Semakin banyak daerah yang mulai memperbolehkan pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat. Kondisi di SMPN 7 Alla juga sudah bisa mengakses internet sehingga memudahkan siswa dan guru dalam menyelesaikan proses pembelajaran.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul 'Pengaruh Pembelajaran Berbasis Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Di SMP Negeri 7 Alla Kab.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Model Pembelajaran
Proses memori jangka panjang. e) Ingatan kembali, melepaskan kembali informasi yang tersimpan ketika ada rangsangan. f) Generalisasi, penggunaan hasil belajar untuk tujuan tertentu, g) Treatment, perwujudan perubahan tingkah laku individu sebagai akibat. sedang belajar. h) Umpan balik, individu menerima umpan balik atas perilaku yang ditunjukkannya. Blended learning pada dasarnya merupakan gabungan manfaat pembelajaran tatap muka dan virtual.
Motivasi belajar
Menurut Karwono & Mularsih, (2017) motivasi adalah suatu kondisi siswa untuk memulai kegiatan, menentukan arah kegiatan dan memelihara keikhlasan. Individu tidak hanya didorong oleh kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan biologis, sosial, dan emosional, tetapi juga harus didorong untuk mencapai sesuatu yang lebih dari yang dimilikinya saat ini. Pengalaman kegagalan yang tidak merusak harga diri siswa dapat memperkuat kemampuan menjaga integritasnya dalam belajar.
Motivasi meningkat ketika peserta didik mempunyai alasan untuk percaya bahwa sebagian besar kebutuhannya dapat dipenuhi. Persaingan dan insentif bisa efektif dalam memotivasi, namun bila kemungkinan menang rendah, persaingan dapat menurunkan motivasi untuk mencapai tujuan. Proses dan kegiatan belajar yang sesuai dengan minat siswa pada saat itu dapat meningkatkan motivasi.
Perilaku tersebut didorong oleh adanya kebutuhan yang mendesak untuk segera dipenuhi, atau dengan kata lain adanya perubahan perilaku sebagai upaya mencapai suatu tujuan. Motif-motif tersebut antara lain dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, dorongan untuk mencoba dan dorongan untuk berburu. Hal ini menunjukkan bahwa objek yang memotivasi untuk bertindak adalah sesuatu yang berasal dari luar individu.
Kerangka Pikir
Hipotesispenelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen digunakan apabila peneliti ingin mengetahui pengaruh sebab akibat antara variabel bebas (bebas) terhadap variabel terikat (dependen). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMPN 7 Alla yang berjumlah 27 orang sebagai variabel bebas. Pembelajaran berbasis Blended Learning merupakan penggunaan model tatap muka dan virtual dalam proses belajar mengajar di kelas. Motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang atau individu bertindak atau mencapai tujuan, sehingga diharapkan terjadi perubahan perilaku siswa.
Tempat dan Waktu Penelitian
X= model blended learning Y= motivasi belajar siswa. sumber data : Kantor Tata Usaha SMPN 7 Alla Kec.Masalle Kab.Enrekang) 2. Apabila populasinya besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari apa yang ada dalam populasi tersebut misalnya dengan keterbatasan sumber daya, tenaga dan waktu maka peneliti dapat mengambil sampel dari populasi tersebut (Sugiono, 2017:81). Alasan penggunaan teknik sampling tertarget adalah karena tidak semua sampel mempunyai kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti.
Berdasarkan hasil belajar siswa yang memperoleh nilai rata-rata hampir sama dan hasil rendah, maka kelas VII C yang berjumlah 27 siswa kemudian ditetapkan menjadi sampel penelitian ini. sumber data: kantor tata usaha SMPN 7 Alla Kec.Masalle Kab.Enrekang). Saat ini program e-learning sedang menjadi perbincangan hangat dalam dunia pendidikan, seiring dengan berkembangnya teknologi maka akan mempengaruhi pula metode pembelajaran yang canggih. Motivasi belajar adalah dorongan yang timbul dari dalam dan luar diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar.
Apabila seorang guru mampu merancang situasi pembelajaran yang mampu menggali kemampuan siswa dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa serta menghilangkan pandangan bahwa belajar adalah proses yang kaku dan membosankan, maka pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Instrumen Penelitian
Sedangkan observasi yang dilakukan selama penelitian bertujuan untuk memperoleh data berupa aktivitas guru selama proses pembelajaran, aktivitas guru yang menggunakan model blended learning, aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran campuran, serta faktor penghambat dan faktor pendukung yang ditemukan selama proses pembelajaran. sedang belajar. . Penelitian ini mengumpulkan data dua variabel yaitu metode blended learning dan motivasi belajar siswa. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup atau angket terstruktur, yaitu angket yang alternatif jawabannya sudah ditentukan.
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab. Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas yang dilakukan guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model blended learning. Kuesioner atau Quetionare adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan kepada responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab.
Metode angket biasanya digunakan untuk memperoleh data penggunaan blended learning berdasarkan pembelajaran dan motivasi belajar. Data kedua variabel tersebut berasal dari kuesioner yang langsung ditujukan kepada responden yaitu siswa. Kuesioner pada penelitian ini menggunakan skala likert dengan kriteria pertanyaan positif, jawaban SS (sangat setuju) dengan skor 4, jawaban S (setuju) dengan skor 3, jawaban CS (agak setuju) dengan skor 3. skor 2 jawaban KS (tidak setuju) dengan skor 1 dan TS (tidak setuju) dengan skor 0. Skala likert digunakan untuk mengukur pendapat seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena yang sedang terjadi.
Menurut Sugiyono (2018) mengatakan bahwa “dokumentasi adalah catatan peristiwa-peristiwa penting yang berlaku dalam bentuk gambar, foto, sketsa dan lain-lain. Tujuan penelitian ini didokumentasikan untuk mendukung hasil observasi dan angket agar lebih bermanfaat. akurat dan dapat diandalkan.
Teknik Analisis Data
Karakteristik Responden
Berdasarkan perhitungan dalam menentukan responden, jumlah responden yang diteliti adalah 27 orang dengan karakteristik antara lain jenis kelamin, jarak tempat tinggal dari sekolah, aplikasi yang sering digunakan, dan ketersediaan perangkat atau alat bantu belajar. Berdasarkan Tabel 4.1, siswa CSMP Negeri 7 Alla berjumlah 9 orang atau 33,33%, sedangkan siswa kelas VII berjumlah 18 orang atau 66,67% dari jumlah siswa VII. Berdasarkan tabel 4.2 terlihat bahwa sebanyak 4 siswa atau 14,81% siswa dengan jarak tempat tinggal ke sekolah rentan pada jarak 0-1 km.
Data menunjukkan sebagian besar siswa berada pada jarak 2-5 km atau kategori cukup jauh. Berdasarkan tabel 4.3 terlihat bahwa aplikasi yang sering digunakan siswa dalam pembelajaran daring adalah Google for Education yang meliputi Google Classroom dan Google Meet. Berdasarkan tabel 4.3 terlihat bahwa seluruh siswa mempunyai benda listrik yang dapat digunakan dengan baik.
Selain itu, pada ketersediaan internet, 16 siswa atau 29,26% mempunyai internet dan dapat menggunakannya dengan baik dan 11 siswa atau 40,74% mempunyai internet tetapi tidak dapat menggunakannya dengan baik. Data ketersediaan komputer/laptop/tablet yaitu 8 siswa atau 29,63% mempunyai dan dapat digunakan dengan baik sedangkan 19 siswa lainnya atau 70,37% tidak memiliki komputer, laptop atau tablet. Terakhir, untuk ketersediaan smartphone, sebanyak 27 atau seluruh siswa memiliki smartphone yang dapat digunakan dengan baik.
Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
Pertanyaan “Saya memahami materi pembelajaran ketika guru menyampaikan materi secara tatap muka” menunjukkan bahwa 6 responden (22%) memilih setuju dan 21 responden (78%) memilih sangat setuju. Pertanyaan “Saya memahami topik dengan baik dalam pembelajaran tatap muka” menunjukkan 3 responden (11%) memilih sangat setuju, 20 responden (74%) memilih setuju dan 4 responden (15%) memilih sangat setuju. . . Pertanyaan “Saya dapat menguasai mata pelajaran dengan baik dalam pembelajaran tatap muka” menunjukkan bahwa 5 responden (19%) memilih sangat setuju, 17 responden (63%) memilih setuju dan 5 responden (19%) memilih sangat setuju. setuju
Pertanyaan “Saya dapat berinteraksi dengan baik dengan guru dan teman dalam pembelajaran tatap muka” menunjukkan 1 responden (4%) memilih setuju dan 26 responden (96%) memilih sangat setuju. Pertanyaan “Saya dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran pada pembelajaran tatap muka” menunjukkan bahwa 2 responden (7%) memilih sangat setuju, 17 responden (63%) memilih setuju dan 8 responden (30%) memilih tidak setuju. sesuai. Sangat setuju. Pertanyaan “Saya memahami materi pembelajaran ketika guru menyampaikan materi secara virtual” menunjukkan bahwa 1 responden (4%) memilih sangat setuju, 22 responden (81%) memilih setuju dan 4 responden (15%) memilih sangat setuju.
Pertanyaan “Saya memahami materi pembelajaran virtual dengan baik” menunjukkan 2 responden (7%) sangat setuju, 21 responden (78%) memutuskan setuju dan 4 responden (15%) sangat setuju. Pertanyaan “Metode blended learning memotivasi saya untuk belajar” menunjukkan bahwa 1 responden (4%) memutuskan sangat setuju, 18 responden (67%) memutuskan setuju dan 8 responden (30%) tidak setuju memutuskan sangat setuju. Untuk pertanyaan “Saya sangat bersemangat belajar bahasa Indonesia”, 17 responden (63%) memutuskan setuju dan 10 responden (37%) memutuskan sangat setuju.
Pembahasan
Uji R squared (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode blended learning terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pembelajaran berbasis blended learning untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia. Fokus utama yang akan diuraikan pada bagian ini adalah pengaruh pembelajaran berbasis blended learning terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas VII C SMP Negeri 7 Alla.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat pengaruh pembelajaran berbasis blended learning terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia siswa SMPN 7 Alla Kabupaten Enrekang. Uji R-squared (Tabel 4.10) menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi pengaruh metode blended learning terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia siswa sebesar 0,028. Dari hasil tersebut terlihat bahwa sumbangan atau pengaruh variabel X dalam hal ini metode pembelajaran blended learning terhadap variabel Y yaitu motivasi belajar siswa hanya sebesar 2,8%.
Dalam penelitian ini juga dilakukan observasi mengenai karakteristik responden yang dinilai menjadi faktor pendukung metode blended learning dalam mempengaruhi motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis blended learning berpengaruh terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia di SMPN 7 Alla kabupaten Enrekang. Hasil tersebut berarti 𝐻1 diterima dan 𝐻0 ditolak, sehingga pembelajaran berbasis blended learning berpengaruh terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia di SMPN 7 Alla kabupaten Enrekang.
Saran
Hasil uji hipotesis berdasarkan analisis inferensial yaitu hasil akhir diperoleh nilai t hitung sebesar 3,442 dengan db 27-1 = 26 berada pada taraf tipikal 1% atau 5%. Pengaruh penggunaan blended learning berdasarkan hukum gerak Newton terhadap motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah. Upaya meningkatkan kreativitas siswa dengan menerapkan blended learning pada kelas VIII. kepada pembelajaran fisika kelas SMP Negeri 1 Mantingan Tahun Pelajaran 2012/2013.
Pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab. Pengaruh blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi hubungan dan fungsi.
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Langkah-Langkah Pembelajaran
Model Pembelajaran/ Sumber Belajar
Penilaian
Indikator
Tujuan Pembelajaran
Penilaian Penilaian Proses
Petunjuk pengisian angket
Model Pembelajaran
Motivasi Belajar
7 Saya disiplin belajar ketika guru keluar kelas. 8 Saya menanyakan sesuatu kepada guru yang saya tidak tahu kapan. Saya mampu memahami dan mengingat materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran di kelas dan di sekolah.