1.
a. Pengawasan kualitas udara di transportasi, pariwisata, dan matra
b. Pengawasan kualitas tanah sampah di transportasi, pariwisata, dan matra c. Pengawasan kualitas makanan minuman di transportasi, pariwisata, dan
matra
d. Pengawasan keberadaan vektor dan tikus di transportasi, pariwisata, dan matra
e. Prinsip penggunaan instrumen pengawasan penyediaan air limbah cair, udara, tanah, sampah, makanan, minuman dan vektor transportasi, pariwisata, dan matra
f. Prinsip pengawasan penyediaan air limbah cair, udara, tanah, sampah, makanan, minuman dan vektor transportasi, pariwisata, dan matra
g. Persyaratan teknis fasilitas dasar kesehatan lingkungan di transportasi, pariwisata, dan matra
h. Menyusun rencana, melaksanakan mengevaluasi, menyusun, laporan dan mempresentasikan hasil pengawasan kesehatan lingkungan di transportasi, pariwisata, dan matra
2. Peraturan yang berkaitan STPM
Permenkes 416 tahun 1990 tentang air bersih
Peraturan Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Permenkes 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
menteri no 33 tahun 2010 ttg pedoman pengelolahan sampah
Peraturan pemerintah republik indonesia nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Hygiene Sanitasi ,Kolam Renang.
Keputusan menteri kesehatan RI No 942 Tahun 2003 ttg pedoman persyaratan hygiene sanitasi makanan jajanan
Depkes RI 1988 peraturan menteri kesehatan RI no 712/menkes/Per/X/1998 ttg persyaratan kesehatan jasa boga dan petunnuk pelakansanaanya
Kemenkes RI pengendalian pencemaran udara indoor no : 1077/Menkes/PER/V/2011
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 50 Tahun 2017Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Ri. Nomor
P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik 3.
1. Tujuan pemeriksaan
Pengawasan kualitas makanan minum pada transportasi, pariwisata, dan matra 2. Alat dan bahan
Alkohol 70%
Mortal Mortil
Erlenmeyer
Petridish Steril
Pipet Steril
Bunsen
Korek Api
Aquadesh
PDA
3. Metode
Pemeriksaan mikrobiologi dengan metode angka lempeng total 4. Cara kerja
Siapkan alat dan bahan.
Sterilkan tangan menggunakan alkohol 70% sampai siku.
Ambil sampel di plastik klip, lalu timbang seberat 10 gram. Haluskan 10 gram sampel makanan menggunakan mortal mortil .
Masukkan sampel yang sudah halus ke Erlenmeyer yang berisi aquadest 90ml, lalu aduk hingga tercampur menggunakan pengaduk.
Kemudian ambil 2ml sampel dengan pipet steril. Masukkan 1ml ke petridisksteril pertama dan 1 ml lagi ke tabung reaksi pertama berisi aquadest lalu homogenkan. Dekatkan selalu dengan api bunsen saat memasukkan sampel.
Ambil larutan dalam tabung reaksi pertama sebanyak 2ml dengan pipet yang berbeda. Masukkan 1ml ke petridisk kedua dan tabung reaksi kedua. Lakukan langkah ini sampai 10-4.
Masukkan media PDA (suhu 50oC – 55oC) ke masing-masing petridisk dengan selalu didekatkan dengam api bunsen. Homogenkan dengan cara memutar petridisk searah jarum jam sebanyak 3 kali.
Tunggu hingga media PDA membeku, setelah membeku balik petridisk.
Bungkus petridisk dengan kertas coklat dan tali lalu masukkan ke incubator selama 1x24 jam atau 2x24 jam pada suhu 37o. Jangan lupa beri label pada sampel dengan keterangan : Nama, hari dan tanggal, lokasi pengambilan, jenis sampel, dan jenis pengambilan serta jenis pemeriksaan.
Menyiapkan coloni counter kemudian nyalakan. Menyiapkan sampel yang siap untuk dihitung angka kumannya. Meletakkan sampel dalam petridish pada coloni counter. Hitung banyaknya kuman yang terlihat dengan cara menekan dengan menggunkan spidol, lakukan sesuai dengan jumlah yang ada pada sampel tersebut dan catat hasilnya.
5. Kesimpulan
Dengan adanya pemeriksaan maka kita dapat mengetahui bagaimana kualitas makanan dan minuman yang ada pada suatu lokasi tersebut, Sehingga kita dapat mengantisipasi dan mengendalikan bahaya yang ditimbulkan. Dengan dilakukannya pengawasan ini menjadikan lokasi tersebut tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat.
Formulir Penilaian Penyehatan Makanan
No Variable Kesehatan Lingkungan
Bobot Komponen Yang Diperiksa
Nilai Score
1 Penjamah
makanan
Penjamah makanan tidak berpenyakit kulit, mata,
ISPA Berperilaku sehat Berpakaian bersih dan
utuh/tidak sobek
2 Bahan makanan Bahan makanan mentah
baik dan segar mentah Bahan makanan
mentah disimpan pada tempat yang bersih dan
sehat
3 Makanan jadi Makanan jadi dalam
keadaan baik dan sehat Makanan jadi tidak ditempakan pada wadah
yang terbuat dari bahan /logam beracun
(Cd, Pb, Cu, dll ) Makanan jadi disimpan pada tempat yang bebas dari debu dan kotoran
lain serta gangguan serangga
4 Peralatan
makanan dan minuman
Peralatan makan/minum dalam keadaan bersih Peralatan makan/minum tidak retak/gompel/pecah
Peralatan makan/minum
yang siap pakai disimpan pada tempat yang bebas
dari pencemaran