Dana pihak ketiga pada tingkat pengungkapan sukarela (Studi Empiris pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, 2012). Apakah kepemilikan blockholder berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada bank yang terdaftar di BEI tahun 2012? Apakah kepemilikan institusional berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada bank yang terdaftar di BEI tahun 2012?
Apakah kepemilikan asing berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada bank yang terdaftar di BIE tahun 2012. Apakah karakteristik aset perusahaan (aset dalam negeri) berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada bank yang terdaftar di BIE tahun 2012. Apakah jumlah dana pihak ketiga berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan sukarela? deklarasi sukarela pada bank-bank yang terdaftar di BEI pada tahun 2012.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Penelitian
- Permasalahan Penelitian
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Memberikan atau menambah wawasan pembaca, civitas akademika, dan masyarakat umum mengenai komposisi kepemilikan umum perbankan di Indonesia serta mengembangkan pengetahuan mengenai tingkat pengungkapan sukarela perbankan di Indonesia. Sistematika penulisan ini dibuat untuk memudahkan pembahasan dan memberikan gambaran permasalahan yang akan dikaji.
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Bank
- Laporan Keuangan
- Definisi dan Ruang Lingkup Pengungkapan
- Pengungkapan Wajib ( )
- Pengungkapan Sukarela ( Voluntary Disclosure )
7 Lampiran Keputusan Bapepam dan LK Nomor: Kep-347/BL/2012 Tentang Penyajian dan Keterbukaan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Ketentuan mengenai kewajiban pengungkapan Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik diatur dalam Peraturan No. dengan laporan dalam bentuk dokumen elektronik (soft copy).
Laporan tahunan wajib diumumkan pada situs web Emiten atau Perusahaan Publik bersamaan dengan penyampaian laporan tahunan kepada Bapepam dan LK. Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik Terbatas menyampaikan laporan tahunan kepada Bapepam dan LK dalam batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan, maka Emiten atau Perusahaan Publik tersebut dikecualikan dari kewajiban menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada Bapepam dan LK, sebagaimana sepanjang laporan tahunan masih dalam bentuk asli sebagaimana dimaksud pada huruf c, laporan tahunan memuat laporan tahunan dalam bentuk aslinya. J. Laporan keuangan tahunan dalam laporan tahunan harus disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang telah diaudit.
Peraturan ini memuat ketentuan umum mengenai laporan keuangan, penyajian laporan keuangan, dan catatan atas laporan keuangan yang mewajibkan emiten atau perusahaan publik untuk menyajikan dan mempublikasikan laporan keuangan publikasi. Rekening tahunan adalah laporan rekening tahunan bank yang disusun berdasarkan standar akuntansi. Laporan keuangan publikasi triwulanan adalah laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan dan diterbitkan setiap triwulan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.
Bank yang merupakan bagian dari suatu kelompok usaha dan/atau bank yang mempunyai anak perusahaan wajib menyajikan laporan keuangan konsolidasi yang disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan. Laporan keuangan konsolidasi sebagaimana dimaksud pada ayat 18 (1) disajikan dalam Laporan Keuangan Tahunan dan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan. Investasi perbankan yang menimbulkan pengendalian, namun hanya bersifat sementara, dikecualikan dari penyusunan laporan keuangan konsolidasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 (1).
Bank yang merupakan bagian dari suatu kelompok usaha dan/atau Bank yang mempunyai Perusahaan Anak pada saat menyusun Laporan Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, selain menyajikan Laporan Keuangan Tahunan secara individual, juga wajib menyajikan Laporan Keuangan Tahunan secara konsolidasi. . Dalam hal suatu kelompok usaha tidak mempunyai Perusahaan Induk di Bidang Keuangan, cukup menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan Induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 (2) angka 3). Laporan Keuangan Konsolidasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) memuat antara lain: .. 3) Laporan perubahan ekuitas; dan 4) kewajiban dan kontinjensi.
Penelitian Terdahulu
Proporsi direktur biasa dalam dewan mempunyai pengaruh positif, proporsi anggota keluarga dalam dewan mempunyai pengaruh negatif, ukuran dewan dan kantor akuntan empat besar mempunyai pengaruh positif yang signifikan, anggota komite audit independen mempunyai pengaruh yang tidak signifikan secara statistik, pemisahan posisi CEO dan ketua dewan, kepemilikan pemerintah mempunyai pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Hasil penelitian efektivitas dewan, efektivitas komite audit, tingkat kompleksitas perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Untuk karakteristik aset, masalah keagenan dan dewan efektif mempunyai pengaruh negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap masalah keagenan perusahaan mempengaruhi tingkat pengungkapan sukarela.Variabel independen yang terakhir yaitu komite audit yang efektif tidak berpengaruh terhadap keagenan perusahaan. masalah.
Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan sukarela, sedangkan kepemilikan asing dan kepemilikan pemerintah tidak berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Kepemilikan manajerial berkorelasi negatif, kepemilikan blockholder berpengaruh positif namun tidak signifikan, kepemilikan pemerintah berkorelasi positif dengan tingkat pengungkapan sukarela.
Rerangka Pemikiran
Pengembangan Hipotesis
- Struktur Kepemilikan
- Karakteristik Aset Perusahaan ( Assets in Place )
- Dana Pihak Ketiga
- Kepemilikan Blockholder , Kepemilikan Pemerintah, Kepemilikan
Berdasarkan penelitian terdahulu, hipotesis yang dikembangkan adalah Kepemilikan Blockholder berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan sukarela bank. Didukung oleh penelitian Huafang dan Juanguo (2007) dan Hariandy (2010) yang menguji pengaruh Kepemilikan Pemerintah terhadap pengungkapan sukarela. Berdasarkan penelitian sebelumnya, hipotesis yang dikembangkan adalah kepemilikan pemerintah berpengaruh negatif terhadap tingkat pengungkapan sukarela bank.
Mereka menemukan bahwa pengaruh kepemilikan institusional terhadap pengungkapan sukarela berpengaruh negatif dan tidak signifikan dalam menjelaskan tingkat pengungkapan sukarela. Walaupun bukti yang ditemukan berbeda, namun hipotesis yang dikembangkan adalah kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela bank. Pernyataan Bogdan (2006) didukung oleh hasil penelitian Huafang dan Jiangu (2007) yang meneliti dampak kepemilikan asing terhadap pengungkapan sukarela perusahaan publik di China.
Meskipun bukti yang ditemukan beragam, namun hipotesis yang dikembangkan adalah kepemilikan asing berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela bank. Walaupun bukti yang ditemukan berbeda, namun hipotesis yang dikembangkan peneliti adalah karakteristik aset perusahaan (assets in place) berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela bank. Ho5 : Karakteristik aset perusahaan (asset in place) tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela bank.
Ho6 : Besarnya dana pihak ketiga yang dilaporkan bank tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela yang dilakukan bank. Ha6: Jumlah dana pihak ketiga yang dilaporkan bank berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela bank. Huafang dan Jianguo (2007) menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan sukarela.
Selanjutnya Luo et al, (2006) menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol untuk menjelaskan faktor-faktor penentu tingkat pengungkapan sukarela perusahaan.
METODOLOGI PENELITIAN
Objek Penelitian
Metode Pengumpulan Data
- Data yang dihimpun
- Metode Pengambilan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
Operasional Variabel
- Variabel Terikat ( Dependent Variable )
- Variabel Bebas ( Independent Variable )
- Variabel Pengendali ( Control Variable )
Metode Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Berganda
- Uji Hipotesis
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Analisis Hasil Penelitian
- Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
Analisis Regresi Berganda
Pengujian Hipotesis
- Koefisien Determinasi
- Uji t
- Uji Koefisien Regresi Simultan ( Uji F)
Implikasi Manajerial
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan terhadap 32 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Variabel kepemilikan blockholder tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012. Hasil ini disebabkan oleh pentingnya informasi yang terkandung dalam pengungkapan sukarela bank dalam Indonesia kurang begitu baik bagi investor blok karena pemegang saham menilai tambahan informasi atau pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan dianggap menimbulkan biaya yaitu biaya pengawasan dan biaya keagenan yang diperkirakan melebihi manfaat yang akan diperoleh.
Variabel kepemilikan negara tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012. Hal ini disebabkan karena negara sebagai investor mempunyai mekanisme pengawasan tersendiri, kecuali melalui evaluasi terhadap pengungkapan yang dilakukan perusahaan, yakni melalui hasil pemantauan dan evaluasi Bank Indonesia dan BAPEPAM-LK. Variabel kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012.
Variabel kepemilikan asing tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012. Hasil tersebut dikarenakan rata-rata kepemilikan asing sebesar 35,69% dan keberadaan investor asing belum memberikan dampak yang cukup terhadap praktik pengungkapan sukarela perusahaan pada industri perbankan di Indonesia. Variabel karakteristik aset tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012.
Hasil ini dikarenakan karakteristik aset perusahaan yang diukur dengan membagi aset tetap dengan total aset tidak mempengaruhi kebijakan perusahaan mengenai tingkat pengungkapan sukarela perusahaan dalam laporan tahunannya. Variabel jumlah dana pihak ketiga berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012. Sedangkan variabel kepemilikan blockholder, kepemilikan pemerintah, kepemilikan institusional, kepemilikan asing, karakteristik aset dan dana pihak ketiga berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. pada tahun 2010.
Variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahaan.
Saran
Selain itu, karena penelitian ini hanya dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun pengamatan, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah tahun pengamatannya agar hasil yang diperoleh lebih baik dan menggunakan variabel lain yang mempengaruhi tingkat pengungkapan sukarela, misalnya. : efisiensi dewan komisaris, komite audit atau kompleksitas . Sebagai badan usaha yang mempunyai fungsi menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit, diharapkan perusahaan perbankan lebih memperhatikan informasi yang disajikan dalam laporan tahunannya, karena informasi dalam laporan tahunan bersifat sangat penting bagi pengguna informasi, seperti: investor, pegawai, kreditur, debitur, pelanggan, pemerintah dan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya dalam mengambil keputusan. Jurnal Penelitian Keuangan dan Akuntansi Vol.4, No.4 2013 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan: Kep-347/BL/2012 tentang Penyajian dan Publikasi Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Nomor Peraturan Analisis pengaruh struktur kepemilikan, tingkat diversifikasi dan dana pihak ketiga terhadap tingkat pengungkapan sukarela (studi empiris pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009).
Pengaruh efektivitas dewan komisaris, komite audit, kompleksitas, karakteristik aset dan masalah keagenan perusahaan terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Analisis pengaruh struktur kepemilikan terhadap pengungkapan sukarela (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2007). Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan sukarela laporan tahunan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011.
Peraturan Bank Indonesia Nomor: 7/50/PBI/2005 tentang Laporan Berkala Bank Umum yang mewajibkan pelaporan pos-pos tertentu dalam laporan tahunan Bank. Pengaruh umur perusahaan, ukuran perusahaan dan porsi kepemilikan saham publik terhadap tingkat keterbukaan informasi dalam laporan tahunan perusahaan (studi terhadap 80 emiten yang masuk dalam Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia tahun 2008). 7 Bank Danamon Indonesia Tbk BDMN 8 Bank Ekonomi Raharja Tbk BAEK 9 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk SDRA 10 Bank ICB Bumi Putra Tbk BABP 11 Bank Internasional Indonesia Tbk BNII.
24 Bank Pundi Indonesia Tbk BEKS 25 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BBRI 26 Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk AGRO.