• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan modul pembelajaran ipa berbasis

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan modul pembelajaran ipa berbasis"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

Mitra skripsi (Darmawan, Irvan, Azis, Penggi, Reza, Yokos), yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi. Squad Delight” (Lydea, Alen, Tiara, Bella, Leza, Yenza, Dia), yang telah berkontribusi dalam penyusunan skripsi ini dengan penuh suka cita dan semangat. Sahabat Tadris di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (TIPA) 2017 yang telah membantu dan memberikan dukungan selama perkuliahan dalam penyusunan skripsi.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Model Discovery Learning melatih siswa untuk menemukan konsepnya sendiri dengan memberikan masalah yang harus siswa pecahkan melalui modul yang akan digunakan. Pengembangan modul Fisika berbasis discovery learning pada materi fluida statis untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lubuk Linggau. Pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah tidak ada bahan ajar berupa modul yang menarik, guru mata pelajaran IPA juga mengatakan pihak sekolah tidak menggunakan modul yang dikembangkan oleh guru sendiri seperti modul IPA berbasis Discovery Learning , dimana kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya sendiri dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran, oleh karena itu peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Discovery Learning Pada interaksi makhluk hidup dengan lingkungan bagi siswa kelas VII SMP.

Identifikasi Masalah

Tidak ada guru yang membuat modul pembelajaran IPA yang menarik di SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah. Nilai laporan ilmiah masih rendah dan belum ada modul berbasis Discovery Learning di SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah.

Pembatasan Masalah

Rumusan Masalah

Bagaimana kelayakan modul pembelajaran IPA berbasis Discovery Learning pada interaksi makhluk hidup dengan lingkungan di SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah. Seberapa praktis modul pembelajaran IPA berbasis Discovery Learning pada interaksi makhluk hidup dengan lingkungan di SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Pembelajaran IPA
  • Model Discovery learning
  • Langkah - Langkah Pembelajaran Discovery Learning
  • Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Discovery Learning a. Kelebihan Model Discovery Learning

Modul adalah bahan ajar yang disusun secara matematis dalam bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan tingkat pengetahuan dan usianya, sehingga mereka dapat belajar mandiri dan dipelajari kapan saja dan dimana saja Modul ini menggunakan teori Bruner, dimana anak-anak harus berperan aktif dalam pembelajaran di kelas. ,. Rumusan Kompetensi Dasar (KD) Dalam suatu modul, mahasiswa harus sudah memiliki spesifikasi kualitas modul setelah menyelesaikan modul tersebut. 9 Tia Sekar, dan Wahyudi, Pengembangan modul pembelajaran tematik integratif subtema hubungan antar makhluk hidup dengan pendekatan saintifik ekosistem untuk kelas 5. Evaluasi dapat diatur segera setelah menentukan KD yang ingin dicapai, sebelum menyusun materi dan LKS atau tugas , yang akan dilakukan oleh siswa.

Materi modul tidak harus dituliskan secara keseluruhan, dimungkinkan modul berisi referensi yang dapat dirujuk siswa sebagai bacaan. Membimbing siswa dalam melakukan kegiatan penemuan dengan cara membimbing siswa dalam memperoleh informasi yang diperlukan. Membimbing siswa dalam memeriksa kembali dan membuktikan benar tidaknya hipotesis dengan temuannya 6) Generalisasi (menarik kesimpulan).

Organisme yang tergolong produsen adalah organisme yang sel tubuhnya mengandung klorofil, mulai dari fitoplankton hingga tumbuhan tingkat tinggi. Individu adalah kesatuan dari satu makhluk hidup, misalnya pohon kelapa, burung merak, dan gajah. Misalnya, di suatu negara/daerah terdapat makhluk hidup mulai dari tingkat individu, populasi, komunitas, komponen biotik dan komponen abiotik, yang berinteraksi membentuk ekosistem.

Interaksi makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya dapat berlangsung melalui rangkaian makan dan dimakan. Namun pada kenyataannya beras bukan hanya makanan pokok bagi manusia, tetapi juga bagi makhluk hidup. Akibatnya, terjadi aliran energi dan material dari beras ke berbagai makhluk hidup lainnya, sehingga terjadi penurunan jumlah sumber makanan pokok bagi manusia.

Kajian Penelitian Yang Relevan

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan saya kaji adalah bahan yang digunakan, model yang digunakan dan tujuan penelitian 4 langkah yang terdapat dalam Model Pengembangan 4d. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Lubuk Linggau, hasil penelitian pada materi fluida statis dikatakan valid, praktis dan efektif. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan saya kaji adalah model yang digunakan, bahan yang digunakan dan tujuan penelitian.

Majalah Vol. 11. No.1 Tahun 2020) Judul Pengembangan Modul Berbasis Discovery Learning Pada Materi Jaringan Tumbuhan Untuk Meningkatkan Literasi IPA Siswa Kelas XI SMA IPA. Prosedur. Pengembangan modul berbasis discovery learning pada materi jaringan tumbuhan untuk meningkatkan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA. Perbedaan antara penelitian ini dengan yang akan saya selidiki adalah bahan yang digunakan dan tujuan penelitian.

No.2 Tahun 2019 ) dengan judul Pengembangan Modul Perubahan Lingkungan dan Daur Ulang Sampah Berbasis Discovery Learning Melalui Media Google Classroom, penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan saya selidiki adalah model yang digunakan, materi yang digunakan dan tujuan penelitian 30 6. Pengembangan modul IPA terpadu berbasis discovery learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Manusia Sistem pernapasan.

Modul Perubahan Lingkungan dan Daur Ulang Sampah Berbasis Discovery Learning melalui Media Google Classroom, Vol.

Kerangka Berfikir

Kerangka Berfikir

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dikenal dengan penelitian dan pengembangan (RnD), dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian pengembangan menurut Borg dan Garll adalah suatu proses/metode penelitian yang digunakan untuk membuat produk tertentu dan menguji keefektifannya 32. Untuk membuat produk tertentu digunakan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sehingga diperlukan penelitian untuk mengembangkan produk tersebut Untuk menguji .

Model Pengembangan dan Prosedur Pengembangan

  • Potensi dan Masalah
  • Mengumpulkan Data
  • Desain Produk Awal
  • Revisi Desain
  • Uji Coba Produk
  • Revisi Produk
  • Produk Akhir

Langkah awal yang peneliti lakukan observasi di SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah ditemukan pada saat proses pembelajaran antara lain rendahnya nilai rapor IPA, penggunaan buku yang masih terpaku pada buku paket tebal yang disediakan sekolah dengan menggunakan metode ceramah dan media yang digunakan hanya papan tulis tulis sehingga siswa bosan dan mudah bosan sehingga menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak efektif, juga tidak ada bahan ajar berupa modul yang menarik, guru IPA juga mengatakan sekolah belum menggunakan modul yang dikembangkan oleh guru sendiri seperti modul IPA berbasis Discovery Learning, dimana kegiatan pembelajaran memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya sendiri untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi awal di SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah, observasi berupa pemberian angket kebutuhan siswa dan angket wawancara guru IPA kelas VII. Sebelum melakukan persiapan yang perlu dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat media pembelajaran modul pembelajaran IPA Berbasis Discovery Learning.

Revisi desain dilakukan jika ada perbaikan oleh ahli media yang dilihat dari aspek materi dan desain. Produk akhir merupakan hasil pengembangan berdasarkan evaluasi ahli media, ahli bahasa dan ahli materi.

Teknik Pengumpulan Data

  • Angket instrumen analisis kebutuhan modul pembelajaran IPA berbasis Discovery Learning
  • Angket Kelayakan Modul Pembelajaran IPA BerbasisDiscovery Learning
  • Dokumentasi

Dan juga respon guru saat menggunakan media. . Pembelajaran Discovery Scientific berdasarkan pembelajaran yang sudah siap pakai atau belum. Untuk mencari data yang digunakan dalam perancangan modul pembelajaran IPA sesuai dengan permasalahan guru dan siswa serta perbaikan produk. Urutan penulisan dalam validasi adalah judul, petunjuk, yang berisi tujuan penelitian, pertanyaan peneliti, kolom penelitian, proposal, kesimpulan dan tanda tangan validator, angket kuantitatif diolah menggunakan skala likert sebagai skala pengukuran.

Angket kebutuhan siswa ini diberikan kepada guru dan siswa untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan siswa dan guru dalam pembelajaran. Kuesioner validasi materi digunakan untuk memperoleh data berupa produk yang dilihat kaitannya dengan kebenaran konsep yang digunakan. Kuesioner validasi kebahasaan digunakan untuk memperoleh data dari segi kelayakan produk ditinjau dari kebenaran bahasa yang digunakan.

Isi angket yang disampaikan kepada ahli bahasa memiliki beberapa aspek utama yang disajikan. Kuesioner/kuesioner yang akan disajikan oleh siswa diisi pada saat uji lapangan yang akan menilai kelayakan pengembangan bahan ajar tersebut. Angket respon guru diisi saat dilakukan uji coba lapangan yang akan menilai kelayakan modul untuk bahan ajar 3.

Wawancara ini menggunakan angket kebutuhan guru dan siswa untuk memperoleh informasi dari guru dan siswa tentang buku apa saja yang digunakan dan masalah hambatan dalam pembelajaran.

Teknik Analisis Data 1. Angket Analisis Data

  • Teknik Analisis Data Hasil Respon Guru dan Siswa Tabel 3.3

Hasil validasi yang tertera pada lembar validasi modul akan dianalisis dengan menggunakan rumus berikut. 34Parmin, “Pengembangan modul pembelajaran IPA terpadu berwawasan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat”, jurnal penelitian pendidikan, vol.29 N0.2,2012. Hasil persentase tersebut kemudian dapat kita gabungkan ke dalam kriteria skor interpretasi skala Likert untuk didapatkan

36Parmin, "Pengembangan modul pembelajaran IPA terpadu dengan gambaran sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat", jurnal penelitian pendidikan, vol.29 N0.2,2012. 37 Parmin, “Pengembangan modul pembelajaran sains terpadu dengan pengetahuan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat”, jurnal penelitian pendidikan, vol.29 N0.2,2012.

Tabel 3.2  Kriteria Kelayakan
Tabel 3.2 Kriteria Kelayakan

Hasil Pengembangan

  • Hasil Analisis Kebutuhan Modul Pembelajaran IPA
  • Hasil Design Produk Awal
  • Uji Coba Awal
  • Kemutakhiran
  • Merangsang keingintahuan melalui model Discovery Learnig
  • Pembahasan Hasil Tahap Design ProdukAwal
  • Pembahasan Hasil Tahap Validasi Produk
  • Pembahasan Hasil Uji Coba Produk
  • Pembahasan Hasil Produk Akhir

Keluaran dari proses akhir adalah pembelajaran IPA yang selanjutnya siap divalidasi untuk menentukan kelayakan modul pembelajaran IPA berbasis penemuan. Penilaian validator terhadap produk pengembangan modul pembelajaran saintifik berbasis Discovery Learning yang dikumpulkan memberikan data hasil uji validasi produk. Validasi produk pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan angket, sehingga data yang disajikan merupakan hasil validasi modul pembelajaran IPA Discovery Learning.

Validasi yang dilakukan oleh ahli bahasa digunakan untuk mengevaluasi produk modul pembelajaran IPA berbasis discovery learning. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, diketahui hasil validator pada modul pembelajaran IPA berbasis Discovery Learning mendapatkan skor 96,66. Validitas materi digunakan untuk mengevaluasi materi yang telah disusun dalam modul pembelajaran IPA berbasis Discovery learning.

Validasi yang dilakukan oleh ahli media digunakan untuk mengevaluasi produk modul pembelajaran IPA berbasis discovery learning. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, diketahui bahwa hasil validator modul pembelajaran IPA berbasis Discovery Learning mendapatkan 96 hasil. Berdasarkan angket respon siswa terhadap modul yang dikembangkan dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA telah dikembangkan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA berbasis Discovery Learning dapat termasuk dalam kategori sangat praktis. Kurangnya keterkaitan dengan bahan ajar IPA tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, yang dipelajari siswa melalui penemuan. Hasil akhir dari level ini adalah diperolehnya modul pembelajaran IPA berbasis materi ajar Discovery tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yang sangat actionable dan praktis.

Gambar 4.1 (a) Layout Halaman 13, (b) Layout Halaman 14  Layout  dibuat  dengan  memperhitungkan  ukuran  tiap-tiap  bahan  atau  komponen,  banyak  sedikitnya  teks,  dan  komposisi  warna  agar  suatu  halaman  dapat  dengan  nyaman  dibaca  oleh  pembac
Gambar 4.1 (a) Layout Halaman 13, (b) Layout Halaman 14 Layout dibuat dengan memperhitungkan ukuran tiap-tiap bahan atau komponen, banyak sedikitnya teks, dan komposisi warna agar suatu halaman dapat dengan nyaman dibaca oleh pembac

Keterbatasan Penelitian

PENUTUP

Kesimpulan

Modul pembelajaran IPA berbasis Discovery learning materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yang dikembangkan setelah uji coba terbatas dan dinyatakan praktis dengan tanggapan 15 siswa dan 2 guru SMAN 11 Bengkulu dengan persentase 92,94. Berdasarkan hasil uji kelayakan dan uji kepraktisan, modul pembelajaran IPA berbasis discovery learning dinyatakan layak dan praktis untuk diterapkan pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Bengkulu Tengah.

Saran

Pengembangan modul fisika berbasis discovery learning pada materi fluida statis untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lubuklinggau tahun pelajaran 2019/2020. Pengembangan modul pembelajaran tematik integratif subtema Hubungan makhluk hidup dalam ekosistem dengan pendekatan saintifik untuk kelas 5 SD Pengembangan modul sains terpadu berbasis discovery learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan manusia .

Pengembangan perangkat pembelajaran saintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah dan berpikir tinggi siswa SMA.

Gambar

Tabel 3.2  Kriteria Kelayakan
Gambar 4.1 (a) Layout Halaman 13, (b) Layout Halaman 14  Layout  dibuat  dengan  memperhitungkan  ukuran  tiap-tiap  bahan  atau  komponen,  banyak  sedikitnya  teks,  dan  komposisi  warna  agar  suatu  halaman  dapat  dengan  nyaman  dibaca  oleh  pembac
Tabel 4.5  Saran dari Ahli Bahasa
Tabel 4.11  Saran dari Ahli Media
+2

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkat-Nya, yang diberikan kepada Penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan rencana bisnis dengan judul