Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, rahmat dan hidayah-Nya - disertasi NY A yang berjudul “PENGARUH RISIKO KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS BANK (STUDI EMPIRIS PADA BANK UMUM KONVENSIONAL Tbk)” dapat terselesaikan. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi beberapa persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi dari program manajemen STIE Indonesia Banking School. Terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini.
Selain itu bank juga harus menjaga tingkat kesehatannya yang mencakup beberapa aspek yang tercantum dalam CAMELS yaitu Capital (modal), Asset Quality (Kualitas Aset), Management (Manajemen), Profit (Profitabilitas), Likuiditas (likuiditas). dan Sensitivitas Risiko Pasar (sensitivitas risiko pasar). Salah satu risiko utama adalah risiko kredit berupa munculnya kredit bermasalah, yang dapat menurunkan tingkat pengembalian pinjaman atau pinjaman, baik pokok dan/atau bunga pinjaman. Objek penelitian ini adalah bank umum konvensional (kecuali cabang bank asing) yang sudah go public atau berstatus Tbk di Indonesia.
Variabel yang digunakan adalah kredit bermasalah, baik secara satuan (rasio kredit bermasalah (NPL)) maupun komponen-komponennya (rasio kredit kurang lancar, diragukan, dan non-performing terhadap total kredit) sebagai variabel independen, sedangkan Return on Rasio Aktiva (ROA) sebagai variabel dependen yang datanya diambil dari laporan keuangan triwulan Bank pada tahun 2004-2007. keuntungan, sedangkan menggunakan variabel kredit bermasalah baik secara keseluruhan (NPL) maupun komponennya sebagai variabel independen untuk melihat pengaruh kredit bermasalah terhadap profitabilitas bank.
METODE PENELITIAN
Metode Pengumpulan Data
Data diambil dari laporan keuangan triwulanan bank umum konvensional yang go public atau berstatus TBK di Indonesia pada tahun 2004 hingga tahun 2007. Sumber datanya adalah laporan keuangan yang dimuat di surat kabar, laporan keuangan triwulanan dari website Bank Indonesia, dan laporan tahunan bank. . Isi laporan keuangan yang digunakan adalah neraca, laba/rugi, kualitas aktiva dan perhitungan rasio keuangan.
Periode triwulanan digunakan agar lebih banyak periode yang diteliti untuk melihat kecenderungan pergerakan variabel independen dan dependen. Pertama, data panel yang merupakan kombinasi data time series dan cross-sectional dapat menyediakan lebih banyak data sehingga akan menghasilkan derajat kebebasan yang lebih besar. Kedua, kombinasi informasi dari data time series dan cross-sectional dapat mengatasi permasalahan yang muncul ketika ada masalah variabel yang dihilangkan (Widarjono, 2007).
Sehubungan dengan itu, data panel penelitian ini merupakan gabungan data cross-sectional dari 21 bank TBK dengan data time series periode triwulanan tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 (16 triwulan). Populasi yang diteliti adalah bank umum konvensional (kecuali kantor perwakilan bank asing) yang sudah go public atau berstatus TBK pada tahun 2004-2007. Pemilihan bank yang go public atau berstatus TBK ini karena bank-bank tersebut memiliki sahamnya kepada masyarakat. , sehingga mereka harus lebih transparan dalam melaporkan kinerja apa pun.
Tetap beroperasi (tidak dilikuidasi) oleh Bank Indonesia dan/atau tidak melakukan merger selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. Studi literatur yaitu studi terhadap buku, tulisan, jurnal dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian dokumenter yaitu kajian terhadap laporan keuangan bank dan laporan lain yang berkaitan dengan penelitian.
Pada hipotesis pertama, untuk mengetahui hubungan satu variabel independen saja yaitu Non Performing Loan (NPL) dengan variabel dependen yaitu Return on Assets (ROA) digunakan metode analisis regresi linier sederhana. Pada hipotesis kedua; ketiga; keempat, untuk mengetahui hubungan antara tiga variabel independen yaitu masing-masing komponen kredit bermasalah (kredit kurang lancar; KLit = Kredit kurang lancar terhadap total kredit bank i pada periode t Dit = Kredit diragukan terhadap total kredit bank i pada periode t.
Teknik Pengujian Hipotesis
- Uji Normalitas
- Uji Otokorelasi
- Koefisien determinasi (R 2 ) atau Goodness of fit
- Uji F
Dalam melakukan regresi berganda, variabel independen yang baik adalah variabel independen yang mempunyai hubungan dengan variabel dependen tetapi tidak mempunyai hubungan dengan variabel independen lainnya (Nachrowi, 2006). Untuk model regresi yang menggunakan banyak variabel independen disarankan menggunakan White Heteroscedasticity (tidak ada cross-link), sedangkan untuk regresi yang menggunakan lebih sedikit variabel independen sebaiknya menggunakan White Heteroscedasticity (cross-link) (Nachrowi, 2006). Kredit Bermasalah (NPL) terdiri dari Kredit Kurang Lancar (KL), Diragukan (D) dan Kredit Macet.
Disini terlihat bahwa kemampuan variabel independen NPL dalam menjelaskan variabel dependen ROA sangat rendah. Artinya pada model baru, variabel dependen ROA dapat dijelaskan oleh variabel independen NPL sebesar 72,8521%, sedangkan sisanya sebesar 27,14790% dijelaskan oleh variabel lain. Nilai masing-masing variabel ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 4.10 Hasil Uji Multikolinearitas Hipotesis Kedua; Ketiga; Keempat.
Disini terlihat bahwa kemampuan variabel independen KL, D dan M dalam menjelaskan variabel independen ROA sangat rendah. Artinya pada model baru variabel dependen ROA dapat dijelaskan oleh variabel independen KL, D dan M sebesar 72,6625%, sedangkan sisanya sebesar 27,3375% dijelaskan oleh variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen (X) yaitu KL, D dan M mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Y) yaitu ROA.
1-1Ingat bahwa model menggunakan variabel independen KL, D, M, maka akan dilakukan analisis uji t pada setiap variabel. Jadi dapat dikatakan Ho2 tidak dapat ditolak yang berarti variabel independen KL tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen ROA. Kesimpulannya dapat dikatakan Ho3 tidak dapat ditolak yang berarti variabel independen D tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen ROA.
Akhirnya dapat dikatakan Ho4 ditolak yang berarti variabel independen M berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen ROA. Model hubungan linier antara variabel terikat ROA dengan variabel bebas NPL pada penelitian ini adalah ROAit = bo + b1KLit + b1Dit + b1Mit + e. Pada hipotesis pertama, variabel independen NPL mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen ROA (rate of return on assets), dan arah pengaruhnya negatif, sehingga bank harus memperhatikan pengelolaan kreditnya untuk mengurangi kemungkinan - pinjaman yang menguntungkan.
Variabel independen KL (kredit kurang lancar), D (kredit dipertanyakan) dan M (kredit macet) secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen ROA (return on assets). Untuk variabel independen D (kredit ragu-ragu) arah pengaruhnya negatif. Kemungkinan besar bank akan kesulitan memperoleh pendapatan bunga dan biaya kompensasi yang cukup besar sehingga pengaruhnya terhadap ROA tidak signifikan. Untuk variabel independen KL (kredit kurang lancar) pengaruhnya terhadap RO A tidak signifikan dan arahnya negatif. Artinya tidak menutup kemungkinan bank masih mempunyai peluang untuk memperoleh pendapatan bunga, selain itu biaya fee-nya tidak terlalu tinggi. besar.
ANALISIS DAN PE11BAHASAN
Analisis dan Pembahasan Hipotesis Pertama
- Hasil Uji Asumsi Klasik
Analisis dan Pembahasan Hipotesis Kedua; Ketiga; Keempat
Untuk hipotesis kedua yang menggunakan regresi linier berganda digunakan uji asumsi klasik, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Hal ini wajar, walaupun porsi kredit yang tergolong kurang lancar dari total kredit macet lebih tinggi dibandingkan dengan porsi kredit ragu-ragu, namun bank tetap mempunyai kemungkinan besar untuk menerima pokok dan bunga pinjaman. Hubungan antara M dan ROA adalah negatif. Artinya jika kredit macet bertambah (menurun) sebesar 0,01 atau 1% dari total kredit maka ROA menurun (meningkat sesuai teori bahwa kredit macet dapat menurunkan tingkat pengembalian aset.
Satu-satunya variabel independen yang signifikan adalah M (kredit macet) yang dilihat dari nilai t dan koefisien serta arah dampaknya adalah negatif, hal ini dimungkinkan karena dari sampel 21 Bank Tbk, porsi kredit macet rata-rata kredit merupakan yang terbesar di antara rata-rata kredit bermasalah, dan peluang bank memperoleh pendapatan bunga sangat kecil atau hampir tidak ada serta biaya pencadangan sangat tinggi. Manajemen bank dapat terus menjaga kualitas kredit untuk menghindari terjadinya kemacetan dan memantau komposisi portofolio kredit sehingga jumlah kredit bermasalah dapat diminimalkan. Jika memungkinkan, penelitian harus mencakup seluruh bank yang sudah go public atau berstatus TBK di Indonesia, sehingga dapat diperoleh informasi lebih lanjut mengenai dampak kredit bermasalah terhadap bank yang bersangkutan.
Melihat temuan penelitian yang menunjukkan bahwa komponen kredit bermasalah yang paling besar pengaruhnya terhadap profitabilitas adalah kredit macet, maka manajemen bank perlu mewaspadai banyaknya kredit macet di banknya agar tetap patuh dan mengupayakannya sebagai sekecil mungkin.
KESIMPULAN DAN SARAN