Perataan laba dapat diartikan sebagai suatu metode yang digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan, baik yang bersifat artifisial (melalui metode akuntansi) maupun nyata (melalui transaksi ekonomi) menurut Sulistyanto (2008: 91). Apakah debt to total assets (DAR) berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? Apakah Return On Assets, Debt to Total Assets, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
Untuk menganalisis pengaruh debt to total assets terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode. Untuk menganalisis pengaruh return on assets, debt to total assets dan ukuran perusahaan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tersebut.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Bagi manajemen, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memutuskan apakah perusahaan sebaiknya melakukan praktik perataan laba. Bagi pihak eksternal, diharapkan penelitian ini dapat memberikan tambahan informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan pencurian pendapatan. Bab ini menguraikan teori-teori dasar yang dijadikan landasan dan acuan penulisan penelitian ini berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya.
LANDASAN TEORI
Landasan Teori
- Teori Keagenan ( Agency Theory )
- Teori Akuntansi Positif
- Laba
- Manajemen Laba
- Perataan Laba (Income Smoothing)
- Motivasi Perataan Laba
- Debt to Total Asset ( DAR )
- Ukuran Perusahaan
Perataan laba terjadi ketika terdapat konflik kepentingan antara manajemen dan pemilik dana, dimana masing-masing pihak berusaha mencapai atau mempertahankan tingkat kesejahteraan yang diharapkan. Semakin besar biaya politik yang dihadapi perusahaan, manajer cenderung memilih prosedur akuntansi yang menunda pelaporan laba dari periode sekarang ke periode mendatang. menurunkan laba yang dilaporkan saat ini). Wulandari dan Purwaningsih (2007) mendefinisikan perataan laba sebagai tindakan yang disengaja yang dilakukan manajer untuk mengurangi selisih atau perubahan laba dengan menggunakan metode atau metode akuntansi tertentu.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik perataan laba yang dilakukan manajer konsisten dalam memaksimalkan keuntungan. Menurut Wildham (2013), alasan perataan laba adalah untuk menciptakan aliran laba yang stabil dan mengurangi kovarians imbal hasil dengan pasar. Menurut Santoso (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba antara lain NPM, ROA, ukuran perusahaan, financial leverage dan DER.
Berkaitan dengan hal tersebut, manajemen termotivasi untuk menerapkan praktik perataan laba agar laba yang dilaporkan tidak berfluktuasi sehingga meningkatkan kepercayaan investor (Budiasih, 2009). Oleh karena itu menurut Astuti (2013), perusahaan dengan konsumsi DAR yang tinggi memaksa perusahaan untuk berusaha memberikan informasi laba yang lebih baik agar kreditor tetap mempunyai kepercayaan terhadap perusahaan. Juniarti dan Corolina (2005) berpendapat bahwa perusahaan kecil cenderung melakukan pemerataan pendapatan dibandingkan dengan perusahaan besar karena perusahaan besar mendapat perhatian lebih dari analis dan investor dibandingkan perusahaan kecil.
Oleh karena itu, perusahaan besar akan menghindari fluktuasi laba yang terlalu drastis, karena peningkatan laba akan menyebabkan kenaikan pajak.
Penelitian Terdahulu
Analisis pengaruh ROA, NPM, DER dan SIZE terhadap praktik perataan laba (Studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011). Kelompok Usaha untuk Studi Kasus Mitigasi Laba pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di BEI. Ukuran, laba atas aset, margin laba bersih, total utang terhadap total aset, dan rasio dilusi utang terhadap ekuitas terhadap pendapatan.
Pengembangan Hipotesis
- Pengaruh Return on Asset terhadap Perataan Laba
- Penggaruh DAR terhadap Perataan Laba
- Penggaruh Ukuran Perusahaan terhadap Perataan Laba
- Secara Bersama-sama ROA, DAR, dan Ukuran perusahaan
H4 : Return on assets, debt-to-assets, dan firm size secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap praktik pemerataan pendapatan. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pengujian untuk mengetahui pengaruh return on assets, debt to total assets dan ukuran perusahaan terhadap praktik perataan laba. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa return on assets mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap praktik pemerataan pendapatan.
Variabel ROA berpengaruh negatif signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel DAR tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Perataan Laba dan Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Indonesia). Analisis pengaruh NPM, ROA, ukuran perusahaan dan leverage terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan pendapatan pada perusahaan manufaktur dan keuangan yang terdaftar di BEI.
Pengaruh ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas dan leverage terhadap perataan laba pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kerangka Pemikiran
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Pengujian hipotesis merupakan pengujian yang dilakukan untuk menguji apakah pernyataan-pernyataan yang dihasilkan kerangka teori valid berdasarkan penelitian yang sudah ada (Sekaran & Bougie, 2011).
Objek Penelitian
Populasi dan Sampel
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi Tidak Langsung
- Penelitian Kepustakaan
Hasil regresi pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa ROA periode 2011-2015 mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap pemerataan laba yang didekati dengan indeks Eckel pada perusahaan sampel. Hasil penelitian ini tidak mendukung temuan Pramono Olivya (2013) dan Santoso dan Salim (2012) yang menyatakan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi profitabilitas maka semakin kecil kemungkinan terjadinya praktik pemerataan pendapatan.
Hasil regresi pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa DAR tidak berpengaruh terhadap perataan laba seperti yang ditunjukkan oleh indeks pada perusahaan sampel selama periode 2011 hingga 2015. Hasil regresi pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada periode tahun 2011 hingga 2015, ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap perataan laba yang ditunjukkan oleh indeks Eckel pada perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel. F sebesar 0,048225 < 0,05 yang berarti ROA, DAR dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
DAR dan ukuran perusahaan secara bersama-sama mempengaruhi tindakan perataan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebesar 20,33%, sedangkan 79,67% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan akan menerapkan perataan laba ketika nilai return on assets mengalami penurunan. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Kepemilikan Institusional terhadap Perataan Laba: Uji Empiris pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI.
Analisis pengaruh karakteristik perusahaan terhadap tindakan perataan laba yang dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
Metode Analisi Data
- Statistik Deskriptif
- Analisis Regresi Linier Berganda
- Uji Chow (metode ficed effect )
- Uji Hausman (metode random effect )
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikoliniearitas
- Uji Autokorelasi
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Koefisien Determinasi
- Uji Hipotesis
- Uji Statistik-t
- Uji Statistik F (F-test)
ANALISA DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Statistik Deskriptif
- Penentuan Model Regresi Linier Berganda
- Uji Chow
- Uji Hausman
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Multikolinearitas
- Uji Autokorelasi
- Uji Heterokedastisitas
- Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
- Pengujian Hipotesis
- Uji Parsial (Uji t)
- Uji Statistik F (Uji f)
Analisis dan Pembahasan
- Pengaruh ROA terhadap perataan laba
- Pengaruh DAR terhadap perataan laba
- Pengaruh ROA terhadap perataan laba
- Pengaruh ROA, DAR, dan Ukuran Perusahaan secara bersama-sama
Hal ini dikarenakan dampak fluktuasi laba akan lebih parah pada perusahaan dengan ROA yang rendah. Fluktuasi ROA yang rendah atau menurun cenderung membuat perusahaan melakukan praktik perataan laba, terutama jika perusahaan menentukan rencana kompensasi bonus berdasarkan besarnya laba yang dihasilkan. DAR tidak berpengaruh terhadap tindakan perataan laba yang dilakukan perusahaan, karena perusahaan sampel mempunyai rata-rata rasio DAR sebesar 0,46%.
Artinya rata-rata perusahaan mempunyai tingkat hutang yang rendah atau dengan kata lain perusahaan mempunyai aset yang lebih besar untuk memenuhi kewajiban bisnisnya, sehingga perusahaan tidak perlu terlalu khawatir terhadap risiko keuangan yang dihadapinya. Alasan lain mengapa DAR tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba adalah karena perusahaan-perusahaan yang diamati dalam sampel rata-rata memiliki aset yang lebih besar daripada kewajibannya, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut mampu memenuhi persyaratan solvabilitasnya. Selain itu, risiko yang ditimbulkan oleh utang korporasi dapat dikurangi karena pasar modal memberikan kemudahan dalam memfasilitasi pembayaran utang korporasi, dimana perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan pinjaman efek dari PT Kliring dan Penjamin Efek Indonesia (KPEI). ). di bawah pengawasan Bapepam, kemudian menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi (Pratiwi, 2013).
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Wiwit Sugiart (2015) yang menyimpulkan bahwa total utang relatif terhadap total aset tidak berpengaruh terhadap pemerataan laba yang dilakukan perusahaan. Oleh karena itu, semakin besar suatu perusahaan maka semakin besar kemungkinannya untuk diekspos oleh masyarakat. Selain itu, perusahaan besar juga akan terbebani dengan tanggung jawab sosial untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dari keuntungan yang dihasilkannya.
Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Igan Budiasih (2009) dan Santoso dan Salim (2012).
Implikasi Manajerial
Oleh karena itu, manajemen perusahaan besar berusaha menerapkan perataan laba agar fluktuasi laba stabil dan berusaha menghindari sorotan pemerintah dan masyarakat agar tidak terbebani pajak dan tanggung jawab sosial. Hal ini juga memberikan bukti kepada akademisi bahwa pada kasus Indonesia periode tahun 2011 hingga 2015, ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap praktik perataan laba, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rendah rasio ROA maka semakin besar kemungkinan terjadinya praktik perataan laba.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin besar peluang terjadinya praktik pemerataan pendapatan. Peneliti selanjutnya sebaiknya menguji berbagai faktor lain seperti net profit margin, ukuran KAP yang diduga mempunyai pengaruh terhadap pengaruh pendapatan. Pengaruh profitabilitas, financial leverage, dividen, ukuran perusahaan, kepemilikan institusional dan kelompok usaha terhadap perataan laba studi kasus pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI.
Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Financial Leverage, Kualitas Audit Dan DPR Terhadap Tindakan Penyelarasan Pendapatan (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Universitas Diponegoro. Analisis Pengaruh NPM, ROA, Ukuran Perusahaan, Financial Leverage Dan DER Terhadap Praktik Penyelesaian Laba Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Institusional Dan Kelompok Usaha Pada Studi Kasus Iron Out Profit Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar Di BEI .
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 19 No 1 Zulkarnaini, Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Jenis Industri Terhadap Praktik Perataan Laba.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Investor diharapkan memperhatikan penggunaan informasi dalam laporan keuangan, seperti nilai rasio return on assets dan ukuran perusahaan, karena terlihat dari hasil penelitian dan variabel lain yang mungkin menunjukkan bahwa manajemen cenderung melebih-lebihkan pendapatan. -efek untuk berlatih. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS 19 (Edisi ke-5). Perataan Pendapatan) pada Perusahaan Go Public.