• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh perencanaan partisipatif

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh perencanaan partisipatif"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERENCANAAN PARTISIPATIF, PENGELOLAAN DANA DESA DAN KEPEMIMPINAN

KEPALA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA KECAMATAN WLINGI KABUPATEN BLITAR

TAHUN 2019

JURNAL ILMIAH

Disusun oleh :

Rahmadhani Ayu Prisdiyanti 165020101111038

JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2020

(2)

LEMBAR PENGESAHAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL

Artikel Jurnal dengan judul :

PENGARUH PERENCANAAN PARTISIPATIF, PENGELOLAAN DANA DESA DAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA TERHADAP

PEMBANGUNAN DESA KECAMATAN WLINGI KABUPATEN BLITAR TAHUN 2019

Yang disusun oleh :

Nama : Rahmadhani Ayu Prisdiyanti

NIM : 165020101111038

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Jurusan : S1 Ilmu Ekonomi

Bahwa artikel Jurnal tersebut dibuat sebagai

persyaratan ujian skripsi

yang dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 22 September 2020.

Malang, 22 September 2020 Dosen Pembimbing,

Prof.Dr.M.Pudjihardjo, SE., MS.

NIP.195204151974121001

(3)

PENGARUH PERENCANAAN PARTISIPATIF, PENGELOLAAN DANA DESA DAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA

KECAMATAN WLINGI KABUPATEN BLITAR TAHUN 2019 Rahmadhani Ayu Prisdiyanti

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Ilmu Ekonomi, Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Brawijaya, Malang

Email: [email protected]

ABSTRAK

Kemiskinan di negara berkembang menjadi masalah yang sangat rumit, meskipun banyak Negara-negara sudah melaksanakan pembangunan ekonominya dengan tingkat pertumbuhan produksi dan pendapatan nasional yang tinggi, namun pada saat yang bersamaan telah terjadi peningkatan ketimpangan distribusi pendapatan antara kelompok kaya dan kelompok miskin, sehingga kemiskinan relatif semakin meningkat terutama di wilayah pedesaan. Sebagai upaya penanggulangan kemiskinan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memberdayakan masyarakat pedesaan salah satunya adalah program untuk mengelola dana desa. Berbagai program pemberdayaan termasuk melalui program Dana Desa mampu menurunkan angka kemiskinan di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan partisipatif, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan kepala desa terhadap pembangunan desa di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar tahun 2019 dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan alat analisis SPSS 25.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa uji simultan dengan Ftabel sebesar 2,699 diperoleh nilai Fhitung sebesar 35,444 dan nilai Prob (F-Statistic) sebesar 0,000. Karena nilai Fhitung

> Ftabel (35,444 > 2,699) dan nilai signifikansi < tingkat signifikan (0,000 < 0,05).

Maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan Kepala Desa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pembangunan desa.

Kata kunci: Partisipatif, Pengelolaan Dana Desa, Kepemimpinan, Pembangunan Desa

A. PENDAHULUAN

Kemiskinan di negara berkembang menjadi masalah yang sangat rumit, meskipun banyak Negara-negara sudah melaksanakan pembangunan ekonominya dengan tingkat pertumbuhan produksi dan pendapatan nasional yang tinggi, namun pada saat yang bersamaan telah terjadi peningkatan ketimpangan distribusi pendapatan antara kelompok kaya dan kelompok miskin, sehingga kemiskinan relatif semakin meningkat terutama di wilayah pedesaan. Menurut data BPS yang dilansir dalam situs media Indonesia, pada tahun 2015-2019 kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan secara konsisten seperti pada grafik dibawah ini :

(4)

Gambar 1.1 Grafik kemiskinan 2015-2019

Pada grafik tersebut Apabila dirunut kebelakang, jumlah masyarakat miskin mengalami penurunan konsisten sejak 2015. Sebagai upaya penanggulangan kemiskinan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memberdayakan masyarakat pedesaan. Pemerintah telah meluncurkan berbagai program untuk membangun pedesaan.

Salah satunya adalah program untuk mengelola dana desa. Pengelolaan dana desa ini dimulai tahun 2015, sedangkan ditahun 2019 di seluruh Indonesia sebanyak 75.436 desa mendapat dana desa. Termasuk desa-desa yang berada di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Total dana desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian keuangan ke seluruh kabupaten di Indonesia adalah sebesar Rp.70 trilliun (Kemenkeu,2019).

Menurut data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Jawa Timur, selama 2015–2019 total sudah Rp27,3 triliun anggaran dana desa yang digelontorkan ke Jawa Timur. Pada 2019 ini, dari alokasi anggaran Rp7,5 triliun, 60 persen di antaranya sudah terealisasi. Berbagai program pemberdayaan termasuk melalui program Dana Desa mampu menurunkan angka kemiskinan di Jawa Timur. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada Maret 2019, ada penurunan angka kemiskinan. Periode September 2018–Maret 2019 kemiskinan di pedesaan turun 171.070 orang (0,78%) sedangkan, di perkotaan turun sebesar 8.820 (0,13%).

Partisipasi masyarakat dapat mewujudkan keberhasilan pengelolaan dana desa, hal tersebut sangat ditentukan oleh seberapa besar tingkat partisipasi masyarakat desa yang bersangkutan yang tidak saja sebagai obyek pembangunan tetapi juga sekaligus sebagai subyek dari pembangunan itu serta pemimpin yang baik juga mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan mendukung pembangunan desa agar dapat menumbuhkan perekonomian yang ada didesa.

Rumusan Masalah :

Berdasarkan latar belakang diatas, maka terbentuklah rumusan masalah “ bagaimana pengaruh perencanaan partisipatif, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan kepala desa terhadap pembangunan desa Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar tahun 2019?

B. TINJAUAN PUSTAKA Pembangunan

Pembangunan suatu proses multidemisional yang termasuk perubahan dalam struktur sosial, perubahan sikap hidup masyarakat dan perubahan dalam kelembagaan nasional.

Selain itu, pembangunan juga termasuk perubahan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi, pengurangan pendapatan nasional dan pemberantasan kemiskinan, Todaro (2000:17-18).

Pembangunan ini termasuk pembangunan kondisi kehidupan sosial dan ekonomi di suatu wilayah pedesaan. Sehingga pada akhirnya semua desa dapat memiliki

(5)

pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkembang secara bersama-sama serta penduduk desa bisa meningkat. Diharapkan tidak ada lagi ketidakseimbangan dimana ada desa yang maju dan ada desa yang tertinggal.

Partisipasi

Menurut Cohen dan Uphoff (dalam Fifie 2017:5) patisipasi dibedakan menjadi empat jenis, Partisipasi dalam pengambilan keputusan, Partisipasi dalam pelaksanaan, ambil bagian dalam penilaian, dan partisipasi dalam evaluasi. Partisipasi dari setiap pemangku kepentingan sangatlah penting dalam menjaga keberlanjutan sebuah kegiatan atau program yang akan dilaksanakan untuk pembangunan ekonomi desa agar perekonomian di daerah dapat meningkat dan dapat menyejahterakan masyarakatnya.

Sebagian masyarakat yang ada di desa masih menjunjung tinggi gotong royong dan persatuan sehingga perekonomian desa bisa maju dengan adanya Partisipasi masyarakat.

Pengelolaan Dana Desa

Adisasmita (2011:22) mengemukakan bahwa, “Pengelolaan bukan hanya melaksanakan suatu kegiatan, tetapi merupakan rangkaian kegiatan yang termasuk fungsi-fungsi manajemen, seperti perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.”. Dalam pengelolaan ekonomi desa, tentunya harus ada keterbukaan atau transparansi agar program perekonomian berjalan lancar.

Keterbukaan ini termasuk pengelolaan pembangunan, pemilihan kader, program pelaksanaan, program, dan lain-lain. Dalam hal keterbukaan, tentunya harus ada rasa takut bahwa tidak ada dugaan korupsi di desa. Budaya korupsi seperti ini justru menjadikan desa menjadi tidak maju dan semakin tertinggal.

Kepemimpinan Kepala Desa

Kepemimpinan menurut Subagio (2011:34), yaitu: sifat dan kualitas pemimpin, kecakapan kemampuan, sifat hubungan antara pemimpin dengan bawahan, kemampuan dan tingkat kematangan bawahan. Figur kepemimpinan kepala desa menjadi penting karena pemimpin harus mampu melakukan terobosan dan pembaruan signifikan, yang menghasilkan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. Dalam memilih program pelaksana, warga desa harus memilih yang benar- benar bertanggung jawab serta berkompeten untuk mengatur program desa. Hal ini tentu harus didukung pula dengan Partisipasi seluruh masyarakat desa demi terlaksananya program pembangunan desa untuk peningkatan ekonomi desa. Nantinya dengan memilih pelaksana yang sesuai, Hasil akhirnya akan terlihat.

C. METODE PENELITIAN Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji apakah terdapat pengaruh variabel partisipatif, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan kepala desa terhadap variabel pembangunan desa di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda, serta menggunan SPSS 25.0 sebagai alat analisis dalam penelitian ini.

Definisi Operasional Variabel

(6)

Sesuai dengan judul penelitian yang dipilih penulis, maka penulis mengelompokkan variable yang digunakan dalam penelitian ini menjadi variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen). Adapun penjelasannya sebagai berikut :

Tabel 1.1 Daftar Variabel Penelitian

No. Variabel Definisi Operasional Variabel

1. Partisipasi (variabel independen)

Patisipasi dibedakan menjadi empat jenis, Partisipasi dalam pengambilan keputusan, Partisipasi dalam pelaksanaan, ambil bagian dalam penilaian, dan partisipasi dalam evaluasi.

2. Pengelolaan Dana Desa (variabel independen)

Dalam pengelolaan ekonomi desa, tentunya harus ada keterbukaan atau transparansi agar program perekonomian berjalan lancar. Keterbukaan ini termasuk pengelolaan pembangunan, pemilihan kader, program pelaksanaan, program, dan lain- lain

3. Kepemimpinan kepala desa

(variabel independen)

Sifat dan kualitas pemimpin, kecakapan kemampuan, sifat hubungan antara pemimpin dengan bawahan, kemampuan dan tingkat kematangan bawahan. Figur kepemimpinan kepala desa menjadi penting karena pemimpin harus mampu melakukan terobosan dan pembaruan signifikan, yang menghasilkan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan.

4. Pembangunan desa (variabel dependen)

Pembangunan suatu proses multidemisional yang termasuk perubahan dalam struktur sosial, perubahan sikap hidup masyarakat dan perubahan dalam kelembagaan nasional. Selain itu, pembangunan juga termasuk perubahan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi, pengurangan pendapatan nasional dan pemberantasan kemiskinan

Sumber : Penulis, 2020

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kecamatan Wlingi yang terdiri atas 9 desa/kelurahan yaitu, desa Klemunan (4.528 jiwa) , Wlingi (7.571 jiwa), Tangkil (6.606 jiwa), Beru (8.033 jiwa), Babadan (9.968 jiwa), Tembalang (1.581 jiwa), Ngadirenggo (5.907 jiwa), Tegalasri (4.999 jiwa), Balerejo (6.535 jiwa). Dengan teknik Cluster random diperoleh 4 desa sebagai sampel penelitian yaitu Desa Balerejo, Desa Ngadirenggo, Desa Tembalang dan Desa Tegalasri. Dengan demikian kuesioner akan disebarkan untuk diisi oleh responden masing masing desa 25 orang yang telah mempunyai hak pilih dan/ atau telah berumur 17 tahun,dengan cara terjun langsung ke desa tersebut dan menemui responden secara langsung. Setelah data telah didapatkan dengan total 100 orang.

Metode Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, karena variabel yang terlibat dalam penelitian ini ada tiga, yaitu perencanaan partisipatif sebagai

(7)

variabel bebas pertama dan dilambangkan dengan X1, pengelolaan dana desa sebagai variable bebas keduaa dan dilambangkan dengan X2, kepemimpinan kepala desa sebagai variable bebas ketiga dan dilambangkan X3 serta pembangunan desa sebagai variabel terikat dan dilambangkan dengan Y.

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e

Dimana : α= Konstanta

β= Koefisien Regresi e= Eror Estimated Y= Pembangunan Desa X1= Partisipasi

X2= Pengelolaan Dana Desa X3= Kepemimpinan Kepala Desa

Dalam penelitian ini, jawaban responden diklasifikasi dalam bentuk jawaban dengan menggunakan skala Interval dengan metode skala Likert. Kemudian dari jawaban tersebut yang akan mendeskripsikan atau memberikan gambaran variabel penelitian dan karakteristik responden yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, dan sebagainya. Berikut tahapan yang digunakan untuk menganalisis data yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolonieritas, heteroskedastisitas, uji hipotesis yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji T dan uji F.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas

Nilai koefisien korelasi (r hitung) dari setiap butir pernyataan lebih besar dari nilai r tabel 0,197. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa semua butir pernyataan untuk variabel partisipasi, pengelolaan dana desa, kepemimpinan kepala desa dan pembangunan desa layak digunakan sebagai alat ukur penelitian serta dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.

Uji Reliabilitas

Nilai reliabilitas butir pernyataan pada kuesioner masing-masing variabel yang sedang diteliti lebih besar dari 0,7 hasil ini menunjukkan bahwa butir-butir pernyataan pada kuesioner andal untuk mengukur variabelnya.

(8)

Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 1.2

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Model B Std.

Error

Beta

1 (Constant) -,928 2,007 -,462 ,645

Partisipasi ,173 ,076 ,172 2,278 ,025

Pengelolaan ,249 ,079 ,352 3,165 ,002

Kepemimpinan ,371 ,108 ,365 3,436 ,001

a. Dependent Variable: Pembangunan

Sumber: Olah Data Menggunakan SPSS 25 (diolah peneliti)

Berdasarkan hasil di atas, maka diperoleh data persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = a + β1X1 + β2 X2 + β3X3 + β4X4 Y =-0,928 + 0,173X1 + 0,249X2 + 0,371X3

Dari persamaan regresi di atas maka dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Konstanta (a)

Nilai konstanta (a) sebesar -0,928 artinya apabila variabel dalam penelitian ini partisipasi, pengelolaan dana desa, kepemimpinan Kepala Desa dan power bernilai 0, maka diperoleh pembangunan desa (Y) sebesar -0,928.

2) Nilai koefisien regresi variabel partisipasi diperoleh sebesar 0,173 nilai X1 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara variabel pembangunan desa dengan partisipasi, artinya jika partisipasi mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka pembangunan desa akan meningkat sebesar 0,173 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap.

3) Nilai koefisien regresi variabel pengelolaan dana desa sebesar 0,249 nilai X2 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara variabel pembangunan desa dengan pengelolaan dana desa, yang artinya jika pengelolaan dana desa mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka pembangunan desa akan meningkat sebesar 0,249 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap.

4) Nilai koefisien regresi variabel kepemimpinan Kepala Desa sebesar 0,371 nilai X3 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara variabel pembangunan desa dengan kepemimpinan Kepala Desa, yang artinya jika kepemimpinan Kepala Desa mengalami kenaikan ssebesar 1 satuan maka pembangunan desa akan meningkat sebesar 0,371 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap.

Uji T

Dari perhitungan analisis regresi linear berganda untuk variabel partisipasi, diperoleh nilai thitung sebesar 2,278 dengan nilai signifikansi sebesar 0,025. Karena thitung > ttabel (2,278 > 1,985) dan nilai signifikansi < tingkat signifikan (0,025 < 0,05).

(9)

maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi berpengaruh signifikan terhadap pembangunan desa dengan arah hubungan positif pada tingkat signifikan 0,05 (5%) atau dengan kata lain, variabel partisipasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan desa pada taraf keyakinan 95%.

Dari perhitungan analisis regresi linear untuk variabel pengelolaan dana desa, diperoleh nilai thitung sebesar 3,165 dengan signifikansi sebesar 0,002. Karena thitung >

ttabel (3,165 > 1,985) dan nilai signifikansi < tingkat signifikan (0,002 < 0,05). Maka kesimpulnanya adalah pengelolaan dana desa berpengaruh signifikan terhadap pembangunan desa dengan arah hubungan positif pada tingkat signifikan 0,05 (5%) atau dengan kata lain, variabel pengelolaan dana desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan desa pada taraf keyakinan 95%.

Dari perhitungan analisis regresi linear untuk variabel kepemimpinan Kepala Desa, diperoleh nilai thitung sebesar 3,436 dengan signifikansi sebesar 0,001. Karena thitung >

ttabel (3,436 > 1,985) dan nilai signifikansi < tingkat signifikan (0,001 < 0,05). Maka kesimpulnanya adalah kepemimpinan Kepala Desa berpengaruh signifikan terhadap pembangunan desa dengan arah hubungan yang positif pada tingkat signifikan 0,05 (5%) atau dengan kata lain, variabel kepemimpinan Kepala Desa berpengaruh positif signifikan terhadap pembangunan desa pada taraf keyakinan 95%.

Uji F Tabel 1.3

Model

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 265,262 3 88,421 35,444 ,000b

Residual 239,488 96 2,495

Total 504,750 99

a. Dependent Variable: Pembangunan

b. Predictors: (Constant), Kepemimpinan, Partisipasi, Pengelolaan Sumber: Olah Data Menggunakan SPSS 25 (diolah peneliti)

Berdasarkan hasil uji simultan dengan Ftabel sebesar 2,699 diperoleh nilai Fhitung sebesar 35,444 dan nilai Prob (F-Statistic) sebesar 0,000. Karena nilai Fhitung > Ftabel (35,444 > 2,699) dan nilai signifikansi < tingkat signifikan (0,000 < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan Kepala Desa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pembangunan desa.

Uji R square Tabel 1.4

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,725a ,526 ,511 1,57945

a. Predictors: (Constant), Kepemimpinan, Partisipasi, Pengelolaan b. Dependent Variable: Pembangunan

(10)

Sumber: Olah Data Menggunakan SPSS 25 (diolah peneliti)

Dari Tabel 4.29 di atas koefisien determinasi dapat dilihat pada R-Square yaitu sebesar 0,526 atau 52,6% artinya bahwa variabel partisipasi, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan Kepala Desa secara simultan mampu memberikan penjelasan pada variabel pembangunan desa sebesar 52,6% sedangkan sisanya sebesar 47,4% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan besarnya koefisien determinasi sebesar 52,6% artinya tingkat hubungan partisipasi, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan Kepala Desa terhadap pembangunan desa sedang.

Pada hipotesis pertama terdapat hubungan positif dari adanya partisipasi masyarakat untuk pembangunan desa. Menurut hasil dari wawancara juga disimpulkan bahwa partisipasi dalam bentuk menuangkan gagasan, ikut diskusi dalam rapat, penjelasan dana, sumbangan dana dan tenaga sangatlah penting untuk dapat memunculkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan desa sehingga hasil dari pembangunan desa bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Sebagian masyarakat yang ada di desa masih menjunjung tinggi gotong royong dan persatuan sehingga perekonomian desa juga bisa maju dengan adanya partisipasi masyarakat.

Masyarakat desa harus berperan aktif untuk meningkatkan perekonomian desa.

Meningkatkan perekonomian desa ini tidak hanya dilakukan oleh aparat maupun pejabat desa saja, tetapi seluruh masyarakat desa wajib untuk berkontribusi. Tujuannya sudah tentu agar perekonomian desa menjadi lebih maju

Pada hipotesis kedua terdapat hubungan positif dari adanya pengelolaan dana desa yang baik untuk pembangunan desa. Dalam pengelolaan ekonomi desa, tentunya harus ada keterbukaan atau transparansi agar program perekonomian berjalan lancar.

Keterbukaan ini meliputi pengelolaan pembangunan, pemilihan kader, pelaksanaan program, pendanaan, dan lain sebagainya. Dalam hal pendanaan, tentunya harus ada rasa keterbukaan tujuannya agar tidak ada dugaan korupsi di desa. Budaya korupsi seperti ini justru membuat desa menjadi tidak maju dan semakin tertinggal.

Pada hipotesis ketiga terdapat hubungan positif dari adanya kepemimpinan kepala desa yang baik untuk pembangunan desa. Dengan demikian untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa maka perlu mengoptimalkan peran dan kualitas dari kepemimpinan kepala desa. Dengan penjelasan bahwa figur kepemimpinan menjadi penting karena pemimpin harus mampu melakukan terobosan dan pembaruan signifikan, yang menghasilkan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. Dalam memilih pelaksana program, warga desa harus memilih yang benar-benar bertanggung jawab serta berkompeten untuk mengurus program desa.

Hal ini tentu harus didukung pula dengan partisipasi seluruh unsur masyarakat desa demi terlaksananya program pembangunan desa untuk peningkatan ekonomi desa. Nantinya dengan memilih pelaksana yang sesuai, hasil akhirnya akan terlihat. Pemerintah desa bertanggung jawab penuh dalam rangka pembangunan desa. Pemerintah desa wajib melakukan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat desa dan memberikan fasilitas kepada masyarakat. Membangun desa adalah setiap pembangunan yang ada didalam prosesnya masyarakat desa berpartisipasi aktif.

Hipotesis terakhir dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan dan positif secara bersama-sama antara perencanaan partisipatif, pengelolaan dana desa dan kepemimpinan kepala desa terhadap pembangunan desa. Hasil uji hipotesis menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara variabel ini dengan pembangunan desa. Dengan demikian, hipotesis tersebut diterima dapat diartikan bahwa seluruh variable bebas secara bersama-sama mempengaruhi pembangunan desa dengan penjelasan bahwa adanya partisipasi dari masyarakat, pengelolaan dana desa yang baik, dan pemimpin yang

(11)

bertanggung jawab dapat membuat pembangunan desa menjadi berhasil sehingga semua desa bisa memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkembang secara bersama-sama serta pendapatan penduduk desa bisa meningkat. Diharapkan tidak ada lagi ketidakseimbangan dimana ada desa yang maju dan ada desa yang tertinggal sehingga dapat mewujudkan desa yang berkembang, maju dan tentunya dibutuhkan kerja sama dan kerja keras dari berbagai pihak dari desa.

E. PENUTUP Kesimpulam

Hasil penelitian menunjukkan variabel perencanaan partisipatif (X1) memiliki pengaruh signifikan terhadap pembangunan desa. Namun, berdasarkan distribusi frekuensi variabel perencanaan partisipatif dan pada hasil wawancara ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk keberhasilan pembangunan desa. Partisipasi masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan dari pembangunan desa. Masyarakat desa harus berperan aktif untuk meningkatkan perekonomian desa. Meningkatkan perekonomian desa ini tidak hanya dilakukan oleh aparat maupun pejabat desa saja, tetapi seluruh masyarakat desa wajib untuk berkontribusi. Tujuannya sudah tentu agar perekonomian desa menjadi lebih maju. Tanpa adanya partisipasi, pembangunan desa dalam hal fisik maupun non-fisik tidak akan berjalan dengan maksimal dan tidak akan membangun masyarakat yang sejahtera dan maju.

Hasil penelitian menunjukkan variabel pengelolaan dana desa (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap pembangunan desa. Namun, berdasarkan distribusi frekuensi variabel pengelolaan dana desa dan pada hasil wawancara ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk keberhasilan pembangunan desa. Dalam pengelolaan ekonomi desa harus ada keterbukaan atau transparansi agar program perekonomian berjalan lancar. Dalam hal pendanaan, rasa keterbukaan bertujuan agar tidak ada dugaan korupsi di desa. Budaya korupsi seperti ini justru membuat desa menjadi tidak maju dan semakin tertinggal. Pengelolaan keuangan daerah yang baik akan berpengaruh terhadap kemajuan suatu daerah. Pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan secara ekonomis, efisien, dan efektif atau memenuhi prinsip value for money serta partisipasi, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hasil penelitian menunjukkan variabel kepemimpinan kepala desa (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap pembangunan desa. Namun, berdasarkan distribusi frekuensi variabel kepemimpinan kepala desa dan pada hasil wawancara ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk keberhasilan pembangunan desa. Pemimpin desa harus memiliki rasa bertanggung jawab serta berkompeten untuk mengurus program desa.

Pemimpin harus mampu melakukan terobosan dan pembaruan signifikan, yang menghasilkan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. Pemerintah desa wajib melakukan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat desa dan memberikan fasilitas kepada masyarakat. Membangun desa adalah setiap pembangunan yang ada didalam prosesnya masyarakat desa berpartisipasi aktif.

Saran

Masyarakat sebaiknya lebih peduli terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

Karena masih ada beberapa masyarakat yang merasa tidak peduli dan tidak mau ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa yang bagi mereka tidak menguntungkan. Padahal hasil pembangunan desa akan dinikmati sendiri oleh masyarakat demi mensejahterakan dan membuat desa menjadi lebih baik dan lebih maju, dengan begitu perekonomian juga

(12)

akan bertumbuh dan semakin maju. Selain itu, rendahnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pengamanan dan perawatan terhadap hasil pembangunan dilakukan secara sepihak oleh pemerintah dan akibatnya masyarakat menjadi apatis. Dengan demikian, peran serta masyarakat dakam pembangunan merupakan salah satu masukan yang harus ditumbuhkan dan dikembangkan didalam suasana kehidupan masyarakat.

Perlu ditingkatkan lagi untuk pengelolaan dana desa yang lebih baik, karena masih terdapat yang tidak terbuka/transparan mengenai program dan pendanaan sehingga beberapa pembangunan yang dilaksanakan pun menjadi kurang maksimal serta masyarakat menjadi pasif untuk berpartisipasi. Terhambatnya pembangunan desa bisa membuat perekonomian desa juga tidak bisa maksimal untuk bertumbuh, sedangkan banyak sekali masyarakat desa yang ingin perekonomiannya bisa lebih baik.

Ketika ada pemilihan kepala desa, masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi untuk memilih pemimpin desa nya yang baik agar pemimpin desa bisa bertanggung jawab atas tugas- tugasnya dan memiliki banyak terobosan untuk membuat desanya semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada didesanya. Ada beberapa pemimpin desa yang kurang aktif dalam menjalankan tugasnya sehingga membuat desa menjadi terhambat untuk maju dalam segi pembangunan fisik maupun perekonomian.

UCAPAN TERIMAKASIH

Kami mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga panduan ini dapat terselesaikan. Ucapan terimakasih khusus kami sampaikan kepada Asosiasi Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya dan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya yang memungkinkan jurnal ini bisa diterbitkan.

DAFTARPUSTAKA

Adisasmita R. 2006, Membangun Desa Partisipatif. Graha Ilmu. Yogyakarta Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2015 perubahan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa

Adisasmita, Raharjo. 2006. Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Arnstein. 2007. A Ladder of Citizen Participation.

http://www.lithgrowschmidt.dk/sherry-arnstein/ladder-of-citizen- participation.pdf. (diakses 27 Desember 2019)

Aisia, G., Ekonomi, F., Bisnis, D. A. N., & Lampung, R. I. (2017). DARI EKONOMI ISLAM ( Studi Pada Desa Sri Pendowo dan Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2015). (diakses 30 Desember 2019)

Ardiyanti, R. (2019). Pengaruh transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa terhadap pemberdayaan masyarakat pada Desa Woro Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang. (diakses 30 Desember 2019)

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Pengelolaan Keuangan Desa, 2016.

(13)

Cohen and Uphoff, 1997, Feasibility and Aplication of Rural Development Participate, Corner University, Ithaca.

Cohen. 1977. Rural Development Participation : Concept and Measures For Project Design Implementation and Evaluation. New York : Rural Development Commite- Cornel University.

Daraba, Dahyar H., Pengaruh Program Dana Desa Terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar., 2017. (diakses 27 Desember 2019)

Daraba, D. (2017). Pengaruh Program Dana Desa Terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat Di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.

Sosiohumaniora, 19(1), 52–58.

https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i1.11524

Ervani, E. V. A. (2004). Analisis Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Periode Tahun 1980.I – 2004.IV. Majalah Ilmiah UNIKOM, 7(2), 17–18. https://doi.org/10.2527/jas.2009-1822

Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi, Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013.

(diakses 27 Desember 2019)

Ghazali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang:

Universitas Diponegoro. 2012. (diakses 15 Desember 2019)

https://www.slideshare.net/wijayaraden/skala-likert-metode-perhitungan- persentase-dan- interval olah data likert menurut Sugiyono 2012. (diakses 15 April 2020) https://www.slideshare.net/ekpd/hasil-evaluasi-kinerja-pembangunan-daerah- tahun-

2009-provinsi-jawa-timur (diakses 15 April 2020)

https://mediaindonesia.com/read/detail/247267-jumlah-penduduk-miskin-turun-secara- konsisten.html (diakses 15 April 2020)

http://www.berdesa.com (diakses 15 April 2020)

https://www.coursehero.com/file/p62ei7jg/23-Tinjauan-Tentang-Model-Pembangunan- Partisipatif-TR-Batten-dalam-Nyoman-1982/ (diakses 15 April 2020) https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/139740/permendes-pdtt-no-7-tahun-2020

(diakses 5 Oktober 2020)

https://blitarkab.bps.go.id/publication/2019/09/26/345d9cebcf016a49e5bc749a/kecamata n-wlingi-dalam-angka-2019.htm

Indonesia Tahun 2015-2019. Jakarta Pusat : Badan Pusat Statistik.

Kogoya, T., Olfie, B., & Laoh, O. E. (2015). Partisipasi Masyarakat Terhadap Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa di Kabupaten Lanny Jaya-Papua.

Berkala Ilmiah Efisisensi, 15(2), 1–14.

(14)

Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Hasil Dana Desa Sejak 2015. Tanggal 07 Januari 2019, diakses tanggal 27 Desember 2019.

Marita, W. E. (2015). Pengaruh Struktur Organisasi dan Ukuran Perusahaan Terhadap Penerapan Business Entity Concept. AKRUAL: Jurnal Akuntansi, 7(1), 18.

https://doi.org/10.26740/jaj.v7n1.p18-40

Musianto, L. S. (2002). Perbedaan Pendekatan Kuantitatif Dengan Pendekatan Kualitatif Dalam Metode Penelitian. Jurnal Manajemen Dan Wirausaha, 4(2), 123–136.

https://doi.org/10.9744/jmk.4.2.pp.123-136

Melis, Muthalib, A. A., & Apoda. (2016). Analisis partisipasi masyarakat dalam menunjang pembangunan desa di kecamatan tongauna kabupaten konawe.

Jurnal Ekonomi (JE), 1(1), 67–79.

Nasrullah, R. (2013). Pembangunan daerah. Jurnal Pembangunan Daerah, I(1), 77–87.

Peraturan Menteri Dalam Negeri No 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa (diakses 27 Desember 2019)

Rati, E. A., & Chotimah, U. (2017). Banyuasin, 4(1), 71–80.

Rares, J. J., Si, M., Ruru, J. M., & Si, M. (2017). Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Desa Tolombukan Satu Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Administrasi Publik UNSRAT, 3(046).

(Ekonomika, Bisnis, & Diponegoro, 2017)

Supriatna, Tahya, 2007. Partisipasi Masyarakat Dibidang Pembangunan Desa, Jakarta:

Yayasan Karya Dharma Up.

Syahza, A., & Suarman, S. (2013). Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal Dalam Upaya Percepatan Pembangunan Ekonomi Pedesaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi Dan Pembangunan, 14(1), 126.

https://doi.org/10.23917/jep.v14i1.166

Sugista, Rizky Amalia, Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Keuangan Desa terhadap Pembangunan, 2017. (diakses 27 Desember 2019)

Teraik Kogoya dkk. Partisipasi Masyarakat terhadap Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa di Kabupaten Lanny Jaya-Papua. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 15 no. 2. 2015. (diakses 27 Desember 2019)

wawancara oleh peneliti pada bulan April - Juni

Referensi

Dokumen terkait

Code Grounded ness Groups Challenges encounted by knowledge teams_not always ready to slow down and accommodating different levels of understanding within the team 3

Jurnal Avant Garde Volume IV, Nomor 1, Juli 2016 1 THE ABSENCE OF WOMEN’S POWER IN POLITICAL COMMUNICATION IN DKI JAKARTA GOVERNOR ELECTION Umaimah Wahid Post-graduated Program