• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan handout berbasis penemuan terbimbing

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan handout berbasis penemuan terbimbing"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI PERBANDINGAN DAN SKALA UNTUK SISWA

KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 6 PADANG

Oleh

Edwi Yolanda Husna*), Zulfitri Aima**)

*)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

**)Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

This research is motivated by student's ability to discover mathematical concepts are still deficient, while the teaching materials did not facilitate the students to practice finding the concept independently. then the teaching materials in the form of handout has been develope based on the material guided discovery ratio and scale. The purpose of this research is to produce teaching materials in the form of handout based on valid and practical of material guided discovery perbandingan and skala of class VII. The type of this research is a research and development using Model 4-D. In this study only uses three stages: Define, Design and Development. The result of validity handout is 3.3 with category very valid.

Practicalities test by the teacher in a very practical category with the percentage of 83.3% and practicalities test by students in a very practical category with a percentage of 84.5%. Based on Interview result by teachers and students can be concluded that the Handout can be used as self-teaching materials and lesson notes by students. It can be concluded that the Handout based on Guided discovery in Ratio and Scale material very valid and very practical.

Kata Kunci : Handout, Guided Discovery, Development PENDAHULUAN

Fokus utama pengembangan pendidikan dewasa ini adalah peningkatan mutu pendidikan.

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas). Dalam Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, diisyaratkan

guru hendaknya mengembangkan bahan ajar sebagai salah satu sumber belajar.

Dalam mengembangkan bahan ajar, guru diharapkan untuk menyesuaikan bahan ajar dengan karakteristik dan lingkungan siswa agar mereka lebih mudah memahaminya.

(2)

Berdasarkan observasi di SMP Muhammadiyah 6 Padang pada tanggal 21 November 2014, diperoleh informasi bahwa guru masih menggunakan bahan bahan ajar yang sudah ada, sehingga dimungkinkan bahan ajar yang dipakai tidak sesuai dengan karakteristik siswa.

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa diperoleh informasi bahwa mereka mengalami kesulitan dalam memahami materi disebabkan kurangnya buku teks. Hal itu mengakibatkan siswa menjadi kurang termotivasi untuk belajar.

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan diatas adalah pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum dan karakteristik siswa.

Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan oleh guru adalah handout.. Handout adalah bahan pembelajaran yang sangat ringkas.

Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Berdasarkan uraian di atas, akan dirancang sebuah handout

berbasis penemuan terbimbing untuk pembelajaran matematika, yang dikembangkan dalam suatu penelitian yang berjudul

Pengembangan Handout Berbasis Penemuan Terbimbing pada Materi Perbandingan dan Skala untuk Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Padang”.

Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan handout berbasis penemuan terbimbing pada materi perbandingan dan skala yang valid dan praktis untuk siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Padang.

Majid (2009:175) mengemukakan,

“Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik”. Sedangkan menurut Prastowo (2011:79) “Handout adalah bahan pembelajaran yang sangat ringkas”.

Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik.

Metode pembelajaran penemuan terbimbing adalah metode pembelajaran yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga

(3)

siswa memperoleh pengetahuan, yang sebelumnya belum diketahuinya, tidak melalui pemberitahuan tetapi sebagian atau seluruhnya ditemukan oleh siswa sendiri.

Menurut Markaban (2008: 17) langkah-langkah pembelajaran dengan penemuan terbimbing adalah sebagai berikut

a. Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya.

b. Dari data yang diberikan guru, siswa menyusun, memproses, mengorganisir, dan menganalisis data tersebut. Dalam hal ini bimbingan guru dapat diberikan sejauh mana yang diperlukan saja.

Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang hendak dituju, melalui pertanyaan- pertanyaan .

c. Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dan hasil analisis yang diperlukannya.

d. Bila dipandang perlu, konjektur yang telah dibuat oleh siswa tersebut di atas diperiksa oleh guru.

e. Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur sebaiknya diarahkan juga kepada siswa yang menyusunnya.

f. Sesudahnya siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar.

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Riki Jaseka Putra, Rahmi, Yulia Haryono (2014) dengan judul “Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Untuk Materi Geometri Kelas X SMAN 2 Ranah Pesisir”Penelitian pengembangan ini menghasilkan bahan ajar yang valid dan praktis pada materi geometri.

Perbedaan penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya adalah dalam penelitian sebelumnya mengembangkan produk modul berbasis penemuan termbimbing, sedangkan produk yang dikembangkan pada penelitian ini

(4)

adalah handout berbasis Penemuan Terbimbing.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D).

Prosedur pengembangan pada penelitian ini menggunakan model 4-D. Thiagarajan dkk dalam Trianto (2011:189) model ini terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define),

perancangan (design),

pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Pada penelitian ini tahap penelitian terbatas sampai tahap develop saja yaitu sampai tahap praktikalitas.

Pada tahap praktikalitas dilakukan ujicoba terbatas terhadap 6 orang siswa SMP Muhammadiyah 6 Padang.

Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, angket, dan pedoman wawancara. Lembar validasi digunakan untuk memvalidasi produk yang dilakukan oleh validator. Validator dalam penelitian ini adalah praktisi pembelajaran matematika dan ahli bahasa. Sedangkan angket dan pedoman wawancara digunakan

untuk melakukan praktikalitas produk. Praktikalitas produk bertujuan untuk mengetahui praktis atau tidak produk dalam pembelajaran.

Pada penelitian ini ujicoba yang dilakukan adalah ujicoba pertama yang terbatas pada 6 orang siswa SMP Muhammadiyah 6 Padang.

Siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan akademik pada pembelajaran matematika yaitu dua orang berkemampuan tinggi, dua orang berkemampuan sedang dan dua orang berkemampuan kurang.

Hasil validasi dari validator terhadap seluruh aspek yang dinilai, disajikan dalam bentuk tabel.

Rerata yang didapatkan dikonfirmasikan dengan kriteria yang ditetapkan. Kriteria yang digunakan adalah :

a) Bila rerata >3,25 maka handout dikategorikan sangat valid.

b) Bila 2,50< rerata ≤3,25 maka handout dikategorikan valid.

c) Bila 1,75< rerata ≤ 2,50 maka handout dikategorikan kurang valid.

(5)

d) Bila rerata ≤ 1,75 maka handout dikategorikan tidak valid.

Analisis data praktikalitas dilakukan dengan pemberian angket dan wawancara. Data angket diperoleh dengan cara menghitung skor siswa dan guru yang menjawab masing- masing item sebagaimana terdapat dalam angket.

Tabel Kriteria Praktikalitas Persentase

(%) Kriteria 25≤NA≤43 Tidak Praktis 43< NA≤62 Kurang Praktis 62< NA≤81 Praktis 81< NA≤100 Sangat Praktis dimodifikasi dari Riduwan (2012:89) Hasil wawancara dengan siswa dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Menurut Miles dan Huberman dalam Rohidi (1992:16), tahap proses analisis data kualitatif terdiri dari reduksi data, penyajian

data dan penarikan

kesimpulan/verifikasi data.

HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan handout dengan pendekatan penemuan terbimbing dilakukan dalam 3 tahap yaitu pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. handout yang telah

dinyatakan valid diimplementasikan untuk memperoleh data praktikalitas.

Berikut ini dijelaskan hasil analisis validitas dan pratikalitas handout dengan pendekatan penemuan terbimbing.

Validitas handout dengan pendekatan penemuan terbimbing.

Handout dengan pendekatan penemuan terbimbing perlu divalidasi untuk memperoleh handout yang valid sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar pada saat pembelajaran. Validitas handout dilakukan oleh ahli pembelajaran matematika dan bahasa. Berdasarkan nilai validitas handout ditinjau dari aspek materi diketahui bahwa handout yang dikembangkan memperoleh nilai 3,2 dengan kategori valid. Ditinjau dari aspek penyajian handout memperoleh nilai 3,4 dengan kategori sangat valid.

Sedangkan ditinjau dari segi bahasa dan keterbacaan handout memperoleh nilai 3,5 dengan kategori sangat valid.

Hasil validasi handout dengan pendekatan penemuan terbimbing secara keseluruhan oleh validator

(6)

dikategorikan sangat valid dengan nilai 3,3.

Praktikalitas handout dengan pendekatan penemuan terbimbing bertujuan untuk melihat keterpakaian handout oleh siswa. Pada saat praktikalitas, handout diujicobakan terhadap 6 orang siswa SMP Muhammadiyah 6 Padang yang telah mempelajari materi perbandingan dan skala.

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa handout dengan pendekatan penemuan terbimbing pada materi perbandingan dan skala dilihat dari segi materi, penyajian serta bahasa dan keterbacaan dinyatakan sangat valid. Dan sudah sangat praktis digunakan oleh guru dan siswa

setelah diujicobakan secara ujicoba terbatas.

KEPUSTAKAAN

Majid, Adbul. (2009). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Markaban. (2008). Model Penemuan

Terbimbing Pada

Pembelajaran Matematika SMK. Yogyakarta: pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan matematika Yogyakarta.

Milles, Mattew B. & A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta:

Universitas Indonesia

Prastowo, Andi. (2011). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta:

DIVA Press.

Riduwan. (2012). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta. Trianto. (2011). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif- Progresif. Jakarta:

KENCANA.

Referensi

Dokumen terkait

LAYERS IN THE SLAG FILM BETWEEN STEEL SHELL AND MOULD IN CONTINUOUS CASTING OF STAINLESS STEEL Paavo Hooli Outokumpu Stainless Oy, Finland ABSTRACT In order to investigate the

(Maaring sumagot nang mas marami pa sa isa) ①Kung ako ay may libreng oras, gusto kong mag-aral ②Kung mayroon akong sapat na pera na magagamit para sa pag-aaral ng Nihongo.. ③Kung may