• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MESIN PEMBILAH DAHAN SALAK - ITB

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PENGEMBANGAN MESIN PEMBILAH DAHAN SALAK - ITB"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Technical Report of ITB Research Grant 2008 No. XXXXXX 1

1

PENGEMBANGAN MESIN PEMBILAH DAHAN SALAK (UPAYA PENGUATAN QUALITY, COST, DELIVERY (QCD)

PADA IKM PENGHASIL KERAJINAN DAHAN SALAK)

Oemar Handojo, Deny Willy, Muhammad Ihsan, Arief Heryanto

Abstracts

In an effort to increase production capacity and standardization of quality handicrafts made from the Snake fruit bark (Salacca edulis), mechanism needed to help process the raw materials from the bar/thin strip more easily and quickly. The solution is to make a machine to blade and surface sander into single machine. Thorns on the stems first cut rough manually, before it is polished through the machine. The bark first divided into the size of +/- 80cm, to fit into ATBM weaving tools.

Two alternative initially created as a process of peeling or stripping by using the cutter blade with the problem of the size of the bark tha vary and motor mechanisme to pull the bar. The next experiment was creating a system of rotating gear and layered to facilitate the attraction on the stem so that the process of implantation of stem (feeder) can be more light.

After a series of experiments, the bar were splitted semi-manually, the first step is to make the process of fission semi-manually into the thin bar of +/- 5mm. those thin bar were then proceed by polishing each edge using the machine. A blade circular saw or cutting process with the slide entering ½ bar cut into the feeder cutting to be split into 4 small bar finally changed into double grinder concept where the function as a planner that remove small part of the bar. A double lap grinder can also be modified by changing the rotation and can be functioned as polisher on the side of the bottom the bark.

This entire process improving and increasing the process of working up to +/- 400%.

Keywords: Snakefruit craft, community development, blade machine

1 Introduction

Dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi dan standarisasi mutu kerajinan yang terbuat dari bilah dahan salak maka dibutuhkan mekanisme untuk membantu proses pengolahan bahan baku dari batang menjadi bilah/iratan dengan lebih mudah dan cepat. Solusinya adalah membuat mesin pengirat/pembilah yang dapat mengirat (membuat bilah) serta menghaluskan dalam satu mesin yang sama.

Duri pada batang terlebih dahulu ditebas kasar, perontokan atau penghilangan bekas duri dilakukan lebih lanjut melalui mesin.

Sebelum dibantu melalui proses kerja mesin pembillah, dahan/batang salak terlebih dahulu dibagi menjadi berukuran +/- 80cm, lebih panjang 20cm dari

(2)

Technical Report of ITB Research Grant 2008 No. XXXXXX 2

2 standar ukuran pakan untuk masuk alat tenun ATBM. Pada awalnya prinsip kerja mesin adalah membuat tarikan berputar terhadap batang salak untuk menghilangkan bekas duri serta pengulitan kulit dahan salak. Proses putaran dilengkapi dengan mesin hampelas di dua titik, atas dan bawah untuk menjamin perontokan dan pengulitan menjangkau semua permukaan batang. Ketika batang telah bersih dari duri dan kulit, kemudian batang dibelah dua untuk memudahkan proses iratan/pembilahan melalui mata pisau yang telah diatur. Masing-masing bilahan/iratan langsung ditekan melalui penghimpit untuk melalui proses penghampelasan akhir dari sisi atas, bawah, serta kiri dan kanan. Sesuai dimensi yang dikehendaki. Dilakukan uji alternatif mekanisme pembelahan/iratan serta sistem penghampelasan yang paling sempurna jangkauannya terhadap kontur bilah yang beragam.

Awalnya dibuat dua alternatif sistem pembelahan/iratan dengan menggunakan mata pisau cutter dengan kendala pengaturan keseragaman dimensi yang belum tepat dan sistem penarikan yang cenderung berat. Berikutnya membuat sistem roda gigi berputar dan berlapis untuk memudahkan tarikan pada batang sehingga proses pemasukan batang (feeder) dapat menjadi lebih ringan

Setelah melalui serangkaian eksperimen maka diputuskan pembelahan batang dilakukan secara semi manual, langkah pertama adalah melakukan proses pembelahan secara semi manual menjadi bilah-bilah kecil berukuran +/-5mm. Bilah yang masih dalam kondisi kasar tersebut baru kemudian diproses dalam mesin

Teknik awal menggunakan mata pisau dengan sistem circular saw atau proses cutting slide dengan memasukkan blah ½ penampang batang pada feeder cutting slide hingga dibelah menjadi 4 bilahan kecil dengan kontur yang masih sangat tidak beraturan dirubah menjadi pengikisan atau memakan bagian dasar samping tepi bilah dengan teknik pengikisan gerinda. Teknik pengikisan atau penggerusan bilah dengan putaran gerinda ganda ini juga dapat dimodifikasi dengan mengubah rotasi sehingga selain menggerus kedua sisi bilah juga dapat menjadi penghalus pada sisi bagian bawah bilah ataumengiris atau membuang sisi dahan salak dan bagian dasar berupa gabus (epidermis bawah).

(3)

Technical Report of ITB Research Grant 2008 No. XXXXXX 3

3 Melalui seluruh rangkaian proses ini maka dapat diukur terjadi peningkatan kapasitas produksi pembuatan bilah dahan salak ukuran iratan bilah +/- peningkatan proses kerja +/- 400%.

No ITEM WORKS LENGTH TIME

Manual Machinal 1 Pengikisan/penghalusan (Slicing)

Per 1 bilah (panjang <80cm 20 detik 4 detik

TOTAL 20 detik 4 detik

Catatan : kondisi dahan masih lembab, tidak termasuk proses penjemuran Keunggulan lain dari mesin adalah kontinuitas dan stabilisasi waktu

Perhitungan peningkatan kapasitas dengan syarat dilakukan terlebih dahulu:

1. Perontokan duri 2. Serut ambang epidermis atas 3. Pembilahan menjadil bilah kasar

2 Gambar Kerja

3 References

(4)

Technical Report of ITB Research Grant 2008 No. XXXXXX 4

4 Willy, Deny & G. Prasetyo Adhitama. Pemanfaatan Dahan Salak untuk Produk Pelengkap Interior. Jurnal Ilmu Desain ITB, April 2007, Vol. 1 No. 3 2006. ISSN 1907- 5170

Adhitama, G. Prasetyo. Laporan Akhir : Pemanfaatan Batang Salak untuk Produk Aksesoris Interior : Pemberdayaan Ekonomi Petani Salak, Desa Cineam, Tasikmalaya. Program penelitian IPTEKDA IX – LIPI, 2006

Sulanjari, Sri. Kekuatan Kolektif Sebagai Strategi Mempercepat Pemberdayaan Usaha Kecil. Makalah pada Konferensi Nasional Usaha Kecil II, Jakarta, 1998.

Referensi

Dokumen terkait

If you’d like to read more about home office design, or want to learn more about standing desks, check out our blog or contact

In determining to amend the duration of the Works Approval, the following matters were considered by the Delegated Officer:  The risks posed by emissions from the premises during