Pengaruh Fungsi Sistem Penataan Kawasan Perkantoran dan Activity Support Terhadap Perkembangan Koridor di Aceh Tamiang
1. Latar Belakang
Berkembangnya suatu kota disebabkan oleh empat sistem dalam merancang sebuah kota, yakni sistem fisik, sistem sosio, dan sistem produk. Apabila terjadi ketidak seimbangan diantara keempat sistem tersebut akan menyebabkan timbulnya berbagai masalah.
Ruang adalah wilayah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai salah satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk hidup melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungn hidupnya, pengetian kawasan perkantoran menurut Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang btas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi atau aspek fungsional.
Penataan ruang sebagai salah satu sistem perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara yang satu dal lainnya dan harus dilakukan sesuai dengan kaidah penataan ruang. Fungsi penataan kawasan perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang diharapkan dapat terwujud sebagai pemanfaatan ruang yang berhasil dan berdaya guna serta mampu mendukung pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, tidak terjadi pemborosan pemanfaatan ruang dan tidak menyebabkan terjadinya penurunan kualitas ruang.
Penataan zona wilayah perkantoran Aceh Tamiang terletak didekat jalan lintas, akan tetapi pembangunan kantor merambat ke dalam sehingga untuk menempuh jarak antara kantor ke kantor yang lain lumayan menghabiskan waktu, kemudian aktivitas pada wilayah perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang hanya beroperasi dari pagi hingga sore hari saja, sehingga pada malam hari koridor pada wilayah perkantoran ini sangatlah sepi. padahal lokasi ini sangat berpotensi dikarenakan letak lokasinya tepat pusat.
Koridor sebagai ruang kota membantu manusia bergerak dari ruang kota satu ke ruang kota yang lain, dengan potensi tersebut koridor harus memiliki potensi yang dibutuhkan manusia yaitu dimana manusia merasakan adanya ruang yang terus melingkupinya serta sadar akan keberadaannya. Sebuah koridor yang berkarakter ditunjang oleh pengaturan ruang koridor dan juga hal - hal yang masih berkaitan dengan orientasi dan estetika yang
dimunculkan oleh koridor itu sendiri, sebuah koridor dapat menjadi sebuah segmen kota.
Fungsi koridor sebagai linkage/penghubung dan generator tidak lepas dari pengaturan sirkulasi dan parkir (Shirvani;1985). Dengan sirkulasi yang jelas dan nyaman akan memberikan kemudahan dan keamanan bagi para pemakainya, namun hal ini harus ditunjang dengan penataan ruang parkir yang baik agar sirkulasi yang terjadi pada koridor berjalan dengan lancar. Koridor yang mampu memberikan kejelasan, kenyamanan dan keamanan kepada para pemakainya untuk mencapai tujuan perjalanan akan menjadi ruang yang manusiawi. Koridor sebagai ruang pergerakan (sirkulasi) memiliki dua pengaruh langsung pada kualitas lingkungan, yaitu kelangsungan aktivitas komersial dan kualitas visual yang kuat terhadap struktur dan bentuk fisik kota. Elemen sirkulasi dalam urban design merupakan salah satu alat yang bermanfaat dalam menyusun struktur ruang kota, karena dapat membentuk, mengarahkan, dan mengotrol pola-pola aktivitas pengembangan suatu kota (Shirvani, 1985).
Permasalahan-permasalahan di atas itulah yang membutuhkan suatu kajian lebih mendalam mengenai fungsi sistem penataan zona wilayah dan pendukung aktivitas apa saja yang akan mempengaruhi pertumbuhan suatu koridor/kawasan kota khususnya koridor jalan di zona kawasan perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang.
2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang terjadi saat ini dapat dilihat dari penjelasan diawal terdapat beberapa masalah yaitu :
1. Akses transportasi yang kurang memadai dimana angkutan umum tidak ada.
2. Jarak tempuh yang terkesan jauh.
3. Jenis Activity Support apa saja yang ada di koridor kawasan perkantoran Aceh Tamiang.
4. Drainase yang kurang baik sehingga jalan tersebut terjadi banjir pada saat musim hujan.
3. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan tentang adanya pengaruh yang akan terjadi akibat fungsi kawasan perkantoran dan activity support
terhadap perkembangan koridor di jalan kawasan perkantoran Aceh Tamiang, oleh karena itu dapat diketahui macam-macam aktivitas apa saja yang dapat menghidupkan kembali kawasan tersebut. Dimana koridor jalan ini memiliki potensi dan aset yang sangat besar untuk perkembangan kota.
4. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah dapat menjadi bahan rujukan untuk pemanfaatan wilayah yang baik lagi pada koridor zona wilayah perkantoran di Kabupaten Aceh Tamiang, Penataan ruang yang didasarkan pada karakteristik, daya tampung dan daya dukung lingkungan, serta didukung oleh teknologi yang sesuai akan meningkatkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan subsistem. Maka harapan kedepan, agar kawasan perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang dapat menjadi kawasan yang memiliki fungsi pola ruang yang baik dan sesuai kebutuhan masyarakat dalam pelayanan jasa pemerintahan.
5. Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, metode kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Oleh karenanya, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih komprehensif. Penelitian kualitatif yang memperhatikan humanisme atau individu manusia dan perilaku manusia merupakan jawaban atas kesadaran bahwa semua akibat dari perbuatan manusia terpengaruh pada aspek-aspek internal individu. Aspek internal tersebut seperti kepercayaan, pandangan politik, dan latar belakang sosial dari individu yang bersangkutan
6. Kerangka Berfikir
Agar kawasan perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang dapat menjadi kawasan yang memiliki fungsi pola ruang yang baik dan sesuai kebutuhan masyarakat dalam pelayanan jasa pemerintahan
Menentukan faktor-faktor yang mendorong penggunaan jalan sebagai ruang publik.
Mengidentifikasi karakteristik fisik koridor jalan kawasan perkantoran Aceh Tamiang. Mengidentifikasi karakteristik sosial
kawasan koridor jalan Tunjungan berdasarkan perilaku pengguna.
membuktikan tentang adanya pengaruh yang akan terjadi akibat fungsi kawasan perkantoran dan activity support terhadap perkembangan koridor di jalan kawasan perkantoran Aceh Tamiang
Sistem penataan kawasan
perkantoran
Bangunan di koridor jalan Kawan perkantoran Aceh Tamiang banyak yang tidak Mengidentifikasi karakteristik fisik koridor jalan Kawan perkantoran Aceh Tamiang.
difungsikan sehingga menyebabkan matinya kegiatan di koridor jalan Kawan perkantoran Aceh Tamiang.
Activity Support pada koridor jalan kawasan