• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh return on asset terhadap nilai - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh return on asset terhadap nilai - IBS Repository"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Selain mengungkapkan Corporate Social Responsibility, peneliti juga menggunakan mekanisme Corporate Governance yang didukung kepemilikan manajerial sebagai variabel moderasi. Berdasarkan uraian di atas, maka skripsi ini mengajukan penelitian yang berjudul “PENGARUH RETURN ON ASSET TERHADAP NILAI BISNIS DENGAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN MANAGERIAL OWNERSHIP SEBAGAI VARIABEL MODERASI”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan. Hasil ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan kemajuan akademik dan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Sistematika Pembahasan

Bab ini menguraikan tentang landasan teori yang digunakan sesuai dengan tinjauan literatur yang ada terkait dengan topik penelitian, serta penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang diharapkan dapat diperhatikan oleh perusahaan manufaktur.

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori Penelitian

  • Teori Sinyal (Signaling Theory)
  • Teori Agensi (Principal-Agency Theory)
  • Teori Legitimasi (Legitimacy Theory)
  • Teori Stakeholder (Stakeholder Theory)

Pihak-pihak yang termasuk dalam kategori pemangku kepentingan internal adalah pemegang saham, manajer, dan karyawan. Pihak-pihak yang termasuk dalam kategori pemangku kepentingan eksternal adalah pelanggan, pemasok, pemerintah, komunitas lokal, dan masyarakat pada umumnya.

Nilai Perusahaan

Karena nilai perusahaan dapat memberikan kesejahteraan pemegang saham secara maksimal seiring dengan naiknya harga saham perusahaan. Nilai perusahaan merupakan konsep penting bagi investor karena merupakan indikator pasar untuk menilai perusahaan secara keseluruhan.

Ukuran Kinerja Keuangan

  • Pengertian Return On Asset (ROA)
  • Manfaat Return On Asset (ROA)

Rasio aktivitas terdiri dari: Total perputaran aset, perputaran aset tetap, perputaran debitur, perputaran saham, rata-rata periode pengumpulan dan penjualan harian saham. Rasio profitabilitas terdiri dari: Laba kotor, margin laba bersih, return on assets, return on equity dan rasio operasional. Dari kelima rasio tersebut, yang berhubungan langsung dengan pentingnya menganalisis kinerja perusahaan adalah Return On Assets (ROA), yaitu suatu bentuk rasio profitabilitas yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menutupi seluruh dana yang diinvestasikan pada aktivitas yang digunakan. terhadap kegiatan operasional perusahaan dengan tujuan menghasilkan keuntungan. .

Return on assets adalah kemampuan suatu perusahaan (company assets) dengan seluruh modal yang digunakan di dalamnya untuk menghasilkan laba operasi perusahaan (EBIT) atau perbandingan laba operasi dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba dan dinyatakan sebagai persentase. ROA merupakan pengukuran komprehensif yang sepenuhnya mempengaruhi laporan keuangan yang tercermin dalam rasio ini.

Corporate Social Responsibility (CSR)

  • Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Tujuan Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Ruang Lingkup CSR
  • Pengungkapan CSR (CSR-Disclosure)
  • Mekanisme Good Corporate Governance (GCG)

Ada tiga alasan penting mengapa dunia usaha harus menyikapi tanggung jawab sosial secara konsisten dengan menjamin keberlanjutan operasional usaha. Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan salah satu cara untuk mengurangi atau bahkan menghindari konflik sosial. Pelaksanaan tanggung jawab sosial dapat diungkapkan perusahaan dalam laporan tahunan perusahaan yang berisi laporan tanggung jawab sosial periode satu tahun berjalan.

Penerapan dan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat menjadi wujud kesadaran dan tanggung jawab manajemen dalam pengelolaan usaha untuk terus memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, diharapkan perusahaan mampu melaksanakan dan mengungkapkan tanggung jawab sosial secara terus menerus atau

Corporate Governance (CG)

  • Pengertian Corporate Governance (CG)
  • Tujuan Corporate Governance (CG)
  • Manfaat Corporate Governance (CG)
  • Karakteristik Corporate Governance (CG)
  • Mekanisme Corporate Governance (CG)
  • Kepemilikan Manajerial

Tata kelola perusahaan tidak hanya sekedar alat pengaturan dan pengendalian, namun juga merupakan nilai tambah bagi suatu perusahaan. Corporate Governance merupakan suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan suatu perusahaan, yang diharapkan dapat memberikan dan meningkatkan nilai perusahaan kepada pemegang saham. Mekanisme Corporate Governance bertujuan untuk memastikan dan memantau berfungsinya sistem manajemen dalam suatu organisasi (Walsh dan Schward, 1990 dalam Arifin, 2005).

Mekanisme Corporate Governance yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepemilikan manajerial, karena semakin tinggi kepemilikan manajerial maka diharapkan manajemen akan berusaha sekuat tenaga untuk kepentingan pemegang saham. Kepemilikan manajemen merupakan bagian dari unsur tata kelola perusahaan yang baik (GCG) yang mempunyai dampak intensif terhadap manajemen untuk menjalankan kepentingan terbaik pemegang saham sebagai pemilik saham.

Penelitian Terdahulu

“Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai Variabel Moderasi”. Penambahan variabel moderasi Corporate Social Responsibility dan kepemilikan manajerial bertujuan untuk memperkuat hubungan antara return on assets dengan nilai perusahaan. Temuan penelitian Makarywati (2002), Suranta dan Pratana (2004), Ulupui (2007), Angra Hermawati (2011) dan Yuniasih dan Wirakusuma (2007) menemukan bahwa return on assets berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Variabel tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam penelitian ini terbukti memoderasi namun memperlemah hubungan antara return on assets (ROA) dan nilai perusahaan. Pengaruh Profitabilitas dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Indonesia). “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Struktur Good Corporate Governance sebagai Variabel Moderating”.

“Pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderasi) pada perusahaan manufaktur di pasar modal Indonesia.” “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Social Responsibility Disclosure dan Corporate Governance Sebagai Variabel Moderating.” “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Social Responsibility Disclosure dan Corporate Governance Sebagai Variabel Moderating.” Jurnal Akuntansi.

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoritis
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoritis

Kerangka Pemilikan Teoritis

Pengembangan Hipotesis

  • Pengaruh ROA terhadap Nilai Perusahaan
  • Pengungkapan CSR dan pengaruh ROA terhadap Nilai
  • Kepemilikan Manajerial dan pengaruh ROA terhadap Nilai

Penelitian yang dilakukan oleh Kaaro (2002) dan Sri Rahayu (2010) menemukan bahwa return on assets berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan Angra (2011), Retno Endah (2012), Suprantiningrum (2014), menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif atau memperlemah hubungan antara return on assets dengan nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh return on assets terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan Corporate Social Responsibility dan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderasi pada industri manufaktur merupakan penelitian berdasarkan pengujian hipotesis.

Hal ini dikarenakan penelitian ini akan menguji pengaruh return on assets terhadap nilai perusahaan, dan menggunakan pengungkapan Corporate Social Responsibility dan kepemilikan manajerial sebagai mekanisme proksi Corporate Governance, terlepas dari apakah hal tersebut memperkuat atau memperlemah hubungan antara return on assets dan perusahaan. nilai. Corporate Social Responsibility (CSR) dapat memoderasi namun memperlemah hubungan antara return on assets (ROA) dengan nilai perusahaan (Tobin’s Q) karena adanya penurunan koefisien (4,22 menjadi -4,96). “Analisis Pengaruh Hasil Keuangan, Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Yang Terdaftar Di Lq45 Tahun 2009-2011”.

Pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan tata kelola perusahaan yang baik sebagai variabel moderasi (studi empiris pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta).

Gambar 3.1  Statistik Pengambilan Keputusan Durbin-Watson
Gambar 3.1 Statistik Pengambilan Keputusan Durbin-Watson

METODE PENELITIAN

Pemilihan Objek Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara. Data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan. Laporan tahunan digunakan untuk mengetahui laba atas aset perusahaan dan untuk mengetahui pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan kepemilikan manajemen perusahaan manufaktur. Data ini diperoleh dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) dan website Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id.

Populasi dan Sampel

Pemilihan sampel penelitian didasarkan pada metode non-probability sampling, yaitu metode purposive sampling dengan tujuan memperoleh sampel yang representatif sesuai kriteria yang ditentukan. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2014 pada kelompok industri manufaktur yang menerbitkan laporan tahunan secara berturut-turut.

Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya

  • Variabel Dependen
  • Variabel Independen
  • Variabel Pemoderasi
    • Pengungkapan CSR
    • Kepemilikan Manajerial
  • Variabel Kontrol

Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan pengungkapan informasi mengenai tanggung jawab perusahaan dalam laporan tahunan. Dalam menentukan indeks pengungkapan Corporate Social Responsibility, langkah yang dilakukan adalah dengan membuat daftar pengungkapan sosial. Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan agar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar yang belum diteliti.

Variabel Dependen : Nilai Perusahaan, Variabel Independen : Return on Assets, Variabel Moderating : Corporate Social Responsibility dan Corporate Governance Variabel Pengendalian : Size dan Leverage. Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan kepedulian perusahaan untuk menyisihkan sebagian keuntungan (profit) yang dimilikinya untuk kepentingan pembangunan manusia dan lingkungan hidup secara berkelanjutan berdasarkan prosedur yang tepat dan profesional.

Metode Analisis Data

  • Analisis Deskriptif
  • Analisis Persamaan Regresi
  • Analisis Regresi Data Panel
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas Model
    • Uji Heteroskesdastisitas
    • Uji Multikolinearitas
    • Uji Autokorelasi

Menurut Ghozali (2013), model regresi yang baik adalah yang mempunyai sebaran data normal atau mendekati normal dan juga harus bebas dari asumsi klasik (heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi). Uji normalitas dapat dilakukan dengan dua metode yaitu uji Histogram Residual dan uji Jarque-Bera (Widarjono, 2009). Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat ketimpangan varians dalam model regresi dari residu satu observasi ke observasi lainnya (Ghozali, 2013; 139).

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi menemukan adanya korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2013; 105). Uji autokorelasi bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara confounding error pada periode t dengan confounding error pada periode t-1 (Ghozali, 2013; 110).

Gambaran Umum Objek Penelitian

  • Populasi dan Sampel
  • Deskriptif Statistik
  • Uji Husman
  • Hasil Regresi
  • Uji Normalitas
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Heterokesdastisitas
    • Uji Multikolinearitas
    • Uji Autokolerasi
  • Uji Hipotesis (Uji-t)

Berdasarkan tabel 4.2 di atas diketahui bahwa perusahaan sampel mempunyai rata-rata nilai Tobin's q sebesar 0,5910 dengan nilai mean sebesar 0,5241. Rata-rata perusahaan sampel mempunyai nilai Tobin's q terendah pada perusahaan Barito Pacific Tbk pada tahun 2014 yaitu sebesar 0,4004. Rata-rata perusahaan sampel mempunyai nilai ROA terendah pada Langgeng Makmur Industry Tbk pada tahun 2014 yaitu sebesar 0,0021.

Berdasarkan tabel 4.2 di atas diketahui bahwa perusahaan sampel mempunyai nilai rata-rata kepemilikan manajerial sebesar 0,000461 dengan nilai median sebesar 0,000350. Perusahaan sampel memiliki nilai kepemilikan manajerial terendah pada Langgeng Makmur Industry Tbk sebesar 0,000077.

Tabel 4.1 Klasifikasi Sampel Perusahaan Manufaktur yang listed di BEI
Tabel 4.1 Klasifikasi Sampel Perusahaan Manufaktur yang listed di BEI

Analisis dan Pembahasan

  • Analisis pengaruh ROA terhadap Nilai Perusahaan
  • Analisis Pengungkapan CSR dan pengaruh ROA dengan Nilai
  • Analisis Kepemilikan Manajerial dan pengaruh ROA dengan

Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh atau tidak dapat memoderasi hubungan antara ROA dan TQ pada perusahaan manufaktur selama periode 2011-2014. Hasil regresi persamaan dengan sampel perusahaan manufaktur selama periode 2011-2014 menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang diukur dengan indeks CSR-Disclosure dapat memoderasi namun memperlemah hubungan antara ROA dengan nilai perusahaan. mengurangi koefisien dari 4,22 menjadi -4,96. Hasil regresi persamaan dengan sampel perusahaan manufaktur selama periode 2011-2014 menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh atau tidak dapat memoderasi hubungan antara ROA terhadap nilai perusahaan.

Hasil pengujian kepemilikan manajerial dalam memoderasi hubungan ROA terhadap nilai perusahaan menunjukkan tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa investor tidak menggunakan kepemilikan manajerial sebagai informasi dalam melakukan evaluasi investasi.

Implikasi Manajerial

Kepemilikan manajerial kemudian dipandang sebagai mekanisme pengendalian yang tepat untuk mengurangi konflik tersebut, karena kepemilikan dipandang oleh manajer untuk menyamakan kepentingan pemilik dan manajer, sehingga semakin tinggi kepemilikan manajer maka semakin tinggi pula nilai perusahaan (Darmawati, 2005). Selain variabel-variabel yang telah dijelaskan di atas, hasil lain dari penelitian ini adalah kepemilikan manajerial tidak dapat memoderasi atau tidak berpengaruh terhadap hubungan return on assets (ROA) dengan nilai perusahaan. Return bagi pemegang saham berupa penerimaan dividen oleh manajemen juga akan bermanfaat jika perusahaan memperoleh keuntungan dan dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Persentase Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Moderating : Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta”. Bantuan atau bimbingan bagi pekerja yang sedang dalam proses resign maupun yang melakukan kesalahan.

KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN

Kesimpulan

Keterbatasan Penelitian

Karena keterbatasan data mengenai mekanisme tata kelola perusahaan (CG), penelitian ini hanya menggunakan kepemilikan manajerial untuk mengukur praktik tata kelola perusahaan di perusahaan.

Saran

2014) “Pengaruh Moderasi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG) Terhadap Hubungan Return on Equity (ROE)”.

Referensi

Dokumen terkait