• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH VARIASI JARAK SPRINKLER DAN VARIASI DEBIT POMPA TERHADAP LUAS DAN DISTRIBUSI IRIGASI

N/A
N/A
Udin Ganteng

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH VARIASI JARAK SPRINKLER DAN VARIASI DEBIT POMPA TERHADAP LUAS DAN DISTRIBUSI IRIGASI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH VARIASI JARAK SPRINKLER DAN VARIASI DEBIT POMPA TERHADAP LUAS DAN DISTRIBUSI

IRIGASI

The Effect of Sprinkler Distance Variations and Pump Debit Variations on Width and Distribution of Irrigation

TugasAkhir

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Jurusan Teknik Sipil

Oleh :

MADE ANGGITHA DEWI F1A 016 094

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MATARAM

2020

(2)
(3)
(4)

PENGARUH VARIASI JARAK SPRINKLER DAN VARIASI DEBIT POMPA TERHADAP LUAS DAN DISTRIBUSI IRIGASI

Made Anggitha Dewi

1)

, IDG Jaya Negara

2)

, Ida Bagus Giri Putra

2)

1)Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram 2)Dosen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

INTISARI

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian.

Daerah perkotaan dengan lahan sedikit memerlukan teknologi irigasi yang dapat membantu mengairi tanaman dengan sumber air yang harus dimanfaatkan secara efektif. Seiring berkembangnya jaman banyak tipe-tipe sprinkler dipasaran yang dapat digunakan seperti sprinkler mini tipe Meganet 24D Netafim. Sprinkler ini dibandingkan sprinkler lain lebih mudah dibawa, mudah pemasangannya, dan dari segi harganya terjangkau. Sehingga merupakan sprinkler praktis dan ekonomis.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui koefisien keseragaman irigasi sprinkler dengan jarak antar sprinkler dan debit yang bervariasi pada durasi waktu 15 menit. Mengetahui radius pancaran dan luasan irigasi yang dicapai dan mengetahui distribusi irigasi pada durasi waktu irigasi 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit.

Dari hasil penelitian, keseragaman yang diperoleh melebihi 85% dengan Cu tertinggi pada jarak antar sprinkler 2,5m dengan Qp 0,56 l/dt kemudian diikuti berturut turut semakin menurun Cu nya tetapi masih melebihi 85% untuk Qp yang lebih kecil sehingga merupakan efesiensi irigasi sprinkler yang tergolong tinggi, tetapi untuk jarak antar sprinkler 4m pada Qp 0,51 l/dt dan 0,42 l/dt hasil Cu kurang dari 85% sehingga efisiensi irigasi sprinkler rendah.

Radius pancaran yang dihasilkan pada berbagai variasi jarak anatar sprinkler dan variasi debit pompanya menunjukan bahwa semakin besar debit yang digunakan maka jarak pancar yang dihasilkan akan semakin jauh, dan sedangkan jika debit pompanya kecil maka jarak pancarannya menjadi lebih kecil. Distribusi irigasinya menghasilkan volume yang memiliki besaran yang beragam tersebar pada masing-masing titik. Volume yang terbesar berada pada titik yang dekat dengan sprinkler.

Kata kunci : Irigasi sprinkler, Koefisien Keseragaman, Radius Pancaran, Distribusi Irigasi.

(5)

I. PENDAHUUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi penduduk besar dengan tren pertumbuhan penduduk positif setiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin membuat jumlah penduduk berkembang sehingga kebutuhan berkembang pula. Salah satunya kebutuhan lahan, semakin banyak lahan yang dipergunakan untuk pembangunan dan semakin sedikit lahan untuk pertanian apalagi di daerah perkotaan. Hal ini disebabkan karena daerah yang telah menjadi perkotaan mengalami penurunan jumlah lahan untuk pertanian produktif sementara jumlah penduduknya semakin banyak. Keterbatasan lahan pertanian produktif tersebut dapat semakin menurunkan produksi bahan makanan di daerah tersebut. Selanjutnya, penurunan produksi tersebut dapat meningkatkan impor bahan makanan.

Dalam pemenuhan kebutuhan lahan pertanian produktif diperlukan metode irigasi yang dapat digunakan agar pemenuhan air tanaman untuk meningkatkan produktifitas dapat dilakukan, salah satunya dengan menggunakan irigasi sprinkler. Sistem irigasi sprinkler dapat memberikan efisiensi dan efektifitas yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Hal ini dapat terwujud jika system irigasi sprinkler dapat dirancang dengan tepat, penggunaan yang teratur dan sesuai dengan jumlah kebutuhan serta waktu pemberian air (Hansen et al., 1992).

Seiring berkembangnya jaman sudah banyak model ataupun tipe-tipe sprinkler dipasaran yang dapat digunakan. Pada penelitian ini digunakan sprinkler mini tipe Meganet 24D Netafim. Sprinkler Mini Meganet 24D Netafim dibandingkan dengan sprinkler yang lain ukurannya kecil sehingga mudah dibawa dan mudah pemasangannya, sprinkler mini ini terbuat dari bahan anti UV sehingga tahan terhadap kondisi lingkungan apapun dan bahan- bahan kimia yg digunakan pada pertanian, dan yang terpenting springkler ini dari segi

harganya terjangkau. Sehingga merupakan sprinkler yang praktis dan juga ekonomis.

Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukanlah penelitian menggunakan irigasi sprinkler mini ini dengan diharapkan dapat diperoleh cara pemberian irigasi yang efisien dan efektif sehingga mendapatkan keseragaman irigasi, distribusi irigasi, jarak pancaran dan luasan lahan yang dapat dicapai oleh sprinkler dengan memperhatikan variasi jarak antar sprikler dan variasi debit pompa yang akan diberikan. Maka dari itu dilakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Variasi Jarak Sprinkler dan Variasi Debit Pompa Terhadap Luas dan Distribusi Irigasi”.

2.1 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, permasalahan yang muncul dilokasi penelitian adalah:

1. Berapakah koefisien keseragaman irigasi sprinkler dengan jarak antar sprinkler dan debit yang bervariasi?

2. Berapakah radius pancaran dan luasan irigasi yang dicapai dengan jarak anatar sprinkler dan debit yang bervariasi?

3. Berapakah distribusi irigasi pada masing-masing titik dengan jarak antar sprinkler dan debit yang bervariasi?

2.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui koefisien keseragaman

irigasi sprinkler dengan jarak antar sprinkler dan debit yang bervariasi.

2. Mengetahui radius pancaran dan luasan irigasi yang dicapai dengan jarak anatar sprinkler dan debit yang bervariasi.

3. Mengetahui distribusi irigasi pada masing-masing titik dengan jarak antar sprinkler dan debit yang bervariasi.

2.3 Batasan Penelitian

Agar masalah – masalah dapat dikaji dengan terarah dan mendalam, maka perlu diberi batasan masalah sebagai berikut :

1. Penelitian berlokasi pada lahan pertanian di Rembiga Kota Mataram;

(6)

2. Tidak menganalisa kebutuhan air tanaman;

3. Hamparan lahan yang diuji luasnya 16 m x 6 m atau ±0,96 are;

4. Sprinkler yang digunakan adalah sprinkler mini Meganet 24 D Netafim;

5. Digunakan pompa shimizu PS 121 BIT;

6. Pemasangan sprinkler dengan menggunakan variasi jarak anatar sprinkler 2,5m; 3m; 3,5m; dan 4m;

7. Variasi debit pompa diperoleh dari pengujian debit pompa dengan menggunakan bukaan stopkran yaitu bukaan 90° (bukaan penuh pada stopkran); 70°; 50° dan 30°;

8. Pipa yang digunakan pvc 3/4” dan 1/2”;

9. Air diperoleh dari air sungai yang berada di dekat lokasi penelitian;

10. Tidak menganalisis tentang jadwal pemberian irigasi;

11. Tidak menganalisis pengaruh suhu yang terjadi.

2.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :

1. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan mengetahui kinerja sprinkler mini sehingga membantu dalam melakukan irigasi yang efisien dan efektif terhadap penggunaan air;

2. Dengan mengetahui distribusi keseragaman sebaran air dipermukaan tanah, luas basahan, dan distribusi irigasi pada masing-masing titik pada jarak antar sprinkler yang bervariasi dan dalam durasi waktu tertentu, maka dapat diketahui kinerja sprinkler;

3. Untuk mengetahui variasi jarak antar sprinkler mana yang baik digunakan dan mampu mengairi lahan dengan baik.

II. DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Puastaka

Nopianti (2015) telah melakukan penelitian mengenai analisis pengaruh pemberian air irigasi sprinkler mini dan penggenangan terhadap kedalaman resapan dan luas basahan pada lahan kering Pringgabaya. Dari hasil penelitian tersebut

didapatkan bahwa semakin lama irigasi sprinkler mini digunakan maka semakin dalam capaian resapan yang dihasilkan dan semakin besar tekanan air yang terjadi maka semakin besar luas radius basahan yang dihasilkan. Sedangkan irigasi penggenangan, semakin besar debit yang digunakan maka semakin cepat terjadinya proses pembasahan lahan. Perubahan kelengasan pada sistem irigasi sprinkler mini hanya mampu bertahan selama 5 hari dengan pada durasi irigasi 60menit.

Negara, IDG dkk (2015) telah melakukan penelitian yang berjudul

“Karakteristik Kinerja Irigasi Sprinkler Mini Pada Lahan Kering Pringgabaya Utara Kabupaten Lombok Timur” Dari penelitian tersebut, diambil kesimpulan bahwa keseragaman (Cu) irigasi sprinkler mini besarnya rerata diatas 70%, tergolong baik dengan kedalaman capaian irigasi sekitar 0,3 cm – 7 cm. Besar debit sprinkler mini rerata 0,023 m3/dt dengan radius irigasi (rs)=2,6m.

2.2 Landasan Teori Sistem Irigasi Sprinkler

Dalam sistem irigasi biasa, 50% air yang digunakan untuk irigasi, digunakan untuk tanaman, dan sisanya hanya terbuang percuma. Dengan menggunakan sistem irigasi sprinkler dapat menghemat 50% air dibandingkan dengan metode irigasi. Air merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas dari tanaman.

Irigasi merupakan cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dari tanaman. Salah satu cara irigasi modern adalah dengan menggunakan sistem irigasi sprinkle. Cara ini sangat populer di seluruh negara maju di dunia.

Sistem irigasi sprinkle ini pada dasarnya menggunakan air yang bertekanan dan keluar melalu perangkat yang disebut sebagai penyiram (sprinkler).

Penyiram (sprinkler) biasanya terletak pada pipa yang disebut lateral. Air disemprotkan ke udara dan kemudian jatuh masuk ke dalam tanah, menyirami tanaman yang ada di sekitarnya.

(7)

Sistem irigasi sprinkler menggunakan sistem penyemprotan air seperti curah hujan alami. Tekanan air disalurkan kemudian dikeluarkan melalui nozzle yang kemudian memecahkan air sehingga keluar seperti titik-titik air hujan.

Tekanan air berasal dari pompa yang mendorong air melalui pipa kemudian keluar melalui nozzle. Nozzle selain berfungsi sebagai pemecah air, juga dapat digunakan untuk mengatur tekanan jarak dan banyak sedikitnya air yang keluar.

Komponen dalam sistem irigasi sprinkler ini meliputi sumber air, baik dari sumber air yang terbuka (misalnya, sungai, kolam, danau, waduk, dll) maupun yang berasal dari tempat tampungan air (misalnya tandon air, ground tank, sumur, dll). Unit untuk mendorong air sehingga menghasilkan air yang bertekanan untuk kemudian disalurkan melalui pipa dan keluar melalui nozzle (misalnya pompa).

Umumnya sistem irigasi sprinkler ini sering digunakan pada tanah normal, maupun tanah dangkal. Cocok juga untuk medan yang berpasir, medan yang bergelombang, hingga banyak diadopsi untuk pengairan di daerah perbukitan.

Untuk penanaman ladang cocok untuk semua jenis ladang / kebun. Untuk perkebunan seperti kebun sayuran, bawang merah, pembibitan di area terbuka dapat mengadopsi sistem irigasi sprinkler ini.

Keunggulan Irigasi Sprinkler Keunggulan irigasi sprinkler antara lain :

a. Efisiensi pemakaian air cukup tinggi b. Dapat digunakan untuk lahan dengan

topografi bergelombang dan kedalaman tanah (solum) yang dangkal, tanpa diperlukan perataan lahan (land grading).

c. Cocok untuk tanah berpasir yang laju infiltrasi cukup tinggi.

d. Aliran permukaan dapat dihindari sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya erosi.

e. Pemupukan terlarut, herbisida dan fungisida dapat dilakukan bersama- sama dengan air irigasi.

f. Biaya tenaga kerja untuk operasi biasanya lebih kecil daripada irigasi permukaan

g. Dengan tidak diperlukannya saluran terbuka, maka sedikit lahan yang tidak dapat ditanami, tidak mengganggu operasi alat dan mesin pertanian.

Koefisien Keseragaman

Untuk menghitung koefisien keseragaman persamaan Critiansen (1942) dapat dijadikan acuan dalam perencanaan :

𝐶𝑢 = 100(1 − 𝑖=𝑛 |𝑥𝑖−𝑥|

𝑋.𝑛 ) (1) dengan :

Cu = koefisien keseragaman (Uniformity of application)

xi = hasil tampungan (ml) x = rata-rata hasil tampungan

n = jumlah titik observasi (number of observation)

Luas Radius Basahan

Luas radius basahan sprinkler merupakan luas pancaran berbentuk lingkaran yang dihasilkan oleh irigasi sprinkler. Hal terpenting dalam perhitungan ini adalah mengetahui jari-jari atau diameter dari irigasi sprinkler tersebut. Untuk menghitung luas radius basahan yang dihasilkan digunakan rumus dibawah ini :

A = 3.14 × r2 (2)

dengan : A = luas (m2),

r = jari-jari lingkaran (m).

Debit Air

Untuk perhitungan debit dapat digunakan

persamaan berikut :

Q = V/t (3) dengan:

Q = debit aliran (m3/det);

V = volume tampungan wadah (m3);

t = lama waktu untuk memenuhi volume wadah yang digunakan (detik).

(8)

Kecepatan Aliran

Dalam penelitian ini persamaan yang dilakukan untuk mengetahui besarnya kecepatan aliran air yang terjadi dalam pipa yaitu persamaan kontonuitas sebagai berukut :

v = (4) dengan:

v = kecepatan aliran (m/dt) Q = debit aliran (m3/dt) A = luas pipa (m2)

III. Metodelogi Penelitian 3.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di lahan perkotaan Jl. Jendral Sudirman, Rembige, Mataram. Sumber air dari sungai yang di alirkan kejaringan irigasi mengunakan pompa. Peta Lokasi Penelitiandapat dilihat pada Gambar 1 berikut:

Gambar 1. Lokasi penelitian 3.2 Pelaksanaan Penelitian

Secara garis besar langkah – langkah pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :

1. Tahap persiapan;

2. Tahap perencanaan model fisik irigasi sprinkler;

3. Tahap pengujian Awal;

4. Tahap pelaksanaan penelitian;

5. Tahap pengumpulan data;

6. Analisis data.

3.3 Alat dan Bahan Penelitian

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :

a. Gergaji pipa;

b. Watermeter untuk mengukur debit pipa;

c. Gelas ukur 10 ml digunakan untuk mengukur volume air dari sprinkler mini;

d. Stopwatch untuk mencatat waktu pengaliran air;

e. Meteran;

f. Alat tulis, untuk mencatat data-data hasil pengukuran;

g. Kamera;

h. Gelas penampung volume air dengan diameter 6.2 cm.

Bahan yang digunakan dalam penelitian

“Pengaruh Variasi Jarak Sprinkler dan Variasi Debit Pompa Terhadap Luas dan Distribusi Irigasi” sebagai berikut :

a. Sprinkler Mini Meganet 24D Netafim b. Air Bersih dari sungai yang dialirkan

melalui pompa;

c. Pipa PVC ¾ inch dan ½ inch;

d. Sprinkler mini 3 buah;

e. Stopkran ¾ inch;

f. Sambungan pipa;

g. Seal tape;

h. Lem pipa.

IV. Hasil dan Pembahasan 4.1 Analisa Data

Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian yang berlokasi di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Data yang di analisis pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Data debit pompa berbagai variasi debit 2. Data radius pancar berbagai variasi debit 3. Data keseragaman berbagai variasi debit 4. Data distribusi irigasi berbagai variasi

debit.

Sebelum menentukan besaran dari variasi debitnya, terlebih dahulu dilakukan pengujian awal sebaran air irigasi sprinkler, dengan menggatur bukaan stopkran. Bukaan stop kran tegak lurus dengan pipa diasumsikan sebesar α = 90º. Pada penelitian ini digunakan 4 variasi bukaan stop kran yaitu α = 90⁰ (bukaan penuh), α = 70⁰, α = 50⁰ dan α = 30⁰.

4.2 Analisis Debit Pompa

Pengujian debit pompa ini dilakukan 5 kali pengambilan data, kemudian dilakukan perhitungan debit pompa. Contoh

(9)

perhitungan debit pompa pada α = 90º dengan persamaan sebagai berikut :

𝑄 = V 𝑡

= 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟

𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑛𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟 = 10.45

24,8

= 0,42 liter/detik

Tabel 1. Hasil Pengujian Debit Pompa

Bukaan Stopkran

(⁰)

Volume Ember

(liter)

Waktu Pengisian Ember (detik)

Wakru Rata-

rata (detik)

Debit Awal (liter/detik) 1 2 3 4 5

30 10,45 26 25 24 24 25 24,80 0,42 50 10,45 21 21 20 20 21 20,60 0,51 70 10,45 20 21 19 21 20 20,20 0,52 90 10,45 18 18 19 20 19 18,80 0,56

Sumber : Hasil Perhitungan

Berdasarkan perhitungan pada Tabel 1, debit pompa pada bukaan stopkran 30⁰ diperoleh Qp = 0,42 l/detik, bukaan stopkran 50⁰ diperoleh Qp = 0,51 l/detik, bukaan stopkran 70⁰ diperoleh Qp = 0,52 l/detik, dan bukaan stopkran 90⁰ (bukaan stopkran penuh) diperoleh Qp = 0,56 l/detik. Variasi debit pompa ini yang akan digunakan untuk melakukan pengujian variasi debit terhadap kinerja sprinkler.

4.3 Analisis Keseragaman Sebaran Air Uji keseragaman dilakukan dengan menempatkan gelas-gelas kolektor pada jarak tertentu. Pengujian ini dilakukan dengan pengoperasian ketiga sprinkler bersamaan pada waktu pengamatan 15 menit, diameter mulut gelas kolektor sebesar 6,2 cm. Data volume setiap gelas kolektor dianalisa untuk mengetahui keseragaman setiap sprinkler. Data yang di dapatkan dari hasil pengujian ini adalah volume air pada masing-masing gelas kolektor. Dari data yang didapatkan berupa volume air pada masing-masing gelas kolektor kemudian dilakukan analisis untuk mencari koefisien keseragaman sebaran air (Cu). Contoh perhitungan koefisien keseragaman sebaran air pada sprinkler nomor 1 percobaan 1 pada Qp = 0,56 l/dt untuk jarak antar sprinkler 2,5m adalah sebagai berikut.

Diketahui :

1. Waktu pengamatan = 15 menit 2. Nomor gelas kolektor = 1

3. Volume air percobaan 1 = 8,1 ml 4. Volume air percobaan 2 = 7 ml 5. Volume air percobaan 3 = 7,6 ml 6. Volume air rata-rata = 7,7 ml Dihitung :

a. Harga Mutlak Deviasi

b. Koefisien Keseragaman (Cu) Penyelesaian :

a. Harga Mutlak Deviasi

= ׀Volume Air – Rata-rata Vol. Air ׀

= ׀7,7 – 9,4909 ׀

= 1,7909

b. Perhitungan koefisien kesera gaman (Cu), digunakan persamaan (2-1)

)

= 100 (1 − 116,8182 9,4909 𝑥 77)

= 84,0150 %

Hubungan antara variasi debit dengan koefisien keseragaman pada jarak antar sprinkler yang bervariasi dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini:

Gambar 2. Hubungan Variasi Debit Dengan Koefisien Keseragaman pada jarak antar

sprinkler yang bervariasi (Sumber : Hasil Analisis)

0.42 0.51 0.52 0.56

R = 2,5m 85.35 85.72 86.00 86.29 R = 3m 85.00 85.14 85.59 86.11 R = 3,5m 85.09 85.15 85.24 85.58 R = 4m 70.06 80.09 85.06 85.23

70 72 74 76 78 80 82 84 86 88

Koefisien Keseragaman (%)

(10)

Berdasarkan Gambar 2 dapat dilihat bahwa koefisien keseragaman tertinggi terdapat pada jarak antar sprinkler 2,5m dengan debit pompa (Qp) = 0,56 l/dt sedangkan koefisien keseragaman terendah terdapat pada jarak antar sprinkler 4m dengan debit pompa (Qp) = 0,42 l/dt.

Koefisien keseragaman terbesar adalah 86,29% sedangkan koefisien terkecilnya sebesar 70,06%. Sehingga pada jarak antar sprinkle 2,5m, 3m, 3,5m untuk seluruh debit pompa dan jarak 4m pada debit pompa 0,56 l/dt dan 0,52 l/dt efesiensi irigasi sprinkler yang dihasilkan tergolong tinggi, tetapi untuk jarak antar sprinkler 4m pada debit pompa 0,51 l/dt dan 0,42 l/dt hasil koefisien keseragaman (Cu) sudah kurang dari 85%

sehingga dapat dikatakan efisiensi irigasi sprinkler rendah pada jarak antar sprinkler dan debit tersebut.

4.4 Analisis Radius dan Luas Pancaran Irigasi

Analisis radius pancaran irigasi dilakukan dengan pengoperasian ketiga sprinkler bersamaan dan di ukur radius pancaran terjauh dari masing-masing sprinkler sebanyak masing-masing 3 kali pengambilan data pada tiap sprinkler, kemudian dilakukan perhitungan luas pancaran sprinkler dengan contoh perhitungan pada Contoh perhitungan pada jarak antar sprinkler 2,5m pada Qp = 0,42 l/dt dengan persamaan sebagai berikut : Jari-jari pancaran = 4,9 m

Luasan Irigasi = π x r2

= π x (4,9)2

= 75,391 m2

Hubungan antara variasi debit dengan luasan irigasi pada jarak antar sprinkler yang bervariasi dapat dilihat pada Gambar 3 berikut ini:

Gambar 3. Hubungan Debit Pompa (Qp) Dengan Luasan Irigasi pada jarak antar

sprinkler yang bervariasi (Sumber : Hasil Analisis)

Pada Gambar 3 terlihat bahwa luasan irigasi yang dihasilkan, pada berbagai variasi jarak antar sprinkler dan variasi debit pompanya menunjukkan bahwa semakin besar debit dengan jarak antar sprinkler yang berdekatan semakin luas irigasi yang dapat dilakukan, dan sebaliknya jika debit yang digunakan kecil maka luasan irigasi yang dilakukan lebih sempit.

Pola sebaran atau radius pancaran irigasi pada sistem irigasi sprinkler yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 4 berikut.

Gambar 4. Radius Pancaran Irigasi Sprinkler Pada jarak antar sprinler 2,5m

dengan Debit Pompa (Qp) = 0,42 l/dt (Sumber : Hasil Analisis)

Grafik hubungan variasi debit terhadap jarak pancar terjauh dan luas basahan pada jarak antar sprinkler yang bervariasi dapat dilihat pada Gambar 5 berikut ini

0.42 0.51 0.52 0.56

R = 2,5m 75.39 78.15 82.03 88.20 R = 3m 75.39 78.50 82.03 87.83 R = 3,5m 75.05 78.50 82.38 86.73 R = 4m 74.37 78.50 81.67 83.82

70.00 75.00 80.00 85.00 90.00

Luasan Irigasi (m2)

(11)

Gambar 5. Hubungan Debit Pompa (Qp) Dengan Jarak Pancar Terjauh pada jarak

antar sprinkler yang bervariasi (Sumber : Hasil Analisis)

Pada Gambar 5 terlihat bahwa radius pancaran yang dihasilkan, pada berbagai variasi jarak antar sprinkler dan variasi debit pompanya menunjukkan bahwa semakin besar debit yang digunakan maka jarak pancarnya akan semakin jauh, dan sebaliknya jika debit yang digunakan kecil maka jarak pancarnya menjadi lebih pendek.

4.5 Analisis Distribusi Irigasi

Analisis distribusi irigasi pada tiap-tiap titik bertujuan untuk mengetahui sebaran irigasi dari sistem jaringan irigasi sprinkler yang diterima pada titik-titik yang telah direncanakan dengan jarak titik 50 cm.

Pengujian distribusi irigasi ini dilakukan dengan pengoperasian ketiga sprinkler bersamaan dan pengambilan datanya dilakukan sebanyak 3 kali dengan berbagai variasi debit dan variasi waktu. Variasi debit yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,42 l/dt, 0,51 l/dt, 0,52 l/dt, dan 0,56 l/dt.

Dengan variasi waktu pengujian selama 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit.

Dari data yang didapatkan pada pengujian berupa volume air pada masing- masing gelas kolektor. Pengujian ini dilakukan sebanyak 3 kali dan data yang digunakan adalah rata-rata volume dari ketiga percobaan tersebut. Contoh perhitungan distribusi irigasi pada sprinkler nomor 1 dengan jarak antar sprinkler 2,5m pada Qp = 0,56 l/dt adalah sebagai berikut.

Diketahui :

o Volume gelas percobaan 1 = 8,1 ml o Volume gelas percobaan 2 = 7 ml o Volume gelas Percobaan 3 = 7,6 ml Dihitung :

a. Rata-rata volume =

=

= 7,7 m

Pada penelitian ini, hasil distribusi irigasi yang digunakan diperoleh dari rata-rata volume sprinkler dapat dilihat pada Gambar berikut.

o Sprinkler nomor 1

 o Sprinkler nomor 2

0.42 0.51 0.52 0.56

R = 2,5m 4.90 4.99 5.11 5.30

R = 3m 4.90 5.00 5.11 5.29

R = 3,5m 4.89 5.00 5.12 5.26

R = 4m 4.87 5.00 5.10 5.17

4.80 4.90 5.00 5.10 5.20 5.30 5.40

Radius Pancaran (m)

7.41 7.69 8.07 8.72

5.85 6.68

7.91 8.26

2.68 3.14

3.66 5.06

3.06 4.29

4.73 4.82

2.5 3.5 4.5 5.5 6.5 7.5 8.5 9.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

8.63 8.78 8.81

10.18 7.18

8.02

9.69 10.14

2.97 3.57 4.17 4.51 5.68

5.16 5.73 5.91

2.5 3.5 4.5 5.5 6.5 7.5 8.5 9.5 10.5 11.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

(12)

o Sprinkler nomor 3

Gambar 6. Distribusi Irigasi Berdasarkan Perolehan Rata-rata Volume Air dengan Durasi 15 Menit pada masing-masing

sprinkler.

(Sumber : Hasil Analisis)

Berdasarkan Gambar 6 di atas terlihat bahwa nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 1 sebesar 8,72 ml berada pada jarak 2,5m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 2,68 ml berada pada jarak 3,5m Qp

= 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 2 sebesar 10,18 ml berada pada jarak 3m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 2,97 ml berada pada jarak 3,5m Qp = 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 3 sebesar 9,83 ml berada pada jarak 2,5m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 2,35 ml berada pada jarak 3,5m Qp = 0,42 l/dt Volume air yang dapat ditampung oleh gelas kolektor bervariasi, untuk jarak antar sprinkler 2,5m memiliki volume air paling tinggi dikarenakan dengan jarak yang lebih dekat mengalami irigasi lebih banyak karna berdasarkan pancaran irigasinya mampu memberikan irigasi lebih jauh ke sprinkler disebelahnya. Untuk jarak antar sprinkler 4m dimana lebih besar dari jarak 3,5m itu dikarenakan pada saat melakukan penelitian dipengaruhi angin di lokasi tersebut sehingga bisa saja volume air yang tertampung lebih banyak ataupun lebih sedikit. Volume air terbanyak terdapat pada sprinkler 2, hal ini terjadi karena sprinkler 2 mengalami 2 kali pengairan irigasi.

o Sprinkler nomor 1

o Sprinkler nomor 2

o Sprinkler nomor 3

Gambar 7. Distribusi Iriigasi Berdasarkan Perolehan Rata-rata Volume Air dengan

Durasi 30 Menit pada masing-masing sprinkler.

(Sumber : Hasil Analisis)

6.87

7.60 7.72 9.83

6.45 7.34

8.84 9.23

2.35 3.11

4.04 4.97 3.47

4.33 4.39 5.02

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

7.45 9.21

9.73 10.55

5.55 7.66

9.87 12.83

3.70 3.77

5.30 6.37

2.87 4.27

5.60 5.76 2.5

4.5 6.5 8.5 10.5 12.5 14.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

9.86 11.09

12.35 13.02

7.37 10.24

12.40 13.69

4.21 4.81

6.27 7.63

3.14 6.45 7.13

8.64

2.5 4.5 6.5 8.5 10.5 12.5 14.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

8.23 8.27

10.34 10.76

6.12 8.19

10.52 10.54

3.49 4.06 4.57 6.20

2.09 4.63 5.02

6.75

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

(13)

Berdasarkan Gambar 7 di atas terlihat bahwa nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 1 sebesar 12,83 ml berada pada jarak 3m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 2,87 ml berada pada jarak 4m Qp = 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 2 sebesar 13,69 ml berada pada jarak 3m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 3,14 ml berada pada jarak 4m Qp = 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 3 sebesar 10,76 ml berada pada jarak 2,5m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 2,09 ml berada pada jarak 4m Qp = 0,42 l/dt Volume air yang dapat ditampung oleh gelas kolektor bervariasi, untuk jarak antar sprinkler 2,5m memiliki volume air paling tinggi dikarenakan dengan jarak yang lebih dekat mengalami irigasi lebih banyak karna berdasarkan pancaran irigasinya mampu memberikan irigasi lebih jauh ke sprinkler disebelahnya. Untuk jarak antar sprinkler 4m dimana lebih besar dari jarak 3,5m itu dikarenakan pada saat melakukan penelitian dipengaruhi angin di lokasi tersebut sehingga bisa saja volume air yang tertampung lebih banyak ataupun lebih sedikit. Volume air terbanyak terdapat pada sprinkler 2, hal ini terjadi karena sprinkler 2 mengalami 2 kali pengairan irigasi.

o Sprinkler nomor 1

o Sprinkler nomor 2

 o Sprinkler nomor 3

Gambar 8. Distribusi Iriigasi Berdasarkan Perolehan Rata-rata Volume Air dengan

Durasi 45 Menit pada masing-masing sprinkler.

(Sumber : Hasil Analisis)

Berdasarkan Gambar 8 di atas terlihat bahwa nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 1 sebesar 10,4 ml berada pada jarak 3m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 5,85 ml berada pada jarak 3,5m Qp

= 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 2 sebesar 14,34 ml berada pada jarak 2,5m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 6,60 ml berada pada jarak 3,5m Qp = 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 3 sebesar 11,26 ml berada pada jarak 3m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 5,28 ml berada pada jarak 3,5m Qp = 0,42 l/dt Volume air yang dapat ditampung oleh gelas kolektor bervariasi, untuk jarak antar sprinkler 2,5m memiliki volume air paling tinggi

8.76

9.23 9.36 9.94

7.08

8.81 9.26 10.40

5.85 6.24

8.02 9.24

7.43 7.94

8.05 8.48

5.5 6.5 7.5 8.5 9.5 10.5 11.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

9.86 12.96

13.03 14.34

10.96 11.62

12.75 13.15

6.60 6.71

9.54 10.73 9.84

10.19

10.48 10.62

4.5 6.5 8.5 10.5 12.5 14.5 16.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

8.23

9.30 10.50 11.25

7.86 8.96

10.72 11.26

5.28 6.33

7.39 7.52 5.98

6.83

7.51 7.98

4.3 5.3 6.3 7.3 8.3 9.3 10.3 11.3 12.3

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

(14)

dikarenakan dengan jarak yang lebih dekat mengalami irigasi lebih banyak karna berdasarkan pancaran irigasinya mampu memberikan irigasi lebih jauh ke sprinkler disebelahnya. Untuk jarak antar sprinkler 4m dimana lebih besar dari jarak 3,5m itu dikarenakan pada saat melakukan penelitian dipengaruhi angin di lokasi tersebut sehingga bisa saja volume air yang tertampung lebih banyak ataupun lebih sedikit. Volume air terbanyak terdapat pada sprinkler 2, hal ini terjadi karena sprinkler 2 mengalami 2 kali pengairan irigasi.

o Sprinkler nomor 1

o Sprinkler nomor 2

o Sprinkler nomor 3

Gambar 9. Distribusi Iriigasi Berdasarkan Perolehan Rata-rata Volume Air dengan

Durasi 60 Menit pada masing-masing sprinkler.

(Sumber : Hasil Analisis)

Berdasarkan Gambar 9 di atas terlihat bahwa nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 1 sebesar 13,53 ml berada pada jarak 2,5m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 6,67 ml berada pada jarak 3,5m Qp

= 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 2 sebesar 15,71 ml berada pada jarak 3m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 8,34 ml berada pada jarak 3,5m Qp = 0,42 l/dt. Nilai volume terbesar pada sprinkler nomor 3 sebesar 12,95 ml berada pada jarak 3m Qp = 0,56 l/dt sedangkan volume terkecil 7,22 ml berada pada jarak 4m Qp = 0,42 l/dt Volume air yang dapat ditampung oleh gelas kolektor bervariasi, untuk jarak antar sprinkler 2,5m memiliki volume air paling tinggi dikarenakan dengan jarak yang lebih dekat mengalami irigasi lebih banyak karna berdasarkan pancaran irigasinya mampu memberikan irigasi lebih jauh ke sprinkler disebelahnya. Untuk jarak antar sprinkler 4m dimana lebih besar dari jarak 3,5m itu dikarenakan pada saat melakukan penelitian dipengaruhi angin di lokasi tersebut sehingga bisa saja volume air yang tertampung lebih banyak ataupun lebih sedikit. Volume air terbanyak terdapat pada sprinkler 2, hal ini terjadi karena sprinkler 2 mengalami 2 kali pengairan irigasi.

9.239.83 12.05

13.53

10.0010.13 11.09 13.29

6.67 7.93

9.73 11.93

8.66

9.89 10.49

10.94

6.5 7.5 8.5 9.5 10.5 11.5 12.5 13.5 14.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

14.23 14.3414.94 15.41 14.29

14.96 15.70 15.71

8.34 9.83

11.12 13.87

11.84 12.24 12.91

13.47

7.5 8.5 9.5 10.5 11.5 12.5 13.5 14.5 15.5 16.5

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

9.26 10.21

11.25 11.85

9.22 11.02

12.63 12.95

7.60 8.20 8.87

10.82

7.22 7.84 8.64

9.08

7 8 9 10 11 12 13 14

0.42 0.51 0.52 0.56

Volume Air (ml)

Debit Pompa (l/dt)

R = 2,5m R = 3m R = 3,5m R = 4m

(15)

V. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Keseragaman yang diperoleh dari penelitian ini, pada berbagai variasi jarak antar sprinkler dan variasi debit pompanya menunjukkan hasil koefisien keseragaman (Cu) melebihi 85%

dengan Cu tertinggi pada jarak antar sprinkler 2,5m dengan debit pompa (Qp) 0,56 l/dt kemudian diikuti berturut turut semakin menurun Cu nya tetapi masih melebihi 85% untuk debit pompa (Qp) yang lebih kecil sehingga merupakan tingkat keseragaman irigasi sprinkler yang tergolong tinggi, tetapi untuk jarak antar sprinkler 4m pada debit pompa 0,51 l/dt dan 0,42 l/dt hasil koefisien keseragaman (Cu) sudah kurang dari 85% sehingga dapat dikatakan tingkat keseragaman irigasi sprinkler rendah pada jarak antar sprinkler dan debit tersebut.

2. Radius pancaran yang dihasilkan dari penelitian ini pada berbagai variasi jarak anatar sprinkler dan variasi debit pompanya menunjukan bahwa semakin besar debit yang digunakan maka jarak pancar yang dihasilkan akan semakin jauh, dan sedangkan jika debit pompanya kecil maka jarak pancarannya menjadi lebih kecil.

3. Distribusi irigasi pada berbagai variasi debit menghasilkan volume yang memiliki besaran yang beragam tersebar pada masing-masing titik.

Volume yang terbesar berada pada titik yang dekat dengan sprinkler.

5.2 Saran

1. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan dapat dilakukan penelitian menggunakan sprinkler dengan melakukan pengujian tambahan berupa pengaruh panjang stik sprinkler dan pengaruh terhadap kelengasan tanah.

2. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan dapat dilakukan penelitian

menggunakan sprinkler mini meganet 24D Netafim dengan memperhatikan perletakan gelasnya sesuai pancaran air yang dihasilkan, apabila distribusi airnya lebih banyak didekat sprinkler lebih baik jarak perletakan gelasnya di dekatkan atau diperbanyak perletakan gelas di area tersebut.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

https://ardinaputrirahtama.wordpress.com/2 014/04/04/pertanian-perkotaan- sebagai-salah-satu-alternatif-solusi- ketahanan-pangan-ardina-putri- rahtama-viny-ratna-gumilang-rifa- rafika-imania/ Diunduh pada tanggal 27 Februari 2020

http://greenartindonesia.co.id/content/blog/

sistem_irigasi_sprinkleDiunduh pada tanggal 27 Februari 2020

Anonim, 2011, Pengertian Sistem Irigasi Menurut Pakar,

Hansen, V. E., O. W. Israelsen, dan G. E.

Stringham, 1992. Dasar-Dasar dan Praktek Irigasi. Penerbit: Erlangga, Jakarta,

Jaya Negara, I Dewa Gede., 2015, KarakteristikKinerjaIrigasi

Sprinkler Mini Pada Lahan Kering Pringgabaya Utara Kabupaten Lombok Timur, Universitas Mataram,

Kartasapoetra, dan Sutedjo, 1990 dalam Agastya AA Gde, 2010, Teknologi Pengairan Irigasi, Bina Aksara, Jakarta.

Sosrodarsono, Suryono,. 2006. Lembaga Survei Geografis, Kementrian Konstruksi.

Triatmodjo, B., 2012, Hidraulika I, Yogyakarta,

Triatmodjo, B., 2013, Hidraulika II, Edisi II, Beta Offset, Yogyakarta,

Nopianti, 2015, Analisa Pengaruh Pemberian Air Irigasi Sprinkler Mini dan Penggenangan Terhadap Kedalaman Resapan Dan Luas Basahan Pada Lahan Kering Pringgabaya, Universitas Mataram.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit hasil tertinggi pompa hidram PVC 2 inci pada ketinggian output 3,91 m, 4,91 m, dan 5,91 m dengan variasi tinggi output, luasan

DEBIT HASIL POMPA HIDRAM PVC 3 INCI PADA TINGGI OUTPUT 3,80 m, 4,80 m, 5,80 m DENGAN VARIASI TINGGI INPUT, LUASAN LUBANG KATUP HANTAR, TINGGI TABUNG UDARA.. SKRIPSI Untuk

fluida yang dihasilkan prototype turbin pelton Dari gambar grafik hubungan diatas, diperoleh debit aliran fluida yang bervariasi dari ketiga penggunaan nozzle dan

Berdasarkan hasil grafik simulasi yang dilakukan pada pemodelan surge tank dan bladder surge tank beserta variasi jarak pada saat kondisi 3 pompa off dapat

Gambar 33 menunjukkan hubungan antara Debit infiltrasi( uji lab) dan q darcy berbagai jenis tekstur tanah, pada tanah lempung berpasir dengan jarak silinder

Sedangkan semakin panjang jarak kerja katup buang maka semakin banyak ketukan katup buang yang dihasilkan, hal ini terjadi karena air mengalir dari tangki semakin

Grafik debit air keluar dari pompa Gambar 4.5 Head output dengan jatuhan air terhadap efisiensi pompa hidram Grafik di atas berdasarkan bahwa untuk setiap panjang pipa saluran masuk

Pengaruhnya adalah semakin besar luas permukaan plat elektroda dan semakin besar konsentrasi larutan KOH maka semakin besar pula debit gas hasil elektrolisis yang dihasilkan.. Debit gas