• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh penggunaan media pembelajaran - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh penggunaan media pembelajaran - IAIN Repository"

Copied!
144
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMPNEGERI 1 PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

Oleh:

RETNOWATI NPM. 1399331

Jurusan : Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

1439 H/ 2017 M

(2)

MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPNEGERI 1 PUNGGUR

KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

DiajukanUntukMemenuhi Tugas dan Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd)

Oleh:

RETNOWATI NPM. 1399331

Pembimbing I: Dr. Hj. Ida Umami, M. Pd. Kons Pembimbing II: H. Basri, M. Ag

Jurusan : Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI(IAIN) METRO 1439 H/ 2017 M

ii

(3)

iii

(4)
(5)

iv

(6)

ABSTRAK

PENGARUH PENGGUNAAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

Oleh : RETNOWATI

Pada proses belajar mengajar yang perlu menjadi perhatian seorang guru adalah bagaimana menciptakan lingkungan kelas yang kondusif, menyenangkan, menggairahkan, menarik untuk belajar, salah satunya yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat, misal media audio visual, sehingga dapat dapat menggairahkan motivasi belajar yang maksimal bagi para anak didiknya.

Pada motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.

Hakikat motivasi belajar adalah “dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.

Adapun masalah yang penulis temukan melalui penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa di SMPN 1 Punggur, diperoleh data yang menunjukkan penggunaan media pembelajarannya cukup baik dan motivasi belajar siswa juga tergolong cukup baik. rumusan masalah yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa. Kemudian untuk dugaan sementara atau hipotesis penulis menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 1 Punggur.

Penelitian yang penulis lakukan merupakan penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode angket dan dokumentasi.

Hasil analisa data penulis menggunakan rumus chi kuadrat. Hasil yang diperole harga Chi Kuadrat hitung (X2) yaitu 12,04 lebih besar dari Chi Kuadrat tabel pada taraf signifikan 5% pada df atau db = 4 yaitu 9,488, dengan demikian harga Chi Kuadrat hitung lebih besar dari harga Chi Kuadrat tabel pada taraf signifikan 5%

karenanya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif antara pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

v

(7)

vi

(8)

َقَل َخ ْيذ َّ

لا َكِّب َر ِمْس اِب اَر ْقِا ٍق َلَع ْنِم َن اَسْن ِ لا َقَلَخ .

ُااَرْ لأَلا َكبُّب ُر َ أْاَر ْقِ .

ْمَل َ ْ

ل اِب َم َّلَع ي ِذَّل ا الْاِعَ لْاِ عَ الْاِ عَ ا عَ ا عَ ا عَ لْاِ ا لْاِا اعَعَ عَ .

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, 3. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, 4. Yang mengajar (manusia) dari pena, 5.

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.1

1Q. S Al-„alaq (96) : 1-5

vii

(9)

Puji syukur kepada Allah SWT dan dengan kerendahan hati, penulis mempersembahkan Karya ini kepada:

1. Kedua orangtua tercinta Bapak Legiyo dan Ibu Juariyah yang telah mendidikku, membimbingku serta senantiasa mendoakan demi keberhasilan studiku.

2. Keluargaku Asep Setiawan dan anakku Haidar Arganta Pratama yang telah mendukungku dalam menyelesaikan studi dari segi material dan finansial.

3. Sahabat-sahabatku: Dessy Amanah, Rista Riski Ana, Mayrose Eni Andriyanti, Yuli Juwita Sari, Rio Triandi, Aji Fahrezi, dan Fadzkur abdul Malik Mar‟andan sahabat lainnya se-angkatan 2013 yang selalu memberikan semangat, dukungan, motivasi, inspirasi serta doa dalam penyelesaian skripsi ini.

4. Almamaterku Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro .

viii

(10)

ix

(11)

Halaman

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

ABSTRAK ... v

HALAMAN ORISINALITAS PENELITIAN ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Batasan Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

F. Penelitian Relevan ... 6

x

(12)

A. Motivasi Belajar ... 8

1. Pengertian MotivasiBelajar ... 8

2. Macam-macam Motivasi ... 10

3. Fungsi Motivasi ... 12

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar ... 12

B. Media Pembelajaran ... 14

1. PengertianMedia Pembelajaran ... 14

2. Jenis-jenis Media Pembelajaran ... 17

3. Pemanfaatan Media Pembelajaran ... 18

4. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran ... 19

C. Pengaruh Pengunaan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar ... 20

D. Kerangka Konseptual Penelitian ... 21

E. Hipotesis Penelitian ... 22

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. RancanganPenelitian ... 24

B. DefinisiOperasionalVariabel ... 25

C. Populasi, SampeldanTeknikPengambilanSampel ... 27

D. TeknikPengumpulan Data ... 30

E. InstrumentPenelitian ... 32

F. TeknikAnalisis Data ... 36

xi

(13)

A. Temuan Umum ... 38

1. Profil SMP Negeri 1 Punggur ... 38

a. Sejarah singkat berdirinya SMPN 1 Punggur ... 38

b. Visi dan Misi SMPN 1 Punggur ... 40

c. Keadaan sarana dan prasarana SMPN 1 Punggur . 42 d. Keadaan Guru dan Karyawan SMPN 1 Punggur . 43 e. Keadaan Siswa SMPN 1 Punggur ... 46

f. Struktur Organisasi SMPN 1 Punggur ... 47

2. Deskripsi Data HasilPenelitian ... 48

B. Temuan Khusus (PengujianHipotesis) ... 62

C. Pembahasan ... 66

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 69

B. Saran ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 72

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 74

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 105

xii

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Jumlah Siswakelas VII SMP Negeri1 Punggur

TahunPelajaran 2016/2017 ... 28

2. Data Sampel Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Punggur ... 29

3. Kisi-Kisi UmumInstrumenVariabelPenelitiantentangPenggunaan Media Pembelajaran terhadapMotivasi Belajar Siswa... 33

4. Kisi-Kisi Khusus Instrumen VariabeltentangPenggunaaan Media Pembelajaran ... 33

5. Kisi-Kisi Khusus InstrumenVariabeltentangMotivasi Belajar Siswa Kelas VIISMP Negeri1 Punggur ... 34

6. Identitas SMPN 1 Punggur Lampung Tengah ... 39

7. JumlahRuangKelas di SMPN 1 Punggur Lampung Tengah ... 42

8. Jenis dan Jumlah Ruang di SMPN 1 Punggur Lampung Tengah ... 43

9. Daftar Guru dan Staf Karyawan SMPN 1 Punggur ... 43

10. Keadaan Siswa SMPN 1 Punggur Lampung Tengah ... 46

11. Data Angket Penggunaan Media Pembelajaran di SMPN 1 Punggur .... 48

12. Tabel Distribusi Frekuensi Angket tentang Penggunaan Media Pembelajaran ... 51

13. Distribusi Frekuensi Hasil Angket tentang Penggunaan Media Pembelajaran ... 53

14. Data Angket Motivasi belajar Siswa Kelas VII di SMPN 1 Punggur .... 54

xiii

(15)

15. Tabel DistribusiFrekuensiAngkettentangMotivasibelajarSiswa

Kelas VII SMPN 1 Punggur ... 57 16. DistribusiFrekuensiHasil AngkettentangMotivasibelajarSiswa ... 59 17. Data HasilDuaAngketPenggunaan Media

PembelajarandanMotivasiBelajarSiswa SMPN 1 PunggurKabupaten Lampung Tengah ... 60 18. Distribusi Frekuensi Antara Penggunaan Media Pembelajaran

Terhadap Motivasi belajar Siswa SMPN 1 Punggur ... 62 19. TabelKerjaPerhitungan Chi Kuadrat 𝜒2 Penggunaan Media

PembelajaranTerhadapMotivasibelajarSiswa SMPN 1 Punggur ... 63

xiv

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Paradigma Penelitian ... 22 2. Struktur Organisasi SMP Negeri 1 Punggur ... 47

xv

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Surat Izin Prasurvey ... 74

2. Surat Balasan Prasurvey ... 75

3. Pengesahan Proposal Penelitian ... 76

4. Surat Bimbingan ... 77

5. Outline ... 78

6. Alat Pengumpulan Data ... 79

7. Uji Validitas dan Reliabilitas ... 80

8. Surat Izin Research ... 83

9. Surat Tugas ... 84

10. Surat Balasan IzinResearch ... 85

11. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian ... 86

12. Formulir Konsultasi Bimbingan Skripsi ... 87

13. Surat Keterangan Bebas Pustaka... 101

14. Surat Keterangan Bebas Jurusan PAI ... 102

15. Foto-foto Responden Penelitian ... 103

16. Riwayat Hidup ... 105

xvi

(18)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Proses kegiatan belajar mengajar merupakan suatu proses yang memiliki serangkaian kegiatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Proses belajar mengajar memiliki makna adanya suatu kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan antara siswa sebagai pebelajar dan guru sebagai pengajar. Guru memegang peran penting dalam pendidikan dan pengajaran di sekolah. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam seorang guru harus dapat menyampaikan pembelajaran secara menarik, inovatif, dan dapat memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan agar peserta didik mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar.

Motivasi adalah dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Pada motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.Hakikat motivasi belajar adalah “dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.

(19)

Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang penting dalam proses belajar mengajar yang dapat menyalurkan pesan yang akandisampaikan kepada siswa baik berupa alat, orang maupun bahan ajar.

Selain itu, media pembelajaran dapat merangsang siswa agar lebih efektif.

Oleh karena itu, maka penggunaan media pembelajaran dapat merangsang, menggairahkan atau memotivasi siswa untuk belajar, karena “motivasi belajar merupakan suatu dorongan atau penggerak dalam diri seorang siswa untuk belajar sehingga tujuan-tujuan pembelajaran yang didinginkan dapat tercapai”.

Melalui perannya sebagai pengajar, seorang guru diharapkan mampu mendorong anak didiknya untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan melalui berbagai sumber atau media. Dalam hal ini guru mempunyai fungsi sebagai motivator dalam keseluruhan kegiatan belajar mengajar.1 Pada kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan. Guru dan anak didiklah yang menggerakkannya.

Interaksi yang bertujuan itu disebabkan gurulah yang memaknainya dengan menggunakan media yang sesuai sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar.

Proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam kehadiran media pembelajaran memiliki arti yang cukup penting, mengingat selama ini hasil dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam dinilai masih kurang

1 Supriono Widodo dan Ahmadi Abu, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 106

(20)

karena para guru kurang memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses pembelajaran, diantaranya metode mengajar yang digunakan masih monoton, sehingga seringkali tujuan dari pembelajaran belum bisa mencapai yang maksimal.

Berdasarkan uraian di atas, dapat di maknai bahwa media pembelajaran sangat penting bagi guru untuk menyampaikan informasi tentang materi yang akan diajarkan pada saat proses pembelajaran.

Dengan adanya penggunaan media dengan tepat dan sesuai maka dapat membangkitkan keingintahuan dan minat baru bagi siswa, serta membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar mengajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.

Berdasarkan hasil pra survey yang telah penulis lakukan di SMPN 1 Punggur untuk mencari data, diperoleh bahwa penggunaan media pembelajaran oleh guru PAI di SMPN 1 Punggur cukup baik, hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara guru pendidikan agama Islam menggunakan media pembelajaran dengan baik pada saat menyampaikan materi pelajaran. Guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Punggur ketika menyampaikan materi dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya menerangkan melalui lewat lisan saja tetapi guru Pendidikan agama Islam disana sudah menggunakan media dengan bagus ketika menyampaikan materi pembelajaran yaitu dengan menggunakan slide power point.

kemudian motivasi belajar siswa juga cukup baik, hal itu karena semangat siswa dalam memperhatikan penjelasan guru maksudnya disini siswa di

(21)

SMPN 1 Punggur ketika guru menjelaskan atau menyampaikan pelajaran pada saat proses pembelajaran tidak mengobrol sendiri dan tidakmembuat kegaduhan di kelas, selanjutnya siswa aktif bertanya pada saat proses pembelajaran di kelas maksudnya ketika guru selesai menjelaskan materi pembelajaran siswa menyatakan langsung materi pembelajaran yang belum paham, selain itu juga ketika guru bertanya kepada siswanya banyak yang dapat menjawab langsung pertanyaan yang diajukan oleh gurunya.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian, untuk membuktikan ada atau tidak “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPNegeri 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017”

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah diatas, dan hasil prasurvey yang telah penulis lakukan, permasalahan yang dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah:

1. Guru PAI di SMP Negeri 1 Punggur pada saat mengajar sudah menggunakan media dengan baik dan tepat.

2. Semangat siswa dalam memperhatikan penjelasan guru, pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa tidak membuat kegaduhan.

3. Aktif bertanya pada saat proses pembelajaran di kelas

(22)

C. Batasan Masalah

Untuk menghindari kemungkinan meluasnya masalah yang akan di teliti maka perlu ditentukan batasan atau ruang lingkup permasalahan yang akan di teliti. Adapun pembatasan dalam penelitian ini yaitu:

1. Penggunaan media pembelajaran oleh guru PAI cukup baik sehingga motivasi belajar siswa cukup baik.

2. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan Lokasi penelitian adalah di SMPN 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

(23)

a. Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai masukan guru pembelajaran.

b. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penulis dan dapat menjadi referensi bagi penulis untuk penelitian yang selanjutnya.

c. Guna memenuhi persyaratan dalam mencapai gelar sarjana (S-I) dalam ilmu tarbiyah.

F. Penelitian Relevan

Untuk mengetahui posisi yang telah dilakukan peneliti, berikut ini hasil peneliti terdahulu yang relevan dengan penelitian ini yaitu:

Penelitian yang dilakukan oleh Jeniy irawan (0958551), Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan agama Islam STAIN Jurai Siwo Metro dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar pada Pendidikan Agama Islam Peserta Didik SMP N 1 Batanghari Tahun Pelajaran 2012/2013. Hasilnya adalah adanya pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar.2

Penelitian yang dilakukan oleh Supriadi (0948481), Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Jurai Siwo Metro dengan judul “Hubungan Pendekatan Individu dalam Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar PAI siswa kelas V SD IT Insan Kamil Bandar Jaya

2Jeniy Irawan, Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar pada Pendidikan Agama Islam Peserta Didik SMP N 1 Batanghari Tahun Pelajaran 2012/2013, (Metro, STAIN Metro, 2012), h. 6

(24)

Tahun Pelajaran 2013/2014”. Hasilnya adalah adanya hubungan pendekatan individu dalam pembelajaran terhadap motivasi belajar.3

Berdasarkan penelitian di atas nampaknya ada sedikit persamaan dengan penelitian yang penulis lakukan. Akan tetapi, disamping ada persamaan dengan penelitian-penelitian sebelumnya diatas, ada perbedaan yang nyata antara penelitian sebelumnya dengan penelitian penulis.

Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa penelitian penulis yang berjudul

“Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah”, sepengetahuan penulis belum pernah diteliti sebelumnya.

3Supriadi, Hubungan Pendekatan Individu dalam Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar PAI siswa kelas V SD IT Insan Kamil Bandar Jaya Tahun Pelajaran 2013/2014, (Metro, STAIN Metro, 2013), h. 7

(25)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Motivasi Belajar

1. Pengertian Motivasi Belajar

Banyak sekali, bahkan sudah umum orang menyebut dengan kata “motif” untuk menunjukkan mengapa seseorang itu berbuat sesuatu. Dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan motivasi untuk menggerakkan siswa dalam belajar.

Motivasi berasal dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak. Mengenai pengertian motivasi belajar, dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, “motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.

Pendapat lain motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian ini mengandung tiga elemen diantaranya ialah:

a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia.

b. Motivasi ditandai dengan munculnya, rasa atau feeling seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan- persoalan kewajiban, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.

c. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi yaitu tujuan. Motivasi muncul dari dalam diri manusia, tetapi

(26)

munculnya karena terangsang atau terdorong adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan.1

Motivasi juga dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.2

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial yang terjadi pada seseorang atau individu sebagai suatu hasil latihan atau praktik yang diperkuat dengan diberi hadiah untuk mencapai suatu tujuan tertentu.3

Firman Allah SWT dalam Q. S Al-„Alaq ayat 1-5 berbunyi:

َقَلَخ ْيذَّلا َكِّبَر ِمْس ِبِ أَرْ قِا ٍقَلَع ْنِم َن اَسْن ِلأا َقَلَخ .

َكُّبُر َو ْأَرْ قِإ .

ُماَرْكَلأا ْمَلَ ْل ِبِ َمَّلَع ي ِذَّل ا .

ْمَلْ َ َْ اَم َن اَسْن ِْاا َمَلَع .

Artinya: “1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, 3. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, 4.

Yang mengajar (manusia) dari pena, 5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.4

ْنَم ِ َّ َ ْا َإإ ِ اً ْ ِرَ ُ َل ُ َ َّ َس اً ْلِع ِ ْ ِ ُ ِ َ ْل َ اً ْ ِرَ َكَلَس

( ملسم هاور )

1Kompri, Motivasi Pembelajaran Perspektif Guru dan Siswa, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), h. 1-3

2 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2013), h. 80

3Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan, (Jakarta:

Bumi Aksara, 2008). h. 23

4Q. S Al-„Alaq (96): 1-5, h. 479

(27)

Artinya: “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”. (HR Muslim) 5

Berdasarkan pengertian diatas dapat dipahami bahwa surat Al-

„Alaq menjelaskan tentang perintah untuk membaca dalam arti yang seluas luasnya seperti mengembangkan ilmu pengetahuan dan perlunya alat untuk melakukan kegiatan dalam upaya mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menjelaskan tentang kekuasaan Allah SWT, bahwa Allah SWT berkuasa menciptakan manusia, memberikan kenikmatan dan karunia berupa kemampuan berfikir yang sempurna dan membaca.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat diketahui bahwa motivasi merupakan kekuatan yang dapat menggerakkan seseorang yang kadang-kadang dilakukan dengan cara menyampingkan hal-hal yang dianggap kurang bermanfaat untuk mencapai tujuan yang lebih berfaedah. Oleh karena itu motivasi dipandang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai kebiasaan yang diperolehnya yaitu suatu dorongan.

2. Macam-macam Motivasi

Berbicara tentang macam atau jenis motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Motivasi yang aktif itu sangat bervariasi.

Macam-macam motivasi adalah sebagai berikut:

5https://muslimfiqih.blogspot.co.id/kumpulan-hadist-nabi-tentang-menuntut-ilmu/.diunduhpada tanggal 19 April 2017

(28)

1. Motivasi Jasmaniah dan Rohaniah, Motivasi jasmaniah seperti reflek, instink, otomatis, nafsu, sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah yaitu kemauan.

2. Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, motivasi instrinsik adalah motivasi-motivasi yang menjadi aktif atau berfungsinya itu tidak perlu rangsangan dari luar, karena didalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

Contohnya seseorang membaca, tidak ada yang menyuruh atau mendorongnya, ia ingin mencari buku-buku untuk di bacanya.Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi-motivasi yang aktif dan berfungsinya itu karena adanya rangsangan dari luar. Contoh seorang yang belajar karena adanya ujian dengan harapan mendapat nilai yang baik. Oleh karena itu motivasi ekstrinsik adalah bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.6

Hakikat motivasi belajar adalah “dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1) adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil, 2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, 3) adanya harapan dan cita-cita masa depan, 4) adanya penghargaan dalam belajar, 5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, 6) adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.7

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwasanya macam-macam motivasi yaitu motivasi jasmaniah dan rohaniah, motivasi instrinsik atau motivasi yang berasal dari dalam diri peserta didik dan motivasi ekstrinsik atau motivasi yang berasal dari luar diri peserta didik. Kemudian yang menjadi penelitian ini yaitu motivasi ekstrinsik dengan indikator 1) adanya penghargaan

6Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), h. 88-91

7Hamzah. B. Uno, teori Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan, h. 23

(29)

dalam belajar, 2) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, 3) adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

3. Fungsi Motivasi

Motivasi sebagai suatu proses, mengantarkan murid kepada pengalaman-pengalaman yang memungkinkan mereka dapat belajar.

Sebagai proses, motivasi mempunyai fungsi antara lain:

1. Memberi semangat dan mengaktifkan murid agar tetap berminat dan siaga.

2. Memusatkan perhatian anak pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar.

3. Membantu memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang.8

Pendapat lain fungsi motivasi antara lain:

1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.

Tanpa adanya motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.

2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan pencapaian tujuan yang diinginkan.

3. Motivasi sebagai penggerak.9

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa fungsi motivasi secara umum adalah sebagai daya penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi manusia untuk belajar. Motivasi belajar terjadi dari tindakan perbuatan persiapan

8Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), h. 141

9Kompri, Motivasi Pembelajaran , h. 5

(30)

mengajar. Menurut Dimyati faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah sebagai berikut:

1. Cita-cita atau Aspirasi Siswa

Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil seperti keinginan belajar berjalan. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian hari menimbulkan cita-cita dalam kehidupan.

Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan.

2. Kemampuan Siswa

Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan dan kecakapan mencapainya. Keinginan membaca perlu dibarengi dengan kemampuan mengenal dan mengucapkan bunyi huruf-huruf.

3. Kondisi Siswa

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Seorang siswa yang sedang sakit, lapar atau marah-marah akan mengganggu pehatian belajar. Sebaliknya, seseorang siswa yang sehat, kenyang, dan gembira akan mudah memusatkan perhatian.

4. Kondisi Lingkungan Siswa

Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan masyarakat. Sebagai anggota masyarakat maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Tempat tinggal yang kumuh, ancaman rekan yang nakal, perkelahian antar siswa, akan mengganggu kesungguhan belajar. Sebaliknylingkungan yang aman, tenteram, tertib, indah dan pergaulan siswa yang rukun, maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.10 Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu cita-cita, kemampauan siswa, kondisi siswa, kondisi lingkungan siswa. Faktor- faktor ini sangat berpengaruh terhadap suatu tujuan pembelajaran yang ingin di capai.

10Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, h. 97-99

(31)

B. Media Pembelajaran

1. Pengertian Media Pembelajaran

Kata “media” berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dengan demikian media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.11 Menurut pendapat lain bahwamedia yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.12

Pendapat lain media pembelajaran adalah setiap orang, materi, atau peristiwa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Sedangkan ada pendapat lain bahwa media pembelajaran merupakan alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang diantaranya terdiri atas buku, tape recorder, kaset, vidio, camera, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi dan komputer.13

Penggunaan media pembelajaran guru hendaknya memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsipnya yaitu:

1) Menentukan jenis media dengan tepat, artinya sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan.

11Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, h. 120

12Basyiruddin Usman dan Asnawir, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), h. 11

13Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN-MALANG PRESS, 2009), h. 25-26

(32)

2) Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat, artinya perlu diperhatikan apakah penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik.

3) Menyajikan media dengan tepat, artinya tehnik dan metode penggunaan media dalam pembelajaran haruslah disesuaikan dengan tujuan, bahan, metode, waktu, dan sarana yang ada.

4) Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat, artinya kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak setiap saat atau selama proses belajar mengajar terus menerus memperlihatkan atau menjelaskan dengan media pembelajaran.14

Firman Allah SWT dalam Q. S. An-Nahl ayat 44, yang berbunyi:

ِرُب ُّللَو ِ َ ِّ َ ْل ِبِ

ْمِ ْ َلِا َلِّلُ ن اَم ِس اَّ لِل َِّيَّ ُ ِل َرْكِذلا َكْ َلِا اَ ْلَلْ نَاَو ,

َنْوُرَّكَفَ َ ْمُ َّلَ َلَو

Artinya: “(mereka kami utus) dengan membawa keterangan- keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan kami turunkan (Al- Qur‟an)kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.”15

Berdasarkan ayat di atas berkaitan tentang media dalam pembelajaran dapat diambil pengertian bahwasanya suatu media yang digunakan oleh seorang guru harus mewakili sebagian dari materi yang telah diajarkan sebelumnya. Hal ini selain dimaksudkan agar siswa mudah menerima materi baru karena masih ada hubungan dengan materi yang mereka terima sebelumnya, juga dapat meningkatkan kefektifitasan pembelajaran. Siswa akan lebih bersemangat menerima materi baru.

14Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, h. 127-128.

15Q. S. An-Nahl (16): 44, h. 217.

(33)

َلاَق ُ ْ َع ُ َيِضَر ِ ِدْ َع ْنَع َمَّلَسَو ِ ْ َلَع ُ َّىلَص ُِّبَِّ لا َّطَخ :

اً َّ بَرُم اَّطَخ ُ ْ ِم اً ِراَخ ِطَسَ ْلا ِ اِّطَخ َّطَخَو ,

اًراَغِص اًطُطُخ َّطَخَو ,

ِطَسَ ْلا ِ يِذَّلا ِ ِ ِناَ ْنِ ِطَسَ ْلا ِ يِذَّلا اَذَ َإِإ َلاَقَو ,

: ِْلْااَذَ (

ُناَسْن ِ ِب َطْ ُِ ُ ُلَ َأ اَذَ َو ,

ْوَأ - َ ُ يِذَّلا اَذَ َو ِ ِب َطاَحَأ ْدَق :

ُ ُلَمَأ ٌ ِراَخ ُااَرْعَْلأا ُراَغِّللا ُطُطُْاا ِهِذَ َو ,

اَذَ ُهَأَطْخَأ ْنِإَ , ُ َشَ َ ن ,

اَذَ

اَذَ ُهَأَطْخَأ ْنِإَو , اَذَ ُ َشَ َ ن ,

( ىراخ لا هاور )

Artinya: “Nabi S.a.w membuat gambar persegi empat, lalu menggambar garis panjang di tengah persegi empat tadi dan keluar melewati batas persegi itu. Kemudian beliau juga membuat garis-garis kecil di dalam persegi tadi, di sampingnya: (persegi yang digambar Nabi). Dan beliau bersabda : “Ini adalah manusia, dan (persegi empat) ini adalah ajal yang mengelilinginya, dan garis (panjang) yang keluar ini, adalah cita-citanya. Dan garis-garis kecil ini adalah penghalang- penghalangnya. Jika tidak (terjebak) dengan (garis) yang ini, maka kena (garis) yang ini. Jika tidak kena (garis) yang itu, maka kena (garis) yang setelahnya. Jika tidak mengenai semua (penghalang) tadi, maka dia pasti tertimpa ketuarentaan.”(HR. Bukhari)16

Berdasarkan hadis tersebut menggambarkan dengan jelas ketika Rasulullah sedang mengajarkan ajarannya kepada para sahabat dengan cara menggambar persegi empat dan garis-garis lurus. Hal ini berarti dalam mengajarkan ilmu-ilmu kepada sahabatnya pada zaman dahulu Rasulullah menggunakan gambar-gambar sebagai media alat bantu untuk memperjelas pemahaman.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat diketahui bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan oleh

16http://.blogspot.co.id/hadits-haditsmediapembelajaran.diundupada tanggal 19 April 2017

(34)

seorang guru untuk menyalurkan pesan atau informasi belajar berupa materi pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untukmemperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.Media pembelajaran sangat berguna bagi siswa agar siswa mengetahui kegunaan media dalam proses belajar mengajar, yakni dengan memperhatikan prinsip-prinsip media yang ada.

2. Jenis-jenis Media Pembelajaran

Dibawah ini adalah beberapa jenis media pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran, antara lain:

1) Bahan (material), biasa pula jenis ini disebut dengan istilah perangkat lunak atau software. Di dalamnya terkadang pesan- pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji, maupun tanpa alat penyaji. Contohnya : buku, modul, majalah, transparansi OHP, film bingkai, audio.

2) Alat (device) bisa disebut dengan istilah hardware atau perangkat keras, digunakan untuk menyajikan pesan.

Contohnya adalah : proyektor film, film bingkai, video tape dan lain-lain.

3) Teknik, yaitu prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan alat, bahan, orang dan lingkungan untuk pesan.

Misalnya : tehnik demonstrasi kuliah, ceramah, tanya jawab, pengajaran terpogram, dan belajar sendiri.

4) Lingkungan (setting), yang memungkinkan siswa belajar, misalnya gedung sekolah, perpustakaan, lab pusat sarana belajar, museum, taman, kebun binatang, rumah sakit yang sengaja di rancang untuk tujuan lain tetapi kita memanfaatkan untuk belajar siswa-siswi.17

Pendapat lain tentang jenis media yang sering di gunakan :

1) Media cetak diartikan sebagai bahan yang diproduksi melalui percetakan profesional seperti buku-buku, majalah, dan modal.

2) Media elektronik, yang lazim di pilih dan di gunakan dalam pengajaran :

3) Perangkat slide atau film bingkai

17 Arif S Sadiman, Media Pendidikan Pengertian Pengimbangan dan Pemanfaatanya, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2009),h. 5

(35)

4) Film strips 5) Rekaman

6) Overhead transparancies 7) Video tape

8) Realita (objek nyata atau benda sesungguhnya) seperti mengunjungi pabrik-pabrik yang ada di sekitarnya, museum atau suatu perkebunan untuk melihat objek yang bersangkutan secara langsung.18

Berdasarkan uraian di atas bahwa, jenis media pebelajaran sangat dibutuhkan bagi seorang guru dalam proses pembelajaran untuk menyalurkan pesan, dengan adanya jenis media pembelajaran akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi.

3. Pemanfaatan Media Pembelajaran

Penggunaan media dalam proses instruksional mengandung manfaat atau nilai tertentu, antara lain :

a) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar

b) Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa

c) Metode mengajar akan lebih bervariasi

d) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar

e) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.19

Pendapat lain manfaat media pembelajaran yaitu:

a) Media dapat membantu siswa mempelajari bahan pelajaran yang luas, yang memuat berbagai konsep, fakta, prinsip, sikap keterampilan, di samping banyak macam ragamnya juga sangat bervariasi, sehingga memerlukan berbagai media untuk menyampaikannya.

b) Media dapat menumbuhkan motivasi belajar, sikap, dan cara belajar yang lebih efektif serta menumbuhkan persepsi yang lebih tinggi terhadap hal yang dipelajari.

18Sudarwin Danim, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta : Bina Aksara, 1994),h. 118

19Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010), h. 24-25

(36)

c) Media membantu siswa dan guru dalam proses instruksional suatu bidang studi, yang didukung secara multi disipliner, masing-masing disiplin itu mengandung banyak bahan yang harus dipelajari.

d) Media turut meningkatkan kepuasan dan keberhasilan sesuai dengan keinginan masing-masing guru. Guru yang baik ingin agar para siswanya merasa puas dan berhasil, dan dianggap media dapat memenuhi keinginan tersebut.

e) Media membantu siswa yang umumnya berkecenderungan mempelajari banyak hal dan sekaligus mendalaminya.

Belajar “banyak” dan “mendalam” merupakan ciri belajar berhasil.

f) Media membantu siswa dan guru dalam proses instruksional untuk memenuhi tuntutan kurikulum, yang senantiasa berkembang sejalan dengan perkembanganilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika masyarakat.20

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa media pembelajaran sangat bermanfaat bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan bagi peserta didik dengan adanya media pembelajaran akan menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam belajar.

4. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Cara memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.

b) Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.

c) Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar.

20Oemar Hamalik, Media Pendidikan, (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 1994),h. 189-190

(37)

d) Keterampilan guru dalam menggunakannya, apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.

e) Tersedia waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pelajaran berlangsung.

f) Sesuai dengan taraf berfikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berfikir siswa, sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami oleh para siswa.21

Berdasarkan uraian di atas, dapat di ketahui bahwa dalam proses pembelajaran sangatlah penting dengan adanya kriteria-kriteria pemilihan media pembelajaran karena dapat mempermudah seorang guru dalam menggunakan media ketika seorang guru menyampaikan bahan pelajaran.

C. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar

Salah satu mafaat penggunaan media pembelajaran adalah “media dapat menumbuhkan motivasi belajar, sikap, dan cara belajar yang lebih efektif serta menumbuhkan persepsi yang lebih tinggi terhadap hal yang dipelajari.”22

Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.23

21Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensido, 2011), h.

4-5

22Oemar Hamalik, Media Pendidikan, h. 190

23Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa arab, h. 27

(38)

Seorang guru dalam menggunakan media secara baik maka siswa dalam proses pembelajaran akan termotivasi dalam menerima materi pembelajaran dengan baik dan medapatkan hasil yang maksimal. Selain itu penggunaan media yang sesuai juga dapat meningkatkan semangat belajar siswa dalam menerima materi baru dengan mudah.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan media pembelajaran sangat besar pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, karena media pembelajaran adalah salah satu faktor dari keberhasilan mata pelajaran pendidikan agama Islam. Apabila seorang guru menggunakan media dengan tepat dan sesuai dengan isi materi yang disampaikan maka seorang siswa akan termotivasi (mendapatkan dorongan) untuk menerima pelajaran dengan baik dan maksimal.

D. Kerangka Konseptual Penelitian 1. Kerangka berfikir

Kerangka berfikir adalah “ suatu konsep yang memberikan hubungan kausal hipotesis antara dua variable atau lebih dalam rangka memberikan jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti”.24

Berdasarkan definisi di atas dapat dijelaskan bahwa kerangka berpikir adalah suatu konsep pemikiran atau penjelasan sementara yang menghubungkan dua variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.

24 Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian,(Metro: Ramayana Pers dan STAIN Metro, 2008),h.

57

(39)

2. Paradigma

Paradigma adalah “pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian”.25

Dari pendapat di atas maka dapat disajikan dalam sebuah bagan paradigma berpikir itu sebagai berikut:

Bagan 1

Kerangka Berpikir dan Paradigma

E. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah “jawaban sementara terhadap masalah yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris”. Sedangkan menurut Nasution, hipotesisi adalah “pernyataan tentative yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya”.26

Berdasarkan pendapat di atas, dapat diketahui bahwa hipotesis merupakan pernyataan yang masih perlu dibuktikan kebenarannya, dan

25Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), Cet. 8. h.

42.

26S. Nasution, Metode Research: Penelitian Ilmiah, (Bumi Aksara, 2012), h. 39

Penggunaan Media Pembelajaran

Motivasi Belajar

Baik Cukup Kurang

H I P O T E S I S

(40)

anggapan yang timbul adalah yang bersifat sementara untuk dibuktikan secara nyata dan benar melalui data lapangan dan faka-fakta yang diperoleh dari penelitian.

Jadi hipotesis yang penulis ajukan sebagai jawaban sementara dalam penelitian ini adalah:

Ha: Ada Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Punggur Kabupaten Lampung TengahTahun Pelajaran 2016/2017”.

Ho: Tidak ada Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Punggur Kabupaten Lampung TengahTahun Pelajaran 2016/2017”.

Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah “Ada pengaruh yang signifikan antara Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islamdi SMP Negeri 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017”.

(41)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian yang akan penulis lakukan ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah “penelitian yang bertujuan untuk membuat perencanaan sistematis aktual dan akurat mengenai faktor-faktor dan populasi dan daerah tertentu”.1

Adapun sifat dari penelitian ini adalah bersifat korelasi sebab akibat atau penelitian pengaruh. Yaitu “dinamakan penelitian sebab akibat karena antara keadaan pertama dengan kedua terdapat hubungan sebab akibat.

Keadaan pertama diperkirakan menjadi penyebab yang kedua, keadaan pertama berpengaruh terhadap yang kedua”.2

Berdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa jenis penelitian yang penulis laksanakan adalah penelitian kuantitatif dan sifat penelitiannya adalah penelitian korelasi sebab akibat atau pengaruh dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan pendekatan kuantitatif penulis ingin mengetahui seberapa besarpengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017 yang penulis ambil sebagai tempat penelitian.

1Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rajawali Press, 2013), h. 75

2Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), Cet ke-13, h. 37

(42)

B. Variabel dan Definisi OperasionalVariabel

Variabel adalah “segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian”.3Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat- sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati atau diobservasi serta dapat diukur.4

Mengacu kepada pendapat di atas, maka dalam konteks penelitian ini definisi operasional variabel merupakan petunjuk bagi penulis untuk menjelaskan variabel yang akan diteliti, yaitu penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka definisi operasional variabel penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas pada penelitian ini adalah Media Pembelajaran (X). Media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan oleh seorang guru untuk menyalurkan pesan atau informasi belajar berupa materi pembelajaran. Adapun yang menjadi indikator penggunaan media pembelajaran sebagai berikut:

a. Menentukan jenis media dengan tepat.

b. Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat.

c. Menyajikan media dengan tepat.

d. Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.

3 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, h.25

4Ibid., h. 29

(43)

Cara memperoleh data pada variabel ini penulis menggunakan pedoman kriteria penilaian hasil angket yang jenis skalanya adalah skala likert dan jenis angketnya adalah berbentuk pilihan ganda dengan 4 (empat) alternatif jawaban. Kriteria untuk pernyataan yang positif jawaban A (selalu) diberi skor 4, untuk jawaban B (sering) diberi skor 3, untuk jawaban C (kadang-kadang) diberi skor 2, dan untuk jawaban D (tidak pernah) diberi skor 1.

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikatdalam penelitian ini adalah motivasi belajar (Y).

Motivasi belajar adalah suatu dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Adapun Indikator dari motivasi belajar sebagai berikut:

a. Adanya penghargaan dalam belajar.

b. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.

c. Adanya lingkungan belajar yang kondusif.

Cara memperoleh data pada variabel ini penulis menggunakan pedoman kriteria penilaian hasil angket yang jenis skalanya adalah skala likert dan jenis angketnya adalah berbentuk pilihan ganda dengan 4 (empat) alternatif jawaban. Dengan kriteria untuk pernyataan yang positif jawaban A (selalu) diberi skor 4, untuk jawaban B (sering) diberi skor 3, untuk jawaban C (kadang-kadang) diberi skor 2, dan untuk jawaban D (tidak pernah) diberi skor 1.

(44)

C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah “keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian yang mempunyai karakteristik tertentu”5 Pendapat lain tentang Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:

obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karekteristik tertentu yang ditetepkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.6

Berdasarkan uraian diatas maka dapat dimengerti populasi adalah sejumlah objek yang akan diteliti secara keseluruhan. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017 yang beragama Islam berjumlah266 orang. Populasi adalah seluruh individu yang akan diteliti. Adapun jumlah siswa kelas VII dengan rincian sebagai berikut:

5Rostina Sundayana, Statistika Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 15

6 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 61

(45)

Tabel 1

Jumlah Siswa kelas VII SMP Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2016-2017

Kelas Jumlah

Siswa Non-Muslim Muslim

VII.1 33 2 31

VII.2 34 2 32

VII.3 35 1 34

VII.4 36 3 33

VII.5 36 2 34

VII.6 36 1 35

VII.7 36 1 35

VII.8 35 3 32

JUMLAH 281 15 266

2. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah “bagian dari populasi yang akan diteliti”.7 Pendapat lain mengatakan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.8Sedangkan menurut Nanang Martono “sampel merupakan sebagian anggota populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasi”.9

Berdasarkan pendapat di atas maka dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan sampel dalam sebuah penelitian adalah bagian atau wakil dari populasi yang memiliki ciri atau karakteristik tertentu yang akan diteliti.

7Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), Cet ke-14, h. 174.

8 Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen., (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 118.

9Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif,( Jakarta: Rajawali Pers, 2012), h. 74.

(46)

Kemudian untuk menentukan berapa sampel yang akan diteliti, maka penulis mengambil pendapat bahwa sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan sampel adalah “apabila subyeknya kurang dari 100 maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, tetapi jika jumlah subyeknya besar dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih.”10

Mengacu pada uraian di atas, dari populasi yang berjumlah 281 siswa, penulis mengambil sampel sebesar 25%, sehingga jumlah sampel yang akan penulis teliti adalah berjumlah 266 X 25% = 68 siswa. Adapun jumlah siswa yang akan dijadikan sampel pada masing-masing kelas adalah sebagai berikut:

Tabel 2

Data Sampel Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Punggur No. Kelas Jumlah

Siswa

Persentase 25%

Jumlah Hasil

Perhitungan Pembulatan

1 VII 1 31 25% 7,75 8

2 VII 2 32 25% 8 8

3 VII 3 34 25% 8,5 9

4 VII 4 33 25% 8,25 8

5 VII 5 34 25% 8,5 9

6 VII 6 35 25% 8,75 9

7 VII 7 35 25% 8,75 9

8 VII 8 32 25% 8 8

Jumlah 266 68

Untuk menetukan sampel dari masing-masing kelas penulis menggunakan teknik sampling. “Teknik sampling adalah teknik

10Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, h. 134

(47)

pengambilan sampel.11 Sedangkan “sampling adalah memilih sejumlah tertentu dari keseluruhan populasi”.12

Berdasarkan pendapat di atas, dapat dipahami bahwa teknik sampling merupakan proses pemilihan sampel dari suatu populasi penelitian.

Sedangkan untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti oleh penulis menggunakan teknik sampling yang disebut dengan Simpel Random Sampling”. Dikatakan simpel (Sederhana) karena pengambilan anggoata sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.13 Maka populasi yang ada dalam penelitian ini nantinya akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi sampel.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan berdasarkan macam data yang diperlukan, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Metode Angket

Angket (Quetionare) adalah “sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui”.14

Berdasarkan pendapat di atas, maka metode angket dipergunakan untuk memperoleh data dari sejumlah responden berupa

11 Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, h. 150.

12S. Nasution, Metode Research: Penelitian Ilmiah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), h. 86.

13Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), h. 82.

14Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Cet ke-13,h. 151.

(48)

pernyataan yang dijawab oleh responden secara tertulis yang telah disiapkan daftar pernyataan.

Metode angket ini digunakan untuk memperoleh data tentang penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar. Cara untuk memperoleh data tentang penggunaan media pembelajaran penelitian ini menggunakan angket tidak langsung yang ditujukan kepada siswa.

Sedangkan untuk memperoleh data tentang motivasi belajar menggunakan angket langsungan kepada responden yang bersangkutan yakni siswa. Pada penelitian ini jenis angket yang digunakan adalah jenis angket berstruktur dalam bentuk multiple chooise (pilihan ganda).

Kemudian untuk penilaian hasil angket, penulis menggunakan pedoman kriteria penilaian hasil angket yang jenis skalanya adalah skala likert dan jenis angketnya adalah berbentuk pilihan ganda dengan 4 (empat) alternatif jawaban. Kemudia kriteria untuk pernyataan yang positif jawaban A (selalu) diberi skor 4, untuk jawaban B (sering) diberi skor 3, untuk jawaban C (kadang-kadang) diberi skor 2, dan untuk jawaban D (tidak pernah) diberi skor 1.

Sedangkan untuk pernyataan negatif jawaban A (selalu) diberi skor 1, untuk jawaban B (sering) diberi skor 2, untuk jawaban C (kadang- kadang) diberi skor 3 dan untuk jawaban D (tidak pernah) diberi skor 4.

(49)

2. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah “mencari data menggenai hal-hal variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prestasi, notulen rapat, buku, leger, agenda dan sebagainya”.15

Metode dokumentasi merupakan metode pendukung setelah angket yang akan digunakan untuk memperoleh data mengenai pendidik dan staf, jumlah peserta didik, denah lokasi, struktur organisasi sekolah, serta tenaga kependidikan dan karyawan, sarana dan prasarana dan juga sejarah singkat berdirinya SMP N 1 Punggur.

E. Instrument Penelitian

1. Rancangan / Kisi-kisi Instrument

Kisi-kisi instrumen menunjukkan kaitan antara variabel yang diteliti dengan instrumen yang disusun.Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sitematis sehingga lebih mudah diteliti.

Ada dua macam kisi-kisi yang harus disusun oleh seorang peneliti sebelum merancang instrumen yaitu:

a. Kisi-kisi umum adalah kisi-kisi yang dibuat untuk menggambarkan semua variabel yang akan diukur, dilengkapi dengan semua kemungkinan sumber data, semua metode dan instrumen yang

15Ibid., h. 231.

(50)

mungkin dapat dipakai. Yang termuat dalam kisi-kisi umum ini baru rancangan ideal, tentang apakah semua sumber data, metode dan instrumen tetap akan dipakai atau tidak, tergantung dari ketetapan menurut pertimbangan peneliti.

b. Kisi-kisi khusus yaitu kisi-kisi yang dibuat untuk menggambarkan rancangan butir-butir yang akan disusun untuk sesuatu instumen.16

Tabel 3

Kisi-kisi Umum Instrument Variabel Penelitian tentang Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar

Variabel Penelitian Sumber Data Metode Instrument Variabel Bebas Media

Pembelajaran

Siswa Angket Materi

angket Variabel Terikat

Motivasi Belajar

Siswa Angket Materi

angket

Tabel 4

Kisi-kisi Khusus Instrument Variabel Penelitian tentang Penggunaan Media Pembelajaran

Variabel Indikator No.

Item

Jumlah item Penggunaan

Media Pembelajaran (X)

Menentukan jenis media dengan tepat 1, 2, 3 3 Menetapkan atau memperhitungkan

subjek dengan tepat 4, 5, 6, 7 4

Menyajikan media dengan tepat 8, 9, 10, 11 4 Menempatkan atau memperlihatkan

media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat

12, 13, 14, 15

4

Jumlah 15

16Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Cet. Ke-14, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2010), h. 206

(51)

Tabel 5

Kisi-kisi Khusus Instrument Variabel Penelitian tentang Motivasi Belajar

Variabel Indikator

No. Item Jumlah item Motivasi

Belajar (Y)

Adanya penghargaan dalam

belajar 1, 2, 3, 4, 5 5

Adanya kegiatan yang menarik

dalam belajar 6, 7, 8, 9, 10 5

Adanya lingkungan belajar yang kondusif

11, 12, 13,

14, 15 5

Jumlah 15

Penelitian variabel (x) dan variabel (y) yaitu mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar di ukur menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 15 soal, dengan tiga alternatif jawaban yaitu:

Pernyataan Positif

Alternatif Jawaban Keterangan Skor

A Selalu 4

B Sering 3

C Kadang-kadang 2

D Tidak Pernah 1

2. Pengujian Instrument a. Validitas

Validitas alat ukur merupakan suatu sifat alat ukur yang menunjang tingkat ketepatan, keeratan, dan keabsahan, suatu alat ukur untuk mengadakan pengukuran. Pengertian validitas

(52)

“sejauhmana suatu alat pengukur itu mengukur yang ingin diukur”17

Menurut Suharsimi Arikunto :

Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.18

Berdasarkan pada kutipan tersebut maka dapat diambil pengertian bahwa yang dimaksud dengan validitas adalah alat ukur yang merupakan suatu sifat alat ukur dan menunjukkan adanya ketetapan atau keakuratan dalam pengukuran.

Adapun uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment, dengan rumus angka kasar sebagai berikut:

r

xy = 𝑥𝑦 𝑥2𝑦2

Keterangan :

r

xy = Koefisien korelasi variabel x dengan y x = (xiX)

y = (yiy)19 b. Reliabilitas

Reliabilitas alat ukur merupakan sifat alat ukur yang menunjukkan tingkat keajekan dari hasil pengukuran, reliabilitas

17Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian, h. 106

18Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian,cet ke-14, h. 211

19Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 228

Gambar

Tabel daftar staff dan pegawai
Tabel Distribusi Frekuensi tentang Motivasi Belajar  No  Interval kelas  Fi  Xi  fi xi  xi-µ  (xi-µ) 2 fi(xi-µ) 2
Tabel Penolong Perhitungan Validitas
Tabel Penolong Perhitungan Validitas
+4

Referensi

Dokumen terkait

Also, foreign exchange and inflation rates had a negative and significant relationship with tourism sector output, while money supply had a positive and statistically

Sangat tingginya kinerja guru ini terlihat dari kinerjanya dalam (a)merencanakan kegiatan pembelajaran, (b)melaksanakan kegiat- an pembelajaran (c)melaksanakan evaluasi