• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGENDALIAN VEKTOR LALAT DAN NYAMUK DI SARANA PARIWISATA, TRANSPORTASI DAN MATRA

N/A
N/A
Victor Nakmanas

Academic year: 2023

Membagikan "PENGENDALIAN VEKTOR LALAT DAN NYAMUK DI SARANA PARIWISATA, TRANSPORTASI DAN MATRA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGENDALIAN VEKTOR LALAT DAN NYAMUK DI SARANA

PARIWISATA, TRANSPORTASI DAN MATRA

NAMA: VICTOR CRISTIAN NAKMANAS NIM. PO5303330210890

KELAS: 3B

(2)

PENGERTIAN

Vector adalah golongan arthropoda atau binatang tidak bertulang belakang yang dapat memindahkan penyakit dari satu sumber/reservoir ke penjamu potensial. Vector digolongkan menjadi dua (2) yaitu vector mekanik dan vector biologic.

Vector mekanik yaitu hewan avertebrata yang menularkan penyakit tanpa agen tersebut mengalami perubahan, sedangkan dalam vector biologic agen mengalami perkembangbiakan atau pertumbuhan dari satu tahap ke tahap yang lebih lanjut. Contoh aedes aegypti bertindak sebagai vector demam berdarah.

vector secara biologis, agen harus masuk ke dalam tubuh vector melalui gigitan ataupun

melalui keturunannya. Selama dalam tubuh vector, agen berkembang biak atau hanya

mengalami perubahan morfologis saja, sampai pada akhirnya menjadi bentuk yang infektif

melalui gigitan, tinja atau cara lain untuk berpindah ke penjamu potensial. Contoh : Culex

quinquefasciatus merupakan vector penyakit kaki gajah (filaria).

(3)

PERKEMBANGBIAKAN

a) Jenis tempat perkembangbiakan nyamuk dapat dikelompokkan sebagai berikut:

• Tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari, seperti drum, tangki reservoir, tempayan, bak mandi/WC, dan ember.

• Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari, seperti tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut dan barang-barang bekas (ban, kaleng, botol, plastik dan lain- lain).

• Tempat penampungan air alamiah, seperti lobang pohon, lobang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, pelepah pisang dan potongan bambu. (Depkes RI, 2009).

b) Lalat menyenangi tempat-tempat yang basah seperti tumbuh-tumbuhan yang busuk, sampah

basah, kotoran binatang, benda-benda organic dan kotoran yang menumpuk secara kumulatif

( dikandang hewan ) sangat disenangi oleh larva lalat. Lalat tidak menyukai tempat berbiak

yang kondisinya tercecer.

(4)

SIKLUS HIDUP

(5)

Telur

Telur nyamuk dihasilkan setelah proses perkawinan antara nyamuk dewasa jantan dan betina. Telur yang bisa dihasilkan oleh nyamuk betina dalam satu kali pembuahan bisa mencapai 100-300 butir. telur diletakkan di tempat yang bisa mendukung pertumbuhannya. Nyamuk betina memiliki sensor suhu dan kelembapan di bagian bawah perutnya. Dengan adanya sensor ini, mereka bisa menemukan tempat yang pas untuk bertelur. Contoh tempat yang disukai nyamuk dewasa untuk bertelur adalah di lingkungan lembap seperti genangan air. Biasanya, nyamuk akan bertelur di vas, tong, bak mandi, kaleng bekas, dan benda-benda lainnya yang bisa menampung air.

Larva

Telur nyamuk hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk menetas. Dari telur ini, munculah larva yang dikenal dengan sebutan jentik-jentik. Larva ini bernapas dengan cara menyerap oksigen secara langsung dari air.

Dalam keadaan tertentu, larva nyamuk juga harus menembus keluar dari air untuk bisa mendapatkan oksigen dan bernapas. Saat dalam bentuk larva, nyamuk melakukan pergantian kulit hingga 4 kali yang dikenal dengan istilah instar. Dalam setiap pergantian kulit tersebut, larva akan tumbuh membesar sekitar 0,05 hingga 0,75 inci. Larva nyamuk ini hanya hidup selama 3 atau 4 hari sebelum masuk ke fase pupa.

Pupa/ kepompong

Tahap ini sering disebut sebagai fase istirahat di mana nyamuk sama sekali tidak makan maupun minum.

Cara bernapas pupa nyamuk ini sama seperti saat masih menjadi larva, yaitu harus menembus keluar

permukaan air. Pupa nyamuk juga bernapas menggunakan respiratory trumpets, yaitu bagian tubuh yang

berbentuk mirip terompet. Pada saat menjadi pupa, bagian-bagian tubuh nyamuk akan tumbuh. Bagian

tubuh ini antara lain kaki, dada, perut, sayap, mata, antena, dan belalai.

(6)

• Nyamuk dewasa

Nyamuk dewasa perlahan akan mengeluarkan dirinya dari dalam pupa, nyamuk jantan keluar

lebih cepat dibandingkan nyamuk betina. Setelah itu, nyamuk akan terbang untuk mencari

makanan dan melanjutkan hidup dengan bereproduksi. Darah dibutuhkan oleh nyamuk betina

untuk menghasilkan telur. Sementara nyamuk jantan dewasa memakan sari-sari dari bunga atau

nektar. Nyamuk jantan hanya punya usia maksimal 1 minggu. Nyamuk betina bisa hidup hingga

sekitar 100 hari atau 3 bulan.

(7)

2. Lalat

(8)

• Telur

Telur lalat berukuran sangat kecil, sekecil butiran beras (1.2 mm), berwarna putih dan hanya butuh 1 hari untuk menetas ke tahap pertama atau tahap larva. Lalat rumah betina dapat bertelur hingga 500 telur dalam 6 periode selama hidupnya, dan dalam suhu ideal, telur hanya membutuhkan 8-20 jam untuk menetas.

• Larva/ belatung

Setelah telur menetas, mereka keluar sebagai makhluk berwarna putih tanpa tanpa kaki yang disebut larva atau umum juga disebut sebagai belatung. Larva atau belatung adalah makhluk seperti cacing yang tidak akan merangkak dalam jarak yang jauh dari sumber makanan mereka dan menggunakan sebagian mulut mereka untuk mengaitkan sumber makanan. Belatung berkembang biak dengan cepat dan kemudian melewati proses pergantian kulit. Proses pergantian kulit atau moulting adalah proses ketika serangga melepaskan eksoskeletonnya dan menumbuhkan kulit yang baru. Belatung melakukan proses ini dua kali lagi sebelum ganti kulit ketiga.

• Kepompong

Setelah belatung memasuki tahap kepompong, mereka akan tampak lebih besar dan kulitnya berubah menjadi lebih gelap (berwarna kuning, merah, coklat hingga hitam) dan pada tahap ini mereka tidak lagi berbentuk silinder sama seperti ketika mereka berada di tahap larva. Selama tahap kepompong, lalat mulai mengembangkan sayap, kaki, dan beberapa bagian tubuh lalat dewasa lainnya hanya dalam waktu 3 - 5 hari. 

• Lalat dewasa

Ketika proses kepompong telah dilalui dan mereka sudah tumbuh menjadi lalat dewasa, mereka kemudian terbang dan mencari tempat untuk memberi makan dan, pada akhirnya, mencari tempat baru untuk bertelur dan memulai proses dari awal lagi.

(9)

TANDA-TANDA KEBERADAAN VEKTOR

1. Nyamuk

• Nyamuk sering membuat suara dengungan yang bernada tinggi

• Gigitan nyamuk merupakan tanda yang jelas, gangguan dimulai dari peradangan secara intens yang disertai pembengkakan

• Hanya nyamuk betina yang menggigit manusia, sedangkan nyamuk jantan makan dari nektar dan makanan manis lainnya

• Anda seringkali akan melihat nyamuk berlama-lama di daerah redup dan teduh, ini dikarenakan nyamuk senang berada di sana

• Jentik nyamuk berada di genangan air

2. Lalat

• Bintik-bintik gugus hitam kecil (seukuran kepala peniti)

• Penampakan lalat

• Belatung

(10)

PENYAKIT YANG DITULARKAN

1. Nyamuk

• Malaria

Malaria merupakan penyakit yang sangat serius dan disebabkan oleh parasit. Malaria ditularkan oleh gigitan nyamuk yang di dalam tubuhnya mengandung parasit (infektif). Gejala malaria umumnya berupa menggigil, timbul gejala seperti flu, demam, muntah, diare, dan penyakit kuning.

• DBD

Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk infektif (nyamuk mengandung virus dalam tubuhnya). Nyamuk yang biasanya menjadi pembawa virus dengue adalah nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Demam berdarah dapat menjadi sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat.

• Filariasis

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing mikroskopis. Infeksi filariasis menular melalui gigitan nyamuk. Cacing dewasa biasanya hidup pada kelenjar getah bening manusia.

• Demama kuning

Demam kuning merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. Pada demam kuning, setelah masa inkubasi pasien akan mengalami fase akut. Pada fase akut sebagian besar pasien akan sembuh, namun pada beberapa kasus pasien akan masuk ke fase toxic atau keracunan.

(11)

• Chikungunya

Penyakit chikungunya merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Gejala biasanya mulai 3-7 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Gejala yang paling umum adalah demam dan nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam.

• Zika

Zika adalah virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh virus zika. Gejala penyakit ini meliputi demam, nyeri sendi, ruam, dan mata merah (konjungtivitis). Terinfeksi zika pada masa kehamilan dapat menyebabkan kelainan pada bayi (microcephaly), keguguran, kematian janin, dan cacat lainnya pada janin atau bayi.

2. Lalat

• Penyakit disentri

Kuman penyebab penyakit menempel pada kaki dan belalai lalat kemudian terbawa ikut pindah ke tempat yang dihinggapi sambil menghisap makanan merayap diatasnya, atau melalui kotoran dan muntahan lalat.

• Demam Tipoid

Manusia tertular kuman tipoid atau penyakit saluran cerna lain melalui makanan yang tercemar kuman dari lalat yang sebelumnya lalat hinggap di kotoran manusia yang mengandung kuman tipus/penyakit saluran cerna.

• Diare

Banyak faktor yang dapat menyebabkan manusia terkena diare, salah satunya adalah vektor Lalat yang hinggap pada kotoran kemudian membawa bakteri E.coli, Salmonella, Shigella atau yang lain, dan hinggap pada makanan atau minuman manusia.

(12)

• Anthrax

Penularan kuman anthrax dikarenakan lalat hinggap pada daging binatang yang mati karena penyakit anthrax, kemudian hinggap pada timbunan kotoran sekitar manusia. Kuman anthrax lama-kelamaan ikut debu dan terhisap manusia sebagai lazimnya penularan penyakit anthrax.

• Lepra

Kuman lepra yang menempel pada tubuh lalat tercampur debu dan ikut terbawa angin kemudian dihirup manusia melalui pernafasan. f. Penyakit Cacingan (cacing gelang, pita dan tambang)

Seperti penyakit saluran cerna lain, telur cacing dipindahkan lalat dari kotoran penderita ke

makanan manusia.

(13)

KEGIATAN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN VECTOR

• Manajemen Lingkungan

Manajemen lingkungan adalah upaya pengelolaan lingkungan untuk mengurangi bahkan menghilangkan habitat perkembangbiakan nyamuk vektor DBD sehingga akan mengurangi kepadatan populasi. Manajemen lingkungan hanya akan berhasil dengan baik kalau dilakukan oleh masyarakat, lintas sektor, para pemegang kebijakan dan lembaga swadaya masyarakat melalui program kemitraan.

• Pengendalian Biologis

Pengendalian secara biologis merupakan upaya pemanfaatan agen biologis untuk pengendalian vektor DBD.

Beberapa agen biologis yang sudah digunakan dan terbukti mampu mengendalikan populasi larva vektor DB/DBD adalah dari kelompok bakteri, predator seperti ikan pemakan jentik.

• Pengendalian Kimiawi

Pengendalian secara kimiawi masih menjadi senjata utama baik bagi program pengendalian DBD dan bagi masyarakat. Penggunaan insektisida dalam pengendalian vektor DBD dapat menguntungkan sekaligus merugikan. Insektisida yang digunakan secara tepat sasaran, tepat dosis, tepat waktu dan cakupan akan mampu mengendalikan vektor dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan organisme yang bukan sasaran.

• Partisipasi Masyarakat

Partisipasi masyarakat merupakan proses panjang dan memerlukan ketekunan, kesabaran dan upaya dalam memberikan pemahaman dan motivasi kepada individu, kelompok, masyarakat, bahkan pejabat secara berkesinambungan.

(14)

• Metode Perangkap (Trapping) Salah satu metode pengendalian Aedes aegypti tanpa

menggunakan insektisida atau bahan kimia lainnya yang dapat membantu menurunkan

kepadatan nyamuk di lingkungan rumah adalah dengan metode trapping. Metode ini adalah pengembangan lain untuk pengendalian nyamuk selain insektisida dengan penggunaan alat perangkap nyamuk.

• Mosquito Trap (Perangkap Nyamuk Dewasa) Mosquito Trap adalah perangkap nyamuk ramah lingkungan yang telah berhasil diterapkan di beberapa negara endemis DBD termasuk di

Indonesia. Mosquito Trap berfungsi sebagai alat bantu pengendalian nyamuk, khusunya Aedes aegypti dewasa di lingkup rumah tangga.

• Zat Atraktan . Atraktan adalah sesuatu yang memiliki daya tarik terhadap serangga seperti nyamuk baik secara kimiawi maupun visual (fisik). Atraktan dari bahan kimia dapat berupa senyawa ammonia, CO2, asam laktat, octenol, dan asam lemak.

• Larutan Fermentasi Gula Merah Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen)

• Udang Windu Udang windu (Panaeus monodon) memiliki sifat-sifat dan ciri khas yang

membedakannya dengan udang-udang yang lain.

(15)

a) Pengendalian Metode Fisik Beberapa metode pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit dengan metode fisik antara lain sebagai berikut:

• Mengubah salinitas dan/atau derajat keasaman (pH) air

• Pemasangan perangkap

• Penggunaan raket listrik

• Penggunaan kawat kassa

b) Pengendalian Metode Biologi Pengendalian metode biologi dilakukan dengan memanfaatkan organisme yang bersifat predator dan organisme yang menghasilkan toksin. Organisme yang bersifat predator antara lain ikan kepala timah, ikan cupang, ikan nila, ikan sepat, Copepoda, nimfa capung, berudu katak, larva nyamuk Toxorhynchites spp dan organisme lainnya.

c) Pengendalian Metode Kimia Pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit melalui metode kimia dengan menggunakan bahan kimia (pestisida) untuk menurunkan populasi vektor dan binatang pembawa penyakit secara cepat dalam situasi atau kondisi tertentu, seperti KLB/wabah atau kejadian matra lainnya.

d) Pengelolaan Lingkungan

• Modifikasi lingkungan (permanen) Modifikasi lingkungan atau pengelolaan lingkungan bersifat permanen dilakukan dengan penimbunan habitat perkembangbiakan, mendaur ulang habitat potensial, menutup retakan dan celah bangunan, membuat kontruksi bangunan anti tikus (rat proof), pengaliran air (drainase), pengelolaan sampah yang memenuhi syarat kesehatan, peniadaan sarang tikus, dan penanaman mangrove pada daerah pantai.

• Manipulasi lingkungan (temporer) Manipulasi lingkungan atau pengelolaan lingkungan bersifat sementara (temporer) dilakukan dengan pengangkatan lumut, serta pengurasan penyimpanan air bersih secara rutin dan berkala.

(16)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait