2
2
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT SETARIA (Setariasphacelata) PADA TANAH BEKAS
TAMBANG BATU BARA DI KECAMATAN RANTAU PANDAN KABUPATEN BUNGO
Hiquita Julianurresmana1*, Supriyono1, Bela Putra1
1 Universitas Muara Bungo
ABSTRACT
This research was carried out in Sapta Mulia Village, Rimbo Bujang Sub District, Tebo Regency by using the land of PT. SAS Coal Mine which was established in 2013 with a land area of 5 hectares. The research was carried out in July 2018 - August 2018, the purpose of this study was to obtain the use of NPK fertilizer more efficiently and effectively for setaria grass.
This research is an experimental study that was designed based on a completely randomized design (CRD), with 5 treatments and 4 replications with NPK fertilizer on former coal soil as for the treatment (P0). Without Giving NPK Fertilizer 0 ton / ha, (P1): NPK Fertilizer 175 kg / ha = 3.6 gram / polybag, (P2):
NPK Fertilizer 350 kg / ha = 7.2 gram / polybag, (P3): NPK 525 kg fertilizer / ha
= 10.8 gram / polybag, (P4): NPK fertilizer 700 kg / ha = 14.4 grams / polybag.
Parameters observed were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm ), plant fresh weight (Kg), yield of setaria grass plants (tons / ha).
The treatment of P3 showed the best results of setaria grass plants on plant height (cm) and leaf area (cm ), on the number of leaves (strands), fresh weight of planting (gr), the highest yield of plants (ton / ha) in P4 treatment. Treatment of P4 NPK Fertilizer 700 kg / ha = 14.4 gram / polybag which gives the best results then followed by treatment P0, P1, P2 and P3.
Keywords: Setaria Grass, NPK Fertilizer, Coal Mine Land
selama berat
alat-alat
lahan adalah
perkebunan tanaman
diberikan hara
yang
dengan diperlukan
pemupukan
ternak, hijauan
pakan
lahan adalah
berkelanjutan
dalam Kendala
segar/hektar/tahun,
Rumput Produksi
ini rumput Pembiakan
Australia
mempunyai dan
luar
(gramineae) (leguminosa).
usaha Keberhasilan
pada pupuk.
yang disebut
cara dengan sesuai
kebutuhan tanaman (Fanindi I. PENDAHULUAN Protein Kasar (PK) 8.3% dan Total
Digestible Nutrien (TDN) 52.88%
I.I. Latar Belakang (Alveoli, 2008)
ternak sapi, kerbau, domba dan kambing
penyediaan pakan hijauaan yang berkualitas dan sangat
kemampuan
tergantung peternak
kepada untuk
subur atau produktif untuk penanaman menyediakan hijauan pakan ternak
yang berkualitas tinggi dalam jumlah
karena penggunaan lahan produktif biasanya yang cukup secara kontinyu digunakan untuk tanaman bernilai sepanjang tahun. Hijauan pakan ekonomis tinggi. Salah satu solusi ternak terdiri atas rumput-rumputan untuk mengatasi masalah tersebut
dan kacang-kacangan Rumput-rumputan terdiri atas rumput alam dan rumput
adalah dengan pemanfaatan lahan- lahan marjinal atau kurang produktif dengan pemberian unsur hara yang
unggul. tanaman
Rumput unggul (introduksi) adalah rumput yang didatangkan dari
et al., 2005).Senyawa yang mengandung kelebihan
dibandingkan rumput lokal terutama hasil dan mutunya, salah satunya Rumput Setaria (Setaria sphacelata).
unsur
dengan Pemupukan merupakan salah satu usaha penting untuk meningkatkan Rumput ini berasal dari kawasan produksi pertanian. Penggunaan tropika dan subtropika Afrika, pupuk organik dan anorganik dari kemudian dibawa ke Asia dan tahun ketahun semakin meningkat
dan diperkenalkan ke (Jumin, 2005).
daerah-daerah tropika didunia.
dapat dilakukan dengan pols (sobekan
Lahan kritis yang berpotensi untuk dialihfungsikan menjadi lahan rumpun)
dilakukan dan pada
pemupukan tanaman
dapat dengan
bekas tambang batubara. Umumnya, lahan menggunakan pupuk kandang dan
pupuk buatan (Annonimous, 2003).
bekas tambang batubara memiliki tingkat kepadatan yang tinggi dan hijauan
dapat mencapai
Setaria 100 ton rumput
kurang subur karena adanya bahan- bahan timbunan yang berasal dari dengan
komposisi (Bahan Kering) terdiri atas : Abu 11.5%, Ekstrak Eter (EE)
lapisan bawah tanah, dan lalu lintas proses penambangan. Penambangan sistem 2.8%, (SK) 32.5%, Bahan Ekstrak terbuka konven-sional banyak Tanpa Nitrogen (BETN) 44.8%, mengubah bentang lahan dan
memberikan yang
pemberian Apakah
uraian Berdasarkan
15 dari
(1989), Djalaluddin
sifat fisik, buatan
kerusakan
pertumbuhan mengoptimalkan
produktivitas disesuaikan
Dalam lain pada
yang
kesuburan agroforestri kasar,
unsur memadai,
water (low
rendah air
sifat dan hidrologi
menurunkan tanah,
dan karena (pohon
tanaman
sistem tumbuh secara
keseim-bangan ekosistem permukaan Fedrial (2005), menyatakan produktivitas
tanah dan mutu lingkungan. Per-
bahwa pemberian dosis pupuk NPK 200 kg/ha, 150 kg/ha, dan 100 kg/ha tambangan batubara menyebabkan dapat meningkatkan produksi dan kerusakan besar pada flora, fauna, kandungan gizi dari rumput setaria.
biologi (Kumar dan Pandey, 2013).
tanah menyatakan
bahwa dengan peningkatan takaran pemupukan NPK dari 350 kg/ha Pertambangan secara drastis
mengubah sifat fisik dan kimia serta
sampai 926 kg/ha dapat meningkatan produksi bobot segar rumput setaria lingkungan biologis tanah. Keadaan
ini ditandai oleh kandungan bahan
ton/ha/tahun ton/ha/tahun.
menjadi 55 organik rendah, pH rendah bahkan
sangat rendah, kapasitas memegang holding
diatas maka penulis tertarik melakukan capacity) rendah, salinitas, tekstur penelitian dengan judul : “
pemadatan tanah, pasokan Pengaruh Pemberian Pupuk NPK hara pada tanaman tidak Terhadap Pertumbuhan Rumput erosi dipercepat, dan Setaria (Setaria sphacelata) Pada bahan pembangkit asam. Pohon Tanah Bekas Tambang Batu Bara
dapat meningkatkan Di Kecamatan Rantau Pandan
tanah Kabupaten Bungo”
dengan terpadu), (Kumar, 2013), Nair (2010).
1.2. Rumusan Masalah
penggunaan pupuk,
1. NPK
dapat berpengaruh terhadap petani harus mengetahui secara pasti rumput setaria?
tentang takaran dosis pemupukan 2. Pemberian NPK berapakah pertama dan pemupukan selanjutnya,
serta interval pemupukan yang harus
respon terbaik terhadap pertumbuhan yang
dengan dipakai
media agar
tanam dapat
dan hasil terbaik pada rumput setaria?
tanaman,
pemberian pupuk yang tidak sesuai
1.3. Tujuan Penelitian
dosisnya, terutama untuk pupuk 1. Untuk mengetahui pengaruh dapat menimbulkan pemberian NPK terhadap
kimia, dan pertumbuhan rumput setaria.
biologi tanah (Cahyono, 2003). 2. Untuk mendapatkan penggunaan NPK lebih
2 atau kedalaman polybag
tua, terlalu tidak
dan
yang Polybag
Kecamatan dari
diperoleh
tanam Bahan
minggu.
yang media
diambil
berpengaruh
pemberian memberikan
dapat 2. Penulis
efesien
telah dengan dan
rumput setaria.
efektif bagi penggaris, pulpen, log book, kamera, label.
1.4. Kegunaan Penelitian 2.2. Pelaksanaan Penelitian 2.2.1. Pengolahan Tanah 1. Menambah pengetahuan
penulis, khususnya tentang Tanah yang digunakan adalah pemberian NPK terhadap tanah tambang batubara yang pertumbuhan
rumput setaria.
dan hasil Rantau
Pandan Kabupaten Bungo dengan mengetahui
pemberian NPK mana yang
pH tanah 6 dan dilakukan pemberian kapur dan pupuk kandang agar sifat pertumbuhan fisik tanah menjadi baik. Dengan dan hasil yang paling baik
pada rumput setaria.
perbandingan kandang ( 3:1 ).
tanah dan pupuk
1.5. Hipotesis 2.2.2. Polybag
1. Diduga berpengaruh
NPK terhadap
digunakan adalah ukuran 30 x 20 cm, berwarna pertumbuhan rumput setaria.
2. Diduga pemberian NPK 700 kg/ha = 14.4 gram/polybag
hitam dengankapasitas 10 kg tanah.
2.2.3. Penyiapan Stek Tanaman terhadap
pertumbuhan rumput setaria. Stek rumput diambil dari batang yang sehat, tidak terlalu muda
II. MATERI DAN METODA minimal
mengandung 2 ruas atau 3 buku, stek dipotong dengan posisi potongan 2.1. Bahan dan Alat
2.1.1. Bahan
miring, sehingga mudah ditanam.
Bahan yang digunakan untuk 2.2.4. Penanaman tanam, tanah
Jarak antara polybag 30 cm x digemburkan
cangkul, kemudian di berikan pupuk
20 cm, stek ditanam dengan posisi miring, dengan kedalaman kurang dolomit dan di diamkan selama 2 lebih 8cm dari permukaan
yang digunakan rumput setaria. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini:
buku dibenamkan dalam polybag dan 1 buku di atas permukaan polybag.
cangkul, polybag, gembor,
daun pangkal ujung
dari
Luas Daun 2.4
percobaan setelah P3 P2
P1
Tanpa :
P0
Rancangan berdasarkan
ini Penelitian
tanah, umur
panennya.
penting Pemanenan
kecuali
pagi Kegiatan
3. 2 )
2.2.5. Pemeliharaan : Pupuk NPK 350 kg/ha =
7.2 gram/polybag pemeliharaan
meliputi kegiatan penyiraman yang
: Pupuk NPK 525 kg/ha = 10.8 gram/polybag
dilakukan setiap dan sore P4 : Pupuk NPK 700 kg/ha = pada
dilakukan.
saat hujan tidak 14.4 gram/polybag
2.4. Parameter yang Diamati
2.2.6. Penyulaman 2.4.1. Tinggi Tanaman (cm)
Penyulaman merupakan Pengukuran dilakukan 7 hari kegiatan yang dilakukan untuk sekali. Akhir pertumbuhan (40 hari mengganti tanaman yang mati atau
pertumbuhannya kurang baik dalam 2 minggu setelah penanaman.
tanam) digunakan cm.
satuan yang
2.4.2. Jumlah Daun (helai) 2.2.7. Panen
Jumlah daun diamati dengan sekali cara menghitung jumlah daun yang diperhatikan umur panen dan cara membuka sempurna dan
pemanenan saat pertumbuhannya normal pada akhir tanaman berumur 40 hari dengan
cara memotong tanaman 15 cm dari
yaitu tanam (HST).
40 hari setelah atas permukaan dengan
maksud memicu pertumbuhan . (cm
anakan baru.
2.3. Rancangan Penelitian
Untuk pengamatan luas daun dilakukan dengan cara menghitung panjang daun dan lebar daun. Untuk merupakan
penelitian percobaan yang didesain Acak
panjang daun dan lebar daun diukur hingga ujung daun menggunakan penggaris.
Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan Perhitungan luas daun dengan dan 4 ulangan dengan Pupuk NPK
pada tanah Bekas Batubara.
menggunakan rumus : Luas Daun = P x L x Perlakuan
adalah :
dalam penelitian ini Koefesien 0.75 x Jumlah Daun Total (Pearce et al. 1988).
Pemberian Pupuk NPK 0 gram/polybag
: Pupuk NPK 175 kg/ha = 3.6 gram/polybag
Dimana : P L
Koefesien
= Panjang Daun
= Lebar Daun
= 0.75
0) (Perlakuan P0
pada pertumbuhan
demikian
tanaman secara
dianalisis
perlakuan terhadap peubah 2.4.4. Berat Segar Tanaman (gr) Hasil tanaman (ton/ha) = Berat Segar
x Jumlah Tanaman Perhektar Berat segar dihitung dengan (48.000)
menggunakan timbangan yaitu 2.5. Analisa Data dengan cara menimbang berat segar
tanaman yang dilakukan pada akhir percobaan.
Untuk melihat pengaruh yang diamati maka data diperoleh 2.4.5. Hasil Tanaman Rumput
Setaria (Ton/ha)
statistik, menggunakan sidik ragam dan untuk melihat perbedaan antara perlakuan Penghitung hasil dilakukan dilanjutkan dengan Duncan New dengan rumus di bawah ini : Multiple Range Test (DNMRT) pada
tarif nyata 5%. (Steel and Torrie, 1993
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Rataan
Rumput
tinggi Setaria
(cm) (Setaria 3.1. Tinggi Tanaman (cm) sphacelata)terdapat pada Tabel 1.
Tabel 1. Tinggi Tanaman (cm) Rumput Setaria (Setaria sphacelata)
Perlakuan Rataan Tinggi Tanaman (cm)
P0 26.34
P1 P2 P3 P4
27.98 29.06 30.73 29.87 KK = 8.26%
Keterangan : Perlakuan berpengaruh tidaknyata terhadap tinggi tanaman (cm) rumput setaria (Setaria sphacelata)(P > 0,05).
Berdasarkan analisis statistik bahwa pemberian pupuk NPK pada
kemudian diikuti pada P4 (Perlakuan 4) Pupuk NPK 700 kg/ha = 14.4 tanah bekas tambang batu bara tidak gram/polybag, Sedangkan tinggi berpengaruh nyata (P > 0,05)namun tanaman yang terendah ditunjukkan
tinggi tanaman pada rumput setaria (Setaria sphacelata)yang tertinggi yaitu pada
Tanpa Pemberian Pupuk NPK 0 ton/ha
P3 (Perlakuan3) Pupuk NPK 525 kg/ha = 10.8 gram/polybag,
tanah pada
NPK pupuk
Keterangan : Perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap luas daun total (cm ) rumput setaria (Setaria sphacelata)(P > 0,05).
Rataan Luas Daun Total (cm ) Tabel 3. Luas Daun Total (cm ) Rumput Setaria (Setaria sphacelata)
Rataan Luas Daun Total (cm ) 3.3. Luas Daun Total (cm )
signifikan perbedaan
perlakuan diantara
kontrol.
maupun lainnya
yang daun
jumlah
jumlah daun Rataan
yang rumput
yang (kontrol).Dari hasil uji
jumlah sphacelata)
3.2. Jumlah Daun (helai) rumput
setaria (Setaria sphacelata) terdapat pada Tabel 2.
Tabel 2. Jumlah Daun(Helai) Rumput Setaria (Setaria sphacelata)
Perlakuan Rataan Jumlah Daun(Helai)
P0 31.18
P1 P2 P3 P4
36.83 41.50 46.50 46.93 KK = 24.90%
Keterangan : Perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun (helai) rumput setaria (Setaria sphacelata)(P >0,05).
Pada tabel 2 analisis statistik diatas bahwa pemberian pupuk NPK pada tanah bekas tambang batu bara
lainnya ANOVA tidak menunjukkan bahwa adanya tidak berpengaruh nyata (P > 0,05)
namun demikian pada P4 (Perlakuan setaria
pada (Setaria 4) Pupuk NPK 700 kg/ha = 14.4
gram/polybagmemiliki pertumbuhan
pada tambang batu bara.
tanah bekas paling tinggi
dibandingkan dengan perlakuan yang 2
Pada
P0(Perlakuan 0) Tanpa Pemberian 2
Pupuk NPK 0 ton/hamemiliki jumlah setaria (Setaria sphacelata) terdapat daun yang yang paling sedikit pada Tabel 3.
2
Perlakuan 2
P0 1337.80
P1 1819.58
P2 P3 P4
2273.10 2599.20 2248.30 KK = 26.76%
2
Pada Tabel 3 dapat dilihat analisis statistik bahwa pemberian
bekas tambang batu bara tidak berpengaruh
setaria rumput
bara tambang
pemberian pupuk tanaman
pengaruh
analisis Hasil
0) (perlakuan
diikuti gram/polybag
berat produksi
demikian,
4 Tabel Pada
dengan
di Pandan batu
Rantau nyata (P > 0,05) namun demikian
pada P3 (Perlakuan 3) Pupuk NPK 3.4. Berat Segar Tanaman (gr) 525 kg/ha = 10.8 gram/polybag
memiliki pertumbuhan luas daun Rataan berat segar tanaman total yang paling tinggi dibandingkan (gr) rumput setaria (Setaria
perlakuan maupun kontrol.
yang lainnya sphacelata) terdapat pada Tabel 4.
Tabel 4. Berat Segar Tanaman (gr) Rumput Setaria (Setaria sphacelata)
Perlakuan Rataan Berat Segar (gr)
P0 36.67
P1 P2 P3 P4
46.92 46.44 55.25 60.73 KK =23%
Keterangan : Perlakuan berpengaruhtidak nyata terhadap berat segar tanaman (gr) rumput setaria (Setaria sphacelata)(P > 0,05).
diketahui bahwapemberian pupuk NPK pada tanah bekas tambang batu bara tidak
ragam menunjukkan bahwa perlakuan hasil berpengaruh nyata (P > 0,05) namun rumput setaria (ton/ha)
segar tertinggi terdapat pada P4 (perlakuan
NPK terhadap pertumbuhan rumput setaria 4) Pupuk NPK 700 kg/ha = 14.4 (Setaria sphacelata) pada tanah
dengan P1 (perlakuan 3)Pupuk NPK 525 kg/ha
bekas Kecamatan
= 10.8gram/polybag dan paling Kabupaten Bungo. (Lampiran 8) rendah berat segar pada P0
Tanpa Pupuk NPK 0 ton/ha.
Pemberian Rataan hasil tanaman (ton/ha) (Setaria sphacelata)terdapat pada Tabel 5.
3.5. Hasil Tanaman Rumput Setaria (Ton/ha)
Tabel 5. Hasil Tanaman (ton/ha) Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Perlakuan Rataan Hasil Tanaman (ton/ha)
P0 1.76
P1 P2 P3
2.25 2.23 2.65
dan Sawi 2003.
1994.
2012.
Hewan
2003.
Anonimus.
NPK Pupuk
Diakses d.
Hijauan 2008.
dengan hanya
Disarankan
2. Perlakuan pemberian
daun total (cm ), lalu pada NPK
ambil kesimpulan : 1. Pemberian
tertinggi pada 0) (perlakuan P0
pada
= 10.8 kg/ha
525
Teknik Budidaya
Ilmu Umum.
untuk rumput setaria pada
P4 2.91
KK = 23%
Keterangan : Perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap hasil tanaman (ton/ha) rumput setaria (Setaria sphacelata)(P > 0,05).
Pada Tabel 5 diketahui 4.2. Saran bahwa pemberian pupuk NPK pada
tanah bekas tambang batu bara tidak penanaman
berpengaruh nyata (P > 0,05) namun tanah bekas
demikian produksi hasil tanaman tambang batu bara tidak tertinggi terdapat pada P4 (perlakuan menggunakan pupuk NPK. Karena 4) Pupuk NPK 700 kg/ha = 14.4
gram/polybag dengan (2.91) diikuti dengan P3 (perlakuan 3) Pupuk NPK
pemberian kandang saja sudah cukup.
DAFTAR PUSTAKA
pupuk
gram/polybag (2.65) dan paling rendah berat segar
Tanpa Alveoli. Makanan
Ternak-HMT/23K.
Pemberian Pupuk NPK 0 ton/ha.
Produksi hasil tanaman to/ha sangat
hhtp.//www./
jenis-rumput-
budidaya- sejalan dengan produksi berat segar Indonesia.Com.Google.co.i
pertanaman dimana perlakuan (P4) tanggal 23
hasil
pertanaman dan
berat diikuti
segar oleh
November 2017.
Amarizal. 2016. Pengaruh Pemberian perlakuan (P3).
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Terhadap Produksi Rumput Lampung (Setaria sphacelata).
4.1. Kesimpulan
Statistik Peternakan Dan Kesehatan Berdasarkan hasil penelitian dapat di
Direktorat Peternakan dan Kesehatan tidak
berpengaruh nyata terhadap :
Hewan Pertanian.
Anggorodi.
Kementerian
Makanan tinggi tanaman (cm), luas
2 Ternak
Gramedia.
Penerbit Jakarta.
jumlah daun (helai), berat
segar pertanaman (gr) dan Agustina, L. 2004. Dasar Nutrisi hasil tanaman (ton/ha). Tanaman. Rineka Cipta.
P0 (tanpa Jakarta.
NPK) adalah Cahyono, B.
perlakuan terbaik. Strategi
Hijau (Pai-Tsai). Hal 12-62.
2004.
D.V.
Pattimahu,
(Ipomoea
“Pengolahan L. 2010.
and Chemistry Pada Kanisius.,
Pupuk S.
Pertama. Skripsi.
(Setaria sphacelata)
J.
N,P,K dan Ca.
Seminar
Sudanense Sorgum
dan Yuhaini S.
A.
Penerjemah 1989.
S.
Djalaluddin,
dan Yogyakarta
Beberapa Pemotongan Pemupukan
Fakultas Universitas
2005.
peningkatan
Ahmad Trenggono Sumber
Provinsi
Sudirto,
Koesoemaningrat, : Pustaka Nusatama.
Yayasan pada
Tanah PMK Pemotongan Crowder. VI and H. R. Chedda.
1982. Tropical Grass Land Hurbandry. Logman Group
Peternakan Andalas, Padang.
Ltd. New York. Harjadi, 2009.
Pemupukan.
dan Agromedia Direktorat Jendral Peternakan. 1999.
Jakarta.
Pustaka. Jakarta.
Dinas Energi Daya 1983. Pertumbuhan
Mineral Jambi. Kembali Rumput Raja
2016. Jambi. (Pennisetum purpoides)
Pengaruh pemupukan N, P, dan K terhadap produksi beberapa
Tinggi dan Nitrogen.
Laporan Penelitian Fakultas jenis rumput pakan ternak
pada tanah gusuran tambang
Peternakan, Diponegoro.
Universitas
batubara Ombilin
Sawahlunto. Thesis. KPK Kumar, S. & Pandey, A., 2013,
Unand – IPB. Bogor. Biological
Activities of Flavonoids: An Fath. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi
3.
Overview, ScientificWorld
The Journal, 2013, 1-16.
M.
Natasaputra, Hilda Akmal.
UGM Press. Yogyakarta.
Lingga, 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Edisi Revisi Penebar Swadaya, Jakarta. Hal : 89.
Fanindi, A.
Wahyu. 2005. Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman
Nair, Air
LimbahPencelupan Tekstil (piper
Stafp) yang Mendapatkan
Menggunakan Tanaman
Biofilter Kangkungan
Kombinasi Pemupukan crassicaulis)
Prosiding Nasional
dalam Sistem Batch (Curah) Teraerasi” (Skripsi). Bukit Peternakan dan Veteriner,
12-13 September di Bogor, Buku 2: 872-885.
Jimbaran Udayana.
: Universitas
Fedrial, Pengaruh
Restorasi lahan kritis pasca tambang takaran
pemupukan N, P, dan K terhadap pertumbuhan dan
sesuai Makalah Falsafah
kaidah Mata Sains,
ekologi.
Kuliah Sekolah produksi Rumput Setaria Pasca Sarjana, IPB. Bogor.
Dahana, Chemistry 1994.
Siregar.
Suratmini
Penyangraian.Jurnal 1985.
Ternak.
Reksohadiprojo.
Hijauan dan Pertanian
Ternak Makanan
N.
Prawiradiputra
Direktorat Bina Peternakan.
Petunjuk 1992.
K.
Usaha B.
Purwantara
Prosea. Budidaya Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1993.
Tanaman Pakan Hijauan.
Produksi
Prinsip Statistika.
dan PT.
Prosedur Gramedia.
Jenderal
Direktoral Peternakan.
Pustaka Utama. Jakarta.
Jakarta.
R, Sajimin,
dan Penerapan organik:
1992.
pertanian pemasyarakatan D,
Herdiawan I. 2006. Hijauan
dan pengembangannya.
di Indonesia. Badan Penelitian
Pengembangan Depertemen Pertanian. Bogor.
Sawyer CN, PL McCarty, GF Parkin.
For Environmental Engineering.
New York :Mc Graw-Hill.
Tanto, 1992. Pengaruh jumlah Mutu Produksi
BPFE.
Tunas Penanaman
Stek, Cara dan Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
Pemupukandan
Pertumbuhan dan Produksi King Grass dilahan Kering.
Rosmarkam A, dan Yuwono. WN. Tesis Pascasarjana
2002.
Tanah.
Ilmu Kesuburan Kanisius:
Peternakan.
Gadja Mada.
Universitas Yogyakarta.
Yogyakarta.
Warsino dan 2010.
Sitompul, S.M dan Bambang. 1995. Peluang dan
Analisis Pertumbuhan Budidaya Cabai.
Tanaman.Gadjah University
Yogyakarta. 367 hal.
Mada Press.
GramediaPustaka Jakarta.
Utama.
Whiteman . 1990. Our Soil Their Sudibyo. 2008. Pengaruh Kondisi Manajemen. The Terstate,
Riset Industri Vol.2,Jawa Timur.
Danville, Illinoes.