Pengatalogan Bahan Kartografi
Nurlistiani, S.Sos., M.A.
-11/05/2022-
Cakupan dan Sumber Informasi Utama Bahan
Kartografi
❑ Menurut AACR2 pada Bab 3, bahan kartografi ialah suatu karya yang mencakup representasi dari bumi, bagian bumi, matahari, bulan, planet-planet dan badan-badan ruang
angkasa lain pada segala skala.
❑ Selain menggunakan peraturan yang ada pada AACR2, dalam pengatalogan bahan kartogarfi diperlukan pula Cartographic Materials: a Manuals on Interpretation for AACR2 (Chicago: ALA, 982) sebagai pelengkap.
Cakupan Bahan Kartografi
❑ AACR2 Bagian 1 Bab 3, membahas mengenai Cartographic Material (Bahan Kartografi).
❑ Cakupan bahan kartografi adalah semua karya yang
merupakan representasi grafika dari bumi, bagian bumi, matahari, bulan, planet-planet, dan badan-badan ruang angkasa lain.
❑ Bahan kartografi dapat berbentuk peta dua atau tiga dimensi, peta ruang angkasa, atlas, globe, dan foto udara.
❑ Peraturan AACR2 pada Bab 3 tidak mencakup deskripsi bibliografi bahan kartografi yang berjenis manuskrip.
❑ Untuk peta yang merupakan suatu manuskrip, maka pada daerah deskripsi fisik dapat ditambahkan suatu keterangan dengan menggunakan peraturan yang terdapat pada Bab 4 AACR2 tentang Manuskrip.
Sumber Informasi Utama
Pengatalogan bahan kartografi sumber informasi utama deskripsi bibliografi bahan kartografi antara lain:
❑ Dokumen itu sendiri.
❑ Kemasan (map, amplop, pembungkus, dan sebagainya) atau tempat memperagakan seperti kotak kaca, kaki globe.
❑ Jika informasi tidak tersedia dalam sumber informasi utama, informasi dapat diambil dari semua bahan teks yang dijadikan lampiran.
❑ Bahan kartografi pada umumnya merupakan kumpulan dari berbagai peta, sehingga perpustakaan perlu
memutuskan pendeskripsian bahan kartografi terpisah atau menyeluruh.
Sumber informasi untuk setiap daerah deskripsi sebagai berikut:
1. Daerah judul dan pernyataan tanggung jawab: informasi diambil dari sumber informasi utama
2. Daerah edisi: informasi diambil dari sumber informasi utama, bahan teks terlampir
3. Daerah data matematis: informasi diambil dari sumber informasi utama dan bahan teks terlampir
4. Daerah penerbitan dan distribusi: informasi diambil dari sumber informasi utama dan bahan teks terlampir
5. Daerah deksripsi fisik: informasi diambil dari berbagai sumber
6. Daerah seri: informasi diambil dari sumber informasi utama dan bahan teks terlampir
7. Daerah catatan: informasi diambil dari segala sumber
8. Daerah penomoran standar: informasi diambil dari segala sumber
Daerah-Daerah Deskripsi untuk Pengatalogan
Bahan Kartografi
Daerah-daerah deskripsi bibliografi untuk bahan kartografi, yaitu:
❑ Daerah judul dan
pernyataan tanggung jawab
❑ Daerah edisi
❑ Daerah data matematis
❑ Daerah penerbitan dan distribusi
❑ Daerah deksripsi fisik
❑ Daerah seri
❑ Daerah catatan
❑ Daerah penomoran standar
❑ Dalam pendeskripsian bahan kartogarfi yang berupa atlas jika berupa buku diperlakukan sebagai monograf, karena atlas yang berupa buku/tercetak dianggap sebagai monograf.
❑ Deskripsi bibliografi bahan kartografi terdiri atas deskripsi secara keseluruhan atau sebagian, bila bahan kartografi
tersebut merupakan terbitan yang waktunya tidak bersamaan untuk satu bahan.
❑ Pencatatan daerah-daerah tertentu mengikuti aturan secara umum seperti daerah edisi, penerbitan, dan daerah nomor standar.
❑ Sedangkan daerah lainnya dilakukan sesuai dengan peraturan AACR2 khusus bahan kartografi yang terdapat dalam Bagian 1 Bab 3.
❑ Untuk daerah ketiga yaitu daerah data matematis memuat
informasi mengenai data skala dan proyeksi bahan kartografi.