PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Salah satu faktor penting yang harus ditekankan oleh suatu perusahaan agar kinerja karyawannya dapat lebih baik dan tujuannya dapat tercapai adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik, khususnya lingkungan kerja fisik. Seperti persepsi pegawai terhadap lingkungan kerja yang didapatnya, sehingga pegawai dapat melakukan penilaian yang berbeda-beda terhadap seluruh aspek lingkungan kerja. Karyawan sangat membutuhkan lingkungan kerja yang baik dan bersih serta dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi dirinya.
Salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam lingkungan kerja organisasi adalah lingkungan fisik kerja meliputi suasana nyaman, pencahayaan, sirkulasi udara dan ketersediaan fasilitas. Selain lingkungan kerja fisik, tugas manajer sumber daya manusia selanjutnya adalah mengelola karyawan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kepuasan kerja sumber daya manusia tersebut (Wibowo, dkk. Pos Indonesia sangat memperhatikan lingkungan kerja organisasi. yang meningkatkan kepuasan kerja serta dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk menganalisis dan membahas pentingnya lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Sehingga penulis terpaksa melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Di PT.
Identifikasi Masalah
Permasalahan tersebut menyebabkan menurunnya kepuasan kerja pegawai yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kinerja pegawai.
Batasan dan Rumusan Masalah
Selain itu, penelitian ini juga membatasi kepuasan kerja sebagai variabel yang memediasi lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja pada PT. Dengan demikian, lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja, dan kepuasan kerja berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai (studi pada pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara).
Pengaruh lingkungan kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y) melalui kepuasan kerja (Z), dengan nilai beta As Adapun rangkuman hasil analisis jalur dalam penyusunan pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total terhadap masing-masing variabel dalam penelitian dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut: 4) Interpretasi. Penelitian ini sejalan dengan Wibowo, dkk (2014) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT 3) Pengaruh kepuasan kerja (Z) terhadap kinerja karyawan (Y) pada PT. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja pada PT.
Dalam penelitian ini diketahui pengaruh tidak langsung lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan PT.
LANDASAN TEORI
Uraian Teoritis
- Kinerja
- Lingkungan Kerja
- Kepuasan Kerja
Menurut Priyantoro (2019, p. 20), lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja dan efisiensi kerja karyawan. Sedangkan Sutrisno (2009, p. 118) bahwa lingkungan kerja adalah seluruh sarana dan prasarana kerja yang ada di sekitar pegawai yang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi penyelesaian pekerjaan. Sedangkan menurut Sedamayanti (2009, p. 21), lingkungan kerja adalah keseluruhan alat dan bahan yang ditemui, yaitu lingkungan sekitar.
Sedangkan menurut Surjosuseno (2015), arti penting lingkungan kerja bagi karyawan adalah menjadi sarana bagi karyawan untuk melakukan suatu aktivitas guna menciptakan kinerja yang sesuai dengan harapan perusahaan. Kondisi dan suasana kerja yang baik tercipta dengan menyusun tata letak yang baik dan benar. Sedangkan menurut Josephine & Harjanti (2017), faktor lingkungan kerja yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: . 1) Faktor Kebersihan 2) Faktor Pencahayaan 3) Faktor Pergantian Udara 4) Faktor Kebisingan 5) Faktor Keamanan.
Menurut Handoko dalam Sutrisno (2017, p. 75), kepuasan kerja mewakili keadaan emosi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi karyawan yang memandang pekerjaannya, kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang ditemui dalam lingkungan kerjanya. Adanya rekan kerja yang baik sehingga pekerjaan yang diberikan dapat terlaksana akan menciptakan kepuasan kerja.
Kerangka Konseptual
Dengan adanya kesempatan untuk berkembang maka karyawan termotivasi dalam melakukan pekerjaan sehingga timbul kepuasan kerja. Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja dan efektivitas kerja karyawan. Terwujudnya lingkungan kerja yang baik apabila masyarakat dapat melaksanakan pekerjaannya secara optimal, aman dan nyaman.
Pengaruh tersebut juga didukung oleh penelitian Rahmawanti dkk (2014) yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Sedangkan Elizar & Tanjung (2018) menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dalam penanggulangan bencana daerah di wilayah Deli Serdang. Kepuasan kerja merupakan sikap pegawai dalam bekerja, yang berkaitan dengan situasi kerja, kerjasama antar pegawai, imbalan yang diterima dalam bekerja, serta hal-hal yang berkaitan dengan faktor fisik dan psikis.
Lingkungan kerja akan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja apabila lingkungan kerja baik, seperti yang diungkapkan oleh Pratama (2015) salah satu indikator yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah suhu udara karena tubuh manusia selalu berusaha menjaga kondisi normal, dengan sistem tubuh yang sempurna. sehingga mereka dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Dimana hasil penelitian menemukan bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Hal ini juga berarti semakin meningkat lingkungan kerja pada perusahaan maka kepuasan kerja karyawan juga akan meningkat.
Sedangkan hasil penelitian Saripuddin (2017) menunjukkan bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan karyawan saat bekerja di PT. Kepuasan kerja merupakan suatu sikap emosional yang mencintai pekerjaan, sikap ini tercermin dalam etos kerja, disiplin dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati di tempat kerja, di luar pekerjaan, dan kombinasi di dalam dan di luar pekerjaan, sehingga dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Pengaruh tersebut juga didukung oleh penelitian Febriyana (2015) dalam hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa kepuasan kerja mempunyai pengaruh sebesar 11,2% terhadap kinerja karyawan PT. Lingkungan kerja pada hakikatnya adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja dan dapat mempengaruhi mereka dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Lingkungan kerja juga memegang peranan yang sangat penting terhadap kepuasan karyawan dalam bekerja.
Hipotesis
Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PT. Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Departemen P&GA PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Sidoarjo. Dampak lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan (Studi pada karyawan PT. Mitra Pinasthika Mustika Rent, Tangerang Selatan).
Pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi UD Ada Plastiekfabriek. Jawaban responden mengenai lingkungan kerja yang jauh dari kebisingan mayoritas responden menjawab setuju (50,50% setuju dan tidak setuju 37,40%). Jawaban responden mengenai tingkat kebisingan di lingkungan kerja cukup normal, mayoritas responden setuju (58,20% setuju dan 29,70% tidak setuju).
Ho : Tidak terdapat pengaruh Lingkungan Kerja (X) terhadap kepuasan kerja (Z) Ha : Terdapat pengaruh Lingkungan Kerja (X) terhadap kepuasan kerja (Z) Menentukan kriteria keputusan. Pengaruh Lingkungan Kerja (X) terhadap Kinerja Karyawan (Y) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lingkungan kerja (X) terhadap kinerja karyawan (Y), maka akan dilakukan langkah analisis sebagai berikut: . Pos Indonesia (Persero) Medan Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh tidak langsung lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja mempunyai pengaruh dengan nilai keseluruhan sebesar 0,151.
Dalam penelitian ini diketahui bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Dalam penelitian ini diketahui variabel lingkungan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT.
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan asosiatif karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Menurut Sugiyono (2016, p. 8), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan filosofi positivisme, yang digunakan untuk menyelidiki populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. , analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang dikemukakan.
Definisi Operasional Variabel
Kepuasan kerja merupakan cerminan kreativitas, rasa dan karsa yang dimiliki individu ketika berusaha mengerahkan pikiran, tenaga, waktu dan kemampuan dalam mengambil resiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaannya.
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2012, p. 116), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik populasi. Kuesioner merupakan pertanyaan/pertanyaan yang dibuat oleh peneliti untuk mengetahui pendapat/persepsi responden penelitian terhadap suatu variabel yang diteliti. Menurut Sugiyono (2016, p. 121), uji validitas adalah instrumen yang valid, artinya suatu alat ukur digunakan untuk memperoleh (pengukuran) data, instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
Dari tabel diatas terlihat seluruh butir pernyataan 1 sampai dengan 8 yaitu dengan tingkat signifikan, semua nilai korelasi bernilai positif, nilai probabilitas katakanlah 0,000 < 0,05 yang berarti seluruh butir pernyataan variabel lingkungan kerja adalah dikatakan sah. Dari tabel diatas terlihat seluruh item pernyataan 1 sampai dengan 8 yaitu dengan tingkat signifikan, semua nilai korelasi bernilai positif, nilai probabilitas katakanlah 0,000 < 0,05 yang berarti seluruh item pernyataan pada Kinerja Pegawai variabel dikatakan valid. Dari tabel diatas terlihat seluruh pernyataan poin 1 sampai dengan 10 yaitu dengan tingkat signifikan, semua nilai korelasi bernilai positif, nilai probabilitas dikatakan 0,000 < 0,05 yang berarti semua poin pernyataan variabel disiplin dikatakan menjadi sah.
Menurut Sugiyono (2016, p. 121) uji reliabilitas adalah suatu instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. r = Keandalan instrumen k = Jumlah item pernyataan. Berdasarkan tabel uji reliabilitas instrumen variabel penelitian di atas dapat dipahami bahwa setiap variabel mempunyai nilai reliabilitas yang berbeda dengan nilai Cronbach’s alpha pada variabel X = 0,795 > 0,6 Y variabel cronbach’s alpha = 0,789 > 0,6 dan variabel Z cronbach alpha = 0,795 > 0,6. Jadi instrumen dalam penelitian ini mempunyai reliabilitas yang baik atau dengan kata lain instrumen tersebut reliabel atau dapat dipercaya.
Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai beberapa informasi yang relevan dengan penelitian yang digunakan. Dokumen yang diperlukan adalah dokumen jumlah pegawai, peraturan perundang-undangan dan bentuk disiplin pegawai, serta buku-buku ilmiah yang mendukung kajian teoritis dalam penelitian ini.
Teknik Analisis Data
Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Terpadu (BPPM) Kota Bandung. Kesimpulannya adalah tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja (X) terhadap kinerja karyawan (Y) pada PT.