PENGARUH PENERAPAN TEKNIK QUICK ON THE DRAW TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS XI
SMKN 1 KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN
Lara Yulia Sastri *), Yulia Haryono **), Ainil Mardiyah**)
*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR
**) Dosen Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR
ABSTRACT
The background of this research were the students’ comprehension of mathematics concepts is still low. The purpose of this research was to determine whether the students comprehension of mathematics concept by Quick on The Draw technique better than comprehension of mathematics concepts students with conventional learning. This research was experimental research with the random on subject. The research instrument was a test. The test was used an essay test with the reliability of the test was 0,901. The teknique of data analysis used was the one side t-test. Hypothesis test the result was of and
with because then hypothesis was accepted. Conclusions of this study is the students comprehansion of the concepts of using Quick on The Draw teknique better than the students comprehension of mathematics concepts using conventional learning class XI SMKN 1 Koto XI Tarusan.
Key word : Quick On The Draw technique, comprehension mathematic concept.
PENDAHULUAN
Depdiknas dalam Shadiq (2009: 13) menyatakan “tujuan pembelajaran matematika adalah siswa mampu menguasai berbagai aspek kemampuan matematis, yaitu pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi serta pemecahan masalah”. Salah satu tujuan yang di harapkan tercapai dalam pembelajaran matematika adalah siswa mampu memahami konsep matematis.
Pemahaman terhadap konsep tersebut dapat melatih cara berfikir siswa dalam menalar kemudian mengumpulkan,
mengaitkan, dan menganalisa suatu bukti lainnya dalam menyelesaikan suatu persoalan yang diberikan.
Pemecahan masalah dan komunikasi tidak dapat dikuasai siswa dengan baik jika pemahaman konsep yang dimiliki siswa masih rendah.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di kelas XI SMKN 1 Koto XI Tarusan pada tanggal 30 Juli 2015.
Selama kegiatan pembelajaran hanya beberapa orang siswa yang fokus belajar. Siswa yang lainnya hanya
berbicara dengan teman sebangku, keluar masuk kelas dan mengganggu teman yang lainnya. Kebanyakan siswa tidak berpartisipasi dalam pembelajaran dan gaya belajar siswa masih bersifat individual, jika diberikan tugas kecendrungan siswa mencontoh tugas siswa lain. Ketika guru menanyakan apakah ada diantara siswa yang tidak mengerti atau ada yang ditanyakan tentang materi yang diajarkan guru siswa hanya diam saja.
Maka dibutuhkan kreatifitas seorang guru dalam menciptakan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan perhatian dan kemampuan berfikir siswa bahkan dapat menciptakan suasana kompetisi yang melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan sehingga menarik perhatian siswa untuk belajar dan siswa lebih memahami konsep yang diajarkan serta mampu mengembangkan konsep tersebut.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah metode diskusi dengan teknik Quick on the Draw. Teknik Quick on the Draw merupakan perlombaan antara
kelompok untuk menjadi kelompok yang pertama yang dapat menyelesaikan satu set pertanyaan.
Teknik Quick on The Draw juga meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran, pada teknik pembelajaran ini guru memberikan kartu pertanyaan yang harus dijawab siswa dengan memberikan batasan waktu.
Peningkatan aktifitas siswa serta pemberian waktu yang dilakukan dapat meningkatkan pola pikir (kemampuan berpikir) siswa. Jika kegiatan ini terus dilakukan, maka dapat melatih siswa untuk berpikir dengan cepat dalam memahami bahkan menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Peningkatan pola pikir siswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Menurut Ginnis (2008: 163), “Quick on the Draw adalah sebuah perlombaan dengan nilai tambah untuk kerja tim dan kelompok. Jika kegiatan ini terus dilakukan, maka dapat melatih siswa untuk berpikir dengan cepat dalam memahami konsep bahkan menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Berdasarkan latar belakang diatas dilakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Penerapan Teknik Quick on the Draw Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Pada Siswa Kelas XI SMKN 1 Koto XI Tarusan Tahun Pelajaran 2015/2016”.
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian Fatya Putriana (2013) dengan judul Pengaruh Penerapan Teknik Quick On The Draw Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas XI IPA SMAN 6 Padang. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa dengan penerapan teknik Quick On The Draw lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pelaksanaan pembelajaran konvensional.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada penelitian ini di akhir pembelajaran, kelompok mempresentasikan jawaban diambil secara acak untuk menyampaikan jawabannya di depan kelas. Sedangkan penelitian sebelumnya kelompok yang mempresentasikan jawabannya adalah kelompok pemenang.
METODE PENELITIAN
Waktu penelitian pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016, tempat pelaksanaan penelitian yaitu di kelas XI SMKN 1 Koto XI Tarusan. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan rancangan penelitian random terhadap subjek (Arikunto 2010: 126).
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes akhir dalam bentuk esai dengan indikator pemahaman konsep yang berfungsi untuk mengukur tingkat kemampuan pemahaman konsep siswa. Tes akhir yang digunakan adalah esai dengan reliabilitas 0,90 hal ini menunujukkan bahwa soal tersebut reabel (Arikunto, 2010: 228).
Langkah-langkah tahap pelaksanaan dari teknik quick on the draw adalah satu orang dari tiap kelompok bergerak dengan cepat ke meja guru, untuk mengambil pertanyaan pertama menurut warna kartu mereka dan kembali membaca pertanyaan tersebut ke kelompok. Jawaban dibawa ke gurunya oleh orang kedua. Guru memeriksa jawaban. Jika jawaban akurat dan lengkap, pertanyaan kedua dari tumpukan warna mereka diambil, dan seterusnya. Jika ada jawaban yang
tidak akurat atau tidak lengkap, guru menyuruh siswa yang bergerak dengan cepat kembali ke kelompok dan mencoba lagi. Siswa yang maju ke depan secara bergantian. Merujuk pada (Ginnis 2008: 164).
Untuk mengukur pemahaman konsep siswa digunakan rubrik Holistik merujuk pada (Iryanti 2004: 13). Untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak maka data tes akhir dianalisis dengan uji-t satu pihak merujuk pada (Sudjana 2005: 239).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh gambaran hasil belajar matematika siswa pada kelas sampel yang dapat dilihat pada Tabel 1
Tabel 1. Hasil belajar matematika siswa pada kelas sampel
Kelas Sampel
̅ Eksperimen Kontrol
Berdasarkan Tabel 1 memperlihatkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dengan selisih 11,6 poin. Disamping itu simpangan baku kelas eksperimen lebih kecil dibandingkan dengan simpangan baku kelas kontrol. Hal ini menunjukan
bahwa nilai pada kelas eksperimen lebih homogen dari pada kelas kontrol.
Nilai maksimum dan minimum yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen terlihat lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Berdasarkan tes akhir dan analisis yang telah dilakukan dan pengujian hipotesis, diperoleh bahwa pemahaman konsep matematika siswa lebih baik.
Tes akhir pemahaman konsep matematis siswa diperoleh = 2,48 dan = 1,67 maka tolak (Sudjana, 2005: 239). Dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan Teknik Quick on The draw lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa menggunakan pembelajaran konvensisonal.
Berdasarkan proses pembelajaran dengan menggunakan teknik Quick on The Draw dimana guru menjelaskan materi terlebih dahulu setelah itu guru menyiapkan satu set pertanyaan mengenai topik yang akan sedang dibahas. Tiap pertanyaan dibuat pada kartu, dengan warna kartu pada tiap kelompok berbeda satu orang dari tiap kelompok bergerak dengan cepat ke meja guru, untuk mengambil
pertanyaan pertama menurut warna mereka dan kembali membaca pertanyaan tersebut ke kelompok.
Berikut ini model kartu pertanyaan dan hasil lembar jawaban siswa dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2.
Gambar 1. Kartu pertanyaan.
Gambar 2. Lembar jawaban siswa.
Berdasarkan tes akhir dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa menerapkan teknik quik on the draw lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa dengan pembelajaran konvensional. Terbukti dari tes akhir kedua kelas sampel yang dapat dilihat dari lembar jawaban tes akhir pemahaman konsep matematis siswa yang berkemampuan rendah pada Gambar 3 dan Gambar 4.
Gambar 3. Lembar Jawaban Tes Akhir Kelas Eksperimen.
Berdasarkan Gambar 3 terlihat bahwa siswa sudah bisa menentukan suku pertama dan beda dari suku tersebut tetapi siswa salah menerapkan konsep untuk menentukan jumlah suku. Hal ini menunjukan bahwa indikator menyatakan ulang sebuah konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma kepemecahan masalah belum terpenuhi pada kelas eksperimen. Selanjutnya jawaban siswa berkemampuan rendah pada kelas kontrol terlihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Lembar Jawaban Tes Akhir Kelas Kontrol
Berdasarkan Gambar 4 terlihat bahwa siswa belum bisa menyatakan ulang sebuah konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma kepemecahan
Suku ke-4 suatu barisan aritmatika adalah 21, sedangkan suku ke-10 adalah 33, Tentukan !
a. Beda dan suku pertamanya b. Suku ke-25
c. Suku ke-n
masalah karena siswa tidak bisa menetukan nilai suku pertama, beda dan jumlah suku nya, sehingga indikator pemahaman konsep belum terpenuhi di kelas kontrol.
DAFTAR RUJUKAN
Ginnis, Paul. (2008). Trik Dan Taktik
Mengajar Strategi
Meningkatkan Pengajaran di Kelas. Jakarta: PT Indeks.
Putriana. Fatya (2009). Pengaruh Penerapan Teknik Quick On The Draw Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas XI IPA SMAN 6 Padang. Skripsi: STKIP PGRI Sumatra Barat.
Sudjana. (2005). Metode Statistika.
Bandung: Tarsito Bandung.