• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh transparansi terhadap kualitas pelayanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh transparansi terhadap kualitas pelayanan"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

Pengaruh transparansi terhadap kualitas pelayanan pada pelayanan terpadu satu pintu investasi dan pelayanan ketenagakerjaan di Kabupaten Barru. Pengaruh transparansi terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Barru sebesar 88% dan disimpulkan pengaruhnya positif dan signifikan.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Seberapa baik transparansi pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru. Seberapa baik kualitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

  • Manfaat Praktis
  • Definisi Transparansi

Kristianten mengatakan transparansi merupakan keterbukaan pemerintah dalam memberikan informasi terkait kegiatan pengelolaan sumber daya publik kepada pihak yang memerlukan, yakni masyarakat. Berdasarkan penjelasan yang telah diketahui, prinsip transparansi yang dimaksud dalam penelitian yang akan dilakukan adalah keterbukaan informasi yang mudah dipahami masyarakat tentang pelayanan.

Konsep Kualitas Pelayanan 1. Definisi Kualiatas Pelayanan

  • Dimensi Kualitas Pelayanan

Dalam mengukur kualitas pelayanan publik, berikut peneliti memberikan penjelasan mengenai pengertian kualitas pelayanan menurut para ahli yang berbeda-beda. Konsep “RATER” kualitas pelayanan sebenarnya untuk membentuk sikap dan perilaku penyedia layanan untuk memberikan suatu bentuk layanan yang kuat dan mendasar, untuk mewujudkan evaluasi berdasarkan kualitas layanan yang diterima.

Pengaruh Transparansi terhadap Kualitas Pelayanan

Ain (2011) dalam penelitian berjudul “Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus Pada UPPD Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat Wilayah XII Subang)”. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang relevan, penjelasan tersebut membuktikan adanya pengaruh transparansi terhadap kualitas pelayanan seperti yang telah diketahui.

Kerangka Pikir

Kualitas pelayanan dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan pegawai Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan di Kabupaten Barru. Peningkatan kualitas pelayanan di bidang penanaman modal dan one stop shop pelayanan terpadu di Kabupaten Barru.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir

Definisi Operasional

  • H O : Transparansi memengaruhi Kualitas Pelayanan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru

Keterbukaan proses yaitu adanya publikasi kepada pihak-pihak yang memerlukan untuk proses kegiatan di Departemen yang akan diselidiki, antara lain: .. 1) Adanya publikasi yang berkaitan dengan tata cara penyusunan rencana 2) Keterbukaan menerima partisipasi masyarakat. Kerangka peraturan yang menjamin transparansi adalah penyedia layanan menjalankan prosedur penegakan hukum sesuai dengan Departemen yang disebutkan sebelumnya, yaitu penyediaan sistem informasi. Daya Tanggap (Respon/Responsif), yaitu kemampuan pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pekerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru dalam membantu nasabah dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat, yang terdiri dari indikator: . 1) Respon terhadap setiap pelanggan/pemohon yang ingin menerima pelayanan 2) Ketepatan dan ketepatan waktu petugas dalam pelayanan pelanggan 3) Petugas membantu pelanggan mendapatkan informasi dan memberikan respon.

Transparansi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pelayanan Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Kabupaten Barru telah mencapai 60% dari kriteria ideal. Mutu pelayanan pada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Teepadu dan Penanaman Modal Energi Kabupaten Barru telah mencapai 60% dari kriteria ideal. HO : Transparansi mempengaruhi kualitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Modal dan Ketenagakerjaan Kabupaten Barru, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Modal dan Ketenagakerjaan Kabupaten Barru sebesar 60%.

HI : Transparansi mempengaruhi kualitas pelayanan pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan di Kabupaten Barru kurang lebih 60%. Penelitian ini dilaksanakan pada Pelayanan Terpadu Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Kabupaten Barru. Sebab pada Pelayanan Terpadu Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan di Kabupaten Barru, kualitas pelayanan dan keterbukaan masih perlu ditingkatkan.

Jenis dan Tipe Penelitian

Sumber Data

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Jadi, 58 orang tersebut akan menjadi sampel penelitian sekaligus responden penelitian yang nantinya akan disebarkan kuesionernya.

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan instrumen penelitian berupa kisi-kisi instrumen penelitian yang dibuat oleh peneliti, maka teknik pengumpulan data yang dipilih adalah dengan menggunakan angket. Dalam penelitian ini akan digunakan kuesioner berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup yang akan membantu 58 responden di lokasi penelitian untuk menjawab dan mengisi kuesioner secara sederhana dan cepat, sekaligus memudahkan analisis peneliti. dari data pada semua kuesioner yang kemudian dikumpulkan. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan bentuk checklist dimana responden cukup memberi tanda centang (√) pada tempat yang tersedia.

Nilai-nilai variabel yang diukur dengan instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka, sehingga lebih akurat, efisien dan komunikatif. Uji validitas dilakukan untuk mengecek keakuratan/validitas angket penelitian dan uji reliabilitas dilakukan untuk pengujian. Kuesioner yang valid dan reliabel dengan segala buktinya dapat digunakan untuk pengukuran sebagai bagian pengumpulan data.

Tabel 3.1. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Tabel 3.1. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

Teknik Analisis Data

Teknik analisis regresi sederhana digunakan untuk melihat pengaruh variabel Transparansi terhadap variabel Kualitas Pelayanan. Ini juga digunakan untuk membuat persamaan dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat prediksi.

Tabel 3.2. Kriteria Jawaban Responden
Tabel 3.2. Kriteria Jawaban Responden

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

  • Struktur Organisasi

Bagian pemrosesan kemudian bertemu dengan tim teknis untuk memutuskan apakah permohonan izin memerlukan kunjungan lapangan atau tidak. Untuk permohonan izin yang menurut tim teknis tidak memerlukan kunjungan lapangan, atau permohonan izin disertai presentasi dari camat/lurah, yaitu. Apabila permohonan ditolak, permohonan izin dikembalikan kepada pemohon disertai alasan penolakan pengurusan izin melalui DPPTSP dan TK.

Atas permohonan izin yang diberikan, Tim Teknis akan menghitung besaran biayanya dan menetapkannya dalam Surat Penetapan Biaya Daerah (SKRD) yang dilampirkan pada Kepala DPPTSP dan TC disertai surat rekomendasi Tim Teknis. Surat izin yang telah dicetak didaftarkan kemudian diserahkan kepada Kepala DPPTSP dan TC untuk ditandatangani. Izin yang telah ditandatangani selanjutnya diarsipkan dan dikirim kembali ke Front Office melalui petugas pemberi izin untuk diserahkan kepada pemohon.

Hasil pelaksanaan pemeriksaan lapangan dituangkan dalam Berita Acara Tinjauan Lapangan (BAPL) yang merupakan salah satu lampiran rekomendasi Tim Teknis. Apabila permohonan ditolak, maka permohonan izin akan dikembalikan kepada pemohon disertai alasan penolakan pengurusan izin melalui Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal. Atas permohonan izin yang diberikan, Tim Teknis akan menghitung besaran pajaknya dan menetapkannya dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKRD) terlampir.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi 5. Alur Pelayanan Perizinan
Gambar 4.1 Struktur Organisasi 5. Alur Pelayanan Perizinan

Pemohon Izin

Petugas ftont office

Back Office/

Petugas administrasi

Kepala sub bagian TU

TIM TEKNI

Jenis dan Waktu Penyelesaian Pelayanan Perizinan Retribusi dan Non Retribusi

Pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru terdapat 9 jenis izin usaha dengan waktu penyelesaian pekerjaan masing-masing baik retribusi maupun non retribusi. Tanda Daftar Usaha (TDP) 3 (tiga) hari kerja 04 Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) 5 (lima) hari kerja.

Hasil Penelitian

  • Karakteristik Responden
  • Hasil Uji Validitas dan Rellilabilitas
  • Hasil Uji Variabel Transparansi
  • Hasil Uji Variabel Kualitas Pelayanan 1. Reliability (Keandalan)
  • Analisis secara Parsial Pengaruh Indikator Variabel Transparansi terhadap Variabel Kualitas Pelayanan pada Dinas Penanaman Modal
  • Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana a. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana

Sedangkan pada subindikator tersedianya mekanisme yang memudahkan pertanyaan masyarakat, sebanyak 8,6% (5 orang) menjawab tidak setuju sepenuhnya, 17,25 orang atau 10 orang menjawab tidak setuju, dan 19% responden menjawab ragu-ragu. Sedangkan pada subindikator terdapat mekanisme yang memfasilitasi pertanyaan masyarakat, sebanyak 44,8% (26 orang) menjawab tidak setuju sepenuhnya, 19% atau 11 orang menjawab tidak setuju, dan jumlah jawaban ragu-ragu sama banyaknya dengan responden. Pada sub indikator waktu pelayanan dan kedisiplinan pegawai sebanyak 19% atau 11 orang sangat tidak setuju, 8,6% responden menjawab kurang setuju. 5 orang), yang menjawab tidak yakin 0% atau 0 orang, dan yang menjawab setuju sebanyak 8,6% atau 5 orang, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 63,8% atau 37 orang.

Sedangkan pada subindikator syarat jaminan kemudahan pelayanan sebanyak 13,8% (8 orang) menjawab sangat tidak setuju, 13,8% atau 8 orang menjawab kurang setuju, 0% atau 0 responden dengan jawaban ragu-ragu menjawab setuju, 29,3% atau. Pada sub indikator jaminan keamanan biaya pelayanan, responden sangat tidak setuju sebanyak 8,6% atau menjawab 5 orang, responden menjawab tidak setuju sebanyak 15,6% (9 orang), dan menjawab ragu sebanyak 3,4% atau 2 orang. , dan 44,8% atau 26 orang menjawab setuju, sedangkan 27,6% atau 16 orang menjawab sangat setuju. Sedangkan 3,4% (2 orang) menjawab sangat dan tidak setuju pada subindikator jaminan keamanan waktu selesai layanan, 13,8% atau 8 orang menjawab tidak setuju, 12,1% atau 7 responden menjawab ragu. 22,4% atau 13 orang setuju. dan 48,3% menjawab sangat setuju.

Sedangkan pada subindikator kenyamanan tempat pelayanan sebanyak 12% (7 orang) menjawab sangat tidak setuju, 8,6% atau 5 orang menjawab kurang setuju, 6,9% atau 4 orang responden menjawab ragu atau setuju. 6,9% atau 4 orang dan yang menjawab sangat setuju 65,6% atau 38 orang. Pada sub indikator kebersihan ruang pelayanan terdapat 13,8% responden sangat tidak setuju atau menjawab 8 orang, 12% responden tidak setuju (7 orang), 3,4% atau 2 orang menjawab ragu, dan yang menjawab 3,4% atau 2 orang menjawab setuju. , sedangkan yang menjawab sangat setuju sebanyak 67,2% atau 39 orang. Pernyataan responden dari indikator Empati/Peduli dengan sub indikator petugas yang melayani dengan sikap ramah, sebanyak 10,3% atau 6 orang menjawab sangat tidak setuju, 13,7% responden menjawab kurang setuju (8 orang), yang menjawab kurang yakin 3,4% atau seluruhnya 2 orang dan yang menjawab setuju sebanyak 8,6% atau 5 orang, sedangkan yang menjawab sangat setuju sebanyak 63,7% atau 37 orang.

Sedangkan pada subindikator “petugas yang melayani dengan sikap sopan” sebanyak 12% (7 orang) menjawab sangat dan sangat tidak setuju. Pernyataan responden Indikator Ketanggapan dengan sub indikator menanggapi setiap pemohon yang ingin menerima layanan yang menjawab: sangat tidak setuju 12% atau sebanyak 7 orang, responden yang menjawab tidak setuju 13,8% (8 orang), yang menjawab ragu-ragu 0 % atau ada 0 orang, dan 8,6% atau 5 orang menjawab setuju, sedangkan 65,5% atau 38 orang menjawab sangat setuju.

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Transparansi
Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Transparansi

Pembahasan

  • Variabel Transparansi (X)
  • Variabel Kualitas Pelayanan (Y)
  • Pengaruh Variabel Transparansi (X) terhadap Variabel Kualitas Pelayanan (Y)

Berdasarkan hasil tersebut maka H0 ditolak dan HI diterima. Artinya transparansi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Barru. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil penelitian pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru. Kualitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru berdasarkan hasil kriteria tanggapan responden menunjukkan kategori cukup baik.

Berdasarkan nilai perhitungan penjumlahan konsisten dengan indikator Kualitas Pelayanan yaitu daya tanggap, keamanan, tangibilitas, sensitivitas dan keandalan. Setelah dilakukan penelitian maka dapat dikatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan transparansi terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru. Indikator pertama menunjukkan bahwa ketersediaan aksesibilitas dokumen, akuntabilitas, jaminan, bukti langsung, sensitivitas dan keandalan merupakan indikator kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Parasuraman (2001).

Berdasarkan pendapat ahli dan hasil penelitian pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru yang menyatakan terdapat pengaruh transparansi terhadap kualitas pelayanan, hal serupa juga diungkapkan Umar (Ain) bahwa dalam konsep manajemen yang baik. Prasyarat tercapainya pelayanan publik yang berkualitas juga memerlukan pentingnya keterbukaan. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa transparansi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru sebesar kurang atau lebih dari 60%. Berikut Tabel Kuesioner Pernyataan Responden Pengunjung Dinas Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Barru.

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Tabel 3.1. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Tabel 3.2. Kriteria Jawaban Responden
Gambar 4.1 Struktur Organisasi 5. Alur Pelayanan Perizinan
+7

Referensi

Dokumen terkait

NO NAMA NIM PS GELAR TGL LULUS SMT 1 Hafid Kurnia Alam 0610323083 Ilmu Administrasi Bisnis Niaga Sarjana Administrasi Bisnis S.AB 18 Januari 2013 Ganjil 2 Andrey Satya Darmawan