahwa asumsi normalitas terpenuhi.
Uji Multikolinieritas
Variabel bebas Collinearity Statistics Tolerance VIF
X1 0.444 2.254
X2 0.528 1.893
X3 0.447 2.239
X4 0.793 1.261
Sumber: Data laporan keuangan perusahaan diolah
Pada hasil pengujian didapat bahwa keseluruhan variabel memiliki nilai tolerance > 0,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas.
Uji Heterokedastisitas
Sumber: Data laporan keuangan perusahaan diolah
Dari hasil pengujian didapat bahwa diagram tampilan scatterplot
menyebar dan tidak membentuk pola tertentu maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga dapat disimpulkan bahwa sisaan mempunyai ragam homogen (konstan).
Uji Autokorelasi
Model Durbin-Watson
1 2,226
Sumber: Data laporan keuangan perusahaan diolah
Dari tabel Durbin-Watson untuk n = 65 dan k = 4 (adalah banyaknya variabel bebas) diketahui nilai du sebesar 1.731 dan 4-du sebesar 2.269.
nilai uji Durbin Watson sebesar 2,226 yang terletak antara 1.731 dan 2.269, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi tidak terdapat auto korelasi telah terpenuhi.
Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan regresi digunakan menguji hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah manajemen modal kerja yang diukur dengan siklus konversi kas (X1), periode konversi piutang usaha (X2), periode konversi persediaan (X3), periode penangguhan utang usaha (X4). Sedangkan variabel
10 dependen yaitu profitabilitas yang diukur menggunakan ROA (Y).
Persamaan Regresi
Sumber: Data laporan keuangan perusahaan diolah
Adapun persamaan regresi yang didapatkan sebagai berikut :
Y = 62,761 – 3,799 X1 – 0,256 X2– 4,728 X3 – 4,511 X4
Koefisien Determinasi (R2)
R R Square Adjusted R Square
0.763 0.583 0.555
Sumber: Data laporan keuangan perusahaan diolah
Dari penelitian tersebut diperoleh hasil adjusted R2(koefisien determinasi) sebesar 0,555. Artinya bahwa 55,5% variabel profitabilitas akan dipengaruhi oleh variabel bebasnya, yaitu siklus konversi kas (X1), periode konversi piutang usaha (X2), periode konversi persediaan (X3), dan periode penangguhan utang usaha (X4). Sedangkan sisanya 44,5%
variabel profitabilitas akan
dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Pengujian Model Regresi
Sumber: Data laporan keuangan perusahaan diolah
Berdasarkan pengujian tersebut nilai Sig. F 0,000 lebih kecil dari α = 0.05 maka berarti terdapat pengaruh signifikan dari semua variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Dan di simpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
Pengujian Hipotesis
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Dapat juga dikatakan jika t hitung > t tabel atau -t hitung < -t tabel maka hasilnya signifikan. Yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima.
11 Sumber: Data laporan keuangan
perusahaan diolah
Dari dari sini dapat diketahui bahwa keempat variabel bebas tersebut yang paling dominan pengaruhnya terhadap profitabilitas adalah periode penangguhan utang usaha karena memiliki nilai koefisien beta dan t hitung paling besar.
Pembahasan
Pengaruh Siklus Konversi Kas terhadap Profitabilitas
Siklus konversi kas merupakan kombinasi dari periode pengumpulan piutang, periode konversi persediaan, dan periode penangguhan utang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel siklus konversi kas berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap profitabilitas perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Pengaruh antara siklus konversi kas terhadap
profitabilitas perusahaan disebabkan jika suatu perusahaan ingin meningkatkan labanya, maka perusahaan dapat mempersingkat siklus konversi kas secepat mungkin tanpa mengganggu operasi, karena semakin singkat siklus konversi kas maka dapat mengurangi besarnya pembiayaan eksternal maupun internal yang dibutuhkan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Jayanti Widya Heriani (2017) Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015. Sehingga peneliti dapat menyimpukan bahwa siklus konversi kas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas.
Pengaruh Periode Konversi Piutang Usaha terhadap Profitabilitas
Tingkat periode perputaran piutang dapat menggambarkan tingkat efektiftifitas suatu perusahaan. Semakin cepat tingkat perputaran piutang, maka modal kerja yang ditanamkan juga semakin efektif. Periode perputaran piutang tergantung kepada syarat
12 pembayarannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa periode konversi piutang usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Dengan kata lain, tinggi rendahnya profitabilitas perusahaan tidak dipengaruhi oleh periode perputaran piutang.
Tidak signifikannya pengaruh periode perputaran piutang terhadap profitabilitas perusahaan disebabkan karena piutang usaha perusahaan makanan dan minuman merupakan aktiva yang tidak produktif dan tidak menghasilkan pendapatan (kas) hingga saat penagihannya terlunasi sehingga tidak berdampak pada profitabilitas yang dihasilkan perusahaan. Sebagian besar perusahaan menjual secara kredit agar dapat menjual lebih banyak produk.
Hasil penelitian yang dilakukan bertolak belakang dengan penelitian terdahulu oleh Jayanti Widya Heriani (2017) Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015, dikarenakan pengelolaan piutang atau pemberian kredit
perusahaan makanan dan minuman kepada pelanggan terlalu besar.
Pengaruh Periode Konversi Persediaan terhadap Profitabilitas
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa periode konversi persediaan berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama periode konversi persediaan maka akan menurunkan tingkat profitabilitas perusahaan, begitu juga sebaliknya, semakin cepat periode konversi persediaan akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Perlu biaya lebih untuk menyimpan bahan baku, barang dalam proses, hingga bahan-bahan lain yang ada dalam perusahaan.
Semakin lama barang tersimpan dalam ruangan/gudang, maka biaya yang diperlukan untuk penyimpanannya juga semakin tinggi.
Namun wajib dicermati bahwa persediaan yang kurang bisa memunculkan biaya yang tidak sedikit untuk memproduksi ataupun membeli barang secara mendadak.
Tidak hanya itu, persediaan yang kurang akan membuat hilangnya
13 kesempatan untuk menjual produk.
Hasil dari hipotesis menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak.
Pengaruh Periode Penangguhan Utang Usaha terhadap Profitabilitas
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa periode penangguhan utang usaha berpengaruh signifikan dengan negatif terhadap profitabilitas. Hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak.
Utang memiliki hubungan yang erat dengan modal kerja khususnya utang usaha bahan baku kepada pemasok dan utang bank jangka pendek. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin pendek atau cepat periode utang usaha maka akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Jayanti Widya Heriani (2017) Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015 dengan hasil Periode penangguhan hutang tidak berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap profitabilitas.
Salah satu sumber pendanaan jangka pendek yang paling mudah dan umum adalah pinjaman bank.
Sebagian besar pinjaman bank hanya mempunyai jangka waktu beberapa bulan. Dengan penambahan modal kerja dari utang usaha, maka akan meningkat pula sehingga bisa digunakan untuk menambah volume persediaan bahan baku perseroan.
Selain itu keuntungan menggunakan utang usaha dikarenakan memiliki biaya bunga yang lebih rendah daripada utang jangka panjang. Hasil dari hipotesis menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak.
Implikasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan makanan dan minuman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat variabel yang diuji dengan analisis linier berganda, terdapat tiga variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap ROA, yaitu siklus konversi kas, periode persediaan, serta periode utang usaha dan variabel periode piutang tidak berpengaruh signifikan.
14
Perusahaan dapat
meningkatkan profitabilitasnya dengan mempersingkat siklus konversi kas atau dengan cara mempersingkat periode persediaan dan periode perputaran piutang serta memperpanjang periode penagihan hutang. Dengan mempersingkat siklus konversi kas secepat mungkin tanpa mengganggu aktivitas operasi perusahaan maka perusahaan dapat mengurangi besarnya pembiayaan eksternal dan internal yang tidak dibutuhkan.
Walaupun hasil penelitian pada periode perputaran piutang menunjukkan bahwa variabel periode piutang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan, perusahaan yang menjual produknya secara kredit tetap perlu untuk memperhatikan manajemen piutang usahanya, terutama dalam mengendalikan jumlah piutang usaha, mengendalikan pembelian, dan pengumpulan piutang usaha serta evaluasi terhadap kredit yang dijalankan perusahaan.
Panjang atau pendeknya periode persediaan memiliki
pengaruh secara langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam persediaan.
Manajer perusahaan harus mampu mengelola persediaan dengan baik, dengan manajemen persediaan yang baik maka profitabilitas akan meningkat. Namun manajer juga harus mampu mengendalikan persediaan secara efektif agar modal dapat dialokasikan dengan efisien.
Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melunasi hutang jangka pendeknya. Oleh karena itu perusahaan dapat mempercepat periode hutangnya dengan meningkatkan hasil penjualan guna meningkatkan profitabilitas.
Berhubungan dengan penambahan agen penjualan dan distributor sehingga dengan bertambahnya agen penjualan dan distributor ini diharapkan tingkat penjualan perusahaan guna memperoleh profitabilitas akan meningkat pula. Karena jika penggunaan hutang jangka pendek yang terlalu besar dapat membuat
15 perusahaan terancam tidak mampu memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah jatuh tempo.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel mana sajakah yang mempunyai pengaruh pada ROA. Dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah variabel siklus konversi kas, periode konversi piutang usaha, periode konversi persediaan, periode penangguhan utang usaha sedangkan variabel terikat yang digunakan adalah return on asset. Berdasarkan pada penghitungan analisis regresi linier berganda, dapat diketahui :
1. Pengaruh secara simultan (bersama-sama) tiap variabel bebas terhadap ROA dilakukan dengan pengujian F-test. Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap ROA. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh secara bersama-sama
(simultan) variabel bebas terhadap variabel ROA dapat diterima.
2. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa siklus konversi kas yang mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap ROA.
3. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa periode konversi piutang usaha yang mempunyai pengaruh tidak signifikan terhadap ROA.
4. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa periode konversi persediaan yang mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap ROA.
5. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa periode penangguhan utang usaha yang mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap ROA.
6. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa variabel periode penangguhan utang mempunyai nilai t hitung dan koefisien beta yang paling besar.
Sehingga variabel periode penangguhan utang mempunyai pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan variabel
16 yang lainnya dan juga variabel periode penangguhan utang mempunyai pengaruh yang dominan terhadap ROA.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan maupun bagi pihak- pihak lain. Adapun saran yang diberikan, antara lain:
1. Diharapkan pihak perusahaan dapat meningkatkan mutu dari periode konversi piutang usaha, karena variabel periode konversi piutang usaha mempunyai pengaruh yang tidak signifikan dalam mempengaruhi ROA, diantaranya yaitu dengan mengurangi total asset perusahaan sehingga return on asset akan meningkat.
2. Mengingat variabel bebas dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi return on asset diharapkan hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya untuk
mengembangkan penelitian
ini dengan
mempertimbangkan variabel- variabel lain yang merupakan variabel lain diluar variabel yang sudah masuk dalam penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Sartono. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4.
Yogjakarta: BPFE
Brigham, E.F dan Houston, J.F. 2010.
Dasa–Dasar Manajemen Keuangan.
Diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto. Buku 2 (Edisi 10). Jakarta:
Salemba Empat.
________ 2011. Dasa–Dasar
Manajemen Keuangan.
Diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto. Buku 2 (Edisi 11). Jakarta:
Salemba Empat.
Bambang Riyanto. 2011. Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan.
Yogyakarta: BPFE
Brealey, et. al. (2007). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta:
Erlangga.
17 Bungin, M.Burhan. 2009. Penelitian Kualitatif. Cetakan ke 3. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Bambang Supomo dan Nur Indriantoro, 2002, Metodologi Penelitian Bisnis, Cetakan Kedua, Yogyakara; Penerbit BFEE UGM Djarwanto, 2010. Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Yogyakarta: BPFE.
Dewi Priyatno, 2008, Mandiri Belajar SPSS - Bagi Mahasiswa dan Umum, Yogyakarta: MediaKom
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (Edisi Ke 4).
Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Harmono. 2014. Manajemen Keuangan Berbasis Balance Scorecard. Cetakan ketiga. Jakarat:
PT Bumi Aksara
Harahap, Sofyan Syafri. 2006.
Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Hanafi, Mahduh dan Abdul Halim, 2012, Analisis Laporan Keuangan.
Yogyakarta: (UPP) STIM YKPN.
Jogiyanto Hartono. 2014. Teori Portofolio dan Analisis Investasi.
Edisi Kesembilan. Yogyakarta: BPFE UGM.
Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
_______2016. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Keown, J.A., John D.M., J. William Petty, David F., JR., (2011), Manajemen Keuangan, Edisi Kesepuluh, Penerbit PT Indeks, Jakarta.
Musthafa. 2017. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Munawir, S. 2012. Analisis Informasi Keuangan, Liberty, Yogyakarta _________2012. Analisis Informasi Keuangan, Liberty, Yogyakarta
18 Rangkuti, Freddy. 2004. Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Syamsuddin, Lukman. 2009.
Manajemen Keuangan Perusahaan:
Konsep Aplikasi dalam: Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan. Jakarta: Rajawali Pers Suharli, Michell, 2006. Akuntansi untuk Bisnis Jasa dan Dagang, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Sutrisno. 2007. Manajemen Keuangan: Teori. Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia.
Supardi. 2005. Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UII Press
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung : ALFABETA
Uma Sekaran, 2006. Metode Penelitiaan Bisnis. Jakarta: Salemba Empat
Van Horne, James C. and John M.
Wachowicz Jr 2009. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.
www.kemenprin.go.id 2019 www.BEI.go.id