1
P R O S I D I N G S E M I N A R N A S I O N A L #J I L I D 1 U N I V E R S I T A S P G R I P A L A N G K A R A Y A P A L A N G K A R A Y A, 1 2 – 1 3 J U L I 2 0 2 2
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP NASIONALISME DAN INTEGRASI BANGSA DI ERA MODERN
Ana Suheri, S.H., M.H1, Mantili, S.Pd., M.Pd2, Rosmawiah3, Albert4 Ilmu Hukum1,3,4, Pendidikan Sejarah2,
Universitas PGRI Palangka Raya Email : [email protected] ABSTRAK
Pengaruh media sosial terhadap Nasionalisme dan Integrasi Bangsa di era modern saat ini dapat memberikan dampak yang baik dan buruk bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa tentunya. Pengaruh yang hadir dampak dari media sosial pun beragam buruknya merupakan generasi penerus bangsa yang dapat terpengaruh akan budaya yang masuk melalui media sosial sehingga membuat memudarnya rasa nasionalisme yang dimiliki oleh generasi penerus bangsa. Kemudian hal buruk yang terjadi pada integritas bangsa adalah pemicu kurangnya integritas bangsa seperti rasa toleransi semakin kuat pengaruh rasisme yang terjadi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak dari media sosial terhadap nasionalisme dan integritas bangsa pada era modern pada generasi penerus bangsa dan
masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian online yang mana cara peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan internet. Penelitian online ini biasa juga disebut dengan ilmu internet, metode berbasis web atau penelitian online dengan mencari jurnal yang berkaitan dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti.
Pemahaman nasionalisme pada era modern yang sangat dipengaruhi oleh media sosial pada saat ini pun akan mendapat tantangan yang berat, yang mana
masyarakat Indonesia kurang menyukai adanya pembahasan maupun diskusi
nasionalisme sehingga menyebabkan kurang berkembangnya pemahaman nasionalisme pada era modern saat ini. Semakin kurangnya rasa nasionalis dan integritas bangsa tentu akan menyebabkan berkurangnya perasaan cinta masyarakat terhadap bangsanya sendiri. Rasa cinta merupakan hal yang diungkapkan dengan benar maka tidak akan hadir keributan yang membuat keresahan terhadap masyarakat. Rasa nasionalisme merupakan cinta pada tanah air harus dapat diungkapkan dengan baik sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Nasionalisme sendiri harus sesuai dengan Pancasila sebagaimana Pancasila merupakan pandangan hidup dan dasar dari negara dan ideologi negara.
Cinta pada bangsa dengan tidak lupa untuk menghargai bangsa lain. Namun
sebagai pengupayaannya kita dapat meminimalisir adanya pengaruh buruk dari media sosial menjadi pengaruh yang baik dalam menanamkan rasa nasionalisme cinta akan tanah air dengan melibatkan influencer terpilih untuk memperkenalkan budaya bangsanya sendiri. Kata Kunci : Era Modern; Integritas Bangsa; Media Sosial;
Nasionalisme;
ABSTRACT
The influence of social media on Nationalism and National Integration in the modern era can have a good and bad impact on society and the nation's next generation of course. The influence that comes from social media is also diverse badly is the next generation of the nation that can be affected by the culture that enters through social media so as to make the fading sense of nationalism owned by the next generation of the nation. Then the bad thing that happens to the integrity of the nation is the trigger of the lack of integrity of the nation as the sense of tolerance the stronger the influence of racism that occurs. This research aims to find out how much impact social media has on nationalism and the integrity of the nation in the modern era on the next generation of people and people. This study was conducted with online research which is how researchers collect data using the internet. This online research is also commonly referred to as internet science, web-based methods or online research by searching journals related to research researched by researchers. Understanding nationalism in the modern era that is strongly influenced by social media at this time will also be a tough challenge, which indonesian people do not like the discussion or discussion of nationalism so as to cause a lack of understanding of nationalism in the modern era today. The lack of nationalist sense and integrity of the nation will certainly lead to a decrease in people's love for their own people. Love is a thing that is expressed correctly, there will not be a commotion that makes unrest in the community. A sense of nationalism is a love for the homeland must be expressed properly in accordance with the rules and norms that apply in society.
Nationalism itself must be in accordance with Pancasila as Pancasila is the life and basic view of the state and the ideology of the state. Love the nation by not forgetting to respect the other nation. But as a payment we can minimize the bad influence of social media into a good influence in instilling a sense of nationalism love for the homeland by involving selected influencers to introduce the culture of their own nation.
Keywords: Era Modern; Integrity of the Nation;Social Media; Nationalism;
PENDAHULUAN
Nasionalisme berasal dari kata “Nation” yang memiliki makna “Bangsa” atau dalam arti keseluruhan yakni: (1) kesatuan orang yang memiliki kesamaan keturunan, bahasa, adat dan sejarah serta memiliki pemerintahan sendiri; (2) golongan manusia, tumbuh-tumbuhan atau binatang yang memiliki asal-usul yang sama dan serta memiliki sifat khas yang sama; serta (3) kumpulan dari beberapa manusia yang biasanya terikat dengan kesatuan bahasa dan budaya (dalam arti umum) serta menempati beberapa wilayah tertentu di muka bumi (Setiawan, Aman and Wulandari 2020). Beberapa pendapat yang lain memaknai Nasionalisme sebagai sebuah paham yang mana akan muncul tatkala kita diharuskan untuk memilih status kebangsaan dalam diri kita. Nasionalisme
berkaitan dengan kewarganegaraan atau kelompok yang secara khayal ada keterikatan (Dzuhayatin 2020).
Pengembangan nasionalisme di Indonesia sangat erat hubungannya dengan sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah yang telah dimulai sejak zaman kerajaan di Nusantara. Berdasarkan (Irawan 2020) waktu dimulainya nasionalisme Indonesia tidak dapat disebutkan atau diperkirakan secara tepat. Hal ini karena paham Nasionalisme merupakan suatu fase yang baru mulai untuk dapat disebutkan dengan jelas dan terorganisir pada dasawarsa abad ke 20, namun walaupun begitu, unsur paham Nasionalisme yang penting sudah diterima dengan baik jauh sebelumya.
Berdasarkan (Rahma, Putra and Lutfiana 2020) Nasionalisme juga disebutkan sebagai “identitas politik” yang ditanamkan pada diri manusia sejak lahir dan semenjak manusia mengenyam pendidikan.Di Indonesia sendiri, konsep identitas politik telah diterapkan dan diamalkan dengan baik oleh setiap masyarakatnya. Hal ini tercermin dari diselenggarakannya peringatan-peringatan yang berkaitan dengan cerminan jati diri bangsa, misalnya, kegiatan upacara di sekolah setiap hari senin, perlombaan dengan tema kebangsaan pada 17 agustus, peringatan hari pahlawan, sumpah pemuda dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan tersebut merupakan upaya-upaya dalam menanamkan rasa Nasionalisme pada anak bangsa dan mencetak pribadi- pribadi yang cinta tanah air (Susilo and Sugihartati 2020).
Integrasi bangsa, atau biasa juga disebut sebagai intergrasi Nasional merupakan hal yang harus dipikirkan selanjutnya setelah menanamkan rasa Nasionalisme terhadap putra-putri penerus bangsa. Integrasi bangsa ini berkaitan dengan usaha dan proses untuk mempersatukan perbedaan- perbedaan yang ada pada suatu bangsa atau negara sehingga keserasian dan keselarasan nasional dapat terwujud. Integrasi bangsa merupakan sesuatu yang dianggap penting karena mencakup perwujudan keselarasan bangsa di tengahtengah perbedaan antar setiap masyarakatnya.Integrasi bangsa bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai masyarakat majemuk dengan corak masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” (Wicaksana 2020).
Nasionalisme dan integrasi bangsa, keduanya merujuk pada satu tujuan
yakni membangun rasa cinta tanah air, mendorong kedaulatan dan kesepakatan untuk membentuk negara berdasarkan kebangsaan, dan merupakan pijakan serta tujuan dalam menjalani kegiatan kebudayaan dan perekonomian (HusinAffan and Maksum 2016).
Namun, teknologi pada abad ke-20 menyebabkan pergeseran pada rasa nasionalisme dan integrasi bangsa.Teknologi yang telah menjadi kebutuhan primer dengan tingkat konsumsi yang terus mengalami kenaikan ini selain membawa dampak positif bagi masyarakat, membawa dampak yang negatif pula. Pada awal tahun 2020, polling penguna internet di Indonesia menemukan bahwa sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8% penduduk di Indonesia merupakan pengguna internet. Data ini berdasarkan polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam (Hasiholan, Pratami, & Wahid, 2020). Pengguna internet yang semakin banyak ini didominasi oleh pengguna social media yang semakin banyak pula. Data dari We Are Social pada tahun 2020 menyebutkan bahwa pengguna mobile phone di Indonesia mencapai persentase sebanyak 96% dan pengguna smartphone sebanyak 93% dengan usia pengguna gawai dan internet berkisar pada 16-64 tahun (Rohmah, 2020).
Indonesia, memiliki beragam aplikasi social media yang tidak hanya mampu mendukung komunikasi antar individu maupun social, namun juga mendukung penggunanya untuk bersenang-senang dan membagikan beragam kegiatan, kreativitas dan bakat mereka.Beberapa social media yang sedang berkiprah di Indonesia adalah Facebook, Twitter, Youtube, WhatsApp, Instagram, TikTok dan masih banyak lagi (Fadhila, 2020).
Revolusi yang besar pada teknologi dan sosial media ini membawa dampak bagi kehidupan generasi muda. Sosial media, mengubah perangai manusia.Dampaknya yang paling mencolok adalah maraknya penggunaan Social media di kalangan masyarakat muda yang membuat mereka cenderung mengalihkan kegiatan sosial dalam bentuk interaksi melalui dunia maya. Sehingga, masyarakat muda mungkin akan mengalami kekuarangan kecakapan dalam bersosialisasi di dunia nyata (Asyari and Dewi 2021).
Fenomena kemajuan teknologi ini, selain bersinggungan dengan perilaku manusia, berpengaruh juga pada ideologi bangsa dan wawasan kebangsaan
generasi muda. Terutama pada masyarakat di usia remaja. Masyarakat usia remaja berada pada fase dimana mereka cenderung menggunakan kemampuan berpikir yang bersifat hipotetik atau analisa dan bertujuan untuk mencari berbagai jawaban yang memiliki keterkaitan dengan identitas (Hasanah 2021). Begitu pula ketika mereka mulai memiliki pertanyaan terkait dengan tanah air mereka.Dengan banyaknya informasi mengenai kebangsaan yang tersebar pada sosial media, yang tidak dapat dipilah kebenaran dan kebaik-burukannya.Hal ini dapat menimbulkan krisis Nasionalisme dan Integritas bangsa bagi generasi muda (Asyari and Dewi 2021).
Kemajuan teknologi pula menyebabkan masyarakat mampu memperoleh informasi dengan mudah mengenai Nasionalisme dan Integritas Bangsa negara lain.
Hal ini menyebabkan paham Nasionalisme semakin terkikis oleh paham globalisme.Tidak jarang juga kita mampu mendapatkan promosi wisata budaya virtual dari berbagai negara di dunia. Di dukung oleh kekuatan-kekuatan capital asing yang semakin merajalela dan memperluas jaringannya. Namun, hal ini digandrungi oleh masyarakat muda Indonesia masa kini, terutama pada budaya Korea Selatan dan Jepang yang dianggap lebih menarik daripada budaya di Indonesia sendiri (Rahman and Windah 2021) dan (Pramadya and Oktaviani 2021). Hal ini tentu saja lebih menimbulkan kekhawatiran akan Nasionalisme dan Integritas bangsa Indonesia.
Berdasarkan pendahuluan yang telah dijabarkan, peneliti kemudian tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Media Sosial Terhadap Nasionalisme dan Integrasi Bangsa Di Era Modern. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian online yang merupakan cara untuk mengumpulkan data dengan internet seperti jurnal terkait dengan metode penelitian yang ada. Hasil penelitian akan menunjukkan bagaimana media sosial mampu mempengaruhi Nasionalisme dan Integrasi Bangsa Di Era Modern.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian online yang mana cara peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan internet. Penelitian online ini biasa juga disebut dengan ilmu internet, metode berbasis web atau penelitian online dengan mencari jurnal yang berkaitan dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN Pemahaman Nasionalisme
Nasionalisme merupakan sikap masyarakat yang ditunjukan sebagai kecintaanya terhadap bangsa, bahasa, dan daerah asal. Nasionalisme yang merupakan rasa cinta yang alamiah pada tanah air yang memberikan kesadaran pada masyarakat yang kemudian akan memberikan adanya dorongan untuk menegakkan kedaulatan, membuat negara sesuai dengan kebangsaan yang disetujui dan rela mengorbankan demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk meningkatkan rasa nasionalisme agar tertanam dalam jiwa masyarakat diperlukannya penanaman nilai – nilai luhur bangsa Indonesia dan menanamkan jiwa nasionalisme dikalangan masyarakat terutama generasi milenial yang menjadi harapan bangsa dan negara.Dengan memberikan penanaman nilai luhur Pancasila dan makna dari Undang – Undang 1945 hingga menumbuhkan rasa cinta dengan tanah air seperti misalnya dengan menimbulkan rasa cinta produk Indonesia.untuk meningkatkan rasa semangat nasionalisme agar dapat tertanam bagi masyarakat yang harus diatasi awal mula adalah dengan menghadirkan mentalitas masyarakat untuk mencintai negerinya dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya.
Pada era modern saat ini nasionalisme hadir dengan tantangan yang mengikutinya seperti semakin modernya kehidupan manusia, yang mana jarak bukanlah halangan (Asyari and Dewi, Peran Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Generasi Milenial Dalam Menanamkan Jiwa Nasionalisme Di Era Globalisasi 2021).Hadirnya telekomunikasi dapat menggabungkan lapisan masyarakat menjadi masyarakat global. Era modern memberikan memudarnya nasionalisme.Era modern memberikan permasalahan pada eksistensi negara dan bangsa. Sebagian masyarakat era modern yang ditimbulkan pada saat ini merupakan bagian dan proses dari integrasi manusia. Namun utuk masyarakat lain hadirnya era modern ini merupakan ancaman.
Hadirnya sosial media di era modern ini tentunya akan memberikan pengaruh untuk faktor ekonomi, teknologi dan pengetahuan yang mana sebagai faktor utama. Namun terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa hadirnya sosial media pada era modern ini memberikan kebangkitan baru terhadap masyarakat universal. Selain itu era modern akan memberikan dampak pada budaya yang mengalami pergeseran
nilai dan sikap masyarakat dari irasional menjadi rasional. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentu akan memberikan kemudahan dan memberikan dampak pemikiran lebih maju untuk masyarakat (HusinAffan and Maksum 2016).
Memberikan penanaman rasa nasionalisme merupakan hal yang penting untuk membuat benteng masyarakat yang mana merupakan penerus bangsa.Menerapkan perilaku saling menghormati terhadap masyarakat, memberikan arahan terhadap perilaku yang menyimpang dan merugikan bangsa dan negara hingga menanamkan nasionalisme untuk menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab dan dapat membela bangsa dan memberikan keamanan untuk aset yang dimiliki oleh bangsa.Generasi muda terutama yang merupakan penerus bangsa merupakan generasi paling utama untuk ditanamkan rasa nasionalisme.Adanya pengaruh era modern saat ini merupakan tugas bagaimana dapat membuat generasi penerus bangsa dapat tertanam dalam hatinya rasa nasionalisme dengan memperlihatkan perjuangan bangsa Indonesia dahulu sampai menjadi Indonesia pada saat ini yang lebih baik dari sebelumnya (Sartika 2016).
Pada era modern ini tidak hanya Indonesia saja yang berusaha keras untuk membangun rasa nasionalisme terhadap generasi penerus bangsa.Negara adidaya dengan kekuatan politik, ekonomi, budaya dan hankam seperti Amerika Serikat pun berupaya sangat keras dalam membentuk nasionalisme pada masyarakatnya (Affan and Maksum 2016).Memberikan pemahaman nasionalisme pada era modern merupakan tantangan yang berat, hal ini yang menyebabkan diperlukannya pemahaman rasa nasionalisme yang menghadapi kesulitan pada era modern saat ini.
Upaya yang dilaksanakan tentu saja akan lebih berat, dengan membawa tema pembangunan nasionalisme. Pemahaman nasionalisme pada era modern yang sangat dipengaruhi oleh media sosial pada saat ini pun akan mendapat tantangan yang berat, yang mana masyarakat Indonesia kurang menyukai adanya pembahasan maupun diskusi nasionalisme sehingga menyebabkan kurang berkembangnya pemahaman nasionalisme pada era modern saat ini.
Integrasi Bangsa Pada Era Modern
Indonesia adalah negara multikultural yang memiliki adanya ragam suku,
agama, rasa, budaya dan golongan kehidupan yang ada pada NKRI.Dari keberagaman yang ada merupakan kekayaan yang sangat berharga yang dimiliki oleh Indonesia.Integrasi bangsa pada era modern saat ini mulai mengalami adanya ancaman.Era modern yang dipengaruhi adanya sosial media memberikan perubahan pada segala bidang dalam kehidupan masyarakat. Hadirnya informasi yang beredar begitu cepat memberikan pembentukan dunia tanpa adanya batasan politik, ekonomi hingga budaya sesama bangsa akan menjadi pudar. Integrasi bangsa sendiri dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu
[1] aspek politik atau integrasi politik, [2] aspek ekonomi atau integrasi ekonomi yang saling memiliki ketergantungan ekonomi dari daerah yang bekerja sama dengan sinergi, [3] aspek sosial budaya atau integrasi sosial budaya yang merupakan hubungan atar suku, antar lapisan dan antar golongan.
Pada umumnya integrasi bangsa merupakan cerminan dari proses persatuan masyarakat dari berbagai wilayah yang berbeda atau memiliki adanya perbedaan.
Integrasi bangsa pun memiliki beberapa faktor yang berpengaruh yaitu, adanya perasaan senasib seperjuangan yang dihasilkan dari sejarah, hadirnya ideologi nasional yang tercermin pada simbol negara yang merupakan Garuda Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, hadirnya keinginan untuk bersatu pada kalangan bangsa Indonesia seperti yang ada di dalam Sumpah Pemuda, hadirnya ancaman dari luar yang memberikan dampak semangat nasionalisme pada kalangan bangsa Indonesia, Penggunaan Bahasa Indonesia, terdapat semangat persatuan dan kesatuan pada bangsa, bahasa dan tanah air Indonesia, terdapat kepribadian kebangsaan yang sama yang merupakan Pancasila, hadirnya semangat gotong royong, solidaritas, dan toleransi keagaamaan yang kuat, terdapat perasaan senasib karna derita dari penjajahan, dan hadirnya perasaan cinta tanah air dan produk yang dihasilkan oleh dalam negeri.
Seperti yang kita ketahui hadirnya sosial media pada era modern tentu memberikan dampak yang mempengaruhi integritas bangsa.Tidak sedikit permasalahan yang dihadapi dalam sosial media kurangnya toleransi antar golongan.Misalnya saja pada kasus yang baru saja terjadi saat ini Nagita Slavina yang merupakan istri dari artis Raffi Ahmad diangkat menjadi Duta Pon XX.Nagita mengenakan pakaian adat Papua, dan yang disayangkan tidak ada
wanita Papua yang menjadi Duta Pon XX yang menimbulkan kontroversi rasisme.
Harapan dari masyarakat Papua, Duta Pon XX yang diadakan di Papua nantinya terdapat wanita asli dari Papua.Selain itu Nagita boleh menjadi sahabat Duta Pon XX Papua, sehingga diharapkan tidak menimbulkan adanyah perpecahan dan tindakan rasisme. Seperti yang ada di gambar berikut ini :
Gambar 1. Duta Pon XX (Fikri 2021)
Masih banyak dari masyarakat yang bertindak rasis dalam dunia sosial media di era modern ini yang membuat terhambatnya integrasi bangsa.Selain dari permasalahan dari sikap rasi yang masih ada di sosial media, terdapat pula permasalahan kurangnya perasaan tenggang rasa yang ada pada masyarakat yang dilaksanakan dalam dunia bersosial media.Dari hal tersebut sudah memberikan bukti bahwa adanya sosial media di era modern ini tentu memberikan pengaruh pada integrasi bangsa.Apabila Indonesia mengalami kekacauan tersebut, tentu saja hal ini dapat mempengaruhi masyarakat. Hadirnya sosial media pada era modern ini memberikan dampak yang berbeda – beda tentunya pada setiap wilayah. Hadirnya sosial media di era modern ini pula bergantung terhadap bagaimana masyarakat tersebut menyikapi. Apabila masyarakat memberikan tindakan yang baik terhadap hadirnya sosial media pada era modern ini tentunya negara akan menjadi beradaptasi dengan perubahan yang baik pula untuk kemajuan Indonesia. Setiap masyarakat sendiri memiliki pola pikir dan sikap yang berbeda dalam menghadapi era modern ini.Karna pada dasarnya era modern ini tidak seutuhnya memberikan keburukan
terus menerus tiap masyarakat.
Namun kebanyakan dari masyarakat yang kurang mampu untuk menyikapi era modern ini, akan memberikan dampak yang kurang baik yang kemudian memberikan pengaruh pada bangsa dan tanah air. Dalam arus era modern yang begitu kuat, dalam mencegak dampak negatif hadirnya era modern tentu dengan memberikan tingkatan semangat nasionalisme pada masyarakat.Namun kebanyakan pada prakteknya nasionalisme yang ada pada saat ini justru mulai memudar. Apabila permasalahan ini dibiarkan larut tidak diberikan solusi maka hal tersebut akan memberikan dampak yang tidak baik dalam semangat nasionalisme pada masyarakat Indonesia dan tentu akan memberikan pengaruh untuk negara Indonesia sendiri (Putra 2020).
Pengaruh Media Sosial Terhadap Nasionalisme dan Integrasi Bangsa
Pada era modern saat ini perkembangan teknologi sudah sangat mempengaruhi generasi penerus bangsa.Media sosial tentu memiliki pengaruh yang besar bagi generasi penerus bangsa.Pada dasarnya media sosial memiliki pengaruh baik dan pengaruh buruk. Seperti yang telah kita ketahui media sosial yang memiliki banyak influence, dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat.
Misalnya saja saat ada permasalahan seperti gambar di atas.Permasalahan Duta Pon XX tersebut pada awalnya hanya menjadi berita di lama okezone.com, namun setelah ada dukungan dari influence yang ada di media sosial seperti instagram, twitter, dan sebagainya membuat pemberitaan tersebut semakin heboh dan mempengaruhi masyarakat.Pendapat dari influence sangat memberikan pengaruh bagi masyarakat, kebanyakan masyarakat gampang terpengaruh dengan hadirnya berita tersebut dan terdapat alasan yang pro dan kontra. Pengaruh baik dan buruk tersebut akan bergantung bagi para influence yang memberikan postingan apakah hal tersebut baik atau buruk untuk diikuti. Konten yang ada di media sosial sebagian besar sangat mempengaruhi pola pemikiran dari masyarakat tersebut.
Pengaruh yang diberikan oleh para influence yang ada di media sosial saat ini memiliki peran yang besar sebagai pemikiran yang diikuti oleh followersnya. Seperti yang telah dikatakan Erikson pada teorinya, Erikson mengatakan individu remaja akan mencapai perkembangan yang membutuhkan model dalam jalannya untuk menemukan jati diri yang kemudian akan
memberikan contoh dan penguatan perilaku pada mereka (Rizqiyah and Dewi 2021).
Namun tidak semua yang ada di dalam media sosial yang diberikan oleh influence tersebut baik dan memberikan materi yang berhubungan dengan nasionalisme dan integrasi bangsa. Media sosial sudah seperti yang kebanyakan diketahui memiliki fungsi yang dapat memberikan hal baik dan dapat memberikan hal yang buruk. Akun media sosial yang baik yang memberikan pengetahuan mengenai nasionalisme hingga integritas bangsa tentunya akan memberikan sikap positif untuk kebenaran yang dikonstrusikan pada pikirannya. Namun apabila masyarakat tersebut mengakses konten yang kurang sesuai dengan norma maupun kebenaran pikiran maka akan memberikan penolakan dengan mengabaikan.
Selain pengaruh media sosial yang ditimbulkan dari influence yang menjadi acuan masyarakat. Media sosial juga dapat memberikan pengaruh pluralisme nilai dan norma sosial yang merupakan dampak dari media social di era modern saat ini.
Misalnya saja seperti yang biasanya masyarakat menonton tv menggunakan saluran tayangan film tanah air, pada saat ini sudah beralih dengan hadirnya youtube yang dapat memberikan siaran internasional dengan mudah. Pengaruh hadirnya kebudayaan dari luar yang dengan gampang di akses di Indonesia tentu akan mempengaruhi rasa nasionalisme dan integritas bangsa yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Negara yang memiliki kemajuan teknologi akan memiliki kendali dari sosial media pada era modern ini. Hadirnya kultural yang masuk akan mempengaruhi masyarakat tidak lagi memiliki nasionalisme yang tinggi dengan budaya tradisional yang dimiliki oleh Indonesia sehingga menyebabkan kecintaannya terhadap bangsanya memudar.
Apabila perilaku yang diikuti oleh masyarakat yang berasal dari influence merupakan sikap yang baik maka akan memberikan perkembangan model yang baik untuk masyarakat. Pada dasarnya masyarakat sering menanggapi adanya isu konten yang berada di sosial media mengenai nasionalisme dan gangguan pada integrasi bangsa. Postingan konten dari tokoh sosial media tentu saja akan memberikan pengaruh pendapat bagi masyarakat yang mengikuti tokoh tersebut sebagai acuan sikap mereka. Pada era modern ini tentu akan banyak sekali pengaruh yang mempengaruhi rasa nasionalisme dan integritas bangsa Indonesia. Dengan terus menerusnya serangan sosial media pada era modern,
tentu memberikan semakin cepat informasi dan telekomunikasi yang memberikan kecederungan yang mengarah pada memudarnya rasa nasionalisme dan integritas bangsa.Semakin kurangnya rasa nasionalis dan integritas bangsa tentu akan menyebabkan berkurangnya perasaan cinta masyarakat terhadap bangsanya sendiri.
Upaya Mengatasi Pengaruh Sosial Media Terhadap Pudarnya Nasionalisme dan Integritas Bangsa
Upaya untuk mengatasi pudarnya nasionalisme dan integritas bangsa karna hadirnya sosial media pada era modern saat ini, membuat kita untuk berupaya mengatasi permasalahan tersebut. Adapun beberapa upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Melibatkan peran sosial media dan influencer yang diikuti oleh masyarakat dalam memperkenalkan sejarah, budaya, produk yang dimiliki oleh Indonesia. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi memudarnya rasa cinta terhadap bangsa pada masyarakat saat ini yang mulai terpengaruh dengan hadirnya sosial media di era modern saat ini.
Dengan adanya edukasi melalui sosial media seperti intagram, twitter, tiktok dan lain sebagainya tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan membuat pemuda pemudi Indonesia dan masyarakat mengerti akan sejarah, budaya maupun produk yang dimiliki oleh negaranya sendiri yaitu Indonesia. Dengan mengajak influencer yang mereka anggap sebagai contoh akan memberikan dampak baik untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan integritas bangsa.
2. Mengajak role model yang menjadi panutan masyarakat untuk mengadakan acara positif menggelar live instagram atau youtube, dengan memberikan edukasi mengenai kegiatan bangsa positif yang dapat membangun kesadaran nasionalisme dan integritas bangsa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
3. Mengajak generasi muda dengan kemajuan sosial media untuk berperan dan berprestasi pada ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan terlibat pada pembelajaran pengembangan positif untuk bangsa sesuai dengan perkembangan zaman pada media sosial di era modern saat ini.
Dengan upaya – upaya tersebut diharapkan untuk masyarakat dan generasi
muda yang merupakan pilar yang dimiliki oleh bangsa yang memiliki peran penting untuk masa depan bangsa. Rasa nasionalisme dan integritas yang dimiliki oleh generasi penerus bangsa akan bersikap dan bertindak tentu saja akan mempengaruhi berlangsungnya nasib negara kedepannya. Rasa nasionalisme yang harus ditumbuhkan pada generasi muda merupakan nasionalisme yang menjunjung tinggi bangsa dan negaranya dan tetap harus menghargai bangsa lain. pada era modern saat ini terdapat pengaruh dari media sosial pada era modern dengan masuknya budaya – budaya luar ke dalam Indonesia dan hal tersebut tidak dapat kita pungkiri. Hal yang paling penting untuk masyarakat Indonesia sendiri merupakan generasi muda yang harus bisa memilah budaya yang asing dan dapat diambil dengan memilah baik dan buruknya sesuai dengan norma yang ada. Sebagai masyarakat yang memiliki rasa cinta terhadap bangsa Indonesia pun harus dapat bersikap tegas dan dapat menolak pengaruh budaya luar yang dapat merusak nilai yang dimiliki oleh budaya nasionalis.
Rasa cinta merupakan hal yang diungkapkan dengan benar maka tidak akan hadir keributan yang membuat keresahan terhadap masyarakat. Rasa nasionalisme merupakan cinta pada tanah air harus dapat diungkapkan dengan baik sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Nasionalisme sendiri harus sesuai dengan Pancasila sebagaimana Pancasila merupakan pandangan hidup dan dasar dari negara dan ideologi negara. Cinta pada bangsa dengan tidak lupa untuk menghargai bangsa lain.
SIMPULAN
Pengaruh media sosial dalam mempengaruhi nasionalisme dan integritas bangsa pada era modern saat ini memang tidak dapat dihindari. Kemajuan teknologi yang semakin melejit membuat berbagai budaya masuk dan mempengaruhi generasi penerus bangsa.Dengan hadirnya pengaruh yang dimiliki oleh sosial media pada era modern memiliki pengaruh yang baik dan buruk bagi pengguna media sosial.Terdapat sebagian pengaruh yang hadir pada nasionalisme yang berkurang dengan hadirnya pengaruh media sosial adalah seperti kurangnya masyarakat dan generasi penerus bangsa yang tidak lagi mengenal budaya Indonesianya sendiri.Pengaruh budaya yang masuk dengan media sosial dapat mempengaruhi berkurangnya rasa cinta nasionalisme yang
dimiliki oleh masyarakat dan generasi penerus bangsa.Adanya pengaruh media sosial pun terhadap integritas bangsa adalah kurangnya rasa toleransi dan timbulnnya kejadian rasisme yang gampang terjadi dalam media sosial.Pengaruh yang besar yang diberikan influencer media sosial terhadap pengikutnya tentu memberikan dampak yang pro dan kontra. Namun sebagai pengupayaannya kita dapat meminimalisir adanya pengaruh buruk dari media sosial menjadi pengaruh yang baik dalam menanamkan rasa nasionalisme cinta akan tanah air dengan melibatkan influencer terpilih untuk memperkenalkan budaya bangsanya sendiri. Dengan melibatkan influencer sosial media yang sesuai tentu akan memberikan edukasi dan akan menimbulkan integritas bangsa yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Affan, M Husin, and Hafidh Maksum. 2016. "Membangun Kembali Sikap Nasionalisme Bangsa Indonesia Dalam Menangkal Budaya Asing Di Era Globalisasi." Jurnal Pesona Dasar 1-8.
Asyari, Daniar, and Dini Anggraeni Dewi. 2021. "Peran Pendidikan Kewarganegaraan bagi Generasi Milenial dalam Menanamkan Jiwa Nasionalisme Di Era Globalisasi." Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), Vol 3, No 2 30-41, DOI: https://doi.org/10.31004/jpdk.v3i2.1628.
Asyari, Daniar, and Dinie Anggraeni Dewi. 2021. "Peran Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Generasi Milenial Dalam Menanamkan Jiwa Nasionalisme Di Era Globalisasi." Jurnal Pendidikan dan Konseling 1-12.
Dzuhayatin, Siti Ruhaini. 2020. "Islamism and nationalism among niqabis women in Egypt and Indonesia." Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Vol. 10, no. 1 49-77, DOI : 10.18326/ijims.v10i1.
Fadhila, Naura. 2020. Instagram vs TikTok. Januari 29.
https://yooreka.id/levelup/instagram-vs-tiktok/.
Fikri, Dimas Andhika. 2021. Jadi Duta PON XX, Cantiknya Nagita Slavina Kenakan Pakaian Tradisional Papua. April 25. Accessed Juni 1, 2021.
https://lifestyle.okezone.com/read/2021/04/25/194/2400393/jadi-duta-pon- xx-cantiknya-nagita-slavina-kenakan-pakaian-tradisional-papua.
Hasanah, Uswatun. 2021. "Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Di Kalangan Generasi Millenial Untuk Membendung Diri Dari Dampak Negatif Revolusi Indutri 4.0." Jurnal Pedagogy, Vol 8, No 1 52-59, DOI:
https://doi.org/10.51747/jp.v8i1.705.
Hasiholan, Togi Prima, Rezki Pratami, and Umaimah Wahid. 2020.
"Pemanfaatan Media Sosial Tik Tok Sebagai Media Kampanye Gerakan Cuci Tangan Di Indonesia Untuk Pencegahan Corona Covid-19."
Communiverse: Jurnal Ilmu Komunikasi., Volume 5., No. 2 70-80.
HusinAffan, M., and Hafidh Maksum. 2016. "Membangun Kembali Sikap
Nasionalisme Bangsa Indonesia Dalam Menangkal Budaya Asing Di Era Globalisasi." Jurnal Pesona Dasar, Vol. 3, No.4 65 - 72.
Irawan, Anang Dony. 2020. "Nationalism In A State Based On Pancasila."
PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah, Vol. 5, No. 2 84-102, DOI: https://doi.org/10.22373/petita.v5i2.85.
Pramadya, Teguh Puja, and Jusmalia Oktaviani. 2021. "Korean Wave (Hallyu) dan Persepsi Kaum Muda di Indonesia: Peran Media dan Diplomasi Publik Korea Selatan." Insignia: Journal of International Relations, [S.l.], v.
8, n. 1 87-100, DOI: https://doi.org/10.20884/1.ins.2021.8.1.3857.
Putra, Aditya Perdana. 2020. Mempertahankan Integrasi Bangsa. April 14.
Accessed Juni 1, 2021.
https://pahamify.com/blog/artikel/mempertahankan-integrasi-bangsa/.
Rahma, Candra, Wijaya Putra, and Rose Fitria Lutfiana. 2020. "Construction Of Nation And Nationalism In 4 Indonesian Novels In Europe." Jurnal Ilmiah kebahasaan dan Kesastraan 65-78.
Rahman, Ariyani, and Windah. 2021. "Imperialisme Budaya Jepang Terhadap Budaya Nasional Indonesia Studi Kasus : Komunitas Anime, Manga, Cosplay Dan Kuliner Di Makassar." DSpace Repository 21.
Rizqiyah, Nayla, and Dinie Anggraeni Dewi. 2021. "Pengaruh Media Sosial Twitter Terhadap Wawasan Kebangsaan Remaja Indonesia Dari Perspektif Psikologi Sosial." Journal on Education 1-6.
Rohmah, Nurliya Ni’matul. 2020. "Media Sosial Sebagai Media Alternatif Manfaat dan Pemuas Kebutuhan Informasi Masa Pandemik Global Covid 19 (Kajian Analisis Teori Uses And Gratification)." Al-I’lam; Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam., Vol. 04., No. 01 1-16.
Sartika, Tiyas. 2016. "Penanaman Rasa Nasionalisme Melalui Pembelajaran Sejarah Pada Siswa Kelas XI IPS Di SMA Negeri Jatilawang." Jurnal Ilmiah Kependidikan 1-11.
Setiawan, Johan, Aman, and Taat Wulandari. 2020. "Understanding Indonesian History, Interest In Learning History And National Insight With Nationalism Attitude." International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), Vol. 9, No. 2 364-373, DOI: 10.11591/ijere.v9i2.20474.
Susilo, Daniel, and Rahma Sugihartati. 2020. "Indonesian Nationalism Discourse on YouTube Video Produced by Young Chinese-Indonesians." Plaridel, Advance On 1-12.
Wicaksana, I. Gede Wahyu. 2020. "The Evolution of Indonesia’s Economic Nationalism ." In Proceedings of Airlangga Conference on International Relations (ACIR 2018) - Politics, Economy, and Security in Changing Indo-Pacific Region 276-283, DOI: 10.5220/0010275902760283.