• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pola asuh orang tua terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh pola asuh orang tua terhadap"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menurut Pieter, pola asuh adalah suatu interaksi total antara orang tua dan anak, dimana orang tua ingin menstimulasi anak dengan mengubah perilaku, pengetahuan dan nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anak dapat mandiri, tumbuh dan berkembang secara optimal. diterima oleh masyarakat.4. Islam berpandangan bahwa kedua orang tua mempunyai tanggung jawab terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis anak-anaknya, lebih dari sekedar membebaskan anak-anaknya dari siksa api neraka. Sebab, sebenarnya baru pertama kali para pelajar mendapat pendidikan formal tentang nilai-nilai akidah dan akhlak Islam.

Pembelajaran Aqidah Akhlak merupakan bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu membimbing dan mengantarkan peserta didik pada hakikat yang benar. Orang tuaku terkadang menyuruhku untuk belajar, terkadang mereka mengizinkanku untuk tidak belajar. Terkadang orang tua tidak mengontrol belajar anaknya, malah membiarkan anaknya tidak belajar dan memilih bermain dan menonton televisi.

Sebagai orang tua, Anda harus memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak Anda, karena pendidikan pertama dimulai dari orang tua. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Sayafi'iyah Ajung Jember Tahun Ajaran.”

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka peneliti akan mengadakan penelitian yang berjudul 'Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Sayafi'iyah Ajung Jember Tahun Pelajaran 2016/2017 Untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi akademik siswa kelas V pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung tahun pelajaran 2016/2017.

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan koleksi dan referensi sehingga dapat dijadikan bahan pembelajaran dan alat bantu membaca bagi siswa lainnya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan wawasan pengetahuan tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi akademik siswa, sehingga pembaca tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Ruang Lingkup Penelitian

  • Variabel Penelitian
  • Indikator Variabel

Setelah variabel-variabel penelitian selesai, dilanjutkan dengan penyajian indikator-indikator variabel yang menjadi acuan empiris terhadap variabel-variabel yang diteliti.

Tabel 1.1 Indikator Variabel
Tabel 1.1 Indikator Variabel

Definisi Operasional

Pola asuh orang tua merupakan pola interaksi yang terjadi antara anak dengan orang tuanya selama diasuh dan diasuh, dengan tujuan agar anak menjadi lebih baik dalam lingkungan keluarga. Yang dimaksud dengan pola asuh orang tua dalam disertasi ini adalah cara orang tua dalam membesarkan anaknya. Kinerja belajar merupakan suatu hasil yang diperoleh dari proses belajar mengajar, yang dilaksanakan dengan sengaja pada waktu tertentu dan diukur secara langsung melalui tes. Hasil kinerja pembelajaran itu sendiri dapat berupa angka-angka (bilangan) atau simbol-simbol lain yang diterapkan oleh siswa. guru, mencakup tiga ranah: kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dalam skripsi ini yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh dari proses belajar mengajar, dimana prestasi belajar siswa diambil pada mata pelajaran Aqidah Akhlak.

Asumsi Penelitian

Pola pengasuhan orang tua berpengaruh terhadap kinerja belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung.

Hipotesis

  • Populasi dan Sampel
  • Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
  • Analisis Data

Populasi merupakan sumber data dalam survei tertentu yang bersifat besar dan komprehensif.23 Dalam survei ini, populasinya adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Ajung. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi.24 Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Ajung. Dalam penelitian ini, setelah dilakukan proses experience sampling, maka jumlah respondennya adalah 30 siswa.

Angket merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.31 Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai angket adalah pola asuh orang tua. Jika suatu benda ingin diukur panjangnya maka harus menggunakan meteran. 34 Validitas pengukuran dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur instrumen unsur pernyataan yang akan disampaikan. Normalitas sebaran data merupakan asumsi yang menjadi syarat untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan dalam analisis selanjutnya.

Asumsi normalitas selalu dimasukkan dalam penelitian pendidikan karena berkaitan erat dengan hakikat subjek/objek penelitian pendidikan, yaitu berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam kelompok. 35Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Litbang, 130. . keterampilan), hasil pengukuran berupa skor kemampuan akan didistribusikan seperti kurva normal.

Sistematika Pembahasan

Menyelidiki pola pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah moral b. Untuk memudahkan menganalisis data mengenai pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas V Madrasah. Uji normalitas pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa Uji one-sample Kolmogorov-Smirnov.

Pengaruh Model Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Madresah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Ajung Tahun Ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Tabel 3.15 menjelaskan bahwa gaya pengasuhan orang tua memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar siswa sebesar 1,2%.

Pengaruh Model Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Madresah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Ajung Tahun Ajaran. H0 : Model pengasuhan orang tua tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa Ha : Model pengasuhan orang tua.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Penelitian ini mencapai kesimpulan umum bahwa terdapat pengaruh rendah pola asuh orang tua terhadap moralitas anak. Rendahnya pengaruh pola asuh demokratis terhadap akhlak anak terhadap Allah di MTs Miftahul Ulum. Pengaruh pola asuh demokratis terhadap akhlak anak terhadap Allah di MT Miftahul Ulum sangat rendah.

Di MTs Miftahul Ulum, dampak pola asuh otoriter terhadap akhlak anak terhadap Allah SWT kecil. Di MTs Miftahul Ulum, dampak pola asuh otoriter terhadap akhlak anak terhadap Allah sangat kecil. Farda Indi Masruro, program sarjana IAIN Jember 2015, dengan judul Pola Pengasuhan Dalam Film Aku Tidak Bodoh Juga dan Implikasinya Terhadap Kepribadian Anak Dalam Perspektif Islam.

Siti Makiyatul Karomah, Sarjana IAIN Jember 2016, dengan judul Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Jember 1 Tahun Pelajaran 2015/2016. Gelar Sarjana IAIN Jember tahun 2015 dengan judul Pola Pengasuhan Orang Tua dalam Film Aku Tidak Bodoh Juga dan Implikasinya Terhadap Kepribadian Anak dalam Sudut Pandang Islam.

Kajian Teori

  • Pola Asuh orang Tua
  • Prestasi Belajar Siswa
  • Pembelajaran Aqidah Akhlak
  • Profil Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung
  • Sejarah Singkat Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung 59
  • Struktur Organisasi Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung
  • Data Guru Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung
  • Data Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung
  • Sarana dan Prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah

Jadi sudah sepantasnya orang tua memilih pola asuh yang tepat untuk anaknya, namun dalam penerapannya masih banyak orang tua yang kaku dan terbatas waktu. 43Farid Anwar Fathur Rosyidi, “Pola Pengasuhan Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di Pusat Layanan Disbel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”, dalam Azaz Psikologi Keluarga Ideal (Jakarta: BPRgunung Mulia, 2000), 1. Pola asuh demokratis yaitu orang tua mendorong kebebasan anak, namun tetap memberikan batasan dan mengontrol tindakannya.

Orang tua bersifat rasional, selalu mendasarkan tindakannya pada hubungan atau pemikiran, dan realistis terhadap kemampuan anaknya. Orang tua tidak memaksakan kehendaknya kepada anaknya, dalam hal pendidikanlah orang tua akan memberikannya. 47 Irma Rostiana, “Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Motivasi Sekolah Anak Di Desa Sukagalih Kecamatan Sukajadi Kota Bandung”, dalam Psikologi Pendidikan (edisi kedua) Vol.

Jika anak tidak mau menuruti perkataan orang tua, maka orang tua tidak segan-segan menghukum anak. Anak-anak dari orang tua yang otoriter seringkali tidak kompeten secara sosial, tidak dapat mengambil inisiatif dalam beraktivitas, dan berkomunikasi dengan buruk. Pola asuh otoriter memberikan dampak yang cukup baik, memberikan hukuman pada anak jika melanggar aturan atau tidak mengikuti perintah orang tua.

49John W. Santrock, Perkembangan Remaja Remaja, 185. . kesalahan yang sama dan akan memperbaiki sikapnya sesuai keinginan orang tuanya. Namun pola asuh orang tua ini juga membawa dampak negatif pada anak, karena anak termotivasi tinggi untuk bersekolah hanya karena perintah yang diberikan oleh orang tuanya. Ciri-ciri pola asuh otoriter adalah sebagai berikut: 51 a) Anak harus menaati peraturan dan ketentuan orang tuanya.

Pola asuh orang tua yang memanjakan dan permisif, yaitu pola dimana orang tua sangat terlibat dengan remaja, namun sangat sedikit memberikan tuntutan atau kontrol terhadap mereka, juga berhubungan dengan ketidakmampuan sosial remaja, terutama kurangnya pengendalian diri.52. Menurut Baumrind, orang tua dengan pola asuh permisif biasanya memberikan pengawasan yang sangat longgar, orang tua tidak terlibat aktif dalam kehidupan anak. Anak-anak dari orang tua yang menggunakan pola asuh seperti ini sering kali terlihat tidak kompeten secara sosial.

Lingkungan sangat mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak, oleh karena itu bukan tidak mungkin lingkungan turut mewarnai pola asuh yang diberikan orang tua kepada anaknya. Orang tua berharap agar anaknya dapat diterima dengan baik di masyarakat di kemudian hari, oleh karena itu budaya atau kebiasaan masyarakat dalam membesarkan anak juga mempengaruhi setiap orang tua dalam memberikan pola pengasuhan kepada anaknya.56.

Penyajian Data

Responden yang terdaftar diberikan kuesioner yang berisi pernyataan dengan 4 pertanyaan untuk Model Pola Asuh Demokratis, 14 pertanyaan untuk Model Pola Asuh Otoritarian, dan 8 pertanyaan untuk Model Pola Asuh Permisif. Evaluasi data adalah perhitungan data yang diperoleh dari masing-masing responden menurut klasifikasinya, penilaian data menggunakan skala likert lima poin yaitu; sangat setuju, setuju, ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju terhadap tanggapan masing-masing responden terhadap setiap variabel yang diteliti. Di bawah ini adalah data hasil angket yang disebarkan kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Ajung tahun pelajaran 2016/2017.

Tabel 3.9 Skala Likert 83
Tabel 3.9 Skala Likert 83

Analisis dan Pengujian Hipotesis

Berdasarkan tabel diatas diperoleh keadaan persamaan regresi dengan koefisien konstan dan koefisien variabel pada kolom Koefisien tidak terstandarisasi B Y X d Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 3.13 terlihat bahwa gaya pengasuhan mempunyai koefisien jalur sebesar 0,564 . Untuk mengetahui efektif atau tidaknya perhitungan, hasil perhitungan dibandingkan dengan tabel dengan tingkat signifikansi 5%. 2,36>1,653), maka H0 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap hasil belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung tahun pelajaran 2016/ 2017".

Pembahasan

21. Orang tua saya terlalu mempercayai saya sehingga saya dapat melakukan semuanya sendiri tanpa kendali orang tua.

PENUTUP

Pengaruh “Parenting Style” terhadap Perilaku Anak menurut

Referensi

Dokumen terkait