• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pembelajaran keagamaan di pesantren

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh pembelajaran keagamaan di pesantren"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

Tesis merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada program studi Pendidikan Agama Islam. Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mengajarkan kepada umat manusia apa yang belum diketahui serta melimpahkan bimbingan dan rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar “Sarjana Pendidikan”. (S.Pd ) dan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Rustan Efendi, M.Pd.i selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) atas segala dedikasi dan bimbingan mahasiswa selama proses perkuliahan.

Kepala Perpustakaan IAIN Parepare beserta seluruh staf dan pegawai yang telah memberikan jasanya kepada penulis selama menempuh studi di IAIN Parepare khususnya dalam penulisan skripsi ini. Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam yang menghabiskan waktunya mendidik peneliti selama kuliah di IAIN Parepare.

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Judul Skripsi : Pengaruh Pengajaran Agama di Pondok Pesantren Ganra Islamic College Terhadap Pembentukan Karakter Santri Di Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. Sumber data penelitian ini adalah dosen pembimbing dan mahasiswa kediaman Islam Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng. Pengujian validitas data angket pembelajaran agama dan karakter santri di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng menunjukkan data valid.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran berbasis agama di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng berada pada kategori baik dengan frekuensi 9 atau 45% dari 20 sampel yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah: (1) pembelajaran agama di Asrama Islam Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng berada pada kategori baik, sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar lebih baik lagi.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Para santri di Pondok Pesantren Ganra Islamic College Foundation diawasi dengan sangat ketat oleh para pengawas yang ditugaskan untuk membimbing mereka di Pondok Pesantren. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling mendasar, artinya berhasil tidaknya mencapai tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses yang dialami siswa sebagai siswa.9 Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Mengingat pentingnya seluruh proses pembelajaran tentang agama, maka pengurus yayasan membuka pesantren di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra pada tahun 2004, yang diharapkan dapat lebih memberikan pendidikan agama kepada para santri yang tinggal di pesantren tersebut. khususnya dalam membentuk karakter siswa.

Dengan demikian, pondok pesantren selalu melakukan perbaikan khususnya dalam proses pembelajaran, untuk mencapai proses pembelajaran yang dapat menumbuhkan karakter yang baik pada santrinya. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada pondok pesantren untuk mengetahui adakah pengaruh proses pembelajaran berbasis agama terhadap pengembangan karakter santri di pondok pesantren.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Keguanaan Penelitian

  • Proses Pembelajaran Berbasis Keagamaan
    • Pengertian Pembelajaran Berbasis Keagamaan
    • Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
  • Pembentukan Karakter .1 Pengertian Karakter
    • Unsur-unsur Karakter

18 Muhammad Fadillah & Lilif Mualifatu Khorida, Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini (Cet i, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hal. 19Muhammad Yaumi, Pendidikan Karakter: Landasan, Pilar dan Implementasinya, Edisi Pertama (Cet I, Jakarta: Kencana, 2014), hal. tahu yang baik), menginginkan yang baik (ingin yang baik) dan berbuat baik (do good). Pendidikan karakter tercermin dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yang menyatakan: “Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, agar kehidupan bangsa menjadi lebih mencerdaskan, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab21.

Dalam undang-undang ini penekanannya diberikan pada pendidikan karakter agar setiap peserta didik mengembangkan karakter dasar yaitu keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan karakter merupakan pendekatan langsung terhadap pendidikan moral, yaitu mengajarkan siswa pengetahuan moral dasar untuk mencegah mereka melakukan perbuatan asusila dan membahayakan orang lain dan diri mereka sendiri.

Tinjauan Hasil Penelitian Yang Relevan

Kaitannya dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian ini mengkaji tentang perilaku dan penelitian ini akan membicarakan tentang karakter. Penelitian ini mengkaji sinetron religi, sedangkan penelitian ini membahas tentang pengembangan proses pembelajaran berbasis agama.25. Dalam tesis berjudul, “Hubungan Budaya Pesantren Terhadap Pembentukan Karakter Santri Di Pondok Pesantren al-Amanah al-Gontory” oleh Pramono Hadi Saputro (2014).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Pondok Pesantren al-Amanah al-Gontory dan karakter santri sangat erat hubungannya. Persamaan penelitian ini dengan penelitian ini adalah sama-sama menyelidiki pembentukan karakter santri, sedangkan perbedaannya terletak pada variabelnya. Dalam tesis berjudul “Peran Kyai dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren al-Barokah Desa Mangun Suman Kecamatan Siman Ponorogo karya Darianto.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya kiai sebagai wali dan sebagai orang tua bagi para santri telah melaksanakan tugasnya dengan cara mengajar, mendidik dan memimpin secara langsung dengan bantuan guru lainnya.27. 26Pramono Hadi Saputro, Korelasi Budaya Pesantren dengan Pembentukan Karakter Santri (Skripsi Sarjana; Jurusan Keguruan dan Tarbiyah: UIN Starif Hidayatullah Jakarta, 2014). 27Darmono, Peran Kyai dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren al-Barokah Desa Mangun Suman Kecamatan Siman Ponorogo Tema Sarjana; Jurusan Tarbiyah: STAIN Ponorogo http://etheses.iainponorogo.ac.id/1848/1/Darianto.pdf) (Diposting pada 06 Januari 2018).

Kerangka Pikir/ Konsepsional

Hipotesis Penelitian

KARAKTER SANTRI

Defenisi Operasional Variabel

Proses pembelajaran berbasis agama yang dimaksud peneliti adalah keseluruhan proses yang dilakukan pengawas dalam memberikan pembelajaran kepada santri di Pondok Pesantren Ganra Islamic College Kabupaten Soppeng. Karakter santri yang disebutkan dalam penelitian ini adalah perilaku keseharian santri Pondok Pesantren Ganra Islamic College Kabupaten Soppeng.

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Desain Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian .1 Lokasi
  • Populasi dan Sampel .1 Populasi
  • Tekhnik dan Instrumen Pengumpulan Data .1 Tekhnik Pengumpulan Data
  • Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian di Pondok Pesantren Ganra Islamic College Kabupaten Soppeng karena peneliti menilai untuk meneliti pengembangan proses pengajaran berbasis agama dalam hal ini Islam sangat cocok untuk dilakukan. riset . di pesantren tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah pengawas dan santri Pondok Pesantren Ganra Kabupaten Soppeng. Oleh karena itu, tidak salah jika peneliti mengambil sampel santri yang belajar di pondok pesantren tersebut.

Hal yang diamati adalah aktivitas pengawas dan santri Pondok Pesantren Ganra Islamic College Kabupaten Soppeng. Angket ini diberikan kepada santri, yang ingin diketahui melalui angket ini adalah pengaruh pengembangan proses pembelajaran berbasis agama terhadap pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Ganra Islamic College Kabupaten Soppeng. Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra merupakan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Soppeng yang resmi berdiri pada tahun 2004.

Rahim Yunus, MA sebagai ketua umum yayasan dan mendirikan pesantren di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra. Penelitian ini dilakukan pada kalangan santri dan pengawas Pondok Pesantren Ganra Soppeng Islamic College. Ada beberapa kendala yang mereka temui, yaitu penelitian ini bertepatan dengan adanya surat edaran pemerintah untuk meniadakan kegiatan tatap muka di sekolah. Setelah mengisi angket dari rumah ke rumah, pengawas dan siswa pun selesai. Hasil pengisian kuesioner sebanyak 40 responden, dengan rincian 20 orang pengawas pondok pesantren dan 20 orang santri Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng.

Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa pengajaran agama di Asrama Yayasan Islam Ganra Soppeng berada pada kategori baik. Selanjutnya peneliti akan menganalisis hasil angket yang dibagikan kepada 20 orang pengawas Pondok Pesantren Yayasan Islam Ganra Soppeng mengenai karakter santri. Untuk mengetahui karakter santri Pondok Pesantren Yayasan Islam Ganra Soppeng, berdasarkan hasil angket yang diisi oleh pengawas asrama, diperoleh hasil untuk karakter santri Pondok Pesantren Yayasan Islam Ganra Soppeng adalah sebagai berikut :.

Variabel Pembelajaran keagamaan

Uji prasarat penelitian

Variabel Karakter Santri

Pembahasan Hasil Penelitian

Hal ini berdasarkan survei pembelajaran agama melalui tes pembelajaran agama yang dilakukan di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra. Soppeng mengambil sampel sebanyak 20 santri dimana pembelajaran agama terlihat dari beberapa pertanyaan yang ingin melihat bagaimana pembelajaran agama dan bagaimana pendapat santri tentang pembelajaran agama yang disampaikan oleh pengawas pondok pesantren. Dari hasil analisis angket diperoleh persentase pembelajaran agama di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng yaitu tidak ada atau 0% berada pada kategori sangat baik, 9 atau 45% berada pada kategori baik, tidak ada atau 0%.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama di Pondok Pesantren Ganra Soppeng berada pada kategori baik dengan frekuensi 9 atau 45%, sehingga hasil pendidikan agama berada pada kategori baik. Penelitian terhadap karakter santri dilakukan di Pondok Pesantren Ganra Islamic College Foundation Soppeng dengan mengambil sampel sebanyak 15 orang pembimbing untuk mengetahui sejauh mana pemahaman santri terhadap ajaran agama yang diberikan dan sejauh mana pemahaman santri miliki. pemahaman keagamaan yang mereka terima, terapkan atau diamalkan dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa karakter santri di Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng berada pada kategori baik dengan frekuensi 9 atau 45%.

Hasil penelitian dan hasil analisis data tentang pengaruh pembelajaran agama terhadap karakter santri di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Tinggi Islam Ganra Soppeng. Dengan menguji hipotesis dengan SPSS 21.0 diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh antara pembelajaran agama terhadap karakter siswa. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pembelajaran agama di kalangan siswa sangatlah penting, karena pembelajaran agama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan karakter siswa.

Besarnya pengaruh sebesar 59% dan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pola pengaruh pembelajaran agama terhadap karakter siswa adalah positif yang artinya semakin meningkat pembelajaran agama siswa maka karakter siswa juga akan meningkat. Karena hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh antara pembelajaran agama terhadap karakter siswa dan menunjukkan pola pengaruh yang positif, maka untuk meningkatkan karakter siswa maka salah satu faktor penting yang harus kita perhatikan adalah pembelajaran agama siswa. Hal ini berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi masuk dalam kategori baik dengan frekuensi sebesar 9 atau 45%.

Implikasi Penelitian

Hal ini berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi masuk dalam kategori baik dengan frekuensi sebesar 9 atau 45%.

Saran

Sebab hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pembelajaran agama terhadap karakter siswa sebesar 51%. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat 41% faktor lain yang dapat mempengaruhi karakter siswa yang juga memerlukan penelitian untuk dapat mengungkapnya.

DAFTAR PUSTAKA

Saputro, Pramono Hadi, Korelasi Budaya Pesantren Terhadap Pembentukan Karakter Santri (Skripsi; Jurusan Tarbiyah dan Keguruan: UIN Starif. Hidayatullah Jakarta, 2014), hal. Judul : Pengaruh Pembelajaran Agama di Pondok Pesantren Ganra Islamic College Terhadap Pembentukan Karakter Santri Di Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. 6 Pelatih dan guru selalu mengawasi setiap aktivitas siswa. 7 Pelatih dan guru menerapkan aturan.

10 Sanksi yang diberikan kepada siswa yang melakukan pelanggaran dapat memberikan efek jera dan mengarahkan siswa untuk mengembangkan karakter yang baik. 3 Santra menggunakan pemahaman agama yang telah diberikan dalam aktivitas sehari-hari. 4 Pemahaman agama tertentu bisa.

Referensi

Dokumen terkait