PENGARUH UNSUR MANAJEMEN PERUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN KELEMBAGAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-. PENGARUH UNSUR CORPORATE GOVERNANCE DAN KEPEMILIKAN INSTITUSI TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021". Nurul Setianingrum, SE, M.M., 2022 : Pengaruh Unsur Corporate Governance Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Profitabilitas Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional secara parsial maupun simultan terhadap profitabilitas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Sehingga peneliti memberi judul penelitian ini “Pengaruh Unsur Corporate Governance dan Kepemilikan Institusional Terhadap Profitabilitas Perusahaan Bank Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode”.
Rumusan Masalah
Sektor keuangan mempunyai kapitalisasi pasar terbesar pertama, sehingga peneliti tertarik untuk menggunakan subsektor perbankan sebagai subjek penelitian. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Mutia Handayani dengan judul Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Apakah unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional berpengaruh secara simultan terhadap profitabilitas emiten perbankan Indonesia periode 2017-2021.
Untuk menguji secara parsial pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Untuk menguji pengaruh elemen tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional secara simultan terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di pasar saham Indonesia periode tersebut.
Manfaat Penelitian
Untuk menguji pengaruh elemen tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional secara parsial terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di Indonesia. 28Hasnati, Komisaris Independen dan Komite Audit Badan Perusahaan Berperan Mewujudkan Good Corporate Governance di Indonesia (Yogyakarta: Absolute Media, 2014), 63. Komite Audit adalah komite yang dibentuk dan bertanggung jawab kepada Direksi yang mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab untuk memastikan prinsip – prinsip tata kelola perusahaan yang baik diterapkan secara konsisten. 31.
29 Hasnati, Komisaris Independen dan Komite Audit Badan Perusahaan Berperan Mewujudkan Good Corporate Governance di Indonesia (Yogyakarta: Absolute Media. Berdasarkan definisi operasional tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak elemen tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional terhadap profitabilitas perusahaan perbankan.
Asumsi Penelitian
Metode Penelitian
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
- Analisa data
Penelitian kuantitatif ini berlandaskan pada filsafat positivisme yang digunakan untuk meneliti suatu populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian, analisis data kuantitatif statistik yang tujuannya untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.43 Penelitian ini bersifat kuantitatif tergolong dalam jenis penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang tujuannya untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.44. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional terhadap profitabilitas perusahaan perbankan. Populasinya juga tidak hanya berupa jumlah objek/entitas yang diteliti, namun mencakup seluruh karakteristik objek/entitas tersebut.46 Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2017-2021 .
Sampel adalah sebagian dari jumlah populasi dan karakteristiknya.47 Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. 64 Eddy Roflin dkk, Analisis Korelasi dan Regresi (Pekalongan: PT. berpengaruh terhadap variabel dependen. 65 Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: .. Ha= Secara parsial unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap profitabilitas.
Sistematika Pembahasan
Ho = sedangkan unsur Corporate Governance dan Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. 3) Koefisien determinasi atau uji R-squared (R²). Jika nilai R² semakin mendekati 1 maka kontribusi variabel independen dalam menentukan perubahan nilai variabel dependen menjadi lebih baik.68. Bab ini membahas mengenai penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan dan kajian teori yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan dan kajian teori.
Kajian Kepustakaan. Bab ini membahas tentang kajian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan dan kajian teori yang yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan dan kajian teori yang
Kajian Teori
- Pengertian Corporate Governance
- Kepemilikan Institusional
- Profitabilitas
80 Hasnati, komisaris independen dan komite audit pada badan perusahaan yang berperan dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia, (Yogyakarta: Absolute Media, 2014), 63. 88 Hasnati, komisaris independen dan komite audit pada badan perusahaan yang berperan dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia, (Yogyakarta: Absolute Media, 2014), 4. 91 Hasnati, komisaris independen dan komite audit pada badan perusahaan yang berperan dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia, (Yogyakarta: Absolute Media, 2014), 77.
93 Hasnati, Komisaris Independen dan Komite Audit Badan Perusahaan Berperan Mewujudkan Good Corporate Governance di Indonesia, (Yogyakarta: Absolute Media, 2014), 78. Memiliki 136 cabang utama, 1105 cabang, 70 KCP keliling, 1 non regional kantor dan kantor perwakilan di Singapura dan Hong Kong. Danamon mengoperasikan jaringan distribusi yang luas dari Aceh hingga Papua dengan sekitar 864 cabang dan outlet layanan yang terdiri dari cabang konvensional, unit syariah, dan jaringan cabang Adira.
Penyajian Data
- Uji statistik deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Regresi Linier Berganda
- Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas terlihat bahwa nilai Variance Inflation Factors (VIF) variabel elemen tata kelola perusahaan yang diukur dengan indikator komisaris independen sebesar 1,135 < 10, dan nilai toleransi sebesar 0,881 > 0,1. Seluruh variabel elemen tata kelola perusahaan dan variabel kepemilikan institusional yang diukur dengan indikator tersebut menunjukkan nilai variance inflasi faktor (VIF) kurang dari 10 dengan nilai toleransi lebih besar dari 0,1. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas di atas terlihat bahwa nilai karakteristik variabel unsur manajemen perusahaan yang diukur dengan indikator komisaris independen adalah sebesar 0,088.
Seluruh variabel elemen tata kelola perusahaan dan variabel kepemilikan institusional yang diukur dengan indikator-indikator tersebut menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas terlihat bahwa nilai Variance Inflation Factors (VIF) variabel elemen tata kelola perusahaan yang diukur dengan indikator komisaris independen sebesar 1,137 < 10, dan nilai toleransi sebesar 0,880 > 0,1. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas di atas terlihat bahwa nilai karakteristik variabel elemen tata kelola perusahaan yang diukur dengan indikator komisaris independen adalah sebesar 0,133.
Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elemen tata kelola perusahaan yang diukur dengan indikator Komisaris Independen terhadap profitabilitas dengan indikator ROA, hasilnya menunjukkan nilai signifikansi 0,742 > 0,05 dan nilai signifikansi Komisaris Independen terhadap ROE . adalah 0,100 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan berpengaruh. Kepemilikan institusional simultan terhadap profitabilitas diukur dengan indikator ROA, hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 atau nilai F hitung 18,576 > F tabel 2,44. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional terhadap profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA berpengaruh signifikan dan dinyatakan diterima.
Pengujian hipotesis dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Sig pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional sekaligus terhadap profitabilitas yang diukur dengan indikator ROE, hasilnya menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau F hitung nilainya 15,953 > 2,44. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional terhadap profitabilitas yang diukur dengan indikator ROE mempunyai pengaruh yang signifikan dan dinyatakan diterima. Sementara itu, unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA dan ROE.
Berdasarkan hasil pengujian di atas diketahui koefisien determinasi sebesar 0,349 yang berarti besarnya pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional secara bersamaan terhadap profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA adalah sebesar 34,9%, dan sisanya 65,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Berdasarkan pengujian di atas diketahui koefisien determinasi sebesar 0,320 yang berarti besarnya pengaruh unsur tata kelola perusahaan dan kepemilikan institusional terhadap profitabilitas yang diukur dengan indikator ROE adalah sebesar 32%.
Pembahasan
- Komisaris Independen terhadap Profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA dan ROE
- Direksi terhadap Profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA dan ROE
- Komite Audit terhadap Profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA dan ROE
- Kepemilikan Institusional terhadap Profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA dan ROE
- Komisaris Independen, Direksi, Komite Audit dan Kepemilikan Institusional terhadap Profitabilitas yang diukur dengan indikator
Auditor independen untuk profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA dan ROE. Diketahui nilai signifikansi komisaris independen terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA sebesar 0,742 > 0,05 dan nilai signifikansi komisaris independen terhadap ROE sebesar 0,100 > . Komisaris Independen yang tidak berpengaruh terhadap profitabilitas dapat terjadi karena kurang terlaksananya fungsi pengawasan Komisaris Independen atau keberadaan Komisaris Independen pada suatu perusahaan masih sebatas memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). .
Diketahui nilai signifikansi Dewan Direksi terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai signifikansi Dewan Direksi terhadap ROE sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan hipotesis diterima atau terdapat dampak yang signifikan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Jeli Makrifat (2019) yang menyatakan bahwa Dewan Direksi berpengaruh terhadap profitabilitas. Diketahui nilai signifikansi Komite Audit terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA sebesar 0,609 > 0,05 dan nilai signifikansi Komite Audit terhadap ROE sebesar 0,480 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan hipotesis ditolak atau tidak terdapat signifikansi. berdampak pada profitabilitas.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Jeli Makrifat (2019) yang menyatakan bahwa Komite Audit tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Diketahui nilai signifikansi Kepemilikan Institusional terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA sebesar 0,581 > 0,05 dan nilai signifikansi Komite Audit terhadap ROE sebesar 0,306 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan hipotesis ditolak atau tidak terdapat pengaruh signifikan. pada Profitabilitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vicky Praleo (2021) yang menyatakan bahwa Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas.
Komisaris Independen, Direksi, Komite Audit dan Kepemilikan Institusional terhadap Profitabilitas yang diukur dengan indikator Institusional terhadap Profitabilitas yang diukur dengan indikator ROA dan ROE. Sedangkan terdapat pengaruh antara indikator komisaris independen, direksi, komite audit dan kepemilikan institusional terhadap ROA. Sedangkan terdapat pengaruh antara indikator komisaris independen, direksi, komite audit dan kepemilikan institusional terhadap ROE.
Saran
Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. 7 Januari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga dan Bank MNC Internasional periode 2017 hingga 2021.
11 Januari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank Capital Indonesia dan Bank Central Asia tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. 19 Januari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Negara tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. 23 Januari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank J Trust Indonesia dan Bank Danamon Indonesia tahun 2017 hingga tahun 2021.
27 Januari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank Pembangunan Daerah Banten dan Bank QNB Indonesia tahun 2017 hingga 2021. 5 Februari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank CIMB Niaga dan Bank Maybank Indonesia tahun 2017-2021 . 14 Februari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank India india dan Bank BTPN tahun 2017 hingga tahun 2021.
17 Februari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank Victoria International dan Bank Artha Graha International tahun 2017-2021. 20 Februari 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank Mayapada International dan Bank China Construction tahun 2017-2021. 27 Feb 2021 Mencari data laporan keuangan tahunan Bank Pan Indonesia dan Bank Woori Brother Indonesia 1960 tahun 2017 sampai dengan tahun 2021.