PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, LIKUIDITAS TERHADAP MARKET VALUE PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM
INDEKS LQ45 DI BEI TAHUN 2010 – 2015 Dian Anggraini Febiyanti, S.E
20121111019
Atman Poerwokoesoemo, Drs., MM.
Abstract
Making the right investment decisions required a good analysis of financial ratio as consideration in determining the price of shares. The stock price is one indicator of the success of the management of the company. If the stock price of a company always increases, the investor or prospective investor considers that the company succeds in managing its bussiness.
The purpose of this research is to examine and analyze relation between independent variable of board of Profitabilitas, Leverage, dan Likuiditas to Market Value. Sampling determined by using purposive sampling method, it consist 17 firm’s. Data obtained as secondary data on annual report and financial report in 2010-2015. The analysis tools on this research is using multiple regression analysis, the hypothesis is based on prior research with similar topic and another supporting theory.
The results from this research shows that board of profitabilitas significantly with market value, leverage related not significantly with market value, and likuiditas related not significantly with market value.
Keywords: Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, Market Value (Stock Price).
1. PENDAHULUAN
Investasi yang ada didalam pasar modal merupakan sarana yang dapat mendukung perkembangan ekonomi di Indonesia. Hal ini dikarenakan pasar modal menghimpun dana jangka panjang dari invesor yang kemudian disalurkan pada sektor-sektor dengan harapan sektor tersebut dapat berkembang dan memberikan lapangan perkerjaan yang banyak bagi masyarakat.
Sebelum melakukan suatu investasi yang ada di pasar modal, para investor atau calon investor perlu mengetahui informasi dan memilih saham- saham mana yang dapat memberikan keuntungan paling baik bagi dana yang
diinvestasikannya (Hadi, 2014). Menurut (Setiyawan dan Pardiman, 2014) salah satu hal yang harus menjadi dasar pertimbangan bagi seorang investor adalah harga saham. Menurut (Dewi, 2015) perkembangan bursa efek di Indonesia salah satunya dapat dilihat dari perubahan harga-harga saham yang diperdagangkan. Perubahan harga saham tersebut dapat memberi petunjuk tentang kegairahan dan kelesuan aktivitas pasar modal dalam melakukan transaksi jual beli saham. (Keown, 2005) memaksimumkan nilai perusahaan berarti memaksimumkan nilai pasar melalui harga sahamnya yang merupakan pengaruh dari seluruh keputusan keuangan yang diambil oleh perusahaan.
Menurut (Ang, 1997) jika prospek suatu perusahaan publik sangat kuat dan baik, maka harga saham perusahaan tersebut diperkirakan meningkat pula.
(Budiman, 2007) menyatakan kenaikan maupun penurunan harga saham dipengaruhi banyak faktor, ada faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi harga pasar seperti kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah, kondisi politik, dan lain-lain. Faktor internal yang mempengaruhi harga saham seperti keputusan manajemen, kebijakan internal perusahaan dan kinerja perusahaan. Perusahaan tidak dapat mengendalikan faktor eksternal karena faktor tersebut terjadi diluar perusahaan. Namun perusahaan dapat mengendalikan faktor internal agar harga saham mereka tidak turun. Salah satu caranya adalah melalui kinerja perusahaan. Rasio keuangan dapat membantu investor untuk melihat kelemahan dan kekuatan keuangan perusahaan (Keown, 2014).
Berdasarkan pada hasil penelitian sebelumnya, terdapat perbedaan dari hasil penelitian tersebut. Hal ini perlu dilakukan penelitian kembali terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi Market Value. Maka dari itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Likuiditas terhadap Market Value pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2015”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap market value pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia 2010-2015?
2. Apakah leverage berpengaruh terhadap market value pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia 2010-2015?
3. Apakah likuiditas berpengaruh terhadap market value pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia 2010-2015?
2. LANDASAN TEORI 1. Signaling Theory
TTeori sinyal dikembangkan oleh (Ross, 1977) yang menyatakan bahwa pihak internal perusahaan memiliki informasi lebih baik mengenai perusahaannya akan terdorong untuk menyampaikan informasi tersebut kepada calon investor agar harga saham perusahaannya meningkat. Jika manajer mempunyai keyakinan bahwa prospek perusahaan baik yang tercermin dari rasio keuangan, dan karenanya ingin harga saham meningkat, ia akan mengkomunikasikan hal tersebut ke investor. Investor diharapkan akan menangkap sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang sama.
Kinerja keuangan emiten diharapkan dapat memberikan sinyal bagi para investor, sehingga mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut yang akan berdampak pada pergerakan harga saham (Meythi, 2011).
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Market Value.
Setiap perusahaan pada dasarnya didirikan untuk mensejahterakan para pemegang saham dan memaksimalkan nilai perusahaan (Titman, Keown &
Martin, 2011). Menurut (Gibson, 2011) menyatakan profitabilitas sebagai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Sinyal yang diberikan ialah jika kondisi perusahaan dikategorikan menguntungkan atau menjanjikan keuntungan di masa mendatang maka banyak investor yang akan menanamkan dananya untuk membeli saham perusahaan tersebut. Dan hal itu tentu saja mendorong market value (harga saham) naik lebih tinggi. Semakin banyak laba yang dihasilkan oleh perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Kinerja perusahaan yang baik dan kemungkinan adanya pembagian dividen meningkatkan sinyal bagi investor untuk membeli saham. Peningkatan permintaan atas suatu saham akan berdampak pada peningkatan market value (harga saham) (Arviana, 2013).
Dalam penelitian (Rinati, 2010), (Siana, 2015) menyatakan bahwa profitabilitas (Return On Asset) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sedangkan menurut (Utomo, 2013) menyatakan bahwa profitabilitas (Return On Asset) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Menurut (Susanto, 2011) Return on Asset tidak berpengaruh terhadap harga saham.
H01 : Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap market value Ha1 : Profitabilitas berpengaruh terhadap market value
Pengaruh Leverage Terhadap Market Value.
Leverage bertujuan untuk mengukur seberapa jauh perusahaan memupuk utang. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya (Wahyudiono, 2014). Leverage berfungsi untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Dengan rasio ini maka kita dapat mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan melunasi hutangnya (Siswoyo, 2013). Semakin tinggi leverage mencerminkan resiko
perusahaan relatif tinggi karena perusahaan dalam operasi relatif tergantung terhadap utang dan perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar bunga hutang akibatnya para investor cenderung menghindari dan tidak tertarik dengan saham-saham perusahaan yang memiliki nilai leverage yang tinggi (Sputra, 2015). Sinyal yang diberikan ialah jika leverage yang rendah mencerminkan kinerja perusahaan yang baik dan kemungkinan adanya pembagian dividen bagi investor untuk membeli saham. Peningkatan permintaan atas suatu saham akan berdampak pada peningkatan market value (harga saham).
Hal ini sejalan dengan (Roro, 2012), (Stella, 2009), (Sputa, 2015) menyatakan bahwa DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Di sisi lain (Siana, 2015) yang memperoleh hasil bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Menurut (Sputra, 2015) DER tidak berpengaruh terhadap harga saham.
H01 : Leverage tidak berpengaruh terhadap market value Ha1 : Leverage berpengaruh terhadap market value
Pengaruh Likuiditas Terhadap Market Value
Likuiditas yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya melalui sejumlah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan (Widoatmojo, 2009). Current ratio merupakan sebuah rasio likuiditas yang menunjukan sampai sejauh apa kewajiban lancar ditutupi oleh aset yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam waktu dekat.
Semakin baik likuiditasnya menunjukan bahwa perusahaan mampu menggunakan aktiva lancarnya dengan baik guna memenuhi kewajibannya Likuiditas menunjukkan keyakinan investor terhadap kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividen yang dijanjikan. Sinyal yang diberikan ialah pembayaran dividen merupakan arus kas keluar, sehingga semakin kuat posisi aktiva yang dimiliki perusahaan maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam membayarkan dividen kepada para pemegang saham meningkatkan sinyal bagi investor untuk membeli saham. Peningkatan
permintaan atas suatu saham akan berdampak pada peningkatan market value (harga saham).
Hal ini sesuai dengan penelitin (Raharjo dan Muid, 2013), (Siana, 2015) menyatakan current ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga saham. Disisi lain sebaliknya likuiditas yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan labaan perusahaan (Sawir, 2009). Hal ini sesuai dengan penelitian (Antara, 2014) menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Menurut (Susanto, 2011) likuiditas (current ratio) tidak berpengaruh terhadap harga saham.
H01 : Likuiditas tidak berpengaruh terhadap market value Ha1 : Likuiditas berpengaruh terhadap market value 3. METODE PENELITIAN
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ 45 Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015.
Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Definisi Rumus
Harga Saham (Y)
Harga saham yang terjadi dipasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh
pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan dipasar modal (Jogiyanto,
2010)
Harga penutupan (closing price) pada akhir tahun yang ada dilaporan tahunan perusahaan.
Return on Asset (X1)
Pengukuran tentang keuntungan yang didapat dari sumberdaya yang dimilikinya oleh perusahaan dan melihat sejauh mana investasi yang ditanamkan perusahaan mampu memberikan tingkat pengembalian keuntungan (Ross, 2012)
Debt to Equity Ratio (X2)
Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat leverage (penggunaan utang) terhadap total shareholder equity yang
dimiliki perusahaan(Ross,2012)
x 100%
Current Ratio (X3)
Bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya (Brigham & Ehrhardt,
2011)
Metode Analisis Data
Modal dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
LNHSit = + β1ROAit + β2DERit + β3CRit+ eit
dimana:
LNHSit = LN Harga Saham perusahaan i pada tahun t
= Koefisien konstanta
β1 – β3 = Koefisien variabel independen
ROAit = Return on Asset perusahaan i pada tahun t DERiit = Debt to Equity Ratio perusahaan i pada tahun t CRit = Current Ratio perusahaan i pada tahun t
i = Perusahaan LQ45
t = Periode tahun
eit = Variabel error perusahaan i pada tahun t
Persamaan penelitian di atas dilakukan uji chow dan uji Hausman untuk mendapatkan persamaan hasil regresi panel data yang terbaik (Ghozali, 2013).
Uji normalitas di dalam penelitian ini menggunakan cara histogram uji Jarque-
Bera (Gujarati, 2007). Uji asumsi klasik dilakukan untuk menguji gejala Mulitkolinearitas, uji heteroskedasitas dan otokorelasi. Multikolinearitas adalah situasi dimana dua variabel atau lebih bisa sangat berhubungan linear yang bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Gujarati, 2007). Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan variabel error pada periode t dengan kesalahan variabel error pada periode t-1 (sebelumnya), jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2013). Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain atau disebut sebagai varians tak sama atau nonkonstan, jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 4.1
Pemilihan Sampel dan Observasi Penelitian
No Keterangan Jumlah
1 Perusahaan yang pernah terdaftar di Indeks LQ45 BEI selama periode 2010-2015
99
2 Perusahaan non bank yang tidak terus-menerus terdaftar di Indeks LQ45 BEI selama periode 2010- 2015
(82)
Jumlah sampel 17
Jumlah observasi yang dilakukan 102
Sumber: Data diolah penulis (2016)
Tabel 4.2 Perusahaan Sampel
NO Kode Nama Perusahaan
1 AALI PT. Astra Agro Lestari Tbk
2 ASII PT. Astra International Tbk 3 ASRI PT. Alam Sutera Realty Tbk
4 CPIN PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk 5 EXCL PT. XL Axiata Tbk
6 GGRM PT. Gudang Garam Tbk
7 ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 8 INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 9 INTP PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 10 JSMR PT. Jasa Marga Tbk
11 KLBF PT. Kalbe Farma Tbk 12 LPKR PT. Lippo Karawaci Tbk
13 PTBA PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 14 SMGR PT. Semen Indonesia (persero)Tbk
15 TLKM PT. Telekomunikasi Indonesia (persero) Tbk 16 UNTR PT. United Tractors Tbk
17 UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk
Hasil statistik deskriptif dari variabel terikat maupun bebas yang digunakan dalam penelitian ini disajikan terlampir.
Berdasarkan uji chow, nilai probabilitas cross section Chi-square adalah sebesar 0.0000. Nilai tersebut lebih rendah dari nilai kritis Chi-Square 0.05, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil regresi model dalam penelitian ini menggunakan model fixed effect dan dilanjutkan ke uji Hausman. Berdasarkan uji hausman, nilai probabilitas Chi-square hasil uji hausman pada hasil persamaan model regresi dengan random effect lebih besar dari tingkat signifikasi 5%, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil regresi model dalam penelitian ini menggunakan model random effect..
Setelah dilakukan regresi, hasil regresi persamaan data pool dapat disimpulkan sebagai berikut :
LNHSit = 10.813538 + 2.538805*ROAit + 0.043889*DERit + 0.020134*CRit
Untuk normalitas dan uji asumsi klasik seluruh persamaan telah lulus dan dapat dilihatdi lampiran.
Analisis Pengaruh Profitabilitas Terhadap Market Value
Hasil regresi menunjukan bahwa variabel profitabilitas (return on asset) memiliki nilai probabilitasnya sebesar 0.0124 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hal ini dapat menunjukkan bahwa variabel profitabilitas (return on asset) dapat menjadi pertimbangan bagi investor untuk mengambil keputusan investasi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi harga saham. Koefisien yang positif menunjukan peningkatan profitabilitas dapat mempengaruhi peningkatan market value perusahaan.
Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Rinati, 2009), (Setiyawan, 2011) menyatakan semakin baik keadaan suatu perusahaan maka semakin meningkatnya rasio laba bersih terhadap total aktiva tersebut, yang akan mempengaruhi harga saham. Disisi lain, penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Roro, 2011) menyatakan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham karena return on asset mungkin tidak menunjukkan prospek kedepan atas perusahaan sehingga investor tidak dapat memperkirakan/meramalkan keuntungan yang akan didapatnya di masa depan.
Selain itu, pertimbangan investor lebih dipengaruhi faktor lain seperti news dan rumors, serta faktor makro lainnya.
Analisis Pengaruh Leverage Terhadap Market Value
Hasil regresi menunjukan bahwa variabel leverage (debt to equity ratio) memiliki nilai probabilitasnya sebesar 0.6934 yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hal ini dapat menunjukkan bahwa variabel leverage (debt to equity ratio) tidak bisa menjadi pertimbangan bagi investor untuk mengambil keputusan investasi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi harga saham. Koefisien yang positif menunjukan kenaikan leverage mempengaruhi peningkatan market value perusahaan.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Siana, 2015) menyatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga pasar saham. Hal ini menunjukkan bahwa investor dalam pengambilan keputusan untuk pembelian saham perusahaan LQ45 tidak melihat ketergantungan perusahaan terhadap hutang menjadi variabel yang mesti diperhatikan. Investor mungkin lebih
memperhatikan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.
Disisi lain, hasil penelitian ini tidak serupa dengan hasil penelitian (Fina, 2010) menyatakan DER berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Analisis Pengaruh Likuiditas Terhadap Market Value
Variabel likuiditas (cuurent ratio) memiliki nilai probabilitasnya sebesar 0.6968 yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0.05. Hal ini dapat menunjukkan bahwa variabel likuiditas (cuurent ratio) belum menjadi pertimbangan bagi investor untuk mengambil keputusan investasi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi harga saham. Koefisien yang positif menunjukan kenaikan likuiditas dapat meningkatan market value perusahaan.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Susanto, 2011) current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga pasar saham. Penelitian (Meythi, 2011) hasil menunjukkan bahwa current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Karena sampel perusahaan pada penelitian ini merupakan saham LQ-45 dimana 45 saham perusahaan yang terjamin tingkat likuiditasnya, dimana tingkat likuiditas bukan lagi menjadi faktor penentu bagi para investor yang melakukan invetasi pada saham LQ-45.
Disisi lain, hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh (Bodie, kane, & Marcus, 2006) bahwa likuiditas merupakan faktor penting bagi investor dalam memilih investasi yang terbaik, karena tingkat tinggi atau rendah nya likuiditas perusahaan dapat memperngaruhi perubahan harga saham Hasil penelitian ini juga tidak serupa dengan hasil (Fina, 2010) yang menyatakan hasil signifikan antara likuiditas terhadap harga saham.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan yang bisa diambil dari hasil penelitian yang dibahas adalah : 1) Profitabilitas (ROA) berpengaruh signifikan terhadap market value. 2) Leverage (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap market value. 3) Likuiditas (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap market value.
Terdapat beberapa saran berdasarkan hasil penelitian ini: 1) Investor: Bagi para investor dan calon investor yang akan melakukan investasi pada perusahaan, Profitabilitas (Return on Asset) dapat dijadikan pertimbangkan dalam mengambil keputusan investasi saham, karena variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap market value (harga saham). 2) Bagi perusahaan: Penelitian ini bisa dijadikan masukkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan agar saham-saham perusahaan perusahaan yang termasuk dalam LQ45 bisa menarik minat investor untuk berinvestasi yang nantinya dapat mendorong peningkatan pada harga sahamnya. 3)Akademisi: Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan objek penelitian seluruh perusahaan atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, sehingga dapat memberikan hasil secara keseluruhan.
DAFTAR PUSTAKA
Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal di Indonesia. Jakarta: Mediasoft Indonesia
Arviana, Nerissa. (2013). Pengaruh ROA, DER, PER, dan PBV terhadap Harga Saham.
Unltima Accounting Vol.5, No.2, Desember 2013.
Brigham, E. F., & Ehrhardt, M.C. (2011). Financial Management: Theory and Practice,
Budiman, 2007. Analisis Hubungan Profitabilitas dengan Harga Saham Sektor Usaha Makanan dan Minuman di BEI. Journal The Winners, VOL. 8 Dewi, K.L. (2015). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Likuiditas terhadap
Harga Saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia.e-Jurnal Katalogis, Vol.3 No.8 HAL 114-125.
Ghozali (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gibson, C. (2011). Financial Statement Analysis. Australia: South-Western Cengage Learning.
Gujarati, D. N. (2007). Dasar - Dasar Ekonometrika Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hadi, B.A. (2014). Analisis Faktor Fundamental terhadap Harga Saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012. Bandung: Universitas Telkom.
Keown, Arthur J. Et al, 2005, Financial Management : Principles and Aplications 10th Edition, New Jersey, Pearson Prentice Hall.
Keown, A. J., Martin, J. D., Petty, J. W. 2014. Foundations of Finance: The Logic and Practice of Financial Management, Eighth Editon. Edinburgh:
Pearson.
Meythi., Tan Kwang En., dan Linda Rusli. (2011). Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Bisnis Manajemen dan Ekonomi, Vol. 10, No. 2, Mei 2011, hal. 2671-2684.
Raharjo, Daniarto dan Dul Muid. 2013. Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham. Diponegoro Journal of Accounting. Vol 2 No.2 hal.1-11
Rinati, Ina. 2009. Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA), dan Return on Equity (ROE) terhadap Harga Saham Pada Perusahaan yang Tercantum Dalam Indeks LQ45. Depok: Universitas Gunadarma
Roro. (2011) Pengaruh Rasio Keuangan DER, CR, ROA, EPS Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Semen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya.
Ross, Stephen A. (1977). The Determination of Financial Structure: The Incentive-signalling Approach. The Bell Journal of Economics, 8(1):23- 40.
Ross, S. A., Westerfield, R. W., Jaffe, J., & Jordan, B.D. 2012. Fundamental of Corporate Finance. New York: Mc Graw Hill.
Sawir, Agnes, 2009. Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan keauangan Perusahaan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2010). Research Methods For Business: A Skill Building Approach, Fifth Edition. West Sussex: John Wiley & Sons Ltd.
Setiyawan dan Pardiman. (2014). Pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover, Time Interest Earned dan Return on Equity Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Periode 2009-2012. Jurnal Nominal, Vol. III No.1.
Siana, A.I. (2015). Pengaruh Kinerja Keuangan pada Harga Saham. Jurnal Ilmu &
Riset Akuntansi. Vol.4 No.6.. Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia.
Siswoyo. 2013. Analisis Fundamental & Teknikal Untuk Profit Lebih Maksimal. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sputra. 2015. Pengaruh PER, EPS, dan DER terhadap Harga Saham. eJournal Administrasi Bisnis, 2015, 3 (1): 40-54.
Susanto. 2011. Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Solvabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Perusahaan Farmasi BEI. Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya.
Titman, S., Keown, A.J., & Martin, J.D. (2011). Financial Management: Principles and Applications, Eleventh Edition. Massachusett: Pearson.
Widoatmojo, Sawidji. 2009. Pasar Modal Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.
market.bisnis.com www.duniainvestasi.com www.idx.co.id
www.ojk.go.id www.vivanews.com
Lampiran: Hasil Uji Penelitian, Output Eviews
1. Statistik Deskriptif
LNHS ROA DER CR
Mean 8.733635 0.138118 0.891410 2.261387
Median 8.806061 0.125805 0.707788 1.788898
Maximum 11.03570 0.403768 3.529542 6.985368
Minimum 5.686975 0.000431 0.153641 0.388079
Std. Dev. 1.313411 0.090859 0.623133 1.635400 Skewness -0.426521 1.278246 1.551143 1.179454 Kurtosis 2.373067 4.589062 6.305559 3.553014 Jarque-Bera 4.763090 38.50828 87.34133 24.94864 Probability 0.092408 0.000000 0.000000 0.000004
Sum 890.8307 14.08806 90.92380 230.6615
Sum Sq. Dev. 174.2298 0.833796 39.21781 270.1280
Observations 102 102 102 102
2. Output Uji Normalitas
3. Output Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 104.547906 (16,82) 0.0000
Cross-section Chi-square 312.463926 16 0.0000
Cross-section fixed effects test equation:
Dependent Variable: LNHS Method: Panel Least Squares Date: 09/24/16 Time: 05:01 Sample: 2010 2015
Periods included: 6
Cross-sections included: 17
Total panel (balanced) observations: 102
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
ROA 4.547258 1.350741 3.366492 0.0011
DER -0.498341 0.224331 -2.221453 0.0286
CR -0.175678 0.084573 -2.077239 0.0404
C 8.947077 0.416877 21.46216 0.0000 R-squared 0.166805 Mean dependent var 8.733635 Adjusted R-squared 0.141299 S.D. dependent var 1.313411 S.E. of regression 1.217087 Akaike info criterion 3.269223 Sum squared resid 145.1674 Schwarz criterion 3.372163 Log likelihood -162.7304 Hannan-Quinn criter. 3.310907 F-statistic 6.539844 Durbin-Watson stat 0.077757 Prob(F-statistic) 0.000445
4. Output Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary
Chi-Sq.
Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 4.217993 3 0.2389
Cross-section random effects test comparisons:
Variable Fixed Random Var(Diff.) Prob.
ROA 0.197173 0.510377 0.065659 0.2216
DER 0.076788 0.075111 0.000581 0.9445
CR 0.077831 0.060285 0.000251 0.2677
Cross-section random effects test equation:
Dependent Variable: LNHS Method: Panel Least Squares Date: 09/24/16 Time: 05:01 Sample: 2010 2015
Periods included: 6
Cross-sections included: 17
Total panel (balanced) observations: 102
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 8.461946 0.204581 41.36226 0.0000
ROA 0.197173 0.924078 0.213373 0.8316
DER 0.076788 0.113559 0.676195 0.5008
CR 0.077831 0.056613 1.374784 0.1729
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.961065 Mean dependent var 8.733635 Adjusted R-squared 0.952043 S.D. dependent var 1.313411 S.E. of regression 0.287624 Akaike info criterion 0.519577 Sum squared resid 6.783652 Schwarz criterion 1.034277
Log likelihood -6.498415 Hannan-Quinn criter. 0.727997 F-statistic 106.5300 Durbin-Watson stat 1.031880 Prob(F-statistic) 0.000000
5. Output Uji Multikolinearitas
ROA DER CR
ROA 1 -0.161963139753687 0.07288821519389938
DER -0.161963139753687 1 -0.4830052053172368
CR 0.07288821519389938 -0.4830052053172368 1
6. Output Uji Autokorelasi a. Sebelum treatment AR(1)
Dependent Variable: LNHS
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 09/24/16 Time: 05:01
Sample: 2010 2015 Periods included: 6
Cross-sections included: 17
Total panel (balanced) observations: 102
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
ROA 0.510377 0.887841 0.574852 0.5667
DER 0.075111 0.110972 0.676847 0.5001
CR 0.060285 0.054355 1.109093 0.2701
C 8.459861 0.369697 22.88323 0.0000
Effects Specification
S.D. Rho
Cross-section random 1.278787 0.9518
Idiosyncratic random 0.287624 0.0482
Weighted Statistics
R-squared 0.023312 Mean dependent var 0.798588 Adjusted R-squared -0.006586 S.D. dependent var 0.288457 S.E. of regression 0.289406 Sum squared resid 8.208053 F-statistic 0.779706 Durbin-Watson stat 0.840367 Prob(F-statistic) 0.508061
Unweighted Statistics
R-squared -0.006960 Mean dependent var 8.733635 Sum squared resid 175.4424 Durbin-Watson stat 0.039316
b. Setelah treatment AR(1)
Dependent Variable: LNHS Method: Panel Least Squares Date: 09/24/16 Time: 05:03 Sample (adjusted): 2011 2015 Periods included: 5
Cross-sections included: 17
Total panel (balanced) observations: 85 Convergence achieved after 7 iterations
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
ROA 2.538805 1.081780 2.346877 0.0214
DER 0.043889 0.110927 0.395661 0.6934
CR 0.020134 0.051494 0.390992 0.6968
C 9.855272 1.116829 8.824336 0.0000
AR(1) 0.958266 0.022409 42.76185 0.0000
R-squared 0.962787 Mean dependent var 8.771347 Adjusted R-squared 0.960927 S.D. dependent var 1.290501 S.E. of regression 0.255093 Akaike info criterion 0.162644 Sum squared resid 5.205788 Schwarz criterion 0.306329 Log likelihood -1.912371 Hannan-Quinn criter. 0.220438 F-statistic 517.4517 Durbin-Watson stat 2.086196 Prob(F-statistic) 0.000000
Inverted AR Roots .96
7. Output Uji Heterokedastisitas
Dependent Variable: LOG(RESID2) Method: Panel Least Squares Date: 09/24/16 Time: 05:04 Sample (adjusted): 2011 2015 Periods included: 5
Cross-sections included: 17
Total panel (balanced) observations: 85
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
ROA -1.549270 3.114909 -0.497372 0.6203
DER 0.196783 0.478571 0.411188 0.6820
CR -0.007802 0.189001 -0.041280 0.9672
C -4.164314 0.906523 -4.593721 0.0000
R-squared 0.006645 Mean dependent var -4.206808 Adjusted R-squared -0.030146 S.D. dependent var 2.488034 S.E. of regression 2.525258 Akaike info criterion 4.736479 Sum squared resid 516.5313 Schwarz criterion 4.851428 Log likelihood -197.3004 Hannan-Quinn criter. 4.782715 F-statistic 0.180609 Durbin-Watson stat 2.328682 Prob(F-statistic) 0.909272