• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI POST OPERASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI POST OPERASI "

Copied!
84
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Meski dulunya Sectio Caesarea (SC) masih menjadi suatu hal yang menakutkan, namun persepsi tersebut mulai berubah seiring dengan berkembangnya kecanggihan kedokteran kebidanan. Dari data tersebut terdapat 83.447 kematian ibu di desa dan kelurahan, sedangkan di Puskesmas terdapat 9.825 kematian ibu dan 2.868 kematian ibu di rumah sakit. Secara umum pola persalinan sesar menurut karakteristik menunjukkan proporsi tertinggi pada kuintil indeks kepemilikan teratas (17,6%), tinggal di perkotaan (22,1%), bekerja sebagai pegawai negeri (33,6%) dan berpendidikan tinggi/lulus PT. . (33,2%) (Riskesdas, 201 (Kemenkes RI, 2018).

Operasi sectionio caesarea menimbulkan nyeri dan menyebabkan perubahan kontinuitas jaringan akibat pembedahan.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Dirgahayu mendapat informasi melalui indikator mutu kebidanan pada tahun 2018 bahwa capaian pertolongan persalinan sesar sebesar 58% sedangkan targetnya sebesar 20%. Untuk menganalisis pengaruh terapi musik klasik dalam menurunkan derajat nyeri pasca operasi caesar pasca operasi pada ibu nifas di ruang gema II.

Manfaat Penelitian

Keaslian Penelitian

Pengaruh penerapan terapi musik instrumental dan musik klasik terhadap nyeri pada perawatan luka pasca operasi di ruang Mawar RSUD Dr. Disunting bersama oleh Mangun Sumarso.

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

Reseptor nyeri yang dimaksud adalah nosiseptor, yaitu ujung saraf yang sangat longgar dan memiliki sedikit mielinisasi yang menyebar ke seluruh kulit dan selaput lendir, terutama organ dalam, persendian, dinding arteri, hati, dan kandung empedu. Rangsangan atau impuls nyeri yang dibawa oleh saraf aferen perifer ke sumsum tulang belakang dapat dimodifikasi sebelum ditransmisikan ke otak. Orang lanjut usia cenderung menyembunyikan rasa sakit yang dialaminya karena menganggap rasa sakit adalah hal yang wajar untuk dialami dan takut mengalami penyakit serius atau kematian jika rasa sakitnya dapat dikendalikan.

Masyarakat belajar dari budayanya bagaimana menyikapi rasa sakit (misalnya, suatu daerah menganut keyakinan bahwa rasa sakit adalah akibat yang harus diterima karena melakukan kesalahan, sehingga tidak mengeluh ketika ada rasa sakit). 3) Pengalaman masa lalu. Pada saat yang sama, ketika ada aktivitas yang menyebabkan rangsangan nyeri, terdapat kontrol pusat yang kuat atas respons nyeri yang dihasilkan (Kristiarini dan Latifa Education). Berat ringannya keluhan nyeri Pada penelitian ini klien diminta untuk menggambarkan nyeri yang dialaminya. terasa nyeri ringan, sedang, berat.

Nyeri yang terjadi akibat lesi pada sistem saraf tepi (misalnya pada neuropati diabetik, neuralgia postherpetik, radikulopati lumbal, dll) atau sentral (seperti nyeri setelah cedera tulang belakang, nyeri setelah stroke, dan nyeri multipel. sklerosis). Pasien diminta memilih kata atau frasa dari daftar kata yang ada yang menggambarkan karakteristik nyeri yang dirasakannya. Secara umum, pasien akan menggambarkan intensitas nyeri yang mereka rasakan dari 0 hingga 10. “0” menggambarkan tidak adanya nyeri, sedangkan “10” . menggambarkan rasa sakit yang parah.

Metode ini menggunakan garis sepanjang 10 cm yang menggambarkan kondisi dari tidak nyeri hingga nyeri sangat hebat. Distraksi adalah suatu teknik untuk mengalihkan perhatian Anda ke hal lain sehingga Anda melupakan rasa sakit yang Anda rasakan. Terapi musik klasik dapat mengatasi nyeri berdasarkan teori Gate Control, bahwa impuls nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanjang sistem saraf pusat.

Terapi muzik klasik melegakan seseorang, mewujudkan rasa aman dan sejahtera, melegakan perasaan gembira dan sedih, melegakan kesakitan dan merendahkan tahap tekanan (Musbikin, 2009).

Kerangka Teori

Kerangka Konsep

Hipotesis

METODE PENELITIAN

  • Jenis Dan Desain Penelitian
  • Waktu Dan Tempat
  • Populasi Dan Sampel
  • Variabel Penelitian
  • Definisi Operasional Variabel Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Uji Validitas Dan Reliabilitas
  • Analisa Data Penelitian
    • Jalannya Penelitian
  • Etika Penelitian

Gambaran intensitas nyeri pada pasien pasca operasi Sectio Caesaria sebelum dan sesudah intervensi Terapi Musik Klasik dan kelompok kontrol. Berdasarkan data gambaran intensitas nyeri pre-test kelompok intervensi terapi musik klasik pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa skor pre-test tertinggi adalah nyeri sedang pada 11 responden kelompok intervensi dan 11 responden kelompok kontrol. Berdasarkan data gambaran intensitas nyeri post test pada kelompok intervensi terapi musik klasik pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa skor post test tertinggi adalah nyeri ringan sebanyak 10 responden, sedangkan skor post test terendah adalah nyeri sedang sebanyak 5 responden. . responden untuk kelompok intervensi.

Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Ibu Nifas Di Ruang Echo 2 RS Dirgahayu Tahun 2020. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan dengan uji Wilcoxon Sign Rank test diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rasio intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi terapi musik klasik pada pasien pasca SC, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi terapi musik klasik efektif dan berpengaruh terhadap penurunan nyeri. skala nyeri pada pasien setelah SC. Pada penelitian ini, responden kelompok intervensi mendapatkan terapi musik klasik selama 15 menit untuk mengetahui perubahan intensitas nyeri pasca operasi caesar.

Hasil pengujian pengaruh pre-test dan post-test pada kelompok intervensi terapi musik klasik terhadap skala pengurangan nyeri menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan. Nilai signifikansi P 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh intervensi terapi musik klasik yang diberikan pada kelompok intervensi. Profesional kesehatan harus menggunakan terapi musik klasik sebagai terapi yang digunakan untuk mengobati nyeri pada pasien setelah SC.

Bagi peneliti lain, diharapkan hasil penelitian ini dapat mengetahui lebih lanjut pengaruh terapi musik klasik terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi caesar atau jenis operasi lainnya dengan jumlah responden yang lebih banyak. Setelah mendapat penjelasan dari peneliti, saya bersedia menjadi responden dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasca Operasi Caesar pada Ibu Nifas di Gema II Rs.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Berdasarkan tabel 4.1 diatas terlihat bahwa dari 30 responden, sebagian besar responden berada pada kelompok umur 20-35 tahun yaitu 13 responden (86,7%) pada kelompok intervensi dan 12 responden (80%) pada kelompok intervensi. kelompok kontrol. Berdasarkan tabel 4.2 di atas terlihat bahwa dari 30 responden, mayoritas responden berpendidikan SMA, yaitu 8 responden (53,3%) pada kelompok intervensi dan 10 responden (66,7%) pada kelompok kontrol. . Sedangkan sebaran pendidikan paling rendah terdapat pada kelompok tidak sekolah, SD, SMA, dan pasca sarjana masing-masing sebanyak 1 responden (6,7%) pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok berpendidikan SD dan diploma masing-masing sebanyak 1 responden (6,7%). %) untuk kelompok kontrol..

Berdasarkan tabel 4.3 diatas terlihat bahwa dari 30 responden sebagian besar mempunyai riwayat persalinan Sectio Caesaria dengan jumlah tertinggi pada kelompok responden yang mengalami persalinan Sectio Caesaria sebanyak 11 responden (73,3%) untuk intervensi. kelompok, dan 12 responden (80,0%) untuk kelompok kontrol. Sedangkan yang belum pernah mengalami persalinan Sectio Caesaria sebanyak 4 responden (26,7%) pada kelompok intervensi dan 3 responden (20,0%) pada kelompok kontrol. Berdasarkan tabel 4.4 diatas terlihat sebagian besar responden berada pada kategori nyeri sedang, yaitu kelompok intervensi sebanyak 11 responden (73,3%) dan kelompok kontrol.

Sisanya berada pada kategori nyeri berat sebanyak 4 responden (26,7%) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan tabel 4.5 diatas terlihat sebagian besar responden berada pada kategori nyeri ringan, kelompok intervensi sebanyak 10 responden (66,7%) dan kelompok kontrol sebanyak 2 responden (13,3%). Sisanya berada pada kategori nyeri sedang dengan jumlah 5 responden (33,3%) pada kelompok intervensi dan 13 responden (86,7%) pada kelompok kontrol.

Berdasarkan Tabel 4.6 diketahui data sebelum dan sesudah perlakuan mencapai nilai p < 0,000 sehingga dapat dikatakan data tidak berdistribusi normal, sehingga uji pengaruh menggunakan Wilcoxon Sign Rank. Berdasarkan Tabel 4.7, hasil uji pengaruh menggunakan Wilcoxon Sign Rank menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hubungan antar variabel dalam satu kelompok yaitu.

Pembahasan

Hal ini dikarenakan kelompok intervensi mendapatkan pengobatan terapi musik klasik yang bertujuan untuk meningkatkan toleransi terhadap nyeri, membuat rasa aman dan rileks, menurunkan ketegangan tubuh sehingga nyeri berkurang dan kelompok intervensi juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan menerima obat pereda nyeri. Hal ini sesuai dengan teori Gate Control yang menyatakan bahwa terapi musik klasik dapat mengatasi nyeri, bahwa impuls nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanjang sistem saraf pusat. Musik klasik sendiri juga dapat merangsang peningkatan hormon endorfin, yaitu zat mirip morfin yang diproduksi oleh tubuh, sehingga efek yang dapat terjadi adalah berkurangnya rasa sakit dan perasaan bahagia (Natalina, 2013).

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Rezki (2016) yang menyatakan bahwa terapi musik mempengaruhi intensitas nyeri pada pasien pasca operasi caesar di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi musik terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi caesar di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terapi musik klasik merupakan pengobatan nyeri non farmakologis yang dapat membantu mengurangi nyeri pasien, serta dapat dengan mudah dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja jika nyeri dirasakan.

Waktu pemberian terapi musik yang seharusnya 20-35 menit, terpaksa diberikan 15 menit karena terbatasnya waktu kontak dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian diatas dengan judul Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasca Operasi Sectio Caesaria Pada Ibu Nifas Di Ruang Echo II RSUD Dirgahayu Samarinda Tahun 2020 yang dilakukan pada bulan Mei 2020 selama satu bulan dengan sampel sebanyak 30 responden. memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan telah dianalisis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Intensitas nyeri sebelum dilakukan pengujian berada pada kategori nyeri sedang 11 responden (73,3%) pada kelompok intervensi dan 11 responden (73,3%) pada kelompok kontrol kelompok.

Intensitas nyeri setelah dilakukan pengujian masuk kategori nyeri ringan sebanyak 10 responden (66,7%) pada kelompok intervensi dan nyeri sedang sebanyak 13 responden (86,7%) pada kelompok kontrol. Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi caesar di rumah sakit daerah.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Pendidikan dengan jumlah terbanyak adalah kelompok SMA dengan jumlah 8 responden (53,3%) pada kelompok intervensi dan 10 responden (66,7%) pada kelompok kontrol. Sedangkan jumlah kelahiran Sectio Caesaria terbanyak pada kelompok responden yang pernah mengalami persalinan Sectio Caesaria yaitu 11 responden (73,3%) pada kelompok intervensi dan 12 responden (80,0%) pada kelompok kontrol. Bagi RS Dirgahayu Samarinda sebagai tempat penelitian diharapkan mempertimbangkan penetapan SOP terapi musik klasik sebagai alternatif manajemen nyeri.

Pasalnya terapi musik klasik terbukti efektif menurunkan intensitas skala nyeri pasien pasca SC. Saya memahami bahwa penelitian ini tidak merugikan saya dan keluarga dan semua informasi yang diberikan dijamin kerahasiaannya. Saya memahami pula bahwa hasil penelitian ini akan menjadi masukan bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di bidang kebidanan, oleh karena itu jawaban yang saya berikan adalah jawaban yang tepat.

Saya telah diberikan penjelasan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian ini dan telah mendapat penjelasan yang memadai, berdasarkan hal tersebut saya menyatakan dengan sukarela menjadi responden dan berpartisipasi aktif dalam penelitian ini. 10 Tetapkan perubahan yang diinginkan dalam perilaku dan/atau fisiologi seperti relaksasi, stimulasi, konsentrasi dan pengurangan rasa sakit. Definisi : Pemanfaatan kemampuan musik dan unsur musik oleh terapis kepada klien Tujuan : Mengurangi tingkat nyeri.

Verbal Rating Scale (VRS)

Numerical Rating Scale (NRS)

Visual Analogue Scale (VAS)

Wong Baker Faces Pain Rating Scale

Kerangka Teori

Kerangka Konsep

Rancangan Penelitian

Jalannya Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Intensitas Nyeri Persalinan Ibu Primigravida Kala 1 Fase Aktif Sebelum dan Sesudah Diberikan Effleurage Massage Dan Terapi Musik Klasik Mozart Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa