PENGARUH RISIKO KREDIT, RISIKO LIKUIDITAS DAN RISIKO PASAR TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM BERDASARKAN KEGIATAN USAHA (BUKU) 3
DAN 4 TAHUN 2009 – 2013
Nyimas Nur Yasmine Ahmadyanti (20111112017)
ABSTRACT
Banks has an important role in economic cycles throughout the world, including Indonesia. The word Bank itself can be defined as an institution in charge of collecting funds from the public and manage it to be channeled back to the public in the form of credit.
However, all of a Bank’s activities are not immune from risk. The examples of such risks include credit risk, liquidity risk and market risk. If the Bank fails to manage these risks properly, the performance of the Bank may be decreased.This study aims to determine the effect of credit risk, liquidity risk and market risk by measuring them with Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio and Net Open Position as proxies to a Commercial Bank's financial performance outlined in Business Activity (BUKU) 3 and 4 in the period 2009 - 2013. Financial performance in this study is measured with the Return On Asset variable as proxy.
The sample in this study is a Commercial Bank as according to Business Activities (BUKU) 3 and 4 in the period of 2009 to 2013 that is listed in the Indonesia Stock Exchange by using purposive sampling technique. This study uses the quarterly financial reports obtained from the Financial Services Authority’s (OJK) website as secondary data. Data analysis is performed with a quantitative analysis method called the multiple regression analysis. The data in this study are tested on their normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation.
The results shows that when credit risk, liquidity risk and market risks are measured simultaneously, they can significantly affect the Commercial Bank‘s financial performance as according to Business Activities (BUKU) 3 and 4 in the period 2009 - 2013. However, when measured separately, it is found that only the credit risk can affect the Bank's financial performance in the same period.
Keywords : NPL, LDR, PDN, ROA
PENDAHULUAN
Perekonomian global yang seringkali dilanda krisis pada sektor keuangan dunia telah mengakibatkan jatuhnya sejumlah institusi keuangan global terkemuka. Hal tersebut memberikan dampak negatif bagi perkembangan ekonomi di kawasan Asia, terutama bagi negara yang mengandalkan ekspor ke negara maju, seperti Indonesia (Meliyanti, 2009).
Penurunan nilai ekspor menyebabkan terjadinya defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan Perbankan mengalami dampak yang paling kuat atas keadaan tersebut.
Sudiyatno & Suroso (2010) menjelaskan bahwa Bank merupakan lembaga keuangan terpenting dan sangat mempengaruhi perekonomian baik secara mikro maupun secara makro, sehingga peran Bank menjadi sangat penting bagi mendorong perekonomian khususnya di Indonesia ini.
Perbankan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat pada periode tahun 1988 – 1996 akibat relaksasi ketentuan permodalan untuk pendirian Bank baru (Triandaru & Budisantoso, 2006: 81). Namun, memasuki pertengahan tahun 1997 muncul permasalahan inflasi dan krisis nilai tukar. Sehingga, cukup banyak Bank yang akhirnya dilikuidasi pada periode krisis 1997 – 1998 tersebut.
Bank Indonesia mengeluarkan program Arsitektur Perbankan Indonesia (API) sebagai kerangka dasar perbankan Indonesia yang terus digunakan hingga saat ini (Widyastuti &
Armanto, 2013). API merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Bank.
API merupakan suatu landasan dari sistem perbankan Indonesia yang memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk jangka menengah dan panjang (Somantri, 2008: 42). Berdasarkan Lampiran Publikasi API tanggal 29 Desember 2007, Arsitektur Perbankan Indonesia menetapkan 6 pilar agar Perbankan Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi risiko Bank.
Menurut ketentuan Bank Indonesia PBI No. 5/8/PBI/2003 dan perubahan nya No.
11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, terdapat 8 (delapan) risiko yang harus dikelola Bank. Kedelapan jenis risiko tersebut adalah Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Kepatuhan, Risiko Hukum, Risiko Reputasi dan Risiko Strategis.
Risiko kredit diukur menggunakan proksi rasio Non Performing Loan (NPL), risiko likuiditas diukur menggunakan proksi rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) dan risiko pasar diukur menggunakan proksi rasio Posisi Devisa Neto (PDN).
Kinerja keuangan merupakan prestasi kerja yang telah dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu dan tertuang pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan (Attar et al., 2014). Kinerja perbankan dapat dinilai dengan pendekatan analisa rasio keuangan antara lain Return On Asset (ROA) yang merupakan ukuran dalam rasio profitabilitas.
KAJIAN TEORI Laporan Keuangan
Laporan keuangan digunakan oleh pihak – pihak yang memiliki kepentingan untuk menjadi tolak ukur pengambilan keputusan. Laporan keuangan menyajikan informasi keuangan yang berguna untuk memberikan gambaran yang potensial bagi investor, pemberi pinjaman dan kreditur lainnya saat membuat keputusan dalam kapasitasnya sebagai pemasok dana (Kieso et. Al., 2011: 7).
Perbankan
Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 atas perubahan Undang – Undang No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan menyatakan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk – bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
PBI No. 14/26/PBI/2012 mengatur mengenai pengelompokan Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha yang disesuaikan dengan modal inti yang dimiliki, yaitu:
a. BUKU 1: Modal inti sampai dengan kurang dari Rp 1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah);
b. BUKU 2: Modal inti paling sedikit sebesar Rp 1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah) sampai dengan kurang dari Rp 5.000.000.000.000,00 (lima triliun Rupiah);
c. BUKU 3: Modal inti paling sedikit sebesar Rp 5.000.000.000.000,00 (lima triliun Rupiah) sampai dengan kurang dari Rp 30.000.000.000.000,00 (tiga puluh triliun Rupiah);
d. BUKU 4: Modal inti paling sedikit sebesar Rp 30.000.000.000.000,00 (tiga puluh triliun Rupiah).
Risiko
Risiko diartikan sebagai ketidakpastian terhadap kejadian dari sebuah kerugian (Rejda, 2008:3). Mengacu pada PBI No.5/8/PBI/2003 dan perubahan nya No. 11/25/PBI/2009 terdapat delapan risiko yang harus dikelola Bank, yaitu risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar, risiko operasional, risiko kepatuhan, risiko hukum, risiko reputasi dan risiko strategik.
Namun, penelitian ini hanya menggunakan risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar.
Arsitektur Perbankan Indonesia (API)
Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan program Bank Indonesia dalam menciptakan industri perbankan yang sehat. Publikasi API 29 Desember 2007 menetapkan enam pilar untuk mencapai sasaran API, yaitu:
a. Menciptakan struktur perbankan yang sehat, yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan;
b. Menciptakan system pengaturan dan pengawasan Bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional;
c. Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko;
d. Menciptakan Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional;
e. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industry perbankan yang sehat;
f. Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.
Manajemen Risiko
PBI No. 5/8/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum menyatakan bahwa manajemen risiko adalah serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha Bank.
Risiko Kredit
Risiko kredit muncul dari kemungkinan peminjam, penerbit obligasi dalam transaksi derivatif mengalami kegagalan (Hull, 2012:347). Menurut lampiran SE BI No.
5/21/DPNP/2003 parameter dalam mengukur risiko kredit adalah Non Performing Loan (NPL). Rasio ini menunjukkan kemampuan manajemen Bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh Bank (Almilia dan Herdiningtyas, 2005). Dalam PBI No.13/3/2011 rasio NPL maksimal sebesar 5% dari total kredit.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas terjadi ketika Bank memiliki lebih banyak aset dibandingkan kewajiban, tetapi Bank tidak mampu melikuidasi aset tersebut secara tepat waktu (Murphy, 2008:44).
Risiko likuiditas dapat diukur melalui rasio Loan to Deposit Ratio (LDR), rasio tersebut menggambarkan kemampuan Bank membayar kembali penarikan yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditas (Attar et. Al., 2014).
Sesuai dengan PBI No. 15/15/PBI/2013 rata – rata LDR yang baik adalah 78% - 92%.
Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah ketidakpastian dan potensi kerugian yang berhubungan dengan perubahan suku bunga, nilai tukar mata uang, harga saham dan harga komoditas (Chance dan Brooks, 2008: 521). Rasio Posisi Devisa Neto dapat digunakan dalam mengukur risiko pasar sebagai indikator risiko nilai tukar (Rofiqoh dan Purwohandoko, 2014).
SE BI No. 13/24/DPNP/2011 menyatakan Posisi Devisa Neto merupakan penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah dari selisih bersih aktiva dan pasiva dalam neraca untuk setiap valuta asing ditambah dengan selisih bersih tagihan dan kewajiban baik yang merupakan komitmen maupun kontijensi dalam rekening administratif untuk setiap valuta asing. Berdasarkan PBI No.5/13/PBI/2003 rasio PDN maksimum 20% dari modal pada setiap akhir hari kerja.
Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan dalam konteks perbankan adalah seberapa besar kemampuan Bank memenuhi kebutuhan dari stockholder (pemilik), karyawan, penyimpan dana dan pihak yang membutuhkan dana, serta borrowing customers (Rose dan Hudgins, 2013: 167).Salah satu rasio yang menggambarkan kinerja keuangan Bank adalah Return On Asset (ROA).
SE BI No. 6/23/DPNP/2004 menyatakan ROA adalah rasio yang menilai seberapa besar tingkat pengembalian dari aset yang dimiliki, sehingga diharapkan hasil pengukuran tentang efektivitas dan efisiensi manajemen dalam mengelola aset nya dapat terlihat dari keseluruhan operasi Bank.
PERUMUSAN HIPOTESIS
H1: Non Performing Loan (NPL) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA) NPL adalah perbandingan dari total pinjaman bermasalah dengan total pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga. Mawardi (2005) menyatakan NPL merupakan proksi dari risiko kredit yang terdapat dalam laporan keuangan yang dipublikasi. Semakin tinggi rasio
ini maka akan semakin buruk kualitas kredit Bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar dan menyebabkan kerugian, sehingga dapat disimpulkan pengaruh kenaikan NPL terhadap laba adalah negatif (Dewi et. Al., 2015). Namun, apabila jumlah kredit yang disalurkan kecil maka kemungkinan Bank mengalami risiko kredit pun rendah. Rasio NPL tidak memiliki pengaruh yang negatif bagi Bank, namun justru memberikan pengaruh yang positif bagi Bank dikarenakan kredit yang diberikan efektif (Oktaviantari dan Wiagustini, 2013).
H2: Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA) Semakin meningkatnya rasio LDR menunjukkan penyaluran dana ke pinjaman semakin besar sehingga laba akan meningkat. Pengaruh positif yang ditunjukkan oleh LDR mengindikasikan bahwa Bank memperoleh keuntungan dari kredit yang disalurkan sehingga laba meningkat, ROA juga ikut meningkat (Attar et. Al., 2014).
H3: Posisi Devisa Neto (PDN) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA)
Rasio PDN merupakan proksi dari risiko pasar yang terdapat dalam risiko kurs mata uang (Greuning dan Bratanovic, 2011: 199). Apabila kurs valas meningkat ketika peningkatan aktiva beserta tagihan valas lebih besar dari peningkatan pasiva beserta kewajiban valas, maka peningkatan pendapatan valas lebih besar dari peningkatan biaya valas (Rofiqoh dan Purwohandoko, 2014). Sehingga hal tersebut menyebabkan kenaikan rasio PDN memberikan pengaruh positif bagi laba Bank. Tetapi, kewajiban pemenuhan Posisi Devisa Neto (PDN) bagi Bank sangat berisiko. Hal ini dikarenakan Bank akan melakukan transaksi valuta asing tanpa batas di saat pergerakan kurs naik turun dengan tajam yang berakibat Bank mengalami kerugian besar, tingkat fluktuasi kurs yang sulit diprediksi dan ketidakpastian mengenai periode sumber pendapatan nya lah yang menyebabkan Bank berpotensi mengalami kerugian akibat perubahan variabel pasar (Puspitasari, 2009).
H4: Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Posisi Devisa Neto berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA)
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan 4 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2009 – 2013. Indikator yang digunakan dalam mengukur risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar Bank Umum adalah dengan
menggunakan rasio Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Posisi Devisa Neto (PDN). Pengukuran kinerja keuangan Bank pun menggunakan rasio yang dipublikasikan dalam Laporan Keuangan Bank, yaitu rasio Return On Asset (ROA).
Jenis data yang digunakan meliputi data kuantitatif berupa Laporan Keuangan Triwulan Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan 4, dengan metode pengumpulan data observasi tidak langsung. Data kuantitatif adalah data berbentuk angka, termasuk dalam klasifikasi ini adalah data yang berskala ukur interval dan rasio (Siagian dan Sugiarto, 2000: 18).
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis statistik deskriptif, analisis regresi data panel, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Dalam uji asumsi klasik peneliti melakukan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autkoroleasi. Sementara untuk uji hipotesis menggunakan uji t (parsial) dan uji f (simultan).
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 110 Bank yang masih beroperasi di Indonesia, penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling yang merupakan pengambilan sampel dengan menggunakan kriteria. Hasilnya, diperoleh 13 Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan 4 yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini.
MODEL PENELITIAN
ROA = α + β1 NPLit+ β2 LDRit+ β3 PDNit + eit
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Urutan pembahasan secara sistematis adalah sebagai berikut: statistic deskriptif, penentuan model regresi data panel, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan analisis hasil penelitian serta implikasi manajerial.
ROA = Return On Asset NPL = Non Performing Loan LDR = Loan to Deposit Ratio PDN = Posisi Devisa Neto α = Konstanta
β1, β2, β3 = Koefisien Regresi
i = Bank
t = Periode Waktu e = Error
Statistik deskriptif dalam penelitian ini terdiri dari mean, median, maximum, minimum dan standar deviasi. Berdasarkan hasil uji regresi data panel, model data penelitian ini adalah Random Effect Model. Dengan menggunakan regresi tersebut, nilai koefisien determinasi atau Adjusted R2 sebesar 0.840261 atau 84.0261%.
Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas
Berdasarkan uji normalitas melalui Probability Jarque – Bera nilai yang dihasilkan sebesar 0.062194 dan berada diatas α = 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual data telah terdistribusi normal.
Uji Multikolinearitas
Uji dilakukan untuk melihat apakah terdapat korelasi linier antar variabel independen.
Dengan melihat hasil correlation matrix, maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen didalam penelitian ini tidak ada unsur multikolinearitas. Karena nilai koefisien antar variabel dibawah 0,85.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apabila muncul kesalahan dan residual dari model regresi yang dianalisis tidak memiliki varian yang konstan dari suatu observasi.
Dalam penelitian ini, uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji Park. Hasil uji Park menunjukkan bahwa probabilitas koefisien masing – masing variabel independen lebih besar dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini terbebas dari masalah heteroskedastisitas.
Uji Autokorelasi
Autokorelasi menunjukkan bahwa ada korelasi antara error periode sebelumnya dimana pada uji asumsi klasik hal ini tidak boleh terjadi. Dinyatakan tidak terdapat masalah autokorelasi apabila nilai Durbin-Watson berada pada batas 1.54 – 2.46. Awalnya nilai Durbin-Watson dalam penelitian berada diluar batas 1.54 – 2.46, namun peneliti melakukan treatment autoregressive dengan menambahkan koefisien AR(1) pada estimate panel dan nilai Durbin-Watson berada pada batas 1.54 – 2.46, yaitu sebesar 2.273265. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tebebas dari masalah autokorelasi.
Pengujian Hipotesis Uji f (simultan)
Uji F digunakan untuk menguji secara bersama – sama semua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Nilai Prob (F-statistic) sebesar 0.000000 lebih kecil sama dengan 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan (bersama – sama), variabel NPL, LDR dan PDN mempengaruhi kinerja keuangan Bank (ROA) secara signifikan.
Analisis Hasil Pembahasan
Pengaruh Non Performing Loan terhadap Return On Asset
Risiko kredit yang diproksikan melalui variabel NPL digunakan Bank untuk mengukur kemampuan manajemen Bank dalam mengelola kredit bermasalah yang dimiliki oleh Bank.
Penerapan manajemen risiko kredit dalam Bank sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya risiko kredit yang dihadapi. Apabila manajemen risiko kredit didalam Bank tidak berjalan dengan baik, maka rasio NPL akan meningkat seiring dengan tingginya kredit bermasalah yang dihadapi oleh Bank.
Rasio NPL yang meningkat menyebabkan perputaran dana didalam Bank tersebut ikut terhambat pula, dikarenakan Bank mengalami kesulitan pengembalian atas sumber dana nya. Sehingga hal ini turut menyebabkan pemenuhan kewajiban jangka pendek Bank menjadi tidak optimal. Oleh sebab itu, Bank yang bersangkutan dihadapkan oleh beberapa pilihan untuk dapat memenuhi atau mecukupi kembali sumber dana yang dimilikinya, muncul lah opportunity cost yang menjadi beban tambahan didalam Bank. Opportunity cost muncul dikarenakan Bank memilih peluang terbaik dari alternatif yang tersedia untuk memperoleh sumber dana nya kembali. Biaya tersebut merupakan salah satu dampak dari nilai NPL yang meningkat dan strategi Bank dalam mencukupi sumber dana nya.
Muncul nya kredit bermasalah yang dimiliki oleh Bank pada tingkat kolektabilitas 3, 4 dan 5 (kurang lancar, diragukan dan macet) menyebabkan Bank harus membentuk atau menyisihkan dana cadangan yang disebut dengan PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif). Semakin tinggi kredit bermasalah yang dihadapi Bank, semakin tinggi Bank harus mencadangkan dana nya melalui PPAP. Hal tersebut menyebabkan nilai pendapatan bunga yang diterima oleh Bank tidak sebanding dengan beban atau biaya yang harus dikeluarkan oleh Bank. Hal tersebut menyebabkan kinerja keuangan Bank yang diukur melalui variabel Return On Asset (ROA) pun akan turun dan memberikan indikasi bahwa
Bank tersebut memiliki performa yang buruk. Bank yang memiliki performa yang buruk, menciptakan image yang tidak baik dan diragukan oleh masyarakat. Sehingga, kredibilitas Bank tersebut pun dapat turun dimata masyarakat.
Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Mawardi (2005) dan Dewi et. al., (2015) yang menyatakan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2008), Puspitasari (2009), Attar et. al., (2014) dan Rofiqoh & Purwohandoko (2014) turut menyatakan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif terhadap ROA.
Pengaruh Loan to Deposit Ratio terhadap Return On Asset
Risiko Likuiditas yang diproksikan dengan variabel Loan to Deposit Ratio (LDR) digunakan Bank untuk mengukur kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek nya. Nilai LDR yang baik sesuai dengan PBI No. 15/15/PBI/2013 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum adalah 78% - 92%. Apabila suatu Bank memiliki LDR dibawah 78%
maka hal tersebut mengindikasikan Bank yang bersangkutan mengalami risiko likuiditas.
LDR yang terlalu tinggi mencerminkan kredit yang diberikan oleh suatu Bank tinggi, sehingga mengindikasikan kemampuan Bank dalam membiayai dana jangka pendeknya (penarikan nasabah) dapat menggunakan kredit sebagai sumber pembayaran. Namun hal tersebut menyebabkan dana likuid yang dimiliki oleh Bank lebih sedikit dibanding dana yang disalurkan nya. Walaupun kemungkinan pendapatan bunga yang dihasilkan Bank lebih tinggi dibandingkan dengan beban bunga yang ditanggung,Bank tetap terindikasi risiko likuiditas.
Pada dasarnya kebijakan Bank menyalurkan kredit yang tinggi didasari dengan peningkatan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Bank tersebut, dan hal ini lah yang menyebabkan laba Bank ikut meningkat. Apabila kredit yang disalurkan efektif, dimana tingkat pengembalian nya positif serta berada pada kolektabilitas lancar maka akan timbul pendapatan bunga yang memberikan keuntungan bagi Bank diikuti dengan persepsi positif masyarakat terhadap Bank dan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan Bank yang dinilai dengan variabel Return On Asset (ROA).
Namun apabila kredit yang disalurkan tidak efektif, dimana tingkat pengembalian nya negatif serta berada pada kolektabilitas kurang lancar, diragukan dan macet, maka lebih besar kewajiban jangka pendek yang dibayarkan dengan menggunakan dana likuid yang
dimiliki Bank dibandingkan dengan menggunakan kredit sebagai sumber pendanaan nya.
Sehingga, kinerja keuangan Bank menurun dan Bank terindikasi risiko kredit.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno dan Suroso (2010), Defri (2012) dan Purnamawati (2014) dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh LDR terhadap ROA adalah positif dan tidak signifikan. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2008), Puspitasari (2009) dan Attar et. al., (2014) menunjukkan hasil yang sama dimana pengaruh LDR terhadap ROA adalah positif.
Pengaruh Posisi Devisa Neto terhadap Return On Asset
Risiko Pasar yang dilihat dari indikator kurs mata uang, akan berpengaruh terhadap besar kecilnya rasio Posisi Devisa Neto (PDN). Rasio PDN meningkat karena kewajiban valuta asing yang ditanggung Bank lebih tinggi dibandingkan posisi aktiva valas yang dimiliki, dan pada periode tersebut nilai tukar rupiah terdepresiasi (melemah). Hal ini lah yang menyebabkan risiko pasar di dalam Bank meningkat, karena kewajiban yang harus dibayar lebih tinggi dibandingkan aset yang dimiliki.
Apabila pengelolaan risiko pasar dalam suatu Bank berjalan dengan baik, maka kemungkinan Bank dapat menghadapi risiko semakin tinggi. Masyarakat dan nasabah pada khususnya akan menilai bahwa Bank tersebut memiliki ketahanan yang baik dalam menghadapi risiko pasar, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan kepercayaan masyarakat dan nasabah meningkat terhadap Bank yang bersangkutan. Bank yang memiliki kredibilitas tinggi cenderung memiliki banyak nasabah dan produknya diminati masyarakat, sehingga laba dan kinerja di dalam Bank tersebut ikut meningkat.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2008) dan Puspitasari (2009) dimana hasil menunjukkan bahwa variabel Posisi Devisa Neto tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA) yang merupakan ukuran kinerja keuangan Bank.
Variabel Independen Dominan terhadap Kinerja Keuangan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besarkah pengaruh risiko yang dihadapi Bank, khusus nya risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar terhadap performa atau kinerja keuangan Bank. Berdasarkan hasil penelitian, secara parsial variabel independen yang paling mempengaruhi atau dominan terhadap variabel dependen adalah Non Performing Loan (NPL). Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t (parsial) bahwa NPL
merupakan variabel satu – satu nya yang berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset (ROA) dengan nilai probabilitas 0.0401.
Peran kredit dalam industri perbankan sangat penting dan perlu diperhatikan dengan baik. Pada dasarnya, kebutuhan kredit oleh masyarakat masih menjadi poin penting dari didirikan nya lembaga intermediasi ini yang disebut dengan Bank. Karena, setiap masyarakat memiliki tingkat kepuasan akan kebutuhan nya yang berbeda – beda maka pengajuan kebutuhan kredit setiap masyarakat pun akan beragam.
Kemampuan setiap masyarakat yang mengajukan kredit (debitur) tidak sama satu sama lain, oleh karena nya Bank harus menerapkan manajemen risiko kredit dengan baik dan mengutamakan prinsip kehati – hatian demi meminimalisir kredit bermasalah yang dihadapi Bank. Karena, kredit bermasalah yang tinggi dapat menurunkan performa Bank khususnya tingkat profitabilitas yang dimiliki. Terbukti dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Non Performing Loan (NPL) sebagai proksi dari risiko kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang di proksikan dengan variabel Return On Asset (ROA).
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar pada Bank sangat mempengaruhi kinerja keuangan Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan 4 dengan rincian sebagai berikut:
1. Secara parsial, Non Performing Loan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Return On Asset. Hubungan negatif menunjukkan bahwa apabila rasio NPL yang dimiliki Bank meningkat, maka kinerja keuangan Bank yang dihasilkan akan menurun dengan asumsi variabel lain bersifat konstan.
2. Secara parsial, Loan to Deposit Ratio memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset. Hubungan positif menunjukkan bahwa apabila rasio LDR meningkat, maka kinerja keuangan Bank yang dihasilkan akan meningkat dengan asumsi variabel lain bersifat konstan.
3. Secara parsial, Posisi Devisa Neto memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset. Hubungan positif menunjukkan bahwa apabila rasio PDN meningkat, dimana aktiva valas lebih besar daripada pasiva valas dan saat periode tersebut nilai tukar valas naik, maka akan menyebabkan kenaikan pendapatan sehingga laba meningkat.
4. Secara simultan, NPL, LDR dan PDN memiliki pengaruh yang bersifat signifikan terhadap kinerja keuangan Bank. Hal tersebut mengindikasikan apabila variabel risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar dikendalikan dengan baik secara bersama– sama untuk mendukung kegiatan Bank, maka kinerja keuangan Bank yang dihasilkan semakin tinggi.
5. Variabel independen yang paling dominan mempengaruhi kinerja keuangan Bank yaitu NPL. Karena, kredit merupakan kegiatan usaha Bank yang paling utama. Apabila kredit yang disalurkan Bank bermasalah dan tidak dapat dikelola dengan baik, maka akan berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan yang dihasilkan Bank.
SARAN
Kepada Investor dan Calon Investor
Bagi investor dan calon investor Bank Umum dengan Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan 4 yang menjadi sampel dalam penelitian ini, hendaknya memperhatikan nilai rasio Non Performing Loan yang merupakan proksi dari variabel risiko kredit Bank selama satu periode ke periode selanjutnya sebagai acuan pengambilan keputusan investasi. Karena variabel tersebut terbukti dapat mempengaruhi kinerja keuangan secara signifikan.
Kepada Perbankan
Secara khusus bagi Bank Umum dengan Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan 4 yang menjadi sampel dalam penelitian ini, hendaknya memperhatikan pula nilai rasio Non Performing Loan yang merupakan proksi dari variabel risiko kredit Bank selama satu periode ke periode berikutnya sebagai acuan dalam menentukan kebijakan manajemen Bank.
Karena variabel tersebut terbukti dapat mempengaruhi kinerja keuangan secara signifikan.
Kepada Peneliti Selanjutnya
Bagi penelitian berikutnya, agar dapat mengembangkan penelitian serupa dengan menggunakan variabel – variabel tambahan yang menggambarkan ukuran risiko operasional, risiko hukum, risiko kepatuhan, risiko reputasi dan risiko strategik Bank. Selain itu, sampel yang digunakan pun dapat dikembangkan pula dengan jenis Bank yang lain dan periode waktu yang berbeda dari penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Abiola, I., & Olausi, A. S. (2014). "The Impact of Credit Risk Management on the Commercial Banks Performance in Nigeria". International Journal of Management & Sustainability, 3, 295 - 306.
Ali, M. (2004). Asset Liability Management Perbankan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Ali, M. (2006). Manajemen Risiko: Strategi Perbankan dan Dunia Usaha Menghadapi Tantangan Globalisasi Bisnis. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
Almilia, L. S., & Utomo, A. W. (2006). "Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka Pada Bank Umum di Indonesia". Jurnal Ekonomi dan Bisnis ANTISIPASI, 10 (1 Oktober 2006), 1 - 27.
Attar, D., Islahuddin, & Shabri, M. (2014). "Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia". Jurnal Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 3 (Februari 2014), 10 - 20.
Bank Indonesia. 2004. "Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/23/DPNP Perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum". Bank Indonesia. 31 Mei 2004. Jakarta.
Bank Indonesia. 2007. "Publikasi Arsitektur Perbankan Indonesia: Program Arsitektur Perbankan Indonesia". Bank Indonesia. 29 Desember 2007. Melalui http://www.bi.go.id/id/publikasi/perbankan-dan-stabilitas/arsitektur/Pages/api18.aspx.
Bank Indonesia. 2009. "Consultative Paper Bank Indonesia Perihal Manajemen Risiko Likuiditas Untuk Perbankan di Indonesia". Jakarta : Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan.
Bank Indonesia. 2011. "Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP Perihal Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum". Bank Indonesia. 25 Oktober 2011. Jakarta.
Bank Indonesia. 2013. "Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 5/21/DPNP Perihal Pedoman Standar Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum". Bank Indonesia. 29 September 2013. Jakarta.
Banks, E., & Dunn, R. (2003). Practical Risk Management: An Executive Guide to Avoiding Surprises And Losses. England: John Wiley & Sons. Ltd.
Bastian, I. (2001). Akuntansi Sektor Publik Indonesia. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Akuntansi Universitas Gadjah Mada.
Basyaib, F. (2007). Manajemen Risiko. Jakarta: Grasindo.
Boulten et al. (2000). Cracking The Value Code - How Successful Businesses Are Creating Wealth in The New Economy . New York: Harper Business.
Budiwati, H., & Jariah, A. (2012). "Analisis Non Performing Assets dan Loan to Deposit Ratio Serta Pengaruhnya Terhadap Net Interest Margin Sebagai Indikator Spread Based Pada Bank Umum Swasta Nasional di Indonesia Periode 2004 - 2007". Journal WIGA, 2 (September 2012), 90 - 102.
Bychuk, O. V., & Haughey, B. (2011). Hedging Market Exposures: Identifying And Managing Market Risks. Canada: John Wiley & Sons.
Chance, D. M., & Brooks, R. (2008). An Introduction to Derivatifes And Risk Management.
Canada: Thomson South-Western.
Choudhry, M. (2011). Bank Asset and Liability Management: Strategy, Trading, Analysis.
United Kingdom: John Wiley & Sons.
Defri. (2012). "Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Likuiditas dan Efisiensi Operasional Terhadap Profitabilitas Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia". Jurnal Manajemen, 01 (September 2012), 1 -18.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia. (2014). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia.
Dewi, L. E., Herawati, N. T., & Sulindawati, L. G. (2015). "Analisis Pengaruh NIM, BOPO, LDR dan NPL Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2009 - 2013)". E - Journal S1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha, 3, 1- 11.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2007). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: B-P Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gibson, C. H. (2011). Financial Statement Analysis. United States of America: South- Western Cengage Learning .
Gleason, J. T. (2000). Risk: The New Management Imperative In Finance. New Jersey:
Bloomberg Press.
Global Association of Risk Profesional (GARP) dan Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR). (2005). Dalam Ali (2006). Manajemen Risiko: Strategi Perbankan dan Dunia Usaha Menghadapi Tantangan Globalisasi Bisnis. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Greuning, H. V., & Bratanovic, S. B. (2011). Analisis Risiko Perbankan. Jakarta: Salemba Empat.
Gubernur Bank Indonesia. 2003. "Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi bank Umum". Bank Indonesia. 19 Mei 2003.
Jakarta.
Gubernur Bank Indonesia. 2009. "Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum". Bank Indonesia. 1 Juli 2009. Jakarta.
Gubernur Bnak Indonesia. 2011. "Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/3/PBI/2011 Tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank". Bank Indonesia. 17 Januari 2011. Jakarta.
Gubernur Bank Indonesia. 2012. "Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012 Tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank". Bank Indonesia. 27 Desember 2012. Jakarta.
Gubernur Bank Indonesia. 2013. "Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/15/PBI/2013 Tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum Dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvesional". Bank Indonesia. 24 Desember 2013. Jakarta.
Gujarati, D. N. (2006). Dasar - Dasar Ekonometrika Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Gujarati, D. N. (2007). Dasar - Dasar Ekonometrika Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Gumayantika, R., & Irwanto, A. K. (2010). "Analisis Sistem Manajemen Risiko Kredit dan Pengaruhnya Terhadap Laba Perusahaan Dengan Penerapan Model Program
Komputer (Studi Kasus PT Bank Jabar Cabang Ciamis)". Jurnal Manajemen dan Organisasi, 1 (Desember 2010), 203 - 218.
Hardanto, S. S. (2006). Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Hull, J. C. (2012). Risk Management & Financial Institutions. Toronto, Canada: John Wiley
& Sons, Inc.
Iskandar, S. (2008). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: PT. Semesta Asa Bersama.
Juliandi, A., Irfan, & Manurung, S. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis: Konsep dan Aplikasi. Medan: UMSU Press.
Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada.
Kasmir. (2000). Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Kementrian Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia. Diakses Penulis 27 Maret 2015.
"Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (Dalam Jaringan)". Jakarta : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa KEMENDIKBUD Republik Indonesia.
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2011). Intermediate Accounting Volume 1.
United States of America: John Wiley&Sons, Inc.
Kuncoro, M., & Suhardjono. (2012). Manajemen Perbankan: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:
BPFE.
Lam, J. (2003). Enterprise Risk Management. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons.
Lam, J. (2007). Enterprise Risk Management. British Bankers Association, International Swaps and Derivatifes Association, Price Waterhouse Coopers and RMA, "Operational Risk Management". Indonesia: PT. Ray Indonesia.
MacDonald, S. S., & Koch, T. W. (2006). Management Of Banking. Singapore: South- Western Cengage Learning.
Mangani, K. S. (2009). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Martono. (2003). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Yogyakarta: Ekonisia.
Mawardi, W. (2005). "Analisis Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum dengan Total Assets Kurang Dari 1 Triliun)". Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Meliyanti, N. (2009). "Analisis Kinerja Keuangan Bank: Pendekatan Rasio NPL, LDR, BOPO dan ROA Pada Bank Privat dan Publik". Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
Mulyono, S. (2006). Statistika: Untuk Ekonomi dan Bisnis. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Muranaga, J., & Ohsawa, M. (2002). "Measurement of Liquidity Risk in the Context of Market Risk Calculation". Tokyo, Japan: Institute for Monetary and Economic Studies Bank of Japan.
Murphy, D. (2008). Understanding Risk, The Theory & Practice of Financial Risk Management. United States of America: Chapman & Hall/CRC.
Nicholas, J. M., & Steyn, H. (2008). Project Management: For Business, Engineering And Technology. Principles And Practice. United Kingdom: Elsevier Inc.
Oktaviantari, L. P., & Wiagustini, N. L. (2013). "Pengaruh Tingkat Risiko Perbankan Terhadap Profitabilitas Pada BPR di Kabupaten Badung". E - Journal Manajemen Universitas Udayana, 2, 1617 - 1633.
Oluwafemi, A. S., Adebisi, A. N., Simeon, O., & Olawale, O. (2013). "Risk Management And Financial Performane Of Banks In Nigeria". IOSR Journal of Business and Management (IOSR - JBM), 14 (6 (Nov. - Dec. 2013)), 52 - 56.
Otoritas Jasa Keuangan. (2014). "Booklet Perbankan Indonesia Tahun 2014". Jakarta:
Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan.
Pasaribu, H., & Sari, R. L. (2011). "Analisis Tingkat Kecukupan Modal dan Loan to Deposit Ratio Terhadap Profitabilitas". Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi, 4 (Juli 2011), 114 - 125.
Prasnanugraha, P. (2007). "TESIS: Analisis Pengaruh Rasio - Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Bank Umum di Indonesia (Studi Empiris Bank - Bank Umum yang Beroperasi di Indonesia)". Semarang: Program Studi Magister Sains Akuntansi Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
Purnamawati, I. G. (2014). "The Effect of Capital and Liquidity Risk to Profitability on Conventional Rural Bank in Indonesia". South East Asia Journal of Contemporary Business, Economics and Law, 5 (1 December 2014), 44 - 50.
Puspitaningrum, F., & Triyuwono, I. (2008). "Analisa Perbedaan Risiko Likuiditas dan Rasio Profitabilitas Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan Antara Bank Konvensional dan Bank Syariah". TEMA, 9 (Maret 2008), 18 - 38.
Puspitasari, D. (2009). "Analisis Pengaruh CAR, NPL, PDN, NIM, BOPO, LDR dan Suku Bunga SBI Terhadap ROA (Studi Pada Bank Devisa di Indonesia Periode 2003 - 2007)".
Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Puspitasari, F. E. (2008). "Pengaruh LDR,IPR,CR,APB,NPL,AU,BOPO,FACR,IRR&PDN Terhadap ROA Pada Bank Swasta Nasional Go Public". Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PERBANAS Surabaya.
Raeskyesa, S. (2012). "Analisis Pengaruh CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM Terhadap ROA (Studi Kasus: Bank - Bank BUMN Periode Tahun 2006 - 2010)". Jakarta: STIE Indonesia Banking School.
Rahardjo, B. (2007). Keuangan dan Akuntansi: Untuk Manajer Non Keuangan. Yogyakarta:
PT.Graha Ilmu.
Rejda, G. E. (2008). Principle of Risk Management and Insurance. Massachussets: Pearson Education.
Rofiqoh, L. M., & Purwohandoko. (2014). "Analisis Pengaruh Capital, Kualitas Aset, Rentabilitas dan Sensitivity to Market Risk terhadap Profitabilitas Perbankan pada Perusahaan BUSN Devisa dan BUSN Non Devisa". Jurnal Ilmu Manajemen, 2 (Oktober 2014), 1151 - 1161.
Rose, P. S. (2002). Commercial Banking Management. New York: McGraw-Hill.
Rose, P. S., & Hudgins, S. C. (2013). Bank Management And Financial Services. New York:
Mc Graw-Hill.
Sarwoko. (2005). Dasar - Dasar Ekonometrika. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Saunders, A., & Cornett, M. M. (2011). Financial Institutions Management: A Risk Management Approach. Boston, America: McGraw Hill.
Saunders, A., & Cornett, M. M. (2011). Financial Institutions Management: A Risk Management Approach. Singapore: Mc Graw-Hill Companies.
Sekaran, U., & Roger, B. (2010). Research Methods for Business A Skill Building Approach.
Chichester, United Kingdom: John Wiley & Sons. Ltd.
Setyani, A. Y. (2002, dalam Prasnanugraha 2007). "TESIS: Analisis Kinerja Perusahaan Perbankan Sebelum dan Sesudah Menjadi Perusahaan Publik di Bursa Efek Jakarta (UNPUBLISHED)". Semarang: Program Pasca Sarjana Magister Akuntansi Universitas Diponegoro.
Siagian, D., & Sugiarto. (2000). Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Siahaan, H. (2009). Manajemen Risiko Pada Perusahaan dan Birokrasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Siamat, D. (2004). Manajemen Lembaga Keuangan. Depok: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI.
Silalahi, T. (2007, 12 27). "Mengapa Perlu API?" Artikel Publikasi API. Melalui http://www.bi.go.id/id/publikasi/perbankan-dan-stabilitas/arsitektur/Pages/api7.aspx.
Simon, J. (2004). Bekerja Di Bank Itu Mudah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Situmorang, S. H., Muda, I., Dalimunte, D. M., Fadli, & Syarief, F. (2010). Analisis Data Untuk Riset Manajemen dan Bisnis. Medan: USU Press.
Somantri, M. H. (2008: 42). Menyulut API Perbankan. Jakarta: Bengawanship Bank Indonesia.
Statistika Perbankan Indonesia. 2013. Kinerja Bank Umum Konvensional. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Subagyo, e. a. (2002). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
Subramanyam, K., & Wild, J. J. (2010). Analisis Laporan Keuangan Jilid 1. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Sudiyatno, B., & Suroso, J. (2010). "Analisis Pengaruh DPK, BOPO, CAR dan LDR Terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (Periode 2005 - 2008)". Jurnal Dinamika dan Keuangan Perbankan, 2 (Mei 2010), 125 - 137.
Sugiarto, A. (2003, Juni 5). "Arsitektur Perbankan Indonesia: Suatu Kebutuhan dan Tantangan Perbankan Kedepan". Kompas .
Sugiono, A., & Untung, E. (2008). Analisa Laporan Keuangan: Pengetahuan Dasar Bagi Mahasiswa dan Praktisi Perbankan. Jakarta: Grasindo, Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Suharyadi, & Purwanto, S. K. (2003). Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern.
Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Sukarno, K. W., & Syaichu, M. (2006). "Analisis Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum di Indonesia". Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi, 3 (Juli 2006), 46 - 58.
Supriyono, M. (2011). Buku Pintar Perbankan. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Suyatno, T., Marala, D. T., Abdullah, A., Aponno, J. T., Ananda, C. T., & Chalik, H. A. (2007).
Kelembagaan Perbankan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Syamsuddin, L., 2007. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Tampubolon, R. (2004). Risk Management: Qualitative Approach Applied to Commercial Bank. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Thomsett, R. (2006). Radical Project Management. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Tjondro, D., & Wilopo, R. (2011). "Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas dan Kinerja Saham Perusahaan Perbankan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia". Journal od Business and Banking, 1 (May 2011), 1 - 14.
Triandaru, S., & Budisantoso, T. (2006 ). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta:
Salemba Empat.
Undang - Undang No. 14 Tahun 1967 Pasal 1, Tentang Pokok - Pokok Perbankan.
Undang - Undang No. 7 Tahun 1992, Tentang Perbankan.
Undang - Undang No. 10 Tahun 1998 atas Perubahan Undang - Undang No. 7 Tahun 1992, Tentang Perbankan.
Undang - Undang No. 23 Tahun 1999, Tentang Bank Indonesia.
Walker, P. L., Shenkir, W. G., & Barton, T. L. (2002). Enterprise Risk Management: Pulling It All Together. United States Of America: The Institute of Internal Auditors Research Foundation.
Weert, F. d. (2011). Bank and Insurance Capital Management. United Kingdom: John Wiley
& Sons.
Werdaningtyas, H. (2002, dalam Sudiyatno dan Suroso 2010). "Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Take Over Pramerger di Indonesia". Journal Manajemen Indonesia. Weygandt, J. J., Kimmel, P. D., & Kieso, D. E. (2013). Financial Accounting IFRS Edition.
United States of America: John Wiley&Sons, Inc.
Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta: Ekonisia.
Widyastuti, R. S., & Armanto, B. (2013). Kompetisi Industri Perbankan Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan (April 2013), 417 - 440.
Winarno, W. W. (2011). Analisis Ekonometrika dan Statistika Dengan EViews. Yogyakarta:
Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN.