PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana hasil pembelajaran membaca sebelum diterapkan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa. Bagaimana hasil belajar membaca setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa.
Tujuan Penelitian
Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas eksperimen meningkat. Gambaran Minat Siswa Belajar Bahasa Indonesia di Kelas IVa SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa.
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Kerangka Pikir
H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia kelas IV SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa. Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia kelas IV SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa. Hipotesis nolnya adalah: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa.
Untuk mendeskripsikan bagaimana minat belajar bahasa Indonesia siswa di kelas IVa SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa, penulis melakukan wawancara setelah pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Setiap kelompok diberikan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Artinya model pendekatan kontekstual mempunyai pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas IVa SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa.
Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima atau hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa yang diajar dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menerima melalui pembelajaran langsung. adalah. model pengajaran. Permasalahan yang dihadapi siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat diselesaikan dengan menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Dengan indikasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan penerapan pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa di kelas IVa SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa.
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
Variabel dan Desain Penelitian
Dalam penelitian ini ditentukan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang diajarkan dengan pendekatan kontekstual dan kelompok kontrol yang diajarkan tanpa pendekatan kontekstual. Observasi yaitu teknik pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap guru dan siswa mengenai penerapan pendekatan kontekstual dalam pengajaran bahasa Indonesia menjadi fokus masalah penelitian ini. Berikut data observasi aktivitas proses belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual sebagai berikut.
Dengan demikian, sejauh ini peneliti menemukan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya keterampilan membaca pada kelompok eksperimen setelah menggunakan pendekatan kontekstual mempunyai rata-rata skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia kelompok kontrol yang hanya menggunakan metode, biasanya tidak menggunakan pendekatan kontekstual dengan kategori cukup. Saya merasa minat saya untuk belajar bahasa Indonesia kini semakin meningkat dengan pendekatan kontekstual ini. Pembahasan hasil penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat dalam penelitian yaitu seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas IVa SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa setelah mengikuti dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan kontekstual.
Oleh karena itu peneliti sementara ini menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan membaca pada kelompok eksperimen mempunyai rata-rata nilai yang lebih tinggi setelah menggunakan pendekatan kontekstual dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang kelompok kontrolnya hanya menggunakan metode, biasanya tidak menggunakan pendekatan kontekstual dengan kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dengan persentase setiap item yang siswa pilih. diajarkan dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan model pengajaran langsung. Artinya siswa lebih merespon positif pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dibandingkan dengan model pengajaran langsung.
Hasil wawancara menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas eksperimen, dan hasil observasi aktivitas siswa juga menunjukkan adanya perbedaan pada kelas mana siswa tersebut berada. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian ini agar ada penguatan terhadap hasil penelitian ini dengan mengembangkan faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
Definisi Operasional Variabel
Skenario Penelitian
Persiapan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran antara lain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS) dan tes hasil belajar (THB)..b) Proses pembelajaran dilaksanakan dengan bantuan ceramah dan metode tanya jawab menggunakan model pengajaran langsung pada kelas kontrol yaitu kelas IVb. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui tes hasil belajar bahasa Indonesia setelah empat kali perlakuan pada kelas eksperimen dan kontrol.
Populasi dan Sampel
Stratified random sampling digunakan dalam pengambilan sampel (teknik stratified random). Pertimbangan Suharsini Arikunto mengemukakan bahwa “sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti”. Teknik yang digunakan adalah penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, sehingga untuk memudahkan dalam melakukan perlakuan berupa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran maka diputuskan untuk mengelompokkan dua kelas yaitu menentukan kelas yang mana. adalah kelas eksperimen. dan kelas kelompok kontrol. Untuk menentukan kelas mana yang menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara pengundian, dan berdasarkan hasil pengundian tersebut diperoleh kelas IVa sebagai kelompok.
Teknik Pengumpulan Data
Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, kecerdasan, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Teknik Analisis Data
Berdasarkan hasil survei terhadap 60 orang peneliti yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 30 siswa pada kelompok eksperimen dan 30 siswa pada kelompok kontrol di SD Inpres Paccinongang Kabupaten Gowa, sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pendekatan kontekstual, maka berikut akan dilakukan dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia sebelum diberikan perlakuan baik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan setelah diberikan perlakuan menggunakan pendekatan kontekstual pada kelompok eksperimen dan analisis statistik inferensial untuk mengkaji hipotesis penelitian tentang pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar siswa di kelas bahasa Indonesia. Perilaku siswa yang negatif ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya keterampilan membaca sehingga berdampak pada kurangnya minat dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia. Nilai statistik hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang diajarkan melalui direct instruction menunjukkan jumlah sampel 30 orang, nilai terendah 45, nilai tertinggi 80, dan jumlah nilai 1825, sedangkan nilai rata-rata 60,83 .
Setelah saya belajar bahasa Indonesia dengan pendekatan kontekstual, saya merasa minat belajar bahasa Indonesia semakin meningkat karena saya aktif dalam proses pembelajarannya, berbeda dengan saat saya belajar tanpa menggunakan pendekatan kontekstual. Dengan pendekatan kontekstual, saya merasa minat belajar bahasa Indonesia meningkat karena saya mendapat lebih banyak kesempatan untuk menyelesaikan soal-soal bahasa Indonesia yang terkadang disertai dengan diskusi dan kerjasama antar siswa untuk memecahkan masalah. Saya baru pertama kali belajar bahasa Indonesia dengan pendekatan kontekstual, saya merasa tertantang untuk mempelajarinya.
Karena ada hal baru yang saya peroleh dari pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu guru berperan sebagai fasilitator yang bertugas mengarahkan kita dalam proses pembelajaran. Sebab, walaupun kita banyak menjumpai siswa, namun masih ada saja yang kurang tertarik dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berkembangnya minat terhadap suatu hal pada dasarnya adalah kepentingan pribadi, guru tidak dapat memupuk minat siswa, guru hanya dapat melihat minat siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia. Dalam proses pembelajaran berlangsung karena minat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Jika siswa fokus dalam menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, maka dapat dikatakan konsentrasi terjadi ketika siswa mempunyai minat belajar yang diajarkan oleh guru, maka sulitlah agar siswa tersebut dapat belajar dengan baik. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa bahasa Indonesia adalah karena guru tidak menyadari bahwa diperlukan pengetahuan dalam proses pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang baik dan menggunakan pendekatan dan media pembelajaran yang efektif.
Berdasarkan kenyataan bahwa perbandingan hasil analisis persentase per Aspek observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang memberikan respon positif terhadap pendekatan kontekstual terbiasa mempelajari bahasa Indonesia khususnya keterampilan membaca. Bagi para guru khususnya guru bahasa Indonesia agar dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil analisis data deskriptif menunjukkan gambaran hasil belajar siswa setelah diterapkan pendekatan kontekstual menunjukkan siswa memperoleh hasil pada rentang 85-100 dengan kategori sangat tinggi sebanyak 5 siswa dan persentase 17%. 65-84 dengan kategori tinggi sebanyak 19 siswa, pelajar dan persentase 63%, nilai 55-64 dengan kategori cukup sebanyak 6 siswa dan persentase 20% dan 35-54% pada kategori rendah dan 0- 34% dengan kategori sangat rendah sudah tidak ada lagi. Sedangkan gambaran hasil belajar siswa kelompok kontrol pada interval 65-84 berada pada kategori tinggi sebanyak 12 siswa dan persentasenya sebesar 40%, interval 55-64 berada pada kategori cukup. Berdasarkan pengamatan penulis, pada sampel yang diteliti terdapat perbedaan tingkat keterampilan atau hasil belajar siswa pada kedua kelompok yang disebabkan oleh faktor keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar mengajar, seperti dan dalam seleksi pengajaran. metode yang menuntut siswa untuk aktif dalam belajar.
Hasil observasi menggunakan lembar observasi siswa menunjukkan bahwa aktivitas siswa lebih aktif ketika pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dibandingkan dengan menggunakan model pengajaran langsung. Hasil analisis yang diperoleh cukup mendukung teori yang dikemukakan dalam pencarian literatur. keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, pada saat percobaan terlihat kelompok menggunakan pendekatan kontekstual. minat yang tinggi, lebih bergairah dalam belajar, dan siswa dapat belajar secara efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah pendekatan kontekstual meningkatkan dan meningkatkan partisipasi siswa. Melalui banyaknya informasi yang diingat siswa, pendekatan kontekstual memungkinkan siswa untuk belajar satu sama lain dan mencoba bertukar ide dalam konteks. yang tidak bersemangat sebelum mempresentasikan idenya kepada kelompok yang lebih besar.
Trianto dat: Pendekatan kontekstual merupakan cara yang efektif untuk menciptakan suasana variasi pola diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa diskusi memerlukan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan prosedur yang digunakan dalam pendekatan kontekstual, siswa dapat diberikan lebih banyak waktu untuk berpikir, merespons, dan saling membantu. Rasa percaya diri siswa meningkat dan semua siswa mempunyai kesempatan berpartisipasi di kelas karena sudah memikirkan jawaban atas pertanyaan guru, tidak seperti biasanya hanya siswa tertentu saja yang menjawab, pendekatan kontekstual meningkatkan kualitas kontribusi siswa dalam diskusi kelas dan siswa dapat bersosialisasi. kemampuan hidup.
PENUTUP
Saran