• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan materi gaya berbasis metode eksprimen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan materi gaya berbasis metode eksprimen"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan pemilihan metode yang tepat, metode yang berbeda-beda dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPA. Metode yang tepat dan dapat menunjang keterampilan proses melalui penemuan ilmiah adalah metode eksperimen. Metode eksperimen dapat melatih siswa berpikir ilmiah, siswa termotivasi untuk mencari dan menemukan bukti dan jawaban terhadap suatu permasalahan, sehingga proses pembelajaran yang membosankan dapat menjadi proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, sehingga dominasi guru selama proses pembelajaran menjadi berkurang. . Kelebihan metode eksperimen berarti siswa belajar mengembangkan kreativitasnya dalam kegiatan percobaan untuk menemukan jawaban suatu masalah. Hal ini sejalan dengan pernyataan Roestiyah (2008) bahwa tujuan metode eksperimen adalah agar siswa dapat menemukan dan menemukan jawaban yang berbeda-beda terhadap permasalahan yang dihadapinya dengan melakukan percobaannya sendiri, begitu pula dengan siswa.

4Narep, Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA pada materi suhu dan kalor di Sekolah Dasar Kelas V. Belum tersedianya bahan pembelajaran yang mempunyai spesifikasi pembelajaran berbasis metode eksperimen dan kurangnya pembahasan materi gaya pada buku siswa kelas IV juga menjadi salah satu alasan perlunya dikembangkan bahan pembelajaran gaya.

Batasan Masalah

Rumusan masalah

Tujuan pengembangan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya tersedianya bahan pembelajaran yang memiliki spesifikasi pembelajaran berdasarkan metode eksperimen dan kurangnya pembahasan materi gaya pada buku siswa kelas IV. Berikut rincian SK, KD dan indikator materi pembelajaran yang akan dikembangkan peneliti. Secara keseluruhan persentase hasil validasi ahli materi terhadap pengembangan materi pembelajaran materi gaya sebesar 81,6% dengan kategori valid.

Secara keseluruhan persentase hasil validasi ahli desain pengembangan materi pembelajaran materi gaya sebesar 94% dengan kategori sangat valid. Secara keseluruhan persentase hasil validasi ahli guru IPA pada pengembangan materi pembelajaran materi gaya sebesar 82,2% dengan kategori Valid.

Manfaat pengembangan

Sistematika penulisan

Sistematika penulisan skripsi memuat hal-hal yang akan dibahas dalam pengembangan skripsi ini, sehingga diharapkan dapat memudahkan dan memberikan gambaran umum bagi pembaca. Sistem penulisan skripsi terdiri dari 3 bagian yaitu bagian awal, bagian utama (inti) dan bagian akhir. Bagian pendahuluan skripsi ini terdiri atas: halaman sampul, halaman judul, halaman pengesahan, halaman pengesahan, halaman motto, halaman pengabdian, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran dan abstrak.

Landasan teori meliputi metode, pengertian metode eksperimen, ciri-ciri metode eksperimen, tujuan metode eksperimen, langkah-langkah metode eksperimen. Bagian terakhir dalam skripsi pengembangan ini terdiri atas daftar referensi, lampiran, surat pernyataan keaslian, dan daftar riwayat hidup.

LANDASAN TEORI

  • Metode
    • Pengertian Metode Eksperimen
    • Karakteristik Metode Eksperimen
    • Tujuan Metode Eksperimen
    • Langkah-Langkah Metode Eksperimen
    • Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen
    • Alasan Penggunaan Metode Eksperimen
  • Konsep Gaya
    • Pengertian Gaya
    • Macam-Macam Gaya
  • Hakikat Pembelajaran IPA
    • Pengertian IPA
    • Tujuan Pembelajaran IPA
    • Karakteristik Pembelajaran IPA
  • Penelitian Terdahulu
  • Kerangka Berfikir
  • Hipotesis Tindakan

Metode eksperimen adalah suatu cara penyampaian bahan ajar atau materi dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari. 16Mariah Ulfah, “Penggunaan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual Siswa Kelas IV SD dalam Pembelajaran IPA,” h. Dari ciri-ciri metode eksperimen dapat kita simpulkan bahwa metode eksperimen dapat dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran IPA dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa, hal tersebut dapat tampak dalam pembelajaran melalui pengalaman melalui eksperimen.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan metode eksperimen adalah agar siswa menemukan sendiri jawaban atas permasalahan melalui pengamatan terhadap suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek, situasi atau proses tertentu. 20Edwarman, “Peningkatan hasil belajar IPA pada materi tumbuhan hijau melalui metode eksperimen pada Siswa kelas V SD Negeri 02 Kelam Tengah Kecamatan Kelam Tengah,” h. 13. Penelitian Mariah Ulfah (2017) yang berjudul “Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual Siswa Kelas IV SD Dalam Pembelajaran IPA”. Tahap kelima penerapan konsep, siswa mampu memberikan contoh pemanfaatan perubahan bentuk benda dalam kehidupan sehari-hari; dan penerapan metode eksperimen secara umum dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV.

Penelitian Rafika (2012) berjudul “Peningkatan pemahaman konsep bidang sederhana melalui metode eksperimen dalam pembelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Ngembatpadas 3 Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep bidang sederhana pada IPA kelas V SD Negeri Ngembatpadas 3 Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen. Kesamaan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada penggunaan metode eksperimen pada mata pelajaran IPA.

Untuk melaksanakan proses pembelajaran diperlukan suatu metode yang menitikberatkan pada kreativitas siswa, yaitu metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan suatu metode dimana siswa akan terlibat aktif dalam mencari jawaban berbagai permasalahan yang muncul dalam pembelajaran IPA dan siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep IPA dan tidak sekedar menghafalkannya saja. Hipotesis tindakan penelitian ini adalah pengembangan materi stilistika berbasis metode eksperimen dalam pembelajaran IPA kelas IV SD/MI layak digunakan.

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir  F. Hipotesis Tindakan
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir F. Hipotesis Tindakan

METODOLOGI PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Prosedur Penelitian
  • Tahap Validasi Produk
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Aspek-aspek yang tampak pada lembar konfirmasi ini merupakan tanggapan terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan menjadi draf akhir. Data keabsahan materi pembelajaran adalah data yang menggambarkan keabsahan materi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pedoman peer review sebagai berikut: 33. Apabila materi pembelajaran yang tervalidasi mencapai persentase 90% sampai 100%, maka materi tersebut tergolong kualifikasi sangat valid.

Jika materi pembelajaran yang tervalidasi mencapai tingkat persentase 65%-74%, maka materi tersebut tergolong cukup valid. Apabila materi pembelajaran yang tervalidasi mencapai tingkat persentase 55%-64%, maka materi tersebut tergolong kualifikasi kurang valid. Apabila materi pembelajaran yang tervalidasi mencapai taraf persentase 0%-54%, maka materi tersebut tergolong kualifikasi tidak valid.

Melihat potensi yang tepat untuk menjadikan materi pelajaran dalam buku siswa lebih spesifik, maka dilakukan pengembangan materi stilistika berdasarkan metode eksperimen ini. Dalam rangka pengumpulan data tersebut dan melihat potensi permasalahan yang muncul, peneliti melakukan penilaian kebutuhan terhadap materi pembelajaran berbasis metode eksperimen. Berdasarkan data validasi ahli materi pembelajaran ilmiah materi gaya yang disajikan pada Tabel 4.2, dari 12 soal pada lembar validasi, 3 butir teridentifikasi sangat valid dan 7 butir dinyatakan valid dan 2 butir dinyatakan valid sedang.

Berdasarkan data validasi dengan ahli desain pembelajaran IPA materi gaya yang ditunjukkan pada Tabel 4.3, dari 10 soal yang disajikan pada lembar validasi, 7 butir dinyatakan sangat valid dan 3 butir dinyatakan valid. Berdasarkan hasil validasi data dengan guru ahli mata pelajaran IPA, bahan ajar IPA, materi gaya yang disajikan pada tabel 4.4, dari 9 soal yang disajikan pada lembar validasi, 2 butir dinyatakan sangat valid, 6 butir. dinyatakan valid dan 1 item cukup valid. Pengembangan bahan ajar ini dilakukan melalui validasi tiga orang ahli, yaitu ahli validasi materi, ahli validasi desain produk, dan ahli evaluasi guru IPA.

Gambar 3.1 Langkah-langkah pengembangan penelitian
Gambar 3.1 Langkah-langkah pengembangan penelitian

PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengembangan

  • Potensi dan Masalah
  • Pengumpulan Data
  • Desain Produk
  • Validasi Desain
  • Revisi Desain

Dari data yang diperoleh terlihat bahwa dari 7 pertanyaan yang diajukan mengenai perlunya materi pembelajaran stilistika dijawab sebanyak 20 responden. Bahan ajar ini terdiri dari 4 bagian yaitu pendahuluan, pendahuluan, isi dan penutup. Halaman depan (sampul) memuat nama buku, judul buku “Materi Gaya”, materi pembelajaran yang diperuntukkan (untuk siswa kelas IV SD/MI), gambar pada sampul sesuai dengan bahan. yang sedang dikembangkan dan nama penulisnya.

Setelah memaparkan materi pembelajaran yang dikembangkan, langkah selanjutnya adalah validasi produk materi oleh ahli materi pembelajaran, ahli desain materi, dan ahli bahasa. Pada tahap ini peneliti menyerahkan produk yang dihasilkan beserta instrumen penelitiannya kepada validator, kemudian validator memberikan evaluasi terhadap materi pembelajaran yang dibuat oleh peneliti. Dalam penelitian ini proses batch validasi dilakukan oleh validator yang berkompeten di bidangnya dan memahami materi yang dikembangkan, desain materi dan bahasa yang digunakan dalam pengembangan materi, guna memberikan masukan dan saran guna perbaikan. materi pembelajaran yang telah dilakukan.

Kemudian masukan dan saran dari validator dijadikan bahan untuk merevisi produk yang dikembangkan sehingga menghasilkan materi pembelajaran yang valid dan layak baik dari segi materi, bahasa dan desain. Apabila materi pembelajaran belum valid maka validasi terus dilakukan hingga diperoleh materi pembelajaran yang valid. Jadi berdasarkan data diatas terlihat hasil uji validitas materi gaya belajar yang dikembangkan sebesar 85,93% atau Valid yang artinya materi yang dikembangkan peneliti dimungkinkan untuk diujicobakan dalam proses pembelajaran, namun masih memerlukan sedikit revisi.

Materi pembelajaran ini mempunyai ciri-ciri mudah dipelajari siswa dan dapat membantu mereka memahami konsep materi secara mandiri. Materi pembelajaran dikemas secara sistematis dalam bahasa yang mudah dipahami dan membangkitkan minat membaca siswa. Keunggulan bahan ajar ini adalah bahan ajar ini sesuai dengan standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD) dan indikator pembelajaran, serta bahasanya mudah dipahami dan dilengkapi dengan baik oleh siswa.

Potensi dan permasalahan yang ditemukan peneliti antara lain belum tersedianya bahan pembelajaran yang memiliki spesifikasi pembelajaran berbasis metode eksperimen, kurangnya pembahasan materi gaya pada buku siswa kelas IV, sebagian buku siswa hanya terfokus pada pemahaman gaya dan pengaruh gaya. gaya pada gerak benda, sedangkan materi tentang macam-macam gaya masih sangat sedikit dan penugasan percobaan untuk lebih memahami gaya dalam kehidupan sehari-hari juga masih kurang. Validasi dilakukan untuk mengetahui apakah materi pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran dan untuk mengetahui masukan dan saran dari validator untuk memperbaiki dan menyempurnakan materi yang dikembangkan.

Gambar 4.1 Tampilan Google Form Angket Kebutuhan
Gambar 4.1 Tampilan Google Form Angket Kebutuhan

Kelayakan Materi Pembelajaran

  • Hasil Validasi Ahli Materi
  • Hasil Validasi Ahli Desain
  • Hasil Validasi Guru Mata Pelajaran IPA

Pembahasan

  • Pengembangan Materi Gaya
  • Analisis Kelayakan Materi

PENUTUP

Kesimpulan

Hasil pengembangan berupa materi gaya berbasis metode eksperimen dalam pembelajaran IPA kelas IV SD/MI. Faktor pendukung pengembangan materi ini adalah potensi dan permasalahan yang ditemukan peneliti, sehingga peneliti ingin mengembangkan kembali materi gaya menjadi lebih spesifik berdasarkan metode eksperimen. Namun terdapat faktor penghambat dalam pengembangan materi ini yaitu adanya pandemi Covid-19 sehingga produk pengembangan yang dihasilkan belum dapat diujicobakan kepada siswa, sehingga kontribusi pengembangan materi ini kepada siswa tidak dapat diukur dan tidak dapat diukur. Belum diketahui apakah pengembangan materi ini valid bila digunakan dalam proses pembelajaran.

Pengembangan materi gaya berbasis metode eksperimen dalam pembelajaran IPA kelas IV SD/MI dimungkinkan untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Saran

Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Tumbuhan Hijau Menggunakan Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas V SD Negeri 02 Kelam Tengah Kecamatan Kelam Tengah. Pengaruh pembelajaran model blended problem terhadap kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman konsep siswa pada materi siklus air. Menggunakan metode eksperimen untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA pada materi suhu dan kalor pada kelas 5 SD.

Peningkatan Pemahaman Konsep Bidang Sederhana Melalui Metode Eksperimen Dalam Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD Negeri Ngembatpadas 3 Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012. Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan pemahaman konsep energi panas pada siswa kelas IV SDN No. Pengembangan Bahan Ajar Materi Gaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas V MI Negeri Brani Kulon Probolinggo.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir  F. Hipotesis Tindakan
Gambar 3.1 Langkah-langkah pengembangan penelitian
Gambar 3.2 Desain Produk
Gambar 4.2 Angket Kebutuhan Materi Pembelajaran Gaya
+7

Referensi

Dokumen terkait

In this paper, to investigate the feasibility of neuro-fuzzy techniques to Android protection based on system permissions, we introduce a self-adaptive neuro-fuzzy inference system to