Kementerian Keuangan
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan
E-Learning Bendahara Pengeluaran/BPP
Pengelolaan
Uang Persediaan
BIODATA
Budi Sudarso Jabatan:
Widyaiswara Pusdiklat AP,
Pengajar PKN- STAN, Asessor Kemenkeu Alamat Rumah :
Jln. H.Rijin No.186 Jatimakmur Pondok Gede Bekasi
Email : [email protected] HP : 081369023699
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah
Dasar Hukum
• Perbendaharaan Negara UU 1 Tahun 2004
• Tata cara Pelaksanaan APBN PP 45 Tahun 2013
• Perencanaan Angaran, Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
PMK No. 62 Tahun 2023
• Tatacara Pembayaran dan Penggunaan Kartu redit Pemerintah
PMK 196/PMK.05/2018
• Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI PMK 143/PMK.05/2018
• Tata cara Pelaksanaan APBN Pada Perwakilan Luar Negeri
PMK 160/PMK.05/2015 Peraturan tentang penarikan
dana PNBP terkait
Peraturan tentang penarikan dana Tata Cara Penarikan dan
Pembayaran PHLN terkait -- Khusus
UU 1 Tahun 2004
Pasal 21 (2) :
bahwa untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas kementerian/ lembaga, kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran
kantor/satuan kerja, dapat diberikan Uang
Persediaan (UP) yang dikelola oleh bendahara
pengeluaran
PP 45 Tahun 2013
• Pasal 23 Tugas kebendaharaan atas uang persediaan
• Pasal 66 Pembayaran Tagihan dengan UP oleh
Bendahara
Uang Persediaan (UP)… 1
UP adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan
operasional sehari-hari Satker atau membiayai pengeluaran lain yang menurut sifat dan tujuannya tidak dapat dilakukan melalui
mekanisme Pembayaran LS.
Uang Persediaan (UP)… 2
UP dapat diberikan untuk pengeluaran-pengeluaran:
– Belanja Barang
– Belanja Modal
– Belanja Lain-lain
Uang Persediaan (UP)… 3
UP yang diajukan berupa:
– UP tunai dan/ atau
– UP kartu kredit pemerintah.
Uang Persediaan (UP)… 4
UP tunai merupakan UP yang diberikan dalam bentuk uang tunai kepada Bendahara Pengeluaran/BPP melalui rekening Bendahara
Pengeluaran/BPP
BUN PERSEDIAAN UANG
BP
BPP
UP Tunai dapat dimintakan penggantiannya (Revolving)
• UP = 100 juta
• Bayar tagihan = 80 juta
• Sisa UP = 20 juta
• Revolving (GUP) = 80 juta
• UP = 100 juta
Uang Persediaan (UP)… 5
UP kartu kredit pemerintah merupakan uang muka kerja yang diberikan dalam bentuk batasan belanja (limit) kredit kepada
Bendahara Pengeluaran/BPP
Uang Persediaan (UP)… 6
• UP dapat digunakan untuk pembayaran secara tunai dan non tunai
• Pembayaran dengan UP kepada setiap penerima hak
pembayaran paling banyak Rp200 juta
Pengecualian pembayaran sampai dengan Rp200 juta :
• Pembayaran honorarium
• Perjalanan dinas
• Kegiatan di luar negeri
• Kegiatan kepresidenan/wakil presiden
• Kegiatan rahasia negara/intelegen
• Pengadaan B/J di luar negeri
• Iuran organisasi internasional
• Kegiatan anggota MPR, DPR, DPD, dan DPRD
• Penanganan Terorisme
• Pengadaan alutsista/alpanhankam
• Pengananan Bencana
JENIS DAN BESARAN UP
Jenis UP
16
Jenis UP Jenis
UP RM RM
PNBP PNBP
PHLN PHLN
Mekanisme UP
UP Awal
Perubahan UP
Dispensasi UP
TunaiGUP GUP Nihil
TUP PTUP
UP Awal
Hitung Kebutuhan
UP
KPA ajukan kebutuhan
UP per sumber dana ke
KPPN
KPPN memberikan
persetujuan
Bendahara mengajukan
SPP UP ke PPK
PPK Menerbitka
n SPP dan mengajukan
ke PPSPM
PPSPM menerbitkan
SPM
Dalam hal UP dikelola oleh beberapa BPP, permohonan KPA dilampiri rincian jumlah UP yang dikelola oleh masing-masing BPP
Besaran UP
• Setiap bulan = 1/12 Pagu DIPA jenis belanja yang dapat dibayarkan dengan UP untuk masing-
masing sumber dana
• Maksimal Rp500 juta
Contoh
• Pagu Belanja Barang = Rp2 M
• Pagu Belanja Modal = Rp1 M
• Pagu Belanja Lain-Lain = Rp0
Jumlah = Rp3M
UP maksimal = 1/12 x 3M = Rp250 juta
Proporsi UP
• Proporsi UP Tunai = 60%
• UP KKP = 40%
• Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan dapat
memberikan dispensasi terhadap perubahan
UP melampaui besaran UP dan perubahan
proporsi UP
• UP total = 100 juta
– UP Tunai = 60 juta
– UP KKP = 40 juta
• BP = Rp.200 juta (UP Tunai)
• 70 juta
BPP A 80 juta
BPP B 50 juta
Dalam hal UP dikelola oleh beberapa BPP, permohonan KPA dilampiri rincian jumlah UP yang dikelola oleh masing-masing BPP
24
Permintaan UP Kartu Kredit Pemerintah
BP PPK KPA KPPN
BP menyampaikan kebutuhan UP Kartu Kredit Pemerintah Satker kepada PPK
Rencana Kegiatan
Surat Pernyataan
UP
Surat Pernyataan
UP
Berdasarkan kebutuhan UP Kartu Kredit Pemerintah, PPK mencantumkan kebutuhan UP Kartu Kredit Pemerintah dalam Surat Pernyataan UP
1 2 3
PPSPM
Surat Persetujuan Besaran UP Kartu Kredit Pemerintah
Satker
Surat
Pernyataan UP diterbitkan oleh KPA
Dalam hal terdapat perubahan besaran UP Kartu Kredit Pemerintah atau perubahan proporsi UP Kartu Kredit Pemerintah setelah adanya penyampaian SPM-UP, Satker mengajukan surat permohonan perubahan besaran UP Kartu Kredit Pemerintah kepada KPPN dilampiri dengan Surat Pernyataan UP dari KPA dan surat persetujuan perubahan besaran UP/proporsi UP Kartu Kredit Pemerintah dari Kanwil DJPb
4 Diterbitkan setelah dilakukan penelitian
besaran/proporsi UP KKP
25
Jenis Kartu Kredit Pemerintah
Kartu Kredit Untuk Keperluan Belanja Barang Operasional Serta Belanja Modal
Kartu Kredit Untuk Keperluan Belanja
Perjalanan Dinas Jabatan
ATK Pemelihara an
Jamuan
Tiket Penginapan
Sewa Kendaraan
Satker dapat memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) jenis Kartu Kredit Pemerintah dari 1 (satu) Bank Penerbit Kartu Kredit Pemerintah.
dipegang oleh pejabat pengadaan barang/jasa, pejabat struktural, pelaksana, dan/atau pegawai lainnya yang ditugaskan oleh KPA/PPK untuk melaksanakan pembelian/ pengadaan barang/jasa.
Kartu Kredit Pemerintah untuk keperluan belanja perjalanan dinas jabatan dipegang oleh pelaksana perjalanan dinas
26
Kartu Kredit Untuk Keperluan Belanja Barang Operasional Serta Belanja Modal
belanja barang operasional, antara lain belanja keperluan perkantoran, belanja pengadaan bahan makanan, belanja penambah daya tahan tubuh, dan belanja barang operasional lainnya;
belanja barang non operasional, antara lain belanja bahan dan belanja barang non operasional lainnya;
belanja barang untuk persediaan, antara lain belanja barang persediaan barang konsumsi;
belanja sewa;
belanja pemeliharaan gedung dan bangunan, antara lain belanja pemeliharaan gedung dan bangunan, belanja barang persediaan pemeliharaan gedung dan bangunan, dan belanja pemeliharaan gedung dan bangunan lainnya;
belanja pemeliharaan peralatan dan mesin, antara lain belanja pemeliharaan peralatan dan mesin, belanja bahan bakar minyak dan pelumas dan pelumas khusus nonpertamina, belanja barang persediaan pemeliharaan peralatan dan mesin, dan belanja pemeliharaan peralatan dan mesin lainnya;
belanja pemeliharaan lainnya, antara lain belanja barang persediaan pemeliharaan lainnya dan belanja pemeliharaan lainnya; dan/atau
belanja modal dengan nilai belanja paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
Perubahan batas Pembayaran dengan KKP
(PMK Nomor 97/PMK.05/2021 )
• KKP dapat digunakan untuk membayar sampai dengan Rp.200 Juta untuk 1 penerima pembayaran
• Hanya untuk pembayaran pengadaan barang/jasa produk dalam negeri yang disediakan oleh usaha kecil dan usaha mikro melalui sarana:
katalog elektronik dan toko daring yang disediakan oleh LKPP
marketplace berbasis platform pembayaran yang disediakan oleh Kementerian Keuangan
27
Berdasarkan PMK No. 62 Tahun 2023, Pembayaran pengadaan barang/jasa selain melalui katalog elektronik dan marketplace dengan KKP kepada maksimal 1 penyedia maksimal 200 juta
28
Kartu Kredit Untuk Keperluan
Belanja Perjalanan Dinas Jabatan
Digunakan untuk komponen pembayaran:
biaya transpor,
penginapan, dan/atau
sewa kendaraan dalam kota.
Pemegang Kartu Kredit Pemerintah
29 Pejabat Negara Pegawai Negeri Sipil
Prajurit
Tentara Nasional Indonesia
Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
Dalam hal terdapat keterbatasan jumlah pejabat/pegawai Satker yang memenuhi syarat, KPA dapat menetapkan pegawai lainnya sebagai pemegang Kartu Kredit Pemerintah dan Administrator Kartu Kredit Pemerintah.
Pegawai lainnya adalah pegawai nonPNS yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian/pejabat yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pada kementerian/ lembaga pemerintah nonkementerian/lembaga Negara /lembaga independen /lembaga lainnya selain lembaga nonstruktural termasuk pegawai lainnya pada Badan Layanan Umum.
Pegawai Lainnya
Batasan Belanja Kartu Kredit Pemerintah
30
Kartu Kredit Untuk Keperluan Belanja Barang Operasional Serta Belanja
Modal Kartu Kredit Untuk Keperluan
Belanja Perjalanan Dinas Jabatan
Rp50.000.000,00 untuk setiap kartu
kredit dalam 1 (satu) bulan Rp20.000.000,00 untuk setiap kartu
kredit dalam 1 (satu) bulan
Total batasan belanja (limit) Kartu Kredit Pemerintah Satker paling banyak sebesar UP Kartu Kredit Pemerintah yang telah disetujui dan/atau persetujuan TUP Kartu Kredit Pemerintah.
Total besaran UP Kartu Kredit Pemerintah dan/atau persetujuan TUP Kartu Kredit Pemerintah tidak melebihi pagu jenis belanja yang bisa dibayarkan melalui UP Kartu Kredit Pemerintah dalam 1 (satu) tahun.
Pagu jenis belanja yang bisa dibayarkan melalui UP Kartu Kredit Pemerintah adalah sebesar 80% (delapan puluh persen) dari pagu jenis belanja yang bisa dibayarkan melalui UP.
• Limit UP KKP = 200 juta
– KKP operasional & modal = 100 juta
• Ada 2 KKP @ 50 juta
– KKP PD = 100 juta
• Ada 5 KKP @ 20 juta
31
• Proporsi UP KKP = 100 juta
– KKP Operasional = 20 Juta – KKP perjalanan = 80 juta
• 4 KKP @ 20 juta
– KKP Operasional = 50 juta – KKP perjalanan = 50 juta
• 2 KKP @20 juta
• 1 KKP @10 juta
Perubahan UP
Hitung UP
baru perubahan UPHitung Ajukan
Perubahan UP
Syarat Pengajuan PUP:
1. Rincian Rencana Penggunaan Dana
2. Surat Persetujuan Kepala Kanwil DJPb setempat
• UP = 500 JUTA
– UP TUNAI = 300 JUTA – UP KKP = 200 JUTA
• PUP = 1 M
– UP TUNAI = 600 JUTA – UP KKP = 400 JUTA
PERTIMBANGAN PUP
oleh Kanwil DJPB
• Perubahan UP melampaui besaran UP;
– frekuensi penggantian UP tahun yang lalu lebih dari rata-rata 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan selama 1 (satu) tahun; dan
– kebutuhan penggunaan UP dalam 1 (satu) bulan yang melampaui besaran UP.
• Perubahan proporsi besaran UP tunai yang lebih besar.
– frekuensi penggantian UP tunai tahun yang lalu lebih dari rata- rata 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan selama 1 (satu) tahun;
– kebutuhan penggunaan UP tunai dalam 1 (satu) bulan melampaui besaran UP tunai; dan
– masih terbatas penyedia barang/ jasa yang menerima
pembayaran dengan kartu kredit melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari KPA.
KPA mengajukan UP tunai sebesar 100%
• tidak terdapat penyedia barang/jasa yang dapat menerima pembayaran dengan kartu kredit melalui mesin EDC yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari KPA; dan
• memiliki pagu jenis belanja Satker yang dapat dibayarkan
melalui UP sampa1 dengan Rp2.400.000.000 (dua miliar empat
ratus juta rupiah)
Dispensasi UP
Cek syarat Dispensasi
UP
Ajukan Dispensasi
UP
DISPENSASI UP
• Dsipensasi pembayaran untuk setiap penerima diatas Rp200juta (selain yang dikecualikan)
• Dispensasi UP untuk keperluan selain jenis belanja yang dapat dibayarkan dengan UP (contoh uang makan)
Penggantian UP (GUP)
UP digunakan jumlah tertentu
UP digunakan jumlah tertentu
Lengkapi persyaratan
GUP Lengkapi persyaratan
GUP
Ajukan GUP Ajukan GUP
Jenis GUP Jenis
GUP GUP Tunai GUP Tunai
GUP KKP GUP
KKP GUP
Nihil
GUP
Nihil
GUP Tunai
• Satker melakukan revolving UP tunai paling sedikit 1 kali dalam 1 bulan
• Revolving UP dapat dilakukan apabila telah dipergunakan paling sedikit 50%
• Bendahara Pengeluaran melakukan penggantian (revolving) UP tunai yang telah digunakan sepanjang dana yang dapat dibayarkan dengan UP tunai masih tersedia dalam DIPA
• Masing-masing BPP mengajukan penggantian UP tunai melalui Bendahara Pengeluaran
• UP = 100 JUTA
• BAYAR TAGIHAN = 80 JUTA
• GUP = 80 JUTA
• BP = 50 JUTA (TOTAL 200 JT)
• BPP A = 80 JUTA
– BAYAR TAGIHAN = 75 JUTA GUP
• BPP B = 70 JUTA
– BAYAR TAGIHAN = 30 JUTA
Pengawasan UP
•Surat Pemberitahuan kepada KPA apabila 2 bulan sejak SP2D-UP Tunai diterbitkan belum dilakukan
pengajuan penggantian UP (GUP) Tunai
•Pemotongan 25% apabila 1 (satu) bulan setelah surat pemberitahuan ke-1 tidak GUP Tunai
•Pemotongan 50% apabila 1 (satu) bulan setelah surat pemberitahuan ke-2 tidak GUP Tunai
•Potongan UP tunai dalam SPM dan/ atau menyetorkan ke Kas Negara.
1. PPK menerbitkan SPP-GUP Tunai untuk pengisian kembali UP.
2. Penerbitan SPP-GUP Tunai dilengkapi dengan SPBy dan kelengkapannya
3. SPP-GUP Tunai disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah bukti-bukti pendukung diterima secara lengkap dan benar.
1. PPK menerbitkan SPP-GUP Tunai untuk pengisian kembali UP.
2. Penerbitan SPP-GUP Tunai dilengkapi dengan SPBy dan kelengkapannya
3. SPP-GUP Tunai disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah bukti-bukti pendukung diterima secara lengkap dan benar.
Penerbitan SPP-GUP Tunai
• UP = 100 Juta
• Sisa PAGU = Minimum 100 Juta
• UP = 100 Juta
• Sisa PAGU = 70 Juta
– UP Dipotong di SPM/Setor ke kas negara = 30 Jt
Mekanisme Pengujian
dan Pembayaran Kartu Kredit Pemerintah
46
Transaksi dengan Kartu Kredit oleh Pemegang Kartu Kredit
1
• Bukti Pengeluaran
• Daftar Pengeluaran Riil
2
Pengujian oleh PPK dan penerbitan SPBy
• Daftar Pembayaran Tagihan
• SPBy
3
Verifikasi oleh Bendahara
Permintaan penggantian UP KKP
4
SPP-GUP KKP
Penerbitan SPP-GUP KKP oleh
PPK 5
SPM-GUP KKP
Penerbitan SPM-GUP KKP oleh PPSPM
Penerbitan SP2D oleh KPPN
6
Pendebitan Rekening oleh Bendahara
7
Dalam hal pengujian terdapat bukti- bukti pengeluaran yang tidak memenuhi ketentuan, PPK menolak bukti-bukti pengeluaran
Pengeluaran yang ditolak merupakan tanggungjawab pribadi Pemegang KKP
1. Limit KKP = 50 juta 2. Transaksi = 30 juta
3. Sisa limit KKP = 20 juta
4. Bayar ke Bank (GUP KKP)= 30 juta
5. Limit KKP = 50 juta
Penerbitan SPP GUP KKP
1. PPK menerbitkan dan menyampaikan SPP-GUP Kartu Kredit Pemerintah dilengkapi dokumen sebagai berikut:
– Surat Tugas/Surat Perjalanan Dinas /Perjanjian /Kontrak;
– kuitansi/bukti pembelian
– faktur pajak dan/atau Surat Setoran Pajak (SSP)
– nota/bukti penerimaan barang/jasa atau dokumen pendukung lainnya yang diperlukan
– DPT Kartu Kredit Pemerintah yang telah ditetapkan oleh PPK – Tagihan (e-billing)/Daftar Tagihan Sementara
2. PPK menyampaikan SPP-GUP Kartu Kredit Pemerintah kepada PPSPM paling lambat 5 hari kerja setelah dokumen dan bukti-bukti pendukung diterima secara lengkap dan benar
DPR BELANJA OPERASIONAL
DPR PERJALANAN DINAS
Penerbitan SPP-GUP Nihil
1. Dokumen pendukung SPP-GUP Nihil sama dengan SPP- GUP.
2. Penerbitan SPP-GUP Nihil merupakan pengesahan/
pertanggungjawaban UP.
GUP NIHIL
• UP = 100 JUTA
• BT = 90 JUTA GUP NIHIL
• SISA UP = 10 JUTA SETOR KN
• GUP NIHIL
DIPOTONG DI SPM 90 JUTAGUP NIHIL
• UP = 100 JUTA
• BT = 100 JUTA GUP NIHIL
• GUP NIHIL
DIPOTONG DI SPM 100 JUTATambahan UP
TUP merupakan uang muka yang diberikan kepada Bendahara
Pengeluaran untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam satu bulan melebihi UP yang ditetapkan.
TUP merupakan uang muka yang diberikan kepada Bendahara
Pengeluaran untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam satu bulan melebihi UP yang ditetapkan.
Cek
persyaratan TUP
Cek
persyaratan TUP
Ajukan TUP
Ajukan TUP
• UP = 100 JUTA
• BAYAR TAGIHAN = 40 JUTA
• SISA UP = 60 JUTA
• KEBUTUHAN MENDESAK = 150 JUTA
• KURANG = 90 JUTA
• TUP = 90 JUTA
• UP = 100 JUTA
• BAYAR TAGIHAN = 0 JUTA
• SISA UP = 100 JUTA
• KEBUTUHAN MENDESAK = 150 JUTA
• KURANG = 50 JUTA
• TUP = 50 JUTA
Jenis TUP
• TUP Tunai
• TUP KKP
Ketentuan TUP Tunai (1)
1. KPA mengajukan permohonan TUP ke Kepala KPPN disertai:
– Rincian Rencana Pengguna TUP
2. Kepala KPPN dapat menyetujui atau menolak untuk keseluruhan atau sebagina permohonan TUP
3. Tata cara penggunaan UP berlaku mutatis mutandis
terhadap tata cara penggunaan TUP
PPK menerbitkan SPP-TUP dan dilengkapi dengan dokumen meliputi:
a. Rincian penggunaan dana
b. Persetujuan TUP dari Kepala KPPN.
SPP TUP diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya persetujuan TUP dan Kepala KPPN
PPK menerbitkan SPP-TUP dan dilengkapi dengan dokumen meliputi:
a. Rincian penggunaan dana
b. Persetujuan TUP dari Kepala KPPN.
SPP TUP diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya persetujuan TUP dan Kepala KPPN
Penerbitan SPP-TUP tunai
TUP KKP
uang muka kerja yang diberikan dalam bentuk
batasan belanja (limit) kredit kepada BP/BPP untuk kebutuhan yang sangat mendesak, tidak dapat ditunda, dan/ atau tidak dapat dilakukan dengan
Pembayaran LS dalam 1 bulan melebihi pagu UP
Kartu Kredit Pemerintah yang telah ditetapkan
TUP KKP
• LIMIT UP KKP = 100 JUTA
– KKP OPERASIONAL = 60 JUTa
• 2 KKP @ 30 JUTA
– KKP PD = 40 JUTA
• 2 KKP @ 20 JUTA
• TUP KKP (OPERASIONAL)= 60 JUTA
– KKP OPERASIONAL = 120 JUTA
• 2 KKP @ 60 JUTA
TUP KKP
• LIMIT UP KKP = 100 JUTA
– KKP OPERASIONAL = 60 JUTa
• 2 KKP @ 30 JUTA
– KKP PD = 40 JUTA
• 2 KKP @ 20 JUTA
• TUP KKP (Perjalanan dinas)= 60 JUTA
– KKP PD = 100 JUTA
• 2 KKP @ 50 JUTA Atau
• 4 KKP @25 juta
TUP KKP
• LIMIT UP KKP = 100 JUTA
– KKP OPERASIONAL = 60 JUTa
• 2 KKP @ 30 JUTA
– KKP PD = 40 JUTA
• 2 KKP @ 20 JUTA
• TUP KKP (Perjalanan dinas)= 20 JUTA
– KKP PD = 60 JUTA
• 2 KKP @ 30 JUTA
• TUP KKP (operasional) = 40 juta
– KKP operasional = 100 juta
• 2 KKP @50 juta
Ketentuan TUP KKP (1)
• KPA dapat mengajukan TUP Kartu Kredit Pemerintah untuk membiayai kegiatan yang sifatnya mendesak, tidak dapat ditunda, dan/atau tidak dapat dilakukan Pembayaran LS.
• Pengajuan TUP Kartu Kredit Pemerintah dilakukan dengan
menyampaikan permohonan persetujuan TUP Kartu Kredit Pemerintah kepada Kepala KPPN disertai:
– rencana nilai batasan belanja (limit) TUP Kartu Kredit Pemerintah
– Rincian rencana pengeluaran yang akan dibiayai dengan TUP Kartu Kredit Pemerintah yang ditandatangani oleh KPA dan BP/BPP
– rencana periode penggunaan batasan belanja (limit) TUP Kartu Kredit Pemerintah (mulai- berakhir).
Ketentuan TUP KKP (2)
• Kepala KPPN melakukan penilaian terhadap:
– nilai batasan belanja (limit) TUP Kartu Kredit Pemerintah masih/cukup tersedia dananya dalam DIPA
– pengeluaran pada rincian rencana penggunaan yang akan dibiayai dengan TUP Kartu Kredit Pemerintah bukan merupakan pengeluaran yang harus dilakukan dengan Pembayaran LS – pertanggungjawaban TUP Kartu Kredit Pemerintah sebelumnya;
– periode penggunaan batasan belanja (limit) TUP Kartu Kredit Pemerintah yang akan diberikan (dari – hingga)
– pagu jenis belanja yang bisa dibayarkan melalui UP Kartu Kredit Pemerintah.
• Persetujuan atau penolakan TUP Kartu Kredit Pemerintah disampaikan kepada KPA paling lambat 1 hari kerja setelah surat pengajuan permohonan persetujuan TUP Kartu Kredit Pemerintah diterima KPPN.
Pertanggungjawaban TUP (PTUP)
TUP digunakan
jumlah tertentu
Lengkapi persyaratan
PTUP
Ajukan PTUP
Ketentuan PTUP Tunai
1. TUP harus dipertanggungjawabkan dalam waktu 1 (satu) bulan dan dapat dilakukan secara bertahap
2. Sisa TUP yang tidak habis digunakan harus disetor ke Kas Negara paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah batas waktu 1 bulan penerbitan SP2D TUP
3. Bila 1 bulan belum dilakukan pertanggungjawaban TUP, maka Kepala KPPN menyampaikan surat teguran TP kepada KPA.
4. Kepala KPPN dapat menyetujui permohonan perpanjangan pertanggungjawaban TUP melampaui 1 (satu) bulan, dengan pertimbangan:
– KPA harus mempertanggungjawabkan TUP yang telah dipergunakan; dan
– KPA menyampaikan pernyataan kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan sisa TUP tidak lebih dari 1 (satu) bulan berikutnya.
PTUP bertahap
• TUP = 50 juta
• PTUP 1 = 20 juta
• PTUP 2 = 30 juta
PTUP sekaligus
• TUP = 90 JUTA
• BAYAR TAGIHAN = 85 JUTA PTUP
• SISA TUP = 5 JUTA
• SETOR KE KN= 5 JUTA
PPK menerbitkan SPP-PTUP sebagai pengesahan/
pertanggungjawaban atas TUP
Dokumen pendukung penerbitan SPP-PTUP dilengkapi SPBy dan kelengkapannya
SPP-PTUP disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum batas akhir pertanggungjawaban TUP.
PPK menerbitkan SPP-PTUP sebagai pengesahan/
pertanggungjawaban atas TUP
Dokumen pendukung penerbitan SPP-PTUP dilengkapi SPBy dan kelengkapannya
SPP-PTUP disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum batas akhir pertanggungjawaban TUP.
Penerbitan SPP-PTUP
Penerbitan SPP PTUP KKP
1. PPK menerbitkan dan menyampaikan SPP-PTUP Kartu Kredit Pemerintah dilengkapi dokumen sebagai berikut:
– Surat Tugas/Surat Perjalanan Dinas /Perjanjian /Kontrak;
– kuitansi/bukti pembelian
– faktur pajak dan/atau Surat Setoran Pajak (SSP)
– nota/bukti penerimaan barang/jasa atau dokumen pendukung lainnya yang diperlukan
– DPT Kartu Kredit Pemerintah yang telah ditetapkan oleh PPK – Tagihan (e-billing)/Daftar Tagihan Sementara
2. PPK menyampaikan SPP-PTUP Kartu Kredit Pemerintah kepada PPSPM paling
lambat 5 hari kerja setelah dokumen dan bukti-bukti pendukung diterima secara lengkap dan benar
UP PNBP
Prinsip-Prinsip
• Pencairan anggaran yang sumber dananya berasal dari PNBP dilakukan berdasarkan MP PNBP
• MP PNBP tidak dapat melampaui pagu anggaran sumber dana PNBP dalam DIPA
PMK Nomor 110/PMK.05/2021
Maksimum Pencairan
Paling besar 60% dari pagu DIPA sumber dana PNBP
Tahap I
Paling besar 80% dari pagu DIPA sumber dana PNBP
Tahap II
Paling besar 100% dari pagu DIPA sumber dana PNBP
Tahap III
PMK Nomor 110/PMK.05/2021
UP PINJAMAN DAN HIBAH LUAR NEGERI
Gambaran Umum
Pengertian:
jumlah UP yang dapat ditarik oleh Bendahara
pengeluaran dari pagu belanja DIPA yang dapat
dibayarkan melalui UP yang bersumber dari pinjaman dan hibah luar negeri
Pengertian:
jumlah UP yang dapat ditarik oleh Bendahara
pengeluaran dari pagu belanja DIPA yang dapat
dibayarkan melalui UP yang bersumber dari pinjaman dan hibah luar negeri
Rekening khusus
adalah rekening pemerintah atas nama menteri keuangan yang berada di bank indonesia atau bank lain yang ditunjuk menteri keuanganuntuk menampung penarikan uang muka (initial deposit) PHLN, serta penggantian rekening khusus (replenishment) yang sifatnya berdaur ulang (revolving)
Mekanisme Penarikan Dana Melalui Reksus
Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan
• Pembukaan rekening khusus
• Pengajuan initial deposit
• Penerbitan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan
Penarikan Dana Reksus Penarikan Dana Reksus
• Pembayaran langsung kepada yang berhak
• Mekanisme penyediaan dana UP
Penyiapan SPP
UP:
1. Perhitungan Porsi Pendanaan 2. NOL atau Approval dari
Lender, jika dipersyaratkan
UP:
1. Perhitungan Porsi Pendanaan 2. NOL atau Approval dari
Lender, jika dipersyaratkan
TUP:
1.Rincian TUP
2.Perhitungan Porsi Pendanaan 3.NOL atau Approval dari Lender,
jika dipersyaratkan
TUP:
1.Rincian TUP
2.Perhitungan Porsi Pendanaan 3.NOL atau Approval dari Lender,
jika dipersyaratkan
GUP:
1.SPBy dan kelengkapannya 2.Perhitungan Porsi Pendanaan 3.NOL atau Approval dari lender,
jika dipersyaratkan
GUP:
1.SPBy dan kelengkapannya 2.Perhitungan Porsi Pendanaan 3.NOL atau Approval dari lender,
jika dipersyaratkan
Kementerian Keuangan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan