• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan wisata halal watu dodol di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan wisata halal watu dodol di"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kabupaten Banyuwangi sudah memiliki wisata syariah yang dapat ditingkatkan dari tahun 2016 yaitu wisata watu dodol yang terletak di Desa Bansring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Di kabupaten tersebut terdapat 48 tempat wisata dan 20 tempat, salah satunya adalah objek wisata Watu Dodol.

Fokus Penelitian

Pengembangan Wisata Watu Dodol Sebagai Wisata Halal Kajian Fatwa DSN-MUI Nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 (Studi Kasus di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi). Analisis Perkembangan Wisata Watu Dodol Sebagai Wisata Halal di Desa Bansring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Semoga bermanfaat bagi pengembangan disiplin hukum ekonomi syariah dalam kaitannya dengan pengembangan wisata watu dodol di desa bangsring kecamatan wongsorejo kabupaten banyuwangi dalam mengkaji fatwa wisata syariah. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal bagi pengelola pantai, pemerintah, pedagang dan masyarakat di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Definisi Istilah

Yang diteliti adalah pengembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal ditinjau dari Fatwa Syariah. Fasilitas di Watu Dodol (tempat ibadah, tempat istirahat dan makan yang banyak dijual di kawasan Watu Dodol).

Sistematika Pembahsan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

  • Wisata Halal
  • Fatwa DSN-MUI

Dewan Syari'ah Nasional beranggotakan para ulama dan ahli di bidang yang berkaitan dengan muamalah syariah.35 DSN berperan penting dalam kehidupan perekonomian dan keuangan di Indonesia. Sejarah Keluarnya Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kepariwisataan Berdasarkan Prinsip Syariah. Berdasarkan pertimbangan butir a dan b di atas, DSN-MUI memandang perlu untuk menyampaikan Fatwa sebagai salah satu pedoman wisata syariah.36.

Ketentuan umum Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah. 37 Dewan Syariah Nasional MUI, Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah (Jakarta: DSN-MUI. BPWS adalah suatu kegiatan usaha yang menguntungkan dan diatur yang memberikan pelayanan kepada seseorang atau beberapa orang, untuk melakukan perjalanan yang tujuan utamanya adalah perjalanan sesuai dengan prinsip syariah;

Bagian kedua mengenai ketentuan hukum, yaitu: penyelenggara pariwisata berdasarkan prinsip syariah dapat dilaksanakan dengan syarat, yaitu sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam fatwa pariwisata syariah. Hotel syariah wajib memiliki pedoman tata cara pelayanan untuk memastikan pelayanan yang diberikan sesuai dengan prinsip syariah; Menaati prinsip syariah dengan menjauhi maksiat, kemunafikan, kemusyrikan dan keburukan (fasad);

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Watu Dodol di Desa Bansring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Letak geografis lokasi penelitian ini diambil di objek wisata halal Watu Dodol di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Wisata Watu Dodol merupakan objek wisata yang memberikan keindahan tersendiri bagi wisatawan karena merupakan objek wisata yang sangat menarik.

Berdasarkan keterangan informan di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa perubahan atau perkembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal berkembang pesat. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal adalah dari segi akomodasi atau hotel di wisata Watu Dodol. Saya sudah berjualan disini kurang lebih 5 tahun, saya berjualan makanan dan minuman di tempat wisata watu dodol.

Fasilitas yang ditawarkan di objek wisata Watu Dodol juga berkembang dengan baik, jelas Ibu Nurul Fitri. Makanan yang dijual di objek wisata Watu Dodol juga halal, wisatawan belum pernah menjumpai pedagang yang menjual makanan haram seperti daging babi. Wisatawan memilih beristirahat di objek wisata Watu Dodo karena letak geografis pantai Watu Dodol yang dimana jalan tersebut merupakan jalan Pantura.

Berpedoman pada penelitian yang dilakukan di Wisata Watu Dodol Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Sebelum wisata halal diterapkan di wisata Watu Dodol sekitar tahun 2005, fasilitas yang disediakan masih belum terdapat tempat ibadah (musolla). Pengembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal Gambaran Fatwa DSN-MUI NO:108/DSN-MUI/X/2016 tentang Penyelenggaraan Wisata Syariah, terdapat beberapa aspek yang belum sepenuhnya menjadi pariwisata.

Bagaimana pengembangan wisata watu dodol di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi dalam revisi Fatwa DSN-MUI NOMOR: 108/D SN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan asas Syariah.

Tabel Perkembangan Wisata Halal Watu Dodol
Tabel Perkembangan Wisata Halal Watu Dodol

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Analisis Data

Metode yang digunakan penulis terdiri dari teknik deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan fenomena-fenomena yang terdapat pada objek penelitian, baik alam maupun buatan manusia.47. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan segala fenomena yang berkaitan dengan pengembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal yaitu di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi yang dikaitkan dengan Fatwa Wisata Syariah.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

Tempat wisata favorit di Kabupaten Banyuwangi antara lain Wisata Watu Dodol yang terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wonsorejo, Kabupaten Banywangi. Sejak tahun 2015, objek wisata Watu Dodol telah dibangun tempat ibadah dan toilet, serta kebersihan tempat istirahatnya juga terjaga. Penginapan/hotel di objek wisata Watu Dodol juga sudah baik dari segi fasilitas tempat ibadah, makanan dan tempat bersih serta memenuhi prinsip syariah.

Perkembangan wisata Watu Dodol juga dijelaskan oleh Bapak. Abdul Aziz, Bpk. Haerul sebagai pengelola, selain sebagai tempat ibadah. Secara umum analisis menunjukkan bahwa pengembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal masih belum sepenuhnya sejalan dengan Fatwa Nomor DSN-MUI:108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Organisasi Prinsip -Pariwisata Berbasis Syariah. Pengembangan Wisata Halal Watu Dodol di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi dalam kajian fatwa nomor DSN-MUI:​​108/DSN-MUIX/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah.

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Gambaran Obyek Penelitian

Penyajian Data danAnalisis

Namun sekitar tahun 2016-2017, konsep wisata halal mulai diterapkan, hingga saat ini fasilitas yang ada di wisata Watu Dodol sudah berdasarkan prinsip syariah atau halal, dan musala juga terdapat sekat antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk pengembangan objek wisata Watu Dodol, setahu saya objek wisata ini masih belum terdapat tempat untuk beribadah dan masih kurang dari segi kebersihannya. Dari penjelasan informan diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa pengunjung yang ingin bermalam atau menyewa akomodasi di objek wisata Watu Dodol harus sudah menikah atau mempunyai kartu keluarga.

Penginapan Wisata Watu Dodol telah menyediakan tempat ibadah, dan pengelola Penginapan Wisata Watu Dodol berpandangan syariah. Dari hasil wawancara dengan para pedagang atau pedagang di objek wisata Watu Dodol diatas, terdapat beberapa poin kesimpulan, antara lain sebagai berikut. Kehadiran para pedagang dan wisatawan yang melakukan perjalanan atau berbuat tidak baik juga berdampak pada wisatawan yang datang ke kawasan wisata Watu Dodol.

Saya sering ke tempat wisata Watu Dodol, biasanya sebulan sekali saya berlibur ke tempat wisata Watu Dodol bersama keluarga. Dulunya sekitar tahun 2014, di kawasan wisata Watu Dodol masih belum ada tempat ibadah, dan sekarang sudah ada tempat ibadah, selain itu juga ada pembedaan antara tempat ibadah laki-laki dan tempat ibadah perempuan. Wisatawan memilih berlibur di objek wisata Watu Dodol karena dari segi tempat istirahat dan tempat ibadah yang disediakan membuat wisatawan merasa puas dan nyaman dibandingkan sebelum diterapkannya wisata halal.

Makanan yang dijual di kawasan wisata Watu Dodol juga memenuhi standar halal, wisatawan belum pernah bertemu dengan pedagang/pedagang yang menjual makanan haram seperti daging babi dll. 108/DSN-MUI/penginapan/hotel.

Pembahasan Temuan

Dari berbagai ketentuan dalam fatwa nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah mengenai gaid/panduan perjalanan dan biro perjalanan syariah pada wisata Watu Dodol, saat ini terdapat no.71. Perkembangan wisata halal di Indonesia saat ini bersaing dengan perkembangan pengelolaan pariwisata, karena pengelolaan pariwisata sendiri mempunyai potensi yang sangat besar, yaitu karena penduduknya didominasi oleh umat Islam, maka demikianlah halnya. Kabupaten Banyuwangi telah memiliki wisata halal sejak tahun 2016 dan dikembangkan secara maksimal oleh pemerintah yaitu Watu Dodol di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Dari penelitian yang telah diuraikan diatas, yang dapat ditemukan dalam pengembangan wisata Watu Dodol sebagai wisata halal dilihat dari Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 tentang wisata syariah, terdapat beberapa aspek yang tidak diikutsertakan. sesuai dengan Fatwa ditunjukkan dengan pedagang yang menjual minuman beralkohol dan wisatawan melakukan hal-hal negatif seperti mabuk-mabukan, hal tersebut membuat wisatawan lain merasa tidak nyaman. Penulis menyarankan agar Wisata Watu Dodol mempertahankan Pengelola yang sudah berkembang di Wisata Watu Dodol dan mengembangkan yang belum ada di Wisata Watu Dodol. Wisatawan Watu Dodol juga harus turut serta menjaga ketertiban dan keamanan kondisi wisata halal Watu Dodol, ikut menjaga ketertiban dan keamanan yang ketat di objek wisata halal Watu Dodol, serta turut serta menjaga kebersihan dan keamanan.

Pemilik toko di kawasan wisata halal Watu Dodol menjaga ketertiban dan keamanan dengan tidak menjual makanan atau minuman beralkohol/alkohol meskipun dalam jumlah kecil. Penulis menyarankan agar pemerintah Kabupaten Banyuwangi selaku pengelola wisata Watu Dodol memberikan sanksi yang memberikan efek jera bagi mereka yang melakukan perbuatan yang merusak keindahan wisata Watu Dodol. Mengusulkan Majelis Ulama Indonesia untuk memantau dan mengawasi pengembangan wisata halal di Wat Dodol.

PENUTUP

Kesimpulan

Maka penulis meringkaskan beberapa intipati pencarian yang terdapat di lokasi pencarian, yang mana intipatinya ialah;. Terdapat juga tempat ibadat dan kemudahan mausoleum juga mempunyai tabir antara lelaki dan wanita. Adapun kebersihan tempat ibadat (maqam) dan tempat peranginan pengunjung juga telah dijaga kebersihannya.

Namun ada beberapa aspek yang sesuai dengan prinsip syariah yaitu tersedianya sarana dan prasarana ibadah, makanan yang dijual sesuai prinsip syariah.

Saran-saran

Keabsahan Aplikasi Trading Forex Online Binomo Perspektif Fatwa DSN MUI Nomor 28/DSNMUI/III/2002 Tentang Jual Beli Mata Uang (AL-SHARF) Jember: Institut Agama Islam Negeri Jember.

Referensi

Dokumen terkait