• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengelolaan rumput laut di kelurahan pantai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengelolaan rumput laut di kelurahan pantai"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi yang berjudul “Pengelolaan Usaha Rumput Laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto” benar-benar merupakan hasil karya yang belum pernah diserahkan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Pengelolaan Usaha Rumput Laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto yang diketuai oleh RATNAWATI TAHIR sebagai Pembimbing I dan ASRIYANTI SYARIF sebagai Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan rumput laut termasuk biaya produksi budidaya rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto. .

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 38 petani rumput laut, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan usaha rumput laut yang dikelola budidaya rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto Pengelolaan Rumput Laut di Kabupaten Jeneponto khususnya bagi petani rumput laut di Pantai Bahari maka benih yang digunakan hendaknya merupakan benih unggul yang memiliki ciri budidaya banyak percabangan. Secara biologis, rumput laut merupakan salah satu anggota alga yang merupakan tumbuhan berklorofit. Metode dalam penelitian ini adalah metode long line Pemanenan rumput laut di Kecamatan Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto, proses penanganan pasca panen hanya meliputi pencucian rumput laut dengan air, pengeringan, penyortiran dan penimbangan.

Tesis penulis dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan penyelesaian program sarjana (S1) di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar. Yang saya hormati dan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak memberikan ilmunya kepada penulis selama perkuliahan.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Indonesia merupakan salah satu produsen rumput laut terkemuka dan mampu memenuhi sekitar 60% permintaan dunia (Suwarman 2008). Untuk menjamin keberhasilan usaha budidaya rumput laut, pada masa pertumbuhannya harus dilakukan perawatan, tidak hanya pada tanamannya saja, tetapi juga pada media budidaya yang digunakan. Oleh karena itu, peran pengelola rumput laut (pembudidaya) sangat diperlukan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kerusakan terutama dari kekuatan alam yang tidak terduga.

Namun sangat disayangkan potensi kelautan di Kabupaten Jeneponto yang begitu baik sehingga kurang dikelola secara optimal dan tidak diimbangi dengan upaya pengembangan lebih lanjut sehingga berdampak pada pendapatan para petani rumput laut. Desa Pantai Bahari merupakan salah satu penghasil rumput laut potensial di Kabupaten Jeneponto. Pantai Bahari merupakan sebuah kawasan yang berbentuk teluk. Berdasarkan kondisi diatas maka permasalahan yang dapat diidentifikasi diantaranya adalah kurangnya informasi mengenai potensi budidaya rumput laut yang mempengaruhi pendapatan para petani rumput laut, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengelolaan rumput laut pada budidaya rumput laut di Pantai Kecamatan Desa Bahari di Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto.”

“Untuk mengetahui pengelolaan budidaya rumput laut di Desa Pantai Bahari Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto.” Berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa khususnya terkait pemberdayaan petani rumput laut.

TINJAUAN PUSTAKA

Kerangka Penelitian Pengelolaan Usaha Rumput Laut di Desa Pantai Bahari Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Populasi penelitian ini adalah kelompok petani rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto. Penanganan rumput laut merupakan kegiatan yang dilakukan pada proses budidaya rumput laut di Desa Pantai Bahari Kecamatan Bangkala Barat.

Selain itu akan dijelaskan mengenai biaya produksi dan pendapatan petani rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto. Hal ini menunjukkan bahwa luas lahan yang dimiliki petani yang disurvei untuk budidaya rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto adalah >2 Ha. Harga patokan budidaya rumput laut di Kecamatan Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto adalah 1 potong per kilogram.

Lampiran 6 Biaya variabel yang digunakan pada budidaya rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto.

Tabel  1.  Jumlah  Penduduk  kabupaten  Jeneponto  Kurang  lebih  menurut  jenis  Kelamin periode 2017.
Tabel 1. Jumlah Penduduk kabupaten Jeneponto Kurang lebih menurut jenis Kelamin periode 2017.

Kajian Teori

Input Sarana Produksi

Rumput Laut

Rumput laut termasuk tumbuhan tingkat rendah (filum Thallophyta) yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Menurut Ali dan Rini (2011), rumput laut merupakan alga multiseluler yang mengandung zat aktif imunologis. Tumbuhan ini hidup berasosiasi dengan hewan karang, sehingga habitat rumput laut selalu berada di sekitar terumbu karang.

Faktor oseanografi dan substrat yang berbeda sangat menentukan pertumbuhan rumput laut (Soegiarto, 1979, dalam Netra, 2013). Rumput laut merupakan istilah dagang yang berasal dari terjemahan kata “rumput laut” ke dalam bahasa Inggris. Sedangkan di kalangan ilmuwan atau akademisi, rumput laut dikenal dengan sebutan alga (Susanto, 2003, dalam Handayani, 2014).

Rumput laut merupakan bahan pangan bergizi, kandungan serat (dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Warna inilah yang mengklasifikasikan jenis rumput laut. Secara umum rumput laut yang dapat dimakan adalah alga biru (cyanophyceae), alga hijau (chlorophyceae), alga merah (rodophyceae), atau alga coklat (phaeophyceae).

Usahatani Rumput Laut

Metode Rumput Laut

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Teknik Pengambilan Sampel
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisis Data
  • Definisi Operasional
  • Latak Wilayah Geografis
  • Gambaran Umum Kependudukan
  • Menurut Mata Pencaharian atau Pekerjaan Penduduk
  • Kondisi Penduduk Di Kelurahan Pantai Bahari
  • Jenis Rumput Laut Yang Dibudidayakan
  • Lokasi Usaha Budidaya Rumput Laut

Lokasi penelitian ini dipilih salah satu desa di Kabupaten Jeneponto karena Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto merupakan daerah dengan produktivitas rumput laut tertinggi di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilaksanakan selama ± 2 bulan yaitu pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2018. Data deskriptif kualitatif merupakan data yang menggambarkan atau menceritakan keadaan sebenarnya mengenai pengelolaan rumput laut di bidang pertanian. Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut serta merupakan salah satu hasil pertanian yang menjanjikan di Kecamatan Pantai Bahari Kabupaten Bangkala Barat 2.

Misalnya, usaha budidaya tanaman yang mengandalkan pemanfaatan lahan, dan usaha budidaya rumput laut yang mengandalkan laut dan darat. Warga Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto umumnya mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama, khususnya petani rumput laut. Usaha budidaya rumput laut di Kecamatan Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto mulai dilakukan masyarakat sekitar tahun 1999 hingga saat ini.

Saat itu budidaya rumput laut dilakukan dengan metode longline dengan mengambil benih dari Maumere. Ketidakmampuan untuk keluar dari kemiskinan menyebabkan mayoritas nelayan di Kabupaten Jeneponto memilih budidaya rumput laut sebagai mata pencaharian alternatif. Dalam perkembangannya, usaha budidaya rumput laut mengalami pasang surut bahkan diakui tidak signifikan dalam menciptakan peningkatan pendapatan rumah tangga petani rumput laut.

Sederhananya, struktur pengelolaan atau pemangku kepentingan budidaya rumput laut terdiri dari kelompok tani, kelompok pedagang, kelompok eksportir, kelompok industri, serta lembaga pemerintah dan non-pemerintah. Keterkaitan perubahan budidaya rumput laut ditandai dengan karakterisasi usaha rumah tangga menjadi usaha yang berbasis rasionalitas. Menarik untuk diteliti sejauh mana budidaya rumput laut merupakan pekerjaan alternatif yang dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.

Gambaran umum rumput laut adalah bersifat makrobentik (besar dan melekat), yaitu organisme autotrofik yang memerlukan cahaya untuk kelangsungan hidupnya, sehingga rumput laut tidak dapat hidup di laut dalam yang tidak terdapat cahaya. Pada masyarakat nelayan nelayan di pesisir pantai Kabupaten Jeneponto terdapat beberapa kegiatan usaha, misalnya saja kegiatan budidaya rumput laut. Produksi rumput laut sebagian besar diekspor karena hanya dikelola oleh petani sehingga tidak menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal yang bersangkutan.

Hasil Penelitian

  • Identitas Responden
  • Input Usahatani Rumput Laut
  • Jenis Rumput laut
  • Budidaya rumput laut
  • Pasca Panen

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia produktif yang melakukan budidaya rumput laut di Desa Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto berjumlah 38 orang atau sekitar 94,73%. Dengan demikian petani responden di Kecamatan Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto masih berada pada jenjang pendidikan menengah, namun hal tersebut tidak menjadi kendala dalam melakukan kegiatan budidaya rumput laut karena kegiatan budidaya rumput laut tidak memerlukan keterampilan tertentu yang diperoleh melalui jenjang pendidikan. . . Alasan masyarakat mendapatkan rumput laut jenis ini dari Rhodphyta karena rumput laut jenis ini mempunyai kemampuan hidup di perairan yang asin.

Dan rumput laut jenis ini mudah diperbanyak dan mudah bertahan dari papan-papan yang dapat merusak rumput laut tersebut. Pengelolaan budidaya rumput laut memerlukan fasilitas yang saling mendukung dan saling berhubungan agar hasil yang diharapkan sesuai dengan yang kita inginkan. Tali penegang untuk menanam alga ini masing-masing ujungnya diikat dengan tali dengan jarak sekitar 1 meter, dan panjang tali penegang untuk alga sekitar 100 meter.

Lahan penting sebagai tempat melakukan kegiatan budidaya rumput laut untuk menghasilkan output yang diinginkan. Luas daratan dan permukaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah permukaan laut yang dijadikan tempat perkembangbiakan rumput laut. Untuk lebih jelasnya mengenai tingkat penggunaan lahan untuk budidaya rumput laut, lihat tabel.

Luas lahan ini akan berimplikasi pada produksi budidaya rumput laut yang akan dicapai, dimana lahan tersebut akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan dapat dikelola secara optimal. Selain penggunaan sarana dasar atau utama, kegiatan budidaya rumput laut juga memerlukan usulan pendukung antara lain: perahu/perahu jukung, tempat penjemuran dan tempat penyimpanan hasilnya. Selanjutnya rumput laut diangkut dari perahu dengan gerobak untuk dikeluarkan dari tali yang berdecit.

Terdapat lima jenis rumput laut yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yaitu Eucheuma, Gracillaria, Galidium, Gellidiella dan Hypnea. Mereka kemudian membentuk kelompok petani rumput laut di Kecamatan Pantai Bahari yang membudidayakan rumput laut Rhondphyta. Adapun kekurangan dari budidaya rumput laut, budidaya rumput laut mempunyai tingkat persaingan yang tinggi dan ketat.

Rumput laut yang dikumpulkan dicuci dengan air laut hingga bersih, kemudian dijemur selama 2 hingga 3 hari, tergantung kondisi cuaca saat itu. Pencucian rumput laut setelah dipanen dengan air laut bertujuan untuk membersihkan rumput laut dari kotoran yang menempel.

Tabel  3 Kelompok  Umur  di  Kelurahan  Pantai  Bahari  Kabupaten Jeneponto,  Tahun 2018.
Tabel 3 Kelompok Umur di Kelurahan Pantai Bahari Kabupaten Jeneponto, Tahun 2018.

Kesimpulan

Saran

Membuat Bentangan Rumput Laut pada tali

Memisahkan Rumput Laut Kualitas Baik dan Buruk

RumputLaut Yang akanDitanamanKembali

Rumput Laut Siap Untuk Ditanam

Alat Yang digunakan Untuk Membawa Rumput laut

Referensi

Dokumen terkait