• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh media interaktif animasi terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh media interaktif animasi terhadap"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Media (Arda, 2015) adalah berbagai komponen lingkungan siswa yang dapat mendorongnya untuk belajar. Media interaktif merupakan media yang sangat kompleks yang menggabungkan beberapa elemen media seperti teks, grafik, gambar, foto, suara, dan video yang terintegrasi. Dalam hal ini peneliti akan menggunakan media animasi interaktif berupa PowerPoint interaktif dan video animasi mengenai topik tersebut.

Dengan menggunakan media pembelajaran seperti media interaktif berupa gambar dan audio maka proses pembelajaran akan lebih efektif dan menarik perhatian siswa sehingga materi mudah dipahami siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Media interaktif animasi merupakan suatu sistem pembelajaran berbasis multimedia karena media ini dapat menyajikan informasi yang dapat dilihat, didengar dan juga dilakukan (digerakkan). Dari pendapat tersebut menunjukkan bahwa media interaktif animasi mampu menarik minat belajar, tinggi rendahnya minat belajar akan berdampak pada perilaku dan kualitas siswa itu sendiri.

Berdasarkan hal tersebut peneliti menggunakan media pembelajaran yang tepat yaitu media interaktif animasi yang menarik agar siswa tertarik dan antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Media Animasi Interaktif Terhadap Minat Belajar Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Negeri Minasa Upa.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang luas khususnya mengenai perkembangan dunia pendidikan dalam optimalisasi media interaktif animasi dalam pembelajaran. Untuk guru dan dosen; memberikan wawasan dan informasi terkait alternatif media pembelajaran yang dapat membantu proses belajar mengajar serta pengaruhnya terhadap minat belajar siswa.

KAJIAN PUSTAKA

  • Kajian Pustaka…
  • Penelitian yang Relevan
  • Kerangka Pikir
  • Hipotesis Penelitian

Sebisa mungkin guru harus memberikan rangsangan kepada siswa dari dalam ketika pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Misalnya ketika pendidik menyampaikan materi pembelajaran secara lisan melalui metode ceramah tanpa menggunakan media, maka ada kemungkinan siswa akan memperoleh pendapat yang berbeda. Materi yang diberikan dengan media animasi interaktif akan merangsang berbagai indra siswa untuk memahaminya.

Setiap siswa diajak untuk mengenal dirinya sendiri, lingkungan alam dan teknologi yang akan membawanya pada pemahaman tentang ilmu-ilmu alam. Pendidikan sains diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal diri dan lingkungannya. Instrumen yang diujikan kepada siswa menunjukkan adanya peningkatan minat belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen pada mata pelajaran IPA.

Hasil belajar siswa dengan media animasi pada materi sistem pencernaan mempunyai pengaruh yang signifikan, dengan nilai menggunakan uji t yaitu 3,50 menjadi 2,20. Sehubungan dengan hasil uraian saya dari beberapa penelitian yang juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran interaktif animasi pada materi yang sesuai.

Gambar 2.1 Kerangka Pikir  Keterangan:
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Keterangan:

METODE PENELITIAN

  • Rancangan Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Definisi Operasional Variabel
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Setelah dilakukan proses pembelajaran pada kelas kontrol diberikan angket pre-test yang dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dasar siswa mengenai bahan ajar IPA organ gerak. Setelah itu diberikan angket post-test untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa setelah melalui proses pembelajaran menggunakan media animasi interaktif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri Minasa Upa, data diperoleh melalui angket minat belajar yang berjumlah 15 item pernyataan, untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas V SD.

Dari tabel 4.1 dapat diketahui bahwa rata-rata skor minat belajar IPA siswa sebelum diberikan treatment kepada 20 siswa adalah 27,3 dengan standar deviasi 3,55 dan skor ideal 60 berada pada kategori rendah berdasarkan kategori cukup. minat belajar siswa. Dari tabel 4.2 terlihat proporsi minat pretest IPA siswa sebelum penerapan media interaktif animasi terhadap minat belajar IPA yaitu 20 siswa yaitu 14 siswa atau 70% yang berada pada kategori sangat kategori rendah, 6 siswa atau 30% yang masuk dalam kategori rendah, 0% siswa yang masuk dalam kategori sedang, dan 0% siswa yang masuk dalam kategori tinggi. Dari Tabel 4.1 diketahui bahwa rata-rata skor minat belajar IPA siswa sebelum diberikan perlakuan kepada 20 siswa adalah 48,6 dengan standar deviasi 4,34 dan skor ideal 60 berada pada kategori rendah berdasarkan kategori siswa. ' minat belajar.

Indikator observasi aktivitas siswa dikatakan berpengaruh berupa skor minimal aktivitas siswa selama proses pembelajaran IPA menggunakan media animasi interaktif secara deskriptif berada pada kategori aktif (75%. Hasil observasi aktivitas siswa menggunakan media animasi interaktif dalam pembelajaran IPA selama 3x). pertemuan dapat dinyatakan dalam persentase sebagai berikut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Analisis Statistik Deskriptif
  • Analisis Statistik Inferensial

Skor minat belajar siswa yang menggunakan media animasi lebih besar dibandingkan skor minat belajar siswa yang menggunakan media konvensional (papan tulis). Pengaruh penggunaan media animasi terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan, dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media animasi mempengaruhi aktivitas belajar siswa pada materi sistem pencernaan di SMP 1 Darussalam dapat Dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa dengan media animasi pada materi sistem pencernaan sangat berpengaruh, dengan jumlah persentase rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 85,62 dan pada kelas kontrol sebesar 80,31. Dari kerangka di atas dijelaskan bahwa permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa kelas V SD Negeri Minasa Upa.

Berdasarkan landasan teori, hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh media animasi interaktif terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Variabel terikat (Variabel Y) dalam penelitian ini adalah minat belajar siswa sebagai respon siswa setelah diberikan perlakuan media animasi interaktif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

Misalnya uji-t dapat digunakan untuk membandingkan minat belajar siswa sebelum menggunakan media interaktif animasi dan setelah menggunakan media interaktif animasi. Berdasarkan Tabel 4.5 terlihat persentase minat belajar IPA siswa setelah dilakukan tes IPA sebelum penggunaan media interaktif animasi digunakan untuk minat belajar IPA yaitu sebanyak 20 siswa, dimana 0% berada pada kategori sangat rendah. 2 siswa atau 10% yang termasuk dalam kategori rendah, 12 siswa atau 60% yang termasuk dalam kategori sedang, dan 6 siswa atau 30% siswa yang termasuk dalam kategori tinggi.

Pembahasan

Hal ini ditunjukkan dengan terlihatnya minat belajar siswa terhadap penggunaan media animasi interaktif dalam pembelajaran IPA terkait materi organ gerak. Melihat peningkatan minat belajar siswa Kelas 5 C berarti semakin jelas adanya peningkatan manfaat penggunaan media animasi interaktif dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi gerak organ. Ketika pembelajaran berlangsung di kelas kontrol tanpa menggunakan media animasi interaktif, siswa terlihat kurang aktif dan menikmati proses pembelajaran.

Sebaliknya ketika media animasi interaktif digunakan pada kelas eksperimen terlihat siswa sangat bersemangat mengikuti proses pembelajaran. Hal ini memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hanik Farida, dimana skor minat belajar siswa yang menggunakan media animasi lebih besar dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan media konvensional (papan tulis).

Perbedaan hasil belajar ditunjukkan dari analisis hasil pengisian angket siswa yang diuji dengan rumus uji T diperoleh Thitung > Ttabel (2,539>2,009). Penelitian yang dilakukan oleh Liza Yunita menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa yang diajar dengan media animasi pada materi sistem pencernaan berpengaruh signifikan dengan nilai menggunakan uji t yaitu t-skor dari t-tabel 3,50 2,20. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial, teori dan penelitian yang relevan serta hasil observasi pelaksanaan pembelajaran di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran animasi interaktif terhadap minat belajar mata pelajaran IPA kelas lima. adalah. siswi S1 dari SD Negeri Minasa Upa Kota Makassar.

Media interaktif animasi diilustrasikan dengan menggunakan komputer atau laptop yang dilengkapi dengan LCD, dimana di dalam media itu sendiri terdapat beberapa unsur seperti gambar, teks, suara, visual dan audiovisual yang dipadukan menjadi satu dengan materi yang berkaitan dengan organ gerak hewan. . Pengaruh Media Animasi Interaktif Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas IV SDIT Mta Matesih Tahun Pelajaran 2013/2014. Buku Siswa Tema: Organ Lokomotor Hewan dan Manusia Kelas V (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017).

Topik Buku Siswa: Organ Gerak Hewan dan Manusia Kelas V (Topik Buku Kurikulum Terpadu 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017). Bentuk instrumen penilaian (skoring) dapat dilihat misalnya pada pembelajaran 1. Siswa mengerjakan soal-soal tertulis, suplementasi dan praktik pembelajaran pada buku siswa. 2 Siswa mencatat penjelasan guru 3 Siswa mengajukan pertanyaan 4 Siswa menjawab pertanyaan 5 Siswa meminta petunjuk kepada guru.

PENUTUP

Simpulan

Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata sebelum perlakuan yaitu 27,37, setelah penerapan media animasi interaktif nilai rata-rata mengalami peningkatan yaitu 48,73 dengan jumlah 40 orang dan menggunakan perhitungan T-Test Microsoft Excel.

Saran

Diisi dengan kalimat-kalimat positif oleh guru tentang apa yang menonjol dan apa yang memerlukan upaya pengembangan untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan di kelas yang dikunjunginya.

Tabel Analisis Skor angket
Tabel Analisis Skor angket

Gambar

Tabel 3.1 Desain Penelitian……………………………………………...……….20  Tabel 3.2 Populasi………………………………………………………..………21  Tabel 3.3 Sampel Penelitian……………………………………………………22  Tabel 4.1 Statistik skor minat belajar peserta didik kelas V SD Negeri Minasa Upa
Gambar 2.1 Kerangka Pikir………………………………………………………17
Gambar 2.1 Kerangka Pikir  Keterangan:
Tabel 3.3 (Desain Penelitian)
+7

Referensi

Dokumen terkait

[28] investigated the characteristics of concrete with chemically bonded used foundry sand in concrete with characteristic compressive strength of 20 MPa having natural river sand

I am interested in possibilities for early childhood education in settler colonial North American contexts, to shift towards relating to place, including its human and more-than-human